P. 1
cdi

cdi

1.0

|Views: 4,276|Likes:
Dipublikasikan oleh dynhafidz

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: dynhafidz on Sep 27, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2015

pdf

text

original

1.

GENERASI PERTAMA
BTDC

3. GENERASI KETIGA KURVA PENGAPIAN
BTDC

KURVA PENGAPIAN

E 1º F

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : AC : Fixed Ignition Timing : Standar Harian (OEM)

RPM

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : DC : Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

2. GENERASI KEDUA
BTDC

KURVA PENGAPIAN
Low Voltage Protection AUTOMATIC

E

F

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : AC : Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

4. GENERASI KEEMPAT
BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

F

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : AC : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

RPM

5. GENERASI KELIMA 7. GENERASI KETUJUH
BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

E2 E1

F

F

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi
Low Voltage Protection AUTOMATIC

: Digital : DC HYPERBAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Racing

RPM

Low Voltage Protection AUTOMATIC

 GENERASI KEENAM
BTDC

8. GENERASI KEDELAPAN KURVA PENGAPIAN
BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

E2 E1 MAP-1 MAP-2

F

F

RPM

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : AC HYPERBAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Racing

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC DUAL BAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Tune Up/Racing/Kompetisi

Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band

9. GENERASI KESEMBILAN

11. GENERASI KESEBELAS (INTELLIGENT TECHNOLOGY)

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC MASTER CHIP : • Advance Ignition Timing • 8 Chip Maps : Tune Up/Racing/Kompetisi
Low Voltage Protection AUTOMATIC

Teknologi Tipe Fitur

: Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE (DUAL BAND) : • i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program

Intelligent Maximum

10. GENERASI KESEPULUH (INTELLIGENT TECHNOLOGY)

16 Digital Preprogramming Maps

16 Digital Preprogramming Limiter

Teknologi Tipe Fitur

Teknologi Tipe Fitur

: Digital : DC SMART CLICK : • Advance Ignition Timing • 16 Map Selektor • 16 Step Limiter selektor : Tune Up/Racing/Kompetisi
Intelligent Maximum

: Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE (SINGLE BAND) : • i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program

Aplikasi

Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band
Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band
MAP LIMITER

12. GENERASI KE-12 (FUZZY LOGIC SERIES)

14. GENERASI KE-14 (FUZZY LOGIC SERIES)

NEO HYPERBAND

NEO I-MAX 16 Step

NEO DUALBAND

MIDI I-MAX 20 Step

13. GENERASI KE-13

NEO CLICK

SUPER I-MAX 24 Step 5 Memori

SPESIFIKASI CDI DC DIGITAL
I. ELEKTRONIK 1. Tegangan Kerja 2. Ignition Control 3. Microprocessor 4. 5. 6. 7. 8. Konsumsi Arus Tegangan Out (Max) Temperatur Lingkungan Memori Mapping : 9 s/d 18 Volt : Digital MCU 8 Bit Flash : LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips. : : : : : 0.1 s/d 0.75 A 270 Volt -15 C s/d 80 C Programmable by Remote (i-MAX Series) Switch Selector ( Smart Click Series)

Soket Utama CDI
Digubungkan langsung ke kabel bodi

Indikator Aki
Tanda arus listrik mengalir ke CDI

Soket Dualband

CLICK Limiter

CLICK Kurva Pengapian
31º 29º 27º 41º 39º 37º 33º 35º

II. MEKANIKAL
11

12 13 14 15 16

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Logo Dimensi (PxLxT)mm Casing Material Bonding Shock test Berat

: : : : : :

i-MAX / Smart Click xxx ABS with Cubic Printing by Japan Tech. Black Water Proof 10 Gravitasi xxx Gram

10 17

x 1000 rpm • 16 Click Pilihan Limiter

BTDC (Sebelum TMA) • 16 Click Pilihan Kurva Pengapian

DUAL BAND

SPESIFIKASI REMOTE PROGRAMER
I. ELEKTRONIK 1. Tegangan Kerja 2. Display 3. Microprocessor 4. 5. Konsumsi Arus Function key : 12 Volt : 5 Digit 7 Segment : LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips. : 0.1 A : Menu, Edit, Enter (Read), Up, Down

• Jika ON, maka kurva naik 2 derajat

KURVA PENGAPIAN
BTDC CLICK Kurva Pengapian

42

42

27

27

II. MEKANIKAL
15

1. 2. 3. 4.

