Anda di halaman 1dari 28

DATA PASIEN 1. IDENTITAS Nama Umur : Tn.

Naton Bedri : 53 tahun

Jenis kelamin : laki-laki Pekerjaan Agama Alamat !"* ("* No. "! 2. Anamnesis (eluhan Utama: tidak bisa kencing "i.a/at Pen/akit *ekarang : )asien mengatakan tidak bisa kencing dari - hari' dari 3 hari /ang lalu )asien merasa sakit kalau kencing' sebelumn/a kencing dirasakan han/a menetes selama 3 bulan' sebelumn/a kencing keluar ta)i tidak lancar' keluar han/a sekitar setengah gelas a0ua dalam , hari dan kencing terasa )anas' setelah kencing )asien masih merasa belum )uas' )asien mengeluh sering n/eri di antara dubur dan kemaluan "i.a/at Pen/akit 1ahulu: tidak )ernah sakit se)erti ini sebelumn/a' ri.a/at 2i)ertensi 3-4' ri.a/at 1! 3-4 "i.a/at Pengobatan : )asien belum )ernah berobat untuk sakitn/a ini "i.a/at (eluarga : keluarga tidak ada /ang )ernah sakit se)erti ini "i.a/at *osial : merokok 354' alkohol 3-4' makan dan minum sering tidak teratur "i.a/at Alergi : tidak ada ri.a/at alergi obat mau)un makanan : Tukang becak : slam : Jl. !ahakam "# $% "T $$&' (edo)ok' Probolinggo : + !ei %$,3 : ,- !ei %$,3 : -&-%3&

3. Pemeriksaan Fisik a4 (eadaan umum : cuku) b4 (esadaran : 6om)os !entis c4 76*: 8-95!: d4 9ital *ign : Tekanan 1arah : ,3$;<$ mm2g Nadi : +$ kali;menit *uhu : 3:'-$ 6 "es)irator/ "ate : ,+kali;menit e4 *tatus 7eneralis (e)ala : Bentuk simetris' de=ormitas 3-4 !ata: o Pal)ebra : >edema -;o (onjungti?a: Anemis -;o *klera : ikterus -; Telinga: 1alam batas normal 2idung: 1alam batas normal !ulut: 1alam batas normal 7igi: 1alam batas normal

@eher: Pembesaran (7B 3-4' Peningkatan J9P 3-4 Thoraks o Paru ns)eksi: *imetris' tidak ada retraksi' tidak ada ketinggalan gerak Pal)asi: Aokal =remitus )aru kanan sama dengan )aru kiri

Perkusi: *onor di seluruh la)ang )aru Auskultasi: *uara na=as ?esikuler' rhonki -;-'.heeBing -;o Jantung ns)eksi: ktus kordis tidak tam)ak Pal)asi: iktus kordis teraba di 6* 9 !6@ Perkusi: batas jantung normal' tidak ada )embesaran jantung Auskultasi: *uara jantung *,-*% tunggal'regular.!urmur 3-4' 7allo) 3-4 Abdomen o ns)eksi: 1istensi 354' tidak ada tanda trauma' su)el' cembung' simetris

o Pal)asi: N/eri tekan 354' de=ans muscular 3-4' he)ar dan lien tidak teraba Buli-buli teraba )enuh 354 o Perkusi: Tim)ani' "edu) dari su)rasim=isis sam)ai umbilikus o Auskultasi: Bising usus normal 8kstremitas o Atas Akral: hangat ; hangat *ianosis: tidak sianosis Per=usi: baik o Ba.ah Akral: hangat ; hangat *ianosis: tidak sianosis Per=usi: baik 7enetalia

3keterangan )ada status lokalis4 *tatus @okalis 7enitalia : laki-laki' bentuk normal' tanda-tanda radang3-4' benjolan di inguinal 3-4 n/eri 354 hilang timbul di )erineum 4. Pemeriksaan Penunjang A. Laboratorium Jenis Pemeriksaan 71A 2emoglobin @eukosit P69; 2ematokrit Trombosit Natrium (alium 6alsium 6hlorida (PTT PTT 71A BUN 6reatinin <, ,-'+ +--$ -: %%%.$$$ ,-5 -'< ,'% ,,% %& ,:'% &< ,-'+ ,'$ 2asil Nilai normal C,-$mg;d@ @:,3-,+' P : ,%-,: g;d@ -$$$-,,$$$;cmm @:-$-5$' P :35--&D ,5$.$$$--5$.$$$;cmm ,35-,-5 mmol;t 3':-5'5 mmol;t ,',%-,'3% mmol;t <: -,$: mmol;t 35--5 detik ,$-,5 detik E,-$ mg;d@ ,$-%$mg;d@ $'5-,'& mg;d@

B. PEN IT!AAN 1. "retrogra#i$ tangga% & 'ei 2(13

-(ontras dimasukkan melalui uretra' tam)ak adan/a sedikit )elebaran sam)ai lokasi batu. "adioo)a0ue diameter 5;- $'5 sentimeter' di )ars membranacea. (ontras da)at masuk buli-buli. - Tam)ak gambaran )en/em)itan )ada uretra )ars bulbosa bagian )roFimal dan gambaran dari back =lo.. - kesim)ulan: batu diameter $'5 cm di uretra )ars membranacea dengan gambaran striktur-striktur ringan di bagian )roFimal )ars bulbosa.

