Anda di halaman 1dari 37

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. DDST (Denver Development Screening Test)
1. Pengertian dari DDST (Denver Development Screening Test)
DDST adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan
perkembangan anak, test ini bukanlah test diagnostik atau test IQ. DST
menurut Soetjiningsih (199) merupakan !
a. Test "ang mudah dan #epat (1$%&) menit dapat diandalkan dan
mempun"ai 'aliditas "ang tinggi.
b. Test "ang se#ara e(ekti( dapat mengidenti(ikasikan antara )$1&&
persen ba"i dan anak$anak prasekolah "ang mengalami keterlambatan
perkembangan, dan pada *follow up+ selanjutn"a tern"ata )9 persen
dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah $,
tahun kemudian.
-enurut .rankernburg dan /oro0it1 (19),) DST tidak han"a
mengidenti(ikasi lebih dari separo dengan kelainan bi#ara. Dan
(rankernburg melakukan re'isi dan standarisasi kembali DDST dan juga
perkembangan pada sektor bahasa ditambah, "ang kemudian hasil re'isi
dari DDST dinamakan Den'er II.
%. 2spek perkembangan "ang dinilai
Terdiri dari 1& tugas perkembangan pada DDST dan DDST$3,
"ang kemudian pada Den'er II dilakukan re'isi dan restandarisasi dari
DDST sehingga terdapat 1% tugas perkembangan.
)
Perbedaan lainn"a adalah, pada Den'er II terdapat !
a. Peningkatan ), persen pada sektor bahasa
b. Pemeriksaan untuk artikulasi bahasa
#. Skala umur "ang baru
d. 4ategori "ang baru untuk interprestasi pada kelainan "ang ringan
e. Skala penilaian tingkah laku
(. -ateri training "ang berbeda. Semua pada petunjuk pelaksanaan
han"a %) point, pada Den'er II menjadi 51 point.
5. Tugas perkembangan
Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan
perkembangan dan diatur dalam 6 kelompok besar "ang disebut sektor
perkembangan, "ang meliputi !
a. Perilaku sosial (Personal Sosial)
2spek "ang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi
dan berinteraksi dengan lingkungan.
b. 7erakan -otorik 8alus (Fine Motor Adaptive)
2spek "ang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati
sesuatu, melakukan gerakan "ang melibatkan bagian$bagian tubuh
tertentu dan dilakukan otot$otot ke#il, tetapi memerlukan koordinasi
"ang #ermat.
#. /ahasa (Language)
4emampuan "ang memberikan respons terhadap suara, mengikuti
perintah dan berbi#ara spontan.
9
d. 7erakan motorik kasar (Gross Motor)
2spek "ang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.
6. 2lat "ang digunakan
a. 2lat peraga ! benang 0ol, manik$manik, kubus 0arna merah kuning,
hijau, biru, permainan anak, botol ke#il, bola teknis, bel ke#il, kertas
dan pensill
b. 9embar (ormulir DDST
#. Prosedur DDST terdiri dari % tahap !
1) Tahap pertama ! se#ara periodik dilakukan pada semua anak "ang
berusia 1 tahun , % tahun dan 5 tahun
b) Tahap kedua! dilakukan pada mereka "ang di#urigai adan"a
hambatan perkembangan pada tahap pertama. 4emudian
dilanjutkan dengan e'aluasi diagnostik "ang lengkap.
. Penilaian
Dari buku Tumbuh 4embang 2nak, Soetjiningsih (199) tentang
bagaimana melakukan penilaian, apakah lulus (Passed : P), gagal (Fail :
.), ataukah anak tidak mendapat kesempatan untuk melaksanakan tugas
(;o Opportunit :;.<). 4emudian ditarik garis kronologis "ang
memotong garis hori1ontal tugas perkembangan pada (ormulir DDST.
Setelah itu dihitung pada masing$asing sektor, berapa "ang P dan berapa
"ang ., selanjutn"a berdasarkan pedoman, hasil test diklasi(ikasikan
dalam ! normal, abnormal, meragukan (!uestiona"le) dan tidak dapat di
test (untesa"le) (Soetjiningsih, 199).
1&
a. 2bnormal
1) /ila didapat % atau lebih keterlambatan, pada % sektor = lebih
%) /ila dalam satu sektor atau lebih didapatkan % atau lebih
keterlambatan P9>S 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan
dan pada sektor "ang sama tidak ada "ang lulus pada kotak "ang
berpotongan dengan garis 'ertikal usia.
b. -eragukan
1) /ila ada 1 sektor didapatkan % keterlambatan atau lebih
%) /ila dalam satu sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan
pada sektor "ang sama tidak ada "ang lulus pada kotak "ang
berpotongan dengan garis 'ertikal usia. Tidak dapat di test
5) 2pabila terjadi penolakan "ang men"ebabkan hasil test menjadi
abnormal atau meragukan.
#. Tidak dapat di test
2pabila terjadi penolakan "ang men"ebabkan hail test menjadi
abnormal aau meragukan.
d. ;ormal
Dalam pelaksanaan skrining dengan DDST ini, umur anak perlu
ditetapkan terlebih dahulu, dengan menggunakan patokan 5& hari
untuk satu bulan dan 1% bulan untuk satu tahun. /ila dalam
perhitungan umur kurang dari 1 hari dibulatkan ke ba0ah dan sama
dengan atau lebih dari 1 hari dibulatkan ke atas. Perhitungan umur
adalah sebagai berikut misaln"a budi lahir pada tanggal %5 -ei 199%
11
dari kehamilan "ang #ukup bulan dan test dilakukan pada tanggal
<ktober 1996, maka perhitungann"a sebagai berikut!
a. 1996$1&$ (saat test dilakukan)
b. 199%$$%5 (saat /udi lahir)
>mur /udi %$$1% : % tahun 6 bulan 1% hari, karena 1% hari
adalah lebih ke#il dari 1 hari maka, dibulatkan ke ba0ah
sehingga umur /udi adalah % tahun 6 bulan. 4emudian garis umur
ditarik 'ertikal pada lembar DDST "ang memotong kotak$kotak
tugas perkembangan pada ke$6 sektor.
Tugas$tugas "ang terletak di sebelah kiri itu, pada umumn"a
telah dapat dikerjakan oleh anak$anak seusia /udi, (% tahun 6
bulan). 2pabila /udi gagal mengerjakan tugas tersebut (.), maka
berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. /ila tugas$tugas
"ang gagal dikerjakan itu terletak dalam kotak "ang terpotong oleh
garis 'ertikel umur, maka ini bukan suatu keterlambatan, karena
pada kontrol lebih lanjut masih mungkin terdapat perkembangan
lagi. /egitu pula pada kotak$kotak disebelah kanan garis umur.
Panjang ujung kotak sebelah kiri terdapat kode$kode 3 dan nomor.
