Anda di halaman 1dari 19

L/O/G/O

ORGANOLOGAM

EKA SAFUTRA F1C1 10 069

SINTESIS SENYAWA ORGANOGERMANIUM DAN APLIKASINYA DALAM KIMIA RADIOPROTEKSI


Damien CRESSIERa, Ticuta NEGREANU-PIRJOLb, Christine AMOURETTEc, Claude LIONd and Ghassoub RIMA*a

Senyawa organogermanium
Senyawa organogermanium Winkler

tetraethylgermanium

1887

organogermanium bis (2-Carboxyethylgermanium) sesquioxide

1966

Senyawa organogermanium
Penghambat tumor

Menghambat penyebaran dari suatu penyakit Organogermanium memodifikasi respon imun dengan menginduksi interferon-

germathiazolidines
Meningkatan aktivitas makrofag peritoneal

germadithioacetals
sulfida germylated Variasi Senyawa organogermanium dengan substituen berbeda

SINTESIS
1. Sintesis germathiazolidines Senyawa ini dibuat dengan dua metode: Adan B Metode A
di(isoamyl) dichlorogermane (4 g, 14 mmol) -ditambahkan N-tersubstitusi cysteamine (0.44 g, 14 mmol) -Ditambahkan trietilamina (3.03 g , 30 mmol) -Dilarutkan dalam 50 ml Tetrahidrofuran (THF) anhidrat murni

Campuran larutan

-Direfluks 4 jam dengan pengadukan -Didinginkan pada suhu kamar -disaring


Hasil

L/O/G/O

SINTESIS
Metode B
Bis (diethylamino) di-isoamylgermane (2 g, 5.6 mmol)
- dilarutkan dalam 50 ml THF anhidrat - ditambahkan N-tersubstitusi cysteamine (0.975 g, 5.6 mmol)

Campuran larutan -Direfluks 3 jam dengan pengadukan -Didinginkan pada suhu kamar -disaring Hasil

L/O/G/O

SINTESIS
2. Sintesis germadithioacetals Senyawa ini dibuat dengan metode: C Metode C N-tersubstitusi cysteamine (2.88 g, 14.1 mmol) + trietilamina (1.6 g, 15.84 mmol)
-dilarutkan dalam 70 ml THF anhidrat Larutan A

dichlorodihexylgermane (2.21g, 7.05 mmol)


-Dilarutkan dalam 40 ml THF anhidrat Larutan B

-Dicampur -Direfluks 8 jam -disaring

Hasil

L/O/G/O

HASIL & PEMBAHASAN


Serangan dari diklorida diorganogermanium (dalam jumlah stoikiometri) pada N-tersubstitusi cysteamine dalam THF anhidrat murni yang direfluks dengan adanya trietilamina memberikan reaksi siklisasi, dengan eliminasi asam klorida dari M-Cl, SH dan kelompok NH, produk yang sesuai dihasilkan sebesar 51-89% (Skema1).

Reaksi N-tersubstitusi cysteamine, dalam jumlah stoikiometri, dengan bis (diethylamino) dialkylgermane dalam pelarut THF anhidrat menghasilkan ikatan Ge-N oleh gugus NH dan SH, membentuk germathiazolidines yang sesuai dengan hasil yang baik (83 - 89%) (Skema 2).

Serangan dari diklorida diorganogermanium pada 2 mol N-tersubstitusi cysteamine dalam THF anhidrat yang direfluks dengan adanya trietilamina memberikan derivatif siklik (Skema 3) dengan hasil 42-87%.

Farmakologi: evaluasi radioproteksi

Percobaan dilakukan terhadap tikus putih dengan berat 25 g. Senyawa disuntik 15 atau 90 menit sebelum iradiasi. Dosis iradiasi adalah LD100/ 30 hari. Iradiasi diterapkan menggunakan sumber kobalt-60 pada tingkat dosis 7-8 Gy . Selama iradiasi, hewan ditempatkan dalam kotak plexiglass dengan 30 sel dalam bidang homogen 28,5 cm x 28,5 cm.

Aktivitas Radioprotektif Germathiazolidiine

Aktivitas Radioprotektif germadithioacetals

KESIMPULAN

Beberapa senyawa organologam germanium telah disintesis, sebagian besar menghasilkan aktivitas radioprotektif yang menarik. Aktivitas radioprotektif derivatif germanium lebih tinggi dan toksisitasnya umumnya lebih rendah dibandingkan dengan bahan organik dasar.

KESIMPULAN
Singkatnya, aktivitas radioprotektif dari germathiazolidines, germadithioacetals, sulfida dan oksida germylated berasal dari cysteamine, methylcysteamine dan N-tersubstitusi cysteamine yang dapat ditingkatkan dibandingkan dengan derivatif organik taktersubstitusi oleh kehadiran kelompok-kelompok organologam yang meningkatkan hydrosolubility, lipofilisitas yang dan aktivitas molekul-molekul, sehingga mendukung perjalanan mereka melalui membran sel.

L/O/G/O

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai