Anda di halaman 1dari 58

Karsinoma Buli Buli Karsinoma Prostat Tumor Testis Tumor Penis

Merupakan 2% dari seluruh keganasan dan keganasan nomor 2 setelah karsinoma prostat. 2x lebih sering menyerang pria. Kejadian meningkat pada daerah industri. Etiologi dan Faktor risiko: 1) Pekerjaan. pekerja pabrik kimia (cat, lab, korek api, tekstil, kulit, pekerja pencukur rambut) sering terpapar oleh bahan karsinogen ~ senyawa amin aromatik (2-naftilamin, bensidin, dan 4-aminobifamil).
2) Perokok.

perokok >>> bukan perokok ~ 2 6x. bahan karsinogen amin aromatik dan nitrosamin.

3) Infeksi saluran kemih.

kuman kuman seperti E. Coli dan Proteus spp yang menghasilkan zat karsinogen ~ nitrosamin
4) Kopi, pemanis buatan, dan obat - obatan.

~ sakarin, siklamat ~ obat siklofosfamid (intravesika), fenasetin, opium, dan obat antituberkulosa (INH) dalam jangka waktu lama

Bentuk Tumor

Perjalanan Penyakit

Tumor superfisial infiltrasi menembus dinding vesica urinaria dan menyebar ke jaringan sekitar.

Limfogen
Hematogen

kel limfe perivesika, obturator, iliaka eksterna, dan komunis.


hepar, paru paru, dan tulang.

Jenis Histopatologi

Karsinoma sel transisional

90% Multifokal (pielum, ureter, uretra posterior)

Karsinoma sel skuamosa

10% Akibat rangsangan kronis (infeksi, batu, kateter, cacing, obat)

Adenokarsinoma

2% Primer, Urakhus persisten, Sekunder

Stadium

non muscle invasive

muscle invasive

MARSHAL

Manifestasi Klinis
PAINLESS

HEMATURIA

TOTAL

INTERMITTENT

Obstruksi saluran kemih bagian atas ~ retensi bekuan darah


Edema tungkai ~ penekanan aliran limfe oleh massa tumor atau kel limfe yang membesar di daerah pelvis

Pemeriksaan Fisik

Palpasi bimanual dengan narkose umum (agar otot buli buli relaks) pada saat sebelum dan sesudah reseksi tumor TUR buli buli. Jari telunjuk tangan kanan melakukan colok dubur atau colok vagina; sedangkan tangan kiri melakukan palpasi buli buli di daerah suprasimfisis untuk memperkirakan luas infiltrasi tumor.

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium:
o Laboratorium rutin

o Sitologi urin ~ sel urotelium yang terlepas bersama urin


o Cell surface antigen o Flow cytometri ~ kelainan kromosom sel sel urotelium

Pencitraan:
o BNO IVP ~ fungsi ginjal, hidroureter/hidronefrosis, filling defect o CT scan ~ menentukan ekstensi tumor ke organ sekitar o MRI

Penatalaksanaan

Tindakan yang pertama kali dilakukan adalah TURB (Transurethral Resection of Bladder) sekaligus ditentukan luas infiltrasi tumor.

Tindakan selanjutnya tergantung pada stadium:


1) Tidak perlu terapi lanjutan, observasi / pengawasan ketat ~ wait and see

2) Instilasi intravesika dengan obat seperti Mitomisin C, BCG, 5-Fluoro Uracil,

Siklofosfamid, Doksorubisin, atau Interferon


3) Sistektomi radikal, parsial, atau total 4) Radiasi eksterna 5) Ajuvantivus kemoterapi sistemik seperti regimen Sisplatinum-Metotreksat

(MTX)-Vinblastin (CMV) atau regimen Metotreksat-Vinblastin-DoksorubisinSisplatinum (MVAC).

STADIUM
Non muscle invasive
(stadium Tis, Ta, T1)

TINDAKAN
-. TURB -. Instilasi intravesika -. TURB -. Sistektomi dengan/tanpa Radiasi -. Ajuvantivus kemoterapi -. Radiasi paliatif

Muscle invasive localized


(stadium T2/3a)

Muscle invasive locally advanced and Metastasis


(stadium T3b/4 dan M1)

Diversi Urin

Dilakukan setelah tatalaksana sistektomi radikal. Tujuan pengalihan aliran urin dari ureter. Terdapat beberapa cara diversi urin.

Ureterosigmoidostomi

Konduit usus

Diversi urin kontinen

Diversi urin Orthotopic

Kontrol Berkala

Pemeriksaan berkala:
Pemeriksaan klinis

Sitologi urin
Sistoskopi

Tahun keI II

Jadwal Pemeriksaan
3 bulan sekali 4 bulan sekali

III dan seterusnya

6 bulan sekali

Keganasan terbanyak urogenital pria. Usia > 50th , 70 80th ~ 30% > 80th ~ 75% Etiologi dan Faktor risiko: 1) Usia. 15 30% pria usia 50th menderita kanker prostat secara samar 60 70% pria usia 80th memiliki gambaran histologi kanker prostat (data autopsi William et al, 2000) 2) Ras. penderita tertinggi pada pria ras Afrika Amerika pria kulit hitam >>> pria kulit putih ~ 1.6x (Moul et al, 2005) 3) Predisposisi genetik. risiko ~ 2x jika saudara laki laki menderita penyakit ini risiko ~ 5x jika ayah dan saudaranya juga menderita

4) Faktor hormonal.