4alau terdapat kode 3 maka tugas perkembangan #ukup
ditan"akan pada orang tuan"a, sedangkan bila terdapat kode
nomor maka tugas perkembangan di test sesuai petunjuk
dibalikn"a (ormulir (Soetjiningsih,199).
1%
B. Perkembangan (Development)
1. Pengertian Perkembangan
Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses
pemotongan (ungsi psikis dan (isik pada diri anak "ang ditunjang oleh
(aktor lingkungan dan proses belajar dalam kurun 0aktu tertentu menuju
kede0asaan (Suherman,%&&%). -enurut 8arlims"ah (%&&?)
perkembangan anak adalah segala perubahan "ang terjadi pada diri anak
dilihat dari berbagai aspek antara lain aspek (isik (motorik), emosi,
kogniti( dan psikososial (bagaimana anak berinteraksi dengan
lingkungan). 2spek perkembangan anak "ang diketahui orang tua "aitu!
a. Perkembangan .isik
/erkaitan dengan perkembangan gerakan motorik, "akni
perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan "ang
terkoordinir antara susunan sara(, otot, otak dan spiral #ord
(8arlims"ah, %&&?). Perkembangan (isik adalah hasil dari perubahan
bentuk dan (ungsi dari organisme (Soetjiningsih, 199). Perkembangan
motorik meliputi motorik kasar dan halus. -otorik kasar adalah
gerakan tubuh menggunakan otot$otot besar atau sebagian besar atau
seluruh anggota tubuh "ang dipengaruhi oleh kematangan anak itu
sendiri, misaln"a ! kemampuan duduk, menendang, berlari, naik turun
tangga. Sedangkan motorik halus adalah gerakan "ang menggunakan
otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu "ang dipengaruhi oleh
kesempatan belajar dan berlatih, misaln"a ! kemampuan memindahkan
15
benda dari tangan, men#oret$#oret, men"usun balok, menulis.
Perkembangan motorik kasar dan halus sangat diperlukan anak agar
dapat berkembang optimal. /edan"a, perkembangan motorik kasar
tergantung kematangan anak sedangkan perkembangan motorik halus
anak bisa dilatih. 2nak "ang perkembangann"a kurang biasan"a
disebabkan stimulasi dari lingkungan "ang kurang (8arlims"ah, %&&?).
b. Perkembangan @mosi
Perkembangan ini harus dipupuk sejak dini. -isaln"a, orang tua
harus bisa memberikan kehangatan, sehingga anak merasa n"aman.
2nak akan belajar dari model di lingkungann"a. <rang tua "ang tak
pernah memberi kehangatan pada anak akan mempengaruhi
kemampuan berinteraksi dengan lingkungan. 2kibat lain anak bisa
merasa takut men#oba, malu bertemu dengan orang (8arlims"ah,
%&&?). Perkembangan emosi, seperti aspek lain dari perkembangan,
berkaitan dengan umur. Ia harus belajar untuk mengatasi (rustasi "ang
diuraikan sebagai suatu status "ang bisa menimbulkan keke#e0aan.
Pengendalian emosi perlu pembelajaran bagaimana mengarahkan
rangsangan "ang diterima dan menentukan arah "ang harus dijalani.
9ingkungan "ang baik akan menjamin stabilitas emosional (Sa#harin,
199,). Perkembangan emosi anak mempun"ai #iri khas dengan proses
gerak maju mundur (Progression and 3egression). <rang tua dapat
membantu perkembangan anak melalui berbagai #ara. Aang paling
penting adalah kehidupan keluarga "ang bahagia dan stabil tanpa
16
ketegangan, serta #ara mera0at anak "ang penuh kesabaran dalam
menghadapi segala ma#am kon(likn"a (Suherman, %&&&).
#. Perkembangan 4ogniti(
Perkembangan kogniti( atau proses ber(ikir adalah proses
menerima, mengolah sampai memahami in(o "ang diterima. 2spekn"a
antara lain intelegensi, kemampuan meme#ahkan masalah, serta
kemampuan ber(ikir logis (8arlims"ah, %&&?). 4emampuan ini
berkaitan dengan bahasa dan bisa dilatih sejak anak mulai memahami
kata. Pada tahap dimana anak mulai memberikan respon dan
memahami kata, bisa dimasukkan in(ormasi sederhana. -isaln"a,
aturan$aturan "ang ada di lingkungan. -engenalkan konsep$konsep
dasar, seperti 0arna dan angka. Proses pengenalan dilakukan dengan
#ara bermain. 8ambatan bidang kogniti( bisa dilihat dari seberapa
#epat atau lambat anak menangkap in(ormasi "ang diberikan, seberapa
sulit anak mengungkapkan pikiran. 4eterlambatan seperti ini berkaitan
dengan kapasitas intelektual "ang akan menjadi terbatas pula.
d. Perkembangan Psikososial
Perkembangan psikososial dimulai pada kehidupan a0al ba"i.
Tersen"um dapat dianggap sebagai respon sosial. Pertama kali sen"um
timbul sebagai respon terhadap orang asing juga terhadap 0ajah "ang
dikenal. Peningkatan pertukaran sosial terjadi se#ara #epat ketika anak
mulai bi#ara (Sa#harin, 199,). >mur , bulan sen"uman menjadi lebih
selekti(, terutama sen"um terhadap ibu, a"ah dan saudara kandung.
1
2nak juga akan malu terhadap orang asing. 2ntara usia % B 5 tahun
anak menunjukkan minat "ang n"ata untuk melihat anak lain dan
berusaha mengadakan kontak sosial (8urlo#k, 199)). Peran orang tua
terhadap anak adalah mengajarkan #ara beradaptasi dengan
lingkungan. 8ambatan perkembangan sosial membuat anak
mengalami ke#emasan, sulit berinteraksi dengan orang "ang baru
dikenal, bisa juga jadi pemalu (8arlims"ah, %&&?). Sebalikn"a orang
tua o'er protekti(, anak menjadi sulit berpisah dengan orang tua, sulit
mengajarkan sesuatu sendiri karena tidak pernah diberi kesempatan.
e. Perkembangan Psikoseksual
Perkembangan psikoseksual pertama kali dikemukakan oleh
Sigmund .r#ud (dalam Cong, 1999), psikoseksual merupakan proses
perkembangan anak dengan pertambahan kematangan (ungsi struktur
dan keji0aan "ang menimbulkan dorongan untuk men#ari rangsangan
dan kesenangan untuk menjadi de0asa melalui tahapan berikut !
1) Tahap oral (&$1 tahun
4enikmatan didapat dengan #ara menghisap, menggigit,
mengun"ah, atau bersuara. 4etergantungan sangat tinggi dan selalu
minta dilindungi untuk mendapatkan rasa aman. -asalah "ang
terjadi pada tahap ini adalah masalah men"apih dan makan.
