Anda di halaman 1dari 18

I.

PENDAHULUAN Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk mempertahankan kesehatan dan seringkali bekerja sebagai kofaktor untuk enzim metabolisme. Vitamin yang terdapat dalam tubuh lebih dari satu bentuk kimia (misanya piridoksin, piridoksal, piridoksamin) atau terdapat sebagai suatu prekursor (misalnya karoten untuk vitamin A) kadang kadang dinamakan vitamer. !umber vitamin yang paling baik ialah makanan, sehingga orang sehat yang makanannya bermutu baik, sudah mendapat jumlah vitamin yang cukup. !elain terdapat dalam makanan, vitamin juga dapat diberikan dalam bentuk murni sebagai sediaan tunggal atau kombinasi. !ediaan untuk tujuan profilatik harus dibedakan dari sediaan untuk tujuan pengobatan defisiensi. !ediaan multivitamin seringkali diperlukan untuk pengobatan karena defisiensi vitamin. !ediaan ini mengandung vitamin dalam jumlah lebih besar dan hanya boleh diberikan oleh dokter. !edangkan sediaan multivitamin digolongkan sebagai suplementasi makanan atau untuk profilaksis bila mengandung "# $"#% &.!. '(A (united states recommended dietary allowances) kecuali untuk vitamin ( dan asam folat yang tidak boleh melebihi &.!. '(A. !ediaan ini mungkin diperlukan selama kebutuhan meningkat (misalnya selama hamil dan laktasi), selama sakit dimana terdapat gangguan absorpsi makanan, dan pada pasien yang makanannya kurang baik.

II.

PENGGOLONGAN VITAMIN Vitamin dibagi menjadi dua golongan, yaitu ) a. Vitamin larut lemak, vitamin A, (, *, dan + Vitamin larut lemak dapat disimpan dalam jumlah banyak, sehingga kemungkinan terjadinya toksisitas jauh lebih besar daripada vitamin larut air. b. Vitamin larut air, vitamin , kompleks dan vitamin Vitamin larut air disimpan dalam tubuh hanya dalam jumlah terbatas dan sisanya dibuang, sehingga untuk mempertahankan saturasi jaringan vitamin larut air harus sering dikonsumsi.

III. VITAMIN LARUT LEMAK Vitamin larut lemak (vitamin A, (, *, dan +) diabsorpsi dengan cara yang kompleks dan sejalan dengan absorpsi lemak. (engan demikian keadaan keadaan yang menyebabkan gangguan absorpsi lemak seperti defisiensi asam empedu, ikterus, dan enteritis dapat mengakibatkan defisiensi satu atau mungkin semua golongan ini. Vitamin larut lemak

mempengaruhi permeabilitas atau transport pada berbagai membran sel dan bekerja sbagai oksidator atau reduktor, koenzim atau inhibitor enzim. A. VITAMIN A Vitamin A merupakan salah satu Vitamin larut lemak yang dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin A baru dapat diidentifikasikan pada tahun $.$/, dan mekanismenya untuk memerangi rabun ayam atau ancaman kebutaan pada anak, baru diketahui secara pasti satu dekade kemudian. 0ada tahun $.1# an dimulai era baru fungsi vitamin A, setelah diketahui vitamin ini memainkan peranan menentukan dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. !ejak dua dekade lalu, muncul euforia berlebihan menyangkut khasiat vitamin A. Vitamin A dapat diperoleh dari berbagai sumber, dan terdapat dalam beberapa macam bentuk, yaitu retinol (suatu alkohol), retinal (suatu aldehid), asam retinoat dan beta carotene. 'etinol dan retinal lazim disebut vitamin A yang sebenarnya, karena dapat langsung dimanfaatkan oleh tubuh. !umber retinol kebanyakan dari makanan hewani, seperti hati, telur atau minyak ikan. !ementara beta carotene disebut pro vitamin A, karena harus diolah dulu oleh tubuh untuk menjadi retinol. !umber beta carotene kebanyakan berasal dari makanan nabati, terutama yang berwarna oranye atau hijau tua seperti wortel, ubi dan mangga. 2ubuh menyimpan retinol maupun beta carotene di dalam hati, dan mengambilnya dari tempat penimbunan tersebut, jika tubuh membutuhkannya 0enelitian selama beberapa dekade menunjukan, vitamin A merupakan unsur penting untuk mempertahankan kondisi kesehatan yang bagus, pertumbuhan, sistem kekebalan tubuh, reproduksi dan penglihatan. !ecara umum, diketahui kekurangan vitamin A pada anak anak, terutama di negara berkembang, merupakan penyebab utama penyakit rabun ayam atau bahkan kebutaan. ,eberapa efek farmakologis dari vitamin A dapat dijelaskan sebagai berikut ) $. 0englihatan 'etina berada pada bagian belakang mata. +etika cahaya melewati lensa mata, cahaya akan diterima oleh retina dan akan diubah menjadi impuls syaraf yang akan diinterpretasikan di otak. 'etinol dibawa ke retina melalui sistem sirkulasi. (i retina, retinol diesterifikasi membentuk retinyl ester yang dapat disimpan. Apabila dibutuhkan, retinyl ester dapat dihidrolisis dan diisomerisasi membentuk $$ cis retinol yang dapat dioksidasi membentuk $$ cis retinal. $$ cis retinal dapat melewati matriks interfotoreseptor menuju sel batang dan berikatan dengan sebuah protein

