Anda di halaman 1dari 23

52 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini diuraikan tentang jenis dan desain penelitian, lokasi dan

subjek penelitian, batasan istilah, instrument penelitian, prosedur penelitian, prosedur pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi metode

pembelajaran penemuan terbimibing dan tekhnik analisa data. A. Jenis dan desain Penelitian 1. Jenis Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah penelitian yang telah dikemukakan, maka jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian dan pengembangan (research and development).

2.

Desain Penelitian Desain penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang dilakukan

mengacu pada pengembangan model 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan dan semmel. Alur pengembangan perangkat Pembelajaran dapat dilihat pada Gambar 3.1 dibawah ini.

52

53 Gambar 3.1 menunjukkan diagram alir pengembangan perangkat yang mengadaptasi model 4D.
Analisis Siswa

Analisis Tugas

Analisis Konsep

Pendefinisian

Spesifikasi Tujuan Pembelajaran

Pemilihan Media

Pemilihan Format

Perancangan

Perancangan Awal Perangkat Pembelajaran

Validasi Ahli

Draft II

Revisi Uji Coba Terbatas

Analisis

Pengembangan Draft III Revisi Analisis

Perangkat Pembelajaran (Draft Final)

Gambar 3.1 Adaptasi pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D

54 Untuk uji coba produk terhadap pencapaian keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kritis maka digunakan one-shot case study yang digambarkan sebagai berikut:

X Keterangan:

X = Pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing O = Pengukuran keterampilan proses dan pengukuran keterampilan berpikir kritis

B. Lokasi dan Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X1 MAN 2 Model Makassar tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah peserta didik 34 orang.

C. Variabel Penelitian

Pada Penelitian ini terdapat 2 jenis variabel yaitu variabel yang bersifat independent (variabel bebas) dan variabel yang bersifat dependent (variabel

terikat). Variabel yang termasuk variabel independent adalah pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi metode pembelajaran penemuan terbimbing. Sedangkan yang termasuk variabel dependent adalah keterampilan proses sains dan katerampilan berpikir kritis.

55 D. Batasan Istilah

Batasan istilah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Karakteristik perangkat pembelajaran adalah suatu ciri khas dari perangkat pembelajaran yang meliputi ciri-ciri RPP, Buku ajar peserta didik (BAPD) dan LKPD beserta validitas dan reliabilitas yang disesuaikan dengan hasil penelitian. 2. Kemampuan guru dalam mengelola penemuan terbimbing terhadap

pencapaian keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah skor yang diperoleh guru dalam mengelola penemuan terbimbing diukur dengan lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran. 3. Pembelajaran penemuan terbimbing (guided-discovery learning) merupakan pembelajaran yang terjadi ketika peserta didik dengan bantuan guru dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui pengalaman secara langsung. 4. Keterampilan proses adalah keterampilan yang dipelajari peserta didik pada saat mereka terlibat aktif dalam penyelidikan ilmiah. Dalam penelitian ini, keterampilan proses yang diteliti meliputi keterampilan merumuskan pertanyaan, keterampilan merumuskan hipotesis, keterampilan melakukan eksperimen dan pengamatan, keterampilan mengumpulkan dan menganalisis data dan keterampilam merumuskan kesimpulan. 5. Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar yang menunjang terlaksananya pembelajaran dengan baik.

56 6. Pengembangan perangkat pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilakn suatu perangkat pembelajaran berdasarkan teori pengembangn yang ada. Dalam hal ini perangkat yang dikembangkan meliputi RPP, buku ajar peserta didik, lembar kerja peserta didik, tes keterampilan proses sains dan tes keterampilan berpikir krtitis. 7. Aktivitas peserta didik adalah keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran penemuan terbimbing yang diamati dengan menggunakan lembar pengamatan keterampilan proses 8. Respon peserta didik adalah pendapat peserta didik tentang komponenkomponen kegiatan pembelajaran, yang meliputi materi pelajaran, bahan ajar peserta didik, lembar kegiatan peserta didik, suasana belajar di kelas, cara penyajian materi oleh guru, penampilan guru, tanggapan peserta didik jika bahan kajian berikutnya diajarkan dengan menggunakan pembelajaran dengan pendekatan penemuan terbimbing, dan evaluasi (THB), yang diukur menggunakan angket respon peserta didik. 9. Berpikir kritis yang diteliti meliputi 5 indikator keterampilan berpikir kritis yaitu (1) mengidentifikasi alasan yang dinyatakan, mengidentifikasi kesimpulan, (2) mencatat hal-hal yang diperlukan, (3) Berhipotesis (4) Menggeneralisasi (5) Mengaplikasikan konsep.