%) Tahap anal (1$5 tahun)
4epuasan pada tahap ini didapat melalui pengeluaran (e#es, anak
menunjukkan keakuan, bersikap narsistik (#inta terhadap dirin"a
1,
sendiri), dan sangat egoistik. 2nak mulai mempelajari struktur
tubuhn"a. Pada (ase ini tugas "ang dilaksanakan anak adalah
latihan kebersihan. -asalah mun#ul adalah obsesi( atau gangguan
pikiran pandangan sempit, si(at intro'er (tertutup), ekstro'er
impulsi( (terbuka tapi kurang mampu mengendalikan diri).
5) Tahap oedipal = phalik (5$, tahun)
4epuasan pada tahap ini terletak pada rangsangan oto#rotik,
"aitu meraba$raba, merasakan kenikmatan dari beberapa daerah
erogenn"a, dan timbul rasa ingin tahu mengenai perbedaan "ang
terdapat pada la0an jenisn"a. Selain itu, anak laki$laki #enderung
men"ukai ibu daripada a"ahn"a, demikian juga sebalikn"a anak
perempuan, #enderung men"ukai a"ahn"a.
6) Tahal laten (,$1% tahun)
Pada tahap ini anak mengembangkan keterampilan dan si(at "ang
dimilikin"a. @nergi disalurkan untuk men#ari pengetahuan dan
berinteraksi dengan kelompok atau ka0an seba"a, dorongan libido
mulai mereda.
) Tahap genital (1% tahun ke atas)
Tahap ini dia0ali dengan pubertas, kematangan sistem reproduksi,
dan produksi hormon seks. Sumber kepuasan utama adalah daerah
genitalia, namun energi juga diragukan untuk berinteraki dengan
orang lain dan memperiapkan pernikahan.
1?
Tabel %.1 3ingkasan kemajuan perkembangan lahir sampai tahun
(Sa#harin, 199,)
>mur
-otorik=Sensorik Sosial /ahasa -anipulati(
Sampai 1
bl
3e(leks$re(leks primiti(,
dapat menghisap,
menggenggam,
memberikan respon
terhadap suara$suara
mengejutkan
1$5 b9n -enegakkan kepala
sebentar, mengadakan
gerakan$gerakan
merangkak jika tengkurap.
-emberikan respon
sen"um
5$6 bln -engangkat kepala dari
posisi tengkurap dalam
0aktu "ang singkat.
-emalingkan kepala ke
arah suara.
Tersen"um. /ersuara jika diajak
bi#ara.
-ulai mengamati
tangan sendiri D
-ampu untuk
memegang
kerin#ingan.
,$9 bln /erguling dari sisi ke sisi
ketika terlentang.
-emalingkan kepala pada
orang "ang berbi#ara.
-emperlihatkan
kegembiraan dengan
berlagak dan tersipu$
sipu.
/er'okalisasi B suara$
suara bergumam, suara
seperti *da+, *ma+.
-ulai
memindahkan
benda dari satu
tangan ke tangan
lainn"a. -ampu
memanipulasi
benda$benda.
9$1&
bulan
Duduk dari posisi
berbaring D berpindah D
merangkak.
-engenal dan
menolak orang asing D
meniru D berteriak
untuk menarik
perhatian.
;go#eh dan
ber'okalisasi D
mengatakan kata$kata
seperti da$da, mam$
mam.
-emungut benda
diantara jari$jari
dan ibu jari.
1 tahun -erangkak dengan baik
menarik badan sendiri
untuk berdiri D dapat
berjalan dengan
dibimbing.
-enurut perintah
sederhana, meniru
orang de0asa.
-emperlihatkan
berbagai emosi.
-engu#apkan kata$
kata tunggal=
-emegang gelas
untuk minum.
1)
1 E
tahun
/erjalan tanpa ditopangD
menaiki tangga atau
peralatan rumah tangga
(kursi)
Ingin bermain dekat
anak$anak lain.
-eminta minum.
-engenal gambar$
gambar binatang.
-engenal beberapa
bagian tubuhn"a.
Telah menggunakan
%& kata$kata "ang
dapat dimengerti.
-en#oret$#oret,
membalik$balik
halaman,
bermain dengan
balok$balok
bangunan se#ara
konstrukti(.
% tahun -ampu berlari, memanjat,
menaiki tangga, membuka
pintu.
-ulai bermain dengan
anak$anak lain.
-ulai menggunakan
dua atau tiga kata
se#ara bersama.
/erpakaian
sendiri, tidak
mampu untuk
mengikat atau
memasang
kan#ing.
5 tahun /erlari bebas, melompat,
mengendari sepeda roda
tiga.
-engetahui nama dan
jenis kelaminn"a
sendiri dapat diberi
pengertian D bermain
se#ara konstrukti( dan
imitati(.
/erbi#ara dengan
kalimat$kalimat
pendek.
-enggambar
lingkaran D
menggambar
gambar$gambar
"ang dapat
dikenal.
6$ tahun -engetahui ban"ak
huru($huru( dari
alphabet D mengetahui
lagu kanak$kanak D
dapat menghitung
sampai 1&.
/ern"an"i,
berdendang.
2. Hal-hal ang !enting "alam !erkembangan k#n$e! men%r%t Alim%l
Hi"aat (2&&') (
a. 4emampuan untuk melihat adan"a hubungan ! untuk mampu
menangkap arti, anak itu harus mampu melihat adan"a hubungan
antara pengalaman baru dan lama. 4emampuan ini berkembang
bahkan sebelum ba"i berusia satu tahun dan selanjutn"a berkembang
19
dengan #epat. Pada tiap usia, melihat hubungan se#ara tepat lebih
mudah bila materi baru mempun"ai persamaan dengan pengalaman
masa lampau.
b. 4emampuan untuk menguasai arti "ang tersirat ! anak$anak
menangkap hal$hal berdasarkan apa "ang dilihat dan tidak menangkap
arti "ang tidak dilihat. /ila artin"a halus atau kiasan, anak "ang lebih
besarpun biasan"a tidak menangkapn"a.
#. 4emampuan bernalar. >ntuk mampu mengerti se#ara tepat apa "ang
dihadapi dan apa "ang dilihat, anak harus menggunakan pemikiran
"ang indukti( dan kadang$kadang bahkan penilaian "ang dedukti( atau
kreati(. 4arena kemampuan mental tersebut berkembang se#ara
lambat, anak "ang lebih besarpun sering salah menginterprestasikan
apa "ang diamati.
