Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING ( RPBK )

1. Fakultas/Jurusan

: Fakultas Ilmu Pendidikan/Bimbingan Konseling.

2. Bidang Layanan 3. Jenis Layanan 4. Kelas/Semester 5. Waktu Pelaksanaan 6. Pertemuan ke

: Pribadi. : Layanan Konseling Perorangan. : A / Semester 7 : 1 x 20 menit. : 1 ( satu ).

A. Standar Kompetensi. Memahami dan menerapkan teknik Dezentisisasi dan Releksasi untuk membantu konseli yang memiliki masalah penyakit batuk melalui kegiatan konseling perorangan. B. Kompetensi Dasar. Mampu mengaplikasikan teknik Dezentisisasi dan Releksasi dalam kegiatan konseling perorangan untuk membantu konseli yang memiliki masalah penyakit batuk. C. Tujuan. Untuk memecahkan masalah penyakit batuk klien dengan

menggunakan layanan konseling perorangan. D. Indikator. 1. Konseli mampu merasa rileks dan dapat mengurangi batuk yang diderita. 2. Mampu mengatur nafas dengan baik dan dapat merilekskan tubuh dari kondisi sebelumnya. 3. Konseli dapat membersihkan mulut dan hidungnya. E. Materi. 1. Teori. a. Dezentisisasi dan Relaksasi.

Olah nafas. Pada umumnya kita mengabaikan olah nafas ini, sehingga akhirnya ketahanan kita menghadapi penyakit : flu, pilek dan sebagainya berkurang. Olah nafas yang kami uraikan di sini sebenarnya tidak lain daripada "peranayam", yang telah kami kembangkan dan dibantu dengan gerakan : Orhiba dan Pernafasan Dalam Satria Nusantara. Olah nafas ini baik sekali dilakukan pagi - pagi pada ruangan atau halaman yang terbuka, agar udaranya bersih. Terapi oleh karena olah raga ini sifatnya santai di mana pun dapat dilakukan pernafasan ini, misalnya sambil berbaring - baring, berjalan - jalan, berenang dan lain lain asal udaranya bersih. Pelaksanaan. Langkah - langkah yang diambil : 1. Berdoa. Lokasi lebih baik diambil di luar ruangan. Setelah tenang lalu berdoa sesuai dengan kepercayaan masing - masing. 2. Pembersihan. Mengandalkan pembersihan pada mulut dan hidung dengan jalan : 2.1. Mulut. Masukan ketiga jari ke mulut dua tiga kali, sehingga batuk batuk / setengah muntah ( uwek - uwek ) untuk mengeluarkan kotoran yang ada pada mulut / kerongkongan 2.2. Hidung. Tarik nafas pelan - pelan 3a, simpan 2a, lepaskan ia dengan cepat dan keras. Lakukan ini berulang kali, sehingga air dan lendir- lendir keluar dari hidung. 3. Gerakan. Ambil posisi berdiri tegak, mata memandang satu titik dan pusatkan perhatian, tangan kiri kanan dikepalkan dan ibu jari dalam genggaman. Setelah tenang tarik nafas pelan - pelan /

dalam - dalam sambil mengangkat kedua tangan lurus ke samping, tegangkan badan sehingga terasa lubang pantat menyempit tarik ke atas dan pinggang terasa terjepit lalu simpan nafas itu di bawah pusar. Setelah stabil putar tangan pelan - pelan secara rotasi ( bundaran kecil ) dan pangkal lengan sebagai poros. Lakukan ini secara bertahap melalui dengan hitungan lima / sepuluh lalu hembuskan, kembali ke gerakan selanjutnya putarannya dibalik, kalau tadi

gerakannya berputar ke muka, sekarang belakang, tetapi tetap tangan itu di samping juga dengan hitungan yang sama. Lakukanlah ini berulang kali sehingga keseluruhan mendapat 200 kali putaran. Sehingga kita mengeluarkan keringat yang merupakan kotoran badan kita. 4. Penutup. Lakukanlah pernafasan biasa dengan keadaan badan rileks atau lemas guna mengembalikan otot - otot tadinya tegang. Lakukan ini berulang kali dan tutup dengan berdoa selaku ucapan terima kasih kepada sang maha pencipta. Catatan: - Rotasi tangan bundaran di samping = garis tangannya 1 siku. - Gerakan ini dapat pula dilakukan sambil duduk bersila dan jumlah putarannya bisa ditambah. Sebulan sekali lakukan pembersihan jalan nafas dan menyejukkan otak dengan jalan "ngaras" kelungah nyuh gading ( tirta magedong ).

F. Prosedur. 1. Melakukan identifikasi. Konseli. Nama Tempat/tanggal lahir Alamat asal Alamat sekarang Agama : I Wayan Wira Arta Kusuma. : Bangli, 19 April 1993. : Bangli. : Jl. Sudirman, Singaraja. : Hindu

2. Diagnosa. Berdasarkan informasi yang dimiliki oleh calon konselor dari hasil laporan klien yang bersangkutan, klien tersebut memiliki masalah dalam kesehatan yaitu klien menderita penyakit batuk yang berkepanjangan, sebelumnya klien telah mencoba mengkonsumsi obat-obat herbal untuk menghilangkan penyakit batuk tersebut.

3. Prognosa. Sesuai dengan diagnosa tersebut maka untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh konseli maka perlu diberikan bantuan berupa : a. Membantu klien dalam menyembuhkan penyakit batuk yang telah lama klien derita. b. Memberikan arahan atau bimbingan tentang gerakangerakan yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah penyakit yang klien alami. c. Mengajak klien untuk mempraktekkan gerakan dezentisisasi dan rileksasi sesuai arahan untuk menyembuhkan masalah penyakit batuk yang ia derita. d. Langkah Kegiatan Layanan. TAHAP URAIAN KEGIATAN WAKTU NARASUMBER

Pembukaan Penyampaian salam Membina hubungan baik antara calon konselor dengan klien Tanya jawab materi terkait Menyampaikan tujuan dan kegiatan yang akan dilaksanakan Penyampaian pokok pembahasan yang akan diberikan kepada klien Kegiatan Inti Penyampaian topik/tema materi yang akan dibahas bersama siswa Menyiapkan klien untuk persiapan praktek Dezentisisasi dan releksasi Melaksanakan pembersihan mulut. Melakukan pembersihan hidung Melakukan gerakan rileksasi. Penutup Calon konselor

1 menit

Calon Konselor

2 menit

Calon Konselor

menanyakan 1 menit

Calon Konselor

keadaan atau perasaan klien setelah sesi konseling. Calon konselor bersama klien

menyimpulkan layanan yang telah diberikan.

4. Konseling. Awal Calon Konselor Calon Konseli Skill yang Digunakan

Inti Calon Konselor Calon Konseli Skill yang Digunakan

Akhir Calon Konselor Calon Konseli Skill yang Digunakan

5. Follow Up.