Logo Dimensi (PxLxT)mm Casing Material Berat

: : : :

i-MAX BRT (Bintang Racing team) xxx ABS with Cubic Printing by Japan Tech. xxx Gram


2000 3000 10000 11000 12000 13000 14000 15000 16000 17000 RPM

CLICK LIMITER

CONTOH APLIKASI
- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT) YAMAHA JUPITER Z
31º 29º 33º 35º 37º 39º 10 17 16 15 11 12 13 14

Soket Utama CDI
Digubungkan langsung ke kabel bodi

PENYESUAIAN • CLICK Kurva Pengapian = 36º Sebelum TMA • CLICK LIMITER = 10.000 RPM

Indikator Aki
Tanda arus listrik mengalir ke CDI

27º 41º

Soket Dualband
BTDC

KURVA PENGAPIAN

36º

CLICK Limiter
12 11 10 17 16 15 13 14

CLICK Kurva Pengapian
31º 29º 27º 41º 39º 37º 33º 35º 15º

 
10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER

x 1000 rpm • 16 Click Pilihan Limiter

BTDC (Sebelum TMA) • 16 Click Pilihan Kurva Pengapian

PROSES MESIN ISAP
TMA TMB

KOMPRESI 
36º TMA

USAHA
TMB

BUANG 
36º TMA

DUAL BAND
• Jika ON, maka kurva naik 2 derajat

HASIL DYNOTEST

KURVA PENGAPIAN
BTDC CLICK Kurva Pengapian

42

42

27 15

27


2000 3000 10000 11000 12000 13000 14000 15000 16000 17000 RPM

CLICK LIMITER

HONDA REVO
31º 29º 27º 41º 39º 37º 33º 35º 10 17 16 15 11 12 13 14

YAMAHA JUPITER MX
31º 12 33º 35º 37º 39º 10 17 16 15 11 13 14

PENYESUAIAN • CLICK Kurva Pengapian = 33º Sebelum TMA • CLICK LIMITER = 10.000 RPM

29º 27º 41º

PENYESUAIAN • CLICK Kurva Pengapian = 34º Sebelum TMA • CLICK LIMITER = 10.000 RPM

BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

33º

 
10.000 3000 2000 RPM

36º

 
10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER
15º

REV LIMITER

15º

PROSES MESIN

PROSES MESIN

ISAP
TMA TMB

KOMPRESI 
33º TMA

USAHA
TMB

BUANG

33º TMA TMA

ISAP
TMB

KOMPRESI 
34º TMA

USAHA
TMB

BUANG

34º TMA

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

• Mesin : Standar • Pengapian : DC • Pick Up : 38mm (Modifikasi)

HONDA SUPRA X 125
31º 29º 27º 41º 39º 37º 33º 35º 10 17 16 15 11 12 13 14

HONDA SUPRA X 125
31º 12 33º 35º 37º 39º 10 17 16 15 11 13 14

PENYESUAIAN • CLICK Kurva Pengapian = 36º Sebelum TMA • CLICK LIMITER = 10.000 RPM

29º 27º 41º

PENYESUAIAN • CLICK Kurva Pengapian = 36º Sebelum TMA • CLICK LIMITER = 10.000 RPM

BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

36º

 
10.000 3000 2000 RPM

36º

 
10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER
15º

REV LIMITER

15º

PROSES MESIN

PROSES MESIN

ISAP
TMA TMB

KOMPRESI 
36º TMA

USAHA
TMB

BUANG

36º TMA TMA

ISAP
TMB

KOMPRESI 
36º TMA

USAHA
TMB

BUANG

36º TMA

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

• Mesin

: Standar

SPESIFIKASI :

