Anda di halaman 1dari 13

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

A. Plumbing dan Sanitasi Bangunan


Definisi Plumbing adalah Sarana dalam/ luar bangunan yang digunakan untuk penyediaan air bersih ke tempat yang dikehendaki dengan debit dan tekanan yang cukup. Definisi Sanitasi adalah sarana dalam/ luar bangunan yang digunakan untuk membuang/ pengeluaran air kotor / kotoran dari tempat tertentu tanpa mencemarkan bagian lainnya. Peralatan plumbing terdiri atas : Peralatan untuk penyediaan air bersih Peralatan untuk penyediaan air panas Peralatan untuk pembuangan air kotor, kotoran, air bekas, dan air hujan Peralatan lain seperti : penyediaan air pemadam kebakaran penyediaan air chiller (peralatan pengkondisian udara) Peralatan untuk gas (industry dan medic) Peralatan sanitasi terdiri atas: Shaft : lubang di lantai yang digunakan untuk saluran - saluran vertikal Lavatori : wastafel Urinal : pembuangan air kencing pria Bidet : pembuangan air kencing wanita Floor Drain : pembuangan air di kamar mandi Syarat dan Mutu Bahan untuk Plumbing : Tidak menimbulkan gangguan kesehatan/ akustik dan radiasi Permukaan halus dan tahan korosi (sesuai jenis & karakteristik fluida) Bebas kerusakan mekanis Undang Undang, Peraturan dan Standard yang digunakan adalah Pedoman Plambing Indonesia (Dirjen Cipta Karya) Th2000 Prosedur Perencanaan terdiri atas: Rancangan Konsep (jenis/denah/jml penghuni) Penelitian Lap, Pra Rancangan, Rancangan Pelaksanaan Air bersih adalah air yang digunakan untuk minum dan kebutuhan lainnya. Air Bersih terdiri atas air dingin dan air panas. Syarat-syarat fisik air minum adalah: jernih, bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa mempunyai suhu berkisar 10-25 derajat celcius memenuhi persyaratan ambang kesehatan.

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

Sumber air bersih pada dasarnya dapat diperoleh dari PDAM atau air dari dalam tanah. Sumber air dari dalam tanah dibedakan : sumur galian biasa, kedalaman 5-15 meter sumur pompa dengan mesin, kedalaman 15-40 meter sumur pompa dengan mesin/semi deep well, kedalaman 50-100 meter sumur pompa dengan mesin/deep well, kedalaman lebih dari 100 meter Kebutuhan Air terbagi atas: Domestic: drinking, cooking, cold water for flushing (urinal,toilet), hot and cold water for washing (laundry, kitchen) Fire fighting: hose reel, sprinkler, hydrant Environmental plant: air washing, evaporative cooling, cooling tower External: garden hoses, sprinkler, car washing Manufacturing: process cooling, industrial process water Hal yang perlu diperhatikan dalam prediksi kebutuhan air adalah: Aliran rata rata yang diisyaratkan Lama pemakaian (jam operasional) Frekuensi penggunaan Sistem pemipaan air bersih (plumbing) menurut cara pengalirannya dibedakan: Sistem horizontal adalah sistem pemipaan yang banyak digunakan utk mengalirkan kebutuhan air untuk hunian horisontal (tidak bertingkat) dan banyak massa Sistem horisontal dibedakan atas 2 cara: pemipaan menuju ke satu titik akhir (end feeding) pemipaan yang melingkar atau membentuk ring (looping) Sistem vertikal adalah sistem pemipaan air bersih untuk bangunan berlantai banyak dan massa tunggal Sistem horizontal dibedakan atas 2 cara: gravitasi (downfeed) pompa langsung (upfeed) Penyimpanan Air Bersih Untuk penyimpanan air bersih dari pompa/ PDAM volume air disesuaikan dengan keperluan penghuni seluruhnya dihitung per 8 jam. Terbagi atas: A. Ground Reservoir, perlu dipertimbangkan lokasi/tempat, ruang pompa, tempat pengurasan, bahan dan persyaratan B. Tangki air (di atap), tangki air adalah tangki kedua tempat penampungan air.Tangki tersebut harus berbahan ringan seperti fiberglass

