Anda di halaman 1dari 38

BAB I HALAMAN PEMBUKA

1.1 NAMA DAN ALAMAT BISNIS Tempat kursus Recycle bin akan dibuka di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat atas dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut cukup ramai penduduknya dan sangat hidup suasananya, dimana terdapat beberapa sekolah ternama ( Notre Dame dan IPEKA ), pusat perbelanjaan ( Mal Puri Indah, Carrefour, Hypermart ), ruko-ruko ( Ruko Puri Indah ), dan kompleks perumahan yang cukup elit. Seiring waktu Recycle bin juga akan melakukan ekspansi dengan membuka cabang di kawasan yang juga tak kalah ramai, contohnya adalah di kawasan Alam Sutera, Tangerang dan Kota Wisata, Cibubur yang merupakan sasaran kami dalam melakukan perluasan bisnis kursus ini. Alasan kami memilih tiga kawasan itu dikarenakan daerah-daerah tersebut bebas banjir, penataannya asri dan sangat menyatu dengan alam, serta sesuai dengan target market kami yaitu anak-anak kelas menengah ke atas yang sebagian besar tinggal di daerah tersebut. Fasilitas yang terdapat dalam Recycle bin adalah beberapa ruang kelas yang setiap kelasnya memiliki kelengkapan peralatan sebagai berikut: meja dan kursi pengajar, meja dan kursi untuk anak-anak ( dalam 1 kelas terdapat 10 set ), loker pribadi, white board, rak-rak pajangan, lemari untuk menyimpan peralatan, wastafel, AC, dan lain sebagainya. Kemudian fasilitas di luar kelas yang berfungsi sebagai pelajaran menanam pohon maka akan disediakan lahan seluas 6 x 7 meter, kantin, dan alat bermain. Fasilitas dalam gedung selain kelas adalah kamar mandi, perpustakaan kecil, dan ruang kantor untuk pengajar. Fasilitas luar gedung adalah tempat parkir dan pos keamanan.

1.2

NAMA DAN ALAMAT PELAKU BISNIS Lembaga Recycle bin dibangun dan dijalankan atas dasar kerjasama dengan pihak-pihak lain yang terdiri atas 7 orang dan tergabung dalam Recycle bin dengan adanya pembagian modal awal sebesar: Danny Willian Yelli S. Meriani Meireny Raden Mutia Def Refaya Reinhart 15% 14% 14% 14% 14% 15% 14%

Dan dimana posisi kedudukan dari para penanam modal lembaga kursus Recycle bin ini terbagi menjadi sebagai berikut: General Manager Finance & Administration Manager Marketing Manager Art and Design HRD Manager Production Manager : Danny : Meriani : Def : Yelli dan Meireny : Reinhart : Raden

1.3

SIFAT ATAU BIDANG BISNIS Bidang bisnis yang ditawarkan adalah penyediaan jasa tempat tinggal sementara dengan system penyewaaan kamar.

BAB II RINGAKASAN EKSEKUTIF

Recycle bin ( Ecosystem Class ) adalah suatu lembaga kursus yang mengajarkan kepada anak-anak untuk lebih mencintai lingkungan sekitarnya, salah satunya dengan cara melakukan daur ulang. Industri ini sangat berpeluang di kalangan anak-anak kelas menengah ke atas yang ingin menuangkan kreatifitas mereka menggunakan bahan-bahan yang bisa di daur ulang. Keunikan dari kursus ini adalah memberikan sistem pembelajaran mengenai bagaimana cara menjaga lingkungan dimana para anak-anak melakukannya dalam bentuk simulasi sekolahsekolahan. Di dalam Recycle bin ini akan terdapat beberapa pengajar handal yang memiliki banyak kreatifitas dan pengetahuan untuk dibagikan kepada anak-anak sebagai bekal masa depan mereka nanti, yaitu menjadikan lebih baik tempat dimana mereka hidup dan tinggal. Recycle bin sebagai satu-satunya kursus dengan simulasi sekolah-sekolahan dimana terdapat bermacam hal-hal menarik dalam metode pengajarannya, contohnya anak-anak bisa memilih kelas yang ingin mereka ambil, terdapat sistem tingkatan kelas, pemberian Award, dan anak-anak akan mengikuti kegiatan belajar baik di dalam maupun di luar kelas namun dengan perlakuan dan cara pengajaran yang sangat berbeda dengan yang mereka dapatkan di sekolah. Jelas sekali terlihat nilai positif antara bagaimana anak-anak akan sangat tertarik dengan Recycle bin ini, karena akan ada banyak jenis pembelajaran yang menarik bagaimana anak-anak dapat memuaskan rasa penasaran mereka melalui hasil karya yang bisa mereka ciptakan dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang, mengikuti kegiatan kelas menanam pohon, dan terutama bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan bumi dengan kemasan pembelajaran yang 100% unik. Pada awalnya Recycle bin merupakan kursus nonformal yang lokasinya ditempatkan pada rumah atau bangunan kecil, namun seiring perkembangan waktu, yaitu sekitar 2-3 tahun ke depan dan tingginya kesadaran terhadap lingkungan maka minat masyarakat terhadap Recycle
3

bin akan semakin tinggi, oleh karena itu Recycle bin akan dibuka di dalam sebuah gedung yang dibangun dengan desain sedemikian rupa untuk semakin menarik anak-anak, ada juga pelayanan transportasi antarjemput untuk anak-anak dan akan disertai lebih banyak tenaga pengajar yang independen, kreatif, dan loyal. Manajemen Recycle bin terdiri atas General Manager, Finance & Administration Manager, Marketing Manager, IT Manager, HRD Manager, dan Production Manager. Agar peluang bisnis Recycle bin ini berhasil maka telah disusun strategi-strategi yang penuh perhitungan dan diyakini akan membawa kesuksesan hingga ke depan, salah satu contohnya adalah memasarkan dan menjual hasil karya melalui pameran, expo, pasar seni, situs internet dan lain sebagainya. Recycle bin merupakan awal dimana generasi penerus bangsa, yakni anak-anak akan bisa mengajak seluruh umat manusia untuk lebih mencintai bumi dengan cara yang benar.