• Mesin

: Standar

Intelligent Maximum

Generasi Masa Depan

8 STEPS /POINTS CURVE
Terdiri dari 8 Steps kurva yang bebas di program sesuai kebutuhan mesin.

Intelligent Programmable

BTDC

5 3 2 4

6 7 8

1

Single Band

Dual Band

No LAPTOP
Pemograman dilakukan tanpa menggunakan LAPTOP, hanya dengan REMOTE programmer. Lebih simple dan cepat.

2000

RPM

REMOTE Programmer
Media untuk memprogram kurva pengapian CDI terdiri dari 5 tombol operasional dan sangat mudah dioperasikan

Dual Band
CDI terdiri dari 2 memori yang dapat diprogram secara terpisah dan dapat diaktifkan dengan memakai saklar ON/OFF

DIGITAL DOUBLE SPARK (DDS)
• DDS yang dibangkitkan oleh prosessor, sangat bagus untuk meningkatkan torsi diputaran bawah mulai 3000 s/d 7000 rpm. • Diputaran atas, membuat pembakaran lebih sempurna. BTDC
2

3

4

5 3 4

6 7 5 6 8

MAP 1

1

2

1

7

8

MAP 2

NORMAL GRAFIK KELUARAN CDI

DDS

2000

RPM

CARA MEMBUAT KURVA PENGAPIAN AUTOMATIC LOW VOLTAGE PROTECTION
Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dirancang untuk memproteksi kerusakan CDI yang diakibatkan kekurangan (tekor) dan kelebihan tegangan aki.

CONTOH 1 :
1. Gambar kurva pengapian yang diinginkan
BTDC

V Batere (Volt) 18 17 16 15 14 13 12 11 10 9 6500 7500 8000 10000 6000 8 7 6 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 RPM x 1000 2000 3000 10500 12000 13000 RPM 15º Tegangan Kerja Batere yang direkomendasikan 40º 38º 30º 27º 1 2 3 4 5 6 7 8

12 s/d 18 Volt

2. Buat Table Kurva Pengapian
STEP No. STEP 1 STEP 2 RPM 3000 6000 6500 7500 8000 10000 10500 12000 BTDC 30º 30º 27º 27º 40º

3. Limiter di tentukan 13.000 rpm 4. Lakukan program kurva pengapian

FUNGSI TOMBOL
TOMBOL MENU FUNGSI Menampilkan isi menu • it-1 : Ignition Timing 1 • it-2 : Ignition Timing 2 • Limit : Limiter Mengubah isi menu Mengeksekusi perintah Membaca memori CDI Menambah nilai Mengurangi nilai RISET (EDIT+MENU) Menghapus memori

STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

CATATAN : BTDC : Before Top Dead Centre (Sebelum Titik Mati Atas /TMA)

38º 38º

40º

Ayo… memprogram kurva pengapian !!!

EDIT ENTER READ

Selalu Tekan : ‘’ ENTER(READ)’’

Saat Proses pemograman dimulai, untuk membaca Map yang ada didalam CDI

CARA MEMPROGRAM
Langkah 1 : Matikan kunci kontak Langkah 2 : Pasang kabel remote ke CDI Langkah 16 : Tekan ‘’ENTER’’ Langkah 17 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 18 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 3 : Hidupkan kunci kontak Langkah 4 : Tekan ‘’ ENTER’’ Langkah 5 : Tekan ‘’ MENU 2X’’ Langkah 6 : Tekan ‘’ ENTER’’ Langkah 7 : Tekan ‘’’’

Langkah 8 : Tekan ‘’ENTER’’

            

LED Merah ON Membaca memori Set Limiter Mengubah Limiter Mengubah Limiter Menyimpan Siap

             

