Anda di halaman 1dari 17

TUGAS GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA

ANALISIS REGIONAL DKI JAKARTA (JAKARTA UTARA )

Di Buat Oleh : SILFIANI BURANSA E1001 000!

FAKULTAS GEOGRAFI UNI"ERSITAS #U$A##ADI%A$ SURAKARTA &01

A'

(ENDA$ULUAN Geografi Regional mempelajari hubungan yang bertautan antara aspek-aspek fisik dengan aspek manusia dan kaitan keruangan di suatu wilayah/region tertentu. Wilayah Jakarta Pusat sekarang ini merupakan bagian utama dari pengembangan Bata ia abad !"# ketika mulai pindah ke wilayah Welte reden $kawasan Gambir saat ini%. Beberapa bangunan masa lalu yang masih tersisa dan &ukup terurus dengan baik hingga saat ini antara lain istana 'aendels $(antor 'epartemen (euangan sekarang%# Gedung (esenian Jakarta# )stana *egara# )stana +erdeka# +useum *asional dan juga tidak kalah pentingnya adalah daerah menteng yang merupakan kota taman dan mulai sepenuhnya mengadobsi mobil dalam tata kota modern# suatu real estate komersial yang pertama menandai liberalisme ekonomi dan otonomi pemerintahan kota. ,elain itu terdapat jalur -hamrin-,udirman yang dikembangkan oleh era ,oekarno dengan &iri .otel )ndonesi# Bundarannya# Patung# ,enayan dan Gane o serta /apangan +onas. 'an kini kawasan ini menjadi pusat utama kegiatan pemerintah nasional serta dan menjadi pusat kediaman perwakilan negara-negara sahabat. ,e&ara administratif wilayah dibagi menjadi 0 ke&amatan dan 11 kelurahan# dengan total luas wilayahnya men&apai 10#20 km3.

1'

(e)ti)*)+a Dae,ah %a)* -i A)ali.i. ,ebagai pusat bisnis# politik# dan kebudayaan# Jakarta merupakan tempat berdirinya

kantor-kantor pusat B4+*# perusahaan swasta# dan perusahaan asing. (ota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat 5,65*. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara# yakni Bandara ,oekarno7.atta dan Bandara .alim Perdanakusuma# serta satu pelabuhan laut di -anjung Priok Permasalahan sosial yang di hadapi oleh Jakarta saat ini ,ebagaimana umumnya kota megapolitan# kota yang berpenduduk di atas !2 juta# Jakarta memiliki masalah stress# kriminalitas# dan kemiskinan. Penyimpangan peruntukan lahan dan pri atisasi lahan telah menghabiskan persediaan taman kota sehingga menambah tingkat stress warga Jakarta. (ema&etan lalu lintas# menurunnya interaksi sosial karena gaya hidup indi idualistik juga menjadi penyebab stress. -ata ruang kota yang tidak partisipatif dan tidak humanis menyisakan ruang-ruang sisa yang mengundang tindak laku kriminal. Penggusuran kampung miskin dan penggusuran lahan usaha informal oleh pemerintah '() adalah penyebab aktif kemiskinan di '().

Jumlah pendatang di Jakarta $3223-3228% 9

Pembangunan tanpa kendali di wilayah hilir# penyimpangan peruntukan lahan kota# dan penurunan tanah akibat eksploitasi air oleh industri# menyebabkan turunnya kapasitas penyaluran air sistem sungai# yang menyebabkan terjadinya banjir besar di Jakarta.-ata ruang kota yang sering berubah-ubah# menyebabkan polusi udara dan banjir sulit dikendalikan. Walaupun pemerintah telah menetapkan wilayah selatan Jakarta sebagai daerah resapan air# namun ketentuan tersebut sering dilanggar dengan terus dibangunnya perumahan serta pusat bisnis baru. Beberapa wilayah yang diperuntukkan untuk permukiman# banyak yang beralih fungsi menjadi tempat komersial. 4ntuk memperbaiki keadaan# Jakarta membangun dua banjir kanal# yaitu Banjir (anal -imur dan Banjir (anal Barat. Banjir (anal -imur mengalihkan air dari kali :ipinang ke arah timur# melalui daerah Pondok Bambu# Pondok (opi# :akung# sampai :ilin&ing. ,edangkan Banjir (anal Barat yang telah dibangun sejak ;aman kolonial Belanda# mengaliri air melalui (aret# -anahabang# sampai 5ngke. ,elain itu Jakarta juga memiliki dua drainase# yaitu :akung 'rain dan :engkareng 'rain. (ondisi perumahan di Jakarta menunjukkan kurang lebih 82< merupakan lingkungan perumahan dengan bangunan rumah-rumah buruk# yang lokasinya justru pada bagian-bagian kota yang membutuhkan in estasi sarana dan prasarana yang tinggi untuk pen&egahan banjir# air ter&emar# dan sebagainya. 'ari segi sistem pengadaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan# baru sekitar kurang lebih 38< yang dapat dilayani oleh sektor-sektor formal# yakni Real 6state# Perumnas# Bank -abungan *egara# instansi-instansi Pemerintah dan 5BR). ,elebihnya $=8 <% dipenuhi oleh kemampuan pengadaan se&ara perorangan# yang sebagian terbesar terdiri dari kelompok yang tingkat sosial ekonominya lemah. Persyaratan formal atas ketentuan teknis

