Anda di halaman 1dari 12

ALAM SEMESTA

Sejarah ruang dan waktu tidak terlepas dari sejarah alam semesta. Ruang dan waktu terbentuk bersamaan dengan pembentukan alam semesta. Tidak ada ruang di luar alam semesta. Dan tidak ada waktu sebelum ada alam semesta. Namun, dalam kajian fisika definisi waktu telah disederhanakan, tidak tepat lagi dengan pemahamanan manusiawi. Kadang sulit difahami dengan nalar awam. Dalam kehidupan sehari-hari, pengalaman manusiawi terbagi dalam dua kelompok: al-hal !ang objektif !ang dapat dikenali dengan pan"aindera tersebar dalam ruang. Sedangkan hal-hal subjektif #ide, pemikiran, kesadaran diri, emosi, dan sejenisn!a$ tersebar dalam waktu. Tidak dapat digambarkan dalam dunia n!ata, tetapi mengungkapkan waktu masa lalu, sekarang, dan akan datang. Dalam fisika, waktu disederhanakan han!a apa !ang tampak pada arloji atau pengukur waktu lainn!a #misaln!a, detak jantung, jumlah a!unan bandul, rotasi bumi, atau getaran atom$. %rtikel ringkas ini sekilas mengulas sejarah alam semesta !ang juga sejarah raung dan waktu. Dimulai dengan bahasa uni&ersal untuk memahami bagaimana alam ber"erita tentang sejarah dirin!a. Kemudian sekilas mengenal posisi kita - manusia - di alam semesta !ang sebenarn!a se"ara fisik tidak ada artin!a dibandingkan dengan keluasan alam ra!a. 'pa!a memahami sejarah lahirn!a alam semesta beserta e&olusin!a diulas dengan hasilhasil sains terbaru diungkapkan se"ara ringkas mulai dari alam semesta se"ara keseluruhan sampai tata sur!a dan bumi. (uga diulas e&olusi alam semesta dalam persepsi %l-)uran. *alau tidak dibahas se"ara mendalam, ulasan tentang e&olusi alam dimaksudkan juga untuk meluruskan antipati ummat terhadap sains karena kontro&ersi !ang bersumber dari analisis !ang keliru. +&olusi #termasuk e&olusi makhluk hidup$ adalah kenis"a!aan di alam !ang sering disalahartikan dan diran"ukan ban!ak orang hingga ban!ak ditentang kaum agamawan !ang tidak faham. %nalisis sosiologis digunakan untuk membantah teori sains, suatu hal !ang tidak tepat.Terakhir, untuk memaknai penjelajahan intelektualitas berbasis sains tersebut, diulas sekilas makna ikhlas dari pemahaman sejarah ruang dan waktu.

Bahasa Universal
Dalam astronomi, bahasa uni&ersal adalah "aha!a atau lebih umumn!a gelombang elektromagnetik #+,$, termasuk sinar--, sinar ultra &iolet, sinar infra merah, dan gelombang radio. Semua benda langit ber"erita tentang dirin!a dengan pan"aran gelombang +,. .isika dan matematika menjadi juru bahasan!a. /bjek !ang sangat panas, seperti pada peristiwa tumbukan materi !ang sangat kuat akibat tarikan 0ubang itam #1la"k ole$, ber"erita tentang dirin!a dengan pan"aran sinar--. Dengan fisika dapat ditafsirkan bahwa objek itu sangat panas dan dapat dikaji apa !ang mungkin men!ebabkann!a. /bjek-objek !ang sangat dingin, seperti 2embrio2 bintang

#protostar$, ber"erita ban!ak kepada astronom dengan pan"aran sinar infra merah dan gelombang radio. 3alaksi-galaksi !ang sedang berlari menjauh memberikan pesan lewat spektrum "aha!an!a !ang bergeser ke arah merah #red shift$. Sa!angn!a, sebagian besar materi di alam semesta tak meman"arkan gelombang +, tersebut. 4tulah !ang dinamakan 2dark matter2 #materi gelap$. 5,ateri gelap5 itu men"akup objek raksasa !ang runtuh ke dalam intin!a #misaln!a 1la"k ole atau 0ubang itam !ang men!erap semua "aha!a$, objek seperti bintang namun bermassa ke"il hingga tak mampu memantik reaksi nuklir di dalamn!a #!aitu objek katai "oklat$, atau partikel partikel subelementer. 6enemuan di penghujung abad 78 baru lalu bahkan lebih mengagetkan #karena tidak terduga sebelumn!a$ para pakar kosmologi sendiri: Tern!ata han!a 9: isi alam semesta !ang kita kenali materin!a #materi barionik, terbuat dari proton dan netron$. Selebihn!a 7;: 5materi gelap5 #non-barionik$ dan <;: berupa 5energi gelap5 #dark energ!, istilah baru dalam kosmologi modern$. 5,ateri gelap5 ini ibarat orang bisu. Kita tak dapat mendengar kisah mereka tetapi kita !akin mereka ada dihadapan kita. Kita han!a bisa menangkap is!arat is!arat !ang diberikann!a. 4s!arat is!arat tak langsung itulah !ang ditangkap oleh para astrofisikawan untuk mendengar kisah 2materi gelap2. 4s!arat-is!arat itu bisa berupa pan"aran sinar - dari bintang !ang berpasangan dengan 1la"k ole atau dari efek gra&itasi pada objek di dekatn!a. Sekedar "ontoh, inilah "ara 1la"k ole ber"erita bahwa dirin!a ada. 6an"aran sinar-- !ang kuat bisa ber"erita bahwa di sana ada ob!ek !ang sangat panas. Dengan telaah fisika kemudian diketahui bahwa panas itu terjadi karena ada materi dari suatu bintang !ang sedang disedot oleh benda !ang ke"il bermassa sangat besar !ang menjadi pasangann!a. ,ateri !ang jatuh pada bidang !ang sempit di sekitar benda pen!edot itulah menimbulkan panas !ang sangat tinggi !ang akhirn!a meman"arkan sinar--. Dari is!arat-is!arat lainn!a disimpulkan bahwa pen!ebab perpindahan materi itu adalah sebuah 1la"k ole !ang sedang men!edot materi dari bintang pasangann!a, seperti teramati pada objek =!gnus ->. Kini di awal abad 7>, 5materi gelap5 makin gelap lagi. /bser&asi astronomi masih sulit mendeteksi keberadaann!a, karena mulai bergeser ke pengertian !ang lebih sempit sebagai materi non-barionik. an!a fisika partikel !ang kini diharapkan menjadi 5juru bahasan!a5 dari ungkapan-ungkapan abstrak matematis. Dari tiga jenis partikel anggota 5materi gelap5, baru netrino !ang sedikit dikenali. Selebihn!a masih dianggap materi hipotetik: a?ion dan neutralino.

