Anda di halaman 1dari 17

BAB I SOLUTIO (LARUTAN) A.

Pengertian
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Misal : terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Karena molekul-molekul dalam larutan terdispersi secara merata, maka penggunaan larutan sebagai bentuk sediaan, umumnya memberikan jaminan keseragaman dosis dan memiliki ketelitian yang baik jika larutan diencerkan atau dicampur. Bila zat A dilarutkan dalam air atau pelarut lain akan terjadi tipe larutan sebagai berikut : . Larutan encer, yaitu larutan yang mengandung sejumlah kecil zat A yang terlarut. !. Larutan, yaitu larutan yang mengandung sejumlah besar zat A yang terlarut. ". Larutan jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah maksimum zat A yang dapat larut dalam air pada tekanan dan temperatur tertentu. #. Larutan le$at jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah zat A yang terlarut melebihi batas kelarutannya di dalam air pada temperatur tertentu. %at pelarut disebut juga sol&ent, sedangkan zat yang terlarut disebut solute. 'ol&ent yang biasa dipakai adalah : . Air untuk macam-macam garam !. 'piritus , misalnya untuk kam(er, iodium , menthol. ". )liserin, misalnya untuk tannin, zat samak, bora*, (enol. #. +ter, misalnya untuk kam(er, (os(or , sublimat. ,. Minyak, misalnya untuk kam(er dan menthol. -. .ara(in Li/uidum, untuk cera, cetaceum, minyak-minyak, kam(er, menthol, chlorobutanol. 0. +ter minyak tanah , untuk minyak-minyak lemak. B. Faktor Faktor Yang Mempengaru i !e"arutan . 'i(at dari solute atau sol&ent. 'olute yang polar akan larut dalam sol&ent yang polar pula. Misalnya garam-garam anorganik larut dalam air. 'olute yang nonpolar larut dalam sol&ent yang nonpolar pula. Misalnya alkaloid basa 1umumnya senya$a organik2 larut dalam chloro(orm. 3osol&ensi. 3osol&ensi adalah peristi$a kenaikan kelarutan suatu zat karena adanya penambahan pelarut lain atau modi(ikasi pelarut. Misalnya Luminal tidak larut dalam air, tetapi larut dalam campuran air 4 gliserin atau solutio petit Kelarutan. %at yang mudah larut memerlukan sedikit pelarut , zat yang sukar larut memerlukan banyak pelarut. Kelarutan zat anorganik yang digunakan dalam (armasi umumnya adalah :

!.

".

a. 5apat larut dalam air. 'emua garam klorida larut , kecuali Ag3l, .b3l!, 6g!3l!. 'emua garam nitrat larut, kecuali nitrat base, seperti bismuthi subnitras. 'emua garam sul(at larut, kecuali Ba'7#, .b'7#, 3a'7# 1sedikit larut2 b. 8idak larut dalam air. 'emua garam karbonat tidak larut , kecuali K!37", 9a!37", 196#2 !37". 'emua oksida dan hidroksida tidak larut , kecuali K76, 9a76, 96 #76, Ba7, dan Ba1762!. 'emua garam posphat tidak larut, kecuali K".7#, 9a".7", 196#2".7# #. 8emperatur. %at padat umumnya bertambah larut bila suhunya dinaikkan, zat tersebut dikatakan bersi(at endoterm, karena pada proses kelarutannya membutuhkan panas. %at terlarut : pelarut : panas Larutan Beberapa zat yang lain justru kenaikan temperatur menyebabkan tidak larut, zat tersebut dikatakan bersi(at eksoterm, karena pada proses kelarutannya menghasilkan panas. %at terlarut : pelarut Larutan : panas 3ontoh : K!'7#, K76, 3a6.7#, 3alsium gliseropospat, minyak atsiri, gas-gas yang larut. Berdasarkan pengaruh ini maka beberapa sediaan (armasi tidak boleh dipanaskan, misalnya : a. %at-zat yang atsiri, misalnya etanol, minyak atsiri b. %at yang terurai, misalnya 9atrii bicarbonas c. 'aturatio d. 'enya$a 4 senya$a calsium, misalnya a/ua calcis 'alting 7ut. 'alting out adalah peristi$a adanya zat terlarut tertentu yang mempunyai kelarutan lebih besar di banding zat utama, akan menyebabkan penurunan kelarutan zat utama atau terbentuknya endapan karena ada reaksi kimia. 3ontoh : a. Kelarutan minyak atsiri dalam air akan turun bila kedalam air tersebut ditambahkan larutan 9a3l jenuh. 5isini kelarutan 9a3l dalam air lebih besar dibanding kelarutan minyak atsiri dalam air, maka minyak atsiri akan memisah. b. ;eaksi antara papa&erin 6cl dengan solutio charcot menghasilkan endapan papa&erin base. 'alting <n. 'alting in adalah adanya zat terlarut tertentu yang menyebabkan kelarutan zat utama dalam sol&ent menjadi lebih besar. 3ontohnya : ribo(la&in 1&itamin B!2 tidak larut dalam air, tetapi larut dalam larutan yang mengandung nicotinamidum 1terjadi penggaraman ribo(la&in : basa 96# 2. .embentukan kompleks .embentukan kompleks adalah peristi$a terjadinya interaksi antara senya$a tak larut dengan zat yang larut dengan membentuk garam kompleks. 3ontohnya : <odium larut dalam larutan K< atau 9a< jenuh. K< : <! K<" 6g<! : !K< K!6g<#

