Anda di halaman 1dari 15

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

KONSEP SEHAT-SAKIT
Oleh: Iwan Purnawan, S.Kep.,Ns. A. PENDAHULUAN Pada masa lalu, sebagian besar individu dan masyarakat memandang sehat dan sakit sebagai sesuatu Hitam atau Putih. Dimana kesehatan merupakan kondisi kebalikan dari penyakit atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Anggapan atau sikap yang sederhana ini tentu dapat diterapkan dengan mudah; akan tetapi mengabaikan adanya rentang sehat-sakit. Pendekatan yang digunakan pada abad ke-21 , sehat dipandang dengan perspektif yang lebih luas. Luasnya aspek itu meliputi rasa memiliki kekuasaan, hubungan kasih sayang, semangat hidup, jaringan dukungan sosial yang kuat, rasa berarti dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu (Haber, !!"#. B. DEFINISI SEHAT $ehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. %enurut WHO (1947) $ehat itu sendiri dapat diartikan bah&a suatu keadaan yang sempurna baik se'ara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan ((H), !"*#. Definisi (H) tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positif (+delman dan %andle. !!"#, . %emperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh. -. %emandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal. .. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup. UU No 2!"1992 tentang /esehatan menyatakan bah&a, Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi . Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur0unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan ji&a merupakan bagian integral kesehatan. Dalam pengertian yang pa#ing #uas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan0perubahan lingkungan internal ( psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit # dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi # dalam mempertahankan kesehatannya. B. MODEL SEHAT SAKIT . M!"el $entang %ehat-%akit #Neu$an% %enurut Neuman ( !!1#, 2sehat dalam suatu rentang merupakan tingkat kesejahteraan klien pada &aktu tertentu , yang terdapat dalam rentang dan kondisi sejahtera yang optimal , dengan energi yang paling maksimum, sampai kondisi kematian yang menandakan habisnya energi total2

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

&a"' menurut model ini sehat ada#ah keadaan dinamis yang berubah se'ara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap berbagai perubahan pada lingkungan internal dan eksternalnya untuk mempertahankan keadaan fisik, emosional, inteletual, sosial, perkembangan, dan spiritual yang sehat. $edangkan Sa(') merupakan proses dimana fungsi individu dalam satu atau lebih dimensi yang ada mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya. /arena sehat dan sakit merupakan kualitas yang relatif dan mempunyai tingkatan sehingga akan lebih akurat jika ditentukan seseuai titik0titik tertentu pada skala 3entang $ehat0$akit.
%odel sejahtera /etidakma mpuan /ematian Prematur 7ejala 5anda /esadaran pendidikan Pertumbuhan /esejahteraan, 5ingkat 5inggi

%odel 5indakan

Dengan model ini pera&at dapat menentukan tingkat kesehatan klien sesuai dengan rentang sehat0sakitnya. $ehingga faktor resiko klien yang merupakan merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan dalam mengidentifikasi tingkat kesehatan klien. 4aktor0faktor resiko itu meliputi variabel genetik dan psikologis. /ekurangan dari model ini adalah sulitnya menentukan tingkat kesehatan klien sesuai dengan titik tertentu yang ada diantara dua titik ekstrim pada rentang itu (/esejahteraan 5ingkat 5inggi 6 /ematian#. %isalnya, apakah seseorang yang mengalami fraktur kaki tapi ia mampu melakukan adaptasi dengan keterbatasan mobilitas, dianggap kurang sehat atau lebih sehat dibandingkan dengan orang yang mempunyai fisik sehat tapi mengalami depresi berat setelah kematian pasangannya. %odel ini e'ekti' jika digunakan untuk membandingkan tingkat kesejahteraan saat ini dengan tingkat kesehatan sebelumnya. $ehingga bermanfaat bagi pera&at dalam menentukan tujuan pen'apaian tingkat kesehatan yang lebih baik dimasa yang akan datang. *. M!"el (ese)ahteraan *ingkat *inggi #Dunn% %odel yang dikembangkan oleh Dunn ( !**# ini berorientasi pada 'ara memaksimalkan potensi sehat pada individu melalui perubahan perilaku. Pada pendekatn model ini pera&at melakukan intervnsi kepera&atan yang dapat membantu klien mengubah perilaku tertentu yang mengandung resiko tinggi terhadap kesehatan %odel ini berhasil diterapkan untuk pera&atan lansia, dan juga digunakan dalam kepera&atan keluarga maupun komunitas.