BAB III ANALISIS INDUSTRI


3.1 PANDANGAN MASA DEPAN DAN TREND Inti dan tujuan dari bisnis yang kita jalankan adalah untuk memberikan inspirasi bagi seluruh umat manusia untuk lebih peduli dalam melestarikan lingkungan.Dengan memulai dari kalangan anak anak yang nantinya akan meluas ke kalangan remaja,dewasa dan orang tua.Disini bisnis kami tidak dibangun untuk bersaing, namun berusaha sebisa mungkin untuk mendapat dukungan dan simpati dari semua pihak dalam usaha melindungi keberlangsungan bumi.Sehingga pandangan masa depan untuk binis kami adalah agar masyarakat dapat lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya.Dengan mendidik masyarakat sejak dini dapat memberikan dampak posifit bagi sekelilingnya.Intinya dari setiap perubahan akan sesuatu harus dimulai dari akar-akarnya.Begitu pula pandangan masa depan bisnis yang kami jalankan.Semakin berkembangnya bisnis yang kami jalankan semakin bertambah pula minat masyarakat untuk melestarikan lingkungan sekitarnya.Sehingga tujuan awal dari binis ini dapat berjalan dengan baik. Lingkungan masyarakat/trend sekarang yang ada dimasyarakat kita adalah ketidak pedulian masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan terutama dalam pengolahan sampah yang bisa didaur ulang.Dengan memunculkan bisnis dengan konsep yang mengajak anak- anak sebagai generasi penerus bangsa untuk turun langsung menyelamatkan bumi dengan kegiatan belajar dan berkarya akan membawa hasil positif bagi keberlangsungan alam bumi kita dan akan membantu menyadarkan semua semua orang, baik dari kalangan remaja, dewasa, dan orangtua.

3.2

ANALISIS PARA KOMPETITOR Dari survey yang telah dilakukan ada beberapa kursus yang mengajarkan pelajaranpelajaran sekolah. Di sini ditemukan beberapa perbedaan antara Recycle bin dengan lembaga kursus lainnya. Recycle bin memberikan pengajaran tentang cara mendaur ulang dan sistem tanam-menanam. Dan hasil karya para murid akan dijual dan di pamerkan melalui pameran, expo, pasar seni, situs internet, dan lain sebagainya. Sehingga hasil karya mereka dapat dikenal masyarakat. Berdasarkan analisis persaingan, kursus merupakan lembaga pengajaran yang berfungsi untuk memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak. Dan dalam hal tersebut, metode pengajaran serta kualitas pelayanan merupakan hal yang penting untuk terus ditingkatkan oleh Recycle bin agar tetap unggul dan dipercaya oleh masyarakat sebagai yang terbaik.

3.3

SEGMEN PASAR Pasar yang akan Recycle bin masuki adalah masyarakat yang bermukim di kota Jakarta dan sesuai dengan rencana melakukan ekspansi maka Recycle bin akan terus berkembang ke wilayah sekitarnya. Dan target Recycle bin adalah anak-anak kelas menengah ke atas yang ingin menuangkan kreatifitas mereka menggunakan bahan-bahan yang bisa di daur ulang.

3.4

RAMALAN INDUSTRI DAN PASAR Recycle bin berusaha sebisa mungkin untuk menjadi suatu bisnis yang mandiri, namun tidak menutup kemungkinan jika kami memang perlu untuk melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga atau perusahaan-perusahaan lain yang berkaitan dengan kelancaran visi dan misi kami dalam hal mempertahankan keberlangsungan lingkungan bumi, baik bentuk kerjasama itu bersifat material maupun immaterial. Namun salah satu kerjasama yang pasti dilakukan adalah dengan 5 toko makanan yang bersedia menyewa tempat di kantin kami sesuai dengan spot yang tersedia. Peramalan penjualan kami lakukan atas dasar strategi pemasaran dan strategi promosi kami yang sudah dipersiapkan dengan matang dan penuh perhitungan manakala terjadi gejolak di dalam tubuh Recycle bin.

BAB IV DESKRIPSI PERUSAHAAN


4.1 PRODUK Produk yang dapat dibuat dari kelas daur ulang yang kami ajarkan adalah Membuat kertas warna secara alami dengan macam-macam bahan seperti Kunyit (kulit diparut dan disaring, menghasilkan warna kuning), Daun Jati (kalau diparut dan disaring, menghasilkan warna merah), Nila (kalau diparut dan disaring akan menghasilkan warna biru), dst. Botol bekas wadah kecap, saos, sirup, krim kopi baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal menjadi wadah sampo, air mineral, jerigen, ember. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis (minyak atau plastik) menjadi tempat tissue, bingkai foto. Logam bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue, rangka meja, besi rangka beton menjadi asbak rokok. Plastik bekas wadah sampo, air mineral, jerigen, ember menjadi tas sederhana. Sampah basah yang dapat diolah menjadi kompos. Etc.

4.2

JASA Point penting dari jasa yang ingin kami tawarkan adalah 4R (Reuse, Reduce, dan Recycle, Replace).

Reduce : sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

Reuse : sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

Recycle : sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

Replace : teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami. Semua itu untuk mengurangi efek Global Warming yang sedang terjadi.

Jadi kami akan memanggil tenaga pengajar yang telah di training sebelumnya tentang : 1. Bagaimana membuat proses mengajar dan berkarya ini menjadi lebih menarik 2. Kami memilih untuk mengajarkan produk daur ulang yang sering digunakan oleh orangorang pada umumnya mungkin seperti tas, tempat pensil, dompet, amplop. 3. Untuk membuat proses kelas ini lebih menarik dan tiap siswa yang mendaftar pada kelas kami ini memiliki kenangan yang lebih bermakna jika telah lulus dari kelas yang diikutinya, tiap kelas akan memiliki satu acara per periode kelas dimana tiap orang akan diminta untuk membuat karya daur ulang dan kemudian akan dipilih karya terbaik untuk dipamerkan dan bagi yang menjadi terbaik akan mendapatkan sejumlah uang dan simbol penghargaan dari kami. 4. Selain dari yang diajarkan dikelas kami akan memberikan jasa seminar gratis dimana siswa bisa mendaftar tanpa perlu mengeluarkan biaya, yang memberikan seminar tentang pentingnya sampah didaur ulang, contohnya plastic, bila tiap orang menyepelekan dengan membuang plastic sembarangan akan membuat tanah menjadi tidak subur dalam waktu yang lama karena untuk mengurai suatu senyawa plastic membutuhkan ratusan tahun.
8

5. Agar mempermudah siswa mempelajari mengikuti proses pembelajaran dikelas kami menampilkan pada layar barang yang ingin dibuat untuk hari itu melalui gambar proses pembuatan. Contohnya seperti berikut (membuat kertas daur ulang) :