opsin membentuk pigmen penglihatan rhodopsin. !el batang dengan rhodopsin dapat mendeteksi cahaya dalam jumlah kecil yang sangat berguna untuk melihat pada waktu malam. Absorpsi foton mengkatalisis isomerisasi dari $$ cis retinal menjadi trans retinal. 3somerisasi ini mentrigers aktifnya saraf optik yang kemudian akan meneruskan impuls saraf ke otak yang diinterpretasikan dalam bentuk penglihatan. 4. *kspresi 5en Asam retinoat dan isomernya bertindak sebagai hormon yang mempengaruhi ekspresi gen dan dapat mempengaruhi berbagai fungsi fisiologis. !emua trans asam retinoat dan . cis asam retinoat dibawa menuju sel yang terikat pada protein pengikat asam retinoat sitoplasma. (alam inti, trans asam retinoat berikatan dengan reseptor asam retinoat dan . cis retinoat berikatan dengan reseptor retinoid. 'eseptor asam retinoat dan reseptor retinoid membentuk dimer yang kemudian akan berikatan dengan daerah regulasi dari kromosom yang disebut elemen respon asam retinoat. +ompleks heterodimer akan mempengaruhi kecepatan transkripsi gen dan dapat mempengaruhi sintesa beberapa protein yang dihasilkan. Asam retinoat juga akan mempengaruhi differensiasi sel untuk membentuk struktur fungsional. /. 3munitas +ulit dan sel mukosa bertindak sebagai barier tubuh dari dan melindungi tubuh dari serangan infeksi. 'etinol dan metabolitnya berfungsi untuk menjaga integritas dan fungsi sel ini. +ekurangan vitamin A juga akan menekan sekresi mukus. Asam retinoat dan Vitamin A berperan penting dalam perkembangan dan diferensiasi sel darah putih, salah satunya adalah limfosit yang berperan penting dalam sistem imun tubuh. 6. 0ertumbuhan dan 0erkembangan 'etinol dan asam retinoat sangat esensial dalam perkembangan janin. (alam perkembangan janin, asam retioat berfungsi dalam pembentukan dan perkembangan hati, mata dan telinga. Asam retinoat juga mempengaruhi ekpresi gen pada hormon pertumbuhan. ". 0roduksi !el (arah 7erah !emua sel darah merah berasal dari prekursor yang berasasal dari stem sel. !tem sel bergantung pada retinoid untuk diferensiasi normal membentuk sel darah normal. Vitamin A berperan dalam mobilisasi ion besi dari tempat penyimpanannya untuk pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. 8. 'emodeling 2ulang

9ungsi normal osteoblast dan osteoklas bergantung pada kehadiran Vitamin A. :. 'eproduksi ;umlah normal vitamin A dibutuhkan untuk produksi sperma. ,egitu pula pada wanita, siklus reproduksi normal membutuhkan keadiran vitamin A dalam jumlah yang cukup.

JUMLAH NORMAL VITAMIN A Vitamin A dibutuhkan dalam jumlah normal sekitar "### 3& per hari pada pria dan 6### 3& per hari pada wanita, walaupun jumlah $#### 3& masih normal berada pada suplemen Vitamin A.

DAMPAK KELEBIHAN VITAMIN A Vitamin A ditimbun dalam hati, karena tidak larut dalam air, maka terdapat bahaya jika kadarnya melebihi ambang batas aman, sehingga dapat mengancam kesehatan. +elebihan Vitamin A dapat menyebabkan gangguan menstruasi, kekeringan kulit, sakit kepala, rambut rontok, nyeri pada tulang dan sendi, kerusakan hati, dan peningkatan konsentrasi lipid dalam darah. Vitamin A juga dapat meningkatkan resiko osteoporosis. 3nilah letak keunikan vitamin A. 7emang vitamin A sangat penting bagi kesehatan tulang. <amun jika terjadi kondisi kelebihan atau hipervitaminosis, justru muncul penyakit kerapuhan tulang atau osteoporosis. 0ara peneliti menduga, kelebihan vitamin A memicu aktivitas osteoklast, yakni sel yang dapat menguraikan tulang. DAMPAK KEKURANGAN VITAMIN A +ekurangan Vitamin A biasanya dikarenakan malnutrisi, tetapi dapat juga karena abnormalitas dalam absorpsi retinol atau karotenoid dalam saluran pencernaan. +arena hati menyimpan retinal dalam jumlah besar, butuh waktu sampai beberapa bulan untuk sampai kepada tahap defisiensi. ,eberapa manifestasi yang muncul dari defisiensi Vitamin A antara lain ) $. +ebutaan sehubungan dengan kekurangan jumlah rhodopsin yang disintesa. (efisiensi dalam jumlah sedang hanya menimbulkan =buta malam> dimana kehilangan fungsi penglihatan dalam kondisi sedikit cahaya.

