Anda di halaman 1dari 19

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA DIPLOMA IV AKUNTANSI

TEORI AKUNTANSI PENALARAN (REASONING)

Disusun oleh: Kelas VII A Kelom o! I "# A$$% Pan&e'an A(is *# A'ie+ Rahman Su!haimi -# Muhama. Tau+an Se/ia0an ("1) 2# No3'ian.ini E'manin&'um 4# 5u.ha 6e'mana Gin/in& (*)) (-)) ()") (),)

Mei *)"-

7A7 I PENDAHULUAN A# La/a' 7ela!an& Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM 1300 M; tahun 1300 18 0 M! dan tahun 18 0 M sampai sekarang" #ada periode a$al akuntansi han%alah berupa record-keeping %angsangat sederhana! %aitu merupakan pen&atatan dari apa saja %ang terjadi dalam dunia bisnis" #eriode kedua dikenal dengan masa lahirn%a double-entry bookkeeping" Sedangkan pada periode terakhir hingga saat ini ban%ak sekali perkembangan pemikiran akuntansi %ang telah masuk ke dalam kehidupan mas%arakat" #erkembangan teknologi %ang luar biasa telah berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern ('asuki! (000 : 1)3)" *eori akuntansi menjadi bagian %ang tidak terpisahkan dalam perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri" *eori akuntansi %ang berkembang saat ini digunakan sebagai suatu penalaran %ang logis guna menjelaskan bagaimana suatu standar akuntansi dibentuk! dikembangkan atau dianggap la%ak untuk digunakan" +leh karena itu! penalaran dalam hal ini dibutuhkan untuk dapat menilai kela%akan atau ,aliditas suatu pern%ataan akuntansi! karena melalui penalaran tersebut didapatkan ke%akinan bah$a suatu pern%ataan atau argumen la%ak untuk diterima atau ditolak" 7# Tu8uan -dapun tujuan penulisan makalah antara lain: 1" (" 3" 4" Mengetahui pengertian dan unsur.unsur serta struktur penalaran; Mengetahui bagaimana suatu proses penalaran terbentuk dari mulan%a han%a sebuah asersi %ang di%akini kemudian dapat memberikan suatu argumen untuk me%akinkan asersi tersebut; Mempelajari lebih mendalam mengenai proses penalaran %ang kemudian dikaitkan dalam proses pembentukan argumen atau penalaran dalam teori akuntansi" Mengetahui ke&ohan.ke&ohan %ang seringkali menga&aukan penalaran dan mengetahui aspek.aspek manusia %ang mempengaruhi penalaran tersebut"

7A7 II PENALARAN (REASONING) A# Pen&e'/ian enala'an

#enalaran adalah proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan menge,aluasi suatu ke%akinan (belief) terhadap suatu pern%ataan atau asersi (assertion). #enalaran menentukan se&ara logis dan objekti/ apakah suatu pern%ataan ,alid (benar atau salah) sehingga pantas untuk di%akini atau dianut" #enalaran memegang peranan penting dalam mengembangkan dan menguji suatu teori atau hipotesis" *eori didukung oleh penalaran untuk memberikan suatu ke%akinan terhadap teori tersebut" Menu'u/ Ni9!e'son (":1:) en&e'/ian enala'an a.alah se$a&ai $e'i!u/ : Reasoning encompasses many of the processes we use to from and evaluate belief-belief abaut the world ,about people, about the truth or falsity of claims we ancounter or make. It involes the production and evaluaition of argument, the making of inference and the drawing of conclusions, the generation.testing of hypotheses.it requires both deduction and induction both analysis and syintesis, and both criticality and creativity " 7# Unsu' Penala'an Struktur dan proses penalaran dibangun atas dasar tiga konsep penting %aitu : asersi ( assertion)! ke%akinan (belief)! dan argumen (argument)" "# Ase'si Merupakan pern%ataan %ang menegaskan sesuatu adalah benar" -sersi dalam penalaran sangat penting sebagai komponen argumen dan &ara untuk merepresentasikan ke%akinan" -sersi pada umumn%a adalah kalimat %ang menegaskan tentang sesuatu atau realitas" 'eberapa asersi memiliki pengkuanti/ikasian seperti beberapa! tidak semua! semua dan tidak ada" #engkuanti/ikasian asersi %ang berbun%i semua dan tidak ada disebut asersi uni,ersal! sedangkan untuk asersi dengan pengkuanti/ikasian beberapa disebut asersi spesi/ik" #engkuanti/ikasian bertujuan untuk menentukan ketermasukan atau keuni,ersalan dari suatu pern%ataan" 0ika ketermasukan atau keuni,ersalan suatu asersi tidak dapat ditentukan maka suatu asersi akan terlihat ambigu dan sulit untuk diinterpretasikan" 1ontoh asersi %ang din%atakan se&ara makna: Seluruh mahasis$a S*-2 men&intai akuntansi 'eberapa mahasis$a suka bermain badminton

*idak ada mahasis$a %ang tidur di kelas Mahasis$a S*-2 berpenampilan menarik 3alam penullisan! asersi ada %ang din%atakan se&ara makna ( meaning)" -sersi %ang disajikan

se&ara makna biasan%a &enderung akan salah diinterpretasikan dalam kondisi keterbatasan bahasa dan sudut pandang" +leh karena itu! asersi %ang disajikan se&ara makna akan mengganggu e,aluasi argumen" Maka biasan%a asersi din%atakan dalam bentuk struktur atau bentuk ( form). 1ontoh pen%ajian struktur umum asersi: Semua - adalah ' *idak semua - adalah ' 'eberapa - adalah ' 3engan &ara penulisan di atas! asersi lebih dapat dinilai dengan ,alid dalam menge,aluasi argumen! karena tidak akan terpengaruh dari segi makna dan realitas sebenarn%a" -sersi juga dapat ditampilkan dalam bentuk diagram" 3engan menampilkann%a dalam bentuk diagram maka akan dapat terlihat jelas hubungan ketermasukan dari asersi tersebut" 'erikut adalah &ontoh hubungan asersi %ang digambarkan dalam diagram a" 4ubungan inklusi

o o

Semua - adalah ' *idak semua ' adalah -

b" 4ubungan eksklusi *idak satupun - adalah ' *idak satupun ' adalah -

&" 4ubungan Saling isi (o,erlaping) 'eberapa ' adalah 'eberapa - adalah '