bangunan rumah $peraturan bangunan# prosedur peri;inan dan sebagainya% dirasakan masih belum terjangkau kelompok tingkat sosial-ekonomi lemah# sehingga mengakibatkan tumbuhnya perkembangan perumahan yang tidak terkontrol. +asalah pengadaan tanah yang belum terpe&ahkan se&ara mendasar telah mengakibatkan belum terwujudnya pola jaringan jalan sebagaimana diren&anakan untuk seluruh kota $penambahan jalan 2#1 < per tahun%# sedangkan dalam waktu yang bersamaan telah ter&atat pertambahan kendaraan bermotor sebesar !8 < per tahun. .al ini telah mengakibatkan penggunaan jalur-jalur prasarana yang ada di luar batas kemampuan yang diren&anakan. 'i samping itu arah perkembangan yang terjadi telah mengabur-kan fungsi-fungsi dan peranan dari setiap jalur yang ada dan juga perkembangan itu telah menimbulkan masalah pengelolaan lalu-lintas yang kompleks. Pen&egahan bahaya banjir dalam pepatah# pen&egahan lebih murah daripada menanggulangi# pen&egahan penyakit lebih baik daripada mengobati. 4paya-upaya yang dilakukan antara lain melakukan kegiatan untuk membersihkan sungai# melakukan kerja bakti se&ara rutin dilingkungan rumah# untuk membersihkan saluran air dan sampah yang tedapat dilingkungan rumah. :ara menanggulangi bahaya banjir dengan membuat talang-talang air dan menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan. 5kibat dari banjir dapat mengakibatkan kerugian harta benda# perabotan rumah tangga menjadi han&ur# sungai menjadi dangkal# lahan-lahan pertanian terkikis oleh air# menghayutkan dan menenggelamkam bahkan dapat menyebabkan kematian#dan jalur transportasi tersendat. ,elain benda dan harta yang akan hilang bahaya banjir juga dapat mendatangkan penyakit seperti demam berdarah# diare# muntah-muntah dll. 'ari uraian diatas itulah hal yang menjadi alasn mengapa pentingnya '() Jakarta $Jakarta 4tara% perlu di analisis lebih lanjut untuk bisa mengetahui lebih lanjut permaslahan yang ada. &' Si.te/ati0a (e/1aha.a)
A' (e)-ahulua)

Penyusun akan memberi penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang masalah# deskripsi wilayah# kondisi kependudukan dan sosial ekonomi# dan sistematika pembahasan. B' #a.+a,a0at Ja0a,ta +engulas tentang keadaan Jakarta# apakah itu dari sejarah singkat# keadaan geografi dan iklim# perekonomian# keadaan sosial budaya# dan struktur penggunaan lahan

B'

DESKRI(SI 2ILA%A$ 1' Lua.3 Be)tu0 -a) L40a.i Pro insi '() Jakarta terletak pada posisi >o!3/intang ,elatan dan !2>o 10? Bujur -imur. Berdasarkan ,( Gubernur *omor !=! -ahun 322=# luas wilayah Pro insi '() Jakarta terdiri dari daratan seluas >>3#@@ km3 termasuk !!2 pulau yang tersebar di (epulauan ,eribu dan berupa lautan seluas >."==#8 km3. (etinggian rata-rata (ota Jakarta A = meter di atas permukaan laut# sedangkan sebagian wilayah khususnya di sekitar pantai laut Jawa terdapat beberapa tempat yang berada di bawah permukaan air laut pasang sehingga rawan genangan. ,e&ara geografis di sebelah utara Jakarta berbatasan dengan /aut Jawa# sebelah selatan dan timur berbatasan dengan wilayah Pro insi Jawa Barat# dan sebelah barat dengan Pro insi Banten. 'i bagian utara membentang pantai dari Barat sampai ke -imur sepanjang A @8 km yang menjadi tempat bermuaranya !@ sungai# 3 kanal# dan 3 flood way. Wilayah 5dministrasi Pro insi '() Jakarta terbagi menjadi lima wilayah kota 5dministrasi dan ! $satu% (abupaten 5dministrasi# yakni kota Jakarta ,elatan dengan luas daratan !18#=@ km 3Jakarta -imur dengan luas daratan !0=#=@ km3# Jakarta Pusat dengan luas daratan 1=#"2 km3# Jakarta Barat dengan luas daratan !3>#!8 km3 dan Jakarta 4tara dengan luas daratan !13#12 km3# serta (abupaten 5dministrasi dengan luas daratan !!#0! km3. Pembagian wilayah 5dministrasi Pro insi '(l Jakarta terlihat pada tabel berikut ini.

