Anda di halaman 1dari 17

MASA PERJUANGAN DI NUSANTARA SEBELUM 1908

Oleh kelompok 5 : I WAYAN ANDIS INDRAWAN I PUTU ADI SUDIANTARA I WAYAN YUS ARSADI I PUTU GUNAWAN I KADEK RADITYA WIGUNA NI LUH MADE ARDIANTI NI MADE ARIWIRA ASTUTI 1304505014 1304505015 1304505017 1304505019 1304505021 1304505031 1304505032

DESAK MADE DEWI CHANDRAWATI 1304505036

JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2013

DAFTAR ISI

Pendahuluan ........................................................................................................................................... Rumusan Masalah .................................................................................................................................. Tujuan .................................................................................................................................................... Metode Penulisan ................................................................................................................................... Pembahasan............................................................................................................................................ Kesimpulan ............................................................................................................................................ Daftar Pustaka ........................................................................................................................................

PENDAHULUAN

Bangsa indonesia memliki sejarah yang sangat panjang, hidup dalam kemakmuran dan ketentraman selama berabad abad, kerajaan besar dan kecil banyak berdiri di nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit, kerajaan yang melambangkan kejayaan dan kemakuran dengan berbagai budaya dan ajaran seperti hindu, budha, islam, yang turut menghias nusantara. Semenjak munculnya bangsa - bangsa Eropa pada abad ke-16 yang berlayarlah ke wilayah Timur. Diantaranya adalah Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Tujuan mereka mencari rempah-rempah. Selain itu mereka juga menyebarkan agama Kristen. Dari pelayaran tersebut sampailah mereka ke Nusantara. Setelah sampai di Nusantara timbullah keserakahan mereka. Semula mereka hanya berdagang kemudian mereka ingin menguasai Nusantara. Diantara mereka yang paling lama menguasai dan menjajah Indonesia adalah bangsa Belanda. Kita mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam membebaskan dirinya dari belenggu penjajahan. Bagaimana rakyat Indonesia mengadakan perjuangan, khususnya sebelum tahun 1908. Dimana ketika itu bangsa kita, masih dalam bentuk kerajaan dan wilayah-wilayah kita pun belum merupakan satu kesatuan, dan masih melakukan perjuangan dengan sendiri sendiri yang bersifat kedaerahan yang menyebabkan para penjajajah dapat mengalahkan kita secara sedikit ddemi sedikit. Di saat itu mungkin bangsa kita masih terbilang sangat lemah untuk menghadapi kaum penjajah dengan berbagai problema yang dihadapi oleh bangsa kita kal itu dari dalam dan luar. Karena belum merupakan satu kesatuan, para penjajah pun banyak memiliki siasat licik untuk semakin memecah belah kita, demi tercapainya tujuan mereka untuk menguasai wilayah usantara ini yang kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah.

RUMUSAN MASALAH

1. Perbedaan antara imperialisme dengan kolonialisme ? 2. Perjuangan terhadap penjajah di wilayah aceh, makasar, kalimantan, maluku, bali, jawa, kemukakan faktor pencetus perjuangannya, hasil yang dicapai, dan faktor kekalahannya? 3.Peran seorang dr.snouck horgroenje dalam penaklukan aceh oleh belanda? 4. Apa yang dimaksud devida at impera? 5. Sistem-sistem yang diterapkan oleh penjajah dalam menguasai nusantara? 6. Bukti-bukti perjuangan pada masa itu sebagai simbol penolakan dan perlawanan terhadap penjajah? 7. Kaitan masa perjuangan dengan nilai nilai pancasila, menurut saudara apakah pada masa itu telah ada pelaksanaan nilai pancasila? Nilai apa yang dominan? 8. Faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan perjuangan yang terjadi pada masa itu?

Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah pada masa sebelum tahun 1908 serta mengetahui nilai nilai pancasila telah melekat pada diri para pejuang Nusantara.