Ase'si un/u! in/e' 'e/asi is/ilah #en%ajian asersi dalam bentuk diagram dapat digunakan untuk menge,aluasi ketepatan makna dari suatu istilah" Seperti &ontohn%a /rase 5Meja biru bundar6 tidak akan sama dengan 5Meja 'undar 'iru6" 3alam ken%ataann%a penggunaan istilah 5'erserti/ikat -kuntan #ublik6 atau '-# dinilai tidak tepat dengan kaidah bahasa 7ndonesia %ang menggunakan 3M %aitu diterangkan.menerangkan" #en%impangan makna dari suatu asersi mengindikasikan suatu argumen atau penalaran dalam mengartikan suatu istilah asing terkadang tidak ,alid atau berbeda.beda" ;enis Ase'si -sersi dapat diklasi/ikasikan menjadi asumsi (assumption)! hipotesis (hypothesis)! dan pern%ataan /akta (statement of fact)" -sumsi adalah asersi %ang di%akini benar meskipun orang tidak dapat mengajukan atau menunjukkan bukti tentang kebenarann%a se&ara me%akinkan atau asersi %ang orang bersedia untuk menerima sebagai benar untuk keperluan diskusi atau debat" 4ipotesis adalah asersi %ang kebenarann%a belum atau tidak diketahui tetapi di%akini bah$a asersi tersebut dapat diuji kebenarann%a" *erakhir! pern%ataan /akta adalah asersi %ang bukti tentang kebenarann%a di%akini sangat kuat atau bahkan tidak dapat dibantah" 6un&si ase'si -sersi memegang /ungsi %ang sangat penting dalam pembentukan argumen! %aitu dapat ber/ungsi sebagai premis dan konklusi" #remis adalah asersi %ang digunakan untuk mendukung konklusi" 8onklusi adalah asersi %ang diturunkan dari serangkaian asersi" 8onklusi dari suatu argumen dapat menjadi premis dalam argumen %ang lainn%a" #rinsip %ang dipakai adalah suatu kredibilitas konklusi tidak dapat melebihi kredibilitas terendah premis.premis %ang digunakan untuk menurunkan konklusi" -rtin%a! kalau konklusi diturunkan dari serangkaian premis %ang salah satu merupakan pern%ataan /akta dan %ang lain asumsi! konklusi tidak dapat dipandang sebagai pern%ataan /akta" *# Ke%a!inan 8e%akinan adalah tingkat kebersediaan (willingness) untuk menerima bah$a suatu pern%ataan atau teori (penjelasan) mengenai suatu /enomena atau gejala (alam atau sosial) adalah benar" 3engan kata lain! ke%akinan terhadap asersi adalah tingkat kebersediaan untuk menerima bah$a asersi tersebut benar" 8e%akinan diperoleh karena keper&a%aan ( confidence) tentang kebenaran %ang dilekatkan pada suatu asersi" Suatu asersi dapat diper&a%a karena adan%a bukti %ang kuat untuk meneriman%a sebagai hal %ang

benar" Seseorang dikatakan %akin terhadap suatu asersi bila dia menunjukkan perbuatan! sikap! dan pandangan seolah.olah asersi tersebut benar karena dia per&a%a bah$a asersi tersebut benar" 8eper&a%aan diberikan kepada suatu asersi biasan%a setelah dilakukan e,aluasi terhadap asersi atas dasar argumen %ang digunakan untuk menurunkan asersi" +leh karena itu! dapat dikatakan bah$a ke%akinan merupakan produk! hasil! atau tujuan suatu penalaran" 'erbagai /aktor mempengaruhi tingkat ke%akinan seseorang atas suatu asersi" 8arakteristik (si/at) asersi menentukan mudah.tidakn%a ke%akinan seseorang dapat diubah melalui penalaran" P'o e'i/as Ke%a!inan Semua penalaran bertujuan untuk menghasilkan ke%akinan terhadap asersi %ang menjadi konklusi penalaran" #emahaman terhadap beberapa properitas (si/at) ke%akinan sangat penting dalam men&apai keberhasilan berargumen" -rgumen dianggap berhasil kalau argumen tersebut dapat mengubah ke%akinan" 'erikut ini dibahas properitas ke%akinan %ang perlu disadari dalam berargumen" a# Kea.a$ena'an 8eadabenaran atau plaisibilitas (plausibility) suatu asersi bergantung pada apa %ang diketahui tentang isi asersi atau pengetahuan %ang mendasari ( the uderlying knowledge) dan pada sumber asersi ( the source)" #engetahuan %ang mendasari (termasuk pengalaman) biasan%a menjamin kebenaran asersi" +leh karena itu! konsistensi suatu asersi dengan pengetahuan %ang mendasari akan menentukan plausibilitas asersi" $# 7u!an Pen.a a/ 8e%akinan adalah sesuatu %ang harus dapat ditunjukkan atau dibuktikan se&ara objekti/ apakah tia salah atau benar dan sesuatu %ang diharapkan menghasilkan kesepakatan ( agreement) oleh setiap orang %ang menge,aluasin%a atas dasar /akta objekti/" #endapat atau opini adalah asersi %ang tidak dapat ditentukan benar atau salah karena berkaitan dengan kesukaan (pre/erensi) atau selera" 'erbeda dengan ke%akinan! plausibilitas pendapat tidak dapat ditentukan" 9# 7e'mua/an nilai 2ilai ke%akinan adalah tingkat penting tidakn%a suatu ket%akinan perlu dipegang atau dipertahankan seseorang" 2ilai ke%akinan bagi seseorang akan tinggi apabila perubahan ke%akinan mempun%ai implikasi serius terhadap /iloso/i! sistem nilai! martabat! perdapatan potensial! dan perilaku orang tersebut" .# 7e'/in&!a/ 8e%akinan didapat dari suatu asersi tidak bersi/at mutlak tetapi bergradasi mulai dari sangat meragukan sampai sangat me%akinkan" *ingkat ke%akinan ditentukan oleh kuantitas dan kualitas bukti untuk mendukung asersi" +rang %ang objekti/ dan berpikir logis tentun%a akan bersedia untuk mengubah tingkat ke%akinann%a manakala bukti baru mengenai plausibilitas suatu asersi diperoleh"