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

+. M!"el +gen-Pe)a,u--ingkungan#Lea,ell at a## % %enurut pendekatan model ini tingkat sehat dan sakit individu atau kelompok ditentukan oleh hubungan dinamis antara Agen, Pejamu, dan Lingkungan

Pejamu

Agen

Lingkungan

+gen

:8erbagai faktor internal0eksternal yang dengan atau tanpanya dapat menyebabkan terjadinya penyakit atau sakit. Agen ini bisa bersifat biologis, kimia, fisik, mekanis, atau psikososial. -a"' Agen ini bisa berupa yang merugikan kesehatan (bakteri, stress# atau yang meningkatkan kesehatan (nutrisi, dll#.

Pe)a,u. $esorang atau sekelompok orang yang rentan terhadap penyakit9sakit tertentu. 4aktor pejamu antara lain, situasi atau kondisi fisik dan psikososoial yang menyebabkan seseorang yang beresiko menjadi sakit. %isalnya, 3i&ayat keluarga, usia, gaya hidup dll. -ingkungan. seluruh faktor yang ada diluar pejamu. Lingkungan fisik, tingkat ekonomi, iklim, kondisi tempat tinggal, kebisingan Lingkungan sosial, Hal0hal yang berkaitan dengan interaksi sosial, misalnys, stress, konflik, kesulitan ekonomi, krisis hidup. %odel ini menyatakan bah&a sehat dan sakit ditentukan oleh interaksi yang dinamis dari ketiga variabel tersebut. %enurut 8erne et al ( !!1# respon dapat meningkatkan kesehatan atau yang dapat merusak kesehatan berasal dari interaksi antara seseorang atau sekelompok orang dengan lingkungannya. $elain dalam kepera&atan komunitas model ini juga dikembangkan dalam teori umum tentang berbagai penyebab penyakit. .. M!"el (eyakinan-(esehatan %odel /eyakinan0/esehatan menurut Rosenstoch ( !*"# dan 8e'ker dan %aiman ( !*:# menyatakan hubungan antara keyakinan seseorang dengan perilaku yang ditampilkan. %odel ini memberikan 'ara bagaimana klien akan berprilaku sehubungan dengan kesehatan mereka dan bagaimana mereka mematuhi terapi kesehatan yang diberikan. 5erdapat tiga komponen dari model /eyakinan0/esehatan antara lain, penerangan,

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

a.

Persepsi ;ndividu tentang kerentanan dirinya terhadap suatu penyakit. %isal, seorang klien perlu mengenal adanya pernyakit koroner melalui ri&ayat keluarganya, apalagi kemudian ada keluarganya yang meninggal maka klien mungkin merasakan resiko mengalami penyakit jantung.

b.

Persepsi ;ndividu terhadap keseriusan penyakit tertentu. Dipengaruhi oleh variabel demografi dan sosiopsikologis, perasaan teran'am oleh penyakit, anjuran untuk bertindak (misal, kampanye media massa, anjuran keluarga atau dokter dll#

'. diambil.

Persepsi ;ndividu tentang ,an'aat yang dipero#eh dari tindakan yang $eseorang mungkin mengambil tindakan preventif, dengan mengubah gaya hidup, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi medis, atau men'ari pengobatan medis. %odel ini membantu pera&at memahami berbagai faktor yang dapat mempengaruhi

persepsi, keyakinan, dan perilaku klien, serta membantu pera&at membuat ren'ana pera&atan yang paling efektif untuk membantu klien, memelihara dan mengembalikan kesehatan serta men'egah terjadiny penyakit.

Persepsi ;ndividual

4aktor04aktor %odifikasi

5indakan >ang %ungkin

?ariabel Demografik ?ariabel $osiofisiologis /+@A5@A7AA tind Prev 8A3;+3 thd tindakan AABA%AA >ang dirasakan

/+3+A5AAAA >ang dirasakan /+$+3;@$AA >ang dirasakan

/emungkinan @ntuk 8+35;ADA/

P+5@AC@/ @ntuk bertindak /ampanye media $aran Dokter Penyakit keluatga

/. M!"el Peningkatan-(esehatan #Pen"er% Dikemukakan oleh Pender ( !<-, !!., !!=# yang dibuat untuk menjadi sebuah model yang menyeimbangkan dengan model perlindungan kesehatan. 4okus dari model ini adalah menjelaskan alasan keterlibatan klien dalam aktivitas kesehatan (kognitif0persepsi dan faktor pengubah#.