). *iri-+iri T%mb%h Kembang Anak
Tumbuh kembang anak "ang sudah dimulai sejak konsepsi sampai
de0asa ini mempun"ai #iri$#iri "aitu (Soetjiningsih, 199) !
a. Tumbuh kembang adalah proses "ang kontin"u sejak dari konsepsi
sampai maturitas=de0asa "ang dipengaruhi oleh (aktor ba0aan dan
lingkungan. Ini berarti bah0a tumbuh kembang anak sudah terjadi
sejak di dalam kandungan dan setelah kelahiran merupakan suatu
masa dimana mulai saat itu tumbuh kembang anak dapat dengan
mudah dipahami.
%&
b. Dalam periode tertentu terdapat adan"a masa per#epatan atau masa
perlambatan, serta laju tumbuh kembang "ang berlainan diantara
organ$organ.
#. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tetapi
ke#epatann"a berbeda antara anak satu dengan "ang lainn"a.
d. Perkembangan erat hubungann"a dengan maturasi sistem susunan
s"ara(.
e. 2kti(itas seluruh tubuh diganti respon indi'idu "ang khas.
(. 2rah perkembangan anak adalah se(alokaudal
g. 3e(leks primiti( seperti re(lek memegang dan berjalan akan
menghilang.
,. Anamne$i$ T%mb%h Kembang Anak
8al$hal "ang harus diperhatikan dalam anamnese tumbuh kembang anak,
adalah sebagai berikut !
a. 2namnesia (aktor prenatal dan perinatal
b. -erupakan (aktor "ang penting untuk mengetahui perkembangan anak
dan harus men"angkut (aktor risiko untuk terjadin"a gangguan
perkembangan (isik dan mental anak, termasuk (akor risiko untuk
buta, tuli, palsi #erebralis dan lain$lain.
#. 4elahiran premature
d. 8arus dibedakan antara ba"i premature dengan ba"i "ang dismatur
dimana telah terjadi retardasi mental pertumbuhan intrauterine
%1
e. /a"i premature, karena dia lahir lebih #epat dari kelahiran normal,
maka harus diperhitungkan periode pertumbuhan intrauterine "ang
tidak sempat dilalui tersebut.
(. 2namnesis harus men"angkut (aktor lingkungan "ang mempengaruhi
perkembangan anak.
g. -isaln"a untuk meneliti perkembangan motorik anak, harus
din"atakan berat badann"a, karena erat hubungann"a dengan
perkembangan motorik anak tersebut.
h. Pen"akit$pen"akit "ang mempengaruhi tumbuh kembang dan
malnutrisi.
i. 2namnesis ke#epatan pertumbuhan anak.
j. -erupakan in(ormasi "ang sangat penting "ang harus din"atakan pada
ibu pada saat pertama kali datang.
k. Pola perkembangan anak dalam keluarga
l. 2namnesis tentang perkembangan anggota keluarga lainn"a, karena
ada kalan"a perkembangan motorik dalam keluarga tersebut dapat
lebih #epat atau lambat. Setelah anamnesis dapat diketahui tahap$tahap
dalam tumbuh kembang (Soetjiningsih, 199).
-. Taha!-taha! t%mb%h kembang anak "an rema.a
Calaupun terdapat 'ariasi "ang sangat besar, akan tetapi setiap anak
akan melalui suatu *milestone+ "ang merupakan tahapan dari tumbuh
kembang anak dan setiap tahapan mempun"ai #iri$#iri tersendiri. adapun
tahap$tahap tumbuh kembang anak (Fe#il", %&&%)!
%%
a. -asa pranatal
1) -asa mudigah = embrio ! konsepsi B ) minggu
%) -asa janin = (etus ! 9 minggu B lahir
b. -asa ba"i
1) -asa neonatal ! usia &$%) hari
%) -asa neonatal dini ! &$? hari
5) -asa neonatal lanjut ! )$%) hari
6) -asa pas#a neonatal ! %9 hari B 1 tahun
) -asa pra sekolah ! usia 1 B , tahun
#. -asa sekolah ! ,$1& = %& tahun
1) -asa praremaja ! usia ,$1& tahun
%) -asa remaja !
a) -asa remaja dini ! Canita, usia )$15 tahun
b) -asa remaja lanjut ! Canita, usia 15$1) tahun dan Pria, usia
1$%& tahun
-enurut Sigmund .reud, periodesasi perkembangan dibagi , (ase!
a. .ase oral (&$1 tahun), (ase masa ini, mulut merupakan #entral pokok
keakti(an "ang dinamis.
b. .ase anal (1$5 tahun), terjadi dorongan dan tahanan "ang berpusat
pada alat pembuangan kotoran.
#. .ase (alis (5$ tahun), (ase ini alat$alat kelamin merupakan daerah
organ paling perasa.
%5
d. .ase laten ($1% tahun), #enderung impuls$impuls untuk berada pada
kondisi tertekan.
e. .ase pubertas (1%$%& tahun), (ase ini impuls$impuls kembali menonjol,
seseorang anak akan sampai pada (ase kematangan.
(. .ase genital (G%& tahun), seseorang telah sampai pada de0asa muda.
-enurut @rik 8. @rikson perkembangan anak dibagi dalam ) tahap !
a. -asa oral$sensorik "aitu masa keper#a"aan 's ketidakper#a"aan.
b. -asa anal$muskular "aitu kebebasan 's perasaan malu$malu atau
ragu$ragu
#. -asa genital$lo#omotor "aitu inisiati( 's rasa bersalah
d. -asa laten "aitu ada gairah 's rendah diri
e. -asa remaja "aitu identitas 's kekaburan peran
(. -asa de0asa "aitu kemesraan 's keterasingan
g. -asa de0asa muda "aitu generati'itas 's kehampaan
h. -asa kematangan "aitu integritas ego 's kesedihan
'. Taha! Perkembangan anak %$ia 1 / ) tah%n
-enurut Fe#il" (%&&%) tahap perkembangan anak usia 1$5 tahun !
1. /erat badan
a) Toddler menambah berat badan seban"ak %,% kg per tahun.
b) Penambahan berat badan menurun se#ara seimbang.
%. Tinggi badan
a) Tinggi badan meningkat kira$kira ?, #m per tahun.
%6
b) Proporsi tubuh berubah D lengan dan kaki tumbuh dengan laju "ang
lebih #epat dari pada kepala dan badan.
#) 9ordosis lumbar pada medula spinalis kurang terlihat.
d) Tubuh toddler tidak begitu gemuk dan pendek.
e) Tungkai mempun"ai tampilan "ang bengkok (torsi tibialis).
5. 9ingkar kepala
a) .ontanel anterior menutup pada usia 1 bulan.
b) 9ingkar kepala meningkat %, #m per tahun.
#) 7igi B mular pertama dan kedua serta gigi taring mulai mun#ul.
6. Perkembangan -otorik 4asar
a. >sia 1 bulan
1. /erjalan sendiri dengan jarak kedua kaki lebar.
%. -era"api tangga.