e# 7e'$ias Selain kekuatan bukti objekti/ %ang ada! ke%akinan dipengaruhi oleh pre/erensi! keinginan! dan kepentingan pribadi %ang karena sesuatu hal perlu dipertahankan" 7dealn%a! dalam menilai plausibilitas suatu asersi orang harus bersikap objekti/ dengan pikiran terbuka" #ada umumn%a! bila orang mempun%ai kepentingan! sangat sulit bagin%a untuk bersikap objekti/" +# 7e'!e!ua/an 8ekuatan ke%akinan adalah tingkat keper&a%aan %ang diletakkan seseorang pada kebenaran suatu asersi" 3apat dikatakan bah$a semua properitas ke%akinan merupakan /aktor %ang menentukan tingkat kekuatan ke%akinan seseorang" &# Ve'i.i!al 9eridikalitas (veridicality) adalah tingkat kesesuaian ke%akinan dengan realias" :ealitas %ang dimaksud di sini adalah apa %ang sungguh.sungguh benar tentang asersi %ang di%akini" 3engan kata lain! ,eridikalitas adalah mudah tidakn%a /akta ditemukan dan ditunjukkan untuk mendukung ke%akinan" h# 7e'!e/e'/em aan 8etertempaan (malleability) atau kelentukan ke%akinan berkaitan dengan mudah tidakn%a ke%akinan tersebut diubah dengan adan%a in/ormasi %ang rele,an" 'erbeda dengan ,eridikalitas! ketertempaan tidak memasalahkan apakah suatu asersi sesuai atau tidak dengan realitas tetapi lebih memasalahkan apakah ke%akinan terhadap suatu asersi dapat diubah oleh bukti" -# A'&umen -rgumen adalah serangkaian asersi beserta keterkaitan (artikulasi) dan in/erensi atau pen%impulan %ang digunakan untuk mendukung suatu ke%akinan" -rgumen menjadi unsur penting dalam penalaran karena digunakan untuk membentuk! memelihara! atau mengubah suatu ke%akinan" 3alam arti positi/! argumen dapat disamakan dengan penalaran logis untuk menjelaskan atau mengajukan bukti rasional tentang suatu asersi" 'ila seseorang mengajukan alasan untuk mendukung suatu pandangan atau gagasan! dia biasan%a mena$arkan suatu argumen" -rgumen dalam arti positi/ selalu dijumpai dalam ba&aan! per&akapan! dan dalam diskusi ilmiah" -rgumen merupakan bagian penting dalam pengembangan pengetahuan" -gar memberi ke%akinan! argumen harus die,aluasi kela%akan atau ,aliditasn%a" 8onsep logika menegaskan bah$a ,aliditas suatu argumen ditentukan oleh bentuk logis argumen tersebut! dan bukan pada isin%a" 3alam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen! %akni hubungan antara kesimpulan dan bukti.bukti %ang diberikan atau biasa kita sebut premis" 3alam dasar

penalaran logika tedapat dua jenis argumen %ang perlu diketahui %akni penalaran dedukti/ dan penalaran indukti/" a# A'&umen De.u!/i+ -rgumen atau penalaran dedukti/ menurut Su$ardjono adalah proses pen%impulan %ang berasal dari pern%ataan umum %ang disepakati (premis) ke pern%ataan khusus sebagai simpulan (konklusi)" #enalaran se&ara dedukti/ dalam sejarahn%a dikembangkan oleh -ristoteles! *hales! #%thagoras! dan para /ilsu/ ;unani lainn%a dari #eriode 8lasik (<00.300 SM")" =ntuk -ristoteles! logika merupakan alat %ang diperlukan dalam semua pen%elidikan>penelitian! dan silogisma merupakan hasil dari semua buah pemikiran" Silogisma adalah argumen %ang dibentuk oleh dua pern%ataan %ang disebut premis (premis ma%or dan premis minor)! %ang diikuti dengan sebuah kesimpulan atau konklusi %ang pasti" =ntuk semua premis %ang diberikan! jika kesimpulan dalam argumen terjamin (dalam pengertian tidak ditemukan suatu sanggahan dengan &ara bagaimanapun)! argumen tersebut dikatakan ,alid" 0ika kesimpulan tidak terjamin (dalam pengertian minimal terdapat satu sanggahan %ang tidak membenarkan kesimpulan)! maka argumen tersebut tidak ,alid" -pabila premis dalam argumen dedukti/ benar dan menghasilkan kesimpulan %ang pasti! maka argumen tersebut dapat dikatakan sahih (,alid)" Sebalikn%a! jika premis benar! tetapi gagal menghasilkan kesimpulan %ang pasti! maka argumen dikatakan tidak sahih" 1ontoh klasik dari penalaran dedukti/! %ang diberikan oleh -ristoteles! ialah: #remis Major : Semua manusia /ana (pasti akan mati)" #remis Minor : Sokrates adalah manusia" Kesim ulan : So!'a/es as/i (a!an) ma/i# -rgumen dengan penalaran dedukti/ akan membangun atau menge,aluasi argumen se&ara dedukti/ di mana suatu argumen din%atakan dedukti/ jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis.premisn%a sehingga argumen deduksi disebut sebagai argumen logis (umumn%a berbentuk silogisma)" Suatu silogisma terdiri atas antecedent dan consequent dalam premis majorn%a di mana suatu konklusi dikatakan benar apabila premis minor menegaskan ante&edent (pola modus ponens) atau apabila premis minor men%angkal konsekuen (pola modus tollens)" 1ontoh penalaran dedukti/ adalah dalam bentuk silogisma sebagai berikut: #remis Major : Semua mamalia (antecedent) memiliki paru.paru (consequent)" #remis Minor : Semua paus adalah mamalia" Kesim ulan : Semua aus memili!i a'u< a'u#