Posisi Kita di Alam Semesta


Dengan bantuan teleskop dan detektor astronomi !ang makin peka merekam objekobjek redup, kini telah di!akini bahwa bumi kita bukanlah pusat alam semesta !ang di kelilingi oleh lapisan lapisan langit. 1umi kita han!alah satu planet ke"il di tata sur!a.

Tata sur!a terdiri dari matahari beserta benda-benda langit lainn!a !ang mengitarin!a. Saat ini diketahui bahwa di sekitar matahari ada @ planet, lebih dari AB satelit !ang mengitari planet indukn!a, puluhan ribu asteroid #planet ke"il$, meteoroid #batuan antarplanet$, dan debu antarplanet #meteoroid mikro$. ,atahari adalah anggota tata sur!a !ang paling dominan dengan massa @@,CA: dari keseluruhan massa total tata sur!a. Sedangkan massa total @ planet #,erkurius, Denus, 1umi, ,ars, (upiter, Saturnus, 'ranus, Neptunus, dan 6luto$ han!a 8,>9:. +mpat planet pertama disebut planet kebumian karena komposisin!a mirip bumi, terutama terdiri dari batuan silikat dan logam. +mpat planet berikutn!a adalah planet raksasa dengan komposisi utaman!a adalah unsur-unsur ringan # idrogen, elium, %rgon, Karbon, /ksigen, dan Nitrogen$ berbentuk gas atau "air. Sedangkan 6luto merupakan planet terke"il !ang terdiri dari batuan dan es. Di antara ,ars dan (upiter terdapat puluhan ribu asteroid atau planet ke"il. Tetapi massa totaln!a han!a sekitar >: dari ,erkurius, planet kebumian !ang terke"il. asil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua batuan meteorit !ang jatuh ke bumi berasal dari pe"ahan asteroid tersebut. 1umi berjarak >A8 juta km dari matahari. 4ni disebut > Satuan %stronomi #S%$. Sedangkan planet terluar, 6luto, berjarak ;@.A S%. (arak terjauh !ang masih dipengaruhi ga!a gra&itasi matahari adalah sekitar 78 tril!un km atau >78.888 kali jarak bumi-matahari. Di luar orbit planet 6luto tersebut terdapat 2gudang2 komet !ang jumlahn!a tril!unan bakal komet. 3udang komet terdekat disebut Sabuk Kuiper pada jarak sekitar A8 S% dan !ang terjauh dikenal sebagai %wan Komet /ort pada jarak sekitar A8.888 S%. 3udang komet ini diduga sebagai sisa-sisa materi pembentuk tata sur!a. 3angguan terhadap gudang komet itu akan men!ebabkan sebagian inti komet keluar dari gudangn!a dan tertarik oleh gra&itasi matahari. %kibatn!a komet itu akan mengitari matahari. Komet !ang terdiri dari gas beku, es, dan debu bila mendekati matahari akan menguap dan melepaskan debu-debun!a di sepanjang lintasann!a. 4tu !ang sering kita sebut sebagai bintang berekor. Di luar tata sur!a kita berada di ruang antarbintang. ,atahari sendiri han!alah bintang kuning berukuran sedang. Ribuan bintang bisa kita lihat di langit dengan mata biasa dan jutaan lagi !ang bisa kita lihat dengan teleskop. Di antaran!a ada bintang bintang raksasa !ang besarn!a ratusan kali besar matahari. Semuan!a merupakan anggota dari ratusan mil!ar bintang !ang menghuni galaksi kita, 1ima Sakti. 3alaksi kita digolongkan sebagai galaksi spiral, berbentuk seperti huruf S dengan lengan tunggal atau majemuk. Diametern!a sekitar >88.888 tahun "aha!a, artin!a dari ujung ke ujung akan ditempuh oleh "aha!a !ang berke"epatan ;88.888 kmEdetik dalam waktu sekitar >88.888 tahun. Tata sur!a kita berjarak sekitar 7A.888-;8.888 tahun "aha!a dari pusatn!a dan mengorbit mengelilingi pusat galaksi dengan ke"epatan sekitar 788 ;88 kmEdetik sekali dalam 788 juta tahun.

