Anda di halaman 1dari 25

Bahasa adalah alat verbal yang digunakan untuk berkomunikasi, sedangkan berbahasa adalah proses penyampaian informasi dalam

berkomunikasi itu. Bahasa adalah objek kajian linguistic, sedangkan berbahasa adalah objek kajian psikologi. 1. Hakikat Bahasa Para pakar linguistik deskriptif mendefinisikan bahasa sebagai satu sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat untuk berinteraksi dan mengidenfikasi diri. ( haer, 1!!"#. $atu sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer menyatakan hakikat bahasa. %efinisi bagian pertama ini menyatakan bah&a bahasa adalah suatu sistem yang bersifat sistematis dan sistemis. 'adi bahasa bukan merupakan satu sistem tunggal, melainkan dibangun oleh sejumlah subsistem (fonologi, sintaksis, dan leksikon#. $istem bahasa ini merupakan sistem lambang yang berupa bunyi. $elain itu, sistem bahasa ini juga bersifat arbitrer. (rtinya, antara lambang yang berupa bunyi itu tidak memiliki hubungan &ajib dengan konsep yang dilambangkannya. )idak ada alasan mengapa benda yang dipakai untuk duduk dinamakan kursi, dan yang diminum dinamakan air. *ata+kata tersebut tidak mempunyai alasan mengapa demikian &ujudnya. %efinisi tersebut juga menyiratkan bah&a setiap lambang bahasa, baik kata, frase, klausa, kalimat maupun &acana memiliki makna tertentu, yang bisa saja berubah pada satu &aktu tertentu. $istem simbol lisan yang arbitrer dipakai oleh masyarakat bahasa tersebut, yakni masyarakat yang memiliki bahasa itu. ,rang dari masyarakat bahasa lain tentu tidak dapat memakai sistem ini. Pemakai bahasa 1 1 1 1 1

menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antara sesama mereka, tetapi dalam berinteraksi itu mereka secara tidak sadar dikendala oleh budaya yang mereka junjung. Perilaku bahasa mereka merupakan cerminan dari budaya mereka. Penolakan terhadap kalimat Tutik mengawini Ahmad bukan disebabkan oleh kekeliruan tatabahasa, tetapi ketidaklayakan pada budaya masyarakat -ndonesia. %efinisi tambahan yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat untuk berinteraksi dan mengidenfikasi diri menyatakan fungsi bahasa dilihat dari segi sosial, yaitu bah&a bahasa itu adalah alat interaksi atau alat komunikasi di dalam masyarakat. %efinisi bahasa dari *ridalaksana bah&a. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri, dan yang sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari beberapa pakar lain, kalau dibutiri akan didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa. $ifat atau ciri itu, antara lain. a. Bahasa sebagai sistem $ebagai sebuah sistem, bahasa itu sekaligus bersifat sistematis dan sistemis. %engan sistemis, artinya, bahasa itu tersusun menurut suatu pola. tidak tersusun secara acak, secara sembarangan. $edangkan sistemis, artinya, bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub+sub sistem/ atau sistem ba&ahan. %i sini dapat disebutkan, antara lain, subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksis dan subsistem semantik. )iap unsur dalam setiap subsistem juga tersusun menurut aturan atau pola tertentu, yang secara keseluruhan membentuk satu sistem. 'ika tidak tersusun menurut aturan atau pola tertentu, maka subsistem itu pun tidak dapat berfungsi. b. Bahasa sebagai lambang 0 0 0 0 0

1ambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang dalam kegiatan ilmiah dalam bidang kajian yang disebut ilmu semiotika atau semiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tanda+tanda yang ada dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa. %alam semiotika atau semiologi (yang di (merika ditokohi oleh harles $anders Peirce dan di 2ropa oleh 3endinand de $aussure# dibedakan adanya beberapa jenis tanda, yaitu, antara lain tanda (sign#, lambang (simbol#, sinyal (signal#, gejala (symptom#, gerak isyarat (gesture#, kode, indeks, dan ikon. Berbeda dengan tanda, lambang atau simbol tidak bersifat langsung dan alamiah. 1ambang menandai sesuatu yang lain secara konvensional, tidak secara alamiah dan langsung. *arena itu lambang sering disebut bersifat arbiter, sebaliknya, tanda serperti yang sudah dibicarakan di atas, tidak bersifat arbiter. 4ang dimaksud arbiter adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat &ajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. ,leh karena itulah, 2arns assier, seorang sarjana dan

filosof mengatakan bah&a manusia adalah makhluk bersimbol (animal simbolicum#. 5ampir tidak ada kegiatan yang tidak terlepas dari simbol. )ermasuk alat komunikasi verbal yang disebut bahasa. c. Bahasa adalah bunyi *ata bunyi, yang sering sukar dibedakan dengan kata suara, sudah biasa kita dengar dalam kehidupan sehari+hari. $ecara teknis, menurut *ridalaksana (1!67.08# bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan+perubahan dalam tekanan udara. Bunyi bahasa atau bunyi uajaran ( speech sound# adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai fon dan di dalam fonemik sebagai fonem. d. Bahasa itu bermakna 7 7 7 7 7