-rgumen di atas sahih karena kesimpulan %ang mengikutin%a memiliki kepastian bah$a premis. premis %ang mendahuluin%a benar" 3engan demikian! dalam argumen dedukti/ tidak mungkin jika premis.premis %ang dibuat benar! tetapi kesimpulann%a salah" Suatu argumen bisa saja merupakan suatu agumen %ang ,alid" 2amun argumen %ang ,alid tidak selalu menunjukkan kesimpulan %ang benar" Misaln%a pada &ontoh berikut: #remis Major : Semua binatang berkaki delapan memiliki sa%ap" #remis Minor : ?aba.laba adalah binatang berkaki delapan" Kesim ulan : La$a<la$a memili!i sa%a " -rgumen di atas se&ara logika dapat dikatakan benar! namun dalam argumen dedukti/! agar menghasilkan kesimpulan %ang ,alid maka premis.premis pembentuk logika tersebut harus benar dan menghasilkan kesimpulan %ang tak terbantahkan" Selanjutn%a! suatu argumen dikatakan ,alid bila dari premis %ang diberikan! konklusi %ang diperoleh logis" Memang benar! bila premis %ang diberikan pada argumen %ang ,alid bernilai benar! konklusi %ang diperoleh juga bernilai benar" 1ontoh: #remis Major : Semua artis adalah akti,is politik #remis Minor : @ko #atrio adalah akti,is politik Kesim ulan : E!o Pa/'io a.alah seo'an& a'/is 8esimpulan tersebut sekilas terlihat ,alid karena kita mengetahui /akta dari kesimpulan tersebut" 2amun! jika dianalisa kesimpulan tersebut tidak diperoleh se&ara logis sehingga pern%ataan kesimpulan dalam argumen di atas memang bernilai benar! namun! berdasarkan premis! argumen tersebut bukanlah argumen %ang ,alid" 'erdasarkan penjelasan di atas! inti argumen dedukti/ adalah selalu menguji dan meneliti! apakah premis.premis dalam argumen ini benar atau salah! atau sangat mungkin atau sangat tidak mungkin! dan bukann%a! apakah argumen tersebut sahih atau tidak sahih" 3engan demikian! sebuah argumen dedukti/ tidak mena$arkan 100A bukti atas suatu klaim melainkan untuk mengubah suatu ke%akinan atas klaim tersebut" 3alam melakukan penalaran se&ara dedukti/ terdapat tiga tahapan %aitu: 1) Menentukan pern%ataan umum (premis major) sebagai dasar penalaran () Menerapkan konsep umum tersebut dalam suatu situasi khusus %ang disebut premis minor; kemudian 3) Melakukan penarikan kesimpulan se&ara logis untuk situasi khusus %ang berkaitan" 3alam akuntansi penalaran dedukti/ digunakan untuk memberikan ke%akinan tentang simpulan %ang diambil dari premis %ang dianut" -rgumen.argumen %ang dihasilkan dari penalaran dedukti/ atau

logis ini lah %ang kemudian di membentuk *eori -kuntansi" #enalaran dalam akuntansi mungkin saja terdiri atas beberapa argumen karena premis major dalam akuntansi dapat berasal dari kesimpulan penalaran dedukti/" E3aluasi Penala'an De.u!/i+ #enalaran dedukti/ perlu dinilai apakah memiliki struktur %ang logis dan premisn%a dapat diterima" =ntuk itu diperlukan e,aluasi argumen dedukti/ untuk dapat menentukan apakah argumen tersebuut benar dan me%akinkan" -rgumen dedukti/ memiliki konklusi %ang memberikan ke%akinan akan kebenarann%a apabila memenuhi kriteria %aitu: 1) () 3) Semua premis benar (terlepas dari apakah orang setuju atu tidak); 8onklusi mengikuti semua premis; Semua premis dapat diterima (diper&a%a atau disetujui)" 8riteria di 1 dan ( di atas penting untuk memenuhi ,aliditas suatu argumen! sedangkan kriteria 3 diperlukan untuk memenuhi kebenaran empiris asersi agar suatu konklusi di%akini kebenarann%a" $# In.u9/i3e Reasonin& #enalaran ini dibentuk dari pern%ataan atau keadaan khusus dan diakhiri dengan pern%ataan umum sebagai generalisasi keadaan khusus tersebut" -rgumen indukti/ lebih bersi/at plausible karena konklusi merupakan generalisasi dari premis" *ujuan argumen ini adalah untuk me%akinkan probabilitas atau kebolehjadian (likelihood) kebenaran konklusi &ukup tinggi atau kebolehjadiann%a &ukup rendah" 1ontoh argumen indukti/: #remis 1 : 8uda Sumba pun%a sebuah jantung #remis ( : 8uda -ustralia pun%a sebuah jantung #remis 3 : 8uda -merika pun%a sebuah jantung #remis 4 : 8uda 7nggris pun%a sebuah jantung Kon!lusi : Se/ia !u.a un%a se$uah 8an/un& 8onklusi dalam penalaran indukti/ lebih berupa predikti/ karena merupakan generalisasi atas sesuatu berdasarkan pengalaman>/akta>bukti empiris %ang ada sehingga penalaran indukti/ disebut generalisasi empiris" -kibatn%a! kebenaran premis tidak selalu menjamin kebenaran konklusi sepenuhn%a karena kebenaran konklusi han%a dijamin dengan tingkat probabilitas tertentu" 8eberhasilan argumen indukti/ ditandai apabila kebenaran premis menghasilkan konklusi %ang semakin ke&il probabilitas kesalahann%a! sehingga asersi ilmiah berdasarkan penalaran indukti/ diperlakukan sebagai hipotesis! dan bukan /akta" 1ontoh berikut menunjukan aplikasi penalaran indukti/: 5pengamatan menunjukan bah$a ,oluma saham beberapa perusahaan %ang dijual.belikan beberapa hari setelah penerbitan statemen keuangan

