P. 1
Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo Dan Alas

Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo Dan Alas

|Views: 1,975|Likes:
Dipublikasikan oleh I LOVE GAYO
Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo Dan Alas
Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo Dan Alas

More info:

Published by: I LOVE GAYO on Sep 28, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

imetaan Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas

BIBLIOTHEEK KITLV

0050 6988

T I D A K DIPERDAGANGKAN U N T U K U M U M

Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas

. Uo o

Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas

Oleh Osra M. Akbar Wamad Abdullah Surya Nola Latif Syech Ahmaddin

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1985
iii

nak cipta pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Naskah buku ini semula merupakan hasil Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Istimewa Aceh 1982/1983, disunting dan diterbitkan dengan dana Proyek Penelitian Pusat. Staf1 inti Proyek Pusat: Dra. Sri Sukesi Adiwimarta (Pemimpin), Drs. Hasjmi Dini (Bendaharawan), Drs. Lukman Hakim (Sekretaris). Sebagian atau seluruh isi buku ini dilarang digunakan atau diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah. Alamat penerbit : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun Jakarta Timur. iv

KATA PENGANTAR Mulai tahun kedua Pembangunan Lima Tahun I, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa turut berperan di dalam berbagai kegiatan kebahasaan sejalan dengan garis kebijakan pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Masalah kebahasaan dan kesusastraan merupakan salah satu segi masalah kebudayaan nasional yang perlu ditangani dengan sungguh-sungguh dan berencana agar tujuan akhir pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia dan bahasa daerah — termasuk susastranya — tercapai. Tujuan akhir itu adalah kelengkapan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi nasional yang baik bagi masyarakat luas serta pemakaian bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan baik dan benar untuk berbagai tujuan oleh lapisan masyarakat bahasa Indonesia. Untuk mencapai tujuan itu perlu dilakukan berjenis kegiatan seperti (1) pembakuan bahasa, (2) penyuluhan bahasa melalui berbagai sarana, (3) penerjemalian karya kebahasaan dan karya kesusastraan dari berbagai sumber ke dalam bahasa Indonesia, (4) pelipatgandaan informasi melalui penelitian bahasa dan susastra, dan (5) pengembangan tenaga kebahasaan dan jaringan informasi. Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, dibentuklah oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penelitian Bahasa'dan Sastra Indonesia dan Daerah, Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah, di lingkungan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sejak tahun 1976, Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah di Jakarta, sebagai Proyek Pusat, dibantu oleh sepuluh Proyek Penelitian di daerah yang berkedudukan di propinsi (1) Daerah Istimewa Aceh, (2) Sumatra Barat, (3) Sumatra Selatan, (4) Jawa Barat, (5) Daerah Istimewa v

Yogyakarta, (6) Jawa Timur, (7) Kalimantan Selatan, (8) Sulawesi Selatan, (9) Sulawesi Utara, dan (10) Bali. Kemudian, pada tahun 1981 ditambahkan proyek penelitian bahasa di lima propinsi yang lain, yaitu (1) Sumatra Utara, (2) Kalimantan Barat, (3) Riau, (4) Sulawesi Tengah, dan (5) Maluku. Dua tahun kemudian, pada tahun 1983, Proyek Penelitian di daerah diperluas lagi dengan lima propinsi, yaitu (1) Jawa Tengah, (2) Lampung, (3) Kalimantan Tengah, (4) Irian Jaya, dan (5) Nusa Tenggara Timur. Maka pada saat ini, ada dua puluh proyek penelitian bahasa di daerah di samping proyek pusat yang berkedudukan di Jakarta. Naskah laporan penelitian yang telah dinilai dan disunting diterbitkan sekarang agar dapat dimanfaatkan oleh para ahli dan anggota masyrakat luas. Naskah yang berjudul Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas disusun oleh regu peneliti yang terdiri atas anggota-anggota : Oscar M. Akbar, Wamad Abdullah, Surya Nola Latif, dan Syech Ahmaddin yang mendapat bantuan Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Istimewa Aceh tahun 1982/1983. Naskah itu disunting oleh Hermanoe Maulana dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kepada Pemimpin Proyek Penelitian dengan stafnya yang memungkinkan penerbitan buku ini, para peneliti, penilai, dan penyunting, saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, April 1985.

Anton M. Moeliono Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

vi

PRAKAIA Dengan jujur, tim mengakui bahwa hasil penelitian pemetaan bahasa Aceh, Gayo, dan Alas yang berbentuk buku laporan ini belum lagi memuaskan; namun, kami percaya bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan pegangan untuk penelitian berikutnya. Di samping kekurangan-kekurangan yang terdapat di dalamnya, kami yakin bahwa manfaatnya pun banyak pula yang dapat dipetik. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada: a. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendikan dan Kebudayaan, dan b. Pemimpin Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, baik Pusat maupun Daerah Istimewa Aceh, atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk melaksanakan penelitian ini. Ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kami sampaikan pula kepada: a. Dekan Fakultas Keguruan Universitas Syiah Kuala atas izin yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan penelitian atas nama Fakultas Keguruan, b. Semua Walikota/Bupati Kepala Daerah Tingkat II di dalam Propinsi Daerah T«*fcw«n»a Aceh, c. Kepala Kantor Statistik Propinsi Daerah Istimewa Aceh, dan d. Para informan yang telah memberikan bantuan yang tidak ternilai harganya. Tanna hantnan mp»to 'aporan ini tidak akan selesai disusun. ^ami mengharapKan semoga hasil penelitian ini ada manlaatnya bagi dunia kebahasaan Indonesia.

Darussalam, Banda Aceh, Januari 1983

Ketua Tim Peneliti

vii

DAFTAR ISI Halaman KATAPENGANTAR PRAKATA DAFTAR ISI DAFTARPETA DAFTAR TABEL DAFTAR SINGKATAN PETA PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH Bab 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 I Pendahuluan Latar Belakang dan Masalah Tujuan dan Hasil yang Diperoleh Kerangka Teori yang Dipakai sebagai Acuan Metode dan Teknik Populasi dan Sampel Hambatan-hambatan dalam Penelitian v vü ix xi xiii XV xvii 1 1 3 3 4 5 5 7 7 8 9 15 16 18 21 21

