Anda di halaman 1dari 8

PRESENTASI KASUS

OTITIS MEDIA EFUSI Otitis media efusi ( OME ) merupakan penyakit yang sering di derita oleh bayi dan anakanak. Diluar negeri, khususnya di Negara yang mempunyai 4 musim penyakit ini di temukan dengan angka insiden dan pre alensi yang tinggi. Dari beberapa kepustakaan dapat disimpulkan rata-rata insiden OME sebesar !4" - #$", sedang peneliti lain ada yang melaporkan angka ratarata pre elensi OME sebesar $" - %$". Di &ndonesia masih 'arang ditemukan kepustakaan yang melaporkan angka ke'adian penyakit ini, hal ini di sebabkan kerena belum ada penelitian yang khusus mengenai penyakit ini, atau tidak terdeteksi karena minimalnya keluhan pada anak yang menderita OME. OME adalah peradangan telinga tengah yang di tandai dengan adanya (airan efusi di rongga telinga tengah dengan membran timpani utuh tanpa disertai dengan tanda-tanda ifeksi akut. OME termasuk dalam golongan otitis media non supuratif. )erdapat banyak sinonim dari OME ini. )etapi yang paling banyak diterima berdasarkan terminologi adalah otitis media efusi. *danya (airan di dalam telinga tengah mengakibatkan ter'adinya gangguan pendengaran. Orang tua mengeluhkan anak-anaknya mendengarkan suara tele ise dengan olume terlalu keras, sering menanyakan ulang atas 'a+aban yang diberikan orang tuanya dan tidak segera menga(uhkan bila di panggil. ,eberapa anak mungkin tidak didapatkan keluhan. -airan dalam telinga tengah pada anak-anak bisa berbulan-bulan dan baru diketahui ketika diadakan pemeriksaan rutin. *nak-anak memerlukan kemampuan mendengar untuk bela'ar berbi(ara. *danya gangguan pendengaran karena (airan di telinga tengah mengakibatkan ter'adinya kelambatan bi(ara. Diagnosis dan penatalaksanaan dini dapat men(egah hambatan pendengaran anak akibat OME. .ada makalah ini akan disampaikan diagnosis dan penatalaksanaan dari OME.

1. DEFINISI Otitis media efusi adalah inflamasi pada telinga tengah yang ditandai dengan adanya penumpukan (airan efusi di telinga tengah dengan membran timpani utuh tanpa adanya tanda dan ge'ala inflamasi akut.

2. ANATOMI DAN FISIOLOGI /ntuk memahami ter'adinya OME, anatomi dan fungsi tuba Eusta(hius memegang peranan penting. )uba Eusta(hius merupakan bagian dari system yang paling berhubungan
Ani dwi s Page 1

PRESENTASI KASUS

termasuk hidung, nasofaring, telinga tengah, dan rongga mastoid. )uba Eusta(hius tidak hanya berupa tabung melainkan sebuah organ yang mengandung lume dengan mukosa, kartilago, dikelilingi 'aringan lunak, muskulus peritubular seperti eli palatine, le ator eli palatine, salpingofaringeus, dan tensor timpani dan di bagian superior didukung tulang. .erbedaan tuba Eusta(hius pada anak dan de+asa yang menyebabkan meningkatnya insiden otitis media pada anak-anak. .an'ang tuba pada anak setengah pan'ang tuba de+asa, sehingga sekret nasofaring lebih mudah refluks ke dalam telinga tengah melalui tuba yang pendek. *rah tuba ber ariasi pada anak, sudut antara tuba dengan bidang hori0ontal adalah !1 1. 2edangkan pada de+asa 4%1. 2udut antara tensor eli palatine dengan kartilago ber ariasi pada anak-anak tetapi relatif stabil pada de+asa. .erbedaan ini dapat membantu men'elaskan pembukaan lumen tuba ( kontraksi tensor eli palatini ) yang tidak efisien pada anak-anak. Masa kartilago bertambah dari bayi sampai de+asa. Densitas elastin pada kartilago lebih sedikit pada bayi tetapi densitas kartilago lebih besar. Ostmann fat pad lebih ke(il olumenya pada bayi. .ada anak-anak banyak lipatan mukosa di lumen tuba Eusta(hius, hal ini dapat men'elaskan peningkatan compliance tuba pada anakanak.