4. 7eningkatnya kematian karena penyakit infeksi telah dipelajari pada anak anak yag mengalami malnutrisi. 0ada beberpa kasus, pemberian suplemen Vitamin A dapat mengurangi resiko kematian karena penyakit infeksi. /. 9ungsi abnormal dari sel epitel, manifestasinya adalah kulit kering, berkurangnya sekresi mucus, kemandulan, penurunan sintesis hormon tiroid, peningkatan tekanan cairan serebrospinal. 6. 0ertumbuhan tulang abnormal. ,aik hipovitaminosis A dan hipervitaminosis A diketahui dapat menimbulkan efek teratogenik. ?anita hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A. POLA PENGOBATAN DEFISIENSI 0engobatan (efisiensi Vitamin A dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain ) $. 7eningkatkan asupan makanan yang mengandung Vitamin A seperti minyak hati ikankod, telur mentega, susu, sereal, kentang, bayam, dan lain lain. 4. 7emberikan suplemen Vitamin A untuk penggunaan oral. INTERAKSI VITAMIN A $. 3nteraksi Vitamin A <utrien 3nteraksi Vitamin A dengan ,esi +ekurangan Vitamin A dapat menyebabkan anemia defisiensi besi karena Vitamin A berperan dalam proses mobilisasi besi. +ombinasi vitamin A dan ,esi dapat efektif untuk pengobatan anemia defisiensi besi. 3nteraksi Vitamin A dengan !eng +ekurangan ion seng dapat mempengaruhi metabolisme vitamin A, antara lain melalui penurunan sintesa 'etinol ,inding 0rotein yang membawa retinol dari sirkulasi ke jaringan. !elain itu, kekurangan seng juga mempengaruhi enzim yang mengubah retynil palmitat menjadi retinol dari tempat penyimpanannya di hati. 4. 3nteraksi Vitamin A @bat 0ada pecandu alkohol, terjadi penurunan cadangan Vitamin A di hati. +ontrasepsi oral yang mengandung estrogen dan progestin akan meningkatkan sintesa 'etinol ,inding 0rotein yang akan meningkatkan konsentrasi kompleks ',0 'etinol dalam darah. 0enggunaan analog retinoid, termasuk acitreti, semua trans asam retinoat, beAarotene,

etretinate, dan isotretinoin tidak boleh diberikan bersama dengan vitamin A karena dapat meningkatkan toksisitas Vitamin A. ANTIVITAMIN A Anti Vitamin A merupakan senyawa yang dapat menghambat kerja Vitamin A. B. VITAMIN D Vitamin (, senyawa yang larut dalam lemak, terbukti berguna untuk mencegah dan mengobati rakhitis yaitu penyakit yang banyak terdapat pada anak, terutama di daerah yang kurang mendapat sinar matahari. FARMAKODINAMIK Fisiologi. Vitamin ( mempunyai dua fungsi fisiologis sebagi pengatur homeostatik kalsium plasma. 0engaturan ini diperlukan untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfat plasma yang penting untuk mineralisasi tulang dan untuk mempertahankan fungsi normal neuromuskular serta fungsi lain yang bergantung pada kalsium. Pengat !an "o#eostati$ %alsi # &las#a. Vitamin ( berefek meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat melalui usus halus, sehingga menjamin kebutuhan kalsium dan fosfat yang cukup untuk tulang. !elain itu, vitamin ( memperlihatkan efek mobilisasi kalsium tulang dari tulang tua ke dalam plasma untuk selanjutnya mungkin digunakan pada mineralisasi tulang baru. 0eran vitamin ( pada pengaturan ekskresi kalsium dan fosfat pada ginjal masih belum jelas. ,eberapa penelitian manunjukkan bahwa efek langsung dari dosis fisiologik ialah meningkatkan reabsorpsi kalsium dan fosfat di tubulus proksimal. DEFISIENSI VITAMIN D 0ada defisiensi vitamin ( terjadi penurunan kadar kalsium plasma, selanjutnya merangsang sekresi hormon paratiroid yang berakibat meningkatnya resorpsi tulang. 0ada bayi dan anak, hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan tulang yang dikenal sebagai penyakit rakhitis. ,erkurangnya kalsifikasi menyebabkan deformitas tulang seperti kifosis, skoliosis, tulang tasbeh pada dada, kraniotabes pada anak usia dibawah satu tahun dan genu valgus pada anak yang sudah dapat berjalan. 0ada orang dewasa, defisiensi vitamin ( menyebabkan osteomalasia yang ditandai oleh berkurangnya densitas tulang, sedangkan deformitas tulang hanya terjadi pada kasus lanjut.