Langkah 19 : Tekan ‘’ENTER’’ REad LIMIT 12000 12000 Saved Langkah 25 : Tekan ‘’ENTER’’ Ready Langkah 26- : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 27 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 28 : Tekan ‘’ENTER’’ Langkah 29 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 30 : Tekan ‘’EDIT’’ 30 Langkah 31 : Tekan ‘’ENTER’’ Step 2 Langkah 32 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 33 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 34 : Tekan ‘’ENTER’’ 30 Langkah 20 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 21 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 22 : Tekan ‘’ENTER’’ Langkah 23 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 24 : Tekan ‘’EDIT’’

Langkah 9 : Tekan ‘’MENU’’ Langkah 10 : Tekan ‘’ENTER’’ Langkah 11 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 12 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 13 : Tekan ‘’ENTER’’

Set Kurva Pengapian Step 1 Mengubah RPM

It-1 Step 1 3000

Mengubah Ignition Timing

Step 2

Langkah 14 : Tekan ‘’EDIT’’ Langkah 15 : Tekan ‘’EDIT’’

Mengubah RPM

6000

Mengubah Ignition Timing

                  

Step 3 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 4 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 5 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 6 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 7 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 8 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Menyimpan data

                  

Langkah 35 : Matikan Kunci Kontak Langkah 36 : Cabut kabel remote dan pemograman selesai.

YAMAHA JUPITER MX

CONTOH APLIKASI
BTDC

- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT) HONDA SUPRA X 125
BTDC
36º 32º 26º 1 2 3 5 4 6 7

8

34º 30º 27º 1 2 3

4

5

6

7

8

15º RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

15º RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 26º STEP 2 4000 32º STEP 3 5000 36º STEP 4 STEP 5 6000 32º 7000 35º STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 35º 11000 35º 12000 35º

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 27º STEP 2 4000 30º STEP 3 6000 30º STEP 4 STEP 5 7000 34º 8000 34º STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34º 11000 34º 12000 34º

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

HONDA VARIO

YAMAHA MIO

BTDC

BTDC
34º 4 5 6 7 3 1 2

34º 33º

1

2 3 4

5

6 7

33º

8

8

32º 31º

15º RPM 2000 3700 7000 7100 7000 8000 10000 11000 12000

15º RPM 2000 3000 6000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3700 34º STEP 2 7000 34º STEP 3 7100 33º STEP 4 STEP 5 8000 33º 8500 34º STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34º 11000 33º 12000 33º

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 31º STEP 2 6000 31º STEP 3 6500 32º STEP 4 STEP 5 7000 34º 8000 34º STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34º 11000 33º 12000 33º

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

YAMAHA JUPITER Z

YAMAHA F1ZR

BTDC
36º 35º 34º 33º 30º 15º RPM 2000 3000 4000 7100 7000 8000 10000 11000 12000 1 2 3 4 5 6 7

BTDC
29º 1 2 4 3 5 6 7

8

25º 24º 23º 22º 15º

8

RPM 2000 3000 5000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 30º STEP 2 4000 33º STEP 3 7000 34º STEP 4 STEP 5 8000 36º 8500 36º STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 36º 11000 35º 12000 35º

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 29º STEP 2 5000 29º STEP 3 6500 24º STEP 4 STEP 5 7000 25º 8500 25º STEP 6 STEP 7 STEP 8 9000 24º 10000 23º 12000 21º

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SUZUKI SHOGUN 125

HONDA SUPRA X 125

BTDC
34º 33º 2 3 4 5 6 7

BTDC
34º 4 5 6 7

8

8 30º 2 1 3

30º

1 27º

15º RPM 2000 3000 4000 6000 8000 8500 10000 11000 12000

15º RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8500 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 30º STEP 2 4000 33º STEP 3 6000 33º STEP 4 STEP 5 8000 34º 8500 34º STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34º 11000 33º 12000 33º

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 27º STEP 2 4000 30º STEP 3 6000 30º STEP 4 STEP 5 7000 34º 8500 34º STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34º 11000 34º 12000 34º