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

TABEL PERKIRAAN TANDON ATAS FUNGSI BANGUNAN X LUAS LANTAI BANG M2 APARTEMEN 0.012-0.015 KANTOR 0.008-0.010 HOTEL 0.015-0.020 PERTOKOAN 0.005-0.006 RUMAH SAKIT 0.015-0.020 Air panas adalah air bersih yang dipanaskan dengan alat tertentu dan digunakan untuk kebutuhan tertentu. Sistem ini dapat dipasang pada bangunan perumahan, perkantoran, hotel, apartment dsb. Alat yang sering digunakan: Pemanas dengan gas Pemanas dengan listrik Pemanas dengan energi surya Air buangan/air kotor adalah air bekas pakai yang dibuang, dibedakan atas: Air bekas buangan (bekas cucian, mandi) menggunakan PVC dengan sambungan pipa max 4m, sudut sambungan < 90. Saluran air ini dapat dihubungkan dengan saluran lingkungan/kota. Air kotor/ kotoran dari kloset dialirkan ke dalam septictank kemudian diteruskan kedalam sumur resapan. Kemiringan pipa 0.5-1%. Untuk rumah tinggal dengan satu-dua titik buangan diperlukan septicktank dengan vol, 1-1.5m3. Air limbah (limbah dapur yg mengandung minyak) harus ditampung terlebih dahulu di bak penampung. Diperlukan grease trap (perangkap lemak) sebagai treatment. Air hujan. Diameter talang vertikal minimal 3. Kemiringan talang horisontal 0.5-1%. Air limbah khusus (limbah rumah sakit), Pipa sebaiknya dibuat dengan diameter 3 -6 dengan kemiringan
Shaft adalah tempat lewat pipa dalam bangunan secara vertikal.

Tipikal shaft sederhana khususnya untuk rumah tinggal dan kode warna pipa untuk saluran air bersih dan air kotor Saluran pematusan merupakan bagian dari saluran air kotor khususnya yang mengalirkan air hujan dari talang vertikal, talang hosrisontal dan saluran air hujan pada halaman pada rumah tinggal. Faktor yang perlu dipertimbangkan desain saluran air hujan: - Batasan atau hambatan dalam perencanaan - Permukaan air tertinggi - Jumlah maksimum air hujan yang terjadi - Panjang pipa pembuang

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

B. Sirkulasi Vertikal
Suatu bangunan yang besar atau tinggi memerlukan alat angkut/ transportasi untuk memberikan kenyamanan sirkulasi dalam bangunan tsb. Alat angkut tersebut terbagi atas: vertikal ( elevator, escalator) dan horizontal (conveyor/ travelator) Elevator disebut juga lift , adalah kereta/ alat angkut untuk mengangkut orang atau barang dalam bangunan berlantai banyak. batas jumlah lantai yang dianggap layak menggunakan lift adalah 4 lantai , hal ini didasarkan pada kemampuan manusia untuk berkegiatan naik turun dalam batas 20 s/d 25 m. Menurut fungsinya elevator dibagi atas 4 macam: lift penumpang (passenger elevator) : digunakan untuk mengangkut orang, yang terbagi lagi atas: light traffic lift (max 8 person, 0.75m/s) general purpose lift (max 20 person, 1,75m/s) intensive traffic lift (up to 1 m/s2 accelaration) lift barang (freight elevator) : digunakan untuk mengangkut barang lift makanan/ barang bobot ringan (dumb waiter) lift pasien (hospital bed elevator) : digunakan di rs -> dimensi untuk bed rumah sakit Lift yang dipasang pada bangunan harus mengacu pada Peraturan Daerah, Dinas Keselamatan Kerja dan Dinas PMK untuk menentukan jenis lift penumpang perlu diperhatikan : type dan fungsi bangunan banyaknya lantai luas tiap lantai waktu tunggu dan interval pada umumnya tinggi bangunan berkorelasi dengan kecepatan tempuh rata-ratanya, selain itu kecepatan tempuh juga dipengaruhi oleh sistem penggeraknya. Sistem Gearless, mesin terletak di ruang atap (ketinggian lantai tak dibatasi).Sistem Hydraulic, mesin di bawah, bekerja dengan prinsip batang telescopic. biasanya untuk bangunan < dari 5 lantai. kapasitas/ car/kg) jml muatan kecepatan 900 13 orang 40 m/mnt 1000 15 orang 60 m/mnt 1150 17 orang 90 m/mnt 1350 20 orang 105 m/mnt Type Konfigurasi Lift Door pintu lift digerakkan oleh motor yg diletakkan di atas sangkar, di setiap level lantai pintu lift akan terhubung dengan landing door sehingga kedua pintu . terbuka pintu lift terdiri atas 2 macam: A. one way or bi parting B. single speed or two speed