'i sebelah utara membentang pantai dari Barat sampai ke -imur sepanjang B @8 km yang menjadi tempat bermuaranya " buah sungai dan 3 buah kanal# sementara disebelah selatan dan timur berbatasan dengan wilayah Pro insi Jawa Barat# sebelahbarat dengan Pro insi Banten# sedangkan di sebelah utara berbatasan dengan /aut Jawa. Wilayah administrasi Pro insi '() Jakarta terbagi menjadi 8 wilayah (ota. 5dministrasi dan satu (abupaten 5dministratif# yaitu9

(ota 5dm. Jakarta ,elata# Jakarta -imur# Jakarta Pusat# Jakarta Barat dan Jakarta 4tara masingmasing dengan luas daratan seluas !1!#3= km3# !00#2@ km3# 10#!@ km3# !3"#81 km3 dan !1>#>> km3 serta (abupaten 5dm.(epulauan ,eribu $0#=2 km3%. &' Ge4l4*i -a) *e4/4,54l4*i ,atuan 6koregion9 dataran rendah. (arakteristik abiotik 9 proses geomorfologi yang dominan berkembang adalah sedimentasi. Jenis tanah yang terdapat di satuan ekoregion ini adalah tanah 5lu ial dan tanah /atosol. (ondisi pantai pada ekoregion ini merupakan Pantai berlumpur dengan arus permukaan laut dipengaruhi musim dan pasang surut. (ondisi air permukaan berupa air sungai sudah banyak mengalami pen&emaran yang sebagian besar diakibatkan karena aktifitas industri dan limbah rumah tangga yang masuk ke dalam sungai.(arakteristik Biotik 9 tanaman khas yang terdapat di daerah ini adalah tanaman Bintaro. (arakteristik :ulture 9 Jumlah penduduk '() pada tahun 322" sebanyak "#33 juta jiwa dengan luas wilayah >>3#@@ km# kepadatan penduduknya !@#" ribu / km. Penduduk sebagian besar merupakan penduduk pendatang.Budayanya merupakan budaya Betawi. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIK ( ABIOTIK) -erdiri dari > (arakteristik /ingkungan Cisik $5biotik%# yaitu 1' Ka,a0te,i.ti0 Kli/at4l4*i 6 Kualita. U-a,a' ,e&ara umum Jakarta beriklim kering $ &urah hujan D 3.822 mm/th%. ,uhu udara ratarata 3=#! : - 3"# 1 :. (elembapan rata-rata >0<-=! < &' Ka,a0te,i.ti0 Ge4l4*i Cormasi geologi jakarta berumur holosen# di&irikan dengan batu endapan permukaan. ,e&ara regional# struktur geologi yang berkembang memperlihatkan adanya @ arah dominan yaitu arah barat laut 7 -enggara 7 timur laut 7 barat daya# dan barat - timur . Batuan yang terdapa disana 9Batuan ,edimen# batuan endapan permukaan# batuan Gunungapi# batuan )ntrusi. ' Ka,a0te,i.ti0 Ge4/4,54l4*i 'ataran Jakarta digolongkan ke dalam dataran alu ial pantai dan sungai# yang merupakan hasil endapan yang terbawa oleh aliran sungai :i /iwung# :i ,edane# dan kali bekasi.'ataran ini mempunyai bentang alam datar# sungai bermeander# yang sebelumnya merupakan dataran rawa# baik rawa pantai# laguna# ataupun rawa belakang

akibat limpasan yang melampaui tanggul alam. (ondisi tersebut mengakibatkan Jakarta rawan terhadap banjir dan penggenangan. 7' Ka,a0te,i.ti0 Ta)ah 5lu ial .idromorf# 5lu ial (elabu -ua# 5sosiasi 5lu ial :oklat (elabu dan 5lu ial :oklat# 5sosiasi Glei .umus Rendah dan 5lu ial (elabu# 5sosiasi /atosol +erah# /atosol :oklat (emerahan# dan Regosol :oklat. 8' Ka,a0te,i.ti0 $i-,4l4*i Pro insi Jakarta yang menjadi tempat bermuaranya !! buah sungai dan 3 buah kanal. 'i perairan ini bermuara !@ sungai besar mulai dari muara sungai :isadane di bagian barat sampai muara sungai :itarum di bagian timur !' Ka,a0te,i.ti0 O.ea)4*,a5i ,e&ara umum morfologi topografi pantai utara Jakarta merupakan suatu daerah dataran. Wilayah Pantai 4tara $Pantura% Jakarta berada pada satuan geomorfologi dataran alu ial.