,ungkin sekali di antara ratusan mil!ar bintang anggota 1ima Sakti ada bintang !ang mempun!ai tata planet. Namun karena jarakn!a !ang amat jauh, sulit untuk menemukan tata planet tersebut. Dengan teropong besar pun bintang bintang itu han!a tampak sebagai titik titik "aha!a. Namun akhir-akhir ini telah dijumpai bintang bintang !ang dikelilingi oleh piringan debu !ang diduga mempun!ai tata planet atau setidakn!a dalam e&olusi membentuk tata planet. Dengan teleskop optik !ang dilengkapi alat khusus, piringan materi di sekitar bintang 1eta 6i"toris dapat diamati. 6iringan materi itu di duga dalam masa awal pembentukan tata planet, seperti keadaan tata sur!a kita sekitar 9,A mil!ar tahun !ang lalu atau merupakan awan komet seperti !ang ada di tepi tata sur!a kita. Kalau kita menembus kedalaman langit lebih jauh lagi, kita akan jumpai jutaan, mungkin mil!aran, galaksi galaksi lain. 3alaksi galaksi itu bagaikan pulau pulau !ang saling berjauhan !ang berpenghuni mil!aran bintang pula. 1eberapa galaksi membentuk gugusan galaksi. Kemudian gugusan gugusan itu dan galaksi galaksi mandiri lainn!a mengelompok dalam gugusan besar !ang disebut super "luster. 1ima Sakti merupakan anggota dari gugusan galaksi !ang disebut 0o"al 3roup !ang beranggota sekitar dua puluh galaksi dan berdiameter sekitar ; juta tahun "aha!a. Di luar 0o"al 3roup !ang terpisah sejauh puluhan atau ratusan juta tahun "aha!a dijumpai pula ban!ak super "luster !ang terdiri ratusan atau ribuan galaksi.

Evolusi Alam Semesta


Naluri manusia selalu ingin mengetahui asal usul sesuatu, termasuk asal-usul alam semesta. 1erbagai hasil pengamatan dianalisis dengan dukungan teori-teori fisika untuk mengungkapkan asal-usul alam semesta. Teori !ang kini di!akini bukti-buktin!a men!atakan bahwa alam semesta ini bermula dari ledakan besar #1ig 1ang$ sekitar >;,< mil!ar tahun !ang lalu. Semua materi dan energi !ang kini ada di alam terkumpul dalam satu titik tak berdimensi !ang berkerapatan tak berhingga. Tetapi ini jangan diba!angkan seolah olah titik itu berada di suatu tempat di alam !ang kita kenal sekarang ini. Fang benar, baik materi, energi, maupun ruang !ang ditempatin!a seluruhn!a ber&olume amat ke"il, han!a satu titik tak berdimensi. Tidak ada suatu titik pun di alam semesta !ang dapat dianggap sebagai pusat ledakan. Dengan kata lain ledakan besar alam semesta tidak seperti ledakan bom !ang meledak dari satu titik ke segenap penjuru. al ini karena pada hakekatn!a seluruh alam turut serta dalam ledakan itu. 0ebih tepatn!a, seluruh alam semesta mengembang tiba tiba se"ara serentak. Ketika itulah mulain!a terbentuk materi, ruang, dan waktu. ,ateri alam semesta !ang pertama terbentuk adalah hidrogen !ang menjadi bahan dasar bintang dan galaksi generasi pertama. Dari reaksi fusi nuklir di dalam bintang terbentuklah unsur-unsur berat seperti karbon, oksigen, nitrogen, dan besi. Kandungan unsur-unsur berat dalam komposisi materi bintang merupakan salah satu 2akte2 lahir bintang. 1intang-bintang !ang mengandung ban!ak unsur berat berarti bintang itu 2generasi muda2 !ang memanfaatkan materi-materi sisa ledakan bintang-bintang tua. ,ateri pembentuk bumi pun

di!akini berasal dari debu dan gas antar bintang !ang berasal dari ledakan bintang di masa lalu. (adi, seisi alam ini memang berasal dari satu kesatuan. 1ukti-bukti pengamatan menunjukkan bahwa alam semesta mengembang. Spektrum galaksi galaksi !ang jauh sebagian besar menunjukkan bergeser ke arah merah !ang dikenal sebagai red shift #panjang gelombangn!a bertambah karena alam mengembang$. 4ni merupakan petunjuk bahwa galaksi galaksi itu saling menjauh. Sebenarn!a !ang terjadi adalah pengembangan ruang. 3alaksi galaksi itu #dalam ukuran alam semesta han!a dianggap seperti partikel partikel$ dapat dikatakan menempati kedudukan !ang tetap dalam ruang, dan ruang itu sendiri !ang sedang berekspansi. Kita tidak mengenal adan!a ruang di luar alam ini. /leh karenan!a kita tidak bisa menan!akan ada apa di luar semesta ini. Se"ara sederhana, keadaan awal alam semesta dan pengembangann!a itu dapat diilustrasikan dengan pembuatan roti. ,ateri pembentuk roti itu semula terkumpul dalam gumpalan ke"il. Kemudian mulai mengembang. Dengan kata lain 2ruang2 roti sedang mengembang. 1utir butir partikel di dalam roti itu #analog dengan galaksi di alam semesta$ saling menjauh sejalan dengan pengembangan roti itu #analog dengan alam$. Dalam ilustrasi tersebut, kita berada di salah satu partikel di dalam roti itu. Di luar roti, kita tidak mengenal adan!a ruang lain, karena pengetahuan kita, !ang berada di dalam roti itu, terbatas han!a pada ruang roti itu sendiri. Demikian pulalah, kita tidak mengenal alam fisik lain di luar dimensi 2ruang waktu2 !ang kita kenal. 1ukti lain adan!a pengembangan alam semesta di peroleh dari pengamatan radio astronomi. Radiasi !ang terpan"ar pada saat awal pembentukan itu masih berupa "aha!a. Namun karena alam semesta terus mengembang, panjang gelombang radiasi itu pun makin panjang, menjadi gelombang radio. Kini radiasi awal itu dikenal sebagai radiasi latar belakang kosmik #"osmi" ba"kground radiation$ !ang dapat dideteksi dengan teleskop radio.