Metode Penulisan

Metode yang kami gunakan adalah: - Metode Pustaka Metode pustaka dilakukan dengan menggali informasi yang dibutuhkan dengan cara mencari literatur di beberapa situs internet. Melalui focus grup

Metode ini dilakukan dengan melakukan diskusi kelompok dengan topic bahasan yang sesuai judul.

PEMBAHASAN
Roda perputaran nasib pasti akan berputar setelah diatas pasti akan pernah di bawah begitu pula nasib dari Nusantara di masa kerajaan Hindu, Budha dan Islam Nusantara mengalami masa- masa jayanya ketika kerajaan kerajaan pada saat itu menguasai seluruh Nusantara dan bahkan sampai ke negeri China dan Australia dan sekitarnya. Setelah runtuhnya kerajaan besar tersebut mengakibatkan terjadinya proses transisi dimana arus perubahan mulai muncul. Diawali dengan kedatangan Portugis diikuti Spanyol, Inggris, Belanda dan Negara Eropa lainnya yang mencari dagangan sampai ke Nusantara. Kedatangan mereka disambut baik oleh rakyat namun karena keserakahannya membuat mereka menjadi rakus akan kekayaan dan berencana untuk menguasai Nusantara dengan siasat siasatnya. Karenanya timbul perlawanan perlawanan dari rakyat Nusantara di daerah daerah. Dengan berbagai cara para penjajah berusaha menguasai Nusantara agar mereka dapat mendapat untung yang sebesar besarnya. Kita akan membahas tentang perjuangan melawan penjajah pada masa sebelum 1908 yang terjadi di Nusantara dan apa saja yang terjadi pada masa itu. Perbedaan dari kolonialisme dan imperialisme dilihat dari : a. Asal Kata Kolonialisme berasal dari kata colonia dalam bahasa latin yang artinya tanah permukiman/ jajahan. Imperialisme berasal dari kata imperator yang artinya memerintah. Atau dari kata imperium yang artinya kerajaan besar dengan memiliki daerah jajahan yang amat luar.

b. Pengertian Kolonialisme adalah suatu sistem dimana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negeri asal. Imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lainnya. c. Tujuan Penguasaan Wilayah Kolonialisme tujuannya untuk menguras sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi perkembangan industri dan memenuhi kekayaan negara yang melaksanakan politik kolonial tersebut. Imperialisme, melakukan penjajahan dengan cara membentuk pemerintahan jajahan dan dengan menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan di daerah jajahan. Perbedaan ini memperlihatkan ideolaogi para penjajah yang dibawa ke Nusantara.