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

4aktor /ognisi0Persepsi /epentingan kesehatan /ontrol kesehatan y dirasakan /esembuhan y dirasakan Definisi kesehatan $tatus kesehatan y dirasakan /euntungan perilaku peningkatan kesehatan 8arier terhadap perilaku peningkatan0kesehatan y dirasakan

4aktor Pengubah

Partisipasi dlm Perilaku /esehatan

/arakteristik Demografik /arakteristik 8iologik Pengaruh ;nterpersonal 4aktor $ituasional 4aktor perilaku

/emungkinan memiliki perilaku peningkatan0 kesehatan

Petunjuk untuk 5indakan

8erdasarkan gambar diatas %odel ini dapat, o o %engidentifikasi berbagai faktor (demografik, sosial# yang dapat meningkatkan atau menurunkan partisifasi untuk meningkatkan kesehatan. %engatur berbagai tanda kedalam sebuah pola untuk menjelaskan kemungkinan mun'ulnya partsisipasi klien dalam perilaku peningkatan kesehatan. 0. FAKTO1-FAKTO1 2AN3 MEMPEN3A1UHI KE2AKINAN DAN TINDAKAN KESEHATAN . Fa()!r In)ernal a. ahap Perkembangan Artinya status kesehatan dapat ditentukan oleh faktor usia dalam hal ini adalah pertumbuhan dan perkembangan, dengan demikian setiap rentang usia (bayi0lansia# memiliki pemahaman dan respon terhadap perubahan kesehatan yang berbeda0beda. @ntuk itulah seorang tenaga kesehatan (pera&at# harus mempertimbangkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan klien pada saat melakukan pern'anaan tindakan. Bontohnya, se'ara umum seorang anak belum mampu untuk mengenal keseriusan penyakit b. sehingga perlu dimotivasi untuk mendapatkan penanganan atau mengembangkan perilaku pen'egahan penyakit.. Pendidikan atau ingkat Pengetahuan /eyakinan seseorang terhadap kesehatan terbentuk oleh variabel intelektual yang terdiri dari pengetahuan tentang berbagai fungsi tubuh dan penyakit , latar belakang pendidikan, dan pengalaman masa lalu. /emampuan kognitif akan membentuk 'ara berfikir seseorang termasuk kemampuan untuk memehami faktor0faktor yang berhubungan dengan penyakit dan menggunakan pengetahuan tentang kesehatan untuk menjaga kesehatan sendirinya. c. Persepsi tentang fungsi !ara seseorang merasakan fungsi fisiknya akan berakibat pada keyakinan terhadap

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

kesehatan dan 'ara melaksanakannya. !ontoh, seseorang dengan kondisi jantung yang kronik merasa bah&a tingkat kesehatan mereka berbeda dengan orang yang tidak pernah mempunyai masalah kesehatan yang berarti. Akibatnya, keyakinan terhadap kesehatan dan 'ara melaksanakan kesehatan pada masing0masing orang 'enderung berbeda0beda. $elain itu, individu yang sudah berhasil sembuh dari penyakit akut yang parah mungkin akan mengubah keyakinan mereka terhadap kesehatan dan 'ara mereka melaksanakannya. @ntuk itulah pera&at mengkaji tingkat kesehatan klien, baik data subjektif yiatu tentang 'ara klien merasakan fungsi fisiknya (tingkat keletihan, sesak napas, atau nyeri#, juga data objektif yang aktual (seperti, tekanan darah, tinggi badan, dan bunyi paru#. ;nformasi ini memungkinkan pera&at meren'anakan dan mengimplementasikan pera&atan klien se'ara lebih berhasil. d. "aktor #mosi 4aktor emosional juga mempengaruhi keyakinan terhadap kesehatan dan 'ara melaksanakannya. %eseorang yang ,enga#a,i respons stres dalam setiap perubahan hidupnya 'enderung berespons terhadap berbagai tanda sakit, mungkin dilakukan dengan 'ara mengkha&a0 tirkan bah&a penyakit tersebut dapat mengan'am kehidupannya. %eseorang yang se/ara u,u, ter#ihat sangat tenang mungkin mempunyai respons emosional yang ke'il selama ia sakit. %eorang indi0idu yang tidak ,a,pu ,e#akukan koping se/ara e,osiona# terhadap an/a,an penyakit mungkin akan menyangkal adanya gejala penyakit pada dirinya dan tidak mau menjalani pengobatan. 1ontoh: seseorang dengan napas yang terengah0 engah dan sering batuk mungkin akan menyalahkan 'ua'a dingin jika ia se'ara emosional tidak dapat menerima kemungkinan menderita penyakit saluran pernapasan. 8anyak orang yang memiliki reaksi emosional yang berlebihan, yang berla&anan dengan kenyataan yang ada, sampai0sampai mereka berpikir tentang risiko menderita kanker dan akan menyangkal adanya gejala dan menolak untuk men'ari pengobatan. Ada beberapa penyakit lain yang dapat lebih diterima se'ara emosional, sehingga mereka akan mengakui gejala penyakit yang dialaminya dan mau men'ari pengobatan yang tepat. e. $piritual Aspek spiritual dapat terlihat dari bagaimana seseorang menjalani kehidupannya, men'akup nilai dan keyakinan yang dilaksanakan, hubungan dengan keluarga atau teman, dan kemampuan men'ari harapan dan arti dalam hidup. $piritual bertindak sebagai suatu tema yang terintegrasi dalam kehidupan seseorang. $piritual seseorang akan mempengaruhi 'ara pandangnya terhadap kesehatan dilihat dari perspektif yang luas. 4ryba'k ( !!-# menemukan hubungan kesehatan dengan