4.3

UKURAN BISNIS Ukuran bisnis kami bagi menjadi : Ukuran bisnis target pasar : 10 tahun ke atas karena anak 10 tahun ke atas haruslah sudah ditanamkan didalam hatinya bahwa tidak boleh membuang sampah sembarangan, betapa pentingnya proses daur ulang bagi keberlangsungan alam hidup kita. Ukuran keberhasilan komunikasi bisnis : Peran komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting. Tidak ada seorangpun dalam keseharian tugasnya tanpa berkomunikasi. Baik itu bertema masalah pekerjaan maupun masalah di luar pekerjaan, seperti masalah keluarga, politik, sosial dan ekonomi nasional. Semua ini pasti dilakukan lewat komunikasi. Juga baik itu dilakukan melalui jalur vertikal (atasan-bawahan) maupun jalur horisontal (kolega setingkat). Ukuran keberhasilan dalam berkomunikasi apabila memenuhi hal-hal seperti Pengirim mempunyai ide atau gagasan, Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan, Pengirim menyampaikan pesan, Penerima menerima pesan, Penerima menafsirkan pesan, Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim Jadi secara garis besarnya keberhasilan komunikasi dalam berbisnis adalah kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya penyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas. Ukuran keberhasilan financial : Apabila jumlah orang yang tertarik untuk mengikuti kelas pengajaran daur-ulang ini terus meningkat dari waktu ke waktu berarti kita dapat menyimpulkan bahwa kegiatan ini mendapat kesan posifit dari masyarakat setempat dan mereka telah memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan perhatian kepada lingkungan hingga ingin mengikuti kelas ini.

10

4.4

PERLENGKAPAN DAN PERSONEL KANTOR Dengan perincian sebagai berikut:

Harta Tetap Mobil (2 unit @ Rp 143.300.000,00) AC (8 unit @ Rp 1.500.000,00 ) Peralatan kelas : 50 set meja kursi @ Rp 200.000,00 Loker (6 unit @ Rp 170.000,00) 5 set Meja kursi Pengajar @ Rp 350.000,00 whiteboard (5 unit @ Rp 300.000,00) Lemari (5 unit @ Rp 150.000,00) Rak pajangan (11 unit @ Rp 80.000,00) Jumlah peralatan kelas peralatan kantor : Komputer (15 unit @ Rp 7.500.000,00) Laptop (5 unit @ 10.000.000,00) 1 set meja rapat 6 set meja kursi @ Rp 2.000.000,00) Jumlah peralatan kantor Jumlah peralatan Jumlah total harta tetap Harta Lancar Biaya Sewa Sewa Gedung Sewa Web Total Sewa

Rp 286,600,000 Rp 12,000,000

Rp 10,000,000 Rp 1,020,000

Rp Rp Rp

1,750,000 1,500,000 750,000

Rp

880,000 Rp 15,900,000

Rp 112,500,000 Rp 50,000,000 Rp 6,000,000 Rp 12,000,000 Rp 180,500,000 Rp 196,400,000 Rp 495,000,000

Rp 70,000,000 Rp 2,000,000 Rp
11

72000000

Gaji Manager Gaji Karyawan Perlengkapan Alat tulis kelas Alat tulis kantor Alat-alat prakarya Total Perlengkapan Bahan Baku Bahan baku tanaman Bahan baku daur ulang Total Bahan Baku Biaya administrasi Biaya listrik Biaya PAM Total Biaya Administrasi Pemeliharaan jumlah total harta lancar TOTAL HARTA

Rp 145,000,000 Rp 135,000,000 Rp Rp Rp 850,000 1,350,000 2,000,000 Rp Rp Rp 7,500,000 7,500,000 Rp 15,000,000 Rp Rp 3,000,000 3,000,000 Rp Rp 6,000,000 4,725,000 Rp 381,925,000 Rp 876,925,000 4,200,000

4.5

LATAR BELAKANG PENGUSAHA Di masa sekarang sulit untuk benar-benar mengajak semua pihak dalam peran sertanya menjaga dan melestarikan lingkungan, terutama dalam melakukan pengolahan sampah yang bisa di daur ulang. Dengan kemunculan kelas pendaur-ulangan ini yang mengajak anak-anak sebagai generasi penerus bangsa untuk turun tangan langsung menyelamatkan bumi melalui kegiatan belajar dan berkarya dipastikan akan membawa hasil positif bagi keberlangsungan alam bumi kita dan akan membantu menyadarkan semua orang, baik dari kalangan remaja, dewasa, dan orangtua. Oleh karena itu kami ingin membuat usaha seperti ini karena sadar bahwa jika kami tidak memulai dari diri kami masing-masing sebagai generasi muda penerus bangsa, akan bagaimanakah masa depan lingkungan ini. Apalagi khususnya di negara tercinta Indonesia kita ini yang tingkat kebersihannya termasuk rendah bila dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya yang telah sadar tentang kebersihan dan pembuangan sampah pada tempatnya untuk didaur ulang dengan mengambil tindakan konkrit seperti pembuangan sampah yang telah dibedakan menurut
12

tempatnya (basah, plastic, kaleng, etc). Apabila orang Indonesia juga dapat sadar bahwa sampah itu masih banyak manfaatnya untuk dapat digunakan lagi maka orang-orang pasti akan lebih menghargai barang yang telah tidak dapat digunakan lagi itu dan tidak menganggapnya sebagai sampah saja tetapi hanyalah barang yang telah habis daya gunanya pada saat itu. Inilah latar belakang tujuan dari program kelas yang kami buat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya sampah karena sebenarnya sampah itu masih dapat didaur-ulang untuk menjadi barang yang lebih berguna. Maka dalam kegiatan proses pengajaran pendaurulangan barang ini pelaksanaannya telah melakukan perencanaan yang sangat sistematis dalam pembagian tugas sesuai dengan kemampuan di bidangnya masing-masing agar dapat berjalan lancar dan semua orang dapat berkarya serta berkreasi dalam hal yang positif.

13

BAB V PRODUCTION PLAN


5.1 MESIN DAN PERALATAN Terdapat banyak mesin dan peralatan yang dipakai dalam proses supaya bisnis ini tetap berjalan sebagaimana mestinya sehingga alat-alat tersebut harusnya tetap utuh agar operational bisnis ini berjalan lancar. Berikut adalah mesin dan peralatan yang harus siap pakai : 1. Meja dan kursi 2. Loker 3. Whiteboard 4. Lemari 5. Rak pajangan 6. Komputer 7. Gedung 8. Alat-alat tulis kantor 9. Alat- alat prakarya 10. Mobil atau kendaraan kantor 5.2 NAMA-NAMA PEMASUKAN DAN BAHAN MENTAH Karena bisnis sangat memperhatikan lingkungan dengan cara membuat barang-barang yang bernilai dari benda yang tidak bernilai maka bisnis daur ulang ini sangatlah ramah lingkungan karena itu dengan motto ramah lingkungan maka kita memasok bahan mentah dari masyarakat sekitar yang memungut sampah ataupun pemulung yang memungut sampah, dengan begitu maka kita akan mendapat suatu bisnis yang sangat menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar.