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

Safety Pada Lift: Setiap lift dilengkapi dengan tombol stop darurat dan tombol alarm. Sangkar lift juga (seharusnya) dilengkapi dengan unit intercom untuk menghubungi penjaga gedung. Pemeriksaan berkala pada lift harus dilakukan (umumnya 1 th sekali), komponen penting yang diperiksa adalah hoisting rope dan brake lining. Lift yang jatuh bebas sangat tidak mungkin karena design brake yang berlapis yang akan memberi tambahan traksi secara otomatis bila terindikasi adanya percepatan yang berlebihan. Escalator Pada prinsipnya merupakan ban berjalan (conveyor) yang diletakkan pada kemiringan 30 atau 35. dengan bentuk awalan-akhiran horizontal untuk anak tangga awal-akhir. Kedalaman anak tangga umumnya 34cm dengan lebar 60 s/d 100 cm. Kecepatan escalator berkisar antara 0,5 s/d 0.6 m/dt. Casing escalator selalu berbentuk truss, karena harus menghubungkan tinggi antar lantai dengan bentang tertentu. Dalam casing ini diletakkan guide rail untuk tempat roller Tata letak escalator pada umumnya tergantung pada jenis/ fungsi bangunan, sebagai contoh bangunan pertokoan/ mal akan menempatkan escalator secara tersebar dan lebih ditujukan untuk naik ke lantai di atasnya A. continous travel B. interrupted travel C. corkscrew D. double corkscrew

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

C. Fire Protecting
Prediksi ancaman bahaya kebakaran terdiri dari: waktu: tidak dapat diprediksikan -> bangunan & penghuni harus siaga setiap saat. tingkat kobaran: api dini (ignition) dan api besar (conflagration) sumber api: listrik, flammable, combustible, explosive pola penjalaran: konduksi (bahan penghantar), konveksi (udara), radiasi (pancaran) Pokok perhatian adalah: Fire hazard: semua aktifitas dalam bangunan yang potensial menjadi pemicu kebakaran Fire load: semua bahan/ isi bangunan yang potensial menjadi bahan bakar bagi api Fire load menentukan kelompok resiko kebakaran Struktur utama bangunan terkait dengan resiko keb dan fire load Jenis material : flamable , combustible , explosive, material struktur , material finishing Tata letak alat deteksi & pemadaman dini bersifat spesifik tergantung atribut bangunan Upaya perlindungan dan pencegahan bahaya api terhadap kehidupan manusia dan usaha pengurangan kerusakan dan kehancuran harta benda akibat api kriteria perancangan : keselamatan jiwa, isi gedung, gedung dan gedung lain evakuasi yang terjamin keandalan sistem deteksi keandalan sistem pemadam kemudahan bagi pmk untuk memadamkan jumlah, jenis dan sifat penghuni serta isi gedung luas lantai dan ketinggian gedung kondisi lingkungan (densitas, sosio ekonomi) kelompok resiko kebakaran Keselamatan Jiwa, Isi Gedung dan Gedung lainnya Prioritas utama -> penyelamatan penghuni & pengguna bangunan Prioritas selanjutnya -> harta benda, bangunan bersangkutan, bangunan sekitar Tingkat kritis -> identik dengan jumlah lantai bangunan Sasaran : mudah menyelamatkan & diselamatkan ke tempat lain syarat: mudah dan jelas dilihat serta dicapai Evakuasi Tingkat kritis : identik dengan jumlah lantai dan sifat bangunan Prioritas utama : penyelamatan penghuni/ pengguna bangunan , harta benda Sasaran : mudah menyelamatkan dan diselamatkan ke tempat lain Syarat : mudah dan jelas dilihat serta dicapai Rancangan a.b.e terpadu dengan: sirkulasi/ rute evakuasi