meningkat dengan tajam" 3apat disimpulkan dengan tingkat ke%akinan tertentu bah$a in/ormasi akuntansi berman/aat bagi in,estor di pasar modal"6 9# A'&umen .en&an Analo&i Salah satu penalaran non dedukti/ selain penalaran indukti/ adalah penalaran dengan analogi (argument by analogy) di mana konklusi diturunkan atas dasar persamaan karakter! pola! /ungsi! atau hubungan unsur suatu objek dalam asersi" -nalogi merupakan sarana me%akinkan bah$a asersi konklusi memiliki probabilitas benar" Meskipun! bila premis benar! konklusi berdasarkan analogi belum tentu benar" .# A'&umen Se$a$<A!i$a/ rgument by causation atau !ausal "enerali#ation men%atakan suatu kesimpulan sebagai akibat dari asersi tertentu" 4ubungan kausalitas dapat diuji dengan kaidah Mill ( dengan asumsi tidak ada /aktor lain %ang mempengaruhi gejala) %aitu melalui beberapa &ara sebagai berikut: 1) 8aidah 8e&o&okan ($ethod of grrement) Men%atakan bah$a dua kasus atau lebih dalam suatu /enomena memiliki satu dan han%a satu kesamaan /aktor" () 3) 8aidah 8e&o&okan 2egati/ (negative canon of agreement) Men%atakan bah$a ketiadaan suatu /aktor berkaitan dengan ketiadaan suatu gejala" 8aidah #erbedaan (method of difference) -pabila terdapat dua kasus atau lebih dalam suatu /enomena! dan dalam salah satu kasus terjadi satu gejala sedang dalam kasus lain gejala tersebut tidak mun&ul; dan jika /aktor tertentu terjadi ketika suatu gejala mun&ul! dan /aktor tersebut tidak mun&ul dengan ketiadaan suatu gejala" 3alam menguji atau men%atakan hubungan sebab akibat! terdapat tiga kriteria %ang harus dipenuhi: 1) () 3) Baktor sebab dan /aktor akibat bergerak bersama" #erubahan salah satu /aktor akan merubah /aktor %ang lainn%a" -dan%a pengaruh satu /aktor terhadap /aktor %ang lain dalam selang $aktu tertentu" 3alam hal ini /aktor sebab akan terjadi beberapa $aktu sebelum akibat terjadi" *idk ada /aktor./aktor lain selain /aktor sebab! kalaupun ada /aktor./aktor lain tersebut haruslah dapat dikendalikan! diukur! atau diisolasi" Penala'an In.u!/i+ .alam A!un/ansi

3alam akuntansi penalaran indukti/ umumn%a digunakan untuk menghasilkan pern%ataan umum sebagai penjelas bagi terjadin%a gejala akuntansi tertentu" #ern%ataan umum tersebut biasan%a berasal dari hipotesis %ang diajukan dan diuji dalam penelitian empiris" Ceneralisasi %ang dituju dalam penelitian akuntansi adalah hipotesis atau bukti empiris %ang mampu mendukung generalisasi tersebut sehingga menjadi teori %ang ,alid dan memiliki da%a prediksi tinggi" 3alam praktikn%a penalaran indukti/ dan penalaran dedukti/ dalam akuntansi tidak dapat dipisahkan" *eori akuntansi sebagai penalaran logis umumn%a bersi/at normati/! sintaktis! semantik dan dedukti/! sedangkan teori akuntansi sebagai sains bersi/at positi/! pragmatik! dan indukti/" Se&ara garis besar! untuk membedakan penalaran dedukti/ dan indukti/ dapat dikatakan bah$a dalam penalaran dedukti/! jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar" Semua in/ormasi atau /akta pada kesimpulan sudah tersedia! sekurangn%a se&ara implisit! dalam premis" Sedangkan dalam #enalaran 7ndukti/ jika premis benar! kesimpulan mungkin benar! tetapi belum tentu benar" 8esimpulan %ang dihasilkan memuat in/ormasi %ang tidak disampaikan! bahkan se&ara implisit! dalam premis" =# Ke9ohan (fallacy) 8e&ohan tidak han%a terjadi di olahraga sepak bola! %akni ketika pemain bola melakukan gerakan tipuan untuk menipu dan mele$ati bek la$an" 3alam berargumen tern%ata ke&ohan juga kerap digunakan untuk me%akinkan! membujuk! bahkan memaksa orang lain untuk menerima argumen tersebut meski argumen itu jelek! lemah! atau bahkan tidak logis" 0adi jika dalam kehidupan sehari.hari sering kita jumpai argumen.argumen %ang salah atau tidak masuk akal namun di%akini ban%ak orang! maka inilah %ang disebut telah terjadi ke&ohan (/alla&%)" -gar terhindar dari kesalahan %ang disebabkan oleh ke&ohan! ada baikn%a kita lebih $aspada dan mengenali ke&ohan.ke&ohan %ang sering terjadi" 8e&ohan dapat terjadi karena adan%a taktik atau akal bulus %ang berniat memengaruhi orang lain ( stratagem) atau bisa juga disebabkan oleh diri sendiri karena salah mengerti saat menerima argumentasi (salah nalar)" a. Stratagem Stratagem adalah pendekatan atau &ara.&ara untuk mempengaruhi ke%akinan orang lain dengan &ara selain mengajukan argument %ang ,alid atau masuk akal" 'erbeda dengan argument %ang ,alid! stratagem biasan%a digunakan untuk membela pendapat %ang keliru! lemah! atau tidak logis" 'iasan%a digunakan dengan niat untuk memaksakan kehendak atau kepentingan lainn%a seperti %ang ban%ak dijumpai di area politik! propaganda! ataupun diskusi.diskusi terbuka" 'eberapa stratagem %ang sering dijumpai! %aitu: #ersuasi tak langsung

Stratagem jenis ini adalah taktik untuk me%akinkan seseorang bukan langsung melalui argument tetapi dengan &ara.&ara %ang sama sekali tidak berkaitan dengan ,aliditas argument" #ersuasi tak langsung sering dijumpai dalam periklanan di tele,isi misaln%a! penonton tidak disuguhi argumen tentang kualitas suatu produk tetapi malah disuguhi bah$a selebritis senang memakai produk tersebut atau para juara dan orang pintar semakin per&a%a diri apabila menggunakan produk tersebut" Stratagem ini sekarang disajikan dengan taktik %ang lebih halus! akibatn%a orang %ang rasional pun dapat terke&oh se&ara emosional Membidik orangn%a Stratagem ini digunakan untuk melemahkan atau menjatuhkan suatu posisi atau pern%ataan dengan &ara menghubungkan pern%ataan atau argument %ang diajukan seseorang dengan kepribadian orang tersebut" 0adi stratagem jenis ini men%orot suatu argument se&ara subjekti/ bukan se&ara objekti/" 3engan harapan da%a bujuk argumen tersebut menjadi jatuh atau turun" 4al ini sering dijumpai dalam debat politis apalagi menjelang pemilihan umum" Men%ampingkan masalah 8e&ohan jenis ini dilakukan dengan &ara mengajukan argumen %ang tidak bertumpu pada masalah pokok atau mengalihkan permasalahan ke hal lain %ang tidak bertautan dengan masalah pokok" #en%ampingan masalah sering dilakukan dengan &ara memutar.mutar kata untuk mengubah /okus argumen dari masalah pokok %ang sering disebut dengan red herring dalam perdebatan politik untuk menghindari malu atau kekalahan dalam perdebatan" 1ontoh n%ata %ang baru.baru ini terjadi adalah gerakan memboikot ba%ar pajak dengan argumen tidak perlu memba%ar pajak karena lebih sering dikorupsi dan penggunaan pajak tidak dilaporkan se&ara terbuka" Misrepresentasi *eknik ke&ohan ini dilakukan dengan &ara memutarbalikkan atau men%embun%ikan /akta baik se&ara halus maupun terang.terangan untuk men%anggah atau menjatuhkan posisi la$an" Misaln%a! polisi %ang berpakaian preman hendak menangkap bandar judi togel namun diteriakin maling oleh bandar tersebut sehingga ditangkap dan dihakimi massa agar bandar tersebut bisa melarikan diri" 7mbauan &a&ah Stratagem ini digunakan untuk mendukung suatu posisi dengan menunjukkan bah$a ban%ak orang melakukan apa %ang dikandung posisi tersebut" 7mbauan &a&ah dilakukan berdasarkan asumsi %ang tidak didasari oleh /akta %ang dapat dipertanggungja$abkan" -gar tidak terke&oh! kita seharusn%a memegang prinsip bah$a suatu hal tidak menjadi benar karena sudah biasa (membenarkan %ang sudah biasa) tetapi membiasakan %ang benar" 1ontoh imbauan &a&ah sering terlihat pada periklanan! misaln%a D dari 10 $anita memilih menggunakan produk E untuk menunjukkan bah$a produk E sangat populer dan paling baik untuk digunakan"

7mbauan autoritas 8e&ohan ini mirip dengan imbauan &a&ah! bedan%a popularitas (ban%ak orang) diganti dengan autoritas" 7mbauan autoritas dapat juga dianggap sebagai salah satu argumen membidik orangn%a! dimana untuk mendukung suatu argumen! penalar berusaha untuk meningkatkan kredibilitas dan da%a bujuk suatu posisi dengan menunjukkan bah$a posisi tersebut juga dipegang oleh orang %ang ahli atau terpandang di bidang %ang tidak berhubungan dengan masalah %ang dibahas" 1ontohn%a untuk mempromosikan suatu produk minuman - dikatakan bah$a presiden juga meminum produk tersebut"

7mbauan tradisi Stratagem ini dilakukan untuk mendukung suatu posisi dengan mengajukan argumen bah$a sejak dulu orang melakukan dengan &ara atau ke%akinan %ang sama (sudah menjadi tradisi)" Misaln%a produk - dipromosikan dengan argumen sudah tradisi digunakan sejak dulu bukan dengan menunjukkan kualitas dan kandungan produk tersebut" 7mbauan terhadap tradisi juga mempun%ai justi/ikasi sehingga tidak dapat ditinggalkan begitu saja! namun perlu di&atat bah$a maksud baik tradisi tidak merupakan alas an %ang kuat untuk mempertahankann%a atau untuk menolak mempertimbangkan bukti baru %ang lebih ,alid"

3ilema semu *aktik ini men%ajikan suatu gagasan dan satu alternati/ lain kemudian mengkarakterisasi alternati/ lain sangat jelek! merugikan! atau mengerikan sehingga gagasan tersebut harus diterima" 8e&ohan terjadi karena argumen han%a men%ajikan dua alternati/ dimana alternati/ %ang satu jelas tidak diinginkan sehingga han%a alternati/ %ang diusulkan %ang harus diterima" 1ontohn%a pendapat 5anggaran untuk militer harus ditambah atau 7ndonesia akan kalah kalau terjadi perang6"