,.

-.

0.

Kecepatan kelarutan dipengaruhi oleh : =kuran partikel > makin halus solute, makin kecil ukuran partikel > makin luas permukaan solute yang kontak dengan sol&ent, solute makin cepat larut. 'uhu > umumnya kenaikan suhu menambah kelarutan solute. .engadukan. #. #ara Menger$akan O%at &a"am Larutan Beberapa bahan obat memerlukan cara khusus dalam melarutkannya. diantaranya adalah : . !. 9atrium bicarbonas, harus dilakukan dengan cara gerus tuang 1aanslibben2 9atrium bicarbonas : 9atrium salicylas, Bic natric digerus tuang , kemudian ditambah natrium salicylas.=ntuk mencegah terjadinya perubahan $arna pada larutan harus ditambahkan 9atrium pyrophosphat sebanyak ?,!, @ dari berat larutan. 'ublimat 16g3l!2, untuk obat tetes mata harus dilakukan dengan pemanasan atau dikocok-kocok dalam air panas, kemudian disaring setelah dingin. 9a3l dapat meningkatkan kelarutan sublimat, tetapi menurunkan daya baktericidnya. Kadar 'ublimat dalam obat mata :#??? Kalium permanganat 1KMn7#2, KMn7# dilarutkan dengan pemanasan . .ada proses pemanasan akan terbentuk batu ka$i 1 Mn7!2 , oleh sebab itu setelah dingin tanpa dikocok 4 kocok dituangkan ke dalam botol atau bisa juga disaring dengan gelas $ol . 'eng klorida,, melarutkan seng klorid harus dengan air sekaligus, kemudian disaring . Karena jika airnya sedikit demi sedikit maka akan terbentuk seng oksi klorid yang sukar larut dalam air. Bila terdapat asam salisilat larutkan seng klorid dengan sebagian air kemudian tambahkan asam salisilat dan sisa air baru disaring. Kam(er, kelarutan dalam air : -,?. 5ilarutkan dengan spiritus (ortior 1 A- @ 2 ! B berat kam(er dalam botol kering kocok-kocok kemudian tambahkan air panas sekaligus , kocok lagi. 8anin, tanin mudah larut dalam air dan dalam gliserin. 8etapi tanin selalu mengandung hasil oksidasi yang larut dalan air, tetapi tidak larut dalam gliserin sehingga larutannya dalam gliserin harus disaring dengan kapas yang dibasahkan. Cika ada air dan gliserin, larutkan tanin dalam air kocok baru tambahkan gliserin. +*tract opii dan e*tract ratanhiae, dilarutkan dengan cara ditaburkan ke dalam air sama banyak, diamkan selama E jam. .erak protein, dilarutkan dalam air suling sama banyak, diamkan selama E jam , di tempat yang gelap.

".

#.

,.

-.

0.

D. A.

?. 'uccus li/uiritiae, a. dengan gerus tuang 1aanslibben2, bila jumlahnya kecil. b. dengan merebus atau memanaskannya hingga larut. . 3alcii Lactas dan 3alcii )luconas, kelarutan dalam air
"

: !?

