Anda di halaman 1dari 25

Pemicu 3 makin sakit setelah minum obat

Refky Juliandri 405090149

LO 1. definisi hipersensitifitas

LO 2. klasifikasi dan gejala


Alternative names Allergy (immediate) Often mentioned disorders Atopy Anaphylaxis Asthma Autoimmune hemolytic anemia Thrombocytopeni a Erythroblastosis fetalis Goodpasture's syndrome Graves' disease Myasthenia Gravis

Type I

Mediators IgE

II

Cytotoxic, antibodydependent

IgM or IgG (Complement)

III

IV

Serum sickness Arthus reaction Immune complex IgG Systemic lupus disease (Complement) erythematosus (SLE) Delayed-type Contact hypersensitivity dermatitis (DTH), cellMantoux test mediated Chronic T-cells immune memory transplant response, rejection antibodyMultiple independent sclerosis Autoimmune Grave's disease disease, receptor IgM or IgG Myasthenia mediated (see (Complement) Gravis below)

REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE I


Manifestasinya : cepat mekanisme : Ig E Disebut juga : reaksi cepat, reaksi anafilaktik, reaksi alergi Mekanisme : Ag masuk tubuh merangsang Ig E respon imun Respon imun : eritema, edema, vasokontriksi, penyempitan saluran nafas Contoh : asma bronkiale, rinitis, urtikaria, dermatitis atopi

REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE II

Manifestasi : Antibodi terhadap sel Mekanisme : Ig G atau Ig M Disebut juga : reaksi sitotoksik Mekanisme : Ag masuk tubuh menempel pada sel tertentu merangsang terbentuknya Ig G atau Ig M mengaktifkan komplemen menimbulkan lisis Contoh : reaksi transfusi, anemia hemolitik, reaksi obat

REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE III


Manifestasi : komplek antibodi antigen Mekanisme : Ig G atau Ig M Mekanisme : Ag masuk tubuh merangsang terbentuknya Ig G atau Ig M mengaktifkan komplemen melepas macrofag chemotactic factor merusak jaringan sekitar Contoh : demam reuma, serum sickness, reaksi Arthus

REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE IV

Manifestasi : hipersensitifitas lambat Mekanisme : sel T (tersensitasi) Disebut juga : reaksi tuberkulin, CMI (Cell Mediated Immunity), DTH (Delayed Type Hipersensitivity) Mekanisme : Ag masuk tubuh mesensitasi sel T melepaskan limfokin (makrofag) menimbulkan kerusakan jaringan Contoh : reaksi Jones Mote, hipersensitivitas kontak, reaksi tuberkulin, reaksi granuloma

LO 3. mekanisme reaksi hipersensitifitas

Mediator yang sudah ada dalam granula sel mast


Terdapat 3 jenis mediator yang penting yaitu 1. histamin, 2. eosinophil chemotactic factor of anaphylactic (ECF-A) 3. neutrophil chemoctatic factor (NCF).

1. Histamin Kadar normal dalam plasma adalah kurang dari 1 ng/L Gejala yang timbul akibat histamin dapat terjadi dalam beberapa menit berupa - rangsangan terhadap reseptor saraf iritan,

- kontraksi otot polos, - peningkatan permeabilitas vaskular.

2. eosinophil chemotactic factor of anaphylactic (ECF-A)

Mediator ini mempunyai efek mengumpulkan dan menahan eosinofil di tempat reaksi radang yang diperan oleh IgE (alergi)

3. neutrophil chemoctatic factor (NCF)

NCF (neutrophyl chemotactic factor) dapat ditemukan pada supernatan fragmen paru manusia setelah provokasi dengan alergen tertentu

LO 4. prosedur diagnostik
Skin testing Blood testing

Skin testing

Blood testing

This kind of testing measures a "total IgE level" - an estimate of IgE contained within the patient's serum

LO 5. penatalaksanaan

LO 6. penggunaan anti histamin dan autokoid


These include antihistamines, glucocorticoids, epinephrine (adrenaline), theophylline and cromolyn sodium. Antileukotrienes, such as Montelukast (Singulair) or Zafirlukast (Accolate), are FDA approved for treatment of allergic diseases. Anti-cholinergics, decongestants, mast cell stabilizers, and other compounds thought to impair eosinophil chemotaxis, are also commonly used

These drugs help to alleviate the symptoms of allergy, and are imperative in the recovery of acute anaphylaxis, but play little role in chronic treatment of allergic disorders.