E. Instrumen Penelitian Instrumen sebagai alat pengumpul data penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1. Lembar validasi perangkat pembelajaran

57 Lembar validasi ini bertujuan untuk memperoleh data tentang hasil validasi para ahli mengenai perangkat pembelajaran yang digunakan meliputi Buku ajar peserta didik (BAPD), lembar kegiatan peserta didik (LKPD), Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), tes keterampilan proses sains dan tes keterampilan berpikir kritis. Validator diminta menuliskan skor yang sesuai dengan memberikan tanda cek () pada tempat yang tersedia. 2. Lembar pengamatan aktivitas guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran penemuan terbimbing.Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung. Khususnya aktivitas guru dalam melaksanankan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran penemuan terbimbing yang meliputi

pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Dalam pengambilan data, pengamatan dilakukan oleh dua orang pengamat dengan menuliskan kategori-kategori skor yang muncul. 3. Lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran Lembar observasi ini disusun untuk memperoleh data di lapangan tentang keterlaksanaan perangkat pembelajaran yang digunakan. Data diperoleh melalui observer dengan melakukan pengamatan terhadap guru yang melaksanakan pembelajaran dikelas, dengan cara mengamati

keterlaksanaan tiap komponen atau aspek perangkat pembelajaran sesuai petunjuk yang diberikan. 4. Lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran

58 Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. 5. Lembar Pengamatan keterampilan proses sains Instrumen ini digunakan untuk mengamati keterampilan proses sains peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Lembar pengamatn ini diisi oleh pengamat dengan menuliskan tanda centang pada kolom pengamatan. Aspek-aspek yang diamati pada lembar pengamatan ini meliputi keterampilan hipotesis, merumuskan pertanyaan, keterampilan dan

merumuskan pengamatan,

keterampialn

melakukan data

eksperimen hasil

keterampilan

menganalisis

pengamatan,

keterampilan mengkomunikasikan hasil eksperimen dan keterampilan menarik kesimpulan. 6. Angket respon peserta didik Respon peserta didik adalah tanggapan peserta didik dalam bentuk angket terhadap proses dan komponen pembelajaran penemuan terbimbing. 7. Angket respon guru Respon guru adalah tanggapan guru dalam bentuk angket terhadap proses dan komponen pembelajaran penemuan terbimbing. 8. Tes keterampilan proses sains Tes yang diberikan setelah selesainya proses pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dan tes yang diberikan mengarah pada indikator keterampilan proses sains yang meliputi keterampilan merumuskan pertanyaan, keterampilam merumuskan

59 hipotesis, keterampialn melakukan data eksperimen dan pengamatan, keterampilan menarik

keterampilan

menganalisis hasil

hasil

pengamatan, dan

mengkomunikasikan kesimpulan.

eksperimen

keterampilan

9. Tes keterampilan berpikir kritis. Tes Keterampilan berpikir kritis adalah tes yang diberikan setelah selesainya proses pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing. Dan tes yang diberikan mengarah pada indikator-indikator berpikir kritis yang meliputi 5 indikator keterampilan berpikir kritis yaitu (1) mengidentifikasi alasan yang dinyatakan, mengidentifikasi kesimpulan, (2) mencatat hal-hal yang diperlukan, (3) Berhipotesis (4)

