Anda di halaman 1dari 17

Sistem pendinginan adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating (panas yang berlebihan) pada mesin

agar mesin bisa bekerja secara stabil. Air pendingin adalah air limbah yang berasal dari aliran air yang digunakan untuk penghilangan panas dan tidak berkontak langsung dengan bahan baku, produk antara dan produk akhir (KEP-

49/MENLH/11/2010). Sistem air pendingin merupakan bagian yang terintegrasi dari proses operasi pada industri. Untuk produktifitas pabrik yang kontinu, sistem tersebut memerlukan pengolahan kimia yang tepat, tindakan pencegahan, dan perawatan yang baik. Kebanyakan proses produksi pada industri memerlukan air pendingin untuk efisiensi dan operasi yang baik.

Air pendingin sistem mengontrol suhu dan tekanan dengan cara memindahkan panas dari fluida proses ke air pendingin yang kemudian akan membawa panasnya. Total nilai dari proses p roduksi akan menjadi berarti jika sistem pendingin ini dapat menjaga suhu dan tekanan proses dengan baik. Memonitor & mengatur korosi, deposisi, pertumbuhan mikroba, dan sistem operasi sangat penting untuk mencapai Total Cost of Operation (TCO) yang optimal. Air pendingin mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap efisiensi total engine serta umur engine. Apabila temperatur air pendingin masuk engine terlalu tinggi, maka efisiensi mekanis engine akan menurun dan dikhawatirkan dapat terjadi over heating pada engine. Sedang bila temperatur air terlalu rendah, maka efisiensi termal akan menurun (Handoyo, 1999). Proses pendinginan melibatkan pemindahan panas dari satu substansi ke substansi yang lain.Substansi yang kehilangan panas disebut cooled dan yang menerima panas disebut coolant.Beberapa faktor yang membuat air menjadi coolant yang baik adalah : 1. Sangar berlimpah dan tidak mahal. 2. Dapat ditangani dengan mudah dan aman digunakan. 3. Dapat membawa panas per unit volume dalam jumlah yang besar. 4. Tidak mengembang ataupun menyusut (volumenya) pada perubahan suhu dalam range normal.

5. 2.5.5 Pengendalian Scale 6. Scale dapat dikendalikan dengan beberapa cara, yaitu :1.

7.

8. Membatasi konsentrasi dari mineral-mineral pembentuk scale.2.

9.
10. Menambahk an asam untuk menjaga agar

mineral pembentuk scale (contoh : calciumcarbonat e) tetap larut.3.

11.
12. Meningkatka n aliran air dengan luas

permukaan yang besar.4.

13.
14. Menambahk an bahan kimia anti scale.

15. 2.6

16.

17. Teknologi
18. Cooling Tower

19. (Menara Pendingin)


20. Proses perpindahan panas selalu

dijumpai industri-industri kimia yang dijalankan dalamalat penukar panas.Penukar panas atau dalam istilah

bahasa inggrisnya 21. heat exchanger 22. (HE) adalah suatualat yang memungkinkan perpindahan panas dan bisa

berfungsi sebagai pemanas maupunsebagai pendingin. Biasanya, medium pemanas dipakai uap lewat panas (

23. super heate d steam 24. )dan air biasa sebagai air pendingin ( 25. cooling water 26. ). Penukar panas dirancang

sebisa mungkinagar perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien (Maruli tua saud,2007).Sala

h satu alat penukar panas adalah menara pendingin (cooling tower). Menara pendinginmerup akan merupakan suatu peralatan

yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengancara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikann

ya ke atmosfir.Menara pendingin menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke aliranudara yang bergerak dan

kemudian dibuang ke atmosfir. Sebagai akibatnya, air yang tersisadidingink an secara signifikan.

Menara pendingin mampu menurunkan suhu air lebih dari

27.