,leh karena lambang+lambang itu mengacu pada suatu konsep, ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan bah&a bahasa itu mempunyai makna. 1ebih umum dikatakan lambang bunyi tersebut tidak punya referen, tidak punya rujukan. 9akna yang berkenaan dengan morfem dan kata disebut makna leksikal/ yang berkenaan dengan frase, klausa, dan kalimat disebut makna gramatikal/ dan yang berkenaan dengan &acana disebut makna pragmatik, atau makna konteks.

e. Bahasa itu arbiter *ata arbiter diartikan se&enang+&enang, berubah+ubah, tidak tetap, mana suka. 4ang dimaksud dengan istilah arbiter itu adalah tidak adanya hubungan &ajib antara lambang bahasa (yang ber&ujud bunyi itu# dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. 3erdinand de $aussure (1!::.:8# dalam dikotominya membedakan apa yang disebut significant (-nggris. signifier# dan signifie (-nggris. signified#. Signifiant adalah lambang bunyi itu, sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. f. Bahasa itu konvensional 9eskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbiter, tetapi penerimaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu yang bersifat konvensional. (rtinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bah&a lambang tertentu itu digunakan untuk me&akili konsep yang di&akilinya. 'adi kalau kearbiteran bahasa pada hubungan antara lambanag+lamabang bunyi dengan konsep yang dilambangkannya, maka kekonvensionalan bahasa

" " " " "

terletak pada kepatuhan para penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan konsep yang dilambangkannya. g. Bahasa itu produktif Bahasa itu dikatakan produktif, maksudnya, meskipun unsur+unsur itu terbatas, tapi dengan unsur+unsur dengan jumlahnya yang terbatas terdapat di luar satuan+satuan bahasa yang jumlahnya yang tidak terbatas, meski secara relatif sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa. *eproduktifan bahasa -ndonesia dapat juga dilihat pada jmumlah yang dapat dibuat. %engan kosa kata yang menurut *amus Besar 5uruf Bahasa -ndonesia hanya berjumlah lebih kurang :;.;;; buah, kita dapat membuat kalimat bahasa -ndonesia yang mungkin puluhan juta banyaknya, termasuk juga kalimat+kalimat yang belum pernah ada atau pernah dibuat orang. *eproduktifan bahasa memang ada batasnya dalam hal ini dapat dibedakan adanya dua macam keterbatasan, yaitu keterbatasan pada tingkat parole dan keterbatasan pada tingkat langue. *eterbatasan pada tingkat parole adalah pada ketidak la<iman atau kebelumla<iman bentuk+ bentuk yang dihasilkan. $edangkan pada tingkat langue keproduktifan itu dibatasi karena kaidah atau sistem yang berlaku. h. Bahasa itu unik =nik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. 1alu, kalau bahasa dikatakan bersifat unik., maka artinya, setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. iri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi , sistem pembentukkan kata, sistem pembentukkan kalimat, atau sistem+sistem lainnya. $alah satu keunikkan bahasa -ndonesia adalah bah&a tekanan kata tidak bersifat morfemis, melainkan sintaksis. 9aksudnya, kalau pada kata

> > > > >

tertentu di dalam kalimat kita berikan tekanan, maka makna itu tetap. 4ang berubah adalah makna keseluruhan kalimat. i. Bahasa itu universal $elain bersifat unik, yakni mempunyai sifat atau ciri masing+ masing, bahasa itu bersifat universal. (rtinya, ada ciri+ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. iri+ciri yang universal ini merupakan unsur bahasa yang paling umum, yang biasa dikaitkan dengan ciri+ciri atau sifat+sifat bahasa lain. *arena bahasa itu berupa ujaran, maka ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bah&a bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan. )etapi berapa banyak vokal dan konsonan yang dimiliki oleh setiap bahasa, bukanlah persoalan keuniversalan. Bukti dari keuniversalan bahasa adalah bah&a setiap bahasa mempunyai satuan+satuan bahasa yang bermakna, entah satuan yang maknanya kata, frase, klausa, kalimat, dan &acana. ?amun, bagaimana satuan+satuan itu terbentuk mungkin tidak sama. *alau pembentukan itu bersifat khas, hanya dimiliki sebuah bahasa maka hal itu merupakan keunikan dari bahasa. *alau ciri itu dimiliki oleh sejumlah bahasa dalam satu hukum atau satu golongan bahasa, maka ciri tersebut menjadi ciri universal dan keunikan rumpun atau subrumpun bahasa tersebut. j. Bahasa itu dinamis Bahasa adalah satu+satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu, sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat tak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa. *arena keterkaitan dan keterikatan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya kegiatan manusia tidak tetap dan berubah, maka bahasa itu juga menjadi : : : : :

ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi tidak statis. *arena itulah, bahasa itu disebut dinamis. Perubahahan yang paling jelas, dan paling banyak adalah pada bidang leksikon dan semantik. Barang kali, hampir setiap saat ada kata+kata baru muncul sebagai akibat perubahan dan ilmu, atau ada kata+kata lama yang muncul dengan makna baru. 5al ini juga dipahami, karena kata sebagai satuan bahasa terkecil, adalah sarana atau &adah untuk menampung suatu konsep yang ada dalam masyarakat bahasa. %engan terjadinya perkembangan kebudayaan, perkembangan ilmu dan teknologi, tentu bermunculan konsep+konsep baru, yang tentunya disertai &adah penampungnya, yaitu kata+kata atau istilah+istilah baru.

k. Bahasa itu bervariasi (nggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan berbagai latar belakang budaya yang tidak sama. ,leh karena itu, karena latar belakang dan lingkungannya yang tidak sama, maka bahasa yang mereka gunakan menjadi bervariasi atau beragam, dimana antara variasi atau ragam yang satu dengan yang lain sering kali mempunyai perbedaan yang besar. 9engenai variasi bahasa ini ada tiga istilah yang perlu diketahui, yaitu idiolek, dialek, dan ragam. -diolek adalah variasi atau ragam bahasa yang bersifat perseorangan. $etiap orang tentu mempunyai ciri khas bahasanya masing+masing. %ialek adalah variasi bahasa yang di gunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu &aktu. @ariasi bahasa berdasarkan tempat ini la<im disebut dengan nama dialek regional , dialek area, atau dialek geografi. $edangkan variasi bahasa yang digunakan sekelompok anggota masyarakat dengan status sosial tertentu disebut dialek sosial atau sosiolek. Aagam atau ragam bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi, keadaan, atau untuk 8 8 8 8 8

keperluan tertentu. =ntuk situasi formal digunakan ragam bahasa yang disebut ragam baku atau ragam standar, untuk situasi yang tidak formal digunakan ragam yang tidak baku atau ragam nonstandar. %ari sarana yang digunakan dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulisan. =ntuk keperluan pemakaiannya dapat dibedakan adanya ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa jujrnalistik, ragam bahasa sastra, ragam bahasa militer, dan ragam bahasa hukum. l. Bahasa itu manusiawi *alau kita menyimak kembali ciri+ciri bahasa, yang sudah dibicarakan dimuka, bah&a bahasa itu adalah sistem lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, bersifat arbitrer, bermakna, dan produktif, maka dapat dikatakan bah&a binatang tidak mempunyai bahasa. Bah&a binatang dapat berkomunikasi dengan sesama jenisnya, bahkan juga dengan manusia, adalah memang suatu kenyataan. ?amun, alat komunikasinya tidaiklah sama dengan alat komunikasi manusia, yaitu bahasa.

%ari penelitian para pakar terhadap alat komunikasi binatang bisa disimpulkan bah&a satu+satuan komunikasi yang dimiliki binatang+binatang itu bersifat tetap. $ebetulnya yang membuat alat komunikasi manusia itu, yaitu bahasa, produktif dan dinamis, dalam arti dapat dipakai untuk menyatakan sesuatu yang baru, berbeda dengan alat komunikasi binatang, yang hanya itu+itu saja dan statis , tidak dapat dipakai untuk menyatakan sesuatu yang baru, bukanlah terletak pada bahasa itu dan alat komunikasi binatang itu, melainkan pada perbedaan besar hakikat manusia dan hakikat binatang. ,leh karena itu bisa disimpulkan bah&a alat komunikasi manusia