Bila jumlah air cukup , setelah dilarutkan disaring untuk mencegah kristalisasi. Bila air tidak cukup disuspensikan dengan penambahan .)' dibuat mi*tura agitanda. !. 3odein : a. direbus dengan air !? B nya, setelah larut diencerkan sebelumdingin. b. dengan alkohol A- @ sampai larut ,lalu segera encerkan dengan air. c. diganti dengan 63l 3odein sebanyak , 0 B-nya. ". Bahan-bahan obat yang bekerja keras harus dilarutkan tersendiri. #. Bila terdapat bahan obat yang harus diencerkan dengan air, hasil pengenceran yang diambil paling sedikit adalah ! 33 ,. .epsin, tidak larut dalam air tapi larut dalam 63l encer. .embuatan : pepsin disuspensikan dengan air ? B nya kemudian tambahkan 63l encer. Larutan pepsin hanya tahan sebentar dan tidak boleh disimpan. -. 9ipagin dan 9ipasol, kelarutan : !??? 9ipagin ber(ungsi sebagai penga$et untuk larutan air 9ipasol ber(ungsi sebagai penga$et untuk larutan minyak a. dilarutkan dengan pemanasan sambil digoyang-goyangkan b. dilarutkan dulu dengan sedikit etanol baru dimasukkan dalam sediaan yang dia$etkan. 0. Fenol, diambil (enol li/ue(actum yaitu larutan !? bagian air dalam ?? bagian (enol. Cumlah yang diambil ,! * jumlah yang diminta. &. Ma'am Ma'am Se(iaan Larutan O%at Bentuk sediaan larutan berdasarkan cara pemberiannya dibedakan atas : Larutan ora" Gaitu sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral , mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pe$arna yang larut dalam air atau campuran kosol&en-air. . .otiones 1obat minum2 Adalah solutio yang dimaksudkan untuk pemakaian dalam 1 per oral 2. 'elain berbentuk larutan potio dapat juga berbentuk emulsi atau suspensi. +li*ir Adalah sediaan larutan yang mengandung bahan obat dan bahan tambahan 1pemanis, penga$et, pe$arna, pe$angi2 sehingga memiliki bau dan rasa yang sedap dan sebagai pelarut digunakan campuran air - etanol. 5isini etanol ber(ungsi mempertinggi kelarutan obat . .ada eli*ir dapat pula ditambahkan glycerol, sorbitol atau propilenglikol. 'edangkan untuk pengganti gula bisa digunakan sirup gula. 'irup. Ada " macam sirup yaitu : a. sirup simple* mengandung -, @ gula dalam larutan nipagin ?,!, @ bH& b. sirup obat mengandung satu atau lebih jenis obat dengan atau tanpa zat tambahan digunakan untuk pengobatan

!.

".

#.

c. sirup pe$angi tidak mengandung obat tetapi mengandung zat pe$angi atau penyedap lain. .enambahan sirup ini bertujuan untuk menutup rasa atau bau obat yang tidak enak. 9etralisasi, 'aturatio dan .otio +((er&escent. a. 9etralisasi adalah obat minum yang dibuat dengan mencampurkan bagian asam dan bagian basa sampai reaksi selesai dan larutan bersi(at netral 3ontoh : 'olutio 3itratis Magnesici, Amygdalas Ammonicus .embuatan : 'eluruh bagian asam direaksikan dengan bagian basanya bila perlu reaksi dipercepat dengan pemanasan. b. 'aturatio adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi ditahan dalam $adah sehingga larutan jenuh dengan gas. .embuatan : . Komponen basa dilarutkan dalam !H" bagian air yang tersedia. Misalnya 9a637 " digerus tuang kemudian masuk botol. !. Komponen asam dilarutkan dalam H" bagian air yang tersedia. ". !H" bagian asam masuk basa, gas dibuang seluruhnya. 'isa asam dituang hati-hati le$at tepi botol, segera tutup dengan sampagne knop sehingga gas yang terjadi tertahan. c. .otio +((er&escent adalah saturatio yang 37!nya le$at jenuh. .embuatan : Langkah dan ! sama dengan pada saturatio. Langkah ke " 'eluruh bagian asam dimasukkan kedalam basa segera tutup dengan sampagne knop.