14

Bahan mentah yang di perlukan adalah : 1. Plastik bekas 2. Botol minum plastic 3. Daun daun kering 4. Dll

15

BAB VI OPERATIONAL PLAN


6.1 DESKRIPSI OPERASI PERUSAHAAN Dalam bisnis kursus daur ulang Recycle bin ini terdiri dari 6 divisi, yaitu General Division, Finance and Administration Division, Marketing Divison, Art and Design Division, HRD Division, dan Production Division. Namun seiring waktu dimana Recycle bin akan semakin berkembang maka suatu saat tidak menutup kemungkinan akan ditambah beberapa divisi lain yang sejalan dengan prinsip Recycle bin agar bisnis kami tetap berkualitas dan terus dapat memuakan customer.

owner

Finance & Administration

Marketing

Art & Design

HRD

Production

Teknikal Support

Management team Danny Willian S. sebagai General Manager memiliki tugas yang sangat penting karena harus handal mengatasi masalah di segala bidang, memiliki skala prioritas dan proaktif
16

terhadap perkembangan isu, dan yang paling utama adalah harus bisa memotivasi pegawai Recycle bin agar semakin kompeten dalam bekerja. Yelli Sutiati sebagai Finance & Administration Manager memiliki tugas untuk

bertanggungjawab terhadap segala pemasukan dan pengeluaran kas, mengaudit keuangan, mengontrol segala aktivitas Recycle bin untuk melindungi aset agar dipastikan bahwa segala kegiatan keuangan tetap dibawah kendali. Def Refaya sebagai Marketing Manager memiliki tugas dalam merancang strategi pemasaran dan promosi untuk mempublikasikan Recycle bin kepada khalayak umum melalui ide-ide strategi yang brilian dan unik agar Recycle bin berhasil dikenal secara luas. Meireny sebagai Art & Design Manager memiliki tugas untuk memikirkan ide dalam merancang karya-karya dari bahan-bahan daur ulang yang akan diajarkan kepada anakanak di kelas, mendesain banner, tagline, isi artikel, dan lain sebagainya mengenai Recycle bin di media cetak dan internet. Raden Mutia Siddiqa sebagai HRD Manager bertugas untuk melakukan seleksi ketat terhadap para pengajar dan para pegawai yang pantas dan layak bekerja di Recycle bin sesuai dengan kriteria yang diharapkan dan kemampuan yang mereka miliki. Karena nama baik dan kemajuan Recycle bin berada di tangan setiap pegawai yang bekerja disana. Merriani sebagai Production Manager yang bertugas penting dalam memastikan mutu dan kualitas dari bahan-bahan daur ulang yang nantinya akan dipakai anak-anak dalam membuat hasil karya haruslah aman dan higienis. Memiliki pengalaman dalam penelitian terhadap segala macam jenis bahan daur ulang, kandungan yang terdapat di dalamnya, serta menentukan jenis bibit pohon apa yang harus dibeli untuk digunakan dalam kelas menanam pohon. Reinhart Phielip sebagai Teknical Support yang bertugas untuk selalu mengawasi semua mekanisme yang digunakan dalam pembuatan karya daur ulang agar segala kegiatan bisa berjalan dengan baik, dengan begitu anak-anak dalam membuat hasil karya merasa nyaman.

17

6.2

ALIRAN PESANAN PRODUK ATAU JASA Usaha ini bergerak dibidang pendidikan yaitu pendidikan daur ulang barang-barang bekas. Supplyer bahan bakunya berasal dari limbah rumah tangga, pemulung dll. Melalui bimbingan kepada anak-anak kami maka dengan kreatifitasnya bisa menghasilkan sebuah karya yang selanjutnya bisa dijual dipameran-pameran. Dan meningkatkan kreatifitas anakanak. Mereka akan diajarkan untuk menciptakan sesuatu yang lebih kreatif lagi.

6.3

PENGGUNAAN TEKNOLOGI Dalam menjalankan usaha ini penggunaan teknologi terdiri dari berbagai jenis. Penggunaan internet, computer dan berbagai software untuk mendesain hasil karya agar karya yang diajarkan kepada anak-anak bernilai unik, sehingga anak-anak pun merasa senang dalam mempelajarinya. Serta ruang yang ber-AC membuat suasana belajar semakin nyaman, anak-anak pun akan merasa betah. Pembayaran uang pendaftaran bisa dilakukan melalui mbanking, sehingga mempermuda proses penbayaran.

18

BAB VII RENCANA PEMASARAN


7.1 PENENTUAN HARGA Harga yang kami terapkan dalam terhadap target market kami adalah sebagai berikut: Biaya pendaftaran ( hanya 1 kali bayar ) Biaya anggota per bulan Biaya untuk satu kelas yang diambil : Rp 315.000,: Rp 150.000,: @ Rp 55.000,- berlaku kelipatan

Jadi apabila seorang anak pertama kali mendaftar masuk kursus Recycle Bin dengan asumsi bahwa ia hanya mengambil satu kelas saja maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 320.000,- ( asumsi ini dengan kategori pendaftaran biasa, bukan dihitung sebagai pendaftar yang berhak mendapat potongan 20% ). Masih ada beberapa strategi lain yang akan kami terapkan misalnya kepada anak yang dinilai paling kreatif selain mendapat Award juga akan memperoleh potongan biaya per bulan sebesar Rp 20.000,7.2 PROMOSI Strategi promosi yang akan kami lakukan adalah sebagai berikut : Promosi melalui media cetak Promosi melalui media cetak ini kami akan menggunakan brosur atau selebaran yang akan disebarkan di sekitar lingkungan sekolah atau universitas yang akan disebarkan oleh para pegawai kami. Dalam brosur ini akan ditonjolkan kualitas, pelayanan dan penjaranpengajaran yang akan kami berikan di tiap kelas. Selain itu akan dicantumkan hargaharga yang kami tawarkan dan kelebihan kelas yang kami tawarkan daripada kelas lainnya. Selain itu, kami juga akan melakukan promosi melalui iklan di beberapa media cetak seperti koran, majalah, dan tabloid.
19

Promosi melalui Internet Internet merupakan salah satu media iklan yang sangat efisien dan efektif, serta dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Untuk menambah promosi bisnis kami maka kami memutuskan untuk membuat website sendiri sehingga para user yang mengakses website kami dapat melihat secara langsung hal-hal mengenai bisnis kami.

