Anda di halaman 1dari 13

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE METHOD

Disusun Oleh : Arina Noviani Fathurahman Alhikmah Ali Hasym 118100010 118100027 118100029

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini yang berjudul Integer Programming with Cutting Plane Makalah ini dibuat guna memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Riset Operasi . Pada kesempatan kali ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pihak yang telah mebantu terselesaikannya tugas ini ,terutama kepada dosen yang telah memberikan materi tentang tugas ini ,juga kepada orang tua kami yang telah memberikan dorongan dan doa kepada kami sehingga d apat terselesaikanya tugas ini dengan baik. Semoga apa yang telah mereka berikan mendapat balasan dari Alloh SWT. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan.Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati , kami meminta uluran saran dan kritiknya yang bersifat mebangun demi perbaikan tugas ini. Akhir kata kami berharap makalah ini dapat memenuhi tugas yang telah ditentukan, dan semoga karya tulis ini dapat menambah wawasan bagi pembaca . atas segala perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Bandung, Desember 2012

Penyusun

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


PENDAHULUAN Suatu permasalahan perencanaan linier biasanya menuntut solusi yang optimum agar diperoleh kondisi optimal yang di inginkan. Biasanya suatu permasalahan perencanaan linier ,menginginkan variabel keputusanya berupa integer , agar jawaban menjadi realistik. Integer Programming adalah bentuk lain dari program linier dengan variabel-variabel keputusanya bertipe integer .Jika variabel keputusan yang dihadapi berkaitan dengan jumlah orang,mesin- mesin , kendaraan dan lain-lain, akan terasa janggal jika menyelesaikan pekerjaan itu diperlukan 3,5 mesin dan 7,5 orang, sebaliknya jika pekerjaan memerlukan 4 atau 5 mesin dan 8 orang , maka keputusan akan terasa realistik dan lebih mudah. Permasalahan Integer Programming mencakup permasalahan semua integer. Permasalahan semua integer adalah permasalahan integer programming dengan variabel keputusan dan kendala dibatasi berupa bilangan integer. Terdapat dua metode untuk menyelesaikan masalah integer Programming. Dengan metode ini akan dibuat batasanbatasan khusus yang akan memaksa pemecahan optimum dari masalah program linier untuk bergerak ke arah pemecahan integer yang diinginkan, metode itu adalah 1. Metode Cutting Plane 2. Metode Branch and Bound Pada Makalah ini akan membahas satu metode saja , yaitu metode Cutting Plane. Dalam metode cutting plane dibuat kendala tambahan yang memmotong daerah penyelesaian yang layak dari persoalan masalah integer , sehingga dapat mengeliminasi penyelesaian yang bukan integer. Proses pemotongan pada daerah penyelesaian yang diinginkan.

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


LANDASAN TEORI

Pemrograman bulat (1nteger programming) dibutuhkan ketika keputusan harus dilakukan dalam bentuk bilangan bulat (bukan pecahan yang sering terjadi bila kita gunakan metode simpleks). Model matematis dari pemrograman bulat sebenarnya sama dengan model linear programming, dengan tambahan batasan bahwa variabelnya harus bilangan bulat. Terdapat 3 macam permasalahan dalam pemrograman bulat, yaitu:

Pemrograman bulat murni, yaitu kasus dimana semua variabel keputusan harus berupa bilangan bulat.

Pemrograman bulat campuran, yaitu kasus dimana beberapa, tapi tidak semua, variabel keputusan harus berupa bilangan bulat