5. Dapat melempar objek.
b. >sia 1) bulan
1. -ulai bisa berlari D jarang jatuh.
%. -enaiki dan menuruni tangga.
5. -enaiki perabot.
6. /ermain dengan mainan$mainan "ang dapat ditarik.
. Dapat mendorong perabot "ang ringan ke sekeliling
ruangan.
,. Duduk sendiri diatas bangku.
%
#. >sia %6 bulan
1. /erjalan dengan ga"a berjalan "ang stabil.
%. /erlari dengan sikap "ang lebih terkontrol.
5. /erjalan naik dan turun tangga dengan menggunakan dua
kaki
6. -elompat dengan kasar.
. -embantu membuka baju sendiri.
,. -enendang bola tanpa kehilangan keseimbangan.
d. >sia 5& bulan
1. Dapat men"eimbangkan diri sementara dengan satu kaki.
%. -enggunakan kedua kaki untuk melompat.
5. -elompat ke ba0ah dari atas perabot.
6. -engendarai sepeda roda tiga.
. Perkembangan -otorik 8alus
a. >sia 1 bulan
1. -embangun menara "ang terdiri dari dua balok.
%. -embuka kotak.
5. -emasukkan jari ke lubang.
6. -enggunakan sendok tetapi menumpahkan isin"a.
. -embalik halaman buku.
b. >sia 1) bulan
1. -embangun menara "ang terdiri dari tiga balok.
%. -en#oret$#oret sembarangan.
%,
5. -inum dari #angkir.
#. >sia %6 bulan
1. -inum dari #angkir "ang dipegang dengan satu tangan.
%. -enggunakan sendok tanpa menumpahkan isin"a.
5. -embangun menara "ang terdiri dari empat balok.
6. -engosongkan isi botol.
. -enggambar garis 'ertikal dan bentuk lingkaran.
d. >sia 5& bulan
1. -emegang kra"on dengan jari.
%. -enggambar dengan asal.
5. -ampu membangun menara "ang terdiri dari tiga balok.
,. Perkembangan Psikoseksual (.ase anal)
a. .okus tubuh B area anal.
b. Tugas perkembangan B belajar untuk mengatur de(ekasi dan
urinasi.
#. 4risis perkembangan B toilet training.
d. 4eterampilan koping "ang umum B temper tantrum, negati'isme,
bermain dengan (eses dan urin, perilaku regresi(, seperti menghisap
ibu jari, mengeriting rambut menjadi simpul$simpul, menangis,
iritabilitas dan men#ibir.
e. 4ebutuhan seksual B sensasi men"enangkan berhubungan dengan
(ungsi eksetori D anak mengeksploitasi tubuh se#ara akti(.
(. /ermain B anak senang bermain dengan eksreta ((eses)
%?
g. Peran orang tua B untuk membantu anak men#apai kontinensia
tanpa kontrol "ang terlalu ketat atau overpermissive#
?. Perkembangan Psikososial (<tonomi 's. 3asa -alu dan 3agu)
a. Tugas perkembangan! belajar untuk aserti( dalam mengekspresikan
kebutuhan, keinginan, dan kemauan.
b. 4risis perkembangan! toilet training$ pengalaman anak$anak untuk
pertama kali, paksaan sosial terhadap perilaku oleh orang tua.
#. 4eterampilan koping "ang umum B temper tantrum, menangis,
akti'itas (isik, negati'isme, menahan napas, men#ari perhatian,
bermain dan regresi.
d. /ermain B anak melakukan dan men#ari kesempatan dan akti'itas
bermain D men#ari perhatian pemberi asuhanD mengeksploitasi
tubuhD menikmati sensasi dari gerakan motorik halus dan kasarD
bermain se#ara akti( dengan objekD belajar untuk berinteraksi
dengan #ara "ang disetujui se#ara sosial.
e. Peran orang tua B untuk berperan sebagai agens pensosialisasi
untuk peran dasar konduksiD melakukan restriksi untuk pertama
kalin"a terhadap perilaku anakD ber(okus langsung dari grati(ikasi
primer dan immediate terhadap kebutuhan anak.
). Perkembangan -oral (Tahap Prakon'ensional)
a. 4onsep toddler tentang benar dan salah terbatas.
b. <rang tua mempun"ai pengaruh "ang signi(ikan terhadap
perkembangan kesadaran anak.
%)
9. Perkembangan 4eper#a"aan (Tahap Intuiti( Projekti()
a. 4e"akinan dipelajari dari orang tua.
b. 2nak menirukan praktik dan sikap keagamaan.
1&. Perkembangan -otorik 4asar >sia 5, bulan
a. Pakai dan ganti baju sendiri.
b. /erjalan mundur.
#. ;aik turun tangga, berganti$ganti kaki.
d. /erdiri sesaat di atas satu kaki.
11. Perkembangan 4ogniti( (Tahap Praoperasional)
2nak berkembang dari perilaku sensomotor sebagai alat
pembelajaran dan berinteraksi dengan lingkungan menjadi
pembentukan pikiran simbolik.
a. -engembangkan kemampuan untuk membentuk representasi
mental terhadap objek dan orang.
b. -engembangkan konsep 0aktu.
#. -emiliki perspekti( egosentrisD memberi arti sendiri untuk realitas.
/erikut ini adalah #iri$#iri dari pikiran !
a. 2nimisme! ke"akinan bah0a benda mempun"ai perasaan,
kesadaran dan pikiran seperti manusia.
b. 2rti(isialisme! ke"akinan bah0a sebuah agens kuat (natural atau
supernatural) men"ebabkan terjadin"a suatu peristi0a.
#. Sentrasi! kemampuan ber(okus pada satu aspek saja dari situasi.
%9
d. Partisipasi! ke"akinan bah0a kejadian timbul untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan anak.
e. Sinkretisme! penggunaan sebuah penjelasan "ang spesi(ik untuk
suatu kejadian sebagai ja0aban untuk melukiskan situasi "ang
berbeda se#ara alami dari "ang asli.
(. Hukstaposisi! bentuk rudimenter dari asosiasi dan pemikiranD
menghubungkan dua kejadian tapi bukan hubungan sebab akibat.
g. Transduksi! bentuk rudimenter dari asosiasi dan pemikiranD
mengasosiasikan (akta "ang tidak signi(ikan dalam hubungan
sebab akibat.
h. Ire'ersibilitas! ketidakmampuan membalikkan proses berpikirD
ketidakmampuan untuk menelusuri kembali jalan pikiran
kesimpulan sampai a0aln"a.
1%. Perkembangan /ahasa
a. >sia % tahun
1. -enggunakan kalimat dengan dua dan tiga kata.
%. -enggunakan holo(rasis.
5. 9ebih dari setengah pembi#araann"a dapat dimengerti.
b. >sia 5 tahun
1. /an"ak bertan"a.