Bab II Bahasa Aceh 2.1 Latar Belakang Sosial Budaya 2.2 Lokasi Bahasa Aceh dan Dialek 2.2.1 Pemetaan Bahasa Aceh 2.2.2 Pemetaan Dialek-dialek Bahasa Aceh 2.2.2.1 Aspek Fonologi 2.3 Perkiraan Jumlah Penutur Bab 3.1 UI Bahasa Gayo Latar Belakang Sosial Budaya

ix

3.2 Lokasi Bahasa Gayo dan Dialek 3.2.1 Pemetaan Bahasa Gayo 3.2.2 Pemetaan Dialek-dialek Bahasa Gayo 3.2.2.1 Aspek Fonologis 3.2.2.2 Aspek Sintaksis 3.2.2.3 Kesimpulan Bab IV Bahasa Alas 4.1 Latar Belakang Sosial Budaya 4.2 Lokasi Bahasa Alas dan Dialek 4.2.1 Pemetaan Bahasa Alas 4.2.2 Pemetaan Dialek-dialek Bahasa Alas 4.2.2.1 Aspek Fonologi 4.2.2.2 Aspek Sintaksis 4.2.2.3 Kesimpulan Bab V Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Pemetaan Bahasa Aceh 5.1.2 Pemetaan Bahasa Gayo 5.1.3 Pemetaan Bahasa Alas 5.1.4 Pemetaan Ketiga Bahasa: Aceh, Gayo, dan Alas 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1 NAMA-NAMA KECAMATAN DALAM PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH LAMPIRAN 2 KABUPATEN ACEH TIMUR LAMPIRAN 3 REKAMAN DATA LAMPIRAN 4 INSTRUMEN PENELITIAN

23 25 28 28 34 37 38 38 40 40 42 42 50 52 54 54 54 54 55 55 56 58 60 63 64 117

x

DAFTAR PETA Halaman 1. Peta Kabupaten-kabupaten dalam Propinsi Daerah Istimewa Aceh . 2. Peta Propinsi Daerah Istimewa Aceh dengan Nomor Kode Kecamatan 3. Peta Lokasi Penutur Bahasa Aceh 4. Peta Lokasi Dialek-dialek Bahasa Gayo 5. Peta Kabupaten Aceh Tenggara 6. Peta Lokasi Dialek-dialek Bahasa Alas 7. Peta Lokasi Bahasa-bahasa Aceh, Gayo, dan Alas 11 12 20 27 41 53 57

xi

DAFTAR TABEL Halaman 1. Jumlah Penutur Bahasa Aceh di Delapan Daerah Tingkat II 2. Nama-nama Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tengah dan Jumlah Penduduk 3. Nama-nama Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tenggara yang Bertutur Dialek Gayo Lues 4. Jumlah Penutur Dialek-dialek Bahasa Gayo 5. Penduduk Kabupaten Aceh Tenggara Berdasarkan Sensus Nasional 1980 6. Perincian Penutur Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas 19 22 23 25 39 55

xiii

DAFTAR SINGKATAN

IND BA BG

Indonesia

— Bahasa Aceh — Bahasa Gayo

BAL — Bahasa Alas GLA GLU GSJ Dialek Gayo Laut/Lut Dialek Gayo Lues Dialek Gayo Serbajadi

XV

PETA DAERAH ISTIMEWA ACEH UKURAN 1500.000 /

- .*_
A K i p ; rVt<5. '

!

\

xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah

1.1.1 Latar Belakang Daerah Istimewa Aceh, suatu propinsi yang berpenduduk 2.610.528 jiwa, terletak di paling ujung utara Pulau Sumatra. Wilayah ini terdiri dari dataran rendah di sepanjang pantai barat dan timur. Di bahagian tengah tanahnya berbukit-bukit dan berlembah-lembah. Letak geografis propinsi yang luasnya 55.390,00 km2 ini ialah 2° - 6° Lintang Utara dan 95° - 98° Bujur Timur, dan dengan tinggi rata-rata 125 meter di atas permukaan laut. Propinsi ini, di sebelah utara dan timur berbatasan dengan Selat Sumatra/ Malaka, di sebelah barat dengan Samudera Indonesia/Hindia, dan di sebelah selatan dengan Propinsi Sumatra Utara. Hingga sekarang propinsi istimewa ini terdiri dari 10 Daerah Tingkat II, yaitu: (1) Kotamadya Banda Aceh, 1 kecamatan; (2) Kotamadya Sabang, 2 kecamatan; (3) Kabupaten Aceh Besar, 14 kecamatan; (4) Kabupaten Pidie, 23 kecamatan; (5) Kabupaten Aceh Utara, 23 kecamatan; (6) Kabupaten Aceh Timur, 16 kecamatan; (7) Kabupaten Aceh Barat, 19 kecamatan; (8) Kabupaten Aceh Selatan, 18 kecamatan; (9) Kabupaten Aceh Tengah, 7 kecamatan; (10) Kabupaten Aceh Tenggara, 9 kecamatan. Nama semua kecamatan adalah sebagai berikut (Lihat Lampiran 1). Wilayah Propinsi Aceh bukan saja kaya dengan hasil hutan dan bahan mineral, melainkan juga dengan bahasa-bahasa daerah. Esser (1951:1) dalam

1

2
tulisannya mengenai bahasa-bahasa di kepulauan Nusantara menyebutkan hanya empat bahasa di Aceh, yaitu bahasa-bahasa Aceh, Gayo, Alas, dan Semalur. Voorhoeve (1955:5) bahkan tidak menyinggung adanya bahasa Alas. Menurutnya, hanya ada bahasa-bahasa Aceh, Gayo, Simalur, dan Sikhule. Berdasarkan Lembaga Sejarah dan Purbakala Departemen P dan K (Hasan, 1980:12) terdapat sebelas suku bangsa di Propinsi Daerah Istimewa Aceh, yaitu Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Singkel, Aneuk Jamee, Kuet, Pulau, Jawa, Batak, dan Campuran Aceh dan Aneuk Jamee. Dari sebelas suku bangsa ini, Jawa dan Batak adalah suku pendatang. Suku bangsa Pulau lebih dikenal dan resmi disebut "orang Pulo Banyak" yang berdomisili di Pulau-pulau Banyak. Hasan tidak menginventarisasi suku-suku di Pulau Simeulue, di pulau mana terdapat dua bahasa daerah, yaitu Defayan, yang dikenal sebagai bahasa Simeulue, dan bahasa Sigulai. Seperti diutarakan di atas, Voorhoeve menyebut kedua bahasa ini sebagai bahasa Simalur dan bahasa Sikhule. Untuk sementara jelaslah, sebelum penelitian mengenai bahasa-bahasa daerah di wilayah Aceh terselesaikan, di daerah ini terdapat sepuluh bahasa daerah, yang dua diantaranya, yaitu bahasa Aneuk Jamee, yang oleh sementara ahli bahasa dianggap merupakan dialek bahasa Minangkabau, dan bahasa Tamiang, yang asalnya merupakan dialek dari bahasa Melayu Deli. Namun, bersama waktu yang terus berpacu, kedua bahasa ini menyerap katakata dari bahasa-bahasa daerah yang bertetangga dengannya sehingga sifat kesamaan dengan bahasa induk sudah bertambah jauh. Eksistensi bahasa seperti bahasa Kluet, Aneuk Jamee, dan Singkel senantiasa ditunjang oleh proses sejarah; maka, pelenyapannya pun akan "dimakan" oleh evolusi sejarah. Kemajuan teknologi yang lambat laun dirasakan sampai ke pelosok terpencil membuat insan Indonesia turut berpacu menikmatinya. Desa-desa terpencil telah dimasuki oleh kebutuhan hidup yang mutakhir. Pelbagai perbendaharaan kata baru menyusup ke dalam bahasabahasa daerah. Jelasnya, setiap kontak memerlukan suatu alat penyampai maksud, yaitu suatu bahasa yang saling dipahami oleh para penutur. 1.1.2 Masalah Jika pemetaan suatu bahasa dilaksanakan 50 tahun yang lalu, hasilnya mungkin tidak akan sama dengan hasil pelaksanaan tahun ini. Juga mungkin hasilnya tidak akan sama jika dilaksanakan pada 50 tahun mendatang. Mengenai kondisi dialek pun akan berubah, semakin bertambah murni atau semakin pudar dari kepribadian masing-masing.