Model Alam Semesta


Dengan han!a mengandalkan pengamatan, kita tidak mungkin menggambarkan bagaimana wujud alam semesta ini. ,aka diperlukanlah suatu model matematis !ang dapat menjelaskan 2bentuk2 alam semesta ini termasuk e&olusin!a. Dengan menggunakan solusi kosmologis persamaan +instein dan 6rinsip Kosmologis !ang menganggap bahwa alam semesta homogen di mana pun dan isotropik di setiap titik di alam, didapatkan dua model alam semesta: 2terbuka2 #atau tak berhingga$ dan 2tertutup2 #atau berhingga tak berbatas$. 6rinsip Kosmologis !ang diasumsikan tersebut didasarkan hasil pengamatan bahwa alam semesta tampakn!a homogen dan isotropik , !aitu galaksi galaksi tampak tersebar seragam ke segala arah. 'ntuk menentukan model mana !ang benar diperlukan informasi tentang massa total alam semesta ini. Seandain!a seluruh materi di alam ini tidak "ukup ban!ak untuk mengerem pengembangan maka alam semesta akan terus mengembang dan berarti alam semesta ini

2terbuka2 atau tak berhingga. Tetapi jika massan!a "ukup besar, maka pengembangan alam semesta akan direm, akhirn!a berhenti dan mulai mengerut lagi. Kalau ini !ang terbukti berarti alam semesta 2tertutup2 atau bersifat 2berhingga tak berbatas2. Sifat alam semesta 2berhingga tak berbatas2 itu dapat diilustrasikan dalam dua dimensi pada bola bumi #sesungguhn!a alam berdimensi empat, tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu$. 1ola itu berhingga ukurann!a namun tak berbatas, tak bertepi. 3aris garis lintang analog dengan 2ruang2 alam semesta ini dan garis garis bujur analog dengan 2waktu2. 6erjalanan 2ruang waktu2 alam ini bermula dari kutub utara menuju kutub selatan. Kita menelusuri garis bujur. Dengan bertambah jauh kita menelusurin!a #atau bertambah 2waktu2 n!a$ kita akan jumpai lingkaran lingkaran lintang !ang bertambah besar #atau 2ruang2 alam semesta mengembang$. Setelah men"apai maksimum di khatulistiwa, kemudian lingkaran lintang pun mulai menge"il lagi. Seperti itu pula alam semesta mulai mengerut. 1ila kita berjalan sepanjang garis lintang, kita akan kembali ke titik semula. Sama haln!a dengan sifat 2ruang2 alam semesta !ang tak berbatas itu. =aha!a !ang kita pan"arkan ke arah mana pun, pada prinsipn!a, akan kembali lagi dari arah belakang kita. 1ila model ini benar, pada prinsipn!a, kita akan bisa melihat galaksi 1ima Sakti #galaksi kita$ berada di antara galaksi galaksi !ang jauh #galaksi luar$. Sampai tahun >@@8-an belum dapat diputuskan model mana !ang benar karena belum adan!a bukti obser&asi !ang betul betul me!akinkan. 6engamatan Deuterium !ang dilakukan satelit =operni"us pada tahun >@<; menghasilkan jumlah Deuterium 8.88887 kali jumlah idrogen. Sebenarn!a ini merupakan alasan terkuat !ang mendukung model alam 2tak berhingga2, artin!a alam semesta akan terus mengembang. Namun analisis nasib akhir alam semesta kini berbalik. *alaupun bukti-bukti lain kini makin me!akinkan bahwa alam semesta memenuhi model geometri datar-terbuka. 6enemuan-penemuan terbaru akhir %bad 78 mengungkapkan bahwa materi alam semesta tidak menentukan nasib akhir alam semesta apakah akan mengembang terus atau akan kembali mengerut. 6enemuan 5energi gelap5 telah mengubah "ara berpikir para pakar kosmologi. 6ada satu sisi, materi mengerem pengembangan alam semesta, namun pada sisi lain 5energi gelap5 justru memper"epat pengembangann!a. an!a saja, keberadaan 5energi gelap5 tetap membuka peluang pengembangan terus menerus atau kembali mengerut, walau pun alam semesta di!akini mempun!ai sifat datar-terbuka #artin!a objek !ang teramati sesuai dengan ukuran sebenarn!a$.