%. /erbi#ara saat ada maupun tidak ada orang.
5. -enggunakan pembi#araan telegra(is (tanpa kata preposisi,
kata si(at, kata keterangan, dll)
5&
6. -engu#apkan konsonan berikut ! d$ "$ t$ %$ dan #
. -enghilangkan w dari pembi#araann"a.
,. -empun"ai perbendaharaan kata seban"ak 9&& kata.
?. -emakai kalimat tiga kata (sub"ek B kata kerja B ob"ek)
). -en"atakan naman"a sendiri.
9. -embuat kesalahan suara spesi(ik (s$ s&$ c&$ '$ t&$ r$ dan l)
1&. -enjamakkan kata$kata.
11. -engulangi ungkapan dan kata$kata dengan tanpa tujuan.
15. Perkembangan Psikoseksual (Tahap .alik)
a. .okus tubuh B genital.
b. Tugas perkembangan! peningkatan kesadarann"a akan organ seks
dan minatn"a dalam seksualitas.
#. 4risis perkembangan! <edipus dan @lektra komplekD ketakutan
akan kastrasiD ketakutan adan"a gangguan pada tubuhD
perkembangan pras"arat untuk identitas laki$laki atau perempuanD
identi(ikasi dengan orang tua dari jenis kelamin "ang sama (pada
keluarga dengan han"a satu orang tua, peme#ahan krisis selama
krisis ini mungkin lebih sulit)
d. 4eterampilan koping umum! pembentukan reaksiD transisi dari
perasaan negati( pada orang tua dengan jenis kelamin "ang berbeda
menjadi perasaan positi(D masturbasi selama masa stres dan isolasi.
e. Temperamen, sedikit ban"akn"a ke#emburuan dan perilaku
ber'ariasi sesuai pengalaman anak di masa lalu
51
(. /ermain! permainan dramatis, "aitu anak$anak memerankan peran
orang tua dan peran jenis kelamin "ang sama.
0. Penilaian !erkembangan anak
Perkembangan anak mendapat perhatian "ang penting untuk
dipahami dengan skrining dapat diketahui adan"a masalah pada
perkembangan pada anak, "ang tidak berarti diagnosa pasti dari kelainan
tersebut telah ditetapkan. Skrining han"alah prosedur rutin dalam
pemeriksaan tumbuh kembang anak sehari$hari "ang dapat memberikan
petunjuk kalau ada seseorang "ang perlu mendapat perhatian
(Soetjiningsih, 199). dan masih diperlukan lagi anamnese "ang baik,
pemeriksaan (isik "ang pasti, dan pemeriksaan petunjuk lainn"a agar
diagnosis dapat dibuat, inter'ensi dapat dilakukan dengan baik. Tujuan
dari penilaian perkembangan anak (Soetjiningsih, 199)!
a. -engetahui kelainan perkembangan anak dan hal$hal "ang merupakan
risiko terjadin"a kelainan perkembangan tersebut.
b. -engetahui berbagai masalah perkembangan "ang memerlukan
pengobatan atau konseling genetik.
#. -engetahui kapan anak perlu dirujuk ke senter berikutn"a
Tahap$tahap penilaian perkembangan anak (Soetjiningsih, 199)
1. 2namnese
Tahap anamnese "ang lengkap, karena kelainan perkembangan
dapat disebabkan oleh berbagai (aktor, dengan anamnese "ang teliti
maka salah satu pen"ebab dapat diketahui.
5%
%. Pemeriksaan (isik
Dilakukan untuk melengkapi anamnese diperlukan pemeriksaan
(isik, agar diketahui apabila terdapat kelainan (isik "ang dapat
mempengaruhi tumbuh kembang anak. -isaln"a! berbagai sindrom,
pen"akit jantung ra0an, tanda$tanda pen"akit de(isiensi dan lain$lain.
5. Pemeriksaan neurologi
Dimulai dengan anamnese masalah neurolog" dan keadaan$
keadaan "ang juga dapat mengakibatkan gangguan neurolog", seperti
trauma lahir, persalinan "ang lama, as(iksia berat, dan sebagain"a.
4emudian dilakukan pemeriksaan neurolog" "ang teliti, maka dapat
membantu dalam diagnosis suatu kelainan, misaln"a kalau ada
pen"akit$pen"akit degenerati(, palsi serebralis, adan"a lesi intrakrasial
6. Skrining gangguan perkembangan anak
Pada tahap ini dianjurkan untuk menggunakan instrumen untuk
skrining guna mengetahui kelainan pada perkembangan anak, misaln"a
dengan menggunakan DDST (Denver Development Screening Test),
test IQ, atau tes psikologik lainn"a.
. @'aluasi pada lingkungan anak
Tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi antara (aktor
genetik dengan lingkungan bio$phsiko$psikososial. >ntuk deteksi dini,
kita juga melakukan e'aluasi lingkungan anak tersebut. -isal dapat
digunakan 8SQ ((ome Screening )uestionere).
,. @'aluasi pengelihatan dan pendengaran anak
55
Skrining pendengaran anak, melalui anamnese atau
menggunakan audio meter kalau ada alatn"a.
?. @'aluasi bahasa dan bi#ara anak
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui apakah
kemampuan anak dalam berbi#ara masih dalam bata tertentu "ang
normal atau tidak.
). @'aluasi Pen"akit -etabolik
Salah satu pen"ebab gangguan pada perkembangan anak adalah
disebabkan oleh adan"a pen"akit metabolik. Dari anamnese dapat
di#urigai adan"a pen"akit metabolik, apabila ada anggota keluarga
lainn"a ada "ang terkena pen"akit "ang sama.
9. Intelegensi dari hasil penemuan
/erdasarkan anamnese dan semua pemerisaan tersebut dibuat
suatu kesinambungan diagnosis dari gangguan tersebut. 4emudian
ditetapkan penatalaksanann"a, konsultasi kemana dan prognosisn"a.
1. T%ga$ Perkembangan
1. Pengertian
Development tas% adalah tugas$tugas "ang harus diselesaikan dan
dipe#ahkan oleh setiap indi'idu pada setiap periode perkembangann"a
(3epublika, %&&,). Dengan mempelajari tugas$tugas perkembangan
dalam hubungann"a dengan pendidikan sebagai berikut!
a. Dengan mengetahui tugas$tugas perkembangan itu, manusia dapat
merumuskan tujuan hidupn"a. -enurut 8a'ighurst ! *Tugas$tugas
56
perkembangan adalah tujuan$tujuan sementara pendidikan atau
segala sesuatu "ang harus dipe#ahkan dan dipelajari atau di#apai
oleh anak (indi'idu) dalam proses perkembangan hidupn"a.
b. Tugas perkembangan memberikan petunjuk tentang 0aktu dan
usaha$usaha pendidikan "ang harus dilaksanakan.