'

I0li/ Berdasarkan posisi geografisnya# (ota 5dministrasi Jakarta 4tara memiliki batas-batas9

di sebelah utara membentang pantai /aut Jawa dari Barat sampai ke -imur sepanjang B @8 km# sementara di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat# Jakarta Pusat dan Jakarta -imur# di sebelah timur berbatasan dengan Jakarta -imur dan (abupaten Bekasi# sebelah barat dengan (abupaten -angerang dan Jakarta Barat.(etinggian wilayah dari permukaan laut antara 2 s/d 3 meter# pada beberapa tempat tertentu berada di bawah permukaan laut yang sebagian besar terdiri dari rawa-rawa atau empang air payau. ,ebagai wilayah pantai yang beriklim panas# mempunyai suhu rata-rata berkisar 30#"=o: pada tahun 32!2. Rata-rata &urah hujan

!"!#3! mm@ dengan maksimal &urah hujan pada bulan Januari $8=3#3 mm@% dan kelembaban udara rata-rata ==#" persen. ,epanjang tahun 32!2 rata-rata ke&epatan angin di wilayah Jakarta 4tara sekitar 1#@" knot. :urah hujan pada tahun 32!2 men&apai 3.3"1#8 mm@ atau meningkat dibanding tahun lalu yang hanya men&apai !.>@!#3 mm@. (ondisi wilayah yang merupakan daerah pantai dan tempat bermuaranya !@ $tiga belas% sungai# menyebabkan wilayah ini merupakan daerah Rawan banjir# baik kiriman maupun banjir karena air pasang laut. Jakarta memiliki suhu udara yang panas dan kering atau beriklim tropis. -erletak di

bagian barat )ndonesia# Jakarta mengalami pun&ak musim penghujan pada bulan Januari dan Cebruari dengan rata-rata &urah hujan @82 milimeter dengan suhu rata-rata 3=E:. :urah hujan antara bulan Januari dan awal Cebruari sangat tinggi# pada saat itulah Jakarta dilanda banjir setiap tahunnya# dan pun&ak musim kemarau pada bulan 5gustus dengan rata-rata &urah hujan >2 milimeter . Bulan ,eptember dan awal oktober adalah hari-hari yang sangat panas di Jakata# suhu udara dapat men&apai 12E: . ,uhu rata-rata tahunan berkisar antara 38E-@0E: $==E-!22EC%.

9'

KONDISI KE(ENDUDUKAN DAN SOSIAL EKONO#I 1' 1'1 Di)a/i0a Ke:e)-u-u0a) Ju/lah Ke:a-ata) :e)-u-u0 Berdasarkan ,ensus Penduduk $,P% tahun 32!2# jumlah penduduk '() Jakarta men&apai ".800#3 ribu jiwa# terdiri dari laki-laki 1.08"#3= ribu orang dan perempuan 1.=30#"@ ribu jiwa. Jumlah tersebut melampaui angka proyeksi penduduk '() Jakarta yang diperkirakan sebesar ".3"8 ribu jiwa. Rata-rata tingkat kepadatan penduduk '() Jakarta adalah sebanyak !1.1=> orang/km3 dengan laju pertumbuhan penduduk '() Jakarta per tahun selama sepuluh tahun terakhir yaitu dari tahun 3222-32!2 sebesar !#12 persen. Ju/lah (e)-u-u0 (,4;i).i DKI Ja0a,ta 4raian Jumlah Penduduk /aki-laki Perempuan ,atuan Jiwa Jiwa Jiwa < ,P3222 0.@1=#20 1.33@#!3 1.!3@#"> 2#!1 ,P32!2 ".800#32 1.08"#3= 1.=30#"@ !#12

