Anda di halaman 1dari 27

LKS PUSAT

Program yang dikeluarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana /BKKBN sejak tahun 2010 dengan sasaran 30 juta remaja

Genre diluncurkan di sekolahsekolah pada Mei 2012 , diharapkan bisa menjadi forum diskusi bagi remaja untuk mengatasi berbagai masalah.

Program yang dikembangkan dalam rangka menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja/mahasiswa sehingga mereka mampu melangsungkan : Jenjang pendidikan secara terencana; Berkarir dalam pekerjaan secara terencana; Serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
3

Sasaran Program GenRe


a. b. c. d. Remaja (10-24 tahun) dan belum menikah Mahasiswa/mahasiswi belum menikah Keluarga. Masyarakat peduli remaja

Promosi penundaan usia kawin utamakan sekolah dan berkarya


Penyediaan informasi kesehatan reproduksi seluas-luasnya (PIK Remaja/Mahasiswa) shg tdk terjebak NARKOBA, HIV/AIDS, dan kehamilan yang tidak diinginkan Promosi merencanakan kehidupan berkeluarga dengan sebaik-baiknya (kapan menikah, kapan mempunyai anak, berapa jumlah anaknya dsb)

FOKUS 1 : PENUNDAAN USIA PERNIKAHAN


Pendewasaan usia pernikahan : usia minimal 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Bagan Pendewasaan Usia Perkawinan dan Perencanaan Keluarga

ANALISA
Mengapa terjadi pernikahan usia muda saat ini???? Mayoritas adalah mereka yang berzina, remaja perempuan hamil. Sehingga mereka terpaksa menikah muda untuk menutupi aib. Perzinahan ini karena adanya rangsangan berupa fakta dan pemikiran (pergaulan bebas, sarana informasi yang memproduksi pornografi dan pornoaksi) dan karena lemahnya pengawasan keluarga-masyarakat serta kelalaian negara melindungi remaja

ANALISA
Larangan pernikahan dini Menyuburkan hamil di luar pernikahan (zina aborsi) Salahkah menikah di usia muda dalam pandangan Islam??? Sabda Rasulullah saw : Dari ibn Masud RA: Wahai para pemuda barangsiapa di antara kalian yang telah mampu menanggung beban maka menikahlah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan,lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah ia shaum. Hal itu lebih baik baginya

Opini yang ditanamkan Ketakutan menikah di usia muda: 1. Medis 2. Fisik 3. Mental Spiritual 4. Ekonomi Sosial 5. Resiko Kematian Ibu Waktu Melahirkan 6. Bekal Yang Lebih Baik Ketakutan ini hanya ada dalam sistem Kapitalisme Ketakutan ini tidak akan ada bila hidup dalam sistem Khilafah Islamiyah

ANALISA

Anjuran menikah bagi para pemuda yang memiliki kemampuan MENANGGUNG BEBAN tidak dikhususkan pada Usia tertentu PERNIKAHAN dalam Islam untuk memenuhi naluri melestarikan keturunan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Pernikahan salah satu pintu mendapatkan pertolongan Allah Swt di yaumil akhir: Dari Abu Hurairah : 3 golongan yang berhak mendapatkan pertolongan Allah : mujahid di jalan Allah, orang yang menikah karena ingin menjaga diri, budak yang ingin merdeka.

1. Keraguan secara medis dan fisik Allah SWT telah memberikan potensi bagi wanita untuk hamil di usia sudah baligh, tetapi bukan berarit harus hamil di usia baligh (seseorang bisa memiliki keturunan/ tidak merupakan Qodlo dari Allah SWT) 2. Keraguan secara Mental Spiritual Allah Swt telah mewajibkan kepada orangtua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya untuk menjadi anak yang sholeh/ah ; kewajiban negara untuk menyelenggarakan pendidikan yang bertujuan membentuk Syakhshiyyah Islam, mampu mengarungi kehidupan dan penguasaan saintekh; kewajiban masyarakat melakukan kontrol sosial (amar maruf nahi mungkar)

3. Keraguan Ekonomi Sosial Kewajiban nafkah ada pada wali, suami dan kerabat; perempuan tidak wajib mencari nafkah Negara menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan bagi setiap laki-laki (baik usia muda maupun dewasa) untuk bisa memberi nafkah Negara menjamin penjagaan akhlak dan melarang semua hal yang dapat merusak aqidah-ketataan -akhlak masyarakat (menindak dengan tegas pelaku : kriminal, pornografipornoaksi, dll)

4. Keraguan Resiko Kematian Ibu Waktu Melahirkan Setiap warga negara Khilafah termasuk ibu mendapatkan jaminan kesehatan yang murah/gratis dan berkualitas (layanan dan pengobatan selama kehamilan sampai melahirkan) Kematian adalah merupakan qodlo Allah Swt bukan manusia yang menentukan 5. Keraguan tidak mendapatkan Bekal hidup yang lebih baik Setiap warga negara khilafah (perempuan, laki-laki, muda, tua) berhak mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan dan keamanan secara gratis dan berkualitas Setiap warga negara khilafah berhak mendapatkan jaminan terpenuhi kebutuhan pokok individu : makanpakaian perumahan melalui wali-kerabat dan negara melalui mekanisme secara tidak langsung mempermudah /membantu)