2. B)F

*asi% + uriga Batu ,i B%a,,er ne-k ukuran ./0mm

.. Assessment 1iagnosa : -"etensio urine et causa uretrolitiasis dan striktur uretra -9esicolitiasis 0. P%anning Tera1i+ n=us "@ %$ tetes;menit njeksi (etorolac 3 F 3$ mg njeksi "anitidine % F 5$ mg njeksi 6e=triaFone % F , gram

6atheter Aolle/ no. ,+ 6atheter three .a/ no %$ Urine bag No.

No. No.

1ilakukan kateterisasi dengan anestesi *AB di >( "*U1 !oh *aleh )ada tanggal ,$ !ei %$,3' menggunakan kateter no. ,+. 'onitoring Pantau )roduksi urine$ .arna urine dan keluhan )asien

TIN2A"AN P"STA3A %.,. 1e=inisi "etensi Urin adalah ketidakmam)uan seseorang untuk mengeluarkan urin /ang terkum)ul di dalam buli-buli hingga ka)asitas maksimal buli-buli terlam)aui.

%.%. Anatomi *aluran (emih

Alat-alat kemih terdiri dari : ginjal' )el?is renalis 3)ielum4' ureter' buli-buli 3?esika urinaria4' dan uretra. 1inding alat-alat saluran kemih mem)un/ai la)isan otot /ang mam)u menghasilkan gerakan )eristaltik. 7ambaran anatomi saluran kemih sebagai berikut :

Ginjal 7injal menghasilkan air seni dengan membuang air dan berbagai bahan metabolik /ang berbaha/a /ang ma/oritas dihasilkan oleh alat-alat lain.

Pelvis Renalis (Pielum)

!engum)ulkan air seni /ang datang dari a)eks )a)illa. !engecil menjadi ureter /ang dilalui air seni dalam )orsi-)orsi kecil sam)ai ke dalam kandung kemih. (a)asitas rata-rata 3-+ ml. Air seni mula-mula terkum)ul di kaliks' saat s=ingter kaliks berkontraksi. (emudian' otototot dinding kaliks' s=ingter =orniks' berkontraksi dan )ada .aktu /ang bersamaan s=ingter kaliks berelaksasi. @alu air seni terdorong ke dalam )el?is renalis. Air seni dibuang dengan ce)at oleh )enutu)an bergantian dari s=ingter )el?is dan kaliks. Ureter Berbentuk se)erti )i)a /ang sedikit memi)ih' berdiameter --& mm. Panjang ber?ariasi 5 3$ cm )ada laki-laki dan 5 , cm lebih )endek dari .anita. (edua ureter menembus dinding kandung kemih )ada =undusn/a' ter)isah dalam jarak antara --5 cm' miring dari arah lateral' dari belakang atas ke medial de)an ba.ah. Ureter berjalan se)anjang % cm di dalam kandung kemih dan berakhir )ada suatu celah sem)it 3ostium ureter4.

Pandangan umum alat-alat urogenital wanita

Penampang frontal melalui kandung kemh pria

Kandung kemih (Buli-buli) Pada dasar buli-buli' kedua muara ureter dan meatus uretra internum membentuk suatu segitiga /ang disebut trigonum buli-buli. Buli-buli ber=ungsi menam)ung urin dari ureter dan kemudian mengeluarkann/a melalui uretra dalam mekanisme berkemih. (a)asitas maksimal 3?olume4 untuk orang de.asa 5 35$--5$ mlG ka)asitas buli-buli )ada anak menurut (o== : (a)asitas buli-buli H I Umur 3tahun4 5 %J F 3$ ml