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

kelistrikan darurat tata suara darurat pengendali asap kontrol pintu kebakaran Alat Bantu Sistem Evakuasi : Sistem sirkulasi / rute penyelamatan Sistem kelistrikan darurat Sistem tata suara darurat Sistem pengendali asap Sistem kontrol pintu kebakaran (otomatik manual) diusulkan penggunaan b.a.s (building automation system) untuk mengurangi faktor keterbatasan manusia. Prinsip tata letak alat deteksi deteksi dini api, panas dan asap alarm bell, sirene pemadam : hydrant gedung+landing valve hydrant halaman+ siamesse sprinkler par komunikasi sifat adalah : self protective

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

A. Aplikasi Sistem Tata Udara


Penetapan penggunaan perangkat ac atau menggunakan penghawaan alam harus ditetapkan di awal perancangan ventilasi alam: bentuk massa tipis persegi panjang, bukaan di dua sisi, berhadapan dengan arah angin, volume ruang besar (langit2 tinggi) ventilasi buatan: bentuk massa beraturan. bukaan terbatas, sejajar arah angin, volume ruang terbatas (langit2 rendah) Prinsip Kerja Tata Udara

Tujuan Penggunaan AC AC dipasang dengan tujuan: thermal comfort ( temp 27 deg c; rh= 65%) alasan akustik (menghindari suara masuk, rg tertutup rapat) alasan kebersihan udara menurunkan suhu udara ruang menurunkan kelembaban ruang kedua hal di atas merupakan penentu besar kapasitas ac -> disebut dengan beban pendinginan Macam AC dapat dilihat dari Model Proses : condesing unit, absorbsing unit Model Pendinginan Condensor : air cooling, water cooling Cara Pendistribusian Udara Dingin: all air (freeblow, ducted), water chiller Konfigurasi Perangkat Sistem : packaged, split Dasar Aplikasi AC adalah kesesuaian terhadap fungsi dan pola kegiatan ruang, syarat fisik ruang (kebersihan/ steril, suhu & kelembaban, tingkat kebisingan), estetika ruang

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

AC digunakan untuk ruang yang berfungsi sebagai: perkantoran/ perdagangan/ pendidikan rumah sakit/ laboratorium hotel/ hunian auditorium/ konser bangunan olah raga (squash/ bulutangkis) bangunan.khusus (museum/ rg server comp) Pola kegiatan di ruang ber-AC pola kegiatan tetap -fluktuatif beban tetap-fluktuatif volume tetap-fluktuatif Syarat Fisik Ruang kebersihan dinyatakan dengan jumlah gr bakteri per kg udara -> rancangan lebih menekankan pada kemungkinan timbulnya spora akibat suhu tinggi -> kemungkinan tidak nyaman (suhu terlalu rendah atau beban pendinginan terlalu tinggi) suhu dan kelembaban adalah nilai udara campur (yang keluar dari diffuser & udara ruang) yang dianggap nyaman bagi pengguna atau aman bagi alat(elektronik) tertentu tingkat kebisingan yang dapat ditolerir (eksternal/ internal) estetika (tidak terlihat tapi terasa) atau justru exist dan menjadi bagian dari perangkat interior. Pilihan Rancangan terpadu dengan unsur rancangan lain (rg dalam, ranc tapak & tampang bangunan, dsb) terdapat batasan toleransi manusia terhadap kecepatan hembus dan nilai decibel kebisingan volume identik dengan beban dan kebisingan -> harus ada strategi agar batas toleransi tidak dilampaui pertimbangan beban listrik/ energi, jelas harus sangat diperhatikan -> harus dipilih yang nilai e.e.r (rasio beban-daya) nya baik kemudahan ekspansi / fleksibilitas

