Anda di halaman 1dari 1

Nama NPM Kelas Matkul

: Reymon S.O. Nainggolan : 150610100075 : Agribisnis B : SCM

Tahapan Evolusi Supply Chain Management : Kemajuan dalam rantai pasok selama beberapa dekade terakhir telah direproduksi dalam model yang meningkat dari waktu ke waktu. Kecenderungan evolusinya adalah sebagai berikut : Tahap 1: Multiple Dysfunction Potensi organisasi inti tidak memiliki definisi internal dan tujuan. Selain beberapa link transaksional tidak ada koneksi eksternal. Organisasi-organisasi ini cenderung bertindak impulsif daripada berdasarkan dari rencana. Manajemen hanya menyediakan pengertian yang paling umum dari misi.. Material Resource Planning (MRP) berada pada tingkat yang paling dasar memiliki Bill of Material (BOM) dan perencanaan produksi jangka pendek. Tahap 2 : Semifunctional Enterprise Organisasi inti mulai meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas dalam bidang fungsional. Sementara beberapa atau semua fungsi terlibat dalam inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam departemen, ada sedikit atau tidak ada tumpang tindih dalam pengambilan keputusan dari satu departemen ke departemen lain. Kemitraan dengan pelanggan dan pemasok belum terbentuk. Namun, departemen mulai mencari efisiensi yang mengurangi penanganan, mengurangi persediaan, pengadaan dan proses logistik membaik, perkiraan pemasaran menjadi handal, dan sistem perencanaan produksi mulai muncul. Efisiensi datang dengan biaya meskipun karena mereka belum dicapai melalui lintas komunikasi. Misalnya persediaan dikurangi bisa mengakibatkan kekurangan logistik dan biaya yang lebih rendah bisa lebih lama atau dapat diandalkan. Tahap 3 : Extended Enterprise istilah Extended Enterprise merupakan suatu konsep dimana sebuah perusahaan terdiri bukan hanya dari karyawan, anggota dewan, dan eksekutif saja tetapi juga terdiri mitra bisnis, pemasok, dan bahkan pelanggan. Extended Enterprise hanya dapat berhasil jika semua kelompok komponen dan individu memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk melakukan bisnis secara efektif. Tahap 4 : Integrated Interprise Merupakan sistem informasi terpadu yang mengintegrasikan berbagai modul aplikasi yang dimiliki seluruh divisi atau unit bisnis di dalam perusahaan, yang merupakan embrio dari sistem informasi korporat terpadu.