Anda di halaman 1dari 16

Facebook

Cari orang, tem

Ari Sandhy Beranda

Pintasan Privasi

Pengaturan Akun

SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA (Sebagai Ideologi & Dasar Negara)


31 Mei 2011 pukul 11:13 Oleh : Junaidi Farhan Dari berbagai sumber sejarah.

Tiga setengah abad lebih, bangsa kita dijajah bangsa asing. Tahun 1511 Bangsa Portugis merebut Malaka dan masuk kepulauan Maluku, sebagai awal sejarah buramnya bangsa ini, disusul Spanyol dan Inggris yang juga berdalih mencari rempah rempah di bumi Nusantara. Kemudian Tahun 1596 Bangsa Belanda pertama kali datang ke Indonesia dibawah pimpinan Houtman dan de Kyzer. Yang puncaknya bangsa Belanda mendirikan VOC dan J.P. Coen diangkat sebagai Gubernur Jenderal Pertama VOC.

Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 9 Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama menduduki Indonesia, sebab tahun 1944, tentara Jepang mulai kalah melawan tentara Sekutu.

Untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura) Dalam maklumat tersebut sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.

Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei s/d 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama tersebut yang dibicarakan khusus mengenai dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama tersebut 2 (dua) Tokoh membahas dan mengusulkan dasar negara yaitu Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno.

Tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai calon dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Peri Kebangsaan Peri Kemanusiaan Peri Ketuhanan Peri Kerakyatan Kesejahteraan Rakyat

Selain secara lisan M. Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yaitu : 1. 2. 3. 4. Ketuhanan Yang Maha Esa Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno (Bung Karno) mengajukan usul mengenai calon dasar negara yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia) Internasionalisme (Perikemanusiaan) Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama PANCASILA, lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu: 1. Sosio nasionalisme 2. Sosio demokrasi 3. Ketuhanan. Selanjutnya oleh Bung Karno tiga hal tersebut masih bisa diperas lagi menjadi Ekasila yaitu GOTONG ROYONG.

Selesai sidang pembahasan Dasar Negara, maka selanjutnya pada hari yang sama (1 Juni 1945) para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945.

Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas 8 orang, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ir. Soekarno Ki Bagus Hadikusumo K.H. Wachid Hasjim Mr. Muh. Yamin M. Sutardjo Kartohadikusumo Mr. A.A. Maramis R. Otto Iskandar Dinata dan Drs. Muh. Hatta

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujui dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul - usul/ Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu: Ir. Soekarno, Drs. Muh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, K.H. Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H. Agus Salim, Mr. Ahmad Subardjo dan Mr. Muh. Yamin. Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian dikenal dengan sebutan PIAGAM JAKARTA.

Dalam sidang BPUPKI kedua, Tanggal 10 s/d 16 Juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dan pada Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memProklamasi-kan Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama : 1. Mengesahkan Rancangan Hukum Dasar dengan Preambulnya (Pembukaan) 2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden. Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang sangat panjang, sehingga sebelum mengesahkan Preambul, Drs. Muhammad Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata KETUHANAN yang berbunyi 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan.

Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Bung Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan 'Yang Maha Esa', sehingga Preambule (Pembukaan) UUD1945 disepakati sebagai berikut :

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

PEMBUKAAN (Preambule)

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dan untuk dapat melaksanakan PANCASILA sebagai ideologi dan dasar negara sekaligus sebagai pandangan hidup seluruh Rakyat Indonesia, maka Pancasila diterjemahkan dalam butir butir Pancasila yaitu :

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA :

Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang Menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB :


Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. PERSATUAN INDONESIA :

Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN :

Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA :


Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasaN terhadap orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gayA hidup mewah. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikaN kepentingan umum. Suka bekerja keras. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

305 orang menyukai ini. 44 dari 122 Lihat Komentar Sebelumnya

Anita Kurnia Rahman like.....Lihat Terjemahan 3 Oktober pukul 18:23 Suka

Tri Noviyanto Siapa tokoh yg Mengusulkan sila prtama di kasih KETUHANAN ? 3 Oktober pukul 19:22 melalui seluler Suka