BAB VIII
20

RENCANA ORGANISASI
8.1 BENTUK KEPEMILIKAN Recycle bin merupakan usaha perkongsian yang dilakukan oleh 7 orang yang termasuk dalam anggota kelompok ini. Keuntungan dari usaha perkongsian ini, yaitu : Tersedia dana lebih besar Kredibilitas meningkat Meningkatnya spesialisasi dalam ketrampilan manajemen Kebebasan dari peraturan perpajakan Kemungkinan pertumbuhan dan perluasan Sedangkan kelemahan dari usaha perkongsian ini, yaitu : Kewajiban tak terbatas Terbatasnya umur Menipisnya pengendalian

8.2

WEWENANG UTAMA Wewenang Utama dari Recycle bin ini diserahkan kepada Danny selaku General Manager, sehingga segala keputusan yang berhubungan dengan Recycle bin akan di putuskan oleh Danny.

8.3

LATAR BELAKANG TIM MANAJEMEN

21

Dari tim recycle bin ini dapat dikatakan bahwa setiap anggota masih belum berpengalaman di bidangnya masing masing. Akan tetapi, untuk membangun tempat ini, maka kami telah sama sama belajar segala sesuatu yang diperlukan terlebih dahulu, seperti cara mendaur ulang kertas dan membuat kertas tersebut menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali.

8.4

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ANGGOTA Setiap anggota berperan dan bertanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing masing. Danny Willian S. sebagai General Manager memiliki tugas yang sangat penting karena harus handal mengatasi masalah di segala bidang, memiliki skala prioritas dan proaktif terhadap perkembangan isu, dan yang paling utama adalah harus bisa memotivasi pegawai Recycle bin agar semakin kompeten dalam bekerja. Yelli Sutiati sebagai Finance & Administration Manager memiliki tugas untuk

bertanggungjawab terhadap segala pemasukan dan pengeluaran kas, mengaudit keuangan, mengontrol segala aktivitas Recycle bin untuk melindungi aset agar dipastikan bahwa segala kegiatan keuangan tetap dibawah kendali. Def Refaya sebagai Marketing Manager memiliki tugas dalam merancang strategi pemasaran dan promosi untuk mempublikasikan Recycle bin kepada khalayak umum melalui ide-ide strategi yang brilian dan unik agar Recycle bin berhasil dikenal secara luas. Meireny sebagai Art & Design Manager memiliki tugas untuk memikirkan ide dalam merancang karya-karya dari bahan-bahan daur ulang yang akan diajarkan kepada anakanak di kelas, mendesain banner, tagline, isi artikel, dan lain sebagainya mengenai Recycle bin di media cetak dan internet. Raden Mutia Siddiqa sebagai HRD Manager bertugas untuk melakukan seleksi ketat terhadap para pengajar dan para pegawai yang pantas dan layak bekerja di Recycle bin sesuai dengan kriteria yang diharapkan dan kemampuan yang mereka miliki. Karena nama baik dan kemajuan Recycle bin berada di tangan setiap pegawai yang bekerja disana.

22

Merriani sebagai Production Manager yang bertugas penting dalam memastikan mutu dan kualitas dari bahan-bahan daur ulang yang nantinya akan dipakai anak-anak dalam membuat hasil karya haruslah aman dan higienis. Memiliki pengalaman dalam penelitian terhadap segala macam jenis bahan daur ulang, kandungan yang terdapat di dalamnya, serta menentukan jenis bibit pohon apa yang harus dibeli untuk digunakan dalam kelas menanam pohon.

Reinhart Phielip sebagai Teknical Support yang bertugas untuk selalu mengawasi semua mekanisme yang digunakan dalam pembuatan karya daur ulang agar segala kegiatan bisa berjalan dengan baik, dengan begitu anak-anak dalam membuat hasil karya merasa nyaman.

23

BAB IX PENILAIAN RESIKO


9.1 EVALUASI KELEMAHAN KELEMAHAN BISNIS

Bisnis yang akan kita jalani merupakan bisnis yang menuntut kreatifitas dan keuletan. Benda benda hasil dari daur ulang kami, harus dibentuk sebagai benda yang banyak diminati oleh orang. Namun, tuntutan ini terkadang menjadi sumber kelemahan kelemahan bisnis kami. Kurang indahnya atau kurang sempurna nya benda benda yang kami buat, menjadi masalah dan membuat bisnis ini menjadi lemah. Proses pendaur ulangan kami pun terkadang menjadi kelemahan bisnis kami. Proses daur ulang kami, dituntut menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai dari sebelumnya. Benda benda yang lebih baik dan lebih bermanfaat yang mempunyai kualitas baik menjadi tuntutan dan sumber kelemahan kami jika kami tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut. Terlepas dari kelemahan kelemahan bisnis yang kami sebutkan, pada dasarnya kelemahan kelemahan bisnis kami bersumber dari diri kami. Dengan adanya keuletan dalam diri kami, kami dapat memperkecil bahkan menghilangkan kelemahan kelemahan bisnis kami. Kami dapat membuat benda daur ulang yang banyak diminati oleh banyak orang. TEKNOLOGI TEKNOLOGI BARU Teknologi teknologi yang semakin berkembang, terkadang menjadi ancaman. Teknologi tersebut bisa menimbulkan resiko negatif pada bisnis kami. Bisnis kami yang bergerak pada bidang benda benda atau souvenir souvenir yang berbahan benda daur ulang, lebih rentan terkena ancaman teknologi baru. Ketika perkembangan teknologi semakin maju, benda benda atau souvenir pun pastinya mengalami kemajuan. Ada kemungkinan, seiring dengan berkembangnya zaman, benda benda yang terbuat dari bahan biasa dan dengan proses pembuatan yang lebih mudah, dikhawatirkan dapat mengancam benda hasil

9.2

24

daur ulang kami. Benda dari bahan biasa tersebut, ada kemungkinan terlihat seperti benda hasil daur ulang karna adnya teknologi baru yang muncul.

9.3

RENCANA RENCANA KONTIGENSI

Dalam menjalankan bisnis, ada kalanya pada nantinya kami akan dihadapkan dengan keadaan atau kondisi yang terjadi tanpa diduga duga. Walaupun kondisi tidak terduga, kami akan menghadapi situasi tersebut dengan persiapan dan menyiapkan langkah alternatif. Berbagai persiapan untuk menanggulangi suatu keadaan yang tidak diprediksi sebelumnya bisa dikatakan sebagai rencana kontigensi. Dalam manajemen kontigensi, lingkungan merupakan variable bebas. Sedangkan berbagai konsep dan teknik yang mengarahkan kami untuk mencapai tujuan tujuan kami merupakan variabel bergantung. Untuk mempersiapkan kondisi yang tidak terduga tersebut, kami melakukan rencana rencana kontigensi seperti kerja sama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan managemen, penggunaan instruksi instruksi kerja yang terperinci, dan selalu menciptakan kedisiplinan dalam kerja. Yaitu kedisiplinan dalam hal laporan laporan yang akurat, system yang produktif, serta kedisplinan kegiatan yang telah dilakukan dan perencanaan kegiatan yang akan datang.