dengan hati-hati,

)as 37! umumnya digunakan untuk pengobatan, menjaga stabilitas obat, dan kadangkadang dimaksudkan untuk menyegar-kan rasa minuman 1 corrigensia2. 6al yang harus diperhatikan untuk sediaan saturatio dan potio e((er&escent adalah : - diberikan dalam botol yang kuat , berisi kira-kira AH ? bagian dan tertutup kedap dengan tutup gabus atau karet yang rapat. Kemudian diikat dengan sampagne knop. - 8idak boleh mengandung bahan obat yang tidak larut , karena tidak boleh dikocok. .engocokan menyebabkan botol pecah karena botol berisi gas dalam jumlah besar. .enambahan Bahan 4bahan. %at 4 zat yang dilarutkan dalam bagian asam a. %at netral dalam jumlah kecil. Bila jumlahnya banyak, sebagian dilarutkan dalam asam sebagian dilarutkan dalam basa, berdasarkan perbandingan jumlah airnya. b. %at-zat mudah menguap. c. +kstrak dalam jumlah kecil dan alkaloid d. 'irup %at- zat yang dilarutkan dalam bagian basa. a. )aram dari asam yang sukar larut . misalnya natrii benzoas, natrii salisilas. b. Bila saturasi mengandung asam tartrat maka garam-garam kalium dan ammonium harus ditambahkan kedalam bagian basanya, bila tidak, akan terbentuk endapan kalium atau ammonium dari asam tartrat. =ntuk melihat berapa bagian asam atau basa yang diperlukan dapat melihat tabel penjenuhan 1 saturasi dan netralisasi 2 dalam Farmakope Belanda edisi I berikut ini :
,

8abel saturasi dan netralisasi 1Farmakope Belanda I2


=ntuk ? bagian Ammonia Kalium Karbonat 9atrium Karbonat 9atrium Bikarbonat Asam Amygdalat Asam Asetat 1e2 Asam 'itrat Asam 'alisilat Asam 8artrat Asam Amygdalat D,A D, Ammonia ,! ,0 !#,? !," !!,0 Asam Asetat +ncer ,D,D ##,0 -A,A A,? Kalium Karbonat ?,0 A,A ,,? A,! Asam 'itrat #, ?, #,A D," 9atrium karbonat ,#" !?,# ?,# A, Asam 'alisilat D, !?,? A,0 -,# 9atrium Bikarbonat ,,, ?,D# !,? -, ,! Asam 8artrat #,# ?,A ,,! D,A

,. )uttae 1 drop2 )uttae atau obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi , apabila tidak dinyatakan lain dimaksudkan untuk obat dalam. 5igunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan yang setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan oleh Farmakope <ndonesia. Biasanya obat diteteskan ke dalam makanan atau minuman atau dapat diteteskan langsung kedalam mulut. 5alam perdagangan dikenal pediatric drop yaitu obat tetes yang digunakan untuk anak-anak atau bayi . 7bat tetes sebagai obat luar, biasanya disebutkan tujuan pemakaiannya misalnya : eye drop untuk mata, ear drop untuk telinga. Larutan topika" Larutan topikal ialah larutan yang biasanya mengandung air tetapi seringkali juga pelarut lain, misalnya etanol untuk penggunaan topikal pada kulit dan untuk penggunaan topikal pada mukosa mulut. Larutan topikal yang berupa suspensi disebut lotio 'edian-sedian termasuk larutan topical : . 3ollyrium Adalah sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas zarah asing, isotonus, digunakan untuk membersihkan mata.dapat ditambahkan zat dapar dan zat penga$et. Kolirium dibuat dengan melarutkan obat dalam air, saring hingga jernih,masukkan kedalam $adah, tutup dan sterilkan. .enyimpanan : 5alam $adah kaca atau plastik tertutup kedap. 3atatan : .ada etiket harus tertera : a. Masa penggunaan setelah tutup dibuka.
-