Perjuangan Rakyat di Kalimantan, Makasar, Maluku, Aceh, Bali dan Jawa Perang Banjar (1859-1905) adalah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang terjadi di Kesultanan Banjar yang meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Perang Banjar berlangsung antara 1859 -1905. Konflik dengan Belanda sebenarnya sudah mulai sejak Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Kesultanan Banjar. Dengan ikut campurnya Belanda dalam urusan kerajaan, kekalutan makin bertambah. Selain itu sebab lainnya adalah Karena Pangeran Hidayatullah yang seharusnya menjadi Sultan Banjar tidak disetujui oleh Belanda yang kemudian menganggap Tamjidullah sebagai sultan yang sebenarnya tidak berhak menjadi sultan. Kemudian setelah Belanda mencopot Tamjidullah dari kursi sultan, Belanda membubarkan Kesultanan Banjar. Setelah sekian tahun Belanda mempermainkan kesultanan tempat kelahirannya akhirnya perang pun dimulai. Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari menggunakan strategi perang gerilya dengan membuat kerajaan baru di pedalaman dan membangun benteng-benteng pertahanan di hutan-hutan. Namun setelah berperang Pangeran Hidayatullah tertangkap dan Pangeran Antasari wafat, perjuangan tetap berlanjut yang dipimpin oleh Gusti Mat Seman, Gusti Acil, Gusti Muhammad Arsyad, dan Antung Durrahman. Oleh pemimpin-pemimpin tersebut, rakyat masih bergerilya dengan se-sekali melakukan serangan kepada Belanda sampai awal abad ke-20. Dengan hilangnya para pemimpin, maka perlawanan rakyat Banjar pun menjadi lemah. Akhirnya perlawanan pun padam. Selanjutnya Banjarmasin sepenuhnya dikuasai Belanda. Sebanyak 250 kapal perang dari kerajaan Gowa Makassar, meninggalkan pelabuhan Galesong, menuju laut Banda. Beriringan dengan penuh ketegangan dan membawa serta meriam anak Makassar yang begitu tersohor. Diantara kapal-kapal itu, ada dua kapal yang berukuran lebih besar sebagai pemimpin armada, namanya Tunipalangga dan Gallek Karaenta. Tunipalangga di komondai oleh I Makkuruni dan Gallek Karaenta dipimpin oleh panglima perang laut paling tersohor di Kerjaan Gowa, adalah Itanrawa Daeng Riujung Karaeng Bontomarannu. Pasukan-pasukan Belanda menjulukinya Admiral Monte Maranno. Pada 10 Juni 1669, armada kapal Gowa itu menghadang 200 armada kapal Belanda yang dipimpin oleh Admiral Johan van Daam. Dia adalah seorang pemipin yang pernah menghadapi langsung I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape bergelar Sultan Hasanuddin. Johan van Dam didampingi oleh seorang perwira yang cakap yakni Kolonel Marco de Bosch dan Kapten de Larssen. Tak hanya itu, beberapa sekutu lainnya ikut menemani antara lain raja Kerajaan Bone Latenritatta Aruppalakka, hingga perwakilan dari armada Buton dan Ambon. Para pembesar itu berdiskusi ringan di atas kapal induk Van Hoyer. Pertempuran pun tak dapat dihindari. Semua kapal siaga. Van Dam merasa terkurung. Strateginya mulai berjalan, beberapa kapal mulai dibelokkan ke arah Selatan untuk mengurung pasukan Gowa. Tapi itu tak berlangsung, sebab kapal rombongan Tunipalangga yang berpisah dengan Gallek Karaengta sejak di laut Selayar lebih dulu berbelok menghadang dari arah belakang.

Lalu tibalah saatnya, meriam anak Makassar di ledakkan. Suaranya menggelegar memenuhi laut Banda yang diguyur hujan deras. Meriam itu sangat dikenal dan ditakuti oleh Kompeni. Daya jangkau ledakannya sangat jauh dan pelurunya sangat besar. Pasukan Belanda tak menyangka jika anak Makassar akan dibawa serta ke lautan, karena keberadaannya sebelumnya adalah di dinding benteng Somba Opu pusat utama kerajaan Gowa sebagai tameng pelindung. Van Dam tak kuasa menahan geram. Dia terkurung dan tak mampu berbuat apa-apa. Dia kemudian turun dari kapal induk Van Hoyer, bersama sekutu kerajaan. Van Dam melarikan diri dan memrintahkan Marco de Bosch mengambil alih pimpinan. Tapi de Bosch tak bisa berbuat apa-apa. Dia kemudian mati dalam peperangan itu. Jasadnya terkubur di laut Banda. Ketika Belanda kembali berkuasa pada tahun 1817, monopoli diberlakukan lagi. Diberlakukan lagi sistem ekonomi uang kertas yang sangat dibenci dan keluar perintah sistem kerja paksa (rodi). Belanda tampaknya juga tidak mau menyokong dan memerhatikan keberadaan gereja Protestan dan pengelolaan sekolahsekolah protestan secara layak. Inilah penyebab utama meletusnya Perang Maluku yang dipimpin Kapitan Pattimura. Fortuner SUV Terbaik. Pada tanggal 15 Mei 1817, pasukan Pattimura mengadakan penyerbuan ke Benteng Duurstede. Dalam penyerangan tersebut, Benteng Duurstede dapat diduduki oleh pasukan Pattimura bahkan residen van den Berg beserta keluarganya tewas. Tentara Belanda yang tersisa dalam benteng tersebut menyerahkan diri. Dalam penyerbuan itu, Pattimura dibantu oleh Anthonie Rheebok, Christina Martha Tiahahu, Philip Latumahina, dan Kapitan Said Printah. Berkat siasat Belanda yang berhasil membujuk Raja Booi, pada tanggal 11 November 1817, Thomas Matulessy atau yang akrab dikenal dengan gelar Kapitan Pattimura berhasil ditangkap di perbatasan hutan Booi dan Haria. Akhirnya vonis hukuman gantung dijatuhkan kepada empat pemimpin, yaitu Thomas Matullessy atau Kapitan Pattimura, Anthonie Rheebok, Said Printah, dan Philip Latumahina. Eksekusi hukuman gantung sampai mati dilaksanakan pada pukul 07.00 tanggal 10 Desember 1817 disaksikan rakyat Ambon. Perang Aceh ialah perang Kesultanan Aceh melawan Belanda dimulai pada 1873 sampai 1904. Kesultanan Aceh menyerah pada 1904, tapi perlawanan rakyat Aceh dengan perang gerilya terus berlanjut. Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh, & mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Pada 8 April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Khler, & langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Khler saat itu membawa 3. 198 tentara. Sebanyak 168 di antaranya para perwira.