HIPERVITAMINOSIS D Bipervitaminosis ( dapat timbul akibat asupan vitamin ( yang berlebihan. 2erdapat variasi yang besar dari jumlah vitamin ( yang dapat menyebabkan hipervitaminosis (. !ecara kasar diperkirakan "#.### unit vitamin ( tiap hari terus menerus, dapat mengakibatkan keracunan, tetapi pada anak anak keracunan dapat timbul dengan dosis yang relatif lebih kecil. 5ejala hipervitaminosis ( berupa hiperkalsemia, kalsifikasi ektopik pada jaringan lunak (misalnya ginjal, pembuluh darah, jantung dan paru paru), anoreksia, mual, diare, sakit kepala, hipertensi, dan hiperkolesterolemia. Biperkalsemia dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal dengan gejala poliuria, polidipsia, nokturia. 7obilisasi kalsium dari tulang menyebabkan osteoporosis lokal atau umum yang terlihat pada pemeriksaan radiologik. 0erubahan yang khas ialah terdapatnya peningkatan kadar kalsium dan nitrogen nonprotein plasma. Asupan vitamin ( yang berlebihan pada ibu hamil dihubungkan dengan timbulnya stenosis aortasupravalvular congenital nonfamilial pada fetus yang dilahirkan. !elain itu, hiperkalsemia pada ibu hamil dapat menekan fungsi paratiroid bayi yang dilahirkan, sehingga dapat menimbulkan hipokalsemia dan tetani. Bipervitaminosis ( diatasi dengan penghentian vitamin (, diet rendah kalsium, minum banyak dan pemakaian glukokortikoid untuk mengurangi absorpsi kalsium. INTERAKSI 0emberian kolesteramin atau kolestipol hidroklorida dapat menyebabkan menurunnya absorpsi analog vitamin ( di usus @rlistat dapat mengakibatkan menurunnya absorpsi vitamin larut lemak seperti analog vitamin ( pada saluran cerna 2hiazid diuretic menginduksi meningkatnya pengeluaran kalsium dari tulang sehingga menyebabkan hypercalcemia pada pasien hypoparatiroid 0emberian fenobarbital dan atau fenitoin dapat menurunkan konsentrasi plasma dari 4" hydroAylated ergocalciferol dan cholecalciferol dan meningkatkan metabolisme vitamin menjadi metabolit inaktif ANTIVITAMIN D Anti Vitamin ( merupakan senyawa yang dapat menghambat kerja Vitamin (. '. VITAMIN E

Vitamin * adalah produk kondensasi hidrokuinon termetilasi dengan fitol, yang merupakan turunan berbagai kroman, yang pada posisi 4 mengandung rantai samping dengan $8 atom -. Antara vitamin * yang satu dengan yang lainnya hanya berbeda jumlah dan letak gugus metil pada cincin benzene. FUNGSI VITAMIN E Vitamin * merupakan salah satu faktor nutrisi yang larut dalam lemak, dan diperlukan dalam proses reproduksi normal, perkembangan normal otot, resistensi eritrosit terhadap hemolisis dan beberapa fungsi biokimia dan fisiologi lainnya. @leh karena itu, vitamin * disebut juga sebagai senyawa antisterilitas. KLASIFIKASI VITAMIN E Vitamin * terdapat dalam bentuk senyawa tokoferol. (ua bentuk umum tokoferol dikenal sebagai senyawa tocol dan tocotrienol. ,eberapa bentuk senyawa tocol yaitu C tokoferol (",:,1 trimetiltocol) , D tokoferol (",1 dimetiltocol), E tokoferol (:,1 dimetiltocol), F tokoferol (1 metiltocol), G4 tokoferol (",: dimetiltocol), H tokoferol (: metiltocol). !edangkan yang termasuk ke dalam senyawa tocotrienol adalah G$ tokoferol (",:,1 trimetiltocotrienol), I tokoferol (",1 dimetiltocotrienol). 0ada temperatur ruang tokoferol berada dalam bentuk minyak cair. Jat zat inilah merupakan antioksidan yang utama dalam lemak dan minyak yang dapat mencegah ketengikan. SUMBER VITAMIN E !umber umum vitamin * antara lain minyak gandumKjagung, sayuran, hati, telur, mentega, susu, daging, dan terutama dari tauge. C tokoferol terdapat pada semua minyak sayuran terutama minyak biji gandum dan minyak biji kapas yang mengandung C tokoferol sebagai kandungan utamanya. D tokoferol terdapat pada minyak biji gandum, barley, dan mungkin juga dalam minyak biji mostar F tokoferol dan E tokoferol serta beberapa C tokoferol terdapat dalam minyak kedelai. !elain itu, dalam minyak biji kapas, F tokoferol dan E tokoferol berada dalam jumlah yang hampir sama. (alam minyak jagung E tokoferol berada dalam jumlah sekitar .# % sedangkan sisanya adalah C tokoferol G4 tokoferol dan H tokoferol terdapat bersama sama dengan C tokoferol pada beras ABSORPSI( TRANSPORT( DAN DISTRIBUSI