1. TIDAK PERLU ADA KERAGUAN ATAU KETAKUTAN 2. PELUANG MEMILIKI BANYAK KETURUNAN LEBIH BESAR 3. ALLAH SWT TELAH MENJAMIN RIZKI SETIAP HAMBANYA 4. MELALUI PENERAPAN HUKUM-HUKUM SYARIAH SECARA KAFFAH OLEH KHILAFAH ISLAM ADA JAMINAN KESEJAHTERAAN SEKALIPUN PUNYA BANYAK ANAK 5. KETURUNAN YANG BANYAK DARI KAUM MUSLIM MERUPAKAN KEKUATAN DI DUNIA DAN KEBANGGAAN RASULULLAH SAW DI YAUMIL AKHIR

1. Bumi sekalipun bertambah jumlah penduduknya tetap masih mampu menyediakan kebutuhan hidup manusia (penemuanpenemuan berbagai ilmu dan tekhnologi) 2. Konsumsi pangan di dunia masih cukup, persoalannya distribusinya yang tidak merata (khususnya kerakusan barat dalam mengkonsumsi) 3. Kepadatan penduduk belum merata di seluruh dunia, masih banyak wilayah yang kosong (negara-negara maju berjumlah penduduk yang sedikit) 4. Pengelolaan kehidupan yang tidak seimbang (polusi, tata kota, drainase, perambahan hutan, eksplorasi SDA yang membabi buta, dll) menyebabkan bumi menjadi sekarat

FOKUS 2. PENYEDIAAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI SELUAS-LUASNYA


KEHAMILAN DAN PERSOALAN DI SEKITARNYA (Organ Reproduksi, Menstruasi, Kehamilan dan Seks Pra Nikah
Melarang menikah tetapi merangsang munculnya Naluri seksual dengan menghadirkan fakta dan pemikiran atas nama kebebasan Melarang seks pra nikah tetapi membolehkan pacaran (sebagai salah satu pintu seks bebas)
Pergaulan bebas tidak diberantas Penderita PMS-HIV-AIDS dianggap sebagai korban (tidak boleh disalahkan dan diberi sanksi)dan dibiarkan hidup bersama dengan yang sehat penularan penyakit Kapitalisasi obat-obatan yang diasumsikan dapat menahan laju virus HIV-ADIS: antiretroviral dan infeksi oportunistik

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) & HIV DAN AIDS

1. Tidak menyuburkan faktor-faktor yang membangkitkan naluri seksual (nash-nash syara menjelaskan tentang baligh, haid, pernikahan dan lain-lain tanpa mengumbar naluri seksual) 2. Membentuk individu yang beriman taat dan pasrah secara total ketaqwaan individu yang kuat dan berpengaruh 3. Ketaqwaan individu dibangun secara terintegrasi antara keluarga sekolah - masyarakat negara

4. Penerapan sistem yang mengatur interaksi laki-laki dan perempuan secara jelas dan gamblang untuk saling taawun bukan mengumbar hawa nafsu 5. Tindakan yang tegas terhadap para pelaku amoral 6. Pemenuhan kebutuhan naluri seksual sematamata hanya melalui pernikahan dan dilarang secara tegas mendekati ZINA apalagi BERZINA

Jumlah penduduk dunia yang hampir 1/4nya adalah muslim Jumlah penduduk Indonesia, jumlah remaja sekitar 64 juta usia produktif sedangkan barat memiliki jumlah usia produktif yang sangat minim Barat memiliki SDA dan SDM yang minim namun kerakusan dan keserakahan mengkonsumi sangat tinggi sehingga harus menjarah negeri-negeri muslim (Timur Tengah dan Asia-Pasifik) dengan menawarkan konsep KB atas nama Kesejahteraan dengan keluarga kecil bahagia Jubir MHTI: Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu kebijakan dunia Barat mengurangi penduduk muslim yang berkualitas.

FOKUS 3. Promosi merencanakan kehidupan berkeluarga dengan sebaik-baiknya


Usia produktif harus punya perencanaan : pendidikan life skill yang menghasilkan pendapatan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi (pendapatan per/kapita) melalui penghasilan dan tabungan/saving ASUMSI HIDUP SEJAHTERA ALA KAPITALISME Barat mengarahkan penduduk usia produktif di negeri-negeri Islam sebagai pekerja/buruh bukan sebagai pembangun peradaban yang mandiri terdepan (kualitas pendidikan untuk menghasilkan tenaga kerja sesuai dengan permintaan pasar)

PELAKU SOSIALISASI GenRe dari Kalangan Remaja


Melalui (PIK/ Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa) mensosialisasikan Program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). PIK Remaja/Mahasiswa diharapkan mampu memfasilitasi terwujudnya Profil Tegar Remaja yakni remaja yang : 1. Berperilaku sehat 2. Terhindar dari risiko Triad KRR (Seksualitas, Napza dan HIV/AIDS) 3. Mau menunda usia perkawinannya hingga mencapai kedewasaan penuh.

PELAKU SOSIALISASI GenRe dari Kalangan Remaja

4. Bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (KKBS), 5. Mampu menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya PIK Remaja/Mahasiswa : Suatu wadah dlm program Gen Re yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja/ mahasiswa guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya

Berprestasi with Islam Way of Life Permata umat (uyunul ummah)


Agent of Change pejuang Syariah dan Khilafah

Beri Nilai