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

keyakinan terhadap kekuatan yang lebih besar, yang telah memberikan seseorang keyakinan dan kemampuan untuk men'intai. /esehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk menjalani kehidupan se'ara utuh. Pelaksanaan perintah agama merupakan suatu 'ara seseorang berlatih se'ara spiritual. Ada beberapa agama yang melarang penggunaan bentuk tindakan pengobatan tertentu, sehingga pera&at hams memahami dimensi spiritual klien sehingga mereka dapat dilibatkan se'ara efektif dalam pelaksanaan asuhan kepera&atan. *. Fa()!r E(s)ernal a. Bara Praktik di Keluarga bagaimana keluarga menggunakan pelayanan kesehatan biasanya mempengaruhi 'ara klien dalam melaksanakan kesehatannya. %isalnya, o Cika seorang anak bersikap bah&a setiap virus dan penyakit dapat berpotensi mejadi penyakit berat dan mereka segera men'ari pengobatan, maka bisasnya anak tersebut akan malakukan hal yang sama ketika mereka de&asa. o /lien juga kemungkinan besar akan melakukan tindakan pen'egahan jika keluarganya melakukan hal yang sama. %isal, anak yang selalu diajak orang tuanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, maka ketika punya anak dia akan melakukan hal yang sama. b. "aktor $osioekonomi 4aktor sosial dan psikososial dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit dan mempengaruhi 'ara seseorang mendefinisikan dan bereaksi terhadap penyakitnya. ?ariabel psikososial men'akup, stabilitas perka&inan, gaya hidup, dan lingkungan kerja. $esorang biasanya akan men'ari dukungan dan persetujuan dari kelompok sosialnya, c. hal ini akan mempengaruhi keyakinan kesehatan dan 'ara pelaksanaannya. %atar &elakang &udaya Latar belakang budaya mempengaruhi keyakinan, nilai dan kebiasaan individu, termasuk sistem pelayanan kesehatan dan 'ara pelaksanaan kesehatan pribadi. @ntuk pera&at belum menyadari pola budaya yang berhubungan dengan perilaku dan bahasa yang digunakan. D. SAKIT DAN PE1ILAKU SAKIT $akit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan, atau seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit. )leh karena itu sakit tidak sama dengan penyakit. $ebagai 'ontoh klien dengan
&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

Leukemia yang sedang menjalani pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti biasanya, sedangkan klien lain dengan kanker payudara yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalanaio operasi mungkin akan merasakan akibatnya pada dimensi lain, selain dimensi fisik. Perilaku sakit merupakan perilaku orang sakit yang meliputi, 'ara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan menginterpretasikan gejala yang dialami; melakukan upaya penyembuhan; dan penggunaan sistem pelayanan kesehatan. $eorang individu yang merasa dirinya sedang sakit perilaku sakit bisa berfungsi sebagai mekanisme koping. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Sakit '. "aktor (nternal a. Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami /lien akan segera men'ari pertolongan jika gejala tersebut dapat mengganggu rutinitas kegiatan sehari0hari. )isal, 5ukang /ayu yang menderitas sakit punggung, jika ia merasa hal tersebut bisa membahayakan dan mengan'am kehidupannya maka ia akan segera men'ari bantuan. Akan tetapi persepsi seperti itu dapat pula mempunyai akibat yang sebaliknya. 8isa saja orang yang takut mengalami sakit yang serius, akan bereaksi dengan 'ara menyangkalnya dan tidak mau men'ari bantuan. b. Asal atau Cenis penyakit Pada penyakit akut dimana gejala relatif singkat dan berat serta mungkin mengganggu fungsi pada seluruh dimensi yang ada, %aka klien bisanya akan segera men'ari pertolongan dan mematuhi program terapi yang diberikan. $edangkan pada penyakit kronik biasany berlangsung lama (D= bulan# sehingga jelas dapat mengganggu fungsi diseluruh dimensi yang ada. Cika penyakit kronik itu tidak dapat disembuhkan dan terapi yang diberikan hanya menghilangkan sebagian gejala yang ada, *. "aktor #ksternal a. 7ejala yang Dapat Dilihat 7ajala yang terlihat dari suatu penyakit dapat mempengaruhi Bitra 5ubuh dan Perilaku $akit. %isalnya, orang yang mengalami bibir kering dan pe'ah0pe'ah mungkin akan lebih 'epat men'ari pertolongan dari pada orang dengan serak tenggorokan, karena mungkin komentar orang lain terhadap gejala bibir pe'ah0pe'ah yang dialaminya. b. /elompok $osial maka klien mungkin tidak akan termotivasi untuk memenuhi ren'ana terapi yang ada.

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

/elompok sosial klien akan membantu mengenali an'aman penyakit, atau justru meyangkal potensi terjadinya suatu penyakit. %isalnya, Ada - orang &anita, sebut saja Ay. A dan Ay.8 berusia .: tahun yang berasal dari dua kelompok sosial yang berbeda telah menemukan adanya benjolan pada Payudaranya saat melakukan $ADA3;. /emudian mereka mendisukusikannya dengan temannya masing0masing. 5eman Ay. A mungkin akan mendorong men'ari pengobatan untuk menentukan apakah perlu dibiopsi atau tidak; sedangkan teman Ay. 8 mungkin akan mengatakan itu hanyalah benjolan biasa dan tidak perlu diperiksakan ke dokter. '. Latar 8elakang 8udaya Latar belakang budaya dan etik mengajarkan sesorang bagaimana menjadi sehat, mengenal penyakit, dan menjadi sakit. Dengan demikian pera&at perlu memahami latar belakang budaya yang dimiliki klien. d. +konomi $emakin tinggi tingkat ekonomi seseorang biasanya ia akan lebih 'epat tanggap terhadap gejala penyakit yang ia rasakan. $ehingga ia akan segera men'ari pertolongan ketika merasa ada gangguan pada kesehatannya. e. /emudahan Akses 5erhadap $istem Pelayanan Dekatnya jarak klien dengan 3$, klinik atau tempat pelayanan medis lain sering mempengaruhi ke'epatan mereka dalam memasuki sistem pelayanan kesehatan. Demikian pula beberapa klien enggan men'ari pelayanan yang kompleks dan besar dan mereka lebih suka untuk mengunjungi Puskesmas yang tidak membutuhkan prosedur yang rumit. f. Dukungan $osial Dukungan sosial disini meliputi beberapa institusi atau perkumpulan yang bersifat peningkatan kesehatan. Di institusi tersebut dapat dilakukan berbagai kegiatan, seperti seminar kesehatan, pendidikan dan pelatihan kesehatan, latihan (aerobik, senam P)B)0P)B) dll#. Cuga menyediakan fasilitas olehraga seperti, kolam renang, lapangan 8ola 8asket, Lapangan $epak 8ola, dll.

Tahap-tahap Perilaku Sakit


1 *ahap 2 (3enga#a,i 4e)a#a) o o o Pada tahap ini pasien menyadari bah&a 2ada sesuatu yang salah 2 %ereka mengenali sensasi atau keterbatasan fungsi fisik tetapi belum menduga adanya diagnosa tertentu. Persepsi individu terhadap suatu gejala meliputi, (a# kesadaran terhadap perubahan

