Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PTT ( PERALATAN TEGANGAN TINGGI)

KELOMPOK 4 Binsar Daniel Sandi M. Rifqi Robert Lie 0915031082 0915031060 0915031099

SINGLE LINE DIAGRAM GARDU INDUK (GI) BANGKINANG, UPT PEKANBARU


PLN Gardu Induk (GI) Bangkinang merupakan gardu induk yang termasuk dalam unit PLN Tragi Teluk Lembu - UPT Pekanbaru.GI bangkinang dibangun dan dioperasikan pada tahun 1998 yang pada saat itu beriringan dengan dibangunnya PLTA Koto Panjang. Selama lebih dari 1 dekade telah banyak perkembangan yang terjadi dalam sistem ketenagalistrikan seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat akan listrik.Untuk kedepannya tidak heran jika nantinya Gardu Induk bangkinang menjadi Gardu induk yang besar, mengingat untuk penyuplaian listrik daerah kabupaten kampar mendapatkan energi listrik dari Gardu Induk bangkinang.

SINGLE LINE DIAGRAM GI BANGKINANG (150 kV) , UPT PEKANBARU

Di dalam saluran transmisi GI ini digunakan beberapa peralatan tegangan tinggi (150kV), seperti : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Arrester (10kA, 150kV) LT (1250A, 0,2mH, 170kV) PT (150kV,V3, 100VA ) PMS (1250A/31kA) CT (1250/5A, 30VA) PMT (1250A/20kA) VCB

Berdasarkan fungsinya PTT (150kV) : 1. Arrester : Lightning Arrester / LA atau Surge Arrester yang biasa di sebut Arrester , di Gardu Induk berfungsi sebagai pengaman instalasi ( peralatan listrik pada instalasi ) dari gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir ( Ligthning Surge ) maupun oleh surja hubung ( Switching Surge ). 2. LT : berfungsi : Memberikan impedansi tinggi terhadap frekuensi pembawa berfrekuensi tinggi agar memperngaruhi peralatan pada jaringan, melindungi peralatan komunikasi dari tegangan surja yang berlebihan, melakukan lebar bidang frekuensi pembawa dari terminal PLC ke saluran tegangan tinggi dan sebaliknya 3. PT : Adalah trafo satu fasa yang menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan Voltmeter yang berguna untuk indikator, relai dan alat sinkronisasi. 4. PMS : Berfungsi untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain atau instalasi lain yang bertegangan. PMS ini boleh dibuka atau ditutup hanya pada rangkaian yang tidak berbeban. Mengenai Sakelar pemisah akan dibahas pada postingan selanjutnya. 5. CT : Digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi. Jika arus yang mengalir pada tegangan rendah dan besarnya dibawah 5 amper, maka pengukuran dapat dilakukan secara langsung sedangkan untuk arus yang mengalir besar, maka harus dilakukan pengukuran secara tidak langsung dengan menggunakan trafo arus (sebutan untuk trafo pengukuran arus yang besar). Disamping itu trafo arus berfungsi juga untuk pengukuran daya dan energi, pengukuran jarak jauh dan rele proteksi. 6. PMT : Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada saat berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat terjadi arus gangguan). Pada waktu menghubungkan atau memutus beban, akan terjadi tegangan recovery yaitu suatu fenomena tegangan lebih dan busur api, oleh karena itu sakelar pemutus dilengkapi dengan media peredam busur api tersebut, seperti media udara dan gas SF6. 7. VCB : Vacum Circuit Breaker fungsinya sama dengan CB

Referensi:

http://gibangkinang.org/ http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/03/perlengkapan-gardu-induk.html