Bila buli-buli terisi )enuh' ?erteks dan dinding atas terangkat dan membentuk suatu bantal /ang lonjong dan )i)ih' /ang da)at meluas sam)ai te)i atas sim=isis )ubis. *elama kontraksi otot kandung kemih' ketika dikosongkan selama berkemih' bentukn/a menjadi bulat. Uretra Uretra meru)akan tabung /ang men/alurkan urin keluar dari buli-buli melalui )roses miksi. *ecara anatomis' uretra dibagi menjadi % bagian' /aitu : uretra )osterior dan uretra anterior. Uretra di)erlengka)i dengan s=ingter uretra interna /ang terletak )ada )erbatasan bulibuli dan uretra' serta s=ingter uretra eksterna /ang terletak )ada )erbatasan uretra anterior dan uretra )osterior. *=ingter uretra interna terdiri atas otot )olos /ang di)ersara=i oleh sara= sim)atik sehingga saat buli-buli )enuh' s=ingter terbuka. *=ingter ani eksterna terdiri atas otot bergaris /ang di)ersara=i oleh sistem somatik /ang da)at di)erintah sesuai keinginan seseorangG )ada saat kencing' s=ingter ini terbuka dan teta) menutu) )ada saat menahan kencing. Panjang uretra .anita 5 3-5 cm dengan diameter + mm' berada di ba.ah sim=isis )ubis dan bermuara di sebelah anterior ?agina. 5 ,;3 medial uretra terda)at s=ingter uretra eksterna /ang terdiri atas otot bergaris. Tonus otot s=ingter uretra eksterna dan tonus otot @e?ator ani ber=ungsi mem)ertahankan agar urin teta) berada di dalam buli-buli )ada saat )erasaan ingin miksi. !iksi terjadi bila tekanan intra ?esika melebihi tekanan intrauretra akibat kontraksi otot detrusor' dan relaksasi s=ingter uretra eksterna. Panjang uretra )ria de.asa 5 %3-%5 cm. Uretra )osterior )ria terdiri atas uretra )ars )rostatika /aitu bagian uretra /ang dilingku)i oleh kelenjar )rostat' dan uretra )ars membranasea. Uretra anterior adalah bagian uretra /ang dibungkus oleh kor)us s)ongiosum )enisG uretra anterior terdiri atas : 3,4 )ars bulbosa' 3%4 )ars )endularis' 334 =ossa na?ikularis' dan 3-4 meatus uretra eksterna.

%.3 Aisiologi ,. Pengisian urine Pada )engisian kandung kencing' distensi /ang timbul ditandai dengan adan/a akti?itas sensor regang )ada dinding kandung kencing. Pada kandung kencing normal' tekanan intra?esikal tidak meningkat selama )engisian sebab terda)at inhibisi dari akti?itas detrusor dan acti?e com)liance

dari kandung kencing. nhibisi dari akti?itas motorik detrusor memerlukan jaras /ang utuh antara )usat miksi )ons dengan medula s)inalis bagian sakral. !ekanisme acti?e com)liance kandung kencing kurang diketahui namun )roses ini juga memerlukan iner?asi /ang utuh mengingat mekanisme ini hilang )ada kerusakan radiks s%-*-. *elain akomodasi kandung kencing' kontinens selama )engisian memerlukan =asilitasi akti=itas otot lurik dari s=ingter uretra' sehingga tekanan uretra lebih tinggi dibandingkan tekanan intra?esikal dan urine tidak mengalir keluar 2. Pengaliran urine Pada orang de.asa /ang normal' rangsangan untuk miksi timbul dari distensi kandung kencing /ang sin/aln/a di)eroleh dari a=eren /ang bersi=at sensiti= terhada) regangan. !ekanisme normal dari miksi ?olunter tidak diketahui dengan jelas teta)i di)eroleh dari relaksasi oto lurik dari s=ingter uretra dan lantai )el?is /ang diikuti dengan kontraksi kandung kencing. nhibisi tonus sim)atis )ada leher kandung kencing juga ditemukan sehingga tekanan intra?esikal diatas;melebihi tekanan intra uretral dan urine akan keluar. Pengosongan kandung kemih /ang lengka) tergantung adri re=leks /ang menghambat akti=itas s=ingter dan mem)ertahankan kontraksi detrusor selama miksi.

%.-. 8tiologi Pen/ebab retensi urin : ,. (elemahan otot detrusor : - (elainan medulla s)inalis. - (elainan sara= )eri=er. %. 2ambatan ; obstruksi uretra : - Batu uretra. - (le) uretra. - *triktura uretra. - *tenosis meatus uretra.

- Tumor uretra. - Aimosis. - Para=imosis. - 7um)alan darah. - 2i)er)lasia )rostat. - (arsinoma )rostat. - *klerosis leher buli-buli. 3. nkoordinasi antara 1etrusor-Uretra : 6edera kauda ekuina.