Menggeneralisasi (5) Mengaplikasikan konsep. F. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaa dan tahap pelaporan. 1. Tahap Persiapan Adapun hal-hal yang dilakukan pada tahap persiapan ini antara lain 1. Mengurus surat izin penelitian. 2. Mengkaji terbimbing. 3. Menyusun perangkat pembelajaran. 4. Menganalisis kurikulum KTSP untuk memilih standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan materi yang akan diajarkan. teori-teori pendukung tentang Pembelajaran penemuan

60 2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah 1. Menentukan subjek penelitian. 2. Menentukan waktu pelaksanaan penelitian. 3. Melaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model

perangkat yang telah disusun dengan peneliti bertindak sebagai guru mengajar dan dibantu oleh observer. 4. Memberikan tes akhir kepada peserta didik yang diteliti setelah selesai pembelajaran satu kompotensi dasar dan kemudian selanjutnya dianalisis untuk mengetahui hasil kegiatan pembelajaran dengan penemuan terbimbing. 3. Tahap Pelaporan Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis data hasil penelitian dan membuat laporan penelitian secara tertulis.

G. Prosedur Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Metode Penemuan Terbimbing

Prosedur pengembangan perangkat peneletian ini mengadaptasi pengembangan perangkat model 4D (four D model). Pengembangan perangkat model ini terdiri dari empat tahap, yaitu tahap pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate).

61 Berikut tahap pengembangan yang diadaptasi dari model 4-D Thiagarajan

1.

Tahap Pendefinisian

a. Analisis Peserta didik Analisis peserta didik merupakan telaah tentang karakteristik peserta didik kelas X2 MAN 2 Model Makassar. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menelaah karakteristik peserta didik yang meliputi latar belakang pengetahuan peserta didik, bahasa yang digunakan dan bertambahnya umur peserta didik. Hasil telaah tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran. b. Analisis Konsep Analisis konsep bertujuan untuk mengidentifikasi, merinci, dan menyusun secara sistematis konsep-konsep utama yang akan dipelajari peserta didik. Konsep-konsep itu disusun secara hirarkis dan memilah-milah konsep berdasarkan peranannya dalam materi yang harus diajarkan. c. Analisis Tugas Pada analisis tugas kegiatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi keterampilan keterampilan utama yang diperlukan untuk merancang tugas-tugas yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti pembelajaran berdasarkan analisis konsep d. Spesifikasi Tujuan Pembelajarn Berdasarkan analisis konsep dan analisis tugas, maka dalam kegiatan ini akan dirumuskan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada kompetensi dasar

62 dan indikator pembelajaran yang ingin dicapai. Perincian spesifikasi tujuan perangkat pembelajaran

pembelajaran merupakan acuan dalam merancang

dengan strategi pembelajaran aktif dan penyusunan tes pada materi suhu dan kalor.

2.

Tahap Perancangan

a. Pemilihan media/sumber pembelajaran Pemilihan media dilakukan dengan tujuan menentukan media yang sesuai untuk menyajikan materi pembelajaran yakni materi suhu dan kalor. Pemilihan media belajar disesuaikan dengan analisis konsep, analisis tugas, dan fasilitas yang ada di sekolah. b. Pemilihan format Pemilihan format perangkat pembelajaran dimaksudkan untuk mendesain atau merancang isi pembelajaran, pemilihan strategi, pendekatan metode pembelajaran dan sumber belajar yang akan dikembangkan. c. Perancangan awal perangkat pembelajaran Kegiatan pada desain awal meliputi penulisan rancangan awal perangkat pembelajaran untuk materi Kemagnetan. Penulisan perangkat pembelajaran meliputi Buku Peserta didik, Lembar Kegiatan Peserta didik(keterampilan proses sains), Rencana persiapan Pembelajaran, dan Tes kemampuan berpikir kritis.

