Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Agar tujuan pendidikan dapat tercapai, maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu. Dan sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan adalah kesuksesan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu factor yang sangat dominan. Sebab dalam proses pembelajaran terjadi internalisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika peserta didik secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar. Untuk itu perlu dalam proses pembelajaran itu diciptakan suasana yang kondusif agar peserta didik benar-benar tertarik dan ikut aktif dalam proses pembelajaran. Kaitanya dengan usaha menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting. Sebab media perupakan sarana yang membantu proses pembelajaran terutama yang berkaitan dengan indera pendengaran dan penglihatan. Dengan adanya media dapat mempercepat proses pembelajaran murid karena dapat membuat pemahaman murid lebih cepat pula. Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respons yang diharapkan, ternasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.

Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu, sehingga yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa tercapai secara maksimal. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. Hasil penelitian telah memperlihatkan media telah menunjukkan keunggulanya membantu para guru dan staf pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran serta lebih cepat dan lebih mudah ditangkap oleh para siswa. Media memiliki kekuatan-kekuatan yang positif dan sinergi yang mampu merubah sikap dan tingkah laku mereka kearah perubahan yang kreatif dan dinamis. Sehubung dengan hal itu, peran media sangat dibutuhkan dalam pembelajaran dimana perkembangannya saat ini media bukan lagi dipandang sekedar alat bantu tetapi merupakan bagian yang penting dalam sistem pendidikan dan pembelajaran. Dengan adanya media maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai alat atau media pembelajaran. Guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pembelajaran yang akan ia pakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim emosional yang sehat diantara peserta didik, dan dengan media ini membantu guru untuk membawa duania ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang abstrak sifatnya menjadi konrit dan mudah dimengerti oleh murid. Mengingat begitu besarnya peran media dalam pembelajaran, makalah ini diharapkan dapat membantu kita sebagai calon guru dalam mengenal berbagai media pembelajaran dan karakteristiknya dan dimafaatkan dalam kita mengajar untuk kedepannya.

B. Rumusan Masalah Dari uraian di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran ? 2. Apa saja yang termasuk jenis media pembelajaran ? 3. Apa prinsip dalam pemilihan media pembelajaran ? 4. Apa tujuan digunakannya media pembelajaran itu ?

C. Tujuan Penulisan Dengan adanya penulisan makalah ini, maka tujuan yang diharapkan adalah : 1. Dapat mengetahui pengertian media pembelajaran 2. Dapat mengetahui jenis-jenis media pembelajaran 3. Dapat mengetahui prinsip-prinsip dalam memilih media pembelajaran 4. Dapat mengetahui manfaat digunakannya media dalam pembelajaran

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Media Pembelajaran Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata media diartikan sebagai alat, sarana, atau perantara (penhubung).1Menurut Zakiah Darajat dalam Ramayulis mengatakan pengertian alat pendidikan sama dengan media pendidikan, sarana pendidikan.2 Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah adalah media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni yaitu : media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar. Menurut Rossi dan Breidle mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat digunakan untuk tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya.3 Sedangkan Gagne berpendapat bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Senada dengan dengan Gagne adalah pendapat Briggs, yang mendifinisikan segala bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan yang dapat merangsang siswa untuk belajar. 4 National Education Association memberikan definisi media sebagai bentu-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan peralatannya. Dengan demikian media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar atau dibaca.5 Dari defenisi-defenisi tersebut dapat ditarik kesimpulannya bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audio ( siswa ) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.
1

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 2007), hal.