!enurut lokasi' )en/ebab retensi urin : a. *u)ra?esikal : (erusakan terjadi )ada )usat miksi di !edula *)inalis setinggi Th,%-@,G kerusakan sara= sim)atis dan )arasim)atis' baik sebagian atau seluruhn/a.

b. 9esikal : Beru)a kelemahan otot detrusor karena lama teregang' atoni )ada )asien 1! atau )en/akit neurologis. c. n=ra?esikal 3distal kandung kemih4 : Beru)a )embesaran )rostat 3kanker' )rostatitis4' tumor )ada leher ?esika' =imosis' stenosis meatus uretra' tumor )enis' striktur uretra' trauma uretra' batu uretra' sklerosis leher kandung kemih 3bladder neck sclerosis4. Pada retensi urin kronik' disebabkan oleh : obstruksi uretra /ang semakin hebat' sehingga akhirn/a kandung kemih mengalami dilatasi. Pada keadaan ini' urin keluar terus menerus karena ka)asitas kandung kemih terlam)aui. Penderita tidak mam)u berkemih lagi' teta)i urin keluar terus tan)a kendali.

%.5. (lasi=ikasi "etensi urin da)at terjadi secara akut' /aitu : )enderita secara tiba-tiba tidak da)at miksi' buli-buli )enuh disertai rasa sakit /ang hebat di daerah su)ra)ubik dan hasrat ingin miksi /ang hebat disertai mengejan' seringkali urin belum menetes atau sedikit-sedikitG da)at )ula terjadi secara kronis' /aitu )enderita secara )erlahan-lahan dan dalam .aktu /ang lama tidak da)at miksi' merasakan n/eri di daerah su)ra)ubik han/a sedikit ; tidak ada sama sekali .alau)un buli-buli )enuh. "etensi urin da)at terjadi sebagian' /aitu )enderita masih bisa mengeluarkan urin' teta)i terda)at sisa kencing /ang cuku) ban/ak di kandung kemih G )ada retensi urin total' )enderita sama sekali tidak da)at mengeluarkan urin.

%.:. Pato=isiologi Proses berkemih melibatkan % )roses /ang berbeda /aitu )engisian dan )en/im)anan urine dan )engosongan kandung kemih. 2al ini saling berla.anan dan bergantian secara normal. Akti?itas otot-otot kandung kemih dalam hal )en/im)anan dan )engeluaran urin dikontrol oleh sistem sara= otonom dan somatik. *elama =ase )engisian' )engaruh sistem sara= sim)atis terhada) kandung kemih menjadi bertekanan rendah dengan meningkatkan resistensi saluran kemih. Pen/im)anan urin dikoordinasikan oleh hambatan sistem sim)atis dari akti?itas kontraktil otot detrusor /ang dikaitkan dengan )eningkatan tekanan otot dari leher kandung kemih dan )roksimal uretra. Pengeluaran urine secara normal timbul akibat dari kontraksi /ang simultan otot detrusor dan relaksasi saluran kemih. 2al ini di)engaruhi oleh sistem sara= )arasim)atis /ang mem)un/ai neurotransmiter utama /aitu asetilkholin' suatu agen kolinergik. *elama =ase )engisian' im)uls a==eren ditransmisikan ke sara= sensoris )ada ujung ganglion dorsal s)inal sakral segmen %-- dan in=ormasikan ke batang otak. m)uls sara= dari batang otak menghambat aliran )arasim)atis dari )usat kemih sakral s)inal. *elama =ase )engosongan kandung kemih' hambatan )ada aliran )arasim)atis sakral dihentikan dan timbul kontraksi otot detrusor. 2ambatan aliran sim)atis )ada kandung kemih menimbulkan relaksasi )ada otot uretra trigonal dan )roksimal. m)uls berjalan se)anjang ner?us )udendus untuk merelaksasikan otot halus dan skelet dari s)hincter eksterna. 2asiln/a keluarn/a urine dengan resistensi saluran /ang

minimal. "etensi )ost)artum )aling sering terjadi. *etelah terjadi kelahiran )er?aginam s)ontan' dis=ungsi kandung kemih terjadi <-,- D )asienG setelah kelahiran menggunakan =orce)' angka ini meningkat menjadi 3+ D. "etensi ini biasan/a terjadi akibat dari dissinergis antara otot detrusor-s)hincter dengan relaksasi uretra /ang tidak sem)urna /ang kemudian men/ebabkan n/eri dan edema. *ebalikn/a )asien /ang tidak da)at mengosongkan kandung kemihn/a setelah sectio cesaria biasan/a akibat dari tidak berkontraksi dan kurang akti=n/a otot detrusor

%.&. 1iagnosis 7ambaran (linis 4 "asa tidak n/aman hingga rasa n/eri /ang hebat )ada )erut bagian ba.ah hingga daerah genital. - Tumor )ada )erut bagian ba.ah. - Tidak da)at kencing. - (adang-kadang urin keluar sedikit-sedikit' sering' tan)a disadari' tan)a bisa ditahan 3inkontinensi )aradoksa4. Pada retensi urin akut' )enderita akan merasa n/eri /ang hebat di daerah su)ra)ubik' dan bila )enderita tidak terlalu gemuk' akan terlihat ; teraba benjolan di daerah su)ra)ubik. Pada retensi urin totalis' )enderita sama sekali tidak bisa miksi' gelisah' mengedan bila ingin miksi' dan terjadi inkontinensia )aradoksal. Pada anamnesa' )asien akan mengeluh sulit buang air kecil. Pada ins)eksi' )al)asi dan )erkusi' akan dida)atkan buli-buli /ang mengembang. Pada )erkusi akan terdengar )ekak' /ang menentukan adan/a buli-buli /ang )enuh )ada )enderita /ang gemuk. Pada )emeriksaan bimanual : , tangan di atas su)ra)ubik dan jari telunjuk tangan lainn/a melakukan colok dubur.