~ hormon Testosteron
5) Pola makan.

pola makan diduga memilik pengaruh dalam perkembangan berbagai jenis kanker atau keganasan. diet yang meningkatkan risiko: -. Diet tinggi lemak -. Daging merah -. Hati -. Susu yang berasal dari binatang
6) Infeksi.

diet yang menurunkan risiko: -. Vitamin A , Beta-carotene -. Isoflavon, Fitoestrogen -. Likofen -. Selenium -. Vitamin E

Patogenesis

Jenis histopatologi terbesar adalah adenokarsinoma, selebihnya transisional sel karsinoma. 75% pada zona perifer prostat dan 15 20% pada zona sentral dan transisional.

Manifestasi Klinis

Pada stadium dini, sering tidak menimbulkan gejala. Gejala pembesaran prostat jinak : gangguan berkemih (tersendat atau tidak lancar). Gejala metastasis : nyeri tulang dan gangguan saraf.

Advanced Locally advanced Early stage


asimptomatis
Kesulitan miksi Hematuria Disuria Nyeri tulang Gangguan saraf

Pemeriksaan Fisik

Digital rectal toucher Stadium dini seringkali tidak ditemukan kelainan Berupa nodul dengan perabaan yang keras pada prostat

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium: Prostate Specific Antigen (PSA)

Pemeriksaan Penunjang

Histopatologi: Biopsi ~ Gleason Grading System


-. Primary pattern -. Secondary pattern

GRADE
24 57 8 10

TINGKAT HISTOPATOLOGI
Well differentiated Moderately differentiated Poorly differentiated

Pemeriksaan Penunjang

Radiologi: USG transrektal (TRUS)


area hipo ekoik, kemungkinan adanya

ekstensi tumor ke ekstrakapsuler

CT-scan, MRI Kecurigaan adanya metastasis pada limfonudi Skor Gleason yang tinggi (>7) Kadar PSA tinggi
Bone scan Kecurigaan adanya metastasis hematogen pada tulang

Stadium

Penatalaksanaan

Tindakan yang dilakukan terhadap pasien kanker prostat tergantung pada stadium, umur harapan hidup, dan derajat diferensiasinya:

STADIUM
T1 T2

ALTERNATIF TERAPI
Radikal prostatektomi Observasi

T3 T4
N atau M

Radiasi Prostatektomi
Radiasi Hormonal

Penatalaksanaan
1.

Observasi.
~ Stadium T1 dengan umur harapan hidup kurang dari 10 tahun.

2.

Prostatektomi radikal
~ Stadium T1-2 N0 M0. ~ penyulit: perdarahan, disfungsi ereksi, inkontinensia.

3.

Radiasi
~ Pada pasien tua, pasien dengan tumor loko-invasif, dan tumor yang telah metastasis.

4.

Terapi hormonal
~ Hugins concept: sel epital prostat akan mengalami atrofi jika sumber androgen ditiadakan ~ Androgen deprivation therapy (ADT)

Orkidektomi LHRH agonis Anti-androgen: ~ non-steroid menghambat sintesa


ketonazole, spironolakton.

antagonis reseptor androgen flutamid, casodex, siproheptadin. ~ steroid siproteron asetat

Blokade androgen total kombinasi

Hormone / castrate refractory prostate cancer (HRCP/CRCP)

Terjadinya kekambuhan kanker prostat meskipun pasien masih mendapatkan ADT, atau kadar testosteron masih dalam kadar kastrasi (<50 ng/dl). Hipotesis:
1) Mutasi reseptor androgen 2) Amplifikasi/overekspresi reseptor androgen 3) Meningkatnya sintesis reseptor androgen intrakrin 4) Perubahan kofaktor reseptor androgen yang berakibat perubahan aktivitas

signalingligand-receptor 5) Crosstalk dengan beberapa sitokin dan growth factor

Terapi: docetaxel/prednison, mitoxantrone/prednison, estramustine, atau kombinasi

Keganasan terbanyak pada pria dengan usia 15 35th Merupakan 1 2% semua neoplasma pada pria

Etiologi dan Faktor risiko:


1) Maldesensus testis. 2) Trauma testis. 3) Atrofi atau infeksi testis. 4) Pengaruh hormon.