b. J 7bat cuci mataK Kolirium yang tidak mengandung zat penga$et hanya boleh digunakan paling lama !# jam setelah botol dibuka tutupnya. Kolirium yang mengandung penga$et dapat digunakan paling lama tujuh hari setelah botol dibuka tutupnya. !. )uttae 7phthalmicae. 8etes mata adalah larutan steril bebas partikel asing merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata. 8etes mata juga tersedia dalam bentuk suspensi, partikel halus dalam bentuk termikronisasi agar tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea. 6al 4hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan obat tetes mata : a. 9ilai isotonisitas. 'ecara ideal obat tetes mata harus memiliki nilai isotonis sama dengan larutan 9a3l ?,A @ bH&. 8etapi mata masih dapat tahan terhadap nilai isotonis rendah yang setara dengan larutan 9a3l ?,- @ bH& dan tertinggi yang setara dengan larutan 9a3l !, ? @ bH&. b. .endaparan 'alah satu maksud pendaparan larutan obat mata adalah untuk mencegah kenaikan p6 yang disebabkan oleh pelepasan lambat ion hidroksil oleh $adah kaca. 6al tersebut dapat mengganggu kelarutan dan stabilitas obat. 'elain itu penambahan dapar juga dimaksudkan untuk menjaga stabilitas obat tertentu misalnya : garam 4 garam alkaloid. Air mata normal memiliki p6 0,# secara ideal obat tetes mata memiliki p6 seperti pada air mata, tetapi karena beberapa bahan obat tidak stabil 1tidak larutH rusakH mengendap2 pada p6 tersebut maka sebaiknya obat tetes mata di dapar pada p6 sedekat mungkin dengan p6 air mata supaya tidak terlalu merangsang mata. .ada larutan yang digunakan pada mata, terlebih pada mata yang luka sterilitas adalah yang paling penting, untuk mencegah terjadinya in(eksi lebih lanjut. c. .enga$et Ladah larutan obat mata harus tertutup rapat dan disegel untuk menjamin sterilitas pada pemakaian pertama. Larutan harus mengandung zat atau campuran zat yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan atau memusnahkan bakteri yang mungkin masuk pada $aktu $adah dibuka pada saat digunakan. .enga$et yang dianjurkan : nipagin dan nipasol (enil merkuri nitrat, timerosol benzalkonium klorid klorbutanol, (enil etil alcohol =ntuk penggunaan pada pembedahan , selain steril larutan obat mata tidak boleh mengandung antibakteri karena dapat menimbulkan iritasi pada jaringan mata. d. .engental 5itambahkan untuk meningkatkan kekentalan sehingga obat lebih lama kontak dengan jaringan. Larutan obat mata yang dikentalkan harus bebas dari partikel yang dapat terlihat. 3ontoh : metil selulosa, hidroksi propil selulosa, poli&inil alcohol
0

3ara pembuatan obat tetes mata a. 7bat dilarutkan kedalam sal>ah satu zat pemba$a yang mengandung salah satu zat penga$et , dijernihkan dengan cara penyaringan, masukkan kedalam $adah, tutup $adah dan sterilkan menggunakan autokla( pada suhu ,- -o3 selama "? menit. b. 7bat dilarutkan kedalam cairan pemba$a berair yang mengandung salah satu zat penga$et dan disterilkan menggunakan bakteri (ilter masukkan kedalam $adah secara tehnik aseptis dan tutup rapat c. 7bat dilarutkan kedalam cairan pemba$a berair yang mengandung salah satu zat penga$et, dijernihkan dengan cara penyaringan, masukkan kedalam $adah, tutup rapat dan sterilkan dengan penambahan bakterisid , dipanaskan pada suhu AD- ??o3 selama "? menit. ". )argarisma 1)argle2 )argarisma atau obat kumur mulut adalah sediaan berupa larutan umumnya dalam keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan. 5imaksudkan untuk digunakan sebagai pencegahan atau pengobatan in(eksi tenggorokan. .enandaan. . .etunjuk pengenceran sebelum digunakan !. J 6anya untuk kumur, tidak ditelan J 3ontoh : Betadin )argle. #. Litus 7ris. 7les Bibir adalah cairan agak kental dan pemakaiannya secara disapukan dalam mulut. 3ontoh : Larutan ? @ bora* dalam gliserin. )uttae 7ris 8etes mulut adalah obat tetes yang digunakan untuk mulut dengan cara mengencerkan lebih dahulu dengan air untuk dikumur-kumurkan, tidak untuk ditelan. )uttae 9asales 8etes hidung adalah obat yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga hidung, dapat mengandung zat pensuspensi, pendapar dan penga$et. Minyak lemak atau minyak mineral tidak boleh digunakan sebagai cairan pemba$a. <nhalationes 'ediaan yang dimaksudkan untuk disedot hidung atau mulut, atau disemprotkan dalam bentuk kabut kedalam saluran perna(asan . 8etesan butiran kabut harus seragam dan sangat halus sehingga dapat mencapai bronkhioli. <nhalasi merupakan larutan dalam air atau gas. 1 akan dibahas lebih lanjut dikelas <<<2 .enandaan : Cika mengandung bahan yang tidak larut pada etiket harus tertera J Kocok dahuluK <njectiones H obat suntik. 1dibahas dikelas <<<2 La&ement H 3lysma H +nema. 3airan yang pemakaiannya per rectumHcolon yang gunanya untuk membersihkan atau menghasilkan e(ek terapi setempat atau sistemik +nema yang digunakan untuk
D

,.

-.

0.

