Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan makanan dan minuman terhadapa kesehatan tubuh manusia agar tidak mengalami penyakit gangguan gizi, dimana gangguan gizi sendiri adalah sebuah penyaklit yang diakibatkan oleh kurangnya zat-zat vitamin yang tertentu sehingga mengakibatkan tubuh kita mengalami gangguan gizi. Penyakit gangguan gizi yang pertama kali ditemukan adalah scorbut pada tahun 149 atau lebih popular kita kenal dengan penyakit saria!an. "aru pada a!al abad ## para ahli kedokteran dapat memastikan bah!a penyakit ini disebabkan karena kekurangan vitamin $. (http://wikipedia.org) Penyakit gangguan gizi juga terjadi baru-baru ini di Indonesia. Penyakit tersebut adalah kurang gizi. Penyakit ini menyerang sebagian besar anak balita. %izi buruk adalah keadaan kekurangan energy dan protein &'(P) tingkat berat akibat kurang akibat kurang mengkonsumsi makanan bergizi dan atau menderita sakit dalam !aktu lama. *itandai dengan status gizi sangat kurus &menurut "" terhadap +"). (http://www.puskelblogspot.com) ,eperti pernyataan seorang 'epala ,eksi %izi *inas 'esehatan 'abupaten -ganjuk, %uruh .ari!ibo!o, mengakui kondisi anak-anak yang menderita gizi buruk itu memang mengkha!atirkan. /,elain badan mereka yang kurus, mereka juga menderita penyakit ba!aan,/ katanya, 0umat &1129). (sumber : Republika.co.id) "erdasarkan hal tersebut perlu kiranya kita mengetahui tentang status gizi yang mana ,tatus gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. ,tatus gizi juga dide3inisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien. Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan ri!ayat diit (Beck, 2000: 1) B. Rumusan Masalah 1. 4pakah pengertian status gizi 5 6. 4pakah 3actor-3aktor yang mempengaruhi status gizi 5 7. "agaimanakah penilaian status gizi 5

C. Tujuan 1. 8ntuk mengetahui pengertian status gizi 6. 8ntuk mengetahui 3actor-3aktor yang mempengaruhi status gizi. 7. 8ntuk mengetahui penilaian status gizi. D. Batasan Masalah 9akalah kami terbatas untuk membahas tentang status gizi, 3actor yang mempengaruhi status gizi dan penilaian status gizi.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Status i!i " Nutriti#n Status $

,tatus gizi adalah keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau per!ujudan dari nutriture &keadaan gizi) dalam bentuk variabel tertentu. $ontoh : %ondok endemik merupakan keadaaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. +ak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produkti3. ;leh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan< kecuali bayi umur =-4 bulan yang cukup mengkonsumsi 4ir ,usu Ibu &4,I) saja. "agi bayi =-4 bulan, 4,I adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara !ajar dan sehat. 9akan makanan yang beranekaragam sangat berman3aat bagi kesehatan. 9akanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. 4pabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari

makanan yang lain. 0adi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. 9akanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. 9inyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. 9akanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari. 9akanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. ,edangkan yang berasal dari he!an adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. >at pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. 9akanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. 9akanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya 3ungsi organ-organ tubuh."eberapa Pengertian Penting terkait status gizi : 1) Proses gizi &nutrition) : proses dari organisme dalam menggunakan bahan makanan melalui proses pencernaan,penyerapan,transportasi,penyimpanan,metabolismedan penggunaan zat untuk pemeliharaan hidup,,pertumbuhan,,3ungsi organ tubuh dan produksi energi.. 6) 'eadaan %izi &&-utriture)):: keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan gizi disatu pihak dan penggunaan oleh organisme dipihak llain,,atau keadaan 3isiologik akiibat darii ttersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. 7) ,tatus gizi &&-utritional ,tatus)):: ttanda--ttanda atau penampilan yang diakibatkan dari nutriture yang dilihat melalui variabel ttertentu &iindikator status gizi)) seperti berat,,tinggi dll. B. %akt#r&%akt#r 'ang Mem(engaruhi Status ). i!i Daur *ehi+u(an 8nited -ations &0anuari, 6===) mem3okuskan usaha perbaikan gizi dalam kaitannya dengan upaya peningkatan ,*9 pada seluruh kelompok umur, dengan mengikuti siklus kehidupan.+erdapat kelompok penduduk yang perlu mendapat perhatian pada upaya perbaikan gizi dan diperlihatkan juga 3aktor yang mempengaruhi memburuknya keadaan gizi, yaitu pelayanan kesehatan yang tidak memadai, penyakit in3eksi, pola asuh, konsumsi makanan yang kurang, dan lain-lain yang pada akhirnya berdampak pada kematian. ,. Permasalahan i!i Mas'arakat i!i