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

B. Penangkal Petir
Kondisi geografis wilayah Indonesia banyak sambaran petir. Sambaran petir menimbulkan kerugian bagi manusia, bangunan, isi bangunan dan fungsi bangunan. Dalam pemasangan, harus memperhatikan syarat dan estetika bangunan. Petir mencakup pengertian kilat dan guntur. Petir terkait dengan keberadaan gumpalan awan cumulonimbus. Susunan muatan listrik tanah dan benda-benda di atas tanah. Instalasi penangkal petir ialah instalasi suatu sistem dengan komponen dan peralatan yang secara keseluruhan berfungsi untuk menangkap petir dan menyalurkannya ke tanah. Instalasi Penangkal Petir tidak mengurangi kemungkinan terjadinya sambaran petir. Instalasi penangkal petir terdiri atas sistem konvensional dan sistem non radioaktif. Penangkal petir terbagi atas penghantar di atas tanah dan penghantar pembumian. Penghantar di atas tanah adalah penghantar di atas atap, berupa elektroda metal yang dipasang tegak, elektroda yang dipasang mendatar dan tiang-tiang logam lain yang dapat dimanfaatkan sebagai penghantar penyalur (utama dan pembantu). Penghantar penyalur pembantu adalah penghantar lain seperti talang logam, besi beton konstruksi dan tiang metal lainnya. Penghantar pembumian ialah elektroda dari logam yang ditanam di dalam tanah yang berfungsi untuk menyalurkan arus petir ke dalam tanah. Penghantar pembumian dapat berupa elektroda pita ( tunggal, menyebar dan melingkar), elektroda batang, elektroda mendatar, pembumian pondasi. Bangunan yang harus mempunyai instalasi penangkal petir antara lain bangunan tinggi, bangunan penyimpan bahan mudah terbakar atau meledak, bangunan publik, bangunan dengan fungsi khusus seperti, dan bangunan terisolir pada area yang luas Taksiran kebutuhan instalasi petir pada fungsi bangunan tertentu Rumus R= A+B+C+D+E A= fungsi bangunan (publik non publik) B=konstruksi bangunan (beton, baja, kayu) C= tinggi bangunan (6 s/d 200 m) D= situasi bangunan (tanah datar, kaki bukit, pegunungan > 1000m) E= pengaruh kilat (hari guruh) per tahun R = prakiraan bahaya tersambar petir (skoring nilai dari 11 (tidak perlu dipasang) s/d 14 sangat perlu menggunakan penangkal petir Sistem konvensional pada prinsipnya terdiri atas tongkat logam penghantar, kabel penghantar, dan pentanahan (pembumian). Sistemnya adalah Sistem Franklin (sederhana -> 1 titik) dan Sistem Faraday atau Melsen. Prinsipnya adalah membuat kurungan logam (kabel tembaga) yang mengisolasi bangunan dari pengaruh petir. Alat proteksi tambahan untuk instalasi listrik antara lain adalah untuk telepon, jaringan listrik , komputer, dan antenna/ wireless

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

C. Kelistrikan
Listrik merupakan salah satu bentuk energi. Bangunan rancangan arsitek tidak terlepas dari kebutuhan energi listrik. Beberapa istilah penting terkait dengan energi listrik dalam bangunan adalah phasa (menghantarkan listrik) , netral (mengembalikan laju listrik) , circuit breaker, kabel penghantar, transformator, generator set (genset). Syarat penting yang harus diikuti oleh perancang kelistrikan adalah beban antar phasa harus seimbang. Macam arus listrik arus listrk terdiri dari AC/ AlteratingCurrent (arus bolak balik) dan DC / Direct Current. Sumber arus listrik bisa berasal dari PLN, genset, battery, dan accu. Unsur arus listrik terdiri dari kuat arus (I) dalam Ampere (A), tegangan (V) dalam Volt (V), daya (P) dalam watt (VA). Standard peraturan yang digunakan adalah Peraturan Umum Instalasi Listrik. Distribusi energi listrik: Pembangkit (generator listrik) dalam kapasitas s/d mw (megawatt) Jaringan Tegangan tinggi (150 kv s/d 70kv) Tegangan menengah (20 kv) Tegangan rendah (220v/380v) Konsumen Besar (industri) Menengah (bang. komersial, b. publik) Perumahan sumber kelistrikan (di power house) panel teg.menengah transformator panel teg. rendah generator set (mesin diesel + alternator) jaringan kelistrikan/ jaringan kabel : tegangan menengah (umumnya dari pln ke rg trafo/ panel utama) dilnt dasar (tertanam dalam tanah/ di basement) tegangan rendah -panel utama ke unit mesin (ac, pompa, lift) -penel utama ke panel lantai -panel lantai ke unit penerangan, stop kontak dll Konsumen berdaya kecil : dipasok oleh konduktor 1(satu) phasa dan konduktor netral. (Telah diuraikan di depan bahwa energi listrik dihasilkan dalam bentuk 3 phasa dan dalam sebuah jaringan, nilai ke tiga phasa ini harus dijaga tetap seimbang). Pihak pemasok energi listrik (PLN) harus melakukan penyeimbangan antar phasa bila lokasi yang dipasok merupakan kelompok konsumen kecil (perumahan RS, RuKo dsb). Cara yang dilakukan ialah dengan melakukan pengelompokan sambungan konsumen per phasa dalam jumlah beban yang sama. Sehingga dapat dijelaskan mengapa dalam kelompok