7mbauan emosi 3a%a bujuk argumen sering di&apai dengan membaurkan emosi dengan nalar" 3engan menggugah emosi! pengargumen sebenarn%a berusaha menggeser dukungan nalar ( support) ,aliditas argumenn%a dengan moti/" 3engan taktik ini! emosi orang %ang dituju diagitasi sehingga dia merasa tidak enak untuk tidak menerima alasan %ang diajukan" 3ua stratagem %ang dapat digunakan untuk men&apai hal ini adalah imbauan belas kasih ( appeal to pity) dan imbauan tekanan>kekuasaan ( appeal to force)" 7mbauan belas kasih meman/aatkan rasa kasihan>iba untuk men%etujui sesuatu %ang diajukan seseorang atau kalau tidak dia akan menderita" Sedangkan imbauan tekanan>kekuasaan memaksakan sesuatu untuk disetujui kalau tidak mau menderita"

$#

Salah Nala' (Reasonin& 6alla9%)

Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses /ormal penalaran dalam menurunkan simpulan sehingga simpulan menjadi salah atau tidak ,alid" 'erbeda dengan stratagem %ang merupakan suatu ke&ohan dengan taktik %ang disengaja! salah nalar terjadi karena penalar salah atau keliru dalam menerima suatu argumen" 'erikut jenis salah nalar %ang sering dijumpai dalam kehidupan sehari.hari" Menegaskan konsekuen -gar argumen ,alid maka simpulan harus mengikuti kaidah menegaskan anteseden" 'ila simpulan diambil dengan pola premis %ang menegaskan konsekuen akan terjadi salah nalar" Salah nalar seperti ini terjadi karena pen%amaan dua premis padahal tidak selaman%a seperti itu ke&uali premis tersebut merupakan pern%ataan /akta %ang tidak dapat disangkal" Men%angkal anteseden Salah nalar ini adalah kebalikan dari menegaskan konsekuen" Salah nalar terjadi karena makna 5jika -! maka '6 disamakan atau dika&aukan degan 5jika '! maka -6" #entaksaan (eFui,o&ation) Salah nalar terjadi bila ada ungkapan atau objek %ang berbeda maknan%a dalam suatu premis disamakan dengan premis lainn%a" #erampatan lebih (o,ergeneraliGation) #erampatan lebih atau disebut juga generalisasi adalah salah nalar karena melekatkan karakteristik sebagian ke&il anggota ke seluruh anggota himpunan se&ara berlebihan" 1ontohn%a! karena ga%us tambunan korupsi maka semua pega$ai pajak pasti mengkorup uang pajak" #arsialitas (parsiality) #enalar kadang terke&oh karena dia menarik simpulan han%a atas dasar sebagian dari bukti %ang tersedia %ang kebetulan mendukung simpulann%a" 4al ini sering terjadi karena kita &enderung mengabaikan bukti %ang menentang suatu hal apabila kita mendukung atau men%ukai hal tersebut" #embuktian dengan analogi -nalogi han%alah sarana untuk me%akinkan bah$a suatu simpulan boleh jadi benar apabila mengikuti kaidah s&ara taat asas" Salah nalar sering terjadi dalam analogi karena ada kaidah %ang dilanggar" Meran&ukan urutan kejadian dengan pen%ebabn%a Salah nalar terjadi karena urutan kejadian diran&ukan dengan pen%ebaban! misaln%a bila kejadian ' selalu mengikuti kejadian -! maka ' disebabkan oleh -" Menarik simpulan pasangan Salah nalar terjadi bila orang men%impulkan bah$a suatu konklusi salah karena argumen tidak disajikan dengan me%akinkan (tidak konklusi/) sehingga dia lalu men%impulkan bah$a konklusi atau posisi pasanganlah %ang benar"

3alam pengembangan ilmu dikenal suatu pendekatan atau semangat untuk menguji suatu teori %ang disebut pen%anggahan atau re/utasi ilmiah ( scientific refutation)" Semangat ini dilandasi oleh pikiran bah$a suatu teori ilmiah tidak harus dapat dibuktikan benar tetapi harus dapat disanggah (dibuktikan salah) kalau dia memang salah; misaln%a dengan pengajuan teori baru %ang diajukan dan akan diuji ditempatkan sebagai hipotesis alternati/ ( alternatif hypothesis)" Mengubah ke%akinan melalui argumen merupakan proses %ang kompleks karena pengubahan tersebut men%angkut dua hal %ang berkaitan %aitu manusia %ang me%akini dan asersi %ang menjadiobjek ke%akinan" Manusia tidak selalu rasional dan bersedia berargumen sementara itu tidak semua asersi dapat ditentukan kebenarann%a se&ara objekti/ dan tuntas" 'erikut ini dibahas beberapa aspek manusia %ang dapat menjadi penghalang (impediments) penalaran dan pengembangan ilmu! khususn%a dalam dunia akademik atau ilmiah" D# As e! Manusia Dalam Penala'an :asionalitas menuntut penjelasan %ang sesuai dengan /akta" 8ebutuhan akan penjelasan terhadap apa %ang mengusik pikiran merupakan /undasi berkembangn%a ilmu pengetahuan" 2amun 8eingingan %ang kuat untuk memperoleh penjelasan sering menjadikan orang puas dengan penjelasan sederhana %ang pertama dita$arkan sehingga dia tidak lagi berupa%a untuk menge,aluasi se&ara saksama kela%akan penjelasan dan membadingkann%a dengan penjelasan alternati/" "# Ke en/in&an Men&alah!an Nala' 8epentingan sering memaksa orang untuk memihak suatu posisi (keputusan) meskipun posisi tersebut sangat lemah dari segi argumen " Seorang akademisi harus berani memba&a dan memahami gagasan alternati/ dan! kalau gagasan tersebut ,alid dan menuju ke perbaikan! bersedia memba$a gagasan tersebut ke kelasatau diskusi ilmiah dan bukan malahan mengisolasin%a 8eberanian dan kebersediaan seperti itu merupakan suatu &iri sikap ilmiah dan akademik %ang sangat terpuji (respected). Ini tidak berarti bahwa ilmuwan%akademisi harus selalu setu&u dengan suatu gagasan" 8etidaksetujuan dengan suatu gagasan itu sendiri (setelah berani memba&a) merupakan suatu sikap ilmiah asal dilandasi dengan argumen %ang bernalar dan ,alid" 8etidakberanian dan ketidakbersediaan itulah %ang merupakan sikap tidak ilmiah (akademik) dan justru hal ini sering terjadi dalam dunia akademik tidak han%a pada masa sekarang tetapi juga masa lalu *# Sin.'om Tes Klinis Sindroma sema&am ini dapat terjadi kalau seseorang mempun%ai pandangan %ang menurut dirin%a sebenarn%a keliru atau tidak ,alid lagi karena adan%a pandangan atau gagasan baru" -# Men/ali/as D8o!o Tin&!i'