Pemrograman bulat biner, kasus dengan permasalahan khusus dimana semua variabel

keputusan harus bernilai 0 dan 1 Banyak aplikasi kegunaan dari integer programming, misalnya dalam penghitungan produksi sebuah perusahaan manufaktur, dimana hasil dari perhitungannya haruslah bilangan bulat, karena perusahaan tidak dapat memproduksi produknya dalam bentuk setengah jadi. Misal perusahaan perkitan mobil tidak bisa merakit 5,3 mobil A dan 2,5 mobil B perhari, tetapi haruslah bilangan bulat, dengan metode pembulatan, bisa kita hasilkan misalnya 5 mobil A dan 2 mobil B per hari, tetapi apakah metode pembulatan ini efisien? Kita lihat pada penjelasan selanjutnya. Model pemrograman bulat dapat juga digunakan untuk memecahkan masalah

dengan jawaban ya atau tidak (yes or decision) untuk model ini dibatasi menjadi dua, misal 1 dan 0, jadi keputusan ya atau tidak diwakili oleh variabel, katakanlah xj, menjadi:

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


xj = 1, untuk keputusan ya xj = 0, untuk keputusan tidak Model ini seringkali disebut sebagai model pemrograman bulat biner.

PERMASALAH KASUS

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


Perusahaan Maman Catering akan memproduksi tiga jenis Gorengan yaitu Bakwan, Mendoan, dan Pisang goreng dengan keuntungan tiap jenis produksi Rp. 400, Rp.600, Rp.200 , ketiga jenis gorengan memerlukan pemrosesan tiga kali yaitu penyiapan bahan, penggorengan, finishng , seperti pada tabel berikut ini

Pemrosesan Penyiapan Bahan Penggorengan Finishing

Jenis Roti Bakwan Mendoan Pisang Goreng 4 -1 -1 -4 6 1 0 0 1

Penyediaan Max

5 5 5

Proses Penyiapan Bahan memiliki paling banyak 5kg, penggorengan memiliki paling banyak 5L dan finishing paling banyak memiliki 5 bungkus 1. Jika menyiapkan bahan 4kg bakwan maka harus menyiapkan bahan 4kg juga untuk mendoan 2. Jika melakukan penggorenga membutuhkan minyak sayur 6L untuk Mendoan maka harus menyiapkan 1L minyak sayur untuk bakwan 3. Jika dalam pembungkusan mendoan membutuhkan 1 bungkus dan Pisang Goreng 1 Bungkus maka dibutuhkan 1 bungkus untuk bakwan

Tentukan kombinasi terbaik dari jumlah Bakwan, Mendoan, Pisang Goreng yang harus diproduksi agar menghasilkan laba maksimum.
Max Z =4x1+6x2+2x3

Kendala : 4x1 - 4x2 <= 5 6x2 - x1 <=5 x2 + x3 -x1 <=5 Bentuk Standar nya : Maks Z - 4x1 - 6x2 - 2x3 - 0S1 - 0S2 - 0S3=0

Kendala 4x1 - 4x2 + S1 = 5 6x2 - x1 + S2 = 5 x2 + x3 -x1 + S3 = 5

Var

x1

x2

x3

S1

S2

S3

NK

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


Dasar Z S1 S2 S3 Z S1 x2 S3 Z x1 x2 S3 Z x1 x2 x3 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 -4 4 -1 -1 -5 3 1/3 - 1/6 - 5/6 0 1 0 0 0 1 0 0 -6 -4 6 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 -2 0 0 1 -2 0 0 1 -2 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1/2 3/10 1/20 1/4 2 3/10 1/20 1/4 0 0 1 0 1 2/3 1/6 - 1/6 2 1/5 1/5 0 2 1/5 1/5 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 2 0 0 1 0 5 5 5 5 8 1/3 5/6 4 1/6 17 1/2 2 1/2 1 1/4 6 1/4 30 2 1/2 1 1/4 6 1/4

Dari tabel optimum diatas didapatkan persamaan berikut x1 + 3/10 S1 + 1/5 S2 =5/2 x2 + 1/20 S1 + 1/5 S2 = 5/4 Diambil sebagai dasar untuk menambah kendala baru dan yang diambil hanya dalam bentuk pecahannya saja X3 + 1/4 S1 + S3 = 25/4 Yang diambil bentuk pecahan saja maka persamaanya menjadi 1/20 S1 + 1/5 S2 = 5/4 (0 + 1/20) S1 + (0 + 1/5) S2 = (1 + 1/4)