#. Tugas perkembangan menghendaki bentuk pendidikan tertentu
"ang menunjuk kepada materi, usaha dan metode pendidikan.
%. -asa 4anak$kanak (*nfanc+,arl -&ild&ood ! &$, tahun)
Titik permulaan masa kanak$kanak terjadi pada masa &$, tahun.
Humlah Development tas% pada masa kini dapat dibi#arakan
sekehendak hati jumlahn"a. 8al ini tergantung dari ken"ataan biologis,
psikis, sosial. ;amun dengan demikian untuk kepentingan pendidikan
#ukup setiap perkembangan dibi#arakan ,$1& buah de'elopment task.
Setiap tugas perkembangan terdiri atas kesatuan kegiatan misaln"a!
tugas bergerak sendiri berjalan, melompat dan lari. 2dapun tugas
perkembangan pada masa kanak$kanak ini (2limul 8ida"at, %&&,)!
a. /elajar berjalan
b. /elajar mengambil makanan$makanan "ang keras (padat)
#. /elajar berbi#ara
d. /elajar menguasai pengeluaran barang$barang "ang tidak berguna
dalam badan anak, sehingga #aran"a dapat diterima se#ara sosial
(*Toilet Training+)
5
e. /elajar membedakan jenis kelamin, serta dapat melakukan kerja
kooperati( dengan jenis kelamin "ang lain.
(. /elajar men#apai stabilitas (isiologis
g. Pembentukan konsep$konsep "ang sederhana mengenai ken"ataan$
ken"ataan "ang bersi(at sosial dan "ang bersi(at (isik.
h. /elajar untuk menghubungkan diri sendiri se#ara emosional
dengan orang tua, sanak saudara dan orang lain.
i. /elajar membedakan baik dan buruk "ang berarti mengembangkan
kata hati.
5. Perkembangan /io$Sosial pada masa 4anak$kanak (Early
Childhood)
Firi$#iri utama tugas$tugas perkembangan pada periode ini ialah
tugas bersi(at bio$sosial, menurut 2limul 8ida"at (%&&,) adalah !
a. Tugas perkembangan tersebut mempun"ai dasar biologis "aitu
adan"a bagian$bagian dan alat$alat dalam badan "ang menjadi
pelengkap pertumbuhann"a.
b. Tugas$tugas perkembangan tersebut mempun"ai dasar$dasar sosial
(terutama pengaruh keluarga besar artin"a dalam sukses dan
gagaln"a anak dalam mempelajari tugas$tugas perkembangan).
Dan tugas perkembangan "ang bersi(at bio$sosial pada ,arl
-&ild&ood meliputi!
1. /elajar sikap dasar terhadap tanggung ja0ab, ke0ajiban dan
terhadap ke"akinan.
5,
%. /elajar kesadaran akan otonomi
2. 3akt#r-3akt#r 4ang 5em!engar%hi Perkembangan U$ia 1-) Tah%n
2da beberapa (aktor "ang dapat diuraikan menjadi berbagai ma#am
(aktor "ang se#ara khusus dan langsung berpengaruh terhadap tumbuh
kembang menurut ;arendra (%&&%) adalah sebagai berikut!
a. .aktor 4eturunan atau 7enetik
Pengaruh genetik ini bersi(at heredo$konstitusional "ang berarti
bah0a bentuk untuk konstitusi seseorang ditentukan oleh (aktor
keturunan. .aktor hereditas akan berpengaruh pada #epat
pertumbuhan, kematangan penulangan, gi1i, alat seksual dan sara(.
Calaupun konstitusi seseorang ditentukan oleh bakat, namun (aktor
lingkungan memberi pengaruh dan sudah mulai berperan sejak
konsepsi, dalam perkembangan embrional intra uterin dan seterusn"a.
b. .aktor 8ormon
8ormon$hormon "ang berpengaruh adalah hormon pertumbuhan
(gro0th hormon,78) "ang merangsang pertumbuhan @pi(ise dari
pusat tulang paling panjang, tanpa 78 anak akan tumbuh dengan
lambat dan kematangan seksualn"a terhambat. Pada keadaan
8ipopituitarisme terjadi gejala$gejala anak bertumbuh pendek, anak
genetalia ke#il, umur tulang melambat, dan 8ipoglikemi berat.
8iperpituitari, kelainan "ang timbul "aitu akromegali "ang disebabkan
oleh hipersekresi 78, pertumbuhan linier, gigantisme, serta hormon
kelenjar tiroid "ang pengaruhi pertumbuhan
5?
#. .aktor 7i1i
4e#ukupan pangan "ang essensial baik kualitas maupun
kuantitas sangat penting untuk pertumbuhan normal. Pada malnutrisi
protein kalori "ang berat terjadi kelambatan pertumbuhan tulang dan
maturasi, kelambatan pen"atuan epi(ise sekitar satu tahun
dibandingkan dengan anak gi1i #ukup, dan proses pubertas juga
terlambat. /an"ak 1at atau unsur "ang penting untuk pertumbuhan,
"aitu "odium, kalsium, (os(or, magnesium, besi, (luor, 'itamin 2, /1%,
F dan D dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
d. .aktor 9ingkungan
1) .aktor (isik, termasuk sinar matahari, udara segar, sanitasi, polusi,
iklim dan teknologi.
%) 9ingkungan biologis, termasuk di dalamn"a he0an dan tumbuhanD
lingkungan "ang sehatD pembuangan sampah dan air limbah rumah
tangga harus baikD halaman rumah "ang baik.
5) 9ingkungan psikososial, termasuk di dalamn"a latar belakang
keluarga, hubungan dalam keluarga, #ara anak dibesarkan dan
interaksi dengan mas"arakat sekitar.
e. .aktor Sosial @konomi
1) .aktor ekonomi sangat mempengaruhi keadaan sosial keluarga jika
keadaan ini baik maka dapat menjamin terpenuhin"a kebutuhan
pokok keluarga. Dan akan lebih terjamin bagi anggota keluarga
untuk mendapatkan pendidikan "ang baik pula.
5)
%) .aktor politik serta keamanan dan pertahanan suatu negara juga
sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
5) .aktor lain "ang berpengaruh adalah pela"anan kesehatan "ang
didapat selama tumbuh kembangn"a (Sur"anah, 199,).
*. Pen"i"ikan
Pendidikan terbagi dalam beberapa pengertian antara lain!
1. Suatu kegiatan atau usaha manusia untuk meningkatkan
kepribadiann"a dengan jalan membina potensi pribadin"a, "ang berupa
rokhani (#ipta, rasa, karsa) dan jasmani.
%. Suatu proses perubahan perilaku menuju kepada kede0asaan dan
pen"empurnaan kehidupan manusia.