Evolusi Bintang
1intang-bintang lahir dari awan molekul. Teori saat ini men!atakan kelahiran bintang dimulai dari penggumpalan awan molekul. 6artikel-partikel awan molekul itu akibat ga!a gra&itasin!a runtuh ke intin!a membentuk inti !ang akan menjadi bintang. %kibat rotasi gumpalan awan molekul itu sebagian materi tidak jatuh ke intin!a, tetapi ke sekitar inti membentuk piringan. 4nti bintang itu mulai memanas tetapi masih diselimuti debu dan gas !ang tebal dan amat dingin, di bawah minus 788 derajat =. 4barat bakal kupu-

kupu dalam kepompong, inti bintang itu tak terlihat dari luar. Fang teramati han!a selimut debun!a. 4tu pun han!a pan"aran infra merah dan radio !ang bisa terdeteksi. 4nti bintang !ang makin panas akan memantik reaksi fusi nuklir. %kti&itas bintang !ang meman"arkan radiasi dan partikel angin bintang dimulai. +mbusan angin bintang lambat laun akan men!ingkirkan selimut debu dan gas di sekitar bintang itu. ,ulan!a semburan dari arah kedua kutub bintang itu lalu pan"aran angin bintang lambat laun akan men!ingkirkan debu dan gas !ang men!elimutin!a. Fang tersisa adalah piringan debu dan gas di piringan sekitar ekuatorn!a. 6iringan debu dan gas di sekitar bintang itu di!akini sebagai "ikal bakal planet. Dengan tersibakn!a selimut debu, inti bintang mulai tampak se"ara &isual, walau masih amat redup dan han!a bisa teramati dengan teleskop besar. Kini diketahui ban!ak bintang !ang masih mempun!ai piringan debu dan gas !ang umurn!a masih beberapa juta tahun. ,atahari kita tergolong bintang 2remaja2 !ang baru berumur 9,A mil!ar tahun. Reaksi fusi nuklir menjadi sumber energi bintang -- termasuk matahari -- hingga bersinar. %ngin bintang dan tekanan radiasi akhirn!a juga akan men!ingkirkan debu-debu di piringan. Kalau di piringan itu terbentuk planet-planet, !ang tersisa adalah planet-planet dan sedikit materi debu-debu antarplanet. asil reaksi fusi nuklir di inti bintang adalah unsur-unsur !ang lebih berat. 1ila bahan bakar nuklir di intin!a habis, akhirn!a bintang pun akan mati. %khir kehidupann!a tergantung massa dan keadaan fisik bintang. %da bintang mengakhiri hidupn!a dengan mengembang lalu akhirn!a melepaskan materi-materin!a ke angkasa dan akhirn!a menjadi bintang kerdil putih. ,atahari tergolong bintang !ang akan mengakhiri hidupn!a dengan "ara itu. %da pula !ang meledak !ang disebut superno&a. Nah, materi-materi !ang terlepas ke angkasa itu nantin!a akan menjadi bahan dasar pembentukan bintang baru berikurn!a.

Evolusi Tata Surya


Dari berbagai telaah radioisotop diperoleh bahwa batuan tertua di bumi berumur sekitar 9,> mil!ar tahun, batuan di bulan tertua 9,9 mil!ar tahun, dan meteorit tertua berumur 9,B mil!ar tahun. 'mur batuan ini menunjukkan pula bahwa tata sur!a terbentuk sekitar 9,A mil!ar tahun !ang lalu. Dari hasil pengamatan tata sur!a dan bintang-bintang sejenis matahari maka dibangunkah teori-teori tentang asal-usul tata sur!a. 1an!ak teori dibuat dan dire&isi berdasarkan temuan-temuan terbaru. ,enurut teori !ang saat ini dianggap paling sesuai dengan ban!ak bukti pengamatan dan telaah teoritikn!a, tata sur!a terbentuk seperti umumn!a bintang-bintang bermassa ke"il lainn!a. Sur&ai 4R%S #Satelit %stronomi 4nframerah$ dan pengamatan teleskop radio menunjukkan ban!ak bintang bermassa ke"il #hampir mirip matahari$ masih dalam proses pembentukan. 1agian intin!a membentuk embrio bintang !ang dikelilingi piringan debu dan gas. asil pengamatan itu didukung model teoritik berdasarkan perhitungan fisika. ,enurut telaah teoritik, pembentukan bintang bermula dari kontraksi #pemadatan$ debu dan gas se"ara

