Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan ilmu dan teknologi pada era sekarang yang sangatlah pesat menuntut manusia untuk meningkatkan kemampuan personal, keterampilan dan profesionalisme sumber daya cipta manusia Indonesia agar dapat bersaing di kancah internasional. Berbagai usaha peningkatan telah dilakukan pada semua bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Perguruan tinggi yang merupakan laboratorium segala aspek ilmu kehidupan hingga saat ini dituntut menghasilkan berbagai tenaga professional yang kompeten dan siap diterjunkan di semua bidang, yang salah satunya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Perguruan tinggi dituntut menghasilkan guru-guru profesional muda untuk memberikan angin segar dunia pendidikan Indonesia. Seorang guru dituntut memiliki keterampilan yang cukup dalam profesinya, oleh karenanya lulusan FKIP dibekali dengan keterampilan khusus untuk mengajar dan siap diaplikasikan di sekolah-sekolah. Namun adanya kebijakan baru tentang pendidikan guru bahwa mulai tahun 2013 seluruh lulusan sarjana pendidikan tidak lagi bisa langsung mengajar di Sekolahan. sebelumnya mereka harus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama satu tahun. Meski lulusan S1 pendidikan hendak menjadi guru tidak tetap (GTT) di sebuah sekolah, mereka tetap harus ikut PPG. Saat ini, program PPG ini terus disosialisasikan. UNS dan beberapa kampus pencetak guru mendapat kepercayaan ini. PPG ini semacam Diklat penuh. Selama setahun, mereka kembali mendapat bekal pengajaran secara profesional. Peserta PPG juga harus kembali praktik di industri di beberapa perusahaan tunjukan praktik, praktik mengajar di kelas, dan setelahnya peserta juga akan menjalani ujian kelulusan PPG dengan berbekal laporan akhir. Praktik Industri (PI) merupakan salah satu unsur penting pembelajaran, di mana peserta PPG mampu menerapkan ilmu teori yang didapat dalam perkuliahan 1

ke dalam kerja sesungguhnya di industri yang nyata. Dengan adanya PI ini tentunya akan memberi banyak manfaat bagi peserta PPG khususnya, karena pengalaman yang didapatkan di lapangan sangat riil dan nyata, sehinga memberi minimal gambaran yang sesungguhnya tentang dunia kerja dan seluk-beluknya. PI juga bermanfaat sebagai penambah kemampuan bagi peserta PPG, mengingat pembelajaran di perkuliahan sangat terbatas terutama untuk permasalahan praktek. Hal ini dikarenakan waktu yang dialokasikan untuk mata kuliah praktek sangat minim, ditambah dengan keberadaan alat-alat praktek yang kurang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitas. Peralatan praktek di perkuliahan juga kurang update, mengingat anggaran yang dialokasikan di kampus tentu tidak sebesar anggaran yang digelontokan pemilik modal untuk mendirikan perusahaan. Sehingga PI juga memberi pengetahuan bagi peserta PPG tentang perkembangan IPTEK yang berkaitan dengan kekinian dunia industri. Peralatanperalatan baru yang tidak ada di kampus dapat dimengerti dan dipelajari ketika melaksanakan PI.

B. Tujuan Pelaksanaan Praktek Industri Praktek Industri ini bertujuan untuk: 1. Memberi pengalaman nyata bagi peserta PPG. 2. Memberi gambaran nyata dunia kerja bagi peserta PPG. 3. Menambah kemampuan/kompetensi peserta PPG tentang dunia industri. 4. Menambah pengetahuan tentang perkembangan alat-alat baru yang terupdate di dunia Industri.

C. Manfaat Pelaksanaan Praktek Industri Dari pelaksanaan Praktek Industri ini diharapkan akan memberikan manfaat nyata sebagai berikut: 1. Bagi perusahaan

Hasil laporan ini diharapkan mampu menjadi bahan pertimbangan perusahaan dan dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan perawatan dan perbaikan terkhusus di departemen maintenance PT SAS. 2. Bagi peserta PPG Menambah wawasan berpikir mengenai permasalahan yang ada dalam praktek sesungguhnya di lapangan dan melatih diri untuk memecahkan masalah di tempat kerja dengan menerapkan ilmu-ilmu yang didapat dari bangku kuliah. Selain itu dapat memberi pengalaman berharga bagi peserta PPG tentang gambaran dunia kerja yang sesungguhnya, dan dapat menambah kompetensi peserta PPG. 3. Bagi kedua belah pihak, dapat mempererat hubungan baik antara UNS dengan PT SAS.

D. Dasar Pemilihan Tempat Praktek Industri Pertimbangan utama pemilihan PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SAS) sebagai tempat Praktek Industri adalah bahwa bengkel ini merupakan pabrik spare part komponen otomotif yang memiliki nama besar, juga telah mampu dan mendapat beberapa sertifikat seperti sertifikat standar sistem mutu 9001:2008 dan sertifikat QSeal dari SOI (Sentra Otomotif Indonesia) untuk proses produksi produk Brake Drum dan Wheel Cylinder. Dengan beberapa faktor tersebut, kami menilai bahwa PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SAS) mampu memberikan sesuatu yang sangat berguna, sehingga kami memutuskan untuk melakukan Praktek Industri di tempat ini. E. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktek Industri Praktek Industri ini kami laksanakan di PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SAS) pada Tanggal 30 september sampai 23 november 2013. Dalam kelompok praktek industri di bengkel tersebut, kelompok kami terdiri dari 2 orang peserta PPG. Adapun kelompok kami adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Daftar peserta PPG pelaksana PI di PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SAS). No 1 2 Nama Muhammad Khoiruddin Awi Andoko Nim 1201312378 1201310827

F. Pembatasan Masalah Agar pembahasan laporan ini tidak terlalu luas dan menyimpang dari permasalahan maka lingkup penelitian ini dibatasi yaitu sebagai berikut: 1. Penelitian dilakukan di PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SAS) Surakarta. 2. Proses industri yang diamati adalah proses perbaikan pada motor induksi 3 phasa.