Vitamin * diserap optimal di dalam empedu, dan selama absorpsi, vitamin * tidak mengalami esterifikasi. 2okoferol bebas terdapat dalam serum dan vitamin * yang diabsorpsi disimpan dalam beberapa jaringan, terutama banyak terdapat dalam uterus dan testis serta jaringan adipose. 0ada pria, F tokoferol dan E tokoferol ditemukan hanya pada lemak subkutan sekitar $# % tokoferol total, sedangkan pada wanita sebagian besar jaringan mengandung 4# 6# % yang F tokoferol dan E tokoferol dari total tokoferol yang ada di jaringan. METABOLISME VITAMIN E 7etabolit asam tokoferonat dan bentuk laktonnya ditemukan pada urin individu yang mengkonsumsi vitamin * dalam jumlah besar. (alam proses metabolisme, C tokoferol akan diubah menjadi 4,",8 trimetilbenzokuinon. DEFISIENSI VITAMIN E $. ,erpengaruh pada ketidakseimbangan kapasitas reproduksi * avitaminosis dimanifestasikan pada hewan dengan kehilangan fertilitasnya. (efisiensi vitamin * dapat berakibat pada pencegahan terjadinya kehamilan kalaupun terjadi kehamilan, biasanya terjadi kerusakan pada janin, resorpsi uterus, dan keguguran. 0ada pria berakibat menderita atrofi sel germinal dari testis dan kegagalan produksi spermatozoa. 2okoferol plasma akan meningkat selama kehamilan dari sekitar #,1. mgK$## ml menjadi $,6 mgK$## ml. 0ada penderita diabetes, tokoferol plasmanya tentu saja akan lebih tinggi. 4. 7eningkatkan kecenderungan terjadinya hemolisis pada bayi 2ransfer vitamin * melalui plasenta sangat terbatas, vitamin * akan lebih bebas ditransfer melalui A!3. ,ayi yang baru lahir mengandung seperlima bagian total tokoferol serum yang terkadung dalam tubuh sang ibu.!ecara umum, A!3 terutama colostrum manusia mengandung total tokoferol yang lebih besar daripada susu sapi /. Abnormalitas muscular (distrofi dan degenerasi otot skelet) 6. *nsephalomalasia !ecara klinik dikarakterisasi oleh ataksia, spasmus, dan paralysis, serta menunjukkan terjadinya hemoragi, udema, dan degenerasi sel 0urkinje dan lapisan granular. 0enyakit tersebut tidak secara keseluruhan merupakan akibat dari defisiensi vitamin * tetapi juga disebabkan oleh adanya asam linoleat dan asam arakhidonat. ". <ekrosis hepatic 8. (epigmentasi gigi seri

:. Autolisis ginjal HIPERVITAMINOSIS VITAMIN E *fek buruk dari kelebihan vitamin * belum diketahui. EFEK VITAMIN E TERHADAP METABOLIT ESENSIAL $. Vitamin A 2okoferol bebas lebih efektif daripada tokoferol asetat dalam penyimpanan maksimal vitamin A dalam hati 4. Asam lemak esensial C tokoferol memperluas efektifitas kuantitas suboptimal linoleat dalam mencegah atau mengobati sindrom defisiensi asam lemak esensial EFEK VITAMIN E TERHADAP EN)IM $. 2ransaminase +ekurangan vitamin * dapat menyebabkan menurunnya enzim transaminase glutamate oksaloasetat (5@2). !eseorang yang mengalami distrofi otot dan menerima terapi vitamin * dapat berakibat pada meningkatnya !5@2. !elain itu, meningkatnya !5@2 juga ditemukan pada pasien yang mengalami infark miokardia. 4. !istem enzim respiratori (efisiensi vitamin * yang menyebabkan distrofi otot menyebabkan peningkatan pengambilan oksigen. !elain itu, C tokoferol bersama sama dengan vitamin + dapat mengembalikan aktifitas enzim sitokrom suksinat, dan terdapat kemungkinan kemampuan vitamin * dalam melindungi gugus !B pada enzim dan jaringan. HUBUNGAN VITAMIN E DENGAN ASAM NUKLEAT 'egulasi laju pengubahan asam nukleat merupakan fungsi metabolik primer dari vitamin *. (efisiensi vitamin * dapat berakibat pada peningkatan penggabungan asam nukleat pada hati dan otot skelet sebagai indikasi untuk meningkatkan laju pengubahan asam nukleat. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TOKOFEROL 3n Vitro

!ebagai antioksidan, tokoferol dapat menunda terjadinya autooksidasi pada lipid secara in vitro. !ebagai contoh asam lemak tak jenuh rantai panjang seperti asam linoleat, linolenat, dan arakhidonat sangat mudah teroksidasi saat terpapar molekul oksigen. 2ahap awal proses autooksidasi adalah terbentuknya radikal bebas yang dikatalisis oleh peroksidase dan hidroperoksidase. (alam hal ini tokoferol sebagai antioksidan berperan menetralkan radikal bebas tersebut. 3n Vivo 2erlihat jelas bahwa peroksidasi lemak tubuh, pembentukan ceroid, dan penurunan penyimpanan vitamin A terjadi ketika asam lemak tak jenuh berada dalam jumlah besar tanpa adanya vitamin * dalam jumlah yang cukup sebagai antioksidan. KEBUTUHAN HARIAN +ebutuhan harian vitamin * yang pasti tidak diketahui, saat ini hanya dapat diperkirakan saja. ,iasanya diberikan $" /# mg. ;umlah ini harus lebih tinggi pada pemasukan asam lemak tak jenuh yang lebih banyak serta pada beban fisik dan psikis yang lebih tinggi. PERAN TERAPEUTIK !ampai saat ini kemungkinan penggunaan vitamin * dalam terapi masih tetap menjadi bahan pertentangan. +emungkinan pemberian vitamin * juga bermanfaat untuk menghindari fibriplasia retrolental pada bayi yang diberi oksigen, juga pada pasien wanita yang menderita mastopati sistik. Vitamin * juga ditambahkan pada pasien yang menerima makanan sintetik yang banyak mengandung asam lemak tak jenuh. D. VITAMIN K Vitamin + *4 metil $,6 naphthoLuinon dan derivatnya) adalah vitamin larut air yang berperan penting dalam reaksi dan sintesis protein , termasuk setidaknya / faktor pembekuan. !istem limfatik berperan utama mentransport vitamin + ke hati. Vitamin + jarang disimpan dalam jaringan. (imetabolisme di hati dan secara cepat dieliminasi. ,7 vitamin + adalah $:4, $1. Vitamin + fisiologi adalah menakuinon (vitamin +4). 3ni dapat diganti dengan fitomenadion (vitamin +$) yang terdapat dalam tanaman. Vitamin +$ dan +4 larut lemak, akan tetapi lebih stabil terhadap cahaya &V dan basa. KEGUNAAN VITAMIN K