3
Hasan (1980:12) telah memetakan daerah kediaman asli suku-suku bangsa di Aceh berdasarkan sumber Lembaga Sejarah dan Purbakala Departemen P & K, tetapi tidak mengungkapkan kondisi dialek dan pemetaannya. Di antara sepuluh bahasa itu, bahasa-bahasa Aceh, Gayo, dan Alas adalah bahasa yang lebih banyak pennuturnya. Inilah suatu alasan logis untuk mendahulukan pemetaan ketiga bahasa itu. 1.2 Tujuan dan Hasil yang Diperoleh

Penelitian ini bertolak dari pembahasan latar belakang sosial budaya hingga penemuan lokasi bahasa dan dialek-dialek. Pembedaan antara satu dialek dengan yang lain di dalam satu bahasa didasarkan pada perbedaan kosa kata, pengucapan, dan struktur kalimat. Dari analisis data diperoleh hasil yang mendeskripsikan lokasi bahasa dan dialek-dialek itu. Pemetaan masing-masing bahasa mula-mula dilakukan secara terpisah, kemudian disajikan dalam suatu peta. Dalam pemetaan ini dipergunakan model peta wilayah Aceh yang diterbitkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Setiap angka mengenai jumlah penduduk dan statistik lainnya diperoleh dari Kantor Statistik Propinsi Daerah Istimewa Aceh, dan setiap angka menyatakan hasil sensus penduduk tahun 1980. Hasil yang diperoleh ialah suatu pemetaan yang relatif lengkap dan sempurna, yang tentunya berbeda dengan hasil terdahulu, dan mungkin juga akan berbeda dengan hasil apabila tugas yang sama akan dilaksanakan dalam kurun waktu 10—15 tahun yang akan datang. 1.3 Kerangka Teori yang Dipakai sebagai Acuan

Pendapat Ayatrohaedi (1979:5) yang mengungkapkan bahwa penentuan batas-batas pemakaian suatu bahasa amat erat hubungannya dengan keadaan alam, (suku) bangsa, dan keadaan di daerah-daerah yang bersangkutan benarbenar merupakan suatu kenyataan. Perbedaan antara dua dialek yang letak geografis bertetangga tidak pernah tajam, bahkan jika kurang diperhatikan hampir tidak ada perbedaannya. Suatu dialek akan terbina terus secara murni apabila tidak ada pendatang atau dalam kurun waktu yang panjang komunikasi tertutup dengan dunia luar. Sebaliknya, kemurnian dialek akan pudar apabila bercampur dengan penutur pendatang dan dimasuki kemutakhiran teknologi. Mengingat hampir 100% penduduk asli daerah Aceh atau "orang Aceh" beragama Islam, maka 100 kata Indonesia yang berasal dari bahasa Arab di-

4
kemukakan di dalam instrumen penelitian. Melalui kosa kata ini diperoleh informasi bahwa sebahagian besar kata-kata ini diterima tanpa perubahan atau hanya berbeda dalam variasi pengucapan masing-masing dialek. Usaha untuk menjelaskan dua lingkungan yang berbeda dengan alat bantu isoglos atau watas kata tampaknya tidak terealisasi karena pada umumnya sebahagian besar perbedaan kosa kata antara dialek-dialek hanya terjadi pada pengucapan. Kalau pun terjadi pada perbedaan kata, kata yang berbeda itu sebenarnya juga dikenal atau dipakai pada dialek lain, atau sekurang-kurangnya saling dipahami.

1.4

Metode dan Teknik

Pengumpulan data dilakukan melalui metode pupuan sinurat dan pupuan lisan. Dalam pelaksanaan pupuan sinurat diajukan 350 perkataan yang terdiri dari 200 kata bahasa Indonesia (Kelompok A), 100 kata serapan dari bahasa Arab (Kelompok B), dan masing-masing 25 kata sebagpi serapan dari bahasa Belanda (Kelompok C) dan bahasa asing lainnya (Kelompok D). Dalam hal ini, para pembahan menuliskan jawaban atas semua pertanyaan. Dalam melaksanakan pupuan lisan diajukan pertanyaan yang sama. Metode ini bertujuan merekam ucapan para pembahan atau peneliti mencatat langsung ke dalam bentuk transkripsi fonemik. Menimbang bahwa kosa kata bahasa Indonesia sendiri terdiri dari banyak unsur serapan pelbagai bahasa yang diteliti juga mengalami proses yang sama, maka kata-kata yang diajukan dikelompokkan seperti telah tersusun pada instrumen Penelitian. Juga, mengingat betapa sukarnya membedakan asalusul kata-kata yang sudah menjadi baku di dalam bahasa Indonesia, maka semua kosa kata berikut dipandang sebagai bahasa Indonesia asli: (1) yang berasal dari rumpun Austronesia atau Melayu-Polinesia; (2) yang berasal dari Hindia Belakang termasuk Melayu Kontinental; (3) yang berasal dari bahasa Sanskerta yang diserap bersamaan dengan penyebaran agama Hindu dan Buddha; (4) yang berasal dari bahasa Jawa Kuno yang sebahagian besar juga bersumber dari bahasa Sanskerta; (5) yang berasal dari bahasa Melayu. Di samping itu, juga diinstrumenkan kata-kata yang berasal dari bahasa Arab, Belanda, dan Asing lainnya yang sudah umum dipakai di dalam masyarakat.