I.

ETIOLOGI Etiologi dan patogenesis OME bersifat multifaktorial antara lain infeksi irus atau bakteri, gangguan fungsi tuba Eusta(hius, status imunologi, alergi, faktor lingkungan dan sosial. 3alaupun demikian tekanan telinga tengah yang negatif, abnormalitas imunologi, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut diperkirakan men'adi faktor utama dalam pathogenesis OME. 4aktor penyebab lainnya termasuk hipertropi adenoid, adenoiditis kronis, palatoskisis, tumor nasofaring, barotrauma, terapi radiasi, dan radang penyerta seperti sinusitis atau rinitis. Merokok dapat menginduksi hiperplasi limfoid nasofaring dan hipertropi adenoid yang 'uga merupakan patogenesis timbulnya OME. 3.1 Gangguan fungsi tuba 5angguan fungsi tuba menyebabkan mekanisme aerasi ke rongga telinga tengah terganggu, drainase dari rongga telinga ke rongga nasofaring terganggu dan gangguan mekanisme proteksi rongga telinga tengah terhadap refluks dari rongga nasofaring. *kibat gangguan tersebut rongga telinga tengah akan mengalami tekanan negatif. )ekanan negatif di telinga tengah menyebabkan peningkatan permaebilitas kapiler dan selan'utnya ter'adi transudasi. 2elain itu ter'adi infiltrasi populasi sel-sel inflamasi dan sekresi kelen'ar. *kibatnya terdapat akumulasi sekret di rongga telinga tengah. &nflamasi kronis di telinga tengah akan menyebabkan terbentuknya 'aringan granulasi, fibrosis dan destruksi tulang. Obstruksi tuba Eusta(hius ytang menimbulkan ter'adinya tekanan negatif di telinga tengah akan diikuti retraksi membran timpani. Orang de+asa biasanya akan mengeluh adanya rasa tak nyaman, rasa penuh atau rasa tertekan dan akibatnya timbul gangguan pendengaran
Ani dwi s Page 2

PRESENTASI KASUS

ringan dan tinnitus. *nak-anak mungkin tidak mun(ul ge'ala seperti ini. 6ika keadaan ini berlangsung dalam 'angka +aktu lama (airan akan tertarik keluar dari membran mukosa telinga tengah, menimbulkan keadaan yang kita sebut dengan otitis media serosa. 7e'adian ini sering timbul pada anak-anak berhubungan dengan infeksi saluran nafas atas dan se'umlah gangguan pendengaran mengikutinya. 3.2 Infeksi &nfeksi bakteri merupakan faktor penting dalam patogenesis ter'adinya OME se'ak dilaporkan adanya bakteri di telinga tengah. 2trepto(o((us .neumonia, 8aemophilus &nfluen0ae, Mora9ella -atarrhalis dikenal sebagai bakteri pathogen terbanyak ditemukan dalam telinga tengah. Meskipun hasil yang didapat dari kultur lebih rendah. .enyebab rendahnya angka ini diduga karena : .enggunaan antibiotik 'angka lama sebelum pemakian ventilation tube akan mengurangi proliferasi bakteri patogen, 2ekresi immunoglobulin dan lisosim dalam efusi telinga tengah akan menghambat proliferasi patogen, ,akteri dalam efusi telinga tengah berlaku sebagai biofilm 3.3 Status Imuno ogi 4aktor imunologis yang (ukup berperan dalam OME adalah sekretori &g *. immunoglobulin ini diproduksi oleh kelen'ar di dalam mukosa ka um timpani. 2ekretori &g * terutama ditemukan pada efusi mukoid dan di kenal sebagai suatu imunoglobulin yang aktif beker'a dipermukaan mukosa respiratorik. 7er'anya yaitu menghadang kuman agar tidak kontak langsung dengan permukaan apitel, dengan (ara membentuk ikatan komplek. 7ontak langsung dengan dinding sel epitel adalah tahap pertama dari penetrasi kuman untuk infeksi 'aringan. Dengan demikian &g * aktif men(egah infeksi kuman. 3.! A e"gi ,agaimana faktor alergi berperan dalam menyebabkan OME masih belum 'elas. *kan tetapi dari gambaran klinis di per(aya bah+a alergi memegang peranan. Dasar pemikirannya adalah analogi embriologik, dimana mukosa timpani berasal sama dengan mukosa hidung. 2etidak-tidaknya manifestasi lergi pada tuba Eusta(hius merupakan penyebab okulasi kronis dan selan'utnya menyebabkan efusi. Namun demikian dari penelitian kadar &g E yang men'adi kriteria alergi atopik, baik kadarnya dalam efusi maupun dalam serum tidak menun'ang sepenuhnya alergi sebagai penyebab. Etiologi dan patogenesis otitis media oleh karena alergi mungkin disebabkan oleh satu atau lebih dari mekanisme di ba+ah ini : Mukosa telinga tengah sebagai organ sasaran ( target organ )
Page 3