0enting untuk sintesis protrombin dalam hati dan faktor pembekuan lainnya (antihemoragi). Vitamin + hanya dapat meninggikan kandungan protrombin darah apabila hati masih mampu mensintesis zat ini. ;ika hati rusak parah, misalnya pada sirosis hati atau atrofi hati, preparat vitamin + tidak bermanfaat. 3on kalsium dan vitamin + mempengaruhi hampir seluruh aspek dalam proses pembekuan darah. !ejumlah vitamin + yang cukup dibutuhkan bagi hati untuk memproduksi 6 faktor pembekuan, termasuk protrombin (factor 33) dan factor V33, 3M, dan M. 0ada pasien penyakit parah yang ditangani dengan sefalosporin yang mengandung rantai samping < metiltiotetrazol tampak adanya gangguan pembekuan darah, yang terutama disebabkan oleh gangguan metabolisme vitamin + dan ini dapat dicegah dengan pemberian vitamin + sebagai profilaktik. ;uga digunakan sebagai antidot pada dosis berlebih antikoagulansia, seperti misalnya prekumon dan rodentisida. 0ada keracunan rodentisida hebat dengan pendarahan, terapi yang dilakukan yaitu pemberian secara intravena fraksi darah dengan factor pembekuan 33, V33, 3M, dan M atau darah segar atau plasma segar. Antidot sesungguhnya yaitu vitamin + baru dalam waktu $ / hari sesudahnya dapat mengembalikan fungsi darah, karena hati harus mensintesis factor pembekuan lebih dulu. +arena itu preparat vitamin + hanya boleh diberikan sebagai tambahan pada pendarahan akut. MEKANISME KERJA +erja dari vitamin + dapat melibatkan vitamin + karboksilase. +erja vitamin ini yaitu sebagai koenzim pada E karboksilasi rantai samping yang mengandung asam glutamat. !enyawa ENkarboksiglutamil yang didapat dengan cara ini mempunyai kemampuan mengikat kompleks ion kalsium. ,entuk sesungguhnya yang berkhasiat adalah turunan hidrokuinonnya, yang pada ENkarboksilasi dari asam glutamate dioksidasi menjadi vitamin + 4,/ epoksida dan oleh epoksidreduktase dengan <A(B sebagai koenzim akan diregenerasi lagi. ABSORPSI( DISTRIBUSI( DAN EKSRESI 7ekanisme absorpsi vitamin + bervariasi, tergantung dari kelarutannya. Vitamin + diabsorpsi di usus masuk ke saluran limfa dengan adanya garam empedu. Absorpsi vitamin +$ memerlukan energi di usus halus. !edangkan vitamin + 4 diabsorpsi dengan cara difusi di usus halus dan di usus besar. !etelah diabsorpsi,

vitamin +$ berikatan dengan trigliserida dan lipoprotein dalam bentuk chylomicron. (i hati, jumlah vitamin +$ menurun, sedangkan vitamin +4 berada dalam konsentrasi yang tetap. !ecara umum, konsentrasi vitamin +4 selalu lebih besar dibandingkan konsentrasi vitamin +$ baik di hati maupun di plasma. Vitamin +$ dimetabolisme menjadi metabolit yang lebih polar yang kemudian akan diekskresikan melalui empedu dan urin. 7etabolit utama dalam urin berupa senyawa yang telah mengalami pemendekan rantai samping (" : atom karbon) menghasilkan asam karboksilat yang terkonjugasi dengan glukoronat. SUMBER !ayur, terutama dalam tanaman yang mempunyai kandungan klorofil tertinggi, bakteri yang terdapat dalam kolon (!taphylococcus, basil 2,-, dan terutama bakteri coli) menghasilkan / vitamin ) Vitamin +, biotin, dan Vitamin ,"(asam pantotenat). ,akteri ini mensuplai hampir setengah bagian dari kebutuhan vitamin +. PENGELOMPOKKAN 1. Vitamin K1 (fitomenadion/fitonadion/filokuinon/fhytylmenaquinon/2-metil-3phytyil-1,4-naphthoquinon) 7emiliki substituen alifatik panjang pada posisi /. 2erdapat pada sayuran berdaun hijau. (apat juga diproduksi secara sintetik unutk tujuan terapeutik. (iserap di saluran intestinal denga keberadaan garam empedu. (igunakan secara injeksi subkutan atau intramuscular bila memungkinkan osis ! 0engobatan hipoprotrombinemia akibat obat antikoagulan, dan malabsorpsi (ewasa ) 4 4" mg Anak anak ) 4 $# mg ,ayi ) $ 4 mg ,ayi baru lahir ) $ mg (diberika sering untu mencegah pembekuan darah) (osis dapat diulang setelah 8 1 jam bila dibutuhkan 2ablet Vitamin +$ osis ! (osis lazim ) 4," $# mg (apat diulang setelah $4 61 jam bila dibutuhkan 2. Vitamin K2 (prenilmenaquinon-")