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

fisik (nyeri, benjolan, dll#; (b# evaluasi terhadap perubahan yang terjadi dan memutuskan apakah hal tersebut merupakan suatu gejala penyakit; ('# respon emosional. o 2 Cika gejala itu dianggap merupakan suatu gejal penyakit dan dapat mengan'am kehidupannya maka ia akan segera men'ari pertolongan. *ahap 22 (+su,si *entang Peran %akit) o o 5erjadi jika gejala menetap atau semakin berat )rang yang sakit akan melakukan konfirmasi kepada keluarga, orang terdekat atau kelompok sosialnya bah&a ia benar0benar sakit sehingga harus diistirahatkan dari ke&ajiban normalnya dan dari harapan terhadap perannya. o %enimbulkan perubahan emosional spt , menarik diri9depresi, dan juga perubahan fisik. Perubahan emosional yang terjadi bisa kompleks atau sederhana tergantung beratnya penyakit, tingkat ketidakmampuan, dan perkiraan lama sakit. o $eseorang a&alnya menyangkal pentingnya intervensi dari pelayanan kesehatan, sehingga ia menunda kontak dengan sistem pelayanan kesehatan akan tetapi jika gejala itu menetap dan semakin memberat maka ia akan segera melakukan kontak dengan sistem pelayanan kesehatan dan berubah menjadi seorang klien. ! *ahap 222 ((ontak dengan Pe#ayanan (esehatan) o Pada tahap ini klien men'ari kepastian penyakit dan pengobatan dari seorang ahli, men'ari penjelasan mengenai gejala yang dirasakan, penyebab penyakit, dan implikasi penyakit terhadap kesehatan dimasa yang akan datang o Profesi kesehatan mungkin akan menentukan bah&a mereka tidak menderita suatu penyakit atau justru menyatakan jika mereka menderita penyakit yang bisa mengan'am kehidupannya. klien bisa menerima atau menyangkal diagnosa tersebut. o 8ila klien menerima diagnosa mereka akan mematuhi ren'an pengobatan yang telah ditentukan, akan tetapi jika menyangkal mereka mungkin akan men'ari sistem pelayanan kesehatan lain, atau berkonsultasi dengan beberapa pemberi pelayanan kesehatan lain sampai mereka menemukan orang yang membuat diagnosa sesuai dengan keinginannya atau sampai mereka menerima diagnosa a&al yang telah ditetapkan. o /lien yang merasa sakit, tapi dinyatakan sehat oleh profesi kesehatan, mungkin ia akan mengunjungi profesi kesehatan lain sampai ia memperoleh diagnosa yang diinginkan o /lien yang sejak a&al didiagnosa penyakit tertentu, terutama yang mengan'am kelangsungan hidup, ia akan men'ari profesi kesehatan lain untuk meyakinkan bah&a kesehatan atau kehidupan mereka tidak teran'am. %isalnya, klien yang didiagnosa mengidap kanker, maka ia akan mengunjungi beberapa dokter sebagai usaha klien

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

menghindari diagnosa yang sebenarnya.

*ahap 25 (Peran (#ien 6ependen) o o o o Pada tahap ini klien menerima keadaan sakitnya, sehingga klien bergantung pada pada pemberi pelayanan kesehatan untuk menghilangkan gejala yang ada. /lien menerima pera&atan, simpati, atau perlindungan dari berbagai tuntutan dan stress hidupnya. $e'ara sosial klien diperbolehkan untuk bebas dari ke&ajiban dan tugas normalnya semakin parah sakitnya, semakin bebas. Pada tahap ini klien juga harus menyesuaikanny dengan perubahan jad&al sehari0hari. Perubahan ini jelas akan mempengaruhi peran klien di tempat ia bekerja, rumah maupun masyarakat.

:. 5ahap ? (Pemulihan dan 3ehabilitasi# o o %erupakan tahap akhir dari perilaku sakit, dan dapat terjadi se'ara tiba0tiba, misalnya penurunan demam. Penyembuhan yang tidak 'epat, menyebabkan seorang klien butuh pera&atan lebih lama sebelum kembali ke fungsi optimal, misalnya pada penyakit kronis.
idak semua klien melewati tahapan yang ada, dan tidak setiap klien melewatinya dengan kecepatan atau dengan sikap yang sama. Pemahaman terhadap tahapan perilaku sakit akan membantu perawat dalam mengidentifikasi perubahan+perubahan perilaku sakit klien dan bersama+sama klien membuat rencana perawatan yang efektif

E. DAMPAK SAKIT 1 *erhadap Peri#aku dan 7,osi (#ien $etiap orang memiliki reaksi yang berbeda0beda tergantung pada asal penyakit, reaksi orang lain terhadap penyakit yang dideritanya, dan lain0lain. Penyakit dengan jangka &aktu yang singkat dan tidak mengan'am kehidupannya akan menimbulkan sedikit perubahan perilaku dalam fungsi klien dan keluarga. %isalnya seorang Ayah yang mengalami demam, mungkin akan mengalami penurunan tenaga atau kesabaran untuk menghabiskan &aktunya dalam kegiatan keluarga dan mungkin akan menjadi mudah marah, dan lebih memilih menyendiri. $edangkan penyakit berat, apalagi jika mengan'am kehidupannya.dapat menimbulkan perubahan emosi dan perilaku yang lebih luas, seperti ansietas, syok, penolakan, marah, dan menarikd diri. Pera&at berperan dalam mengembangkan koping klien dan keluarga terhadap stress, karena stressor sendiri tidak bisa dihilangkan.