Ani dwi s

PRESENTASI KASUS

.embengkakan oleh karena proses inflamasi pada mukosa tuba Eusta(hius Obstruksi nasofaring karena proses inflamasi, dan *spirasi bakteri nasofaring yang terdapat pada sekret alergi ke dalam ruang telinga tengah.

II.

GE#ALA $LINIS .enderita OME 'arang memberikan ge'ala sehingga pada anak-anak sering terlambat diketahui. 5e'ala OME ditandai dengan rasa penuh dalam telinga, terdengar bunyi berdengung yang hilang timbul atau terus menerus, gangguan pendengaran dan rasa nyeri yang ringan. Dizziness 'uga dirasakan penderita-penderita OME. 5e'ala kadang bersifat asimtomatik sehingga adanya OME diketahui oleh orang yang dekat dengan anak misalnya orang tua atau guru. *nak-anak dengan OME 'uga kadang-kadang sering terlihat menarik-narik telinga mereka atau merasa seperti telinganya tersumbat. .ada kasus yang lan'ut sering ditemukan adanya gangguan bi(ara dan perkembangan berbahasa. 7adang-kadang 'uga ditemui keadaan kesulitan dalam berkomunikasi dan keterbelakangan dalam pela'aran.

III.

DIAGNOSIS Diagnosis OME pada anak tidak mudah dan terdapat perbedaan yang bermakna sesuai dengan ke(akapan klinisi, khususnya di tingkat pelayanan primer atau dokter anak yang mendiagnosisnya. 5e'ala tidak ada sensitif maupun spesifik, banyak anak 'ustru tanpa ge'ala. .emeriksaan fisik pada anak penderita OME berpotensi tidak akurat kerena kesan sub'ektif gambaran membran timpani sulit dinilai. ,elum lagi anak-anak yang tidak kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Namun enamnesis dan pemeriksaan fisik tetap sangat berperan dalam mendiagnosis OME. %.1 Anamnesis Dalam mendiagnosis OME diperlukan ke'elian dari pemeriksa. &ni disebabkan keluhan yang tidak khas terutama pada anak-anak. ,iasanya orang tua mengeluh adanya gangguan pendengaran pada anaknya, guru melaporkan bah+a anak mempunyai problem pendengaran, kemunduran dalam pela'aran di sekolah, bahkan dalam gangguan +i(ara dan bahasa. 2ering kali OME ditemukan se(ara tidak senga'a pada saat skrining pemeriksaan telinga dan pendengaran di sekolah-sekolah. .ada anak-anak dengan OME dari anamnesis keluhan yang paling sering adalah penurunan pendengaran dan kadang merasa telinga merasa penuh sampai dengan merasa nyeri telinga. Dan pada anak-anak penderita OME biasanya mereka 'uga sering didapati dengan ri+ayat batuk pilek dan nyeri tenggorokan berulang. .ada anak-anak yang lebih besar biasanya mereka mengeluhkan kesulitan menengarkan pela'aran di sekolah, atau harus membesarkan
Ani dwi s Page 4