Pemeriksaan colok dubur

1isadur dari Basuki B. Purnomo' 1asar-dasar Urologi' edisi kedua' halaman %$ %.+ Pemeriksaan Penunjang a. Aoto )olos abdomen menunjukkan ba/angan buli-buli )enuh' mungkin terlihat ba/angan batu o)ak )ada uretra atau )ada buli-buli. b. Uretrogra=i akan tam)ak adan/a striktur uretra. c. Pemeriksaan darah rutin : 2b' leukosit' @81' Trombosit. d. Pemeriksaan Aaal 7injal : kreatinin' ureum' klirens kreatinin. e. Pemeriksaan urinalisa : .arna' berat jenis' )2.

%.< (om)likasi - Buli-buli akan mengembang melebihi ka)asitas maksimal sehingga tekanan didalam lumenn/a dan tegangan dari dindingn/a akan meningkat.

- Bila keadaan ini dibiarkan berlanjut' tekanan /ang meningkat didalam lumen akan menghambat aliran urin dari ginjal dan ureter sehingga terjadi hidroureter dan hidrone=rosis dan lambat laun terjadi gagal ginjal. - Bila tekanan didalam buli-buli meningkat dan melebihi besarn/a hambatan di daerah uretra' urin akan memancar berulang-ulang 3dalam jumlah sedikit4 tan)a bisa ditahan oleh )enderita' sementara itu buli-buli teta) )enuh dengan urin. (eadaan ini disebut : inkontinensi )aradoksa atau Ko?er=lo. incontinenceK - Tegangan dari dinding buli-buli terns meningkat sam)ai terca)ai batas toleransi dan setelah batas ini dile.ati' otot buli-buli akan mengalami dilatasi sehingga ka)asitas buli-buli melebihi ka)asitas maksimumn/a' dengan akibat kekuatan kontraksi otot buli-buli akan men/usut. - "etensi urin meru)akan )redileksi untuk terjadin/a in=eksi saluran kemih 3 *(4 dan bila ini terjadi' da)at menimbulkan keadaan ga.at /ang serius se)erti )ielone=ritis' urose)sis' khususn/a )ada )enderita usia lanjut. Urin /ang tertahan lama di dalam buli-buli' sece)atn/a harus dikeluarkan' karena jika dibiarkan' akan menimbulkan masalah' se)erti : mudah terjadi in=eksi saluran kemih' kontraksi otot buli-buli menjadi lemah' timbul hidroureter dan hidrone=rosis /ang selanjutn/a akan da)at menimbulkan gagal ginjal. Akibat retensi urin kronis da)at terjadi : trabekulasi 3serat-serat otot detrusor menebal4' sacculae 3tekanan intra?esika meningkat' sela)ut lendir diantara otot-otot membesar4' di?ertikel' in=eksi' =istula' )embentukan batu' o?er=lo. incontinence.

PENAN5ANAN !ETENSI "!IN

Urin da)at dikeluarkan dengan cara (ateterisasi atau *istostomi. Penanganan )ada retensi urin akut beru)a : kateterisasi L bila gagal L dilakukan *istostomi.

3.,. 3ateterisasi (ateterisasi Uretra adalah memasukkan kateter ke dalam buli-buli melalui uretra.

Tujuan 3ateterisasi Tindakan ini dimaksudkan untuk tujuan diagnosis mau)un untuk tujuan tera)i. Tindakan diagnosis antara lain adalah : ,. (ateterisasi )ada .anita de.asa untuk mem)eroleh contoh urin guna )emeriksaan kultur urin. %. !engukur residu 3sisa4 urin /ang dikerjakan sesaat setelah )asien selesai miksi. 3. !emasukkan bahan kontras untuk )emeriksaan radiologi' antara lain : *istogra=i atau )emeriksaan adan/a re=luks ?esiko-ureter melalui )emeriksaan ?oiding c/sto-urethrogra)h/ 396U74. -. Pemeriksaan urodinamik untuk menentukan tekanan intra ?esika. 5. Untuk menilai )roduksi urin )ada saat dan setelah o)erasi besar. ndikasi kateterisasi : ,. !engeluarkan urin dari buli-buli )ada keadaan obstruksi in=ra?esikal' baik /ang disebabkan oleh hi)er)lasia )rostat mau)un oleh benda asing 3bekuan darah4 /ang men/umbat uretra. %. !engeluarkan urin )ada dis=ungsi buli-buli. 3. 1i?ersi urin setelah tindakan o)erasi sistem urinaria bagian ba.ah' /aitu )ada o)erasi )rostatektomi' ?esikolitektomi. -. *ebagai s)lint setelah o)erasi rekonstruksi uretra untuk tujuan stabilisasi uretra. 5. !emasukkan obat-obatan intra?esika' antara lain sitostatika atau antise)tik untuk buli-buli.

