Anda di halaman 1dari 14

Risk factors for sefotaxime resistance in children with pneumonia

Nama : Munadi kamaluddin Pembimbing : dr. Desiana, Sp.A

Pendahuluan
Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai paru-paru termasuk alveoli dan jaringan interstitial Kejadian pneumonia di Amerika merupakan infeksi paru-paru yang termasuk tinggi. Terjadi pada 6-12 kasus per 1000 anak >9 tahun dan 30-45 kasus per 1000 anak <5 tahun

Tujuan
Untuk mengidentifikasi faktor risiko resistennya cefotaxime pada anak dengan pneumonia

Metode
Penelitian ini dilakukan di departerman kesehatan fakultas kedokteran universitas udayana Kriteria inklusi: anak umur 0-12 tahun, dan di diagnosis secara klinikal maupun radiologi. Kriteria ekslusi : gagal ginjal, gagal jantung, gagal hati, down syndrom, bibir sumbing, PJB, HIV

Pengumpulan data didapatkan dari rekam medis di RS sanglah denpasar. Data di analisa dengan SPSS versi 14.0 Penelitian ini menggunakan test chi square dan analisis logistic regression dilakukan untuk menentukan hubungan antara 4 faktor risiko potensial dan resisten terhadap cefotaxime

Results
Selama penelitian di dapatkan 890 pasien dengan pneumonia 229 pasien dengan cultur darah + 73 exclude Sehingga didapatkan 156 pasien yang memenuhi syarat. Dan 78 anak sebagai kasus sebagai grup yang resisten cefotaxime dan 78 sebagai grup yang sensitive terhadap cefotaxime

Discussion
Study yang dilakukan di utah di dapatkan 36% yang resisten terhadap antimicrobials. Dan 41% dengan kasus emergence resisten terhadap antimicroba Di bangladesh didapatkan infeksi saluran pernafasan bagian bawah di akibatkan oleh S. aureus (4.5%), S. penumonia (0.8%), H. influenzae(0.4%)

CDC melaporkan S. penumoniae yang resisten terhadap penicillin sebanyak 27.4% Study yang di lakukan di spanyol didapatkan resistennya penicilin terhadap penggunaannya sebelum 3 bulan sebanyak (95%CI. O,97-8,42) Study epidemiologi di massachusetts faktor risiko untuk resisten dilaporkan bahwa anak dirawat di rumah sakit dalam periode 3 bulan sebelumnya (95%CI 1.8-13.8)

Meta analysis dari seven cohort didapatkan ASI ekslusif dapat mengurani risiko rawat inap karena infeksi saluran pernafasan (72%)(RR0.28, 95%CI 0.14-0.54) Dari study yang di lakukan di colombia didapatkan nilai pneumonia yang bukan merupakan faktor risiko untuk ketahanan S. penumoniae terhadap penisilin (OR 3,8; 95% CI 0.9-15.4)

Keterbatasan penelitian
Beberapa kekurangan study ini adalah study ini dilakukan secara retrospektif , sehingga kemungkinan didapatkan informasi yang bias, seperti informasi terhadap penggunaan antibiotik dan penelitian ini tidak menganalisa tipe antibiotik atau durasi dalam penggunaan

Kesimpulan
Riwayat penggunaan Terapi antimicroba sebelumnya 3bulan , riwayat perawatan dirumah sakit sebelumnya 3 bulan dan penggunaan ASI < 2 bulan merupakan faktor risiko resistennya terhadap cefotaxime