D. A.

membersihkan atau penolong pada sembelit atau pembersih (aeces sebelum operasi, tidak boleh mengandung zat lendir. 'elain untuk membersihkan enema juga ber(ungsi sebagai karminati&a, emolient, diagnostic, sedati&e, anthelmintic dan lain-lain. 5alam hal ini untuk mengurangi kerja obat yang bersi(at merangsang terhadap usus , dipakai basis berlendir misalnya mucilago amyli. .ada pemakaian per rectal berlaku dosis maksimal. +nema diberikan dalam jumlah &ariasi tergantung pada umur dan keadaan penderita. =mumnya ?,, sampai liter, tetapi ada juga yang diperpekat dan diberikan sebanyak ?? 4 !?? ml. ?. 5ouche. Adalah larutan dalam air yang dimasukkan dengan suatu alat ke dalam &agina, baik untuk pengobatan maupun untuk membersihkan. Karenanya larutan ini mengandung bahan obat atau antiseptik. =ntuk memudahkan, kebanyakan douche ini dibuat dalam bentuk keringHpadat 1serbuk, tablet yang kalau hendak digunakan dilarutkan dalam sejumlah air tertentu, dapat juga diberikan larutan kental yang nantinya diencerkan seperlunya. 3ontoh Betadin Iaginal 5ouche 1dikemas beserta aplikatornya2 . +pithema H7bat kompres Adalah cairan yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempat tempat yang sakit dan panas karena radang atau berdasarkan si(at perbedaan tekanan osmose digunakan untuk mengeringkan luka bernanah. 3ontoh : Li/uor Buro$i, 'olutio ;i&anol, campuran Bor$ater - ;i&anol. ). *itungan Farma+i Farmakope <ndonesia +disi <I memberikan " bentuk persen yaitu : . !. .ersen bobot per bobot 1bHb2 Menyatakan jumlah gram zat dalam ?? gram campuran atau larutan. .ersen bobot per &olume 1bH&2 Menyatakan jumlah gram zat dalam ?? ml larutan, sebagai pelarut dapat digunakan air atau pelarut lain. .ersen &olume per&olume 1&H&2 Menyatakan jumlah ml zat dalam ?? ml larutan. .ernyataan persen tanpa penjelasan lebih lanjut untuk campuran padat atau setengah padat , yang dimaksud adalah bHb, untuk larutan dan suspensi suatu zat padat dalam cairan yang dimaksud adalah bH& dan untuk larutan cair di dalam cairan yang dimaksud adalah &H& dan untuk larutan gas dalam cairan yang dimaksud adalah bH&.

".

Per itungan )tano". Gaitu mengubah atau mengencerkan kadar etanol yang lebih tinggi menjadi kadar yang lebih rendah . .erlu diketahui bah$a apabila kita mencampur ! larutan yang berbeda berat jenisnya 1termasuk etanolHspiritus 2 akan terjadi penyusutan &olume yang disebut dengan kontraksi. 'piritus atau etanol adalah campuran alkohol absolut dengan air. =mumnya dinyatakan dalam persen bHb atau &H&, sehingga : . ?? gram etanol ? @ bHb artinya larutan mengandung
A

alkohol absolute air

? * ?? gram ??

M ? gram

?? gram 4 ? gram M ?? gram

!. !?? cc etanol 0? @ &H& artinya larutan mengandung alkohol absolute air bukan dihitung2 ". !?? cc etanol 0? @ bHb, jumlah alkohol absolute tidak bisa langsung dihitung. 5isini harus kita sejeniskan terlebih dahulu. =ntuk mengetahuinya dapat dipergunakan tabel pada Farmakope edisi <I etanol 0? @ bHb M etanol 0-,A @ &H& M BC ?,D-,D Iolume larutan M !?? cc alkohol absolut M Berat larutan
0-,A ?? 0? * !?? cc ??

M #? cc

!?? cc 4 #? cc M -? cc, tetapi lebih besar dari -? cc 1hal ini dapat

* !?? cc

M M

,",D! cc 0", - gram

M ?,D-,D * !?? cc
0? * 0", - g ??

Alkohol absolut M Berat air M

M ! ,! gram

0", - g 4 ! ,! g M , ,A, gram

Latihan . . ,?? gram etanol A, @ bHb , berapa cc dan gram alkohol absolutnya N Ca$ab : alkohol absolute M A, @ bHb ,??H?,D?!?
A, * ,?? gram M #0,gram ??

M A-,0A @ &H& M -!",## cc,

M BC ?,D?!?

alkohol absolut M

A-,0A * -!",## cc ??