Muhammad Achyar terima kasih 5 Oktober pukul 17:53 Suka

Yusef Sukron Jaya .sangt membantu gan, 7 Oktober pukul 7:00 melalui seluler Suka

Khairul Zaidun Azzam Thank you very muchLihat Terjemahan 7 Oktober pukul 7:28 melalui seluler Suka

Maulana Iqbal Alfiansyah terima kasih sekarang mungkin wawasan rakyat indonesia bertambah 11 Oktober pukul 16:44 Suka

Nagato Shimimura X makasih kk 11 Oktober pukul 22:47 Suka

Widya Wiesti Yuwirli apa alsan PPKI merancang ideologi pancasila? 12 Oktober pukul 11:26 Suka

Kang Sholichin mas lantas penggantian kata DENGAN DIWAJIBKAN MENJALANKAN SYARIAT ISLAM BAGI PEMELUK PEMELUKNYA d ganti dengan KETUHANAN YANG MAHA ESA. apakah orang bagian timur indonesia d beri ganti semisal lembaga bgi orang islam atau tidak? kan kaum santri sangat berpengaruh terhadap perjuangan kemerdekaan indonesia dalam melawan penjajah? 15 Oktober pukul 9:39 melalui seluler Suka

Yusuf Budiman fergian indraLihat Terjemahan 16 Oktober pukul 21:23 melalui seluler Suka

Coes Emank Nadi wah membantu banget bwat test cpns nih..

17 Oktober pukul 12:27 Suka 1

Eki Purnama Putra Indonsia selalu d Hati,,merah Putih Selalu erkibar 17 Oktober pukul 12:29 Suka

Wan Alves Fcbfoyepey mantap mas bro. 21 Oktober pukul 1:21 melalui seluler Suka

LaurenzNalu EnamTujuh LaurenzKtc sangat membantu saya dalam menyelesaikan studyq 21 Oktober pukul 16:35 melalui seluler Suka

Sa'ar Hadrian Saiful Ipung trimaksh udh membantu pelajaran ku,,,, 22 Oktober pukul 14:45 Suka

Ryzka Thiwi makasih! sangat bermanfaat 23 Oktober pukul 16:37 Suka

Ina Neparassi mkasih, sngat berguna buat pmbelajaran 23 Oktober pukul 20:10 melalui seluler Suka

Satrio Cayank Natassya merdeka 23 Oktober pukul 20:13 Suka

Narco Mw Mas emg siapa tokoh yg pertama kali mengusulkan perlunya dasar negara? 24 Oktober pukul 18:08 melalui seluler Suka

Kletus Naq Pegbin Saya mau tanya yang berinama pancasila kepada presiden soekarno itu siapakah? 25 Oktober pukul 23:09 melalui seluler Suka

Anggi Lestari sangat bermanfaat buat nyelesain tugas 28 Oktober pukul 16:07 melalui seluler Suka

Jamal Samawa Ekhanizz mari pertahankan indonesia degan mencerdaskan generasi pelanjut yg bermartabat dan berahlak untuk indonesia lebih baik kedepanya 29 Oktober pukul 11:54 melalui seluler Suka

Margie Ningsih Mkash. Smoga bsok keluar wkt ujian 29 Oktober pukul 16:41 melalui seluler Suka

Jumrhya Clluw Caaiiankk Sangat bermamfaat.. 29 Oktober pukul 20:43 Suka

Zizimitar Tar Harus dan wjib setiap test ujian CPNS pembahasan msalah Pancasila ini lbih luas lgi krna mnyangkut dengan idiologi dan falsapah bgsa 30 Oktober pukul 15:36 melalui seluler Suka

Athy Mansyur Orgnya memang sejarahwan. I LIKE IT 31 Oktober pukul 12:20 melalui seluler Suka