Perang Aceh disebabkan karena:Belanda menduduki daerah Siak. Akibat dari Perjanjian Siak 1858. Di mana Sultan Ismail menyerahkan daerah Deli, Langkat, Asahan & Serdang kepada Belanda, padahal daerah-daerah itu sejak Sultan Iskandar Muda, berada di bawah kekuasaan Aceh. Belanda melanggar perjanjian Siak, maka berakhirlah perjanjian London tahun 1824. Isi perjanjian London ialah Belanda & Britania Raya membuat ketentuan tentang batas-batas kekuasaan kedua daerah di Asia Tenggara yaitu dengan garis lintang Singapura. Keduanya mengakui kedaulatan Aceh. Aceh menuduh Belanda tak menepati janjinya, sehingga kapal-kapal Belanda yg lewat perairan Aceh ditenggelamkan oleh pasukan Aceh. Perbuatan Aceh ini didukung Britania. Dibukanya Terusan Suez oleh Ferdinand de Lesseps. Menyebabkan perairan Aceh menjadi sangat penting untuk lalu lintas perdagangan. Ditandatanganinya Perjanjian London 1871 antara Inggris & Belanda, yg isinya, Britania memberikan keleluasaan kepada Belanda untuk mengambil tindakan di Aceh. Belanda harus menjaga keamanan lalulintas di Selat Malaka. Belanda mengizinkan Britania bebas berdagang di Siak & menyerahkan daerahnya di Guyana Barat kepada Britania. Akibat perjanjian Sumatera 1871, Aceh mengadakan hubungan diplomatik dengan Konsul Amerika Serikat, Kerajaan Italia, Kesultanan Usmaniyah di Singapura. Dan mengirimkan utusan ke Turki Usmani pada tahun 1871. Akibat hubungan diplomatik Aceh dengan Konsul Amerika, Italia & Turki di Singapura, Belanda menjadikan itu sebagai alasan untuk menyerang Aceh. Wakil Presiden Dewan Hindia Frederik Nicolaas Nieuwenhuijzen dengan 2 kapal perangnya datang ke Aceh & meminta keterangan dari Sultan Machmud Syah tentang apa yg sudah dibicarakan di Singapura itu, tetapi Sultan Machmud menolak untuk memberikan keterangan. Kekalahan!!!>> Selama perang Aceh, Van Heutz telah menciptakan surat pendek (korte verklaring, Traktat Pendek) tentang penyerahan yang harus ditandatangani oleh para pemimpin Aceh yang telah tertangkap dan menyerah. Di mana isi dari surat pendek penyerahan diri itu berisikan, Raja (Sultan) mengakui daerahnya sebagai bagian dari daerah Hindia Belanda, Raja berjanji tidak akan mengadakan hubungan dengan kekuasaan di luar negeri, berjanji akan mematuhi seluruh perintah-perintah yang ditetapkan Belanda. Perjanjian pendek ini menggantikan perjanjian-perjanjian terdahulu yang rumit dan panjang dengan para pemimpin setempat. Walau demikian, wilayah Aceh tetap tidak bisa dikuasai Belanda seluruhnya, dikarenakan pada saat itu tetap saja terjadi perlawanan terhadap Belanda meskipun dilakukan

