Anda di halaman 1dari 5

2.2 Konsep VCT (VOLUNTARY COUNSELING TESTING) 2.2.

1 Definisi VCT VCT adalah sesuatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan klienya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV, memberikan dukungan moral, informasi, serta dukungan lainya kepada ODHA, eluarga, dan lingkungannya! 2.2.2 Tuju n VCT VCT mempunyai tujuan sebagai " #! $paya pencegahan HIV%AID& '! $paya untuk mengurangi kegelisahan, meningkatkan persepsi% pengetahuan mereka tentang faktor(faktor resiko penyebab seseorang terinfeksi HIV! )! $paya pengembangan perubahan perilaku, sehingga secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi antiretro*iral, serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat! 2.2.! T " p VCT 1. Se#e$u% &e'e(si )IV (*+ ,Konse$in-) +ra(konseling juga disebut juga konseling pencegahan AID&! Dua hal yang penting dalm konseling ini, yaitu aplikasi perilaku klien yang menyebabkan dapat klien berisiko tinggi terinfeksi HIV%AID& dan apakah klien mengetahui rentang HIV%AID& dengan benar! Apakah perlaku klien tidak beresiko, biasanya setelah mengetahui dengan benar bagaimana cara AID& menular, maka klien akan membatalkan pemeriksaan! onselor harus

lebih berhati(hati pada klien dengan perilaku beresiko tinggi karena harus di terangkan dengan rinci tentang akibat yang akan timbul apabila hasil tes udah keluar! Tujan dari konseling ini adalah untuk merubah pola tingkah laku! Di amerika serikat setelah konseling ini berhasil, maka

klien akan membubuhkan tanda tangan pada ,surat persetujuan di periksa- yang antara lain berisi keamanan klien bah.a identitasnya tidak akan di bocorkan! Hal yang perlu ditanyakan konselor yaitu ada tidaknya sumber dukungan moral dalam hidup klien yang dapat membantu ketika menunggu hasil tes sampai diagnosis keluar /apa pun hasil, tesnya baik positif atau negatif0! 1asa ketika menunggu hasil tes adalah masa yang paling berat bagi klien! &aat itu, jika tidak ada seorangpun sebagai pendukung moral maka konselor di harapkan dapat bertindak sebagai keluarga bagi klien! 2. Tuju n Konse$in- p+ ,'es )IV,AIDS Terdapat beberapa tujuan dilakukanya konseling pra(tes pada klien yang akan melakukan tes HIV%AID&! Tujuan tersebut adalah agar" #! '! )! 2! 3! lien memahami benar kegunaan tes HIV%AID&! lien dapat menilai resiko dan mengerti persoalan dirinya! lien dapat menurunkan rasa kecemasanya! lien dapat membuat rencana penyesuaian diri dalam kehidupanya! lien memilih dan memahami apakah ia akan melakukan tes darah HIV%AID& atau tidak!

!. Li% *+insip *+ ('is Konse$in- p+ ,'es )IV Ada lima prinsip praktis yang bisa dilakukan saat konseling pra(tes HIV! 4ima prinsip praktis tersebut diuraikan secara singkat di ba.ah ini" #! 1otif dari klien HIV%AID& lien yang secara sukarela /Voluntary0 dan secara paksa /Compulsory0 mempunyai perasaan yang berbeda dalam menghadapi segala kemungkinan, baik pra(test atau pasca test! '! Interpretasi hasil pemeriksaan