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

*erhadap Peran (e#uarga $etiap orang memiliki peran dalam kehidupannya, seperti pen'ari nafkah, pengambil keputusan, seorang profesional, atau sebagai orang tua. $aat mengalami penyakit, peran0 peran klien tersebut dapat mengalami perubahan. Perubahan tersebut mungkin tidak terlihat dan berlangsung singkat atau terlihat se'ara drastis dan berlangsung lama. ;ndividu 9 keluarga lebih mudah beradaftasi dengan perubahan yang berlangsung singkat dan tidak terlihat. Perubahan jangka pendek klien tidak mengalami tahap penyesuaian yang berkepanjangan. Akan tetapi pada perubahan jangka penjang klien memerlukan proses penyesuaian yang sama dengan E5ahap 8erdukaE. Peran pera&at adalah melibatkan keluarga dalam pembuatan ren'ana kepera&atan.

*erhadap 1itra *ubuh Bitra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang terhadap penampilan fisiknya. 8eberapa penyakit dapat menimbulkan perubahan dalam penampilan fisiknya, dan klien9keluarga akan bereaksi dengan 'ara yang berbeda0beda terhadap perubahan tersebut. 3eaksi klien9keluarga etrhadap perubahan gambaran tubuh itu tergantung pada, o o o o Cenis Perubahan (mis, kehilangan tangan, alat indera tertentu, atau organ tertentu# /apasitas adaptasi /e'epatan perubahan Dukungan yang tersedia. /onsep Diri adalah 'itra mental seseorang terhadap dirinya sendiri, men'akup bagaimana mereka melihat kekuatan dan kelemahannya pada seluruh aspek kepribadiannya. /onsep diri tidak hanya bergantung pada gambaran tubuh dan peran yang dimilikinya tetapi juga bergantung pada aspek psikologis dan spiritual diri. Perubahan konsep diri akibat sakit mungkin bersifat kompleks dan kurang bisa terobservasi dibandingkan perubahan peran. /onsep diri berperan penting dalam hubungan seseorang dengan anggota keluarganya yang lain. /lien yang mengalami perubahan konsep diri karena sakitnya mungkin tidak mampu lagi memenuhi harapan keluarganya, yang akhirnya menimbulkan ketegangan dan konflik. Akibatnya anggiota keluarga akan merubah interaksi mereka dengan klien. %isal, /lien tidak lagi terlibat dalam proses pengambilan keputusan dikeluarga atau tidak akan merasa mampu memberi dukungan emosi pada anggota keluarganya yang lain atau kepada teman0temannya klien akan merasa kehilangan fungsi sosialnya. Pera&at seharusnya mampu mengobservasi perubahan konsep diri klien, dengan

*erhadap (onsep 6iri

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

mengembangkan ren'ana pera&atan yann membantu mereka menyesuaikan diri dengan akibat dan kondisi yang dialami klien. 8 *erhadap 6ina,ika (e#uarga Dinamika /eluarga meruapakan proses dimana keluarga melakukan fungsi, mengambil keputusan, memberi dukungan kepada anggota keluarganya, dan melakukan koping terhadap perubahan dan tantangan hidup sehari0hari. %isal, jika salah satu orang tua sakit maka kegiatan dan pengambilan keputusan akan tertunda sampai mereka sembuh. Cika penyakitnya berkepanjangan, seringkali keluarga harus membuat pola fungsi yang baru sehingga bisa menimbulkan stress emosional. %isal, anak ke'il akan mengalami rasa kehilangan yang besar jika salah satu orang tuanya tidak mampu memberikan kasih sayang dan rasa aman pada mereka. Atau jika anaknya sudah de&asa maka seringkali ia harus menggantikan peran mereka sebagai mereka termasuk kalau perlu sebagai pen'ari nafkah. F. PENIN3KATAN KESEHATAN DAN PEN0E3AHAN PEN2AKIT Peningkatan kesehatan dan pen'egahan penyakit merupakan dua konsep yang berhubungan erat dan pada pelaksanaannya ada beberapa hal yang menjadi saling tumpang tindih satu sama lain. Peningkatan kesehatan merupakan upaya memelihara atau memperbaiki tingkat kesehatan klien saat ini. $edangkan Pen'egahan Penyakit merupakan upaya yang bertujuan untuk melindungi klien dari an'aman kesehatan yang bersifat aktual maupun potensial. Persa,aannya /eduanya berorientasi pada masa depan. Perbedaan 5erletak pada %otivasi dan 5ujuan Pen'n9(a)an Keseha)an memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bertindak se'ara positif , untuk men'apai tujuan berupa tingkat kesehatan yang stabil Pen:e9ahan Pen;a(') memberi motivasi kepada masyarakat untuk menghindari penurunan tingkat kesehatan atau fungsi /egiatan Peningkatan /esehatan dapat bersifat Aktif maupun Pasif a Peningkatan (esehatan Pasi' %erupakan strategi peningkatan kesehatan dimana individu akan memperoleh manfaat dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain tanpa harus melakukannya sendiri. )isal, Pemberian florida pada pusat suplai Air %inum (PA%#; Portifikasi pada susu dengan vitamin D. b Peningkatan (esehatan +kti' Pada strategi ini, setiap individu diberikan motivasi untuk melakukan program