726

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2012), hal. 292 H. Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran , ( Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010 ). Hlm. 204 4 Gagne dalam Arif.S.Sadiman, Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatan, (Jakarta : CV. Rajawali, 1986), hal. 6 5Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada, 2002), hal. 3
3

B. Jenis-Jenis Media Pembelajaran Para ahli telah mengklasifikasikan media pendidikan kepada dua bagian yaitu media pembelajaran yang bersifat benda (materil) dan media pembelajaran yang bukan benda (non materil). Alat atau media pembelajaran yang berupa benda adalah, pertama : media tulis, seperti al Quran, Hadits, dan tulisan lain. Kedua : Benda-benda alam seperti hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan dan lainnya. Ketiga : Gambar-gambar yang dirancang seperti grafik. Keempat : Gambar yang diproyeksikan seperti video, transparan, in focus. Kelima : Audio recording (alat untuk didengar) seperti kaset, tape radio.6 Sedangkan alat atau media pembelajaran yang bukan benda (non materil) adalah keteladanan, perintah atau larangan, ganjaran dan hukuman.7 Menurut Rudi Bretz mengklasifikasikan ciri utama media pada tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak. Bentuk visual itu sendiri dibedakan lagi pada tiga bentuk yaitu gambar visual, garis dan simbol. Disamping itu juga membedakan media siar dan media rekam sehingga terdapat delapan klasifikasi media: 1. Media audio visual gerak 2. Media audio visual diam 3. Media audio semi gerak 4. Media vissual gerak 5. Media visual diam 6. Media visual semi gerak 7. Media audio 8. Media cetak Menurut Oemar Hamalik berpendapat bahwa terdapat empat klasifikasi media pengajaran yaitu: a. Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projectin, papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster, peta dan globe b. Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya: phonograph record, transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder c. Alat-alat yang bisa dilihat dan didengar, misalnya filim dan televisi, benda-benda tiga dimensi yang biasanya dipertunjukkan, misalnya: model, spicemens, bak pasir, peta electris, koleksi diorama d. Dramatisasi, bermain peranan, sosiodrama, sandiwara boneka, dan sebagainya

6 7

Ramayulis, Op. Cit., hal. 294 Ibid, hal. 297

Disamping itu para ahli media lainnya juga membagi jenis-jenis media pengajaran itu kepada: 1. Media asli dan tiruan 2. Media bentuk papan 3. Media bagan dan grafis 4. Media proyeksi 5. Media dengar ( audio) 6. Media cetak atau printed materialis Menurut Schramm, media pembelajaran dipandang dari segi kerumitan dan besarnya biaya. Dia membedakan antara media rumit dan mahal ( big media ), media sederhana dan murah ( little media ). Schramm juga mengelompokkan menurut daya liputnya menjadi media massal, kelompok, media individual. Selain itu dia juga membagi media menurut kontrol pemakaiannya dalam pengertian portabilitasnya dan kesesuaiannya untuk dirumah, kesiapan pemakaiannya setiap saat diperlukan, cepat atau tidaknya dalam penyampaian dan dapat dikontrol, kesesuaiannya untuk belajar mandiri dan kemampuannya untuk memberi umpan balik.8 Menurut Seels dan Glasgow, media pembelajaran dibagi kedalam dua kategori luas, yaitu: pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir.

a. Pilihan media tradisional Yang termasuk dalam media tradisional diantaranya adalah : 1. Visual diam yang diproyeksikan Yang termasuk dalam media visual diam yang diproyeksikan diantaranya proyeksi opaque ( tak tembus pandang ), proyeksi overhead, slides, filmstrips 2. Visual yang tak diproyeksikan Yang termasuk dalam media visual diam yang tidak diproyeksikan diantaranya gambar, poster, Foto, Charts, grafik, diagram, Pameran, papan info, papan bulu 3. Audio Yang termasuk media audiao diantaranya rekaman piringan, Pita, kaset, reel, diagram, Penyajian multimedia, Slide plus suara ( tape ), Multi-image 4. Visual dinamis yang diproyeksi Yang termasuk media visual dinamis adalah Filim, Televisi, Video 5. Cetak
8

Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal. 27-32

Yang termasuk media cetak diantaranya Buku teks, Modul, teks terprogram, Workbook, Majalah ilmiah, berkala, Lembaran lepas ( hand- out )

b. Pilihan media Teknologi Mutakhir Media pembelajaran yang termasuk dalam teknologi mutakhi dikelompokkan dalam dua hal yaitu : 1. Media berbasis telekomunikasi a. Teleconference b. Kuliah jarak jauh 2. Media berbasis mikroprosescor a. Computer-assisted instruction b. Permainan computer c. Sistem tutor intelejen d. Interaktif e. Hypermedia f. Compact ( video ) disc.9

Media pembelajaran jika dilihat dari sifatnya dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1. Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara 2. Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja tidak mengandung unsur suara. Yang termasuk kedalam media adalah film slide, foto, transparasi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis 3. Media audiovisual, yaitu jenis jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua. Media pembelajaran jika dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi kedalam:

Azhar Arsyad, Op.cit., hal. 33-34

a. Media yang memiliki daya lipat yang luas dan serentak seperti radio dan televisi. Melalui media ini siswa dapat mempelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan khusus b. Media yang mempunyai daya lipat yang terbatas oleh ruang dan waktu, seperti filim slide, film, video, dan lain sebagainya Media pembelajaran jika dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu : 1. Media yang proyeksikan, seperti film, slide, fim strip, transparansi, dan lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus, seperti film proyektor untuk memproyeksi film, slide projector untuk memproyeksikan film slide, Over Head Projector ( OHP ) untuk memproyeksi semacam ini, maka media semacam ini tidak akan berfungsi apa-apa 2. Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan lain sebagainya Klasek membagi media pembelajaran sebagai berikut: a. Media visual b. Media audio c. Media display d. Pengalaman nyata dan simulasi e. Media cetak f. Belajar terprogram g. Pembelajaran melalui komputer atau sering dikenal dengan Program Computer Aided Instruction ( CAI ).10 Media audiovisual dibagi menjadi; 1. Audiovisual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti filim bingkai suara ( sound slide ), film rangkai suara, dan cetak suara 2. Audiovisual gerak yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperi film suara dan video cassette Pembagian lainnya tentang media ini adalah: a. Audiovisual murni yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti: film video-cassette b. Audiovisual tidak murni yaitu yang unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari

10

Wina Sanjaya, Op. Cit., hal 211-213

slides proyektor dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder. contoh lainnya: flim strip suara dan cetak suara.11

C. Prinsip dalam Pemilihan Media Pembelajaran Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa . Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kebutuhan siswa. Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya: 1. Media yang digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran 2. Media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran 3. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa 4. Media yang digunakan harus memerlukan efektivitas dan efisien 5. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.12 Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing masing, maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran. Ada beberapa prinsip lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu : a. Harus ada kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. b. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya siswa TK, SD, SLTP, SMU, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna, gerak atau suara. Misalnya proses kimia (farmasi), atau pembelajaran pembedahan (kedokteran). c. Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya.
11

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar.( Jakarta: PT Rineka Cipta.2006). Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta : kencana, 2006) , hal.171.

hal. 125

12

Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi. Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan. Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan. Professor Ely mengatakan bahwa pemilihan media tidak terlepas dari konteksnya bahwa mendia merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar-mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan. Sebagai pendekatan praktis, ia menyarankan untuk mempertimbangkan media apa saja yang ada, berapa harganya, berapa lama diperlukan untuk mendapatkannya dan format apa yang memenuhi selera pemakai. Dalam hubungan ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media. Pertama adalah ketersediaaan sumber setempat. Kedua adalah apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dananya, tenaga dan fasilitasnya. Ketiga adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan, dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama. Artinya, media bisa digunakan dimana pun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahkan13 Menurut Hartono Kasmadi, bahwa di dalam memilih media pendidikan perlu dipertimbangkan adanya empat hal yaitu: Produksi, Peserta didik, Isi dan Guru.14 Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Dengan beraneka ragamnya media maka masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang
13 14