25

BAB X RENCANA KEUANGAN


10.1 BERBAGAI ASUMSI Investasi masing-masing sesuai dengan rencana financial yakni: Yelli S. Meireiny Merriani Raden Mutia S. Danny W.S. Def Refaya Reinhart Phielip Total 14% 14% 14% 14% 15% 15% 14% Rp 122,769,500 Rp 122,769,500 Rp 122,769,500 Rp 122,769,500 Rp 131,538,750 Rp 131,538,750 Rp 122,769,500 Rp 876,925,000 Dengan rencana financial sebesar Rp 876,925,000,0 Dengan perincian sebagai berikut: Harta Tetap Mobil (2 unit @ Rp 143.300.000,00) AC (8 unit @ Rp 1.500.000,00 ) Peralatan kelas : 50 set meja kursi @ Rp 200.000,00 Loker (6 unit @ Rp 170.000,00) 5 set Meja kursi Pengajar @ Rp 350.000,00 whiteboard (5 unit @ Rp 300.000,00) Lemari (5 unit @ Rp

Rp 286,600,000 Rp 12,000,000

Rp 10,000,000 Rp 1,020,000

Rp Rp Rp

1,750,000 1,500,000 750,000


26

150.000,00) Rak pajangan (11 unit @ Rp 80.000,00) Jumlah peralatan kelas peralatan kantor : Komputer (15 unit @ Rp 7.500.000,00) Laptop (5 unit @ 10.000.000,00) 1 set meja rapat 6 set meja kursi @ Rp 2.000.000,00) Jumlah peralatan kantor Jumlah peralatan Jumlah total harta tetap Harta Lancar Biaya Sewa Sewa Gedung Sewa Web Total Sewa Gaji Manager Gaji Karyawan Perlengkapan Alat tulis kelas Alat tulis kantor Alat-alat prakarya Total Perlengkapan Bahan Baku Bahan baku tanaman Bahan baku daur ulang Total Bahan Baku Biaya administrasi Biaya listrik Biaya PAM Total Biaya Administrasi Pemeliharaan Jumlah total harta lancar

Rp

880,000 Rp 15,900,000

Rp 112,500,000 Rp 50,000,000 Rp 6,000,000 Rp 12,000,000 Rp 180,500,000 Rp 196,400,000 Rp 495,000,000

Rp 70,000,000 Rp 2,000,000 Rp 72000000 Rp 145,000,000 Rp 135,000,000 Rp Rp Rp 850,000 1,350,000 2,000,000 Rp Rp Rp 7,500,000 7,500,000 Rp 15,000,000 Rp Rp 3,000,000 3,000,000 Rp Rp 6,000,000 4,725,000 Rp 381,925,000
27

4,200,000

TOTAL HARTA

Rp 876,925,000

10.2

LAPORAN RUGI LABA PRO FORMA

Pendapatan Biaya Pendaftaran Biaya Anggota Biaya kelas Hasil Prakarya Biaya Sewa Kantin Banner Laba Kotor Marjin Laba Kotor Pengeluaran Biaya Sewa Sewa Gedung Sewa Web Total Sewa Gaji Manager Gaji Karyawan Perlengkapan Alat tulis kelas Alat tulis kantor Alat-alat prakarya Total Perlengkapan Bahan Baku Bahan baku tanaman Bahan baku daur ulang Total Bahan Baku Biaya administrasi Biaya listrik Biaya PAM Total Biaya Administrasi Pemeliharaan jumlah pengeluaran Earning before tax (EBT) Pajak Pendapatan (15%) Pendapatan Bersih

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

16,695,000 95,400,000 174,900,000 60,000,000 92,700,000 60,300,000

Rp 270,300,000 Rp 213,000,000

Rp 499,995,000

Rp 70,000,000 Rp 2,000,000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 850,000 1,350,000 2,000,000 Rp Rp Rp 7,500,000 7,500,000 Rp Rp Rp 3,000,000 3,000,000 Rp Rp 6,000,000 4,725,000 Rp 381,925,000 Rp 118,070,000 Rp 17,710,500 Rp 100,359,500 15,000,000 4,200,000 72000000 145,000,000 135,000,000

28

Dimana pendapatan didapat dari :


Biaya Satuan Biaya Pendaftaran Pendapatan per tahun Biaya Anggota Biaya kelas Jumlah Hasil Prakarya Biaya Sewa Kantin Banner Total per tahun Total pendapatan Rp 315,000 Biaya Satuan Rp 150,000 Rp 55,000

Jlmh 53 Jmlh Jmlh anak 53 53 Total Per bulan Rp 7,950,000 Rp 14,575,000 Total per tahun Rp 95,400,000 Rp 174,900,000

Total Rp 16,695,000

Bln 12 12

Rp 270,300,000 Rp 50,000 Rp 1,545,000 Rp 1,005,000 100 5 5 Rp 5,000,000 12 12 12 Rp 60,000,000 Rp 92,700,000 Rp 60,300,000 Rp 213,000,000 Rp 483,300,000 Rp 499,995,000

Rp 7,725,000 Rp 5,025,000

Contoh skenario optimis Recycle Bin : Proyeksi Pendapatan Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Tingkat Kenaikan 10% 15% 20% 17% Rp Rp Rp Rp Rp Pendapatan 499,995,000 549,994,500 632,493,675 758,992,410 888,021,120

Proyeksi pendapatan setelah kenaikan harga tahun 2011 Presentase Tahun kenaikan Pendapatan Pendapatan 2010 Rp 499,995,000 2011 8% Rp 539,994,600 2012 Rp 94,874,051 Rp 727,367,726
29

2013 2014

12% 10%

Rp Rp

814,651,853 896,117,039

*Lihat tahun 2011: 15% x Rp 632,493,675 = Rp 94,874,051 Rp 632,493,675 + Rp 94,874,051 = Rp 727,367,726 Kenaikan harga direncanakan terjadi pada tahun 2011 karena pada tahun sebelumnya terjadi kenaikan biaya sebesar 7% akibat inflasi, sehingga Recycle Bin menaikkan biaya sebesar 15% dari biaya sebelumnya. Kenaikan biaya pengeluaran per tahun berdasarkan kenaikan rata-rata inflasi sebesar 7% diperkirakan kenaikan inflasi dari tahun 2010-2014 adalah 5% - 9%, jadi rata-rata inflasi 7%. Proyeksi Biaya Gaji dan Upah Upah Gaji Manajer Karyawan Rp 145,000,000 Rp 135,000,000 Rp 155,150,000 Rp 144,450,000 Rp 166,010,500 Rp 154,561,500 Rp 177,631,235 Rp 165,380,805 Rp 190,065,421 Rp 176,957,461