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

kesehatan tertentu. %isal, Program Penurunan 88, dan Program pemberantasan rokok, menuntut keikutsertaan klien se'ara aktif. $edangkan Pen'egahan Penyakit terdiri dari beberapa tingkatan all, a o o o i. Pen/egahan Pri,er %erupakan pen'egahan yang dilakukan sebelum terjadi penyakit dan gangguan fungsi, dan diberikan kepada klien yang sehat se'ara fisik dan mental. 5idak bersifat terapeutik, tidak menggunakan tindakan yang terapeutik, dan tidak menggunakan identifikasi gejala penyakit 5erdiri dari , Peningkatan Kesehatan, pendidikan kesehatan, standarisasi nutrisi, perhatian terhadap perkembangan kepribadian, penyediaan perumahan sehat, skrining genetik dll ii. Perlindungan Khusus, imunisasi, kebersihan pribadi (PH8$#, sanitasi lingkungan, perlindungan tempat kerja, perlindungan ke'elakaan, perlindungan karsinoge dan alergen. b o Pen/egahan %ekunder %erupakan tindakan pen'egahan yang berfokus pada individu yang mengalami masalah kesehatan atau penyakit, dan individu yang berisiko mengalami komplikasi atau kondisi yang lebih buruk. o Pen'egahan sekunder dilakukan melalui pembuatan diagnosa dan pemberian intervensi yang tepat sehingga akan mengurangi keparahan kondisi dan memungkinkan klien kembali pada kondisi kesehatan yang normal sedini mungkin. o o Pen'egahan komplikasi sebagian besar dilakukan di 3$ atau tempat pelayanan kesehatan lain yang memiliki fasilitas memadai. Pen'egahan skunder terdiri dari teknik skrining dan pengobatan penyakit pada tahap dini untuk membatasi ke'a'atan dengan 'ara menghindarkan atau menunda akibat yang ditimbulkan dari perkembangan penyakit. / Pen/egahan *ersier Pen'egahan ini dilakukan ketika terjadi ke'a'atan atau ketidakmampuan yang permanen dan atau tidak dapat disembuhkan. Pen'egahan ini terdiri dari 'ara meminimalkan akibat penyakit atau ketidakmampuan melalui intervensi yang bertujuan untuk men'egah komplikasi dan penurunan kesehatan

&y" One

KDK - KONSEP SEHAT-SAKIT

/egiatannya lebih ditujukan untuk melaksanakan rehabilitasi, dari pada pembuatan diagnosa dan tindakan penyakit. Pera&atan pada tingkat ini ditujukan untuk membantu klien men'apai tingkat fungsi setinggi mungkin, sesuai dengan keterbatasan yang ada akibat penyakit atau ke'a'atan. 5ingkat pera&atan ini bisa disebut juga pera&atan preventive, karena didalamnya terdapat tindak pen'egahan terhadap kerusakan atau penurunan fungsi lebih jauh. %isal, dalam mera&at orang yang 8uta, disamping memaksimalkan kemampuan klien dalam aktivitas sehari0hari, juga men'egah terjadinya ke'elakaan pada klien.

(epustakaan
Potter, Patri'ia, -11:, 8uku Ajar 4undamental /epera&atan , konsep, proses, dan praktek9Patri'ia A. Potter, Anne 7riffin Perry; Alih 8ahasa, >asmin Asih et al. +ditor edisi 8ahasa indonesia, Devi >ulianti, %oni'a +ster. 6 +d.". 6 Cakarta ; +7B, -11: $umber0sumber lain yang relevan.

&y" One