Program(2) Z = 4x1 +6x2 +2x3 St: 4x1 - 4x2 <= 5 6x2 - x1 <=5 x2 + x3 -x1 <=5 1/20 S1 + 1/5 S2 = 1/4

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


Bentuk Standar 1/20 S1 + 1/5 S2 - S4 + A4 = 1/4

x1 *(-M) 0 0 0

x2 0 0 0

x3

S1 S2 S3 0 2 2 0 1/20 1/5 0 2 - 5M/20 2 - 1M/5

S4 2 0 2

A4 0 M -1 1

NK 30 1 1/4 + 0 30 - 1M/4

Var Dasar Z x1 x2 x3 A4 Z x1 x2 x3 A4

Z 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0

x1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0

x2 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0

x3 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0

S1

S2

S3

S4

A4

NK 0 30 - 1M/4 0 2 0 1 0 6 1 27 -1 2 -1 0 6 5 1

225M/20 1M/5 3/10 1/5 1/20 1/5 1/4 0 1/20 1/5 1 1/2 0 1/4 0 0 0 1/4 0 1/4 1

2 1 0 0 0 0 1 0 0 -1 0 11-M M-10 0 1 0 1 1 0 0 -5

1/2 1/4 1/4 1/4 1/2 1/4 1 1/4 1/4

Program (3) Z = 4X1 + 6 X2 + 2X3 St : X1+1/4S1+S4=9/4 Diambil sebagai dasar untuk menambah kendala baru dan yang diambil
hanya dalam bentuk pecahannya saja Yang diambil bentuk pecahan saja maka persamaanya menjadi 1/4S1= 9/4 atau (0+1/4 S1)= 2 + 1/4

St : X2 + S4 = 1 St : X3 + S1 + S3 = 25/4 St: S1 =

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


Bentuk standar nya adalah S1 S5 +A5 =

Solusi Optimal nya : X1 = 2 X2 = 1 X3 = 6 A4 = 1 A5 = 1

TUJUAN PEMBAHANSAN

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD

Pembahasan Makalah ini bertujuan untuk menentukan nilai optimal dari suatu fungsi objektif dalam program linier dengan variabel keputusan bernilai integer dengan menggunakan metode cutting plane MANFAAT PEMBAHASAN Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan baik kepada penulis sendiri maupun bagi pembaca dalam meyelesaikan masalah perencanaan integer programming menggunakan metode cutting plane

KESIMPULAN

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa metode Cutting Plane dapat digunakan untuk menentukan penyelesaian optimal dalam masalah perencanaan linier integer dengan membuat pembatas yang memotong daerah penyelesaian layak , sehingga penyelesaian untuk masalah ini menjadi integer programming. Untuk masalah yang cukup banyak , tabel simpleks bertambah panjang dan lebar , tetapi jumlah kendala tambahan tidak melebihi jumlah semua variabel asli (n+m) dengan n banyak variabel dan m banyak persamaan.

SARAN

10

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


Adapun saran yang di kemukakan sehubungan dengan pembuatan Makalah ini adalah penggunaan metode Cutting Plane dalam menyelesaikan masalah perencanaan linier integer membutuhkan waktu yang panjang, maka diharapkan pengkajian selanjutnya dapat menggunakan metode lain dalam menyelesaikan perencanaan integer programming untuk mengefisiensikan waktu dalam menentukan penyelesaian optimal.

DAFTAR PUSTAKA

11

INTEGER PROGRAMMING WITH CUTTING PLANE 2012 METHOD


1. Anton,h,1987, Elementary Linier Algebra Fifth Edition . anton Textbooks inc, Newyork 2. Aprilia, S, 2005 aplikasi Algoritma Cutting Plane untuk meyelesaikan integer Programmin , Lab ilmu dan rekayasa Komputasi. Departmen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung 3. Bronsn , R 1996 , Teori dan Soal soal Operation Research Erlangga jakarta 4. Dimyati, T.T , dan Dimyati . A 1994. Operation Research Model-model pengambilan keputusan , sinar Baru, Algendinso, Bandung

12