oleh sekelompok orang (masyarakat). Hal ini berlanjut sampai Belanda enyah dari Nusantara dan diganti kedatangan penjajah baru yakni Jepang (Nippon). Perjuanagan rakyat di Bali dimulai dari karamnya kapal dagang Belanda di laut Buleleng dengan adanya hokum bahwa setiap kapal karam di laut Buleleng menjadi hak milik dari kerajaan Buleleng yang emenyebabkan Belanda geram dan memutuskan untuk menyerang Bali, setelah penyerangan itu kemudian diikuti dengan penyerangan di daerah Bali lainnya Perjuangan yang terjadi di Pulau Jawa sangat banyak karena di adakan perlawanan yang bersifat kedaerahan yang begitu banyak seperti perlawanan rakyat Surabaya, Mataram, Demak, Yogyakarta dan daerah lainnya di Pulau Jawa. Yang paling terkenal adalah perang Diponegoro Perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda, antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. Dalam perang ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. Baik korban harta maupun jiwa. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli sejarah, disebutkan bahwa sekitar 200.000 jiwa rakyat yang terenggut. Sementara itu di pihak serdadu Belanda, korban tewas berjumlah 8.000. Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa. Peranan dari dr. Snouck Hurgronje Snouck Hurgronje baru pergi ke Aceh pada 1891. Selama tujuh bulan ia tinggal di Peukan Aceh, kawasan Aceh Besar, dan diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Pada 23 Mei 1892, Snouck mengajukan Atjeh Verslag, laporannya kepada pemerintah Belanda tentang pendahuluan budaya dan keagamaan, dalam lingkup nasihat strategi kemiliteran Snouck. Sebagian besarAtjeh Verslag kemudian diterbitkan dalam buku berjudul De Atjehers (Orang-orang Aceh). Buku ini mejadi acuan dasar dari setiap kebijakan Belanda untuk menghadapi gejolak di tanah jajahannya. Selain tugas memata-matai Aceh, Snouck Hurgronje juga terlibat sebagai peletak dasar segala kebijakan kolonial Belanda menyangkut kepentingan umat Islam. Atas sarannya, Belanda mencoba memikat ulama untuk tak menentang dengan melibatkan massa. Tak heran, setelah Aceh, Snouck pun memberi masukan bagaimana menguasai beberapa bagian Jawa dengan memanjakan ulama. Nasehat Snouck Hurgronje mematahkan perlawanan para ulama, karena awalnya Snouck sudah melemparkan isu bahwa yang berhak memimpin Aceh bukanlah uleebalang, tapi ulama yang dekat dengan rakyat kecil. Komponen paling menentukan sudah pecah, rakyat berdiri di belakang ulama, lalu Belanda melakukan tindakan keras terhadap ulama dengan harapan rakyat yang mendukung menjadi takut. Untuk waktu yang singkat, metode yang dipakai berhasil.