Pertumbuhan Penduduk

(epadatan Penduduk ,eF Ratio Sumber : BPS DKI Jakarta

Jiwa/(m3 <

!3.> !23#22

!1.10 !2@#22

(epadatan Penduduk ,ebagai 5kar dari Permasalahan (ota Jakarta. Jakarta adalah &ontoh yang sangat pas untuk membahas sebuah 7 permasalahan dalam kota. (hususnya masalah kepadatan penduduk. )bukota Jakarta merupakan daerah terpadat pertama di )ndonesia# Data Dihi/:u) -a,i (E#KOT -a) (E#(RO" <ila+ah /a.i)*=/a.i)* 04ta atau :,4;i).i' *o. 1 & (ota Ja0a,ta (u.at Ja0a,ta Ba,at Ja0a,ta Selata) 7 8 Ja0a,ta Ti/u, Ja0a,ta Uta,a Pro insi DKI Ja0a,ta DKI Ja0a,ta DKI Ja0a,ta DKI Ja0a,ta DKI Ja0a,ta /uas wilayah $(m3% 7>3?0 1&!318 1783> 1@>3> 17&3 0 Jumlah penduduk @@?'77@ &'0? '01 &'001' 8 &' ?1'1!! 1'778'!& (epadatan per km3 1@'8!? 1!'8?1 1 '> 1&'> > 10'18?

'ari data berikut dapat kita perhatikan bahwa wilayah Jakarta -imur merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak# tetapi kepadatan penduduknya terdapat di Jakarta Pusat. *amun# wilayah yang jumlah penduduknya lebih sedikit terdapat di wilayah Jakarta Pusat. (epadatan penduduk khususnya daerah Jakarta disebabkan oleh faktor sebagai berikut9 - Jumlah angka kelahiran yang relatif tinggi dan jumlah angka kematian yang relatif rendah - Pemikiran masyarakat desa yang menganggap bahwa Jakarta akan memberikan kesejahteraan untuk mereka padahal hal ini dapat menimbulkan masalah baru seperti tingginya jumlah pengangguran# kemiskinan yang meningkat sehingga taraf kehidupan masyarakat menjadi menurun dan hal ini menyebabkan tingkat kriminalitas yang &enderung meningkat di daerah perkotaan 5da banyak faktor yang memi&u urbanisasi misalnyaG modernisasi teknologi# rakyat pedesaan selalu dibombardir dengan kehidupan serba wah yang ada di kota besar sehingga

semakin mendorong mereka meninggalkan kampungnya. Pendidikan. Caktor pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap melunjaknya jumlah penduduk. /apangan (erja. Jakarta sebagai kota besar dan berpenduduk banyak tentunya sangat menjanjikan untuk orang-orang ke&il yang berniat untuk men&ari sesuap nasi dikota ini mulai dari pedagang kaki lima $P(/%# pedagang asongan# tukang ojek# tukang semir sepatu# buruh pabrik# pembantu rumah tangga# dll.

DA#(AK (esesakan yang diakibatkan oleh berlebihannya pendduduk Jakarta mengakibatkanG ,ifat (onsumtif# (ekumuhan kota# (ema&etan lalu lintas# (riminalitas yang tinggi# ,truktur kota yang berantakan# isu Jakarta tenggelam# Banjir# pelebaran kota dengan tata kota yang tidak baik# melonjaknya se&tor informal# terjadinya kemerosotan kota# dan pengembangan industry yang menghasilkan limbah. ,emua upaya untuk mengekang tingkat kelahiran di kota itu akan menjadi tidak berarti jika kita tidak dapat membatasi urbanisasi. 4ntuk mengatasi masalah ini# Jakarta tidak bisa bekerja sendiri karena masih ada faktor yang mendorong urbanisasi dari berbagai daerah. *amun ,emua masalah ini hanya bisa dipe&ahkan jika ada kemauan politik dari pemerintah pusat untuk menangani masalah mengurangi kesenjangan antara Jakarta dan pro insi-pro insi lainnya. SUMBER9http9//sosbud.kompasiana.&om/32!2/!3/28/kepadatan-penduduk-sebagai-akar-daripermasalahan-kota-jakarta/ $al=hal +a)* :e,lu -ila0u0a) u)tu0 /e)e0a) :e.at)+a :e,tu/1uha) :e)-u-u0 : 1' +enggalakkan program (B atau (eluarga Beren&ana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga se&ara umum dan masal# sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran. &' +enunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi. 9a,a=Aa,a +a)* -a:at -ila0u0a) u)tu0 /e)*i/1a)*i :e,ta/1aha) Bu/lah :e)-u-u0 : 1' Penambahan dan pen&iptaan lapangan kerja 'engan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya keper&ayaan banyak anak banyak rejeki. 'i samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan. &' +eningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan

'engan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol maka diharapkan masyarakat umum se&ara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga beren&ana. ' +engurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi 'engan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. 7' +eningkatkan produksi dan pen&arian sumber makanan .al ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. ,etiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya. 1'& Di.t,i1u.i (e)-u-u0 #e)u,ut U/u, -a) Je)i. Kela/i) (omposisi Penduduk '() Jakarta menurut kelompok umur menunjukkan bahwa selama kurun waktu !""2-32!3# telah terjadi pergeseran struktur umur penduduk. duduk umur muda (young population # yaitu kelompok umur 2-!1 tahun mengalami penurunan dari @!#" persen menjadi 3@#" persen. Penduduk usia produktif $usia !8->1 tahun% meningkat dari >>#1persen menjadi =@#"persen. Begitu pula dengan penduduk lansia $>8 tahun ke atas% naik dari !#=persen menjadi @#@ persen# apabila dibandingkan dengan komposisi Penduduk '() Jakarta menurut kelompok umur menunjukkan bahwa selama kurun waktu !""2-32!2# telah terjadi pergeseran struktur umur penduduk. Penduduk umur muda (young population #yaitu kelompok umur 2-!1 tahun mengalami penurunan dari @!#" persen menjadi 3@#" persen# penduduk usia produktif $usia !8->1 tahun% meningkat dari >>#1persen menjadi =@#2persen# begitu pula dengan penduduk lansia $>8 tahun ke atas% naik dari !#=persen menjadi @#! persen. (onsekuensi logis dari meningkatnya proporsi penduduk usia produktif adalah menurunnya angka !epen!en"y ratio#yaitu angka ketergantungan penduduk usia tidak produktif $2-!1 tahun dan >8 tahun lebih% terhadap penduduk usia produktif $!8->1 tahun%. 'ari data terlihat bahwa dependen&y ratio mengalami penurunan dari 82#1 persen pada tahun !""2 menjadi @1#"0 persen pada tahun 3222 dan naik lagi menjadi @>#"8pada tahun 32!!. )ni berarti# pada tahun !""2 sekitar 82 penduduk usia tidak produktif ditanggung oleh !22 penduduk produktif# tahun3222 sebesar @8#!1# dan pada tahun 32!3hanya sekitar @= penduduk yang tidak produktif ditanggung oleh !22 penduduk produktif. Penurunan ini memberikan tendensi umum bahwa selama sembilan tahun terakhir

beban tanggungan penduduk produktif di '() Jakarta mengalami sedikit kenaikan. ,ementara itu# ditinjau menurut jenis kelamin# struktur penduduk menurut kelompok usia produktif/tidak produktif memiliki pola yang hampir sama. Pada tahun !""2 proporsi penduduk produktif lakilaki men&apai >8#" persen#pada tahun 32!2 meningkat menjadi =3#1 persen# pada tahun 32!! meningakt lagi menjadi =3#" persen dan pada tahun 32!3 menurun lagi menjadi =3#= persen. 'emikian pula pada penduduk produktif perempuan juga mengalami kenaikan dari >>#0persen pada tahun !""2 menjadi =@#! persen pada tahun 32!2# dan relatif tetap pada tahun 32!3 yaitu =@#! persen 1' (e)-u-u0 1e0e,Ba 'ata mengenai kegiatan ekonomi penduduk yang diuraikan disini menitikberatkan pada alokasi penduduk yang bekerja menurut sektor ekonomi ekonomi perkotaan seperti '() Jakarta# penduduk tersier biasanya menempati porsi yang &ukup bahwa sektor perdagangan# jasayang paling banyak $lapangan pekerjaan%. 'alam yang bekerja di sektor sekunder dan -abel tersebut terlihat sektor

besar. Besarnya porsi penduduk yang bekerja

di kedua sektor ini disajikan dalam -abel di bawah ini. Pada menyerap tenaga kerja.

jasa dan industri pengolahan merupakan sektor-

5pabila pada tahun 32!2# sektor perdagangan# restoran dan hotel mampu menyerap @>#>"persen dari total penduduk yang bekerja. ,ementara itu sektor jasa-jasa dan sektor industri pengolahan masing-masing menyerap @!#!!persen dan !>#!"persen# maka pada tahun 32!3# sektor perdagangan# restoran dan hotel mampu menyerap @@#"3persen dari total penduduk yang bekerja hal ini terjadi penurunan sebesar 3#>= persen. ,ementara itu sektor jasa-jasa dan sektor industri pengolahan masing-masing pada tahun 32!! menyerap @!#!! persen dan !>#!"