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

3. PIN KONEKSI KABEL KONEKSI
1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 YAMAHA F-1ZR (AC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Hitam/Merah 4. Hitam/Putih 5. Hijau/Putih 6. Putih/Biru 7. Putih/Merah = Massa = Input Spul = Kunci Kontak = Massa = Pulser = Massa

Yamaha Jupiter Z / Mio 1. Koil (Orange) 2. Massa (Hitam) 3. 12Volt (Coklat) 4. Massa (Merah) 5. Pulser (Putih) 6. Nol

Suzuki Satria 150F 1. Koil (Putih/Biru) 2. Massa (Hitam/Putih) 3. Pulser (Biru/Kuning) 4. 12Volt (Hijau/putih) 5. Tachometer 6. Massa (Orange)

Suzuki Satria 120R 1. 12 Volt (Hijau/Putih) 2. Nol 3. Pulser (Biru/Kuning) 4. Massa (Hitam/Putih) 5. Massa (Orange) 6. Koil (Putih/Biru)

Suzuki Smash 1. Koil 2. Massa 3. Pulser 4. 12 Volt 5. Nol 6. Massa

Suzuki Spin 125 1. 2. 3. 4. 5. 6.

YAMAHA RX-KING (AC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Hitam/Merah 4. Hitam/Putih 5. Putih/Hijau = Massa = Input Spul = Kunci Kontak = Pulser

1 4

2 3

5

6

Shogun 110 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

1 4

2 3

5

6

Shogun 125 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

1 4

2 3

5

6

Honda Tiger 2000 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Massa 5. Spul Input 6. Kunci Kontak

1 4

2 3

5

6

Mega PRO 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

YAMAHA F-1ZR (DC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Coklat 4. Putih/Biru 5. Putih/Merah = Massa = 12Volt = Pulser = Massa

1 3 4

2 5

Supra Series 1. Massa 2. Pulser 3. Kunci Kontak 4. Spul Input 5. Koil

1 3 4

2

Karisma 125 1. Koil 2. Massa 3. 12 Volt 4. Pulser

1 3 4

2 5

CBR 150 1. 12 Volt 2. Pulser 3. Tachometer 4. Massa 5. Koil

1 3

2 4

Sonic/Kirana 1. 12 Volt 2. Pulser 3. Massa 4. Koil

YAMAHA RX-KING (DC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Coklat 4. Putih/Hijau = Massa = 12 Volt = Pulser

1 8

2 7

3 6

4 5

9 11

10 12

1 8

2 7

3 6

4 5

1 8

2 7

3 6

4 5

MODIFIKASI TONJOLAN PULSER
Jupiter MX 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Thunder 250 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kaze X 130 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Bagian yang ditambah dan dibuang (Depan/kiri)

CATATAN :
1 18 2 17 3 16 4 15 5 6 7 12 8 9 14 13 11 10

Sesuaikan panjang tonjolan pulser berdasarkan Table Pick Up Pulser

Honda Vario 110/ Click 1. 10. 2. 11. 3. 12. 4. 13. 5. 14. 6. 15. 7. 16 8. 17. 9. 18.

MEMBANGUN SISTEM TOTAL LOST Langkah 1: Buatlah Lempengan Fly Wheel seperi gambar di samping. Langkah 2: Diameter Lempengan = 112 mm Langkah 3: Panjang Tonjolan = 38mm atau sesuai CDI yang hendak digunakan. CATATAN : • Piston berada pada Titik Mati Atas (TMA) • Jika diameter 112 mm, maka 1.024mm = 1º KESIMPULAN
TMA

• Mesin Langsam pada 15º sebelum TMA • Maksimum sudut pengapian = 52.1º sebelum TMA APLIKASI • Jika anda memakai CDI BRT Hyperband model Karisma dengan kode 15-35, artinya : - Langsam = 15º - Advance = 35º

KATALOG PRODUK

BTDC

KURVA PENGAPIAN

15º 15º RPM

(Maksimum Advance)

52.1º
PANJANG TONJOLAN

37.1º

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->