6 6 6 6 6

yang namanya bahasa, adalah bersifat manusia&i, dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia. $ementara itu, )arigan (1!!;.0+7# mengemukakan adanya delapan prinsip dasar hakikat bahasa, yaitu (1# bahasa adalah suatu sistem, (0# bahasa adalah vokal, (7# bahasa tersusun daripada lambang+lambang arbitrari, ("# setiap bahasa bersifat unik, (># bahasa dibangun daripada kebiasaan+ kebiasaan, (:# bahasa ialah alat komunikasi, (8# bahasa berhubungan erat dengan tempatnya berada, dan (6# bahasa itu berubah+ubah. Pendapat ini tidak berbeda dengan yang dikatakan Bro&n juga dalam )arigan (1!!;.0+7# yang apabila dilihat banyak sekali persamaan gagasan mengenai bahasa itu &alaupun dengan kata+kata yang sedikit berbeda. Berikut ini merupakan hakikat bahasa menurut pendapat Bro&n yang juga dikutip dari )arigan (1!!;."#, iaitu (1# bahasa adalah suatu sistem yang sistematik, barang kali juga untuk sistem generatif, (0# bahasa adalah seperangkat lambanglambang arbitrari, (7# lambang+lambang tersebut, terutama sekali bersifat vokal tetapi mungkin juga bersifat visual, ("# lambang+lambang itu mengandung makna konvensional, (># bahasa dipergunakan sebagai alat komunikasi, (:# bahasa beroperasi dalam suatu masyarakat bahasa atau budaya, (8# bahasa pada hakikatnya bersifat kemanusiaan, &alaupun mungkin tidak terbatas pada manusia sahaja, (6# bahasa diperoleh semua orangBbangsa dengan cara yang hampirBbanyak persamaan dan (!# bahasa dan belajar bahasa mempunyai ciri kesejagatan. Bahasa dapat dilihat daripada dua aspek, iaitu hakikat dan fungsinya (?ababan, 1!!1.":#. 5akikat bahasa mengacu pada pembicaraan sistemBstruktur atau 1angue, sedangkan fungsi bahasa menyangkut pula pembicaraan proses atau parole ($aussure, 1!!7, *leden, 1!!8.7"#. 5ubungan kedekatan yang tidak dapat dipisahkan antara sistem dengan proses ini dilukiskan oleh *leden dengan kalimat. C)anpa proses sebuah struktur (sistem# akan mati, tanpa struktur (sistem# proses akan kacauC. 'adi, antara

! ! ! ! !

hakikat bahasa dan fungsi bahasa itu sendiri merupakan suatu konsep dua fungsi bahasa. 0. Fungsi-Fungsi Bahasa Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi+fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (*eraf, 1!!8. 7#. a. Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri Pada a&alnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah+ibunya. %alam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. $etelah kita de&asa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. $eorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. $ebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmu&an untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. 'adi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu. $ebagai contoh lainnya, tulisan kita dalam sebuah buku, merupakan hasil ekspresi diri kita. Pada saat kita menulis, kita tidak memikirkan siapa pembaca kita. *ita hanya menuangkan isi hati dan perasaan kita tanpa memikirkan apakah tulisan itu dipahami orang lain atau tidak. (kan tetapi, pada saat kita menulis surat kepada orang lain, kita mulai berpikir kepada siapakah surat itu akan ditujukan. *ita memilih cara berbahasa yang

1; 1; 1; 1; 1;

berbeda kepada orang yang kita hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita. Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa -a tidak perlu mempertimbangkan bahasa hanya atau untuk memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya, atau khalayak sasarannya. menggunakan kepentingannya pribadi. 3ungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya, yakni bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. $ebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang+ kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. =nsur+unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain . 1# agar menarik perhatian orang lain terhadap kita, 0# keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi Pada taraf permulaan, bahasa pada anak+anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri (Dorys *eraf, 1!!8 ."#. b. Bahasa sebagai Alat Komunikasi *omunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. *omunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. %engan komunikasi pula kita mempelajari dan me&arisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang+orang yang se<aman dengan kita. $ebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama &arga. -a mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Dorys *eraf, 1!!8 . "#.

11 11 11 11 11

Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. *ita ingin dipahami oleh orang lain. *ita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. *ita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. *ita ingin mempengaruhi orang lain. 1ebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. 'adi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. *ita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita. Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. ,leh karena itu, seringkali kita mendengar istilah bahasa yang komunikatif. 9isalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang+orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum. *ata griya, misalnya, lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau &isma. %engan kata lain, kata besar, luas, rumah, &isma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. $ebaliknya, kata+kata griya atau makro akan memberi nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional. Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. 9elalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. c. Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi osial Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman+pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman+ 10 10 10 10 10

pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang+orang lain. (nggota+anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan+ bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi+tingginya. -a memungkinkan integrasi (pembauran# yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya (Dorys *eraf, 1!!8 . >#. ara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. *ita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. *ita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman+teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. Pada saat kita mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. 9isalnya, pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Bilamanakah kita dalam berbahasa -ndonesia boleh menegur orang dengan kata *amu atau $audara atau Bapak atau (ndaE Bagi orang asing, pilihan kata itu penting agar ia diterima di dalam lingkungan pergaulan orang -ndonesia. 'angan sampai ia menggunakan kata kamu untuk menyapa seorang pejabat. %emikian pula jika kita mempelajari bahasa asing. 'angan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. %engan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut. 17 17 17 17 17