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014

Presentase Kenaikan 7% 7% 7% 7%

Total biaya gaji dan upah Rp 280,000,000 Rp 299,600,000 Rp 320,572,000 Rp 343,012,040 Rp 367,022,883

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014

Proyeksi Biaya Pemeliharaan Presentase Kenaikan Total biaya pemeliharaan Rp 4,725,000 7% Rp 5,055,750 7% Rp 5,409,653 7% Rp 5,788,328 7% Rp 6,193,511

Tahun 2010 2011 2012 2013

Proyeksi Biaya Perlengkapan Total Biaya Presentase Kenaikan Perlengkapan Rp 4,200,000 7% Rp 4,494,000 7% Rp 4,808,580 7% Rp 5,145,181
30

2014

7%

Rp

5,505,343

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014

Proyeksi biaya bahan baku Presentase Kenaikan Total Biaya bahan baku Rp 15,000,000 7% Rp 16,050,000 7% Rp 17,173,500 7% Rp 18,375,645 7% Rp 19,661,940

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014

Proyeksi Biaya Administrasi Presentase Kenaikan Total Biaya-biaya ADM Rp 6,000,000 7% Rp 6,420,000 7% Rp 6,869,400 7% Rp 7,350,258 7% Rp 7,864,776

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014

Proyeksi Biaya Sewa Presentase Kenaikan Total Biaya Sewa Rp 72,000,000 7% Rp 77,040,000 7% Rp 82,432,800 7% Rp 88,203,096 7% Rp 94,377,313

Thn

Total Biaya Gaji dan Upah Rp 280,000,000 Rp 299,600,000 Rp 320,572,000 Rp 343,012,040 Rp 367,022,883

2010 2011 2012 2013 2014

Total Biaya Operasional per tahun Total Total Biaya Total Biaya BiayaTotal Biaya Pemelihara bahan baku biaya Sewa an ADM Rp Rp Rp Rp 4,725,000 15,000,000 6,000,000 72,000,000 Rp Rp Rp Rp 5,055,750 16,050,000 6,420,000 77,040,000 Rp Rp Rp Rp 5,409,653 17,173,500 6,869,400 82,432,800 Rp Rp Rp Rp 5,788,328 18,375,645 7,350,258 88,203,096 Rp Rp Rp Rp 6,193,511 19,661,940 7,864,776 94,377,313

Total Biaya Perlengka pan Rp 4,200,000 Rp 4,494,000 Rp 4,808,580 Rp 5,145,181 Rp 5,505,343

Total Biaya Operasional Rp 381,925,000 Rp 408,659,750 Rp 437,265,933 Rp 467,874,548 Rp 500,625,766

31

Analisis biaya penyusutan Peralatan Nilai sisa Umur ekonomis Nilai total peralatan Penyusutan : Rp 5,000,000 : 5 th : Rp 196,400,000

= (Aktiva Tetap Nilai Sisa) : Nilai umur ekonomis = (Rp 495,000,000 Rp 5,000,000) : 5 tahun = Rp 98,000,000

Tahun 1 Rp peralatan 98,000,000 Total Rp Penyusutan 98,000,000

Nama

Proyeksi biaya Penyusutan Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Rp Rp Rp 98,000,000 98,000,000 98,000,000 Rp Rp Rp 98,000,000 98,000,000 98,000,000

Tahun 5 Rp 98,000,000 Rp 98,000,000

Nilai Sisa Rp 5,000,000 Rp 5,000,000

10.3

CASH FLOW Cash flow merupakan aliran kas yang dikeluarkan dan diterima oleh perusahaan dalam

jangka waktu tertentu. Terdapat 3 jenis aliran kas yaitu aliran Kas Awal ( ICF ), aliran kas operasional ( OCF ), dan aliran kas akhir ( TCF ). Aliran Kas Awal (ICF) Pembiayaan Modal Aktiva Tetap Kerja ICF Rp 495,000,000 Rp 381,925,000 Rp 876,925,000

Laba Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Pendapatan Rp 499,995,000 Rp 539,994,600 Rp 727,367,726 Rp 814,651,853 Rp 896,117,039 Biaya Operasional Rp 381,925,000 Rp 408,659,750 Rp 437,265,933 Rp 467,874,548 Rp 500,625,766
32

Laba sebelum Pajak (EBT) Rp 118,070,000 Rp 131,334,850 Rp 290,101,794 Rp 346,777,306 Rp 395,491,273

Pajak 15% 15% 25% 25% 30%

Laba sesudah Pajak (EAT) Rp 100,359,500 Rp 111,634,623 Rp 217,576,345 Rp 260,082,979 Rp 276,843,891

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014

Rp Rp Rp Rp Rp

Aliran Kas Operasional (OCF) EAT Penyusutan 100,359,500 Rp 98,000,000 111,634,623 Rp 98,000,000 217,576,345 Rp 98,000,000 260,082,979 Rp 98,000,000 276,843,891 Rp 98,000,000

Rp Rp Rp Rp Rp

OCF 198,359,500 209,634,623 315,576,345 358,082,979 374,843,891

Tahun 0 2010 2011 2012 2013 2014

Rp

ICF 876,925,000 Rp Rp Rp Rp Rp

Aliran Kas Akhir (TFC) OCF TCF 198,359,500 209,634,623 315,576,345 358,082,979 374,843,891 Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Rp

386,925,000

CF 876,925,000 198,359,500 209,634,623 315,576,345 358,082,979 761,768,891

TCF

= Pengembalian Modal Kerja + Nilai Sisa = (100% x Rp 381,925,000 ) + Rp 5,000,000 = Rp 386,925,000

Perhitungan Payback Period dalam rencana usaha sebagai berikut : Metode Penilaian Investasi Payback Period Investasi Rp 876,925,000 Cashflow th 1 Rp 198,359,500 Rp 678,565,500 Cashflow th 2 Rp 209,634,623 Rp 468,930,878 Cashflow th 3 Rp 315,576,345 Rp 153,354,532 Cashflow th 4 Rp 358,082,979 Cashflow th 5 Rp 761,768,891