63 3. Tahap Pengembangan

a. Validasi ahli Setelah Draft I selesai, selanjutnya dilakukan validasi (penilaian) oleh beberapa orang ahli (expert judgment) yang berkompeten untuk menilai perangkat pembelajaran dan memberikan masukan atau saran, guna penyempurnaan Draft I. Mereka yang dipilih adalah dosen S2 atau S3 Pendidikan Fisika. Validasi ini secara umum mencakup kebenaran substansi, kesesuaian dengan tingkat berpikir peserta didik dan kesesuaian dengan prinsip, serta karakteristik peserta didik. Berdasarkan penilaian, koreksi, masukan dan saran para validator ini selanjutnya dilakukan revisi terhadap draft I sehingga diperoleh draft-II. b. Simulasi RPP Simulasi rencana pelajaran dilakukan untuk melatih pengajar dalam mengoprasikan rencana pelajaran yang dilengkapi dengan perangkat pembelajaran terkait. Dalam kegiatan simulasi ini peneliti mensimulasikan salah satu RPP Yang diamati oleh dosen fisika. Dalam hal ini pula, peneliti bertindak sebagai guru dan yang menjadi peserta didik adalah sejumlah rekan-rekan mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan masukan dari kegiatan simulasi, dilakukan revisi terhadap perangkat pembelajaran yang hasilnya siap untuk diujicobakan. c. Uji coba perangkat pembelajaran Setelah dihasilkan perangkat pembelajaran draft-II, selanjutnya

dilaksanakan ujicoba perangkat pembelajaran pada peserta didik yang menjadi subjek penelitian.

64 G. Tekhnik Analisis Data Untuk menganalisis data pada penelitian ini digunakan tekhnik analisis statistik deskriptif. Data yang dianalisis adalah :

1.

Analisis Validitas Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian Perangkat pembelajaran yang digunakan meliputi RPP, LKS, bahan ajar,

lembar pengamatan keterampilan proses sains, tes keterampilan proses sains dan tes keterampilan berpikir kritis. Untuk mengetahui kevalidan perangkat yang digunakan dan instrument penelitian, dilakukan uji validasi oleh ahli. Data hasil validasi para ahli untuk masing-masing perangkat pembelajaran dianalisis secara deskriptif kualitatif berupa penilaian umum yang meliputi: baik sekali, baik, kurang baik, serta tidak baik. Perangkat pembelajaran ini dapat digunakan dengan kategori: tanpa revisi, sedikit revisi, banyak revisi, tidak dapat digunakan masih memerlukan konsultasi. Tingkat validasi masing-masing perangkat pembelajaran ditentukan dengan memperhatikan hasil penilaian semua validator. Analisis dilakukan terhadap semua butir penilaian yang telah dilakukan oleh masing-masing validator. Analisis data kevalidan perangkat pembelajaran menurut Nurdin (2007) adalah sebagai berikut: 1. Melakukan rekapitulasi hasil penelitian ahli ke dalam Tabel yang meliputi: (1) aspek (Ai), (2) kriteria (Ki), dan (3) hasil penilaian validator (Vij).

65 2. Mencari rerata hasil penilaian ahli untuk setiap kriteria dengan rumus:

Ki
Dengan

V
j 1

ij

K i = rata-rata kriteria ke-i


Vij = skor hasil penilaian kriteria ke-i oleh penilai ke-j n = banyaknya penilai.

3.

Mencari rerata tiap aspek dengan rumus

Ai

K
j1

ij

Dengan:

Ai = rata-rata nilai aspek ke-i


K ij = rata-rata aspek ke-i kriteria ke-j
n = banyaknya kriteria dalam aspek ke-i 4. Mencari rerata total ( X ) penilaian validator dengan rumus:

A
i 1

dengan:
X = rata-rata total

Ai = rata-rata aspek ke-i


n = banyak aspek

66 Validitas format perangkat pembelajaran akan ditentukan dengan mencocokkan rata-rata total validitas seluruh butir penilaian dengan kriteria validitas berikut:

Tabel 3.1 Interpretasi Nilai Validasi Ahli Nilai 3,5 V 4 2,5 V< 3,5 1,5 V< 2,5 V < 1,5 Sumber :Nurdin (2007) Kategori Sangat Valid Valid Cukup Valid Tidak Valid

Analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat realibilitas oleh dua orang pengamat validator (pada aspek yang sama) pada lembar instrumen

perangkat pembelajaran, digunakan interobsever agreements dengan analisis statistik persentage of agreement, menurut Grinnell (1988) yaitu:
Agreements ( A) 100 % Disagreeme nts ( D) Agreements ( A)

Keterangan:
A = rerata derajat agremeent dari validator pada pasangan nilai (3,3), (4,3), (4,4)

dan ssebaliknya
D = rerata derajat disagremeent dari validator pada pasangan nilai (1,1), (1,2),

(1,3), (1,4), (2,2), (2,3), (2,4) dan sebaliknya


R = koefisien (derajat) reliabilitas instrumen.

Instrumen dikatakan baik jika mempunyai koefisien reliabilitas 0,75 atau 75 %.

67 2. Analisis Data Hasil Penelitian a. Analisis Keterlaksanaan Perangkat Pembelajaran Kegiatan yang dilakukan dalam proses analisis data keterlaksanaan perangkat pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Mencari rata-rata untuk setiap aspek pengamatan setiap pertemuan.

Ami

K
j 1

ij

(Nurdin, 2007)

Keterangan: Ami = rata-rata aspek ke i Kij = rata-rata aspek ke - i kriteri ke j N 2. = banyaknya kriteria dalam aspek ke - i

Mencari rata-rata tiap aspek pengamatan untuk t kali pertemuan dengan rumus:

Ai

m 1

A
t

mi

KeteranganS Ai = Rata-rata nilai aspek ke - i Ami = Rata-rata spek ke - i kriteria ke - j t = Banyaknya pertemuan

68 3. Menentukan kategori keterlaksanaan setiap aspek atau keseluruhan aspek dengan mencocokkan rata-rata setiap aspek ( At ) atau rata-rata total ( x ) dengan kategori yang telah ditetapkan. 4. Kategori keterlaksanaan setiap aspek atau keseluruhan aspek keterlaksanaan perangkat yang dikutip dari Nurdin (2007) dapat dilihat pada Tabel 3.2 dibawah ini. Tabel 3.2 Kategori Keterlaksanaan Perangkat Pembelajaran Interval Nilai 1,5 M < 2,0 0,5 M < 1,5 0,0 M < 0,5 Kategori keterlaksanaan Terlaksana Seluruhnya Terlaksana Sebagian Tidak Terlaksana

Keterangan M = Ai , Untuk mencari keterlaksanaan setiap perangkat M = x , Untuk mencari keterlaksaan keseluruhan aspek Kriteria yang digunakan untuk memutuskan bahwa perangkat pembelajaran memiliki derajat keterlaksanaan yang memadai adalah x dan Ai minimal berada pada kategori terlaksana sebagian. b. Analisis Data Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Tingkat kemampuan guru tiap pertemuan dalam mengelola proses pembelajaran dianalisis dengan cara menjumlahkan nilai tiap aspek kemudian membaginya dengan banyak aspek yang dinilai. Aspek yang dimaksud meliputi Pebdahuluan/kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup, pengelolaan waktu

69 dan antusias kelas yang diukur dengan instrument lembar pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Menurut Nurdin (2007) pengkategorian kemampuan guru tersebut digunakan kategori pada Tabel 3.3 sebagai berikut.

Tabel 3.3 Kategori Kemampuan Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Kemampuan Guru KG < 1.5 1.5 KG < 2.5 2.5 KG < 3.5 3.5 KG < 4,0 Kriteria Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

c.