PRESENTASI KASUS

olume saat menonton tele isi di rumah. Orang tua 'uga sering mendengarkan keluhan telinga anaknya terasa tidak nyaman atau sering melihat anaknya menarik-narik daun telinganya. %.2 &eme"iksaan fisik /ntuk mendiagnosis OME pada pemeriksaan fisik perlu dilakukan pemeriksaan otoskopi, timpanogram, audiogram dan kadang tindakan miringotomi untuk memastikan adanya (airan dalam telinga tengah. %.2.1 Otosko'i .emeriksaan otoskopi dilakukan untuk kondisi, +arna, dan translusensi membrana tempani. Ma(am-ma(am perubahan atau kelainan yang ter'adi pada membran timpani dapat dilihat sebagaimana berikut : a) Membrana timpani yang suram dan ber+arna kekuningan yang menggati gambaran tembus (ahaya selain itu letak segitiga reflek (ahaya pada kuadran antero inferior memendek, mungkin sa'a didapatkan pula peningkatan pembuluh darah kapier pada membran timpani tersebut. .ada kasus dengan (airan mukoid atau mukupurulen membrana timpani ber+arna lebih muda( krem ). b) Membrana timpani retraksi yaitu bila manubrium malei terlihat lebih pendek dan lebih hori0ontal, membran kelihatan (ekung dan refle9 (ahaya memendek. 3arna mungkin akan berubah agak kekuningan. () *telektasis, membrana timpani biasanya tipis, atropi dan mungkin menempel pada inkus, stapes dan promontium, khusunya pada kasus-kasus yang sudah lan'ut, biasanya kasus yang seperti ini karena disfungsi tuba Eusta(hius dan otitis media efusi yang sudah ber'alan lama.

d)

Membrana timpani dengan sikatrik, suram sampai retraksi berat disertai bagian yang atropi didapatkan pada otitis media adesi a oleh karena ter'adi 'aringan fibrosis ditelinga tengah sebagai akibat proses peradangan sebelumnya yang berlangsung lama. 5ambaran air fluid level atau bubles biasanya ditemukan pada OME yang berisi (airan serus.

e)

f)

Membrana timpani ber+arna biru gelap atau ungu diperlihatkan pada kasus hematotimpanum yang disebabkan oleh fraktur tulang temporal, leukemia, tumor askuler telinga tengah. 2edangkan +arna biru yang lebih muda mungkin disebabkan oleh barotraumas. 5ambaran lain adalah ditemukan sikatrik dan ber(ak kalisifikasi.
Ani dwi s Page 5

g)

PRESENTASI KASUS

a) b) () d) e) f)