Untuk mengalahkan pertahanan & perlawan Aceh, Belanda memakai tenaga ahli Dr. Christiaan Snouck Hurgronje yg menyamar selama 2 tahun di pedalaman Aceh untuk meneliti kemasyarakatan & ketatanegaraan Aceh. Hasil kerjanya itu dibukukan dengan judul Rakyat Aceh [De Acehers]. Dalam buku itu disebutkan strategi bagaimana untuk menaklukkan Aceh. Usulan strategi Snouck Hurgronje kepada Gubernur Militer Belanda Joannes Benedictus van Heutsz adalah, supaya golongan Keumala [yaitu Sultan yg berkedudukan di Keumala] dengan pengikutnya dikesampingkan dahulu. Tetap menyerang terus & menghantam terus kaum ulama. Jangan mau berunding dengan pimpinan-pimpinan gerilya. Mendirikan pangkalan tetap di Aceh Raya. Menunjukkan niat baik Belanda kepada rakyat Aceh, dengan cara mendirikan langgar, masjid, memperbaiki jalan-jalan irigasi & membantu pekerjaan sosial rakyat Aceh. Ternyata siasat Dr Snouck Hurgronje diterima oleh Van Heutz yg menjadi Gubernur militer & sipil di Aceh [1898-1904]. Kemudian Dr Snouck Hurgronje diangkat sebagai penasehatnya.

Devide et impera Merupakan politik pecah belah atau disebut juga dengan adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Sistem yang diterapkan penjajah dalam menguasai nusantara : Masa penjajahan Portugis dan Spanyol

Portugis memakai sistem monopoli perdagangan khususnya wilayah timur nusantara yang kemudian diikuti juga oleh bangsa Spanyol yang menyebabkan terjadinya perang saudara antara Ternate dan Tidore yang dimenangkan oleh portugis sehingga spanyol hanya memfokuskan daerah jajahannya ke Fhilipina.

Masa penjajahan Belanda

Pada masa penjajahan belanda menerapkan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yaitu eksploitasi ekonomi, belanda dengan VOC nya kemudian menguasai perdagangan rempahrempah di eropa.

Masa penjajahan Jepang

Pada penjajahan jepang menggunakan Sistem stratifikasi sosial yaitu menempatkan golongan bumiputera di atas golongan Eropa maupun golongan Timur Asing, kecuali Jepang. Hal ini disebabkan oleh Jepang ingin yang mengambil hati rakyat Indonesia untuk membantu mereka dalam perang Asia Timur Raya. Kemudian menerapkan sistem Romusha, Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Bukti perjuangan sebelum kebangkitan Nasional (sebelum 1908) 1. Perjuangan Melawan Penjajah Portugis

Perjuangan pertama menentang penjajahan dilakukan bangsa Indonesia terhadap penjajah Portugis ini dilakukan oleh rakyat Malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak, dan Sunda Kelapa. a. Perjuangan Rakyat Malaka

Pada tahun 1511 Malaka dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap pendudukan Portugis. Namun akhirnya Portugis dapat mendesak pasukan Malaka sehingga mereka terpaksa menyingkir ke pulau Bintan. Malaka akhirnya jatuh ke Portugis tahun 1511. Pada tahun 1526 pulau Bintan diserbu oleh Portugis. Sultan Mahmud Syah I kemudian lari ke Kampar hingga wafatnya pada tahun 1528. b. Perjuangan Rakyat Johor

Dibawah pimpinan Alauddin Riayat Syah II, putra dari Sultan Mahmud Syah I, rakyat Johor melakukan perlawanan terhadap Portugis mulai tahun 1530. Perjuangan ini kemudian dilanjutkan oleh Abdul Jalil Syah (1580-1597) yang dapat menangkis serangan Portugis.

c.

Perjuangan Rakyat Demak

Dibawah pimpinan Dipati Unus pasukan Demak (Jawa Tengah) pada tahun 1512-1523 melakukan perlawanan terhadap Portugis. Dengan dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Dipati Unus berusaha merebut kembali MAlaka dari kekuasaan Portugis, namun tidak berhasil. d. Perjuangan Rakyat Maluku