lambat akibat ga!a gra&itasin!a sendiri !ang membentuk "ore #gumpalan$ di dalam awan molekul raksasa. Setelah bagian intin!a "ukup padat, terjadilah "ollapse #pemadatan tiba-tiba$ dan materi mulai jatuh #infall$ ke arah pusatn!a. %kibat perputaran "ore itu, gas dan debu !ang runtuh mulai dari bagian dalam, bukan han!a embrio bintang !ang terbentuk tetapi juga piringan #disk$ di sekitarn!a. +mbrio bintang dan piringan masih diselubungi oleh debu !ang amat tebal sehingga tidak terlihat dari luar. an!a pan"aran sinar inframerah !ang dapat diamati. Dalam proses selanjutn!a, embrio bintang berkembang menjadi bintang muda !ang di dalam intin!a mulai terjadi reaksi nuklir. 1intang muda itu kemudian meman"arkan partikel-partikel halusn!a !ang disebut angin bintang. 4ni dimulai dari arah kutubn!a selanjutn!a ke arah ekuatorn!a. Dengan itu pula infall berhenti dan selubung debun!a mulai tersibak. Fang tersisa adalah piringan gas dan debu di sekitar bintang muda tersebut. Sisa piringan gas dan debu itu disebut nebula proto-planet, karena di piringan itulah kemudian terbentuk planet-planet. 1intang #matahari$ dan piringan debun!a selanjutn!a memasuki masa pembentukan planetplanetn!a. Salah satu teori men!ebutkan bahwa nebula proto-planet mula-mula berdiameter sekitar 78 S% ketika infall berhenti, belum seluas tata sur!a kita sekarang. Kemudian nebula proto-planet melebar sehingga diametern!a menjadi sekitar 98 S% !ang disertai dengan proses pendinginan. 6roses pendinginan nebula proto-planet men!ebabkan terjadin!a penggumpalan gas dan debu. Sen!awa !ang mula-mula berkondensasi adalah besi dan silikat. Di bagian luar tata nebula proto-planet !ang temperaturn!a lebih rendah, es air juga ikut berkondensasi. Teori !ang kini dianggap kuat men!atakan bahwa planet-planet berasal dari penggumpalan itu !ang disebut planetesimal. 1umi dan planet-planet kebumian lainn!a #,erkurius, Denus, dan ,ars$ han!a terbentuk dari materi padat !ang terkondensasi, terutama dari sen!awa besi dan silikat. Sedangkan (upiter dan planet-planet raksasa lainn!a terbentuk dari planetesimal besar, antara lain akibat turut terkondensasin!a es air, sehingga mampu menangkap gas, terutama idrogen dan elium. 6lanetesimal ke"il !ang tidak membentuk planet atau pe"ah akibat tumbukan sesaman!a tersisa sebagai komet, asteroid, dan meteoroid.

Evolusi Bumi
Tata sur!a di awal e&olusin!a penuh dengan tumbukan. 6roto-bumi #bakal bumi$ dan proto-planet #bakal planet$ lainn!a juga mengalami tumbukan !ang hebat. Salah satu bukti adan!a tumbukan besar itu adalah kemiringan sumbu rotasi planet-planet terhadap bidang orbitn!a. Tumbukan hebat !ang dialami proto-bumi bukan han!a men!ebabkan kemiringan sumbu rotasi bumi 7;.Ao, tetapi juga terbentukn!a bulan.

,enurut teori !ang paling kuat bukti-buktin!a, proto-bumi pernah mengalami tumbukan hebat dengan proto-planet lainn!a !ang massan!a sekitar >E@ massa bumi. Tumbukan hebat ini men!ebabkan terlontarn!a batuan sebesar massa bulan #8.8> massa bumi$ ke angkasa dan membentuk bulan. Salah satu bukti kuat teori ini adalah tidak dijumpain!a inti besi di bulan karena !ang terlontar han!a bagian kulit bumi. %kibat tumbukan itu juga atmosfer bumi len!ap. %tmosfer !ang ada kini sebagian dihasilkan oleh proses-proses di bumi sendiri, sebagian lainn!a berasal dari pe"ahan komet atau asteroid !ang menumbuk bumi. Komet !ang komposisi terbesarn!a adalah es air #78: massan!a$ diduga kuat merupakan sumber air bagi bumi, karena rasio DeutoriumE idrogen #DE $ di komet hampir sama dengan rasio DE pada air di bumi, !aitu sekitar 8.8887. Sekedar gambaran, berikut ini diberikan perhitungan kasar jumlah komet !ang mungkin telah menumbuk bumi dan men!umbangkan airn!a. Sebuah komet !ang berdiameter >8 km mempun!ai massa total sekitar A88 mil!ar ton, berarti mengandung air sekitar seratus mil!ar ton. Sedangkan massa total lautan saat ini sekitar >,; juta tril!un ton, kira-kira setara dengan >8 juta komet berdiameter >8 km. 4ni menunjukkan pernah terjadi tumbukan komet !ang luar biasa hebatn!a dengan bumi dalam jangka waktu !ang panjang.

Evolusi Alam dalam Perspektif AlQuran


Setelah menjelajah bukti-bukti obser&asi dan teori ilmiah tentang e&olusi alam semesta, menarik juga untuk meninjau aspek religius untuk diperbandingkan dengan aspek ilmiah itu. *alaupun hal ini masih bersifat interpretasi !ang masih dapat diperdebatkan. ,enurut %l-)ur5an, alam #langit dan bumi$ di"iptakan %llah dalam enam masa #).S. 9>:@>7$, dua masa untuk men"iptakan langit sejak berbentuk dukhan #"ampuran debu dan gas$, dua masa untuk men"iptakan bumi, dan dua masa #empat masa sejak pen"iptaan bumi$ untuk memberkahi bumi dan menentukan makanan bagi penghunin!a. 'kuran laman!a masa #2hari2, a!!am$ tidak dirin"i di dalam %l-)ur5an. 1elum ada penafsiran pasti tentang enam masa itu. Namun, bedasarkan kronologi e&olusi alam semesta dengan dipandu is!arat di dalam %l-)ur-an #).S. 9>:@->7 dan ).S. <@:7<-;7$ dapat ditafsirkan bahwa enam masa itu adalah enam tahapan proses sejak pen"iptaan alam sampai hadirn!a manusia. 0aman!a tiap masa tidak merupakan fokus perhatian. ,asa pertama dimulai dengan ledakan besar #big bang$ #).S. 7>:;8, langit dan bumi asaln!a bersatu$ sekitar >8 - 78 mil!ar tahun lalu. 4nilah awal ter"iptan!a materi, energi, dan waktu. 20edakan2 itu pada hakikatn!a adalah pengembangan ruang !ang dalam %l)uran disebut bahwa %llah berkuasa meluaskan langit #).S. A>:9<$. ,ateri !ang mulamula terbentuk adalah hidrogen !ang menjadi bahan dasar bintang-bintang generasi pertama. asil fusi nuklir antara inti-inti idrogen menghasilkan unsur-unsur !ang lebih berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi. ,asa !ang ke dua adalah pembentukan bintang-bintang !ang terus berlangsung. Dalam bahasa %l-)uran disebut pen!empurnaan langit. Dukhan #debu-debu dan gas antarbintang,