.ada pemeriksaan otoskopi menun'uk ke(urigaan OME apabila ditemukan tanda-tanda : )idak didapatkan tanda-tanda radang akut. )erdapat perubahan +arna membrana timpani akibat refleksi dari adanya (airan didalam ka um timpani. Membran timpani tampak lebih menon'ol. Membran timpani retraksi atau atelektasis. Didapatkan air fluid levels atau buble, atau Mobilitas membran berkurang atau fikasi. %.2.2 Otosko' 'neumatik ( otosko' Sieg e Otoskop pneumatik diperkenalkan pertama kali oleh 2iegle, bentuknya relatif tidak berubah se'ak pertama diperkenalkan pada tahun !;#4. .emeriksaan otoskopi pneumatik selain bisa melihat 'enis perforasi, 'aringan patologi, dan untuk membrana timpani yang masih utuh bisa 'uga di lihat gerakanya ( mobilitas ) dengan 'alan memberi tekanan positif maka membrana timpani akan bergerak ke medial dan bila diberi tekanan negatif maka membrana timpani akan bergerak ke leteral. .emeriksaan otoskopi pneumatik merupakan standar fisik diagnostik pada OME. %.2.3 Tim'anomet"i )impanometer adalah suatu alat untuk mengetahui kondisi dari sistem telinga tengah. .engukuran ini memberikan gambaran tentang mobilitas membrana timpani, keadaan persediaan tulang pendengaran, keadaan dalam telinga tengah termasuk tekanan udara didalamnya, 'adi berguna dalam mengetahui gangguan konduksi dan fungsi tuba Eusta(hius. 5rafik hasil pengukuran timpanometeri atau timpanogram dapat untuk mengetahui gambaran kelainan di telinga tengah. Meskipun ditemukan banyak ariasi bentuk timpanogram akan tetapi pada prinsipnya hanya ada tiga tipe, yakni tipe *, tipe ,, dan tipe -. .ada penderita OME gambaran timpanogram yang sering didapati adalah tipe ,. )ipe , bentuknya relatif datar, hal ini menun'ukan gerakan membrana timpani terbatas karena adanya (airan atau pelekatan dalam ka um timpani. 5rafik yang sangat datar dapat ter'adi akibat perforasi membrana timpani, serumen yang banyak pada liang telinga luar atau kesalahan pada alat yaitu saluran buntu. .emerikasaan timpanometri dapat memperkirakan adanya (airan didalam ka um timpani yang lebih baik dibanding dengan pemeriksaan otoskopi sa'a.

%.2.! Au)iog"am Dari pemeriksaan audiometrik nada murni didapatkan nilai ambang tulang dan udara.
Ani dwi s Page 6

PRESENTASI KASUS

5angguan pendengaran lebih sering ditemukan pada pasien OME dengan (airan yang kental (glue ear). Meskipun demikian beberapa studi mengatakan tidak ada perbedaan yang signifikan antara (airan serus dan kental terhadap gangguan pendengaran, sedangkan olume (airan yang ditemukan di dalam telinga tengah adalah lebih berpengaruh. .asien dengan OME ditemukan gangguan pendengaran dengan tuli konduksi ringan sampai sedang sehingga tidak begitu berpengaruh dengan kehidupan sehari-hari. )uli bilateral persisten lebih dari $% d, dapat mengganggu perkembangan intelektual dan kemampuan berbi(ara anak. ,ila hal ini dibiarkan bisa sa'a ketulian bertambah berat yang berakibat buruk bagi pasien. *kibat buruk ini dapat berupa gangguan lo(al pada telinga maupun gangguan yang lebih umum, seperti gangguan perkembangan bahasa dan kemunduran dalam pela'aran sekolah. .asien dengan tuli konduksi yang lebih berat mungkin sudah didapatkan fiksasi atau putusnya rantai osikel. 5aris pedoman OME yang disusun bersama oleh **4., **O8N2 dan **. menyatakan bah+a audiologi merupakan salah satu komponen pemeriksaan pasien OME. .emeriksaan audiometrik direkomendasikan pada pasien dengan OME selama < bulan atau lebih ,kelambatan berbahasa, gangguan bela'ar atau di(urigai terdapat penurunan pendengaran bermakna. ,erdasarkan beberapa penelitian, tuli konduksi sering berhubungan dengan OME dan berpengaruh pada proses mendengar kedua telinga, lokalisasi suara, persepsi bi(ara dalam kebisingan. .enurunan pendengaran yang disebabkan oleh OME akan mengahalangi kemampuan a+al berbahasa yang didapat. %.2.% *a)io ogi .emeriksaan radiologi foto mastoid dahulu efektif digunakan untuk skrining OME, tetapi sekarang 'arang diker'akan. *namnesis ri+ayat penyakit dan pemeriksaan fisik banyak membantu diagnosis penyakit ini. -) 2(an sangat sensiti e dan tidak diperlukan untuk diagnosis. Meskipun -) s(an penting untuk menyingkirkan adanya komplikasi dari otitis media missal mastoiditis, trombosis sinus sigmoid ataupun adanya kolesteatoma. -) s(an penting khususnya pada pasien dengan OME unilateral yang harus dipastikan adanya massa di nasofaring telah disingkirkan. I+. &ENATALA$SANAAN Diagnosis dan pengobatan sedini mungkin memegang peranan penting. 7eberhasilan dari penatalaksanaan ditentukan dengan men(ari faktor penyebab dan mengatasinya guna men(egah akibat lan'ut penyakit tersebut. 2umbatan tuba dan infeksi saluran nafas atas yang kronis serta berulang merupakan salah satu faktor yang penting diperhatikan. Namun penatalaksanaan OME sendiri masih men'adi perdebatan, ini disebabkan oleh karena baik pengobatan yang bersifat konser atif maupun tindakan operatif, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. .engobatan OME se(ara konser atif ada yang belum terbukti menyembuhkan penderita dengan OME, namun pada pokoknya dapat mengurangi morbiditas ketika terapi konser atif dianggap gagal atau tidak memuaskan.
Ani dwi s Page 7