8-I$(? &19@@) telah mengembangkan kerangka konsep makro sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi masalah kurang gizi. *alam kerangka tersebut ditunjukkan bah!a masalah gizi kurang dapat disebabkan oleh: a. Pen'e-a- langsung 9akanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. +imbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. 4nak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. *emikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit. -. Pen'e-a- ti+ak langsung 4da 7 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu : 'etahanan pangan keluarga yang kurang memadai. ,etiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya. Pola pengasuhan anak kurang memadai. ,etiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan !aktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik 3isik, mental dan sosial. Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. ,istim pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan. 'etiga 3aktor tersebut berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan keluarga. 9akin tinggi tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan, makin baik tingkat ketahanan pangan keluarga, makin baik pola pengasuhan maka akan makin banyak keluarga yang meman3aatkan pelayanan kesehatan. .. P#k#k Masalah Di Mas'arakat 'urangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya peman3aatan sumber daya masyarakat berkaitan dengan berbagai 3aktor langsung maupun tidak langsung. /. Akar Masalah 'urangnya pemberdayaan !anita dan keluarga serta kurangnya peman3aatan sumber daya masyarakat terkait dengan meningkatnya pengangguran, in3lasi dan kemiskinan yang disebabkan oleh krisis ekonomi, politik dan keresahan sosial yang menimpa Indonesia sejak tahun 199 . 'eadaan tersebut teleh memicu munculnya

kasus-kasus gizi buruk akibat kemiskinan dan ketahanan pangan keluarga yang tidak memadai. 9asalah gizi terbagi menjadi masalah gizi makro dan mikro. 9asalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. 9ani3estasi dari masalah gizi makro bila terjadi pada !anita usia subur dan ibu hamil yang 'urang (nergi 'ronis &'(') adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah &""AB). "ila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus, k!ashiorkor atau marasmic-k!ashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. 4nak balita yang sehat atau kurang gizi secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara berat badan menurut umur atau berat badan menurut tinggi, apabila sesuai dengan standar anak disebut %izi "aik. 'alau sedikit di ba!ah standar disebut %izi 'urang, sedangkan jika jauh di ba!ah standar disebut %izi "uruk. "ila gizi buruk disertai dengan tandatanda klinis seperti < !ajah sangat kurus, muka seperti orang tua, perut cekung, kulit keriput disebut 9arasmus, dan bila ada bengkak terutama pada kaki, !ajah membulat dan sembab disebut '!ashiorkor. 9arasmus dan '!ashiorkor atau 9arasmus '!ashiorkor dikenal di masyarakat sebagai Cbusung laparD. %izi mikro &khususnya 'urang Eitamin 4, 4nemia %izi "esi, dan %angguan 4kibat 'urang Fodium). 9enurut .adi &6==G), Indonesia mengalami beban ganda masalah gizi yaitu masih banyak masyarakat yang kekurangan gizi, tapi di sisi lain terjadi gizi lebih. 0. S#lusi Permasalahan i!i Mas'arakat Peran Pemerintah dan Hakil Bakyat &*PB*2*PB). 'abupaten 'ota daerah membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat, misalnya kebijakan yang mempunyai 3iloso3i yang baik Cmenolong bayi dan keluarga miskin agar tidak kekurangan gizi dengan memberikan 9akanan Pendamping &9P) 4,I. Peran Perguruan +inggi. Peran perguruan tinggi juga sangat penting dalam memberikan kritik maupun saran bagi pemerintah agar supaya pembangunan kesehatan tidak menyimpang dan tuntutan masalah yang riil berada di tengah-tengah masyarakat, mengambil peranan dalam mende3inisikan ulang kompetensi ahli gizi Indonesia dan mem3ormulasikannya dalam bentuk kurikulum pendidikan tinggi yang dapat memenuhi tuntutan zaman. Me urut !"war (200#). $olusi %a g bisa dilakuka adalah :