d. Bahasa sebagai Alat Kontrol osial $ebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. *ontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku+buku pelajaran dan buku+buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. eramah agama atau dak&ah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. 1ebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. *ita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang+bincang (talk sho&# di televisi dan radio. -klan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu &ujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. $emua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. %i samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. ontoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. 9enulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. )uangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur+angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang. 7. $truktur Bahasa $truktur secara bahasa adalah kaedah bagaimana sesuatu disusun, cara penyusunan (sesuatu#, susunan (sesuatu#, rangka. $edangkan struktur bahasa adalah susunan bagian+bagian kalimat atau konstituten kalimat secara linear. (dapun $truktur luar adalah susunan kalimat atau himpunan kalimat suatu teks atau bagian teks yang akan dibaca atau didengar. Pendek kata, struktur 1" 1" 1" 1" 1"

luar sama dengan struktur yang tersurat sebagaimana yang tersaji dalam kondisi siap+pakai, siap+baca. $edangkan struktur dalam dapat disebut sebagai struktur tersirat. $truktur dalam belum mengalami proses lebih lanjut dalam perumusannya. =ntuk mudahnya, dapat dikatakan bah&a struktur dalam berhubungan dengan isi. $ebagai sebuah istilah, transformasi dalam teori teks ialah perubahan struktur dalam menjadi struktur luar. 'adi, dari bentuk tersirat menjadi bentuk tersurat. 9elalui transformasi, struktur dalam menjelma menjadi struktur luar. )ahap transformasi ini menjadi bagian utama dalam teori teks. %alam teori teks, parafrase dipergunakan untuk mengembalikan struktur dalam, mengembalikan struktur bergaya menjadi struktur yang sederhana. Parafrase membuka jalan untuk mengetahui deviasi dan foregrounding yang terdapat pada struktur luar. (pa yang tersirat dalam struktur luar tidak senantiasa dapat diterangkan melalui parafrase saja. Penjelasan lebih lanjut masih diperlukan mengenai konteks dan situasi serta kondisinya, yakni hal+hal yang ada sangkut+pautnya dengan struktur luar dan struktur dalam tersebut. ,leh karena itu, interpretasi diperlukan. 5al ini disebabkan bah&a interpretasi merupakan penjelasan struktur dalam berdasarkan atau memperhatikan konteksnya. ,leh karena itu, dengan kata lain struktur luar adalah struktur kalimat itu ketika diucapkan yang dapat kita dengar. 'adi, bersifat konkrit 9enurut teori ini di dalam otak kita terdapat satu peringkat representasi yang abstrak untuk kalimat yang kita lahirkan. Aepresentasi struktur dalam yang abstrak ini dihubungkan oleh rumus+rumus transformasi dengan representasi struktur luar, yaitu kalimat+kalimat yang kita dengar atau kita lahirkan. Perhatikan bagan berikut. !"#K!#"-$#A" (Aepresentasi fonetik kalimat#

1> 1> 1> 1> 1>

9ulut

"umus-rumus !ransformasi ,tak

!"#K!#"-DA$A% (Aepresentasi dalam . (bstrak# =ntuk 9emahami bagan tersebut, simaklah dua kalimat berikut . (1# 9urid itu mudah diajar (0# 9urid itu senang diajar *alimat (1# dan kalimat (0# memiliki struktur luar yang sama *alimat (1# *

3?

3@

? Murid *alimat (0#

(rt itu

( Mudah

@ diajar

3?

3@ 1: 1: 1: 1: 1:

? Murid *eterangan . * 3? 3@ ( (rt

(rt itu

( Senang

@ diajar

F *alimat F 3rase ?ominal F 3rase @erbal F (djektiva F (rtikel %ari kedua diagram pohon itu tampak bah&a struktur luar kalimat 1 dan

kalimat 0 adalah percis sama. ?amun, kita, sebagai penutur bahasa indonesia dapat merasakan bah&a yang mengalami sesuatu sebagai akibat murid itu diajar adalah dua pihak yang berlainan. Pada kalimat 1 yang mengalami sesuatu yang mudah adalah yang mengajar murid itu. $edangkan pada kalimat 0 yang mengalami rasa senang adalah muriditu, bukan yang mengajar. $uatu tata bahasa yang memadai harus mampu memberi keterangan struktural mengapa kedua kalimat itu berbeda sebagaimana yang dirasakan oleh penutur asli bahasa itu. 9aka, dalam hal kalimat 1 dan kalimat 0 di atas, meskipun struktur luarnya sama, tetapi struktur dalamnya jauh berbeda. ". &roses Berbahasa Proses berbahasa merupakan gabungan berurutan antara dua proses, yaitu proses produktif dan proses reseptif ( haer, 0;;7.">#. Proses produktif terjadi pada penutur yang menghasilkan kode+kode bahasa yang memiliki makna. $edangkan proses reseptif terjadi pada mitra tutur yang ditandai 18 18 18 18 18