(ontraindikasi kateterisasi : "u)tur uretra' ru)tur buli-buli' bekuan darah )ada buli-buli. !acam-macam (ateter (ateter dibedakan menurut ukuran' bentuk' bahan' si=at' )emakaian' sistem retaining 3)engunci4' dan jumlah )ercabangan. Ukuran (ateter Ukuran kateter din/atakan dalam skala 6heriereMs 3Arench4. Ukuran ini meru)akan ukuran diameter luar kateter. , 6heriere 36h4 atau , Arench 3Ar4 H $'33 milimeter atau , milimeter H 3 Ar Jadi' kateter /ang berukuran ,+ Ar artin/a diameter luar kateter itu adalah : mm. (ateter /ang mem)un/ai ukuran /ang sama belum tentu mem)un/ai diameter lumen /ang sama karena adan/a )erbedaan bahan dan jumlah lumen )ada kateter itu. Bahan kateter da)at berasal dari logam 3stainless4' karet 3lateks4' lateks dengan la)isan silikon 3siliconiBed4 dan silikon. Bentuk (ateter *traight catheter meru)akan kateter /ang terbuat dari karet 3lateks4' bentukn/a lurus dan tan)a ada )ercabangan. 6ontoh kateter jenis ini adalah kateter "obinson dan kateter Nelaton.

1isadur dari Basuki B. Purnomo' 1asar-dasar Urologi' edisi kedua' halaman %3$ 6oude catheter /aitu kateter dengan ujung lengkung dan ram)ing. (ateter ini di)akai jika usaha kateterisasi dengan memakai kateter berujung lurus mengalami hambatan /aitu )ada saat kateter masuk ke uretra )ars bulbosa /ang berbentuk huru= N*O' adan/a hi)er)lasia )rostat /ang sangat besar' atau hambatan akibat sklerosis leher buli-buli. 6ontoh jenis kateter ini adalah kateter Tiemann.

Tin,akan 3ateterisasi Pa,a 6anita Pemasangan kateter )ada .anita jarang menjum)ai kesulitan karena uretra .anita lebih )endek. (esulitan /ang sering dijum)ai adalah )ada saat mencari muara uretra karena terda)at stenosis muara uretra atau tertutu)n/a muara uretra oleh tumor uretra ; tumor ?aginalis ; ser?iks. Untuk itu mungkin )erlu dilakukan dilatasi dengan busi a boule terlebih dahulu.

Pa,a 1ria Teknik kateterisasi )ada )ria adalah sebagai berikut : ,. *etelah dilakukan desin=eksi )ada )enis dan daerah sekitarn/a' daerah genitalia di)ersem)it dengan kain steril. %. (ateter /ang telah diolesi dengan )elicin ; jell/ dimasukkan ke dalam ori=isium uretra eksterna. 3. Pelan-)elan kateter didorong masuk dan kira-kira )ada daerah daerah s=ingter uretra eksterna akan terasa tahananG )asien di)erintahkan untuk mengambil na=as dalam su)a/a s=ingter uretra eksterna menjadi lebih relaks. (ateter terus didorong hingga masuk ke buli-buli /ang ditandai dengan keluarn/a urin dari lubang kateter. -. (ateter terus didorong masuk ke buli-buli hingga )ercabangan kateter men/entuh meatus uretra eksterna. 5. Balon kateter dikembangkan dengan 5-,$ ml air steril. :. Jika di)erlukan kateter meneta)' kateter dihubungkan dengan )i)a )enam)ung 3urinbag4. &. (ateter di=iksasi dengan )lester di daerah inguinal atau )aha bagian )roksimal.

3.% 3ateterisasi Su1ra1ubik (ateterisasi *u)ra)ubik adalah memasukkan kateter dengan membuat lubang )ada buli-buli melalui insisi su)ra)ubik dengan tujuan mengeluarkan urin. (ateterisasi su)ra)ubik ini biasan/a dikerjakan )ada : ,. (egagalan )ada saat melakukan kateterisasi uretra. %. Ada kontraindikasi untuk melakukan tindakan transuretra' misalkan )ada ru)tur uretra atau dugaan adan/a ru)tur uretra. 3. Untuk mengukur tekanan intra?esikal )ada studi sistotonometri. -. !engurangi )en/ulit timbuln/a sindroma intoksikasi air )ada saat TU" Prostat. Pemasangan kateter sistostomi da)at dikerjakan dengan cara o)erasi terbuka atau dengan )erkutan 3trokar4 sistostomi.