). S. 9>:>>$ pada proses pembentukan bintang akan menggumpal memadat. 1ila intin!a telah "ukup panasn!a untuk memantik reaksi fusi nuklir, maka mulailah bintang bersinar. 1ila bintang mati dengan ledakan superno&a unsur-unsur berat hasil fusi nuklir akan dilepaskan. Selanjutn!a unsur-unsur berat !ang terdapat sebagai materi antarbintang bersama dengan hidrogen akan menjadi bahan pembentuk bintang-bintang generasi berikutn!a, termasuk planet-planetn!a. Di dalam %l-)ur5an pen"iptaan langit kadang disebut sebelum pen"iptaan bumi dan kadang disebut sesudahn!a karena prosesn!a memang berlanjut. 4nilah dua masa pen"iptaan langit. Dalam bahasa %l-)ura5an, big bang dan pengembangan alam !ang menjadikan galaksi-galaksi tampak makin berjauhan #makin 2tinggi2 menurut pengamat di bumi$ serta proses pembentukan bintang-bintang baru disebutkan sebagai 2Dia meninggikan bangunann!a #langit$ lalu men!empurnakann!a2 #).S. <@:7C$ ,asa ke tiga dan ke empat dalam pen"iptaan alam semesta adalah proses pen"iptaan tata sur!a termasuk bumi. 6roses pembentukan matahari sekitar 9,A mil!ar tahun lalu dan mulai dipan"arkann!a "aha!a dan angin matahari itulah masa ke tiga pen"iptaan alam semesta. 6roto-bumi #5ba!i5 bumi$ !ang telah terbentuk terus berotasi !ang menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi. 4tulahlah !ang diungkapkan dengan indah pada a!at lanjutan pada ).S. <@:7@, 2dan Dia menjadikan malamn!a gelap gulita dan menjadikan siangn!a terang benderang. ,asa pemadatan kulit bumi agar la!ak bagi hunian makhluk hidup adalah masa ke empat. 1umi !ang terbentuk dari debu-debu antarbintang !ang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam #endogenik$ dari peluruhan unsurunsur radioaktif di bawah kulit bumi. %kibat pemanasan endogenik itu materi di bawah kulit bumi menjadi lebur, antara lain mun"ul sebagai la&a dari gunung api. 1atuan basalt !ang menjadi dasar lautan dan granit !ang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. 6emadatan kulit bumi !ang menjadi dasar lautan dan daratan itulah !ang nampakn!a dimaksudkan penghamparan bumi pada ).S. <@:;8, 2Dan bumi sesudah itu #sesudah pen"iptaan langit$ dihamparkan N!a.2 ,enurut analisis astronomis, pada masa awal umur tata sur!a gumpalan-gumpalan sisa pembentukan tata sur!a !ang tidak menjadi planet masih sangat ban!ak bertebaran. Salah satu gumpalan raksasa, >E@ massa bumi, menabrak bumi men!ebabkan lontaran materi !ang kini menjadi bulan. %kibat tabrakan itu sumbu rotasi bumi menjadi miring 7;,A derajat dan atmosfer bumi len!ap. %tmosfer !ang ada kini sebagian dihasilkan oleh prosesproses di bumi sendiri, sebagian lainn!a berasal dari pe"ahan komet atau asteroid !ang menumbuk bumi. Komet !ang komposisi terbesarn!a adalah es air #78: massan!a$ diduga kuat merupakan sumber air bagi bumi karena rasio DeutoriumE idrogen #DE $ di komet hampir sama dengan rasio DE pada air di bumi, sekitar 8.8887. adirn!a air dan atmosfer di bumi sebagai pras!arat kehidupan merupakan masa ke lima proses pen"iptaan alam.