dengan menangkap kode+kode bahasa dari penutur, lengkap dengan maknanya. Penutur yang menghasilkan kode+kode melalui organ tutur dan diterima oleh mitra tutur melalui organ pendengaran. Proses produksi atau juga bisa disebut enkode memiliki tahapan proses bera&al dari enkode semantik, yakni proses penyusunan konsep, ide, atau pengertian. %ilanjutkan dengan enkode gramatikal, yakni menyusun enkode semantik ke dalam susunan gramatikal. $elanjutnya adalah enkode fonologi, yakni penyusunan unsur bunyi dari kode itu. Proses reseptif atau disebut juga dekode memiliki tahapan dari dekode fonologi, dekode gramatikal, dan dekode semantik. Dekode fonologi merupakan proses menerima bunyi+bunyi tersebut melalui organ pendengaran. *emudian lanjut dengan dekode gramatikal, yakni memahami bunyi sebagai satuan gramatikal. $elanjutnya adalah dekode semantik, yakni memahami konsep, ide, atau pengertian dari kode+kode bahasa tersebut. Proses berbahasa produktif dan reseptif dapat dianalisis dengan pendekatan perilaku dan pendekatan kognitif. %alam psikolinguistik, aspek reseptif lebih banyak disorot dan dibicarakan oleh pakar psikolinguistik (Parera dalam haer, 0;;7. ":#. Aeseptif merupakan aspek yang lebih mudah dikenali daripada aspek produktif, yakni dengan cara mengamati reseptif setelah menerima isyarat bahasa. *onsep dari enkode dan dekode ini adalah pengomunikasian makna dari penutur ke mitra tutur. %engan demikian dapat diartikan bah&a, setiap orang yang sedang berkomunikasi, pada dasar sama+sama menyampaikan makna dengan dikemas secara berurutan, yakni bagi penutur 1# enkode semantik, 0# enkode gramatikal, dan 7# enkode fonologi. $edangkan bagi mitra tutur 7# dekode fonologi, 0# dekode gramatikal, dan 1# dekode semantik. a. Komponen intaksis $intaksis adalah cabang linguistik yang membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan Gainal (riffin (0;;6.1#. $intaksis merupakan 16 16 16 16 16

komponen sentral dalam pembentukan kalimat disamping komponen semantik dan komponen fonologi. )ugas utama komponen sintaksis adalah menentukkan hubungan antar pola+pola bunyi bahasa itu dengan makna+ maknanya dengan cara mengatur urutan kata+kata yang membentuk frase atau kalimat itu agar sesuai dengan makna yang diinginkan penuturnya (H..7!#. ara kerja komponen sintaksis, misal pada kalimat (1# 9obil itu menabrak pemulung itu. $etiap penutur bahasa -ndonesia dengan kompetensinya mengenai bahasa -ndonesia yang telah dinuranikan akan mampu menentukkan hal berikut. a. *alimat (1# di atas tergolong baik dan lengkap b. *alimat (1# terdiri dari beberapa kata c. %alam kalimat (1# mobil dan pemulung tergolong nominal, menabrak tergolong verba, dan itu adalah menunjukkan sesuatu yang dimaksud. d. $etiap penutur bahasa -ndonesia jika akan memanggal suatu kalimat pastilah cara pemenggalannya sebagai berikut. + + + + 9obil ituB menabrak pemulung itu )idak mungkin menjadi 9obil itu menabrakB pemulung itu atau 9obilB itu menabrak pemulung itu

'adi, setiap penutur bahasa -ndonesia akan merasakan bah&a kata itu yang pertama lebih natural bergabung kata mobil dari pada dengan kata menabrak. *emampuan seperti ini menunjukkan tata bahasa -ndonesia yang dinuranikan secara tidak sadar. Bagian+bagian dari kalimat (1#, yakni 3?I@I3? dengan rincian sebagai berikut. 3rase ?ominal (3?# . 9obil itu 1! 1! 1! 1! 1!