Arief S.Sadirman dkk., Media Pembelajaran, (Jakarta : Rajwali, 2011), hal.85 Harjanto, Perncanaan Pengajaran, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 1997), hal.241

10

harus diperhatikan dalam memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku 2. Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya anatara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa 3. Kondisi siswa dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran 4. Karakteristik media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru 5. Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada siswa secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal 6. Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai.15 Untuk menentukan pilihan dan penggunaan media pembelajaran yang tepat agar proses belajar mengajar mencapai tujuan pembelajaran. Pengajar diharuskan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut : a. Pengetahuan kognitif dan keterampilan baik pengajar maupun peserta belajar. Jadi sebelum menentukan media apa yang akan dipakai dalam menyampaikan materi,

pengajar harus mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan dirinya sendiri dan peserta belajarnya akankah mampu menguasai materi dengan penyampaian melalui media yang akan digunakan. Sehingga tidak terjadi kesenjangan antara media dan penggunannya. b. Kemudahan melakukan evaluasi dan penilaian hasil belajar. Apakah dengan media yang digunakan, pengajar dapat melakukan evaluasi dan penilaian hasil belajar dengan mudah sehingga sekaligus mempersingkat waktu. c. Level interaksi atau timbal balik antara pengajar dan peserta belajar. Seorang pengajar harus mempertimbangkan akankah dengan media pembelajaran yang dipilih, bisa terjadi interaksi yang baik antara pengajar dan peserta belajar. Karena, melalui interaksi ini dapat diketahui persentase keberhasilan penyampaian materi. Dengan kata lain, interaksi

15

Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Op.cit., hal. 15

11

bisa juga dijadikan sebagai ajang evaluasi sehingga dipastikan proses belajar mengajar menjadi lebih efisien. d. Strategi pembelajaran yang telah dibuat. Dalam pemilihan media pembelajaran yang akan digunakan, pengajar harus mempertimbangkan akankah media yang dipilih mempermudah strategi pembelajaran yang telah disusun oleh pengajar atau justru yang terjadi akan sebaliknya. e. Kompleksitas materi (content). Sebelum menentukan media pembelajaran yang akan digunakan, pengajar harus mempertimbangkan keoptimalan penyampaian materi yang akan dibawakan kepada peserta belajar. f. Perubahan materi (content) secara dinamis. Selama proses belajar mengajar, biasanya akan terjadi perubahan materi yang harus disampaikan. Oleh karena itu, dengan pemilihan media pembelajaran yang tepat akan membantu pengajar mengimbangi perubahan materi yang terjadi.16

D. Peran atau Fungsi Media Pembelajaran Media pendidikan merupakan bagian integral dari pembelajaran sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermutu. Karena itu media pendidikan di sebut juga media instruksional. Dengan demikian , media pendidikan mempunyai beberapa nilai praktis atau dapat berfungsi sebagai berikut : 1. Media pendidikan dapat mengatasi perbedaan pengalaman pribadi murid. Misalnya siswa berasal dari golongan mampu memiliki pengalaman sehari-harinya berbeda dengan golongan kurang mampu. Perbedaan ini dapat di tanggulangi dengan mempertontonkan film, gambar, tv dan sebagainya. 2. Media pendidikan dapat mengatasi batas-batas ruang kelas. Misalnya benda yang di ajarkan terlalu besar atau berat bila di bawa ke ruang kelas untuk diamati secaara langsung. Maka dapat di tanggulangi dengan film, gambar slidefilm strip dan sebagainya. 3. Media pendidikan dapat mengatasi keterbatasan karena jarak. Apabila secara langsung tidak dapat di amati karena terlalu kecil seperti molekul, sel atau atom maka dapat diatasi dengan model, gambar, dan sebagainya. 4. Media pendidikan dapat mengatasi masalah keterbatasan waktu. Apabila secara langsung gerakan benda sulit atau tidak dapat diamati karena terlalu lambat atau terlalu cepat, sedangkan gerakan itu menjadi pusat perhatian siswa maka dapat digunakan film strip dan sebagainya.