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

perumahan tertentu yang berada pada satu badan jalan yang sama tetapi mengalami gangguan pasokan energi listrik yang berbeda.

Konsumen berdaya sedang (perumahan besar/ mewah) dipasok dengan konduktor 3 phasa. Konsumen jenis ini harus menyeimbangkan beban antar phasa didalam instalasi bangunannya agar instalasi yang digunakan tidak mengalami gangguan. Kadangkala pihak pemasok memberikan unit transformer tersendiri yang berlokasi dekat dengan lokasi property konsumen medium tersebut. Konsumen berdaya besar (industri, hotel, bangunan publik dsb) harus menyediakan transformer (alat perubah tegangan) secara mandiri. Pemasangan transformer ini dengan segala kelengkapannya (termasuk panel-panel dan bangunan pelindungnya yang disebut dengan sub station) biasanya juga menjadi rumah bagi generator (hingga disebut pula sebagai power house). Dengan skala dimensi yang relatif besar dan bentuk aktifitas yang potensi menjadi gangguan, maka penetapan lokasi power house harus menjadi perhatian perancang bangunan. Pembebanan Pada awal rancangan, estimasi sederhana nilai beban listrik sudah harus diketahui. Dengan model taksiran kasar tabel seperti yang diuraikan Szokolay (1980) dapat diketahui estimasi kebutuhan daya pada bangunan yang akan dirancang (tabel hal 465). Tabel beban ini dimaksudkan untuk mengetahui beban maksimum yang mungkin terjadi pada bangunan tersebut Penerangan Tata udara Peralatan penyediaan air bersih Peralatan transportasi Peralatan dapur Peralatan komunikasi, tata suara, alarm dll Prosedur Rancangan kelistrikan Estimasikan beban listrik Sesuaikan instalasi dengan standard utilitas kota Beban pengkondisi udara perlu pertimbangan khusus Pertimbangkan letak, ukuran peralatan listrik Pisahkan group penerangan dengan daya Buat diagram listrik Pertimbangan enerji listrik Biaya operasional Instalasi yang effisien (loss rendah) pengelompokan yang baik Sumber sedekat mungkin dengan alat yang dipasok Ukuran penghantar yang sesuai Pembatas daya yang sesuai Menyediakan peralatan pengatur beban

Andreas Dean Anderson 319100067

Utilitas

Menyiapkan kontrol timer (otomatis) Emergency back up Pada kondisi tertentu sangat besar kemungkinan terjadi gangguan pasokan listrik dari perusahaan listrik negara. Pada sisi lain banyak jenis aktifitas yang sangat tergantung pada kelancaran pasokan energi listrik. Pada jenis kegiatan tertentu kelancaran pasokan energi listrik sangat kritikal seperti misalnya kegiatan rumah sakit, kegiatan proses data dengan komputer ataupun proses manufaktur. Dengan pertimbangan ini maka pada bangunan publik perlu disediakan perangkat penyedia energi listrik secara privat/ pribadi yang disebut dengan pembangkit cadangan (generator back up). Kapasitas pasokan daya listrik yang dihasilkan bergantung pada tingkat kebutuhan daya cadangan yang diperlukan. Kesimpulan pokok rancangan kelistrikan pada bangunan Perhatikan biaya operasional (pisahkan pengguna kontinyu dan non kotinyu) Rancang instalasi yang effisien (loss rendah) Pengelompokan yang baik Sumber sedekat mungkin dengan alat yang dipasok Ukuran penghantar yang sesuai Pembatas daya yang sesuai Menyediakan peralatan pengatur beban Menyiapkan kontrol timer (otomatis)