M -?",#! cc !. liter etanol 00,0A @ &H&, berapa cc dan gram alkohol absolutnya N Ca$ab : Alkohol absolute M 00,0A @ &H&
00,0A ??

* ??? cc M 000,A cc M BC ?,D-"#


?

M 0 @ bHb

Berat larutan Alk. absolute ".

M ?.D-"# * ??? M

M D-",# gram

0 * D-",## gram M - ",?#gram ??

,?? gram etanol 0"," @ &H& berapa gram dan cc alkohol absolutnya N Ca$ab : 0"," @ &H& M -- @ bHb M ?,D0," alkohol absolute M
-* ,?? gram ??
,??

""? gram

&olume larutan M ?,D0," alkohol absolute M

M ,0 ,!" cc

0"," * ,0 ,!" cc M # D,0 cc ??

#.

liter etanol ,0 @ bHb berapa cc dan gram alkohol absolutnya Ca$ab : ,0 @ bHb M -#,D @ &H& M BC ?,DA-# alkohol absolut M Berat larutan M
-#,D * ??

??? cc

-#D cc

??? * ?,DA-#
,0 * DA-,# g ??

M DA-,# gram M , ?,A, gram

Alkohol absolut M ,.

D?? cc etanol BC ?,D"-# Ca$ab : BC ?,D"-# M D0,D @ &H& M D! @ bHb Alkohol absolut M Berat larutan
D0,D * D?? cc ??

M 0?!,# cc M --A, ! gram

M D?? * ?,D"-#

Alkohol absolut M

D! * --A, ! g M ,#D,-Dgram ??

Kegunaan menghitung alkohol absolut adalah untuk mencari kadar.

3ontoh soal : Berapa @ bHb kadar etanol yang diperoleh kalau kita mencampurkan ?? gram etanol 0? @ &H& dengan air !?? cc N .enyelesaian : ?? gram etanol 0? @ &H& M -!,## @ bHb alkohol abs. -!,##H ?? * ?? M -!,## g

Kadar campuran M

-!,## * ?? @ M !?,D @ ?? + !??

bHb

Atau menggunakan rumus : B * K : B! * K! M B" * K" ?? * -!,## : !?? * ? M "?? * K" K" M
-!,## * ?? @ M !?, D @ "??

Apabila tabel yang dimaksud tidak ada dalam da(tar maka harus dilakukan interpolasi . 3ara : Misalkan yang hendak diketahui @ bHb dan BC etanol A?,, @ &H&. Ambil tabel yang terdekat diatasnya. 5engan perbandingan biasa kita dapat membuat tabel baru. BC ?,D!0 ?,, ?,D""0 ?,??-D-,AA bHb D,,-A ," &H& A? A?,, A

.erbandingan ?,,H M H! @ bHbM D,,-A : 1 O * ," 2 M D,,-A : ? -, M D-,"# BC M ?,D!0 : 1 O * ?,??-- 2 M ?,D!0 : ?,??"" M ?,D"?# Cadi etanol A?,, @ &H& M etanol D-,"# @ bHb> Bj M ?,D"?#. Latihan soal. . <nterpolasi dari BC ?,A??" !. <nterpolasi dari --,, @ bHb ". 8entukan @ bHb, @ &H& dan BC dari campuran : !?? gram etanol -? @ &H& : !?? cc air #. 6itunglah @ bHb, @ &H& dan BC campuran : ?? gram spiritus dilutus : ?? gram air ,. 6itung berapa gram air yang ditambahkan pada campuaran ,?? cc spiritus A- @ &H& : air samapi liter -. 5ibutuhkan liter spiritus -? @ bHb. 5alam persediaan kita mempunyai spiritus (ortior. Berapa cc air yang diperlukan 0. 5ibutuhkan etanol #? @ &H& dalam persediaan terdapat "?? cc spiritus (ortior dan !?? cc spiritus dilutus. D. 8entukan BC dari campuran sama berat spiritus dilutus dan air A. 8entukan BC dari campuran sama &olume spiritus dilutus dan air.
!

3ontoh soal kontraksi. 5icampurkan ?? cc spiritus dilutus dengan ?? cc air. Berapa cc hasil yang akan didapat dan hitungkan kontraksinyaP ?? cc * 0? @ &H& : ?? cc ?@ &H& N

Berat campuran : M M 1 ?? * ?,DD"02 g : ?? g DD,"0 g 1*2 @ bHb


-!,## * DD,"0 ??

DD,"0 : ??

