Anda di halaman 1dari 6

A. Survey Lapangan Lokasi peninjauan tempat terjadinya genangan air adalah di Jalan Garuda Sakti.

Lokasi genangan terletak 500 meter dari simpang Garuda Sakti. Pada lokasi tersebut terdapat saluran drainase yang tidak berfungsi ketika terjadinya genangan. Saluran drainase mengarah ke Jalan HR.Soebrantas. Panjang jalan yang mengalami genangan 100 meter. Pada dasarnya, saluran drainase difungsikan untuk mengalirkan air limpasan ke badan air. Survey ini dilakukan pada hari Rabu, 1 Mei 2013, yang bertujuan untuk: 1. Untuk mengetahui kondisi lokasi genangan pada saat setelah terjadi hujan. 2. Untuk mengetahui kondisi saluran drainase yang terdapat di jalan Garuda Sakti, khususnya di lokasi yang terjadi genangan air ketika hujan. 3. Untuk melihat pola aliran air dan kondisi topografi di sebagian jalan Garuda Sakti yang menjadi lokasi genangan air. 4. Untuk mengetahui bangunan pendukung drainase.

Gambar 1. Denah Lokasi Survey

Dari hasil survey diketahui bahwa kondisi saluran eksisiting: a. Saluran drainase pada jalan Garuda Sakti, khususnya pada lokasi genangan sangat tidak terawat. b. Saluran drainase berupa saluran tanah. c. Banyak sampah yang terdapat pada saluran drainase. d. Banyak terdapat gorong-gorong yang dimensinya terlalu kecil untuk saluran tersebut.

Page | 1

e. Banyak terdapat jembatan penyeberangan yang menutupi saluran drainase, sehingga menyebabkan penyumbatan. f. Genangan terjadi karena topografi di daearah genangan lebih rendah dari pada di sekitar simpang Garuda Sakti.

Gambar 2. Sebagian Badan Jalan Garuda Sakti yang tergenang air

Gambar3. Saluran drainase yang tidak terawatt

Gambar 4. Jembatan Penyeberangan yang menutupi aliran air di dalam saluran drainase

Page | 2

B. Bangunan Pendukung Eksisting Gorong-gorong merupakan bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air melewati bawah jalan. Gorong-gorong banyak di temukan di sepanjang saluran drainase di Jalan Garuda Sakti. Gorong-gorong di buat pada setiap jembatan penyeberangan. Namun, banyak gorong-gorong yang dimensinya terlalu kecil, sehingga menjadi penghambat aliran air pada sluran drainase tersebut. Gorong-gorong pada saluran drainase di jalan Garuda sakti sebagian besar tidak terawatt.

Gambar 5. Bangunan pendukung eksisting (gorong-gorong)

C. Alur Aliran Pendukung Eksisting Pola aliran air pada lokasi genangan mengarah ke saluran drainase jalan HR.Soebrantas yang terletak di persimpangan jalan Garuda Sakti.

Lokasi Genangan Simpang Garuda Sakti

Gambar 6. Alur aliran pendukung eksisting

Page | 3

Gambar 7. Kondisi saluran drainase

D. Rencana Saluran Drainase Langkah perencanaan sistem drainase jalan dimulai dengan memplot rute jalan yang akan ditinjau di peta topografi untuk mengetahui daerah layanan sehingga dapat memprediksi kebutuhan penempatan bangunan drainase penunjang seperti saluran samping jalan, fasilitas penahan air hujan dan bangunan pelengkap. Dalam merencanakan harus memperhatikan pengaliran air yang ada di permukaan maupun yang ada di bawah permukaan dengan mengikuti ketentuan teknis yang ada tanpa menggangu stabilitas konstruksi jalan.

E. Kebutuhan Data yang Diperlukan Adapun data-data yang diperlukan dalam perencanaan saluran ini adalah: 1. Data curah hujan selama beberapa tahun dari stasiun pencatat curah hujan. 2. Luas daerah tangkapan air 3. Waktu konsentrasi 4. Data saluran yang sudah ada

F. Bagan Alir Perencanaan

Page | 4

G. Analisa yang Diperlukan a. Analisa Hidrologi 1. Analisa Data: i. Screening test Data yang hilang, klasifikasi data, dan data yang berada di luar range ii. Penentuan series data 1. Data maksimum tahunan (maximum annual series). 2. Data parsial (partial annual series)

iii. Analisa frekuensi dengan kala ulang 2, 5, 10 tahun dst. 1. Distribusi Normal 2. Distribusi Log Normal 3. Distribusi Gumbel 4. Distribusi Log Pearson III Untuk gorong-gorong jalan raya dengan kala ulang antara 3-15 tahun. iv. Uji kecocokan (Chi-kuadratdan Smirnov-Kolmogorov) 2. Analisa Intensitas dan Waktu Hujan i. Data curah hujan jam-jaman, didapat dari pengukur hujan otomatis (AWLR), digunakan rumus Talbot(1881), Sherman(1905), Ishiguro(1953). ii. Data curah hujan harian (Mononobe) 3. Analisa Waktu Konsentrasi pada Permukaan Jalan Penentuan waktu konsentrasi tergantung pada potongan melintang (cross section) dan potongan memanjang (long section) pada permukaan jalan. Waktu konsentrasi dihitung dengan rumus: tc = to + tf dimana : to = waktu yang diperlukan untuk mengalir mencapai inlet tf = waktu yang diperlukan untuk mengalir sepanjang saluran 4. Analisa Debit Rencana Dimensi saluran didesain berdasarkan besarnya debit air hujan yang akan dialirkan. Rumus Rasional : Q= C I A (m/detik) Q = debit (m/detik)
Page | 5

dimana :

C = koefisien pengaliran I = intensitas hujan untuk periode ulang tertentu (mm/jam) A = Luasan yang akan didrain (km) b. Analisa Hidrolika 1. Perhitungan Kecepatan Saluran 2. Perhitungan Kekasaran Saluran 3. Perhitungan Penampang Saluran

H. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan ini, antara lain: 1. Definisi drainase dalam bidang teknik sipil merupakan serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan ke badan air (sungai dan danau) atau tempat peresapan buatan. 2. Tujuan drainase dibangun ialah untuk mengalirkan air yang berlebih secepat mungkin disuatu kawasan baik yang berasal dari air hujan, air buangan, dan lainnya, agar mengalir keluar kawasan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan. 3. Saluran drainase eksisting secara umum kondisinya buruk, banyak ditemukan sampah di dalam saluran, dimensinya tidak beraturan dan masih saluran dari tanah. 4. Bangunan pendukung saluran drainase adalah gorong-gorong yang mengalirkan air melintasi jembatan penyeberangan. 5. Air di dalam saluran drainase mengalir ke arah saluran drainase jalan HR.Soebrantas yang terdapat di simpang Garuda Sakti. I. Rekomendasi sebagai hasil pembahasan Dari hasil pembahasan di atas, kami merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Saluran drainase pada jalan Garuda Sakti kilometer 0,5 diperlukan untuk mengalirkan limpasan hujan terutama dari badan jalan dan pertokoan sekitar. 2. Saluran drainase sebaiknya di beri perkerasan dan dirawat dengan baik. 3. Gorong-gorong pada setiap jembatan penyeberangan harus rawat dan dimensinya harus diperbesar. 4. Sebaiknya dilakukan pembersihan saluran drainase secara berkala.

Page | 6