7emiliki rantai alifatik lebih panjang. 2erdapat pada ikan, secara komersial jarang digunakan untuk penggunaan medicinal 3. Vitamin K3 (menadion/2-metil-1,4-naphthoquinon/menaquinon) (ibuat secara sintetik, diserap secara langsung. !ebaiknya tidak dikonsumsi oleh bayi 2ablet " mg osis ! " $# mg sehari 4. Vitamin K4 (menadiol/2-metil-1,4-naphthalendiol) Basil reduksi (hidrokuinon) menadion. 2erdapat dalam bentuk garam bis(dihidrogen fosfat) tetrasodium. (ibuat secara sintetik untuk tujuan terapeutik, diserap secara langsung. 2ablet " mg osis ! 0engobatan hipoprotrombinemia sekunder hingga penyakit kuning, #iliary fistulas " $# mg sehari 3ntramuskular dan subkutan osis! (ewasa ) " $" mg $ 4 kali sehari Anak anak) " $# mg $ 4 kali sehari 0enggunaan intravena dapat dilakukan untuk mendapatkan respon yang lebih cepat KEBUTUHAN HARIAN VITAMIN K #,: #,$6 mg $en%aturan dosis ! (ewasa ) terapi substitusi $# / mg per hari diberikan secara oral DAMPAK KELEBIHAN VITAMIN K +elebihan menadion dan turunannya (vitamin + sintetik) dapat mengakibatkan timbilnya anemia hemolitik, hiperbilirubinamia, dan kernikterus pada bayi terutama pada bayi premature, disfungsi hati, penyakit kuning. DAMPAK KEKURANGAN VITAMIN K

7eningkatkan timbulnya pendarahan (echymoses, epistaAis, hematuria, pendarahan gastrointestinal, dan postoperative hemorrhage) (efisiensi vitamin + dapat disebabkan oleh asupan lemak dan vitamin + yang kurang, gangguan pencernaan dan penyerapan lemak, contohnya gangguan dalam produksi empedu, diare kronis, kholangitis parah, dan ikterus tersumbat. (isini diamati kandungan protrombin darah yang terlalu kecil dan sebagai akibatnya kecenderungan pendarahan. +eadaan defisiensi juga terjadi pada bayi yang baru lahir (melaena neonatorum), jika si ibu tak mendapat pasokan vitamin + yang cukup. 0enyaluran vitamin + dapat dipengaruhi reaksi hipersensitifitas dan alergi. Biperbilirubinemia dapat terjadi pada konsumsi oleh bayi premature yang fungsi hatinya belum sempurna. Bemolisis sel darah merah dapat terjadi pada pasien defisiensi glukosa 8 fosfat dehidrogenase yang mengkonsumsi menadion dan menadiol. 7enadion dan menadiol dapat diberikan pada wanita hamil di beberapa minggu terakhir kehamilan. 2urunan 6 hidroksikumarin merupakan antagonis vitamin +. Bewan yang terserang akan menunjukkan kecenderungan pendarahan yang parah, dan pada umumnya diikuti dengan kematian. (engan menbandingkan atruktur dikumarol dan vitamin +/ ternyata bahwa kedua senyawa mempunyai persamaan. (ikumarol dan analog dikumarol sebagai antagonis vitamin + menghambat sintesis protrombin, dengan demikian senyawa ini merupakan antikoagulansia tak langsung. 7ekanisme kerja antagonis vitamin + ini adalah mencegah ENkarboksilasi asam glutamat menjadi prazat factor pembekuan (antara lain perubahan deskarboksi protrombin menjadi protrombin) yang biasanya membutuhkan vitamin +. +emungkinan senyawa ini memblok regenerasi vitamin + hidrokuinon dari vitamin + epoksida yang penting untuk karboksilasi normal. Antagonis vitamin + yang digunakan secara terapeutik adalah asenokuramol, fenprekumon, dan warfarin +erja dikumarol dapat dihentikan dengan pemberian vitamin + dosis tingi. <amun harus diperhitungkan adanya periode laten sampai timbulnya efek, karena sintesis pembekuan dalam jumlah yang cukup memerlukan waktu

IV.