+tanol absolut : M M ,,, D g

Kadar M

,,, D * ?? @ M !A,!A @ bHb DD,"0

BC ?,A,#, 1hasil interpolasi2, maka &olume sebenarnya 1Iolume praktis2


DD,"0 M ?,A,#,

A0,", ml : I!

Iolume teoritis M It M I

M ?? ml : ?? ml M !?? ml Kontraksi M It - Ip M !?? ml M !,-, ml @ kontraksi M


!,-, * ?? @ M ,"" @. !??

A0,", ml

kontraksi tidak boleh lebih dari ",- @

Latihan soal . 6itunglah kontraksi bila dicampur etanol absolut dengan air sama jumlah &olumenya !. 6itunglah kontraksi dalam @ jika dicampur !?? ml spiritus dilutus dengan "?? ml spiritus A, @ &H& ". 6itunglah kontraksi bila dicampur masing-masing ?? g spiritus A, @ &H&, ?? g spiritus dilutus dan !?? g air.

"

*itungan Pengen'eran Bukan )tano". 6endak dibuat "?? gram larutan yang mengandung ? @ 9a3l dengan mempergunakan larutan yang mengandung ,? @ 9a3l. Berapa jumlah larutan ,? @ yang harus dipakai dan berapa air yang harus ditambahkan N =ntuk menyelesaikan soal ini , tentukan dulu : . Mana bagian yang membentuk dan mana yang terbentuk. !. Komponen yang belum kita ketahui kita misalkan B ". %at akti( yang membentuk sama dengan yang terbentuk #. Berat zat yang membentuk harus sama dengan yang terbentuk. ,. Kalau terdapat selisih berat antara zat terbentuk dengan yang membentuk maka selisihnya adalah zat penambah. Ca$ab. B gram ,? @ M "?? gram %at akti( 1za2 %.A ?,, B M M
,? * B ?? ? * "?? ??

?@ M ?,, B M "? gram

M "?
"?

M ?,, g M "?? - -?

M -? gram M !#? gram

%at penambah 1air2 Latihan soal

. 6itung berapa gram zat penambah diperlukan pada pembuatan #?? gram campuran dengan kadar !? @, bila yang tersedia !?? gram zat !, @ dan zat ,@ yang belum diketahui jumlahnya. Ca$ab. B g * , @ : !?? g * !, @ #?? g * !? @ %.A %.A 1 ,H ?? * B 2 : 1 !,H ?? * !??2 !?H ?? * #?? ?, , B : ,? ?, , B B M D? M D? - ,? M ?, , M !??
"?

%at , @ diambil sebanyak !?? gram %at penambah sebanyak #?? 4 1 !?? : !?? 2 M ? gram !. 6itung berapa gram larutan 9a3l #? @ harus ditambahkan pada ? gram larutan 9a3l ? @ supaya diperoleh ?? gram larutan 9a3l !? @ P Ca$ab : 1 ? g * ? @ 2 : 1 B g * #? @ 2 ?? g * !? @
#

%.A1

? * ??

?2 : 1 :

#? * B2 ??

!?H ?? * M !?

??

?,# B B B

M !? - ?,# M #0,, g #0,, gram

Larutan 9a3l #? @ yang diambil %at penambah ". ?? - 1

? : #0,, 2 M #!,, gram

6itunglah berapa gram larutan glukosa , @ dan glukosa !, @ harus ditambahkan pada !?? gram larutan glukosa !? @ supaya diperoleh -?? gram larutan glukosa D @ Ca$ab : )lukosa , @ M B )lukosa !, @ M 1-?? 4 !?? 2 4 B B * , @ : 1#??-B2 * !, @ : !?? * !? @ ?, , B :
"!

-?? *

D@ ?D

?? - ?,!, B : #? M

?, , B - ?,!, B M B M ?, M "!?

?D - 1 ?? : #?2 - ?, B M - "!

Cumlah glukosa , @ Cumlah glukosa !, @ #.

"!? gram #?? 4 "!? M D? gram

,? mg alkaloid belladon dicampur dengan gram e*tract belladon yang mengandung ,, @ alkaloid belladon. Berapa gram campuran e*tract belladon ," @ yang diperoleh dan berapa gram zat penambahnya. Ca$ab : ,? * ?? @ : ??? * ,? : B M ,
-, ?,? "

,, @

B * M

," @

?, ? " B

M ,??? mg M , g

3ampuran yang diperoleh ,??? mg M , gram %at penambah M ,??? 4 1 ??? : ,?2 M "A,? mg M ",A, g