Analisa Data Kinerja Proses Peserta Didik Kinerja proses (keterampilan proses) yang diamati meliputi 5 keterampilan

yaitu, keterampilan merumuskan pertanyaan, keterampilan merumuskan hipotesis, keterampilan mengumpulkan melakukan dan eksperimen data dan dan pengamatan, keterampilam keterampilan merumuskan

menganalisis

kesimpulan. . Data aktivitas belajar peserta didik dianalisis dengan menggunakan persentase :

Interpretasi hasil data kinerja proses peserta didik adalah sebagai berikut:

70 Tabel 3.4 Interpretasi Keterampilan Proses Sains Peserta didik Persentase KPS peserta didik < 20,00 21,00 40,00 41,00 60,00 61,00 80,00 81,00 100 Sumber adaptasi (Riduwan,2010) Interpretasi Sangat Kurang Kurang Cukup Baik Baik Sangat Baik

Penelitian ini dianggap berhasil ketika pesentase KPS peserta didik berada dalam kategori cukup Baik. d. Analisis respon peserta didik Data hasil angket respon peserta didik dianalisis dengan menentukan persentase jawaban peserta didik untuk setiap aspek respon

PRS

A x100% B

(Trianto, 2010b)

Keterangan: PRS = persentase respon peserta didik.

A = jumlah skor perolehan respon peserta didik. B = jumlah maksimal angket respon.
Dengan kategori ditunjukan pada Tabel 3.5.

71 Tabel 3.5 Interpretasi data respon peserta didik Persentase respon peserta didik terhadap proses pembelajaran < 20,00 21,00 40,00 41,00 60,00 61,00 80,00 81,00 100 (Sumber adaptasi Riduwan, 2010) Interpretasi Tidak Positif Kurang positif Cukup Positif positif Sangat Positif

Perangkat pembelajaran dikatakan efektif jika persentase respon peserta didik minimal berada dalam kategori positif.

e.

Analisis Respon Guru Data hasil angket respon guru dianalisis dengan menentukan persentase

jawaban guru untuk setiap aspek respon

PRS

A x100% B

(Trianto, 2010b)

Keterangan: PRS = persentase respon guru.

A = jumlah skor perolehan respon guru. B = jumlah maksimal angket respon.


Dengan kategori ditunjukan pada Tabel 3.6.

72 Tabel 3.6 Interpretasi data respon guru Persentase respon guru terhadap proses pembelajaran < 20,00 21,00 40,00 41,00 60,00 61,00 80,00 81,00 100 (Sumber adaptasi Riduwan, 2010) Interpretasi Tidak Positif Kurang positif Cukup Positif positif Sangat Positif

Perangkat pembelajaran dikatakan efektif jika persentase respon guru minimal berada dalam kategori positif.

f.

Tes Keterampilan Proses Sains dan Keterampilan berpikir Kritis Data hasil tes keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kritis

fisika peserta didik dianalisis secara deskriptif dan menggunakan kategorisasi skala 5 (pengubahan skor mentah hasil tes menjadi nilai standar berskala lima) dengan patokan sebagai berikut:

A Mean + 1,5 SD B Mean + 0,5 SD C Mean - 0,5 SD D Mean - 1,5 SD (Sudijono, 2009) E

73

H. Jadwal Kegiatan Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan selama 7 Bulan, yaitu mulai dari bulan oktober 2012 sampai dengan April 2013. Jadwal kegiatan penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 3.8 Jadwal Penelitian No 1 Kegiatan Penelitian 1 Persiapan Penyusunan Proposal Seminar Proposal Perbaikan/Revisi Proposal Pengurusan Izin Proposal Penyusunan Instrumen Validasi/Revisi Instrumen Uji coba instrumen/Pengumpulan Data Pengolahan dan Analisis data X X X X X X X X 2 Bulan Ke 3 4 5 6 7 Ket

2 3

74 4 5 6 7 Penyusunan laporan Penelitian Pelaksanaan Seminar Hasil perbaikan Laporan Penelitian Penyajian laporan I. Rencana Biaya Penelitian X X X X

Tabel 3.9 Rencana Biaya Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Penelitian Persiapan Uji Coba Instrumen/Pengumpulan data Pengolahan dan analisis data Penyusunan laporan penelitian Pelaksanaan seminar hasil Perbaikan laporan penelitian Penyajian Laporan (ujian tesis) Biaya Transportasi Total Biaya Biaya (Rp) 4.000.000 2.000.000 1.000.000 1.500.000 2.500.000 1.500.000 2.500.000 1.500.000 16.500.000