persendan pada tahun 32!3sebesar 31#2 persen dan !>#!" persen. Pola penyerapan tenaga kerja yang hampir sama juga terlihat jika dirin&i menurut jenis kelamin. Perbedaannya adalah# pada laki-laki penyerapan tenaga kerja terlihat lebih menyebar di hampir semua sektor. .al ini tidak terjadi pada penduduk perempuan. Walaupun begitu# penyerapan tenaga kerja terbesar baik pada laki-laki maupun perempuan tetap berada pada sektor perdagangan# jasa-jasa dan industri pengolahan.Penduduk merupakan bagian atau komponen yang berinteraksi dengan komponenkomponen lain yang berada di dalam lingkungan untuk memenuhi kelangsungan hidupnya. 'engan demikian lingkungan bisa dipandang sebagai aset utama yang menyediakan kebutuhan umat manusia. /ingkungan menyediakan sistem pendukung kehidupan untuk mempertahankan kehidupan manusia. Jika sistem pendukung itu mengalami degradasi atau kerusakan maka se&ara tidak langsung akan mempengaruhi kelangsungan hidup manusia. Hleh karena itu pembangunan ekonomi harus memasukan lingkungan ke dalam sistem ekonomi.,ayangnya kajian-kajian ilmu ekonomi sebagian besar hanya memperhatikan dan mengkaji tentang analisa akti itas ekonomi dan konsumsi serta keterkaitan antara keduanya. ,edangkan keterkaitan akti itas ekonomi dengan alam lingkungan yang mempunyai fungsi sangat penting belum dimasukan ke dalam analisa ekonomi. 'engan kata lain akti itas ekonomi tidak hanya mampu menunjukan produksi optimal dan konsumsi maksimum sesuai dengan sumberdaya yang tersedia# tetapi harus pula memperhatikan bagaimana dampak dari akti itas ekonomi tersebut terhadap pelestarian dan kualitas sumberdaya alam. Permasalahan tentang lingkungan berawal dari adanya permintaan penduduk terhadap barang dan jasa. 4ntuk memenuhi permintaan tersebut maka dilakukan kegiatan ekonomi atau proses produksi. +elalui proses produksi itulah sumberdaya alam dieksploitasi untuk digunakan sebagai salah satu faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. 5kti itas ekonomi selain mampu menyediakan barang dan jasa juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. +eningkatnya kesejahteraan masyarakat akan diikuti dengan meningkatnya daya beli masyarakat yang menuntut tersedianya barang dan jasa yang banyak pula# yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan terhadap sumberdaya alam. Permintaan terhadap sumberdaya alam yang semakin meningkat tersebut akan mengakibatkan eksploitasi sumberdaya alam se&ara terus menerus dari waktu ke waktu sehingga akan mengganggu keseimbangan lingkungan dan menimbulkan masalah lingkungan.'engan pendekatan akti itas ekonomi $lapangan pekerjaan% dapat diasumsikan bahwa semua sektor ekonomi tersebut mempunyai kontribusi terhadap dampak pen&emaran dan kerusakan ingkungan hidup. +isalnya industri pengolahan mempunyai dampak berupa pen&emaran air baik sungai maupun laut akibat pembuangan limbah industri. sehingga dapat

membunuh biota air seperti ikan# udang# kepiting# kerang# tumbuhan air# rumput laut dan lain lain. ,eringkali diumumkan oleh 'epartemen (elautan dan Perikanan melalui media elektronik atau surat kabar bahwa untuk dalam jangka waktu tertentu tidak boleh mengkonsumsi ikan laut dan kerang karena kera&unan limbah pabrik terutama ikan-ikan yang berasal dari pantai utara '() Jakarta. ,elain air industri juga men&emari udara melalui &erobong-&erobong asap pabrik dan pembakaran minyak oleh kendaraan bermotor. 4dara yang ter&emar tersebut akan mengalami peningkatan kadar karbon dioksida yang mengganggu pernafasan manusia. ,elain itu juga hasil industri berupa bahan organik yang sulit dipe&ahkan danbahan kimia seperti pestisida mempengaruhi kesehatan manusia.,ektor industri pengolahan yang dalam proses produksinya menggunakan bahan kimia seringkali melalaikan aturan dalam undang-undang lingkungan hidup yang mengharuskan proses pengolahan dan penanganan limbah sebelum dibuang. 'alam sektor industri pengolahan di '() Jakarta mempunyai kontribusi &ukup besar dalam penyerapan tenaga kerja yaitu sekitar !"#"" persen. .al ini mempunyai korelasi dalam hal jumlah perusahaan industri yang &ukup besar pula. Jumlah perusahaan industri pengolahan di '() Jakarta yang &ukup banyak tersebut mempunyai dampak terhadap kerusakan lingkungan hidup. ,ektor perdagangan# restoran I hotel mempunyai potensi dalam penimbunan sampah baik sampah sisa makanan yang tidak terkonsumsi atau kemasan yang digunakan dalam proses produksi. ,ektor perdagangan adalah yang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di '() Jakarta yaitu sekitar @1#0" persen. 5da dua potensi yang menyebabkan penimbunan limbah $sampah% yaitu perusahaan perdagangan dan tenaga kerja yang men&ari nafkah di '() Jakarta. Jika dihitung berapa ribu ton sampah yang diproduksi setiap hari dari akti itas perusahaan dan tenaga kerja. Penimbunan sampah yang tidak segera diangkut ke penampungan sampah berpotensi menyebabkan berkembang biaknya penyakit dan se&ara tidak langsung dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur perkotaan seperti yang diakibatkan oleh banjir.(onsep megapolitan yang di&anangkan oleh Gubernur Pro insi '() Jakarta sangat efektif bila dilaksanakan terutama dalam penanganan infrastruktur perkotaan. (onsep ini melibatkan pro insi yang berdampingan dengan '() Jakarta untuk menangani infrastruktur perkotaan se&ara terpadu seperti tempat pembuangan limbah padat $sampah% dan &air. 'asar pemikiran ini diilustrasikanbahwa banyak pekerja yang berasal dari Bodetabek yang men&ari nafkah di '() Jakarta dan menggunakan fasilitas perjalanan sebagai akses tujuan bekerja. 6kspor dan impor yang melibatkan Jabodetabek frekuensinya &ukup tinggi untuk setiap harinya. 5kibat dampak aglomerasi ini perlu dilakukan pemahaman se&ara terintegasi terutama yang berkaitan dengan penanganan infrastruktur perkotaan karena sangat penting untuk akti itas ekonomi di '()