Ketika Portugis berhasil menaklukan Malaka pada tahun 1511, Portugis kemudian menuju ke Maluku Utara, sebagai pusat penghasil remah-rempah. Portugis berusaha memonopoli perdagangan, memeras dan menindas rakyat, dan juga melakukan penyebaran Agama Kristen secara paksa kepada penduduk Maluku Utara. Dibawah pimpinan Sultan Hairun rakyat Ternate melakukan perlawanan terhadap Portugis mulai tahun 1550. Dengan dalih untuk mengadakan

perundingan damai, Portugis menip dan membunuh Sultan Hairun, sehingga membuat rakyat Ternate semakin marah. Perjuangan kemudian diteruskan oleh Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun. Dibawah pimpinan Sultan Baabullah, rakyat Ternate Tidore dan Halmahera bersatu-padu melawan Portugis pada tahun 1570-1575. Pada tanggal 28 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Ternate. e. Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa

Fatahillah seorang ulama dari Demak yang bertugas menyebarkan agama Islam di Jawa Barat memimpin rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap Portugis. Pada tahun 1527 pasukan Fatahillah menyerang orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis akhirnya terusir kembali ke Malaka. Nama Sunda Kelapa oleh Fatahillah kemudian diganti dengan nama Jayakarta (disingkat menjadi Jakarta). Yang berarti kemenangan akhir. 2. Perjuangan Menentang Penjajah Balanda

Perjuangan menentang penjajah Belanda secara gagah berani dilakukan olrh rakyat diberbagai daerah di Indonesia. Meskipun perjuangan dengan peperangan bersenjata dilakukan dimana-mana dan dalam rentang waktu yang sangat lama, namun sampai awal abad ke dua puluh Belanda tidak dapat terusir dari tanah air Indonesia.ada beberapa kelemahan dari perjuangan bangsa Indonesia yaitu sebagai berikut : a. Perjuangan bersifat local atau kedaerahan.

b. Perlawanan terhadap penjajah dilakukan secara sporadic dan tidak dalam waktu yang bersamaan. c. d. senjata. e. Perjuangan pada umumnya dipimpin oleh pemimpin yang kharismatik. Perjuangan menentang penjajah sebelum masa 1908 dilakukan dengan kekerasan

Para pejuang dapat diadu domba oleh pihak penjajah.

Beberapa kelemahan ini menjadi pelajaran yang berarti bagi bangsa Indonesia dalam menentukan strategi perjuangan dalam masa berikutnya. Bangsa Indonesia sadar bahwa kekuatan penjajah yang terorganisasi dengan baik tidak dapat dengan mudah ditaklukan oleh perjuangan yang bersifat local dan tidak terorganisasi dengan baik.

Nilai nilai pancasila pada masa perjuangan a. Nilai Religi Adanya kerangka mayat pada Paleolitikum menggambarkan adanya penguburan, terutama Wajakensis dan mungkin Pithecanthropus Erectus, serta dalam menghadapi tantangan alam tenaga gaib sangat tampak. Selain itu ditemukan alat-alat baik dari batu maupun perunggu yang digunakan untuk aktifitas religi seprti upacara mendatangkan hujan, dll. Adanya keyakinan terhadap pemujaan roh leluhur juga dan penempatan menhir di tempat-tempat yang tinggi yang dianggap sebagai tempat roh leluhur, tempat yang penuh keajaiban dan slelebagai batas antara dunia manusia dan roh leluhur.Jelas bahwa masa Pra Sejarah sudah mengenal nilai-nilai kehidupan religi dalam makna animism dan dinamisme sebagai wujud dari religious behavior. b. Nilai Peri Kemanusiaan

Nilai ini tampak dalam perilaku kehidupan saaat itu misalnya penghargaan terhadap hakekat kemanusiaan yang ditandai dengan penghargaan yang tinggi terhadap manusia meskipun sudah meninggal. Hal ini menggambarkan perilaku berbuat baik terhaap sesama manusia, yang pada hakekatnya merupakan wujud kesadaran akan nilai kemanusiaan. Mereka tidak hidup terbatasdi wilayahnya, sudah mengenal sistem barter antara kelompok pedalaman dengan pantai dan persebaran kapak. Selain itu mereka juga menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain. c. Nilai Kesatuan