5. -erupakan hasil atau potensi "ang di#apai oleh perkembangan
manusia, dan usaha lembaga$lembaga tersebut dalam men#apai
tujuann"a. Pendidikan merupakan kemajuan mas"arakat dan
kebuda"aan sebagai suatu kesatuan (Soekidjo ;otoadmojo (1995)!
Pendidikan menurut Ao"i Sur"o P, (%&&1) men"atakan bah0a
pendidikan pada dasarn"a adalah penanaman pengetahuan serta
pengembangan mental maupun ketrampilan "ang berlangsung dengan jangka
0aktu tertentu, sejak mulai pelaksanaann"a sebaikn"a juga dia0ali dari
analisis kebutuhan sampai dengan studi penerapan pendidikan tersebut di
tempat diharapkann"a peserta didik dapat bekerja dan tidak berhenti sampai
pada e'aluasi hasil pendidikan saja. >> 3I ;o. %& tahun %&&5 ! Pendidikan
adalah usaha sadar dan teren#ana untuk me0ujudkan suasana belajar dan
59
proses pembelajaran agar peserta didik se#ara akti( mengembangkan potensi
dirin"a untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan$pengendalian diri,
kepribadian, ke#erdasan, akhlak mulai, serta ketrampilan "ang diperlukan
dirin"a, mas"arakat, bangsa dan negara. -enurut @dgar @aure dkk,
men"atakan bah0a tingkat pendidikan itu terdiri dari (1) pendidikan tinggi,
pendidikan menengah (%), pendidikan dasar, pendidikan prasekolah
Dengan adan"a tingkat pendidikan se#ara langsung atau tidak langsung
akan mempengaruhi pola pikir, sudut pandang. Pendidikan orang tua
merupakan (a#tor "ang penting dalam perkembangan anak. Dengan
pendidikan "ang baik, orang tua dapat menerima segala in(ormasi dari luar
terutama tentang #ara pengasuhan anak "ang baik, bagaimana menjaga anak
tentang kesehatan dan pendidikann"a. 4eban"akan anak anak meniru orang
tuan"a, sehingga keluarga berperan sebagai peletak dasar pola pembentukan
kepribadian anak. 9embaga pendidikan han"a memberikan isin"a saja,
selanjutn"a ditentukan 0atak dan 0arnan"a oleh si anak itu sendiri sesuai
dengan kemampuan anak itu dalam perkembangann"a (Pur0nto,199)).
6&
D. Pengetah%an (Knowledge)
1. Pengertian Pengetah%an
Pengetahuan merupakan segala sesuatu "ang diketahui oleh seseorang
dengan jalan apapun atau segala sesuatu "ang diketahui orang lain
"ang didapat. Pengetahuan dapat juga dikatakan sebagai khasanah
mental "ang langsung turut memperka"a kehidupan kita.
2. D#main Pengetah%an
Pengetahuan atau kogniti( merupakan domain "ang sangat penting
untuk terbentukn"a suatu persepsi seseorang. Tingkat pengetahuan
seseorang juga mempengaruhi persepsi dan perilaku indi'idu, "ang
mana makin tinggi pengetahuan seseorang maka makin baik
mena(sirkan sesuatu. Pengetahuan dibagi menjadi enam domain "aitu !
a. Tahu (.now), diartikan sebagai mengingat suatu materi "ang telah
dipelajari sebelumn"a. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat itu
adalah mengingat kembali (recall) sesuatu "ang spesi(ik dari seluruh
bahan "ang dipelajari atau rangsangan "ang telah diterima. <leh
karena itu, tahu ini merupakan tingkat "ang paling rendah, kata kerja
untuk mengukur orang tahu tentang apa "ang dipelajari antara lain!
men"ebutkan, menguraikan, mengidenti(ikasi, mengatakan.
61
b. -emahami (-ompre&ension), diartikan sebagai suatu kemampuan
untuk menjelaskan se#ara benar tentang objek "ang ketahui, dan dapat
menginterprestasikan materi tersebut se#ara benar. <rang "ang paham
suatu objek atau materi haus dapat menjelaskan, men"ebutkan #ontoh,
men"impulkan, meramalkan terhadap objek "ang dipelajari.
+. 2plikasi (Aplication), diartikan sebagai kemampuan untuk
menggunakan materi "ang telah dipelajari pada situasi atau kondisi
real. 2plikasi diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum$
hukum, rumus, metode, prinsip dalam konteks atau situasi "ang lain.
". 2nalisis (analsis) adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan
materi atau suatu objek ke dalam komponen$komponen, tetapi masih
dalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitann"a satu sama
lain. 4emampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja,
seperti menggambarkan,membedakan, memisahkan.
e. Sintesis (sntetis) menunjuk kepada suatu kemampuan untuk
meletakkan atau menghubungkan bagian$bagian di dalam suatu
bentuk keseluruhan "ang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu
kemampuan untuk men"usun (armasi baru dari (ormulasi$(ormulasi
"ang ada misaln"a dapat men"usun, meren#anakan, meringkas,
men"esuaikan terhadap suatu teori atau rumusan "ang telah ada.
6. @'aluasi (,valuation)
/erkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justi(ikasi atau
penilaian terhadap suatu materi atau objek.
6%
$ Tingkat pendidikan
$ Tingkat pengetahuan
Tentang
perkembangan 2nak
Perkembangan anak
diukur dengan DDST
Iariabel Independent Iariabel Dependent
7. Kerangka Te#ri

7ambar 1.% 4erangka Teori
(Sumber! 9a0ren#e 7reen (19))) "ang dimodi(ikasi ! ;otoatmodjo, %&&5)
3. Kerangka K#n$e!
7ambar %.% 4erangka Teori
65
Perkembangan 2nak Diukur
Dengan DDST
3akt#r Pre"i!#$i$i
1. Tingakt pendidikan
%. Tingkat pengetahuan
3akt#r Pem%ngkin
1. .asilitas .isik !
kesehatan! puskesmas,
rumah sakit
%. .asilitas umum! media
massa (koran, TI,
3adio)
3akt#r Peng%at
Sikap Petugas kesehatan
Perilaku petugas kesehatan
3akt#r 4ang 5em!engar%hi
Perkembangan(
1. .aktor 4eturunan
%. .aktor hormon
5. .aktor gi1i
6. .aktor sosial dan
buda"a
. .aktoh lingkungan
8. Hi!#te$a Penelitian
1. 2da hubungan tingkat pendidikan ibu dengan perkembangan anak usia
1$5 tahun menggunakan DDST (Denver Development Screening Test)
di 4elurahan Penanggulan 4e#amatan Pegandon 4abupaten 4endal.
%. 2da hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan
tingkat perkembangan anak usia 1$5 tahun menggunakan DDST
(Denver Development Screening Test) di 4elurahan Penanggulan
4e#amatan Pegandon 4abupaten 4endal.

66