5 1S Populasi dan Sampel

1.5.1 Populasi Populasi penelitian adalah penutur-penutur asli bahasa-bahasa Aceh, Gayo, dan Alas yang berdomisili di seluruh wilayah tutur ketiga bahasa. 1.5.2 Sampel Dalam usaha mengumpulkan data yang terpercaya, para peneliti berhasil memupu pembahan-pembahan yang memenuhi persyaratan. Dari para pembahan ini dapat diinventarisasi data primer selengkap mungkin. Jumlah pembahan untuk masing-masing bahasa adalah sebagai berikut. (1) Bahasa Aceh 42 orang. Yang menjawab lengkap semua pertanyaan hanya 16 orang. (2) Bahasa Gayo. 18 orang. Yang menjawab lengkap semua pertanyaan hanya 7 orang. (3) Bahasa Alas 12 orang. Yang menjawab lengkap semua pertanyaan 6 orang. Umumnya, para pembahan berusia antara 38—54 tahun; hanya seorang berpendidikan Sarjana Muda, selebihnya berpendidikan setinggi-tingginya SMTA. Kecuali pembahan lulusan SM, pembahan lainnya belum pernah bepergian atau tinggal lebih dari 6 bulan di luar wilayah Aceh, bahkan ada yang tidak pernah meninggalkan desanya. Dengan demikian, kemungkinan adanya pengaruh dari luar sangat kecil. Di dalam bahagian lampiran dari laporan penelitian ini hanya dicantumkan nama 29 pembahan yang menjawab lengkap semua pertanyaan. Hambatan-hambatan dalam Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas hingga selesai menyusun laporan, tim peneliti menghadapi hambatan. Hambatan-hambatan yang mengganggu kelancaran penulisan laporan ini dan sekaligus mungkin akan mengurangi mutu yang diharapkan ialah, antara lain, sebagai berikut, a. Luasnya wilayah penelitian yang mencakup ketiga bahasa itu . 1) Wilayah pemakaian bahasa Aceh meliputi hampir seluruh Propinsi Daerah Istimewa Aceh yang luasnya 55.390 km 2 . Jarak lintas darat antara Banda Aceh dengan Kecamatan Trumon (yang berbahasa Aceh) di Kabupaten Aceh Selatan ialah 534 km, dan ditempuh dalam waktu 3 hari 2 malam. Bahkan, jarak Banda Aceh - Kutacane yang 590 km 1.6

6
juga memerlukan waktu yang sama. Namun, biasanya untuk sampai ke sana, pengunjung lebih suka lewat propinsi Sumatra Utara yang jaraknya menjadi 850 km. 2) Jalan kabupaten ke daerah sebahagian besar kecamatan cukup memprihatinkan sehingga banyak waktu terbuang di dalam perjalanan. b. PeneUtian mengenai pemetaan bahasa Aceh, Gayo, dan Alas ini merupakan penelitian yang baru dan pertama bagi daerah Aceh sehingga kami harus mencari literatur yang memadai dan cocok untuk maksud itu. c. Biaya yang tersedia sewajarnya hanya cukup untuk pemetaan satu bahasa Aceh saja dan lokasi penutur bahasa ini meliputi seluruh Propinsi Daerah Istimewa Aceh.

BAB H 2.1

BAHASA ACEH

Latar Belakang Sosial Budaya Bahasa Aceh adalah suatu bahasa yang tergolong dalam rumpun bahasa Austronesia. Daerah asal bahasa Aceh tidak diketahui dengan jelas karena tidak ada catatan atau bukti untuk itu. Menurut perbandingan bahasa yang dilakukan oleh para ahli, mungkin bahasa Aceh berasal dari Hindia Belakang. Banyak kata atau bentuk kata yang dekat persamaannya dengan bahasa di Kerajaan Campa (Niemann, 1918:43). Persamaannya antara lain adalah sebagai berikut. Indonesia turun diri tahun ruas menurunkan berharga Aceh tron dro thon atot peutron meuyum Campa trun drei thun atuk patron moyom

Dalam perkembangannya bahasa Aceh dipengaruhi oleh bahasa Arab, Belanda, Portugis, Spanyol, Cina, dan lain-lain. Pengaruh bahasa Arab sangat terasa karena seluruh "orang Aceh" beragama Islam. Sebelum Belanda menjajah Indonesia, Kerajaan Aceh telah mengadakan hubungan perdagangan dan politik dengan Negara/Kerajaan Arab, Turki, Persia, Portugis, Cina, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan bahasa Aceh dipengaruhi oleh bahasa-bahasa itu. Bahasa Aceh dewasa ini merupakan bahasa daerah yang digunakan sebagai alat komunikasi dan dipelihara oleh penduduk yang mendiami daerah pesisir timur dan barat Daerah Istimewa Aceh. Bahasa ini masih tetap dipelihara

7

8
sebagai pendukung dan pengembang kebudayaan daerah serta merupakan penunjang kebudayaan dan bahasa nasional. 2.2 Lokasi Bahasa Aceh dan Dialek

% penduduk Bahasa Aceh adalah bahasa pertama atau bahasa ibu dari Daerah Istimewa Aceh yang menempati wilayah pantai atau pesisir. Hingga waktu ini telai banyak tulisan mengenai bahasa Aceh, baik sebagai hasil penelitian lapangan maupun penelitian pustaka. Buku-buku dan artikelartikel yang telah diterbitkan sebelum dan sesudah Perang Dunia II, antara lain ialah sebagai berikut. a. K.F.H. van Langen, Handleiding voor de Beoefening der Atjehsche Taal, X+158 hal. s'Gravenhage. b. C. Snouck Hurgronje, Studien over Atjehsche Klank en Schrijfleer TBG 35 (1893) hal. 346—442. c. C. Snouck Hurgronje, Atjehsche Taalstudiën. TBG 42 (1900). hal. 144— 262. d. C. Hooykaas, Hulpmiddelen bij het Bestuderen van Atiehsche Taal. TBG 72 (1932). hal. 141—148. e. G.K. Niemann, Bijdrage tot de Kennis der Verhouding van het Tjam tot de Mon-Khmer Talen. KBI 104 (1948). hal. 429—514. f. Hoesein D)aj?idmingTa.t,Atjehsch-Nederlandsch Woorden-boek. Di samping karya sarjana dan penulis asing ini, para sarjana dan ahli bahasa bangsa Indonesia juga telah menghasilkan tulisan-tulisan mengenai kebahasaan Aceh. Karya penulis "tempo doeloe", waktu sekarang, dan masa mendatang tentu akan berbeda hasilnya, tetapi sekurang-kurangnya sangat bernilai dan berguna untuk penulisan di masa yang akan datang. Namun, hasil penelitian yang dikelola oleh Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Daerah Istimewa Aceh, sejak tahun 1975 belum memetakan lokasi bahasa Aceh yang relatif tepat. Masing-masing judul atau penyelesaian permasalahan menentukan suatu dialek sebagai sampel dengan alasan dalil tertentu. Lebih tepatnya, lokasi yang disampelkan dipatokkan memiliki penutur asli bahasa Aceh, dan dianggap memakai dialek yang sama. Penelitian Struktur Bahasa Aceh (1976), disusul Struktur Bahasa Aceh Lanjutan (1977—1978) mengenai morfologi dan sintaksis menggunakan sampel bahasa Aceh dialek Peusangan yang terdiri dari 8 kecamatan dari 23 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara (Sulaiman, 1979:1).