Payback Period = 3 thn + (Rp 153,354,532 : Rp 358,082,979) x 12 bln

33

= 3 tahun 5 bulan Simpulan dari perhitungan ini bahwa modal investasi pada neraca Recycle Bin akan kembali pada tahun ketiga bulan kesepuluh. NPV pada proyeksi optimis NPV Initial investment Umur ekonomis Nilai Sisa Proceeds

Rp Rp th 1 th 2 th 3 th 4 th 5

876,925,000 5 tahun 5,000,000 Rp Rp Rp Rp Rp 198,359,500 209,634,623 315,576,345 358,082,979 761,768,891

Tahun 0 2010 2011 2012 2013 2014 Total Rp Rp Rp Rp Rp Rp

CF 876,925,000 198,359,500 209,634,623 315,576,345 358,082,979 761,768,891

13% 0.8850 0.7831 0.6931 0.6133 0.5428 PV of cash inflow NPV

NPV Rp 175,539,380.53 Rp 164,174,659.33 Rp 218,710,237.33 Rp 219,618,997.22 Rp 413,457,634.44 Rp 1,191,500,908.85 Rp 314,575,908.85

Tabel present value untuk suku bunga 16% periode 5 th tertera pada angka-angka dibawah persentase suku bunga. Perhitungan NPV selama periode 5 tahun yakni: = Rp 1,191,500,908.85 - Rp = Rp 314,575,908.85 876,925,000

Menunjukkan hasil yang positif, berarti usaha bisnis kursus Recycle Bin layak untuk dijalankan. IRR

34

Metode ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menggunakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa mendatang. Apabila tingkat bunga ini lebih besar dari tingkat bunga relevan ( tingkat keuntungan yang dipersyaratkan ) maka investasi dikatakan layak untuk dijalankan, berlaku sebaliknya. Untuk memperoleh IRR dilakukan metode uji coba menggunakan suku bunga yang relevan lalu dibandingkan dengan biaya investasi. Setelah dilakukan uji coba maka ditemukan tingkat suku bunga yang relevan, yaitu sebesar 32% dan 36%. Uraiannya sebagai berikut : IRR Tahun 0 2010 2011 2012 2013 2014 (30%) DF 1 0.7692 0.5917 0.4552 0.3501 0.2693 Rp Rp Rp Rp Rp Rp CF 876,925,000 198,359,500 209,634,623 315,576,345 358,082,979 761,768,891 NPV Rp 876,925,000 Rp 152,584,231 Rp 124,044,155 Rp 143,639,666 Rp 125,374,805 Rp 205,166,510 Rp 1,627,734,366 (35%) DF 1 0.7407 0.5487 0.4064 0.3011 0.2230 NPV Rp 876,925,000 Rp 146,932,963 Rp 115,025,856 Rp 128,263,515 Rp 107,807,408 Rp 169,884,748 Rp 1,544,839,490

Total

DF 35% Rp 30% Rp Rp

1,544,839,490 1,627,734,366 3,172,573,856

IRR

= 35% + (Rp 1,544,839,490 x 4%) : Rp = 35% + 1.95% = 36.95%

3,172,573,856

Berarti IRR > 13% dari yang dijanjikan sehingga Recycle Bin layak untuk dijalankan. PI = PV of cash inflow : PV of Investment = Rp 1,191,500,908.85 : Rp = 1.36
35

876,925,000

Karena PI hasilnya > 1 yaitu 1.36 maka usulan proyek diterima. TABEL PERINCIAN HASIL PERHITUNGAN 4 METODE PENILAIAN

PRESTASI YANG TELAH DILAKUKAN: Metode Payback Period NPV IRR PI Kriteria Penilaian 5 thn Positif 13% 1 Hasil 3 thn 5 bln Keputusan Diterima

Rp 314,575,908.85 Diterima 36.95% 1.12 Diterima Diterima

10.4

NERACA PRO FORMA

Aktifa
Harta Tetap Mobil (2 unit @ Rp 143.300.000,00) AC (8 unit @ Rp 1.500.000,00 ) Peralatan kelas : 50 set meja kursi @ Rp 200.000,00 Loker (6 unit @ Rp 170.000,00) 5 set Meja kursi Pengajar @ Rp 350.000,00 whiteboard (5 unit @ Rp 300.000,00) Lemari (5 unit @ Rp 150.000,00) Rak pajangan (11 unit @ Rp 80.000,00) Jumlah peralatan kelas Rp 286,600,000 Yelli S. Rp 12,000,000 Meireiny Merriani Rp 10,000,000 Raden Mutia S. Rp 1,020,000 Danny W.S.

Pasifa
Rp 122,769,500 Rp 122,769,500 Rp 122,769,500 Rp 122,769,500 Rp 131,538,750

Rp Rp Rp

1,750,000 Def Refaya 1,500,000 Reinhart Phielip 750,000

Rp 131,538,750 Rp 122,769,500

Rp

880,000

Rp 15,900,000
36

peralatan kantor : Komputer (15 unit @ Rp 7.500.000,00) Laptop (5 unit @ 10.000.000,00) 1 set meja rapat 6 set meja kursi @ Rp 2.000.000,00) Jumlah peralatan kantor Jumlah peralatan Jumlah total harta tetap Harta Lancar Biaya Sewa Sewa Gedung Sewa Web Total Sewa Gaji Manager Gaji Karyawan Perlengkapan Alat tulis kelas Alat tulis kantor Alat-alat prakarya Total Perlengkapan Bahan Baku Bahan baku tanaman Bahan baku daur ulang Total Bahan Baku Biaya administrasi Biaya listrik Biaya PAM Total Biaya Administrasi Pemeliharaan jumlah total harta lancar

Rp 112,500,000 Rp 50,000,000 Rp 6,000,000 Rp 12,000,000 Rp 180,500,000 Rp 196,400,000 Rp 495,000,000

Rp 70,000,000 Rp 2,000,000 Rp 72000000 Rp 145,000,000 Rp 135,000,000 Rp Rp Rp Rp Rp 850,000 1,350,000 2,000,000 4,200,000 7,500,000

Rp 7,500,000 Rp 15,000,000 Rp Rp 3,000,000 3,000,000

Rp 6,000,000 Rp 4,725,000 Rp 381,925,000

TOTAL HARTA

Rp 876,925,000

TOTAL MODAL

Rp 876,925,000

37

10.5

BREAK EVEN BEP = VC x Q + FC Q VC = variable cost = Rp 150,000 + Rp 55,000 = Rp 205,000 / anak Q = jumlah seluruh anak di Recycle Bin = 5 x 53 = 265 FC = Rp 315,000 BEP = 205,000 x 265 + 315,000 265 = Rp 206,000.189 / anak

38