Anda di halaman 1dari 5

ALAT EVALUASI

STARTER DAN PENGISIAN Soal 1. Jelaskan fungsi sistem starter pada mobil! 2. Sebutkan komponen motor starter dan fungsinya! 3. Jelaskan cara kerja motor starter! 4. Sebutkan jenis jenis motor starter! 5. Jelaskan fungsi sistem pengisian pada mobil! 6. Sebutkan komponen sistem pengisian dan fungsinya! 7. Gambarkan wearing diagram sistem pengisian! 8. Jelaskan cara kerja sistem pengisian saat putaran mesin sedang ke tinggi! 9. Sebutkan bagian bagian alternator dan fungsinya! 10. Sebutkan ciri ciri IC regulator yang dibuat jadi satu dengan alternator!

Jawaban : 1. Fungsi sistem starter adalah untuk membantu menghidupkan mesin pertama kali dengan proses start oleh motor starter. 2. Komponen motor starter dan fungsinya : a. Yoke Yoke berfungsi sebagai penompang dari core berbentuk silinder yang terbuat dari logam. b. Field Coil Kumparan medan atau field coil berfungsi untuk membangkitkan medan magnet. c. Armature Berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi mekanik, dalam bentuk gerak putar. d. Brush Atau sikat dan pemegang sikat, sikat berfungsi untuk meneruskan arus dari field coil ke armature coil dan langsung ke massa melalui komutator. e. Armature Brake Berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus. f. Drive Lever Atau tuas penggerak, berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus. g. Starter Cluth Berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear. h. Pinion Gear Pinion gear berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari starter clutch ke roda penerus atau ring gear. i. Magnetic Switch Magnetic Switch atau sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama 3. Cara kerja motor starter a. Saat posisi kunci kontak ON Apabila starter switch diputar ke posisi ON, maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa dan di lain pihak pull in coil, field coil dan ke massa melalui armature. Pada saat ini hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama. Dari kejadian ini kunci kontak plate (plunger) akan bergerak ke arah menutup main switch, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch kearah posisi berkaotan dengan ring gear. Oleh karena arus yang mengalir ke field

coil pada saat itu relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dengan ring gear menjadi lambat. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup main switch. Aliran arusnya : Bateraiterminal 50hold in coilmassa Bateraiterminal 50pull in coilfield coilarmaturemassa. b. Pada saat pinion berkaitan penuh Bila pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear, kontak plate ajan mulai menutup main switch. Terminal C ada arus, maka arus dari pull in coil tidak dapat mengalir, akibatnya kontak plate ditahan oleh kemagnetan hold in coil saja. Bersama dengan itu arus yang besar akan mengalir dari baterai ke field coil armature massa melalui main switch. Akibatnya starter dapat menghasilkan momen puntir yang besar yang digunakan memutarkan ring gear. Bilamana mesin sudah mulai hidup, ring gear akan memutarkan armature melalui pinion, untuk menghindari kerusakan pada starter akibat hal tersebut maka kopling starter akan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebih. Aliran arusnya : Bateraiterminal 50hold in coilmassa Bateraimain switchterminal Cfield coilarmaturemassa. 4. Jenis motor starter a. Motor starter konvensional b. Motor starter reduksi c. Motor starter planetary 5. Fungsi sistem pengisian menyediakan energi listrik untuk menghidupkan perlengkapan kelistrikan mobil dan mengisi baterai agar baterai tetap terisi penuh. 6. Komponen sistem pengisian : a. Baterai, sebagai sumber arus dan media penyimpanan arus pengisian b. Kunci Kontak, sebagai pemutus dan penghubung arus dari baterai ke regulator c. Lampu Indikator Pengisian, sebagai pengontrol adanya pengisian d. Regulator, sebagai pengontrol arus dan pembatas tegangan pengisian e. Alternator, sebagai pembangkit arus.

7. Wearing diagram sistem pengisian

8. Saat kecepatan sedang ke tinggi

Bila putaran mesin bertambah , voltage yang dihasilkan oleh kumparan stator naik, dan gaya tarik dari kemagnetan kumparan voltage regulator menjadi lebih kuat. Dengan daya tarik yang lebih kuat, field current yang ke rotor akan mengalir terputus-putus (intermittently). Dengan kata lain , gerakan titik kontak PL0 dari voltage regulator kadang-kadang membuat hubungan dengan titik kontak PL2.

9. Bagian bagian alternator dan fungsinya : a. Pulley Berfungsi untuk tempat V belt penggerak alternator yang memindahkan gerak putar mesin untuk memutar alternator. b. Kipas (fan) Berfungsi untuk mendinginkan komponen altenator yaitu diode maupun kumparan pada alternator. c. Rotor Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. d. Stator Stator berfungsi sebagai kumparan yang menghasilkan listrik saat terpotong medan magnet dari rotor. e. Dioda (rectifier) Dioda berfungsi untuk menyearahkan arus AC yang dihasilkan oleh stator coil menjadi arus DC, disamping itu juga berfungsi untuk menahan agar arus dari baterai tidak mengalir ke stator coil. f. Sikat (brush) Sikat berfungsi untuk mengalir arus listrik dari regulator ke rotor coil. 10. Ciri ciri IC regulator yang dibuat jadi satu dengan alternator : a. Ukuran kecil dan outputnya tinggi b. Tidak diperlukan penyetelan voltage (tegangan) c. Mempunyai sifat konpensasi temparatur untuk control tegangan yang dimiliki untuk pengisian baterai dan suplai ke lampu lampu.