6emanasan matahari menimbulkan fenomena "ua"a di bumi: awan dan halilintar. ,elimpahn!a air laut dan kondisi atmosfer purba !ang ka!a gas metan #= 9$ dan amonia #N ;$ serta sama sekali tidak mengandung oksigen bebas dengan bantuan energi listrik dari halilintar diduga menjadi awal kelahiran sen!awa organik. Sen!awa organik !ang mengikuti aliran air akhirn!a tertumpuk di laut. Kehidupan diperkirakan bermula dari laut !ang hangat sekitar ;,A mil!ar tahun lalu berdasarkan fosil tertua !ang pernah ditemukan. Di dalam %l-)ur5an ).S. 7>:;8 memang disebutkan semua makhluk hidup berasal dari air. 0ahirn!a kehidupan di bumi !ang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuhtumbuhan merupakan masa ke enam dalam proses pen"iptaan alam. adirn!a tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 7 mil!ar tahun lalu men!ebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. 6ada masa ke enam itu pula proses geologis !ang men!ebabkan pergeseran lempeng tektonik dan lahirn!a rantai pegunungan di bumi terus berlanjut. Tersedian!a air, oksigen, tumbuhan, dan kelak hewan-hewan pada dua masa terakhir itulah !ang agakn!a dimaksudkan %llah memberkahi bumi dan men!ediakan makanan bagi penghunin!a #).S. 9>:>8$. Di dalam ).S. <@:;>-;; hal ini diungkapkan sebagai penutup kronologis enam masa pen"iptaan, 24a meman"arkan dari padan!a mata airn!a, dan #menumbuhkan$ tumbuh tumbuhann!a. Dan gunung gunung dipan"angkan N!a dengan teguh, #semua itu$ untuk kesenanganmu dan untuk binatang binatang ternakmu2. 1agaimana akhir alam semestaG Kosmologi #"abang ilmu !ang mempelajari struktur dan e&olusi alam semesta$ masih men!atakan sebagai pertan!aan !ang terbuka, belum ada jawabn!a, mungkin terus berkembang atau mungkin pula kembali mengerut. Namun %l)uran mengis!aratkan adan!a pengerutan alam semesta, seperti terungkap pada )S 7>:>89. 26ada hari kami gulung langit, seperti menggulung lembaran-lembaran kertas #makin menge"il$ seperti Kami telah menjadikan pada awaln!a, begitulah kami mengulangin!a.2

khlas Bersama !uang dan "aktu


Teori relati&itas telah men!atukan ruang dan waktu dalam dunia empat dimensi, dunia ruangwaktu #ditulis bersambung sebagai satu kata$. Dan se"ara matematis dirumuskan kuadrat selang ruangwaktu H kuadrat selang waktu - kuadrat jarak ruang. Tanda minus berbeda dengan anggapan awam untuk ruang dan waktu #menggunakan 2dan2, ruang dan waktu sebagai hal !ang terpisah$ !ang terbiasa dengan rumus ph!tagoras: kuadrat jarak H kuadrat selang sumbu ? I kuadrat selang sumbu !. Dalam dunia ruangwaktu, jarak bintang ke mata kita adalah 2nol2. Karena, misaln!a, jarak bintang #jarak ruang$ 9 tahun "aha!a. =aha!a bintang tersebut men"apai mata kita dalam waktu 9 tahun juga #selang waktu$. (adi, selangEjarak ruangwaktu bintang tersebut adalah 8. Dalam dunia ruang dan waktu #mengikuti hukum Newton, non-relati&istik$ senantiasa kita berjalan ke masadepan se"ara perlahan dengan ke"epatan satu hari tiap harin!a. Tetapi kita juga bisa berjalan ke masa depan dengan lebih "epat lagi ke tempat !ang sangat jauh, misalkan dengan pesawat antariksa berke"epatan mendekati "aha!a. 4nilah perjalanan relati&istik, mengikuti hukum relati&itas. Dalam perjalanan relati&istik, waktu berjalan

relatif lebih lambat daripada waktu dalam keadaan berdiam tidak ikut dalam perjalanan. al ini sudah terbukti pada partikel berenergi tinggi. *aktu luruh #berubah menjadi partikel lainn!a$ partikel ,uon sebenarn!a dalam keadaan diam han!a sepersejuta detik. Namun dalam perjalanan dengan ke"epatan mendekati ke"epatan "aha!a, waktu luruhn!a teramati oleh detektor !ang diam bisa men"apai A8 kali lipat. %pa makna batiniah dari semua fakta fisik iniG Kita tidak bisa mundur ke masa lalu. Kita senantiasa maju menuju masa depan. Semakin "epat kita maju, semakin jauh jarak tempuh kita menuju masa depan. Kita tetap merasa muda pada saat orang malas merasa tua. Kita senantiasa berubah, bere&olusi dengan kerangka waktu !ang jauh lebih pendek dari e&olusi alam. Tentun!a, e&olusi !ang kita harapkan adalah e&olusi menuju perbaikan kualitas dan kuantitas. Kualitas iman !ang makin mantap, kualitas pribadi !ang makin mapan, kualitas hidup !ang makin sejahtera, dan kualitas keluarga !ang makin bahagia. Kuantitas ilmu !ang makin bertambah, kuantitas amal !ang makin meningkat, kuantitas riJki !ang makin bermanfaat, dan kuantitas pengikut !ang mendoakann!a. Ruang amal kita semestin!a berekspansi, meluas, dan makin &ariatif. 6ersahabatan dan jaringan kerja sela!akn!a terus bertambah. Ruang gerak kreatif-ino&atif seharusn!a makin terbuka. 0alu apakah fisik jasmaniah dan batiniah kita dibiarkan bere&olusi mengikuti alur perkembangan ruang dan waktu kita tanpa tuntunanG Semestin!a tidak dibiarkan lepas tanpa kendali. 6en!esatan dan pen"emaran Kalbu bisa mengubah sebagalan!a keluar dari jalan !ang diridhai-N!a. TaKarrub, pendekatan diri kepada-N!a adalah penuntunn!a. Kebersihan jiwa !ang ikhlas semestin!a !ang melandasi perjalanan ruang dan waktu kita. 4khlas bermakna bersih dari segala pamrih selain dari mengharap ridha-N!a.

Anda mungkin juga menyukai