Klasifikasi
Seminoma Spermatosistik, Anaplastik, Klasik Germinal Karsinoma sel embrional. Korio karsinoma, Teratoma, Tumor yolk sac

PRIMER

Non-Seminoma

Non-Germinal
Tumor Ganas Testis

Tumor sel Leydig

Tumor sel Seroli

Gonadoblastoma

SEKUNDER

Limfoma, Leukemia infiltratif

Stadium Tumor

Penyebaran Tumor

Limfogen : kel limfe retroperitoneal (para aorta) Hematogen : Korio karsinoma paru, hepar, otak

Gambaran Klinis

Anamnesis:
o Pembesaran testis o Nyeri dan terasa berat ~ 30% o Massa di perut sebelah atas ~ 10% o Benjolan pada kelenjar leher o Ginekomastia ~ 5%

lanjut

Pemeriksaan Fisik:
o Benjolan padat keras pada testis
o Tidak nyeri pada palpasi o Transiluminasi (-) o Massa di abdomen o Benjolan di kelenjar supraklavikuler o Ginekomastia

lanjut

Penanda Tumor pada Beberapa Jenis Tumor Testis


Penanda Tumor Feto Protein
Glikoprotein

Keterangan

Di Produksi oleh
Karsinoma embrional Teratokarsinoma Tumor yolk sac

Waktu Paruh
5 7 hari

Human Chorionic Gonadotropin (HCG)

Glikoprotein pada semua pasien koriokarsinoma, 40 60% karsinoma embrional, 5 10% seminoma

Jaringan trofoblas

24 36 jam

NON - SEMINOMA Penanda Tumor Feto Protein Human Chorionic Gonadotropin (HCG) SEMINOMA Non Korio Ca
7% 40 70% 25 60%

Korio Ca
100%

Pencitraan
Ultrasonografi
Dapat membedakan lesi intra atau ekstra-testikuler Dapat membedakan massa padat atau kistik

MRI
Dapat mengenali tunika albuginea secara terperinci Menentukan luas ekstensi tumor testis

CT scan
Dapat menentukan ada tidaknya metastasis pada retroperitoneum

Penatalaksanaan

PVB RPLND

: regimen terapi Sisplatinum, Vinblastin, dan Bleomisin : Retroperioneal Lymphnode Disection

Tumor ganas yang terdapat pada penis terdiri atas: Karsinoma sel basal Melanoma Tumor mesenkim Karsinoma sel skuamosa, paling banyak dijumpai, berasal dari
o Kulit prepusium o Glans o Shaft (batang) penis

Etiologi:

Iritasi smegma ~ inflamasi kronis sehingga merangsang timbulnya

keganasan penis.
Sirkumsisi pada anak atau bayi dapat memperkecil kejadian karsinoma

penis dikemudian hari.


Angka kejadian meningkat pada pria dengan suku bangsa India, Cina,

dan Afrika.

Perjalanan Penyakit

Advanced Locally advanced


Tumor membesar Merusak jaringan sekitar Invasi limfogen Kel. limfe inguinal Kel. limfe pelvis Kel. limfe subklavia

Early stage
Tumor papiler Lesi eksofitik Lesi datar Lesi ulseratif

Fasia Buck ~ barrier / penghambat dalam penyebaran sel sel kanker penis.
Jika terinfiltrasi, sel kanker lebih mudah mengadakan invasi hematogen.

Staging

Berdasarkan Jackson (1996):

STAGE I II

Tumor
Terbatas pada glans penis atau prepusium Sudah mengenai batang penis

III
IV

Terbatas pada batang penis tetapi metastasis kelenjar limfe inguinal

sudah

didapatkan

Sudah melampaui batang penis dan kelenjar limfe inguinal (inoperable) atau telah terjadi metastasis jauh

Manifestasi klinis dan Diagnosis

Klinis:
Lesi primer berupa tumor kotor, berbau, sering mengalami infeksi, ulserasi, dan

perdarahan.
Pasien tidak jarang datang berobat terlambat. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi. Pembesaran kelenjar limfe subklavia.

Diagnosis:
Pemeriksaan Patologi Pemeriksaan Pencitraan

biopsi lesi primer menentukan penyebaran tumor

Penatalaksanaan
Target
Lesi primer Sirkumsisi Penektomi parsial

Terapi

Keterangan
tumor terbatas pada prepusium penis. pengangkatan tumor dengan jaringan sehat 2cm dari proksimal tumor. tumor terbatas pada glans atau batang penis distal. tumor proksimal batang penis. eksisi tumor dengan bantuan sinar laser. krim 5 fluoro urasil 5%. untuk tumor karsinoma in situ.

Penektomi total + uretrostomi perineal Laser Nd:YAG Kemoterapi topikal Radiasi Kelenjar limfe regional (inguinal)

TERAPI

Lesi primer

Kelenjar limfe regional

DOWN STAGING
Apabila kelenjar limfe inguinal sangat besar ~ inoperable, dapat dicoba pemberian sitostatika atau radiasi paliatif.

Antibiotika (4 6 minggu)

Menghilang

Menetap

Observasi

Diseksi kel limfe bilateral