Sistostomi Trokar (ontraindikasi *istostomi Trokar : tumor buli-buli' hematuria /ang belum jelas )en/ebabn/a' ri.a/at )ernah menjalani o)erasi daerah abdomen ; )el?is' buli-buli /ang ukurann/a kecil 3contracted bladder4' atau )asien /ang mem)ergunakan alat )rostesis )ada abdomen sebelah ba.ah. Tindakan ini dikerjakan dengan anestesi lokal dan mem)ergunakan alat trokar.

1isadur dari Basuki B. Purnomo' 1asar-dasar Urologi' edisi kedua' halaman %3< Alat-alat dan bahan /ang digunakan : ,. (ain kasa steril. %. Alat dan obat untuk desin=eksi 3/odium )o?idon4. 3. (ain steril untuk mem)ersem)it la)angan o)erasi. -. *em)rit beserta jarum suntik untuk )embiusan lokal dan jarum /ang telah diisi dengan a0uadest steril untuk =iksasi balon kateter. 5. >bat anestesi lokal. :. Alat )embedahan minor' antara lain : )isau' jarum jahit kulit' benang sutra 3Be/de4. &. Alat trokar dari 6am)bel atau trokar kon?ensional. +. (ateter Aole/ 3ukuran tergantung alat trokar /ang digunakan4. Jika mem)ergunakan alat trokar kon?ensional' harus disediakan kateter Naso-gastrik3N7 tube4 no. ,%. <. (antong )enam)ung urine 3urinebag4. @angkah-langkah *istostomi Trokar : ,. 1esin=eksi la)angan o)erasi. %. !em)ersem)it la)angan o)erasi dengan kain steril.

3. -.

njeksi 3in=iltrasi4 anestesi lokal dengan @idokain %D mulai dari kulit' subkutis hingga ke =asia. nsisi kulit su)ra)ubik di garis tengah )ada tem)at /ang )aling cembung 5 , cm' kemudian di)erdalam sam)ai ke =asia.

5. 1ilakukan )ungsi )ercobaan melalui tem)at insisi dengan sem)rit ,$ cc untuk memastikan tem)at kedudukan buli-buli. :. Alat trokar ditusukkan melalui luka o)erasi hingga terasa hilangn/a tahanan dari =asia dan otot-otot detrusor. &. Alat obturator dibuka dan jika alat itu sudah masuk ke dalam buli-buli akan keluar urine memancar melalui sheath trokar. +. *elanjutn/a bagian alat trokar /ang ber=ungsi sebagai obturator 3)enusuk4 dan sheath dikeluarkan melalui buli-buli sedangkan bagian slot kateter setengah lingkaran teta) ditinggalkan. <. (ateter Aole/ dimasukkan melalui )enuntun slot kateter setengah lingkaran' kemudian balon dikembangkan dengan memakai a0uadest ,$ cc. *etelah balon di)astikan berada di buli-buli' slot kateter setengah lingkaran dikeluarkan dari kantong )enam)ung urin 3urinbag4. ,$. (ateter di=iksasikan )ada kulit dengan benang sutra dan luka o)erasi ditutu) dengan kain kasa steril. buli-buli dan kateter dihubungkan dengan

!enusukkan alat trokar ke dalam buli-buli

1isadur dari Basuki B. Purnomo' 1asar-dasar Urologi' edisi kedua' halaman %-,

*etelah /akin trokar masuk ke buli-buli' obturator dile)as dan han/a slot kateter setengah lingkaran ditinggalkan 1isadur dari Basuki B. Purnomo' 1asar-dasar Urologi' edisi kedua' halaman %-, Jika tidak tersedia alat trokar dari 6am)bell' da)at )ula digunakan alat trokar kon?ensional' han/a saja )ada langkah ke-+' karena alat ini tidak dilengka)i dengan slot kateter setengah lingkaran maka kateter /ang digunakan adalah N7 tube nomer ,% A. (ateter ini setelah dimasukkan ke dalam buli-buli )angkaln/a harus di)otong untuk mengeluarkan alat trokar dari buli-buli.

Pen7u%it Bebera)a )en/ulit /ang mungkin terjadi )ada saat tindakan mau)un setelah )emasangan kateter sistotomi adalah : ,. Bila tusukan terlalu mengarah ke kaudal da)at mencederai )rostat. %. !encederai rongga ; organ )eritoneum. 3. !enimbulkan )erdarahan. -. Pemakaian kateter /ang terlalu lama dan )era.atan /ang kurang baik akan menimbulkan in=eksi' ekskrutasi kateter' timbul batu saluran kemih' degenerasi maligna mukosa buli-buli' dan terjadi re=luks ?esiko-ureter.