a! $ji saring atau skrining dan tes konfirmasi! b! Asimptomatik atau gejala nyata /5ull 6lo.n &ymptom0! c! Tidak dapat di sembuhkan /HIV0 tetapi masih dapat diobati /infeksi sekunder0! )! 7stimasi hasil a! +engkajian resiko bukan hasil yang diharapkan! b! 1asa jendela! 2! 8encana ketika hasil diperoleh! Apa yang akan dilakukan oleh klien setelah mengetahui hasil pemeriksaan, baik positif maupun negatif! 3! +embuatan keputusan lien dapat memutuskan untuk mau dan tidak mau diambil darahnya guna dilakukan pemeriksaan HIV! .. De'e(si )IV (Sesu i (ein-n n ($ien & n se'e$ " ($ien %en n& ' n- ni $e%# + pe+se'uju n,informed consent) Tes HIV adalah tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau belum! Caranya adalah dengan cara mendeteksi ada tidaknya antibodi HIV dalam sample darahnya! Hal ini perlu dilakukan agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya, terutama status kesehatan yang menyangkut resiko dari perilakunya selama ini! Tes HIV harus bersifat" a! &ukarela" Orang yang akan melakukan tes HIV haruslah berdasarka atas kesadaranya sendiri, bukan atas paksaan%tekanan orang lain! Ini juga berarti bah.a setuju untuk dites,

setelah ia mengetahui hal(hal apa saja yang bercakup dalam tes itu, apa keuntungan dan kerugian dari tes, serta apa saja implikasi dari hasil tes yang positif ataupun hasil negatif! b! 8ahasia" Apa pun hasil tes ini, baik positif ataupun negatif, hanya boleh diberitahu langsung kepada orang yang bersangkutan! c! Tidak boleh di.akilkan kepada orang lain, baik orang tua%pasangan, atasan atau siapa pun! /. * s0 (onse$in-1 (onse$in- se'e$ " De'e(si )IV

+ascakonseling merupakan kegiatan konseling yang harus di berikan setelah hasil tes diketahui, baik hasilnya positif maupun negatif, konseling pasca(tes sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengetahui cara menghindarkan penularan HIV kepada orag lain! Cara untuk bisa mengatasinya dan menjalani hidup secara positif! 6agi mereka yang hasil tesnya negatif, maka konseling pasca(tes bermanfaat untuk membantu tentang berbagai cara mencegah infeksi HIV di masa mendatang! #!Tujuan konseling pasca(tes" a! Hasil negatif" #0 '0 lien dapat memahami arti periode jendela! lien dapat membuat keputusan akan tes ulang atau tidak, kapan .aktu tepat untuk mengulang! )0 lien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya! b! Hasil positif" #0 '0 lien dapat memahami dan menerima hasil tes secara tepat! lien dapat menurunkan masalah psikologis dan emosi karena hasil tes!

)0

lien dapat menyesuaikan kondisi dirinya dengan infeksi dan menyusun pemcahan masalah serta menikmati hidup!

20

lien dapat mengembangkan pedoman praktis bagi dirinya untuk mengurangi risiko melalui perilakunya!

2.2.. 2enis Tes un'u( 3en&e'e(si )IV 9enis tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi seseorang terinfeksi HIV%AID& adalah dengan menggunakan tes 74I&A Latex Agglutination dan Western Blot. Apabila tes 74I&A Latex Agglutination menunjukan baha.a klien terinfeksi HIV, maka hasilnya perlu dikonfirmasikan dengan tes Westemrn Blot sebelum klien benar(benar dipastikan terinfeksi HIV! Tes juga dapat dilaksanakan untuk menguji antigen HIV, yaitu tes antigen +'2 atau +C8 /+olymerase Chain 8eaction0! +C8 ini hanya dipakai untu penelitian pada kasus(kasus yang sulit dideteksi dengan tes antibodi, misalnya untuk tes pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi HIV dan kasus(kasus yang diperlukan masih berada dalam periode jendela! +riode jendela adalah tenggang .aktu antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dan munculnya antibodi terhadap HIV, .aktunya biasanya antara # sampai : bulan! &elama periode tersebut seseorang yang sudah terinfeksi HIV masih menunjukan hasil tes yang negatif! ;ang terpenting adalah bah.a pelayanan VCT harus dilakukan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV! Hal ini penting mengingat terinfeksinya seseorang dengan HIV%AID& akan berdampak pada kehidupan pada penderitanya dan orang(orang yang berinteraksi denganya!

Beri Nilai