UnhyQe ZaoLdyeck thanks..... plajaran untuk tes 31 Oktober pukul 14:58 melalui seluler Suka

Ade Firmansyah JAKARTA (salam-online.com): Tanggal 22 Juni adalah hari yang bersejarah. Piagam Jakarta ditandatangani. Inti dari Piagam Jakarta adalah pelaksanaan syariah Islam bagi kaum Musliminsebagai ganti republik ini belum menjadikan Islam sebagai Dasar Negara....Lihat Selengkapnya 1 November pukul 9:23 Suka

Ade Firmansyah Rekayasa Politik Suasana Sidang Pembahasan Piagam Jakarta...Lihat Selengkapnya 1 November pukul 9:24 Suka

Ade Firmansyah Misteri Opsir Jepang Pertanyaan pertama dan kedua agak sulit dijawab. Sampai wafatnya, Hatta tak pernah

membuka mulut siapa pemberi dan penyampai pesan itu. Ia mengaku lupa (atau purapura lupa, ada juga dugaan itu fiktif, red) siapa nama opsir jepang...Lihat Selengkapnya 1 November pukul 9:24 Suka

Ade Firmansyah Sejarawan Ridwan Saidi Penelitian Ridwan Saidi dikuatkan dengan sebuah buku yang diterbitkan di Cornell University AS, yang mengatakan bahwa dalang di balik sosok misterius opsir Jepang adalah dr. Sam Ratulangi, yang disebut dalam buku itu sebagai an ...Lihat Selengkapnya 1 November pukul 9:25 Suka

Ade Firmansyah Kaum Islamfobia Pendek cerita, tujuh kata itu dihapus. Namun tak hanya itu, beberapa perubahan terkait peran Islam dalam kontitusi juga danulir. Terkait pertanyaan ketiga, benarkah Indonesia Timur yang mayoritas Kristen tak akan melepaskan diri setela...Lihat Selengkapnya 1 November pukul 9:26 Suka

Wiwi Aquarius Ajjh mnta izin kopas ya ada tugas ni 1 November pukul 13:09 Suka

Satriati Oska Revoliza Sargawi Recommended bgt Lihat Terjemahan 1 November pukul 23:02 melalui seluler Suka

Vicky Ramos 4 November pukul 22:25 Suka

Indra AjiArta Tulisannya mantap mas, Untuk para rekan-rekan yang komen, tolong memposisikan sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, bukan mengatasnamakan suatu agama. Bangsa kita tak akan pernah lahir jika tanpa persatuan dari Agama lain. Ini merupakan bagian dar...Lihat Selengkapnya 5 November pukul 7:16 melalui seluler Suka 3

Ishmye Adhe Che GitzelFisabilillah izin kopas ya materi nya super lengkap skali 7 November pukul 10:45 melalui seluler Suka

Bonggo Meong betapa indahnya perbedaan.. 8 November pukul 15:45 melalui seluler Suka

Gita Regita bisa mengingatkan pelajaran waktu kls 5 sngat membantu 13 November pukul 18:51 Suka

Pogey Poenya Indah i likeLihat Terjemahan 14 November pukul 12:59 Suka

Angga Yhudha Prasetya gw kopy yaaaaa 16 November pukul 11:16 Suka

Angga Yhudha Prasetya pingg 16 November pukul 11:16 Suka

Rohimah Afandi berbeda tetap 1 tujuan 17 November pukul 13:33 Suka

Awal Nakfan Gank itulah pancasila 17 November pukul 23:15 melalui seluler Suka

Tulis komentar...

Junaidi Farhan

Penggagas Ide di DEWAN RAKYAT NASIONAL

Catatan oleh Junaidi Farhan

Semua Catatan

Dapatkan Catatan melalui RSS Sisipkan Kiriman Laporkan

TentangBuat IklanBuat HalamanPengembangKarierPrivasiKukiKetentuanBantuan Facebook 2013 Bahasa Indonesia