Sistostomi Terbuka *istostomi terbuka dikerjakan bila terda)at kontraindikasi )ada tindakan sistostomi trokar atau bila tidak tersedia alat trokar. 1ianjurkan untuk melakukan sistostomi terbuka jika terda)at jaringan sikatriks ; bekas o)erasi di daerah su)rasim=isis' sehabis mengalami trauma di daerah )anggul /ang mencederai uretra atau buli-buli' dan adan/a bekuan darah )ada buli-buli /ang tidak mungkin dilakukan tindakan )er uretram. Tindakan ini sebaikn/a dikerjakan dengan memakai anestesi umum. Tin,akan ,. 1esin=eksi seluruh la)angan o)erasi.

%. !em)ersem)it daerah o)erasi dengan kain steril. 3. -. 5. njeksi anestesi lokal' jika tidak mem)ergunakan anestesi umum. nsisi ?ertikal )ada garis tengah 5 3-5 cm diantara )ertengahan sim=isis dan umbilicus. nsisi di)erdalam sam)ai lemak subkutan hingga terlihat linea alba /ang meru)akan )ertemuan =asia /ang membungkus muskulus rektus kiri dan kanan. !uskulus rektus kiri dan kanan di)isahkan sehingga terlihat jaringan lemak' buli-buli dan )eritoneum. buli da)at dikenali karena .arnan/a )utih dan ban/ak terda)at )embuluh darah. :. Jaringan lemak dan )eritoneum disisihkan ke kranial untuk memudahkan memegang bulibuli. &. 1ilakukan =iksasi )ada buli-buli dengan benang )ada % tem)at. +. 1ilakukan )ungsi )ercobaan )ada buli-buli diantara % tem)at /ang telah di=iksasi. <. 1ilakukan )ungsi dan sekaligus insisi dinding buli-buli dengan )isau tajam hingga keluar urin' /ang kemudian 3jika )erlu4 di)erlebar dengan klem. Urin /ang keluar dihisa) dengan mesin )enghisa). ,$. 8ks)lorasi dinding buli-buli untuk melihat adan/a : tumor' batu' adan/a )erdarahan' muara ureter atau )en/em)itan leher buli-buli. ,,. Pasang kateter Aole/ ukuran %$A-%-A )ada lokasi /ang berbeda dengan luka o)erasi. ,%. Buli-buli dijahit % la)is /aitu muskularis-mukosa dan sero-muskularis. ,3. 1itinggalkan drain redon kemudian luka o)erasi dijahit la)is demi la)is. Balon kateter dikembangkan dengan a0uadest ,$ cc dan di=iksasikan ke kulit dengan benang sutra. Buli-

Prognosis Prognosis )ada )enderita dengan retensi urin akut akan bonam jika retensi urin ditangani secara ce)at.

" N7(A*AN "etensi Urin adalah ketidakmam)uan seseorang untuk mengeluarkan urin /ang terkum)ul di dalam buli-buli hingga ka)asitas maksimal buli-buli terlam)aui. !enurut lokasi' )en/ebab retensi urin : a.*u)ra?esikal : (erusakan terjadi )ada )usat miksi di !edula *)inalis setinggi Th,%-@,. b. 9esikal : Beru)a kelemahan otot detrusor karena lama teregang' atoni )ada )asien 1! atau )en/akit neurologis. c. n=ra?esikal 3distal kandung kemih4 Penanganan retensio urin dengan menge?akuasi urin dari kandung kemih. Urin da)at dikeluarkan dengan cara (ateterisasi atau *istostomi. beru)a : kateterisasi L bila gagal L dilakukan *istostomi. Penanganan )ada retensi urin akut

1a=tar Pustaka

"etensi Urin Permasalahan dan Penatalaksanaan Widjoseno Gardjito Lab/UP !lmu Bedah K Unair/R"U# #r$ "oetomo "uraba%a

!ani=estasi Neurologis 7angguan !iksi. skandar Ja)ardi. Aakultas (edokteran Bagian Bedah. Uni?ersitas *umatera Utara

8?aluasi Biakan Urin Pada Penderita BP2 *etelah Pemasangan (ateter !eneta) Pertama (ali dan Berulang.Bagian Bedah. Uni?ersitas *umatera Utara Anatomi dan Aisiologi *aluran (emih.htt);; ....scribd.com;doc;3+<<,-5-;Anatomi-Aisiologi7injal

Purnomo B.B . %$$3. P#asar-dasar Urologi&. *!A Bedah Aakultas (edokteran Uni?ersitas Bra.ija/a. 69. n=omedika : Jakarta. %%&-%33.