Adanya kesamaan bahasa Indonesia sebagai rumpun bahasa Austronesia, sehingga muncul kesamaan dalam kosa kata dan kebudayaan. Hal ini sesuai dengan teori perbandingan bahasa menurut H.Kern dan benda- benda kebudayaan Pra Sejarah Von Heine Gildern. Kecakapan berlayar karena menguasai pengetahuan tentang laut, musim, perahu, dan astronomi, menyebabkan adanya kesamaan karakteristik kebudayaan Indonesia. Oleh karena itu tidak mengherankan jika lautan juga merupakan tempat tinggal selain daratan. Itulah sebabnya mereka menyebut negerinya dengan istilah Tanah Air. d. Nilai Musyawarah

Kehidupan bercocok tanam dilakukan secara bersama-sama. Mereka sudah memiliki aturan untuk kepentingan bercocok tanam, sehingga memungkinkan tumbuh kembangnya adat sosial.Kehidupan mereka berkelompok dalam desa-desa, klan, marga atau suku yang dipimpin oleh seorang kepala suku yang dipilih secara musyawarah berdasarkan Primus Inter Pares (yang pertama diantara yang sama). e. Nilai Keadilan Sosial

Dikenalnya pola kehidupan bercocok tanam secara gotong-royong berarti masyarakat pada saat itu telah berhasil meninggalkan pola hidup foodgathering menuju ke pola hidup

foodproducing. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat itu upaya kearah perwujudan kesejahteraan dan kemakmuran bersama sudah ada.

Faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan perjuangan pada masa lalu : Perjuangan bangsa Indonesia yang bersifat kedaerahan. belum terkoordinasinya perjuangan mereka. lemahnya persenjataan bangsa Indonesia. banyak penghianat kurangnya persatuan teknologi persenjataan terbelakang (karena bodoh/malas) kondisi geografis yg berpulau-pulau kurang pemimpin yg berkarakter kuat Politik devide et impera (politik adu domba) oleh belanda

SIMPULAM
Perjuangan bangsa Indonesia untuk menghilangkan penajajahan dari bumi pertiwi telah dimulai sejak kedatangan bangsa Portugis yang mulai serakah diikuti dengan bangsa Eropa lainnya terutama kedatangan Belanda yang mengusik ketenteraman negara pada tahun 1602. Namun pada saat itu perjuangan rakyat masih bersifat kedaerahan mereka hanya berjuang demi keutuhan dari kesultanan ataupun kerajaan-kerajaan mereka masing-masing, tanpa berpikir untuk menyatukan kekuatan dengan kerajaan tetangga untuk mengusir segala bentuk penjajahan di bumi pertiwi. Selain itu persenjataan juga masih kalah dengan Belanda sehingga pasukkan Belanda tidak dapat diusir keseluruhannya. Hal-hal tersebut yang menyebabkan Belanda mudah untuk memecah bangsa ini menjadi kerajaan-kerajaan boneka Belanda. Dengan menggunakan politik devide et imperanya kita menjadi negara yang terpecah-pecah sehingga Belanda tetap bisa mengusai negara dengan semaunya. Sehingga pada awal abad ke-20 sudah banyak kerajaankerajaan di Indonesia yang telah berhasil diruntuhkan oleh pihak Belanda. Dari semua itu kami simpulkan tidak adanya sinergisitas antara kerajaan-kerajaan di Indonesia untuk mengusir penjajah secara bersama, sehingga pada akhir tahun 1908 penjajah belum berhasil diusir dari bangsa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Diponegoro http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Aceh http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Bali http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Jawa http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Maluku http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Makasar http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Banjar http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Kalimantan http://hizbut-tahrir.or.id/2012/04/05/christiaan-snouck-hurgronje-seorang-penasehat-politik-danmata-mata-yang-menipu-umat-islam/ http://iwak-pithik.blogspot.com/2011/12/pengertian-kolonialisme-dan.html ( http://sosbud.kompasiana.com/2010/09/01/divide-et-impera-warisan-penjajah-yang-masihdisuka/ http://jaenisupratman.files.wordpress.com/2011/11/modul-bab-3-4-ips-kls-101.pdf