9 Kedelapan kecamatan itu ialah: a. Samalanga — no. 42; penduduk 31.070 jiwa; b. Jeunieb — no. 43; penduduk 26.999 jiwa; c. Peudada — no. 44; penduduk 15.613 jiwa; d. Jeumpa — no. 45; penduduk 69.805 jiwa; e. Peusangan — no. 46; penduduk 64.379 jiwa; f. Ganda Pura - no. 48; penduduk 27.888 jiwa; g. Muara Baru — no. 49; penduduk 31.572 jiwa; h. Dewantara — no. 50; penduduk 37.572 jiwa. Kedelapan kecamatan ini terletak mulai dari perbatasan wjlayah Kabupaten Pidie dan Aceh Utara hingga kecamatan Dewantara, tidak termasuk Kecamatan Makmur (no. 47; berpenduduk 9.571 jiwa) yang terletak di dalam lingkungan delapan kecamatan itu. Tim Peneliti dari kedua penelitian itu mengutarakan bahwa penutur bahasa Aceh terdapat di 8 daerah tingkat II, yaitu Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, sebahagian Aceh Timur, Aceh Barat, sebahagian Aceh Selatan, Kotamadya Banda Aceh, dan Kotamadya Sabang (Pulau Weh). Penelitian Sistem Morfologi Kata Kerja Bahasa Aceh (1979/1980) memiuh sampel dialek Aceh Besar sebagai sumber data. Di samping itu, dilaporkan pula adanya dialek Pidie, Pasai, Peusangan, Aceh Timur, dan Aceh Barat (Ali dan kawan-kawan, 1980:6). Penelitian Sistem perulangan Bahasa Aceh memilih sampel Kotamadya Banda Aceh sebagai sumber data (Ali dan kawan-kawan, 1981:7). Yang menjadi dasar penunjukkan ialah pertimbangan sebagai berikut. 1) ... Kotamadya Banda Aceh merupakan tempat berkumpul berbagai lapisan/golongan masyarakat dari berbagai pelosok daerah Aceh. 2) Bahasa Aceh yang berkembang di Banda Aceh sudah merupakan bahasa Aceh standar sebagai akibat hilangnya unsur-unsur dialek bagi penutur bahasa Aceh yang telah menetap di kotamadya itu. Sulaiman (1979:4) dan AU dan kawan-kawan (1979/1980:6) menyatakan bahwa hanya ada dialek geografis Aceh Besar, Pidie, Peusangan, Pasai, Aceh Timur, dan Aceh Barat. Di sini, Aceh Utara diwakiU oleh dua dialek, yaitu Peusangan dan Pasai. 2.2.1 Pemetaan Bahasa Aceh Bahasa Aceh dipakai di seluruh wilayah Daerah Istimewa Aceh, di mana saja berada orang Aceh. PeneUtian ini membedakan pengertian antara "penu-

10
tur" dan "berbahasa" Aceh dengan "memakai" dan "berbicara" bahasa Aceh. Dengan istilah "penutur" dan "berbahasa" Aceh diartikan orang-orang yang berbahasa ibu bahasa Aceh, sedangkan dengan istilah "memakai" dan "berbicara" bahasa Aceh dimaksudkan setiap orang yang berbicara bahasa Aceh, walau yang bersangkutan bukan suku Aceh.

n
PETA 1 PETA KABUPATEN-KABUPATEN DALAM PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH

11^ Sabang Banda Aceh

7 -v i UI %
'v

r

.Sigli

/

>,

i
« %
V -i
4
Lan M

"V\.
"'

.J v iv-, > W w .
"^Tangas^ V>,'\ }

\
Mj

ƒ t'/v -j r'/" W w - V
\\^pT\ UJ < LV

Seoleng \

/

S"" "V i
K

rX «' ' Takon 8<>" > c~5Laut.Ta arj' Takongon >C~5Laut"4 aWW arj

V1 N Lok >o Lokopo °i

. / ..W * < £
.'_,>" I

,t*v«_j'

i

\

S

Meulaboh>

J-S
«

f~*/
Blangkejren

V
\ \ , / » *

* LOPINS
* .' SUMATE V T ^ '

/' / J N .'' /Btang P i d i e ' / V ' r i\

t*: KuUoane TapaktuanV VIII

yrromon /

SÙigki)