DAFTAR PUSTAKA ,agian 9armakologi 9akultas +edokteran &niversitas 3ndonesia. 4##4. &armakoo%i dan 'erapi edisi 4. ;akarta ) 5aya ,aru. Bal. :$6 :$8, :46, :4: :/#. 5ilman, Alfred 5oodman. $..$. 'he $harmacolo%ical (asis of 'herapeutics. *ighth edition. Volume 4. <ew Oork ) 7c5raw Bill 3nternational *dition. 0age $"88 $"8. ,eaton, 5eorge B. $.86. )utrition. Volume 3. <ew Oork ) Academic 0ress. 0age /" 8# 7utschler, *rnst. $..$. inamika *#at. *disi ke ". ,andung ) penerbit 32,. Bal, 64" 6/$, ".", ".. 8##, 861, :8/ ,ykov, +. 7. $.8#. 'e+t#ook of $hysiolo%y. 7oscow ) 9oreign Panganges 0ublishing Bouse. 0age /41, //4 2yler, Varro *., ,rady, Pynn '., 'obbers, ;ames *., $.11. $harmaco%nosy .th edition, 0hiladelphia ) Pea Q 9ebiger, hal. 4.6 4.8 (irektorat ;enderal 0engawasan @bat dan 7akanan, $..". &armakope ,ndonesia edisi ,-, ;akarta ) (epartemen +esehatan '3, hal. 8:/ (irektorat ;enderal 0engawasan @bat dan 7akanan, $.:.. &armakope ,ndonesia edisi ,,,, ;akarta ) (epartemen +esehatan '3, hal. /": 7artini, 9rederic B., &undamentals of .natomy / $hysiolo%y "th edition, 0rentice Ball, hal "", $1$, 86: 861, 11", 1./, .4. ./# www.arbl.cvmbs.colorstate.edu. www.hanyawanita.com www.zestforlife.com www.ohionline.ag.ohio state.edu http)KKhLweb#$.bkkbn.go.idKhLwebKceriaKmbrtpage/8.html www.oregonstateuniversity.eduKlinuspaulinginstitut.vitaminA.html

La#&i!an

Recommended Dietary Allowance (RDA) for Vitamin A as Preformed Vitamin A (Retinol) Life Stage Infants Infants Children Children Children doles!ents d"lts #re$nan!y #re$nan!y %reastfeedin$ %reastfeedin$ Age 0-6 months 7-12 months 1-3 years 4-8 years 9-13 years 14-18 years 19 years and older 18 years yo"n$er 18 years yo"n$er and Males: mcg/day (IU/day) 400 (1333 IU) 500 (1667 IU) 300 (1000 IU) 400 (1333 IU) 600 (2000 IU) 900 (3000 IU) 900 (3000 IU) emales: mcg/day (IU/day) 400 (1333 IU) 500 (1667 IU) 300 (1000 IU) 400 (1333 IU) 600 (2000 IU) 700 (2333 IU) 700 (2333 IU) 750 (2500 IU) 770 (2567 IU) 1&200 (4000 IU) 1&300 (4333 IU)

19-years and older and

19-years and older

Retinol acti!ity e"#i!alency (RA$) ratios for %eta&carotene and ot'er (ro!itamin A carotenoids )#antity *ons#med 1 m!$ of dietary or s"''lemental (itamin 2 m!$ of s"''lemental +eta-!arotene 12 m!$ of dietary +eta-!arotene 24 m!$ of dietary al'ha-!arotene 24 m!$ of dietary +eta-!ry'to,anthin Vitamin RA$ 1&350 m!$ 150-230 m!$ 91 m!$ 97 m!$ fl fl 68 m!$ 134 m!$ (8 (8 )#antity +iocon!erted to Retinol RA$ ratio 1 m!$ of retinol) 1 m!$ of retinol 1 m!$ of retinol 1 m!$ of retinol 1 m!$ of retinol A, 1*1 2*1 12*1 24*1 24*1

ood Cod li(er oil -ortified +rea.fast !ereals /$$ %"tter 0hole mil. 21 fat ((itamin added) 2onfat ((itamin added) mil.

Ser!ing 1 teas'oon 1 ser(in$ 1 lar$e 1 ta+les'oon 1 !"' o"n!es) 1 !"' o"n!es) 1 !"' o"n!es) 152 mashed

Vitamin A, IU Retinol, mcg Retinol, IU 4&500 IU 500-767 IU 303 IU 323 IU 227 IU 447 IU 1&350 m!$ 150-230 m!$ 89 m!$ 95 m!$ 68 m!$ 134 m!$ 4&500 IU 500-767 IU 296 IU 317 IU 227 IU 447 IU

mil.

(8

fl

149 m!$ 959 m!$

500 IU 3&196 IU

149 m!$ 0

500 IU 0

34eet 'otato

!"'&

Carrot (ra4) Cantalo"'e 3'ina!h 36"ash& +"ttern"t

152 !ho''ed

!"'&

385 m!$

1&283 IU 1&555 IU 1&572 IU 1&906 IU

0 0 0 0

0 0 0 0

152 medi"m 466 m!$ melon 152 !oo.ed 152 !oo.ed !"'& !"'& 472 m!$ 572 m!$

-olera%le U((er Le!el of Inta.e (UL) for Preformed Vitamin A (Retinol) Age /ro#( Infants 0-12 months Children 1-3 years Children 4-8 years Children 9-13 years doles!ents 14-18 years d"lts 19 years and older UL in mcg/day (IU/day) 600 (2&000 IU) 600 (2&000 IU) 900 (3&000 IU) 1&700 (5&667 IU) 2&800 (9&333 IU) 3&000 (10&000 IU

Anda mungkin juga menyukai