@erba

(@# .9enambrak

3rase ?ominal (3?# . Pemulung itu %engan demikian, organisasi kalimat (1#, yang sesuai dengan kompetensi bahasa -ndonesia merupakan satu hierarki sebagi berikut
1 0 7 " > ? 9obil 3? (rt itu @ menabrak (*# *(1-9() 3@ 3? ? pemulung (rt itu

0; 0; 0; 0; 0;

5ierarki *alimat (1# jika digambarkan dengan diagram pohon sebagai berikut. *

3? ? (rt @

3@ 3? ? (rt

*uda

-tu menendang

Petani

-tu

%ari bagan tersebut terlihat bah&a komponen sintaksis membentuk suatu kalimat berdasarkan urutan dan organisasi kata+kata yang diatur oleh rumus kebetulan sama dengan penanda frase (P3# struktur luarnya, sehingga kalimat itu mudah dipahami. ?amun, pada umunya banyak praktik kebahasaan yang struktur dalam dan struktur luarnya berbeda. b. *omponen $emantik )eori linguistik generatif transformasi standar mengakui bah&a makna suatu kalimat sangat tergantung pada beberapa faktor yang saling berkaitan dengan lainnya. 3aktor+faktor itu antara lain (a# makna leksikal kata yang membentuk kalimat, (b# urutan kata dalam organisasi kalimat, (c# intonasi, cara kalimat diucapkan atau dituliskan, (d# konteks situasi tempat kalimat itu diucapkan, (c# kalimat sebelum dan sesudah yang menyertai kalimat itu, dan (f# faktor+faktor lain. =mpamanya kalimat

01 01 01 01 01

kucing makan tikus mati dengan intonasiBjeda seperti berikut menjadi berbeda maknanya. (1# *ucing B makan tikus mati. (0# *ucing makan B tikus mati. (7# *ucing makan tikus B mati. *alimat di atas menjadi semakin rumit karena banyak kata memiliki dari satu makna, dan makna ini pun bisa saja terlepas apabila kata itu berada dalam konteks frase yang berlainan. =mpamanya kata manis secara leksikal mengacu pada rasa seperti rasa gula/ tetapi dapat juga bermakna JbaikC, JmenarikC, JcantikC dan sebagainya. *ata manis pada kalimat ("# masih bermakna ganda JcantikC, atau Jbaik hatiC. ?amun, pada kalimat (># dan kalimat (:# sudah agak tertentu, yaitu JcantikC untuk kalimat (># dan Jbaik hatiC untuk kalimat (:#. ("# Dadis itu sangat manis. (># Dadis itu sangat manis rupanya. (:# Dadis itu sangat manis budinya. =ntuk bisa menghasilkan kalimat yang gramatikal dan berterima secara semantik, teori linguistik generatif transformasi standar mengajukan teori fitur+fitur semantik (semantics features# atau disebut juga penanda semantik (semantics marker#. )eori ini mengansumsikan bah&a setiap kata memiliki sejumlah fitur semantik yang membentuk keseluruhan makna kata itu. =mpamanya kata bapak memiliki fitur KIbendaL, KIkonkretL, KImanusiaL, KIde&asaL, KIlaki+lakiL, KImenikahL, dan KIberanakL. $edangkan kata ibu memiliki fitur+fitur KIbendaL, KIkonkretL, KImanusiaL, KIde&asaL, K+laki+lakiL, KImenikahL, dan KIberanakL. %ari fitur+fitur yang yang disebut, tampak bedanya bapak dan ibu. *alau bapak memiliki fitur

00 00 00 00 00

KIlaki+lakiL, sedangkan ibu memiliki fiturK+laki+lakiL. *arena itulah, makna kalimat (8# berterima, sedangkan kalimat (6# tidak berterima.

(8# -bu itu sedang hamil. (6# MBapak itu sedang hamil. Pengenalan fitur+fitur semantik ini sebenarnya juga telah ternuranikan oleh setiap penutur suatu bahasa sebagai bagian dari kompetensi bahasanya. ,leh karena itu, setiap penutur suatu bahasa dapat mengenal mana kalimat yang secara semantik berterima dan mana pula yang tidak berterima. )eori linguistik generatif transformasi standar dan yang diperluas menyatakan adanya komponen semantik ini sebagai komponen dalam otak yang terpisah dari komponen sintaksis dengan garis yang tegas. ?amun, sejumlah pakar pengikut generatif transformasi yang lain menganggap kedua komponen itu, sintaksis dan semantik, tidak mempunyai garis pemisah yang tegas. c. *omponen 3onologi 4ang dimaksud dengan komponen fonologi adalah sistem bunyi suatu bahasa. *omponen fonologi ini, sebagai komponen ketiga dalam tata bahasa generatif transformasi memiliki rumus+rumus fonologi yang bertugas mengubah struktur+luar sintaksis menjadi representasi fonetik yaitu bunyi+bunyi bahasa yang kita dengar yang diucapkan oleh seorang penutur. =ntuk dapat memahami bagaimana cara kerja rumus+rumus fonologi itu kita perlu mengenal dulu representasi fonetik itu. *alau kita mendengar kata+kata (baraN#, (balaN#, (bOraN#, (paraN#, (palaN#, dan (pOraN# diucapkan, maka kita dapat mencatat bah&a pada 07 07 07 07 07