ukuran 1:500.000

12
PETA 2 PETA PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH DENGAN NOMOR KODE KECAMATAN

ukuran 11SO0.00O tahun 1980

Pulau Banyak

13
Secara geografis, bahasa Aceh berlokasi di delapan daerah tingkat II, yaitu (PETA 1 dan PETA 2) : a. Kotamadya Banda Aceh — no. I b. Kotamadya Sabang — no. II c. Kabupaten Aceh Besar - no. Ill d. Kabupaten Pidie — no. IV e. Kabupaten Aceh Utara - no. V f. Kabupaten Aceh Timur — no. VI (sebahagian) g. Kabupaten Aceh Barat —no. VII, h. Kabupaten Aceh Selatan —no. VIII (sebahagian) a) Kotamadya Banda A ceh; penduduk 71,868 jiwa. Banda Aceh adalah ibu kota Kotamadya Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Kabupaten ini dalam waktu dekat (kemungkinan tahun 1983) akan pindah ke ibu kota baru bernama Jantho yang terletak di Kecamatan Seulimeum. Penduduk "asli" kotamadya ini sama dengan penduduk Kabupaten Aceh Besar. Hingga waktu ini jumlah pendatang, baik dari daerah Aceh lainnya maupun dari luar Aceh mencapai 50% dari jumlah penduduk. Sesuai dengan apa yang diutarakan Ali dan kawan-kawan (1981:7), bahasa Aceh yang berkembang di Banda Aceh sudah merupakan Bahasa Aceh umum yang mengarah kepada bahasa baku sebagai akibat hilangnya unsur-unsur dialektis. Hal ini jelas terlihat dari percakapan antara orang Aceh yang bertutur berbagai dialek senantiasa berlangsung normal dan lancar. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Indonesia juga banyak dipergunakan, terutama di kantor-kantor dan sekolah-sekolah. b) Kotamadya Sabang; penduduk 23.821 jiwa. Kotamadya yang terdiri dari Pulau Weh dan beberapa pulau-pulau kecil terbagi atas 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya. Kecamatan Sukakarya, ibu kotanya Sabang, berpenduduk 14.737 jiwa, dan Kecamatan Sukajaya beribu kota Balohan. Kurang lebih 90% dari jumlah penduduk kotamadya ini berdiam di Sabang dan sekitarnya. Pada umumnya, penduduk asli Sabang adalah suku Aceh, tetapi sudah bercampur dengan suku pendatang, baik pendatang dari Aceh daratan maupun dari luar Propinsi Aceh. Sebagai kota pelabuhan dan dagang, 60% komunikasi lisan sehari-hari berlangsung dalam bahasa Indonesia. Bahasa Aceh praktis dipergunakan hanya antara sekelompok warga yang sebahasa ibu Aceh.

14
c) Kabupaten Aceh Besar; penduduk 236.254 jiwa. Hanya sebahagian kecil penduduk kabupaten ini yang berdiam di Saree ( 80 km dari Banda Aceh, arah ke Sigli) berbahasa bukan bahasa Aceh. Mereka berbahasa Jawa, dan kapan kedatangannya ke daerah itu masih menjadi problem sejarah. d) Kabupaten Pidie; penduduk 343.530 jiwa. Semua penduduk berbahasa Aceh. Di daerah ini hampir tidak ada pendatang penetap, bahkan banyak warga dan terutama pemuda dari daerah ini pergi merantau ke daerah-daerah lain di Aceh atau ke luar Aceh. e) Kabupaten A ceh Utara; penduduk 625.260 jiwa. Jumlah penduduk Aceh Utara tercatat 24% dari jumlah penduduk Propinsi Aceh. Hanya sebahagian kecil penduduk kabupaten ini yang berbahasa bukan bahasa Aceh, yaitu mereka yang tergolong kelompok pendatang yang bekerja di perusahaan-perusahaan negara dan swasta di sekitar Lhokseumawe, Lhoksukon, dan Cot Girek. f) Kabupaten A ceh Timur; penduduk 423.362 jiwa. Tigapuluh empat persen penduduk kabupaten ini berdomisili di kecamatan yang "tidak" berbahasa Aceh. Ketujuh kecamatan itu ialah (PETA 2) : — no. 75; penduduk 15.771 jiwa, a. Tamiang Hulu b. Bendahara — no. 76; penduduk 19.156 jiwa, c. Karang Baru - no. 77; penduduk 23.642 jiwa, d. Kejuruan Muda — no. 78; penduduk 47.860 jiwa, e. Kota Kuala Simpang — no. 74; penduduk 16.420 jiwa, f. Seruway - no. 80; penduduk 13.398 jiwa, dan g. Serbejadi-Lokop - n o . 68;penduduk 7.384jiwa. Enam kecamatan pertama mayoritas berbahasa Tamiang dan Kecamatan Serbejadi-Lokop (no. 68) berbahasa Gayo dialek Gayo Serbejadi. Dapat dicatat bahwa di Kecamatan Karang Baru dan Seruway hanya sebahagian kecil saja dari penduduk berbahasa Aceh. g) Kabupaten Aceh Barat; penduduk 288.388 jiwa. Diperkirakan 83% penduduk berbahasa Aceh, yaitu mereka yang menetap di wilayah daratan. Penduduk Pulau Simaulue yang terdiri dari lima kecamatan berbahasa Defayan dan Sigulai (Sulaiman, 1979:1). Esser (1951:1) menyebut bahasa Defayan sebagai bahasa Semalur. Voorhoeve (1955:5) menyebutnya sebagai bahasa Semalur, sedangkan Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra

15
Indonesia dan Daerah menyebutnya bahasa Simeulue. Hanya sebahagian kecil warga kota Meulaboh berbahasa Aneuk Jamee. h) Kabupaten Aceh Selatan; penduduk 275.458 jiwa. Empat puluh persen penduduk kabupaten ini berbahasa Aceh, yaitu yang berdomisili di 8 dari 18 kecamatan. Kedelapan kecamatan itu ialah (PETA 2): a. Sawang —no. 102;penduduk 10.462jiwa, b. Meukek —no. 103;penduduk 14.087jiwa, c. Manggeng — no. 105; penduduk 17.252 jiwa, d. Tangan-tangan-no. 106; penduduk 12.427 jiwa, e. Biang Pidie - n o . 107; penduduk 17.252 jiwa, f. Kuala Batee - no. 109; penduduk 19.922 jiwa, g. Bakongan —no. 112;penduduk 9.929 jiwa, dan h. Trumon —no. 114;penduduk 7.607jiwa. Di Kecamatan Biang Pidie mayoritas penduduk menggunakan bahasa Aceh, sedangkan di Kecamatan Susoh (no. 108) sebaliknya, yaitu dwibahasa dengan mayoritas bahasa Aneuk Jamee, dan pada beberapa bagian perkampungan tertentu dipergunakan bahasa Aceh (Syamsuddin, 1977/1978:4). Menarik untuk diperhatikan bahwa Kecamatan Kuala Batee (no. 109) yang terletak di perbatasan Aceh Barat terpisah dengan Kecamatan Tangantangan (no. 106) dan Manggeng (no. 105) oleh Kecamatan Susoh (no. 108) dan Blangpidie (no. 107). Susoh berbahasa Aneuk Jamee dan Blangpidie mayoritas berbahasa Aceh. Kecamatan Tangan-tangan dan Manggeng terpisah densan Kecamatan Meukek (no. 103) dan Sawang (no. 102) oleh Kecamatan Haji (no. 104) yang juga berbahasa Anuek Jamee. Kecamatan Meukek dan Sawang terpisah dengan Kecamatan Bakongan (no. 112) dan Tromon (no. 114) oleh Kecamatan Samadua (no. 101), Tapaktuan (no. 100). Kluet Utara (no. 110), dan Kluet Selatan (no. 111). Penduduk Kecamatan Samudua dan Tapaktuan berbahasa Aneuk jamee, dan dua kecamatan lainnya berbahasa Kluet. 2.2.2 Pemetaan Dialek-dialek Bahasa Aceh Suatu bahasa akan mempunyai berbagai ragam yang dikembangkan oleh pemakainya berdasarkan kebiasaan mereka. Bahasa yang dipakai oleh orang terdidik, kebiasaan pengembangannya berbeda dengan bahasa orang awam, dan bahasa kaum pria berbeda dengan bahasa kaum wanita. Demikian pula halnya dengan bahasa di dua daerah yang terpisah atau berjauhan letaknya