PRESENTASI KASUS

.engobatan pada OME meliputi pengobatan konser atif dan tindakan operatif. .engobatan konser atif se(ara lo(al ( obat tetes hidung atau spray ) dan sistemik antara lain antibiotika spektrum luas, antihistamin, dekongestan, dengan atau tanpa kortikosteroid. .engobatan dan (ontrol terhadap alergi dapat mengurangi atau menyembuhkan otitis media efusi. .engobatan se(ara operatif dilakukan pada kasus dimana setelah dilakukan pengobatan konser atif selam lebih dari < bulan tidak sembuh. /ntuk memberikan hasil yang baik terhadap drainase dilakukan miringotomi dan pemasangan pipa entilasi. .ipa entilasi dipasang pada daerah kuadran antero inferior atau antero superior. .ipa entilasi akan dipertahankan sampai fungsi tuba ini paten. .enatalaksanaan se(ara operatif meliputi mirigotomi dengan atau tanpa pemasangan pipa entilasi dan adenoidektomi dengan atau tanpa tonsilektomi. )u'uan pemasangan pipa entilasi adalah menghilangkan (airan pada telinga tengah, mengatasi gangguan pendengaran yang ter'adi, men(egah kekambuhan, men(egah gangguan perkembangan kognitif, bi(ara, bahasa dan psikososial. +. $OM&LI$ASI *kibat lan'ut OME dapat mengakibatkan hilangnya fungsi pendengaran sehingga akan mempengaruhi perkembangan bi(ara dan intelektual. .erubahan yang ter'adi pada telinga tengah dapat mengakibatkan penyakit berlan'ut men'adi otitis media adesi a dan otitis media kronis maligna. +I. *ING$ASAN OME sering ter'adi pada bayi dan anak-anak sehingga (ukup sulit dalam melakukan diagnosis penyakitnya. Orang terdekat dan banyak berinteraksi dengan anak tersebut akan men'adi sumber informasi yang baik. .erhatian orang tua dan guru sangat membantu dalam menegakkan diagnosis. Etiologi dan patofisiologi OME sangat multifaktorial, saling menun'ang dan saling terkait. .ada bayi dan anak, status imunologi sangat penting untuk men'aga daya tahan tubuh terhadap infeksi. *namnesis dan pemeriksaan fisik diperlukan dalam penegakan diagnosis OME. .enggunaan alat otoskopi pneumatik, timpanometri, audiometri( untuk pemeriksaan fisik sangat membantu dalam menegakan diagnosis. .engobatan pada OME meliputi pengobatan konser atif dan tindakan operatif. .engobatan konser atif meliputi pemberian antibiotika, antihistamin, dekogestan, dengan atau tanpa kortikosteroid. .enatalaksanaan se(ara operatif meliputi mirigotomi dengan atau tanpa pemasangan pipa entilasi dan adenoidektomi dengan atau tanpa tonsilektomi. .enatalaksanaan yang (epat, tepat dan adekuat sangat berperan dalam menghambat ter'adinya proses gangguan pendengaran dan komplikasi lainnya.

Ani dwi s

Page 8