7lmu$an atau akademisi %ang merasa ada di ba$ah kekuasaan kolega senior sering memihak seniorn%a dan mengajarkan apa %ang sebenarn%a salah dengan men%embun%ikan apa %ang sebenarn%a ,alid semata.mata untuk menghormati kolega senior (atau kelompokn%a) atau untuk melindungi diri dari tekanan senior" -kibatn%a! timbul situasi %ang di dalamn%a argumen %ang lemah harus dimenangkan dan dilestarikan semata.mata karena kekuasaan" 7ni berarti kekuasaan lebih unggul dari penalaran 2# Me'asional!an Da'i a.a Menala' 'ila karena keberpihakan! kepentingan! atau ketakkritisan! orang telanjur mengambil posisi dan tern%ata posisi tersebut salah atau lemah! orang ada kalan%a berusaha untuk men&ari.&ari justi/ikasi untuk membenarkan posisin%a" 3alam hal ini! tujuan diskusi bukan lagi untuk men&ari kebenaran atau ,aliditas tetapi untuk membela diri atau menutupi rasa malu" 'ila hal ini terjadi! orang tersebut sebenarn%a tidak lagi menalar (to reason) tetapi merasionalkan (to rationali#e). 4# Pe'sis/en Cejala psikologis atau perilaku manusia untuk terpaku pada makna suatu simbol atau objek dan kemudian menjadikan orang tidak mampu melihat makna alternati/ atau objek alternati/"

7A7 III KESIMPULAN #enalaran merupakan proses untuk ber/ikir logis dan se&ara sistematis untuk melakukan e,aluasi terhadap suatu ke%akinan akan asersi" #enalaran %ang sehat diperlukan untuk men&apai kesimpulan %ang ,alid dalam bidang ilmu apapun termasuk teori akuntansi" #enalaran terdiri atas tiga unsur %aitu asersi! ke%akinan dan argumen" -sersi merupakan suatu pern%ataan atu penegasan tentang suatu /enomena atau realitas" Sedangkan ke%akinan merupkan sikap diri untuk menerima kebenaran pern%ataan tersebut" 3alam proses pembentukan simpulan atau konklusi atas kebenaran suatu asersi tersebut! maka diperlukan suatu argumen" 3engan penalaran %ang memadai dan penalaran %ang sehat! maka suatu kesimpulan kiran%a dapat di%akini %ang kemudian berujung pada keper&a%aan akan suatu asersi atau pern%ataan dalam teori akuntansi" Maka dalam men&ari ke%akinan tersebut! argumen.argumen %ang diberikan haruslah logis atau berdasarkan bukti.bukti empiris %ang di%akini kebenarann%a" 3alam memberikan suatu argumen! dapat dilakukan se&ara dedukti/ maupun non dedukti/" -dapun argumen non dedukti/ sendiri antara lain adalah argumen indukti/! argumen dengan analogi! dan argumen pen%ebaban" -rgumen diberikan dengan tujuan merubah dan menge,aluasi ke%akinan atas suatu hal" 2amun kadangkala! argumen %ang tidak benar mampu me%akinkan ban%ak orang" 4al ini karena ban%ak orang terke&oh dengan argumen.argumen %ang salah namun sangat persuasi/" 8e&ohan.ke&ohan ini dapat terjadi karena suatu taktik %ang disengaja untuk menge&oh ( strategem) atau dikarenakan salah logika>nalar" Maka dalam argumen! aspek manusia sangatlah berperan khususn%a %ang paling terlihat adalah ketika terjadi suatu perbedaan pendapat" *erkadang orang sulit menerima suatu pendapat dan terkadang tidak mau mengakui bah$a terdapat kesalahan dalam argumenn%a" -rgumen %ang sehat sulit terbentuk karena beberapa hal diantaran%a jika seseorang mengalami sindroma test klinis dan mentalitas 3joko *ingkir" ?ebih lanjut ketika seseorang melakukan rasionalisasi atau persistence terhadap argumen %ang terbukti salah"

DA6TAR PUSTAKA

Teori Akuntansi, Penalaran> h// :??a!un/anmania!#$lo&s o/#9om?*)""?")? enala'an<'easonin&#h/ml Penalaran Deduktif dan Induktif#h// s:??si/es#&oo&le#9om?si/e?ma/h0i/hsulis/io?m 'a9/i9e?lo&i!a? alasan<.e.u!/i+<.an<in.u!/i+ A 'ia!un#*)""#Penalaran akuntansi.html Akuntansi. http://apriakun.blogspot.com/ !""/!#/penalaran$