16

Tafqih Zuhdy. Jurnal Pendidikan Islam, (Ponorogo, Ponorojo, 2011), hal.150

12

5. Media pendidikan dapat di gunakan untuk memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang tidak dapat di ulang kembali atau telah terjadin dai masa lampau. Seperti peristiwa bencana alam, tiupan angina dan sebagainya maka dapat di gunakan film, film strip, slide dan sebagainya. 6. Media pendidikan memungkinkan adanya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan alam atau lingkungannya. Misalnya dengan mengunjungi suatu tempat. 7. Media pendidikan memberikan kesamaan dalam pengamatan terhadap sesuatu objek. 8. Media pendidikan dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar. Abu Bakar Muhammad dalam Ramayulis berpendapat bahwa kegunaan media pembelajaran itu antara lain : 1. Mampu mengatasi kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit 2. Mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik 3. Merangsang anak untuk bekerja dan menggerakkan naluri kecintaan menelaah dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu 4. Membantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat, memperhatikan dan

memikirkan satu pelajaran 5. Menimbulkan kekuatan perhatian, mempertajam indera, memperhalus perasaan dan cepat belajar.17 Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.18 Levie dan Lentz menemukakan empat fungsi media pengajaran, khususnya media visual yaitu:
17 18

Ramayulis, Loc. Cit., hal. 304 Azhar Arsyad, Loc. Cit., hal. 15

13

Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Sering kali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Fungis afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar ( atau membaca ) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras. Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Fungsi kompensatoris media pengajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.19 Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu: 1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan. 2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik. 3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. 4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga. 5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa . 6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. 7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. 8. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain. Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut : a. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.

19

Ibid, hal. 17

14

b. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya c. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu. d. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata. Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.20 Dari uraian pendapat-pendapat di atas, jelas peran media sangat penting, maka dalam pendidikan perlu dilengkapi dengan media dan tidak hanya sekedar ceramah saja. Pembelajaran akan lebih efektif dan efesien bila pembelajaran disampaikan dengan media selain itu materi ajar akan llebih tertunjang dengan dibantu media pembelajaran tersebut.

20

Ibid, hal. 27

15

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dari uraian di atas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audio ( siswa ) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Secara garis besar media pembelajaran tergolong kepada sepuluh kelompok yaitu ; NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Audio Cetak Audio-cetak Proyeksi visual diam Proyeksi Audio visual diam Visual gerak JENIS MEDIA CONTOH Kaset audio, siaran radio, CD, telepon Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Audio Visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD, televisi Benda nyata, model, specimen Guru, Pustakawan, Laboran CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI (Pembelajaran berbasis computer)

Obyek fisik Manusia dan lingkungan Komputer

B. Saran Kemajuan atau kemunduran generasi muda selaku generasi penerus di masa yang akan datang sangat tergantung dari pendidikan yang diperolehnya di masa kini, maka dari itu sudah seharusnya para pendidik dapat memanfaatkan media pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.

16

DAFTAR PUSTAKA

Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002. Arif.S.Sadiman, Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatan, Jakarta : CV. Rajawali, 1986. Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada, 2002. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2007 Harjanto, Perncanaan Pengajaran, Jakarta : PT Rineka Cipta, 1997 Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia, 2012 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta.2006 Tafqih Zuhdy. Jurnal Pendidikan Islam, Ponorogo : Ponorojo, 2011 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, Jakarta : kencana, 2006 -----------------, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010

17

MAKALAH
Tentang

MEDIA PEMBELAJARAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Semester Ganjil dalam Mata Kuliah Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Islam

Oleh: Abdul Majid Nim. 088121636

Dosen Pembimbing : Dr. Hj. Asmaiwaty Arief, M.Pd.

KOSENTRASI PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA IAIN IMAM BONJOL PADANG 2014

18

Anda mungkin juga menyukai