ketiga kata pertama terdapat bunyi KbL pada a&al katanya. Pada ketiga kata berikutnya terdapat bunyi KpL pada a&al katanya. *ata pertama dan kata kedua bunyinya hampir sama. Perbedaannya terletak pada bunyi ketiga yaitu KrL pada kata pertama dan KlL pada kata kedua. *ata pertama dan ketiga bunyinya juga hampir sama, perbedaannya hanya terletak pada pada bunyi kedua, yaitu KaL kata pertama dan KOL pada kata ketiga. $edangkan kalau kita bandingkan kata kelima dan keenam, maka kita lihat ada 0 buah bunyi yang berbeda, yaitu pada kata kelima bunyi kedua dan ketiganya berupa KaL dan KlL, sedangkan pada kata keenam bunyi kedua dan ketiganya berupa KeL dan KrL. Bunyi+bunyi yang membentuk kata ini disebut unit bunyi, segmen fonetik, atau dalam studi fonologi disebut fon. =nit bunyi, segmen fonetik, atau fon yang membentuk kata ini di dalam studi fonologi, dideskripsikan berdasarkan tempat dan cara artikulasinya. 9isalnya kata KbaraNL dan KparaNL yang mirip, dan masing+ masing dibangun oleh lima buah fon, letak bedanya hanya pada fon pertama yaitu KbL dan KpL. *edua fon ini termasuk bunyi hambat bilabial. Bedanya bunyi KbL dalah bersuara dan bunyi KpL adalah bunyi tak bersuara. %alam studi fonologi ciri+ciri bunyi itu disebut fitur+fitur, dan ciri bunyi yang membedakan disebut fitur distingtif. Pertanyaannya sekarang apa yang dimaksud dengan rumus+rumus fonologiE =ntuk dapat memahaminya mari kita ambil contoh kata gerobak dalam bahasa -ndonesia. Bunyi KkL pada akhir kata gerobak itu paling tidak dipresentasikan menjadi KkL, KgL, dan KEL, sehingga lafalnya. PgerobakQ FFFFFFQ 1. Kg O robakL 0. Kg O robagL 7. Kg O robaEL 9eskipun ucapannya berbeda, tetapi maknanya tidak berubah. *etiga bunyi akhir itu KkL, KgL, dan KEL hanya dilambangkan sebagai satu bunyi saja di dalam otak manusia -ndonesia, yaitu BkB sebagai sebuah 0" 0" 0" 0" 0"

fonem. %alam kajian fonologi taksonomi, fonem dianggap sebagai satuan bunyi terkecil, tetapi didalam kajian fonologi generatif dianggap sebagai bunyi yang masih bisa dipecah atas beberapa fitur distingtif. %ari keterangan di atas bisa dikatakan komponen fonologi mempunyai 0 peringkat, yaitu dalam dan luar. Peringkat dalam berupa abstraksi dari representasi fonetik yang berada di peringkat luar. *edua peringkat ini dihubungkan oleh rumus fonologi. $ebagai contoh kata gerobak dalam bahasa -ndonesia yang bentuk pada peringkat dalamnya BgOrobakB, tetapi dalam bentuk peringkat luarnya seperti orang di 'akarta adalah KgOrobagL.

%(3)(A A232A2?$haer, (bdul. 0;;7. Psikolinguistik Kajian Teoritik. 'akarta. Aineka ipta. *hairil. 0;11. 5akikat dan 3ungsi Bahasa dalam http.BBkhairilusman.&ordpress.comB0;11B11B10Bhakikat+dan+fungsi+ bahasaB. %iakses pada tanggal 18 $eptember 0;10. 1uthfi, 5ikmatul. 0;;6. $truktur 1uar dalam http.BBbebaslandas.blogspot.comB0;;6B11Bstruktur+luar+pengertian+struktur+ luar.html. %iakses pada tanggal 1: $eptember 0;10. 9ustyka. 0;11. Bahasa dan Berbahasa dalam http.BBmustyka+ mustyka.blogspot.comB0;11B10Bcontoh+makalah+bahasa+dan+ berbahasa.html. %iakses pada tanggal 18 $eptember 0;10. Aamlan. 0;1;. 5akikat Bahasa dalam %iakses http.BBramlannarie.&ordpress.comB0;1;B;:B;!Bhakikat+bahasaB. pada tanggal 18 $eptember 0;10.

0> 0> 0> 0> 0>