Anda di halaman 1dari 3

BAB III LAPORAN OBSERVASI

Pada tanggal ...... kami sekolompok pergi ke Samarang untuk melakukan observasi ke tempat terapi jiwa di sana. Ada dua tempat yang kami datangi di Samarang yaitu di kampung ci mencek dan kp. ...... Sedangkan 1 tempat lagi yang kami kunjungi pula yaitu tempat terapi jiwa yang berada di Ranca bango-Tarogong Kaler. Berikut urain hasil observasi kelompok kami ke tempat-tempat terapi jiwa yang telah kami sebutkan di atas. C. Observasi Terapi Jiwa Ruqyah 1. Asal Muasal Terapi jiwa Ruqyah ini terletak di Samarang. terapis Ruqya di tempat ini bernama Bapak Ust. Aceng, beliau mulai meruqyah semenjak 15 tahun yang lalu. dilakukan di rumahnya sendiri, Bapak Praktek pengobatannya

H Aceng mempelajari ruqyah dari gurunya di

pesantren. Menurut Bapak Ust. Aceng Ruqyah berasal dari kata Qaraa yang artinya membaca, sedangkan ruqyah artinya bacaan, jadi segala bentuk yang besifat bacaan disebut ruqyah. Namun bila kita berbicara mengenai Terapi jiwa ruqyah, artinya yaitu suatu terapi untuk mengusir berbagai gangguan Jin yang bersarang di dalam tubuh kita dengan bacaanbacaan Al-Quran yang kandungannya berisi tentang ancaman dan siksaan. 2. Jenis pengobatan Menurut Bapak Ust. Aceng, terapi ruqyah dibagi menjadi 2, yaitu : a. Terpi ruqyah Syariyah

Terapi ruqyah Syariyah merupakan terapi ruqyah yang dicontokan oleh nabi Muhammad SAW seperti dengan menggunakan media bacaan doa, air putih yang diberi doa, juga dengan daun bidara. b. Terapi ruqyah syirkiyah adalah terapi yang tidak dicontokan oleh nabi Muhammad SAW, seperti maminta pertolongan pada dukun, pada jin-jin, dan sebagainya. Terapi yang dilakukan oleh Bapak H. Aceng adalah terapi ruqyah Syariyah. Yaitu teknik pengobatan dengan cara memperdengarkan bacaan-bacaan Al-quran. 3. Jumlah Pasien Banyak sekali pasien yang telah datang ke tempat Ruyah ini diantaranya kebanyakan pasien yang berasal dari Garut, Bandung dari orang kecil sampai artistpun pernah datang ketempat ini. Pasien yang datang tidak menentu dan tidak tiap hari. Tetapi dalam sebulan pasti ada pasien yang datang untuk berobat kepada Bapak H Aceng. 4. Cara Pengobatan Bapak H Aceng mengobati pasiennya dengan membacakan bacaan Al-Quran yang kandungan dalamnya berisi ancaman dan siksaan, Bapak H Aceng juga sering menambahkan bacaan doa yang dihembuskan ke dalam air yang kemudian di minum atau diwudhukan pada pasien. Bacaan-bacaan Al-quran yang dapat dijadikan ruqyah di antaranya, surat Al-fatihah, Annas, Alfalaq, dan ayat qursy. Menurut Bapak H. Aceng tidak hanya diri manusia yang sakit saja yang perlu di ruqyah, namun tempat-tempat pun dapat diruqyah yaitu dengan cara air ruqyah dicipratkan kesetiap sudut tempat/rumah atau dapat pula dengan penghuni tempat/rumah tersebut membacakan ayat suci Al-quran.

Syarat ruqyah di antaranya praktisi ruqyah harus orang memiliki katauhidan dan keimanan yang kuat, selain itu praktisi juga harus sudah berpasangan. Sedangkan untuk pasien, pada saat terapi pasien harus berpakaian sopan dan menutup auratnya, dan pasien harus ditemani oleh makhramnya. Pasien yang datang biasanya dengan keluhan berbagai penyakit termasuk gangguan jiwa. Pasien dengan gangguan jiwa, biasanya direhabilitasikan di tempat pasantren. Pasien dapat sembuh setalah beberapa kali terapi tergantung tingkat keparahan gangguan yang diderita, ada yang selama 1bulan bahkan ada yang sampai 1tahun. Syarat pasien selama diterapi yaitu menghindari perbuatan maksiat dan hindari makanan-makanan yang diharamkan agama..