Jakarta dan dalam penanganan limbah serta kelestarian sumberdaya alam dan air.,ektor angkutan dan komunikasi yang dalam hal ini dikelompokan dalam lapangan pekerjaan lainnya sangat berpotensi menyebabkan polusi udara. 5sap yang dihasilkan dari knalpot kendaraan yang mengandung gas :H3$karbon dioksida% dapat mengganggu kesehatan. 4ji emisi gas kendaraan sebagai prasyarat layak beroperasi bila dilakukan se&ara tepat dan konsisten maka hal ini dapat mengurangi tingkat polusi udara. Bila diamati untuk jenis kendaraan seperti metro mini dan sejenisnya mengeluarkan asap dari lubang knalpot mengepul berwarna hitam yang menandakan kadar ra&un yang sangat tinggi. 4ntuk itu pihak yang terkait dalam urusan transportasi darat agar lebih seksama dan bertindak konsisten dalam memberikan perijinan layak operasi. (arena masalah lingkungan hidup sangat penting untuk kita pelihara dan budayakan. &' St,u0tu, E04)4/i A' (,4-u0 D4/e.ti0 Re*i4)al B,ut4 ((DRB) Ata. Da.a, $a,*a Be,la0u -a) K4).ta) &000 ,truktur ekonomi suatu daerah dapat dilihat pada besaran atau persentase sumbangan sektor-sektor lapangan usaha pembentuk Produk 'omestik Regional Bruto $P'RB% atas dasar harga berlaku. P'RB atas dasar harga berlaku Pro insi '() Jakarta pada tahun 32!! adalah sebesar Rp "03#8 triliun# sedangkan pada tahun 32!2 sebesar Rp 0>3#! triliun# atau terjadi peningkatan sebesar Rp !32#8 triliun. ,elengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut

#ambar : PDRB $ta% Da%ar &arga Berlaku (Juta'Rp Sumber: BPS Pro(in%i DKI Jakarta

'ilihat dari kontribusi sektor terhadap P'RB# tiga sektor terbesar penyumbang P'RB adalah sektor (euangan# Persewaan I Jasa Perusahaan sebesar 3=#8= persen# kemudian sektor Perdagangan# .otel I Restoran sebesar 32# 0! persen# selanjutnya adalah sektor )ndustri pengolahan sebesar !8#>3. ,elengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut9

P'RB atas dasar harga konstan 3222 pada tahun 32!! men&apai Rp. 133#3 triliun# meningkat Rp. 3>#81 triliun dari tahun 32!2 sebesar Rp. @"8#>> triliun. -iga sektor terbesar penyumbang P'RB adalah sektor (euangan# Persewaan I Jasa Perusahaan# ,ektor Perdagangan# .otel I Restoran dan ,ektor )ndustri Pengolahan. ,elengkapnya dapat dilihat pada gambar dan tabel berikut 9

#ambar : PDRB $ta% Da%ar &arga &arga Kon%tan )*** (Juta'Rp Sumber: BPS Pro(in%i DKI Jakarta

'

St,u0tu, (e)**u)aa) Laha) '() Jakarta sebagai kota metropolitan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan

pusat perekonomian didominasi oleh penggunaan lahan non pertanian $bangunan dan permukiman%. Penggunaan lahan sektor pertanian yang meliputi penggunaan lahan sawah dan lahan kering $tegalan% merupakan jenis penggunaan lahan yang paling ke&il.