8paya perbaikan gizi akan lebih e3ekti3 jika merupakan bagian dari kebijakan penangulangan kemiskinan dan pembangunan ,*9. 9embiarkan penduduk menderita masalah kurang gizi akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan dalam hal pengurangan kemiskinan. "erbagai pihak terkait perlu memahami problem masalah gizi dan dampak yang ditimbulkan begitu juga sebaliknya, bagaimana pembangunan berbagai sektor memberi dampak kepada perbaikan status gizi. ;leh karena itu tujuan pembangunan beserta target yang ditetapkan di bidang perbaikan gizi memerlukan keterlibatan seluruh sektor terkait. *ibutuhkan adanya kebijakan khusus untuk mempercepat laju percepatan peningkatan status gizi. *engan peningkatan status gizi masyarakat diharapkan kecerdasan, ketahanan 3isik dan produktivitas kerja meningkat, sehingga hambatan peningkatan ekonomi dapat diminimalkan. Pelaksanaan program gizi hendaknya berdasarkan kajian Ibest practiceJ &e3ekti3 dan e3isien) dan lokal spesi3ik. Intervensi yang dipilih dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting seperti: target yang spesi3ik tetapi memba!a man3aat yang besar, !aktu yang tepat misalnya pemberian Fodium pada !anita hamil di daerah endemis berat %4'F dapat mencegah cacat permanen baik pada 3isik maupun intelektual bagi bayi yang dilahirkan. Pada keluarga miskin upaya pemenuhan gizi diupayakan melalui pembiayaan publik. Pengambil keputusan di setiap tingkat menggunakan in3ormasi yang akurat dan evidence base dalam menentukan kebijakannya. *iperlukan sistem in3ormasi yang baik, tepat !aktu dan akurat. *isamping pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang baik dan kajian-kajian intervensi melalui kaidah-kaidah yang dapat dipertanggung ja!abkan. 9engembangkan kemampuan &capacity building) dalam upaya penanggulangan masalah gizi, baik kemampuan teknis maupun kemampuan manajemen. %izi bukan satu-satunya 3aktor yang berperan untuk pembangunan sumber daya manusia, oleh karena itu diperlukan beberapa aspek yang saling mendukung sehingga terjadi integrasi yang saling sinergi, misalnya kesehatan, pertanian, pendidikan diintegrasikan dalam suatu kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. 9eningkatkan upaya penggalian dan mobilisasi sumber daya untuk melaksanakan upaya perbaikan gizi yang lebih e3ekti3 melalui kemitraan dengan s!asta, A,9 dan masyarakat.

$. Penilaian Status

i!i

9acam-macam penilaian status gizi ). Penilaian status gi!i se1ara langsung Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri, klinis, biokimia dan bio3isik. a. ! tropometri 1) Pengertian ,ecara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. *itinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. 6) Penggunaan 4ntropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. 'etidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan 3isik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh. 7) Indeks 9assa +ubuh &I9+) atau "ody 9ass IndeK &"9I) ,alah satu contoh penilaian ststus gizi dengan antropometri adalah Indeks 9assa +ubuh. Indeks 9assa +ubuh &I9+) atau "ody 9ass IndeK &"9I) merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang de!asa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. "erat badan kurang dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit in3eksi, sedangkan berat badan lebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit degenerati3. ;leh karena itu, mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih panjang. Pedoman ini bertujuan memberikan penjelasan tentang cara-cara yang dianjurkan untuk mencapai berat badan normal berdasarkan I9+ dengan penerapan hidangan sehari-hari yang lebih seimbang dan cara lain yang sehat. 8ntuk memantau indeks masa tubuh orang de!asa digunakan timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan. Penggunaan I9+ hanya untuk orang de!asa berumur L 1@ tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahraga!an. 8ntuk mengetahui nilai I9+ ini, dapat dihitung dengan rumus berikut: "erat "adan &'g)