16
mengalami peristiwa yang tidak sama dalam kebiasaan penggunaan dan penge mb angannya. Bahasa Aceh yang dipergunakan oleh masyarakat yang menghuni pesisir Aceh yang cukup luas mempunyai cukup banyak ragam penggunaan, baik ditinjau dari segi fonologis, morfologis, sintaksis, maupuan semantik. Mengingat biaya penelitian yang agak terbatas, tim hanya mengumpulkan data dari enam daerah sebagai sampel yang dipandang sudah dapat mewakili seluruh dialek bahasa Aceh. Daerah-daerah itu ialah: a. Aceh Utara, b. Pidie, c. Darussalam (kecamatan), d. Kuala Daya, e. Lam No, dan f. Lam Me. Di wilayah Aceh Utara terdapat dua dialek, yaitu Peusangan dan Pasai, yang hampir sama. Perbedaannya hanya pada sistem variasi bunyi. Oleh sebab itu. daerah ini diwakili oleh dialek Aceh Utara. Bahasa Aceh di wilayah Aceh Timur hampir mirip dengan bahasa Aceh di bagian timur Kabupaten Aceh Utara, dan masih merupakan satu dialek. Dialek Pidie mewakili seluruh Kabupaten Pidie. Masyarakat Pidie masih bersifat homogen, belum banyak bercampur dengan suku pendatang. Oleh karena sedikitnya orang pendatang, maka mereka terus berasimilasi dengan masyarakat setempat. Dialek Darussalam yang meliputi Kecamatan Darussalam diambil sebagai sampel mewakili Aceh Besar. Dialek lainnya sebenarnya bukan dialek, melainkan merupakan subdialek atau ragam, karena perbedaan satu dengan yang lain sangat kecil. Perbedaan hanya pada variasi bunyi. Tiga dialek terakhir, yaitu Kuala Daya, Lam No., dan Lam Me berasal dari satu kecamatan, yaitu Kecamatan Jaya. Tim memilihnya sebagai sampel, berhubung dari ketiga dialek itu terdapat perbedaan, walaupun digunakan di daerah yang sangat berdekatan. Bahasa atau dialek Aceh yang dipakai di kecamatan lainnya di dalam wilayah kabupaten yang sama banyak persamaannya dengan salah satu dari ketiga dialek itu. 2.2.2.1 Aspek Fonologis a) Perbedaan Bunyi Vokal Dialek Pidie mempunyai perbedaan ucapan dengan banyak dialek lain da-

17 lam bunyi vokal 'ie' /i/, 'u' /u/, 'eu' /ue/, dan 'o' / o / kalau vokal-vokal itu terletak pada akhir kata atau diikuti oleh konsonan /17/ atau /n/. Contoh :

Bahasa Indonesia apa bayar bulan hujan sungai harimau dagu kucing potong pinggang bambu adik isi

Bahasa Aceh Dialek lain peu bayeu buleun ujeun krung rimung keung mi si keuing tring ado aso Dialek Pidie peue bayeue buleuen ujeuen krueng rimueng keueng mie sie keuieng trieng adoe asoe

Bunyi /oh/ pada akhir kata di sebagian daerah Pidie diucapkan /oih/. Contoh : Bahasa Indonesia bungkus makan seratus Bahasa Aceh bungkoh pajoh sireutoh Dialek Pidie bungkoih pajoih sireutoih

Pada dialek-dialek di Kecamatan Jaya, perbedaan satu dengan yang lain ditandai dengan perbedaan bunyi vokal pada akhir kata. Contoh :

18
Bahasa Indonesia dara gigi duri hari Dialek Kuala Daya darei gigei durei ' ure Lam No dare gigai durai urai Lam Me dara gigo duro uro

b) Perbedaan Bunyi Konsonan Dalam mengucapkan bunyi konsonan, banyak kesamaan antara dialek Aceh Utara dan Pidie. Sangat sulit untuk mencari perbedaannya jika hanya menggunakan telinga sebagai alat untuk menangkap suara. Beberapa dialek di Aceh Besar, dialek Kuala Daya, Lam No, Lam Me, dialek Aceh Barat lainnya, dan dialek bahasa Aceh di Aceh Selatan mempunyai konsonan /s/ dan /R/. Pada dialek itu, /s/ daucapkan sebagai konsonan dental frikatif, sedangkan pada dialek Aceh Utara dan Pidie diucapkan sebagai konsonan alveolar frikatif. Konsonan /R/ di daerah Aceh Besar dan pantai sebelah barat diucapkan sebagai konsonan getar uvular, sedangkan di Aceh Utara sebagai konsonan getar alveolar. 2.3 Perkiraan Jumlah Penutur

Penutur bahasa Aceh atau penduduk yang berbahasa ibu bahasa Aceh diperkirakan mencapai 75% dari jumlah 2.610.528 jiwa penduduk Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Sisanya 30% berbicara atau berbahasa 9 bahasa lainnya, yang tidak ada hubungannya dengan bahasa Aceh. Berikut ini ditabulasi perincian jumlah penutur bahasa Aceh berdasarkan letak geografis; jadi, bukan jumlah jiwa yang berbicara bahasa Aceh (TABEL 1). Oleh sebab itu, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Tenggara tidak disertakan.

19
TABEL : 1 JUMLAH PENUTUR BAHASA ACEH DI DELAPAN DAERAH TINGKAT II

DAERAH TK II a. b. c. d. e. f. g. h. Banda Aceh Sabang Aceh Besar Pidie Aceh Utara Aceh Timur Aceh Barat Aceh Selatan

Jumlah Penduduk 71.868 23.821 236.254 343.530 625.260 423.362 288.388 275.458

Jumlah Penutur Bahasa Lain Bahasa Aceh 70% 40% 97% 99% 95% 66% 83% 40% 30% 60% 3% 1% 5% 34% 17% 60%

20
PETA J PETA LOKASI PENUTUR BAHASA ACEH

^
V - i Banda Aceh

^6

Biiiasj Aceh

Pulau Banyak

ukui.tr) 1 500.000

BAB III

BAHASA GAYO

3.1

Latar Belakang dan Sosial Budaya

Sebagai suatu bahasa yang hidup, bahasa Gayo merupakan alat komunikasi di dalam keluarga dan masyarakat. Di samping itu, bahasa Gayo merupakan lambang identitas dan kebanggan serta pendukung seni budaya yang hidup di dalam daerah-daerah berbahasa Gayo. Kecuali di kota-kota, baik kota kabupaten maupun kecamatan, bahasa Gayo dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan formal tingkat dasar, dari kelas 1 hingga 3, sedangkan pada dayah-dayah (pesantren) hingga di kelas-kelas tertinggi. Jika dibandingkan penduduk kota yang berjumlah 12.043 jiwa (kota Takengon dan kota-kota kecil) dengan penduduk desa yang berjumlah 151.296 jiwa, maka jelas mayoritas penduduk Aceh Tengah berbahasa daerah Gayo setiap hari. Jumlah penduduk desa ini masih ditambah lagi dengan 40.926 jiwa yang bertutur dialek Gayo Lues dan berdomisili di bahagian Utara Kabupaten Aceh Tenggara (PETA 4). Suku Gayo, yang menyebut dirinya "urang Gayo", yaitu orang Gayo, adalah penduduk asli yang bertempat tinggal di seluluh Kabupaten Aceh Tengah, di empat kecamatan (eks-kewedanaan Gayo Lues) yang termasuk wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, dan di Kecamatan Serbejadi Lokop, yang terletak di Kabupaten Aceh Timur. Kabupaten Aceh Tengah terletak di tengah-tengah Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Luas daerah kabupaten ini diperkirakan 5.772,61 km 2 , ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, dan suhu 12°—23°C. Berdasarkan sensus penduduk 1980, penduduk Aceh Tengah berjumlah 163.339 jiwa dengan suku Jawa berjumlah sekitar 15.000 jiwa. Kabupaten ini terdiri atas 7 kecamatan, yaitu sebagai berikut.

21

22
TABEL 2 NAMA-NAMA KECAMATAN DALAM KABUPATEN ACEH TENGAH DAN JUMLAH PENDUDUK Kecamatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kota Takengon Bebesan Bukit Linge Timang Gajah Silih Nara Bandar Jumlah Penduduk 25.909 31.086 25.623 3.692 27.935 25.054 24.040 Luas Kecamatan (Km2 2) 585,14 207,00 172,92 2.262,00 299,00 1.260,53 986,02 Kepadatan Penduduk 44 150 148 2 93 20 24

Bekas Kewedanaan Gayo Lues terdiri atas 4 kecamatan yang tahun 1972 bersama bekas Kewedanaan Tanah Alas digabungkan menjadi kabupaten baru, yaitu Kabupaten Aceh Tenggara. Jumlah penduduk di empat kecamatan ini 40.926 jiwa, dengan perincian sebagai berikut (lihat TABEL 3). Kecamatan Serbejadi-Lokop terletak di wilayah Kabupaten Aceh Timur. Luas kecamatan ini 3.108,44 km2, jumlah penduduk 7.384 jiwa, dan kepadatan penduduk 2. Dibandingkan dengan 15 kecamatan lainnya di dalam kabupaten itu (LAMPIRAN 2), Serbejadi-Lokop adalah kecamatan yang terluas, tetapi dengan kepadatan penduduk yang terkecil. Pada zaman Hindia Belanda, dengan tujuan mencari tanah permukiman dan perladangan baru, banyak penduduk Kecamatan Linge berpindah ke daerah Serbejadi (Hasan, 1980:25).

23
TABEL 3 NAMA-NAMA KECAMATAN DALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA YANG BERTUTUR DIALEK GAYO LUES Kecamatan 1. 2. 3. 4. Biang Kejren Rikit Gaib Kuta Panjang Turangon Jumlah Penduduk 19.830 4.766 9.521 6.890 Luas *) Kecamatan (Km ) 67,27 480,00 49,12 1.047,83 Kepadatan Penduduk 295 10 194 6

Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda tidak terlalu mengurus oatas wilayah kabupaten sehingga suku Gayo yang berpindah itu tidak pernah menyadari bahwa mereka telah hidup di luar Kabupaten Aceh Tengah. Akan tetapi, sangat disayangkan kalau boleh dikatakan demikian, bahasa Gayo tidak memiliki aksara sendiri sehingga selama ini bahasa itu dituliskan dengan huruf Latin tanpa suatu ejaan yang baku. 3.2 Lokasi Bahasa Gayo dan Dialek Menurut daerah dan tempat tinggal, suku Gayo dapat dibagi menjadi empat wilayah (Gayo, dalam Kesenian Gayo dan perkembangannya, 1980: 19). a. Gayo Lut atau Gayo Laut, atau disebut juga Gayo Laut Tawar, yang mendiami daerah sekitar Danau Laut Tawar, termasuk Kecamatan Kota Takengon, Bebesan, Bandar, Bukit, Timang Gajah, dan Silih Nara b. Gayo Deret atau Gayo Linge, yang mendiami daerah sekitar Kecamatan Linge. c. Gayo Luas, yang mendiami daerah sekitar bekas Kewedanaan Gayo Luas yang sekarang menjadi empat kecamatan di dalam wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. d. Gayo Serbejadi, yang mendiami daerah sekitar Kecamatan SerbejadiLokop, termasuk di dalam Kabupaten Aceh Timur.

*) Luas dimaksud ialah luas agraris, bukan luas geografis, yaitu tidak termasuk rawarawa, sungai, hutan lindung, hutan negara, taman, taman margasatwa, Lauser/KA PH dan lain-lain.

Dari segi dialek terdapat variasi dialektis sebanyak subsuku Gayo tersebut di atas (Baihaqie, 1977:2). Hasil-hasil penelitian terdahulu menggambarkan bahwa dialek Gayo Deret/Linge, Gayo Lues, dan Gayo Serbejadi dapat dikatakan sama atau sangat berdekatan. Kesamaan ini dapat dipahami apabila diketahui bahwa letak geografis Kecamatan Linge berdampingan dengan Kecamatan Turangon dan Rikit Gaib yang sebelum 1972 berada di dalam satu kabupaten, sedangkan Kejurun ) Abuk yang terletak di wilayah Serbejadi yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah didirikan atas inisiatif