I9+ M ------------------------------------------------------+inggi "adan &m) # +inggi "adan &m) Pada akhirnya diambil kesimpulan, batas ambang I9+ untuk Indonesia adalah sebagai berikut:

'ategori 'urus 'urus sekali -ormal %emuk ;besitas 'ekurangan berat badan tingkat berat 'ekurangan berat badan tingkat ringan -ormal 'elebihan berat badan tingkat ringan 'elebihan berat badan tingkat berat

I9+ NL 1 ,= O 1@,4 1@,G O 6G,= 6G,1 O 6 ,= L 6 ,=

8ntuk mengukur status gizi anak baru lahir adalah dengan menimbang berat badannya yaitu : jika P 6G== gram maka dikategorikan ""AB &"erat "adan Aahir Bendah) jika 6G== O 79== gram -ormal dan jika Q 4=== gram dianggap gizi lebih. 8ntuk Hanita hamil jika AIA4 &AA4) atau Aingkar lengan atas NL b. &li is 1) Pengertian Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. 9etode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. .al ini dapat dilihat pada jaringan epitel &supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. 6) Penggunaan Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat &rapid clinical surveys). ,urvei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. *i samping itu digunakan

untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan 3i3ik yaitu tanda &sign) dan gejala &,ymptom) atau ri!ayat penyakit. c. Biokimia 1) Pengertian Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. 0aringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot. 6) Penggunaan 9etode ini digunakan untuk suata peringatan bah!a kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. "anyak gejala klinis yang kurang spesi3ik, maka penentuan kimia 3aali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesi3ik. d. Bio'isik 1) Pengertian Penentuan status gizi secara bio3isik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan 3ungsi &khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan. 6) Penggunaan 8mumnya dapat digunaakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik &epidemic o3 night blindnes). $ara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. ,. Penilaian gi!i se1ara ti+ak langsung Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu : ,urvei 'onsumsi makanan, statistik vital dan 3aktor ekologi. a. $ur(ei &o sumsi Maka a 1) Pengertian ,urvei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. 6) Penggunaan Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat, keluarga dan individu. ,urvei ini dapat mengidenti3ikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi.

b. $tatistik )ital 1) Pengertian Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis dan beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan. 6) Penggunaan Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat. c. *aktor +kologi 1) Pengertian "engoa mengungkapkan bah!a malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa 3aktor 3isik, biologis dan lingkungan budaya. 0umlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dll. 6) Penggunaan Pengukuran 3aktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi.

BAB III PENUTUP *esim(ulan ,tatus gizi adalah keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau per!ujudan dari nutriture &keadaan gizi) dalam bentuk variabel tertentu. 4dapun 3actor-3aktor yang mempengaruhi status gizi adalah ada 3actor eksternal &pendapatan, pendidikan, pekerjaan, budaya) dan 3actor internal &usia, 3isik, dan in3eksi). ,tatus gizi seseorang dapat diketahui dengan beberapa cara yaitu secara langsung &antropometri,

klinis, biokimia, dan bio3isik,) dan secara tidak langsung &survey konsumsi makanan, statistic vital, dan 3actor ekologi).

DA%TAR PUSTA*A ,upariasa. et.al. 6==1. Penilaian ,tatus %izi. 0akarta : (%$. 4tmarita, +atang ,. ?allah. 6==4. Analisis Situasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Makalah pada Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII, 0akarta 1 -19 9ei 6==4 .adi, .amam &6==G). Be an Ganda Masalah Gizi !an I"plikasinya #erhadap Ke i$akan Pe" angunan Kesehatan Nasional % Pidato Pengukuhan &a atan Guru Besar Pada 'akultas Kedokteran (ni)ersitas Gad$ah Mada, G ?ebruari 6==G. 4z!ar. 6==4. Ke*enderungan Masalah Gizi !an #antangan !i Masa !atang + Makalah pada Perte"uan Ad)okasi Progra" Per aikan Gizi Menu$u Keluarga Sadar Gizi, di ,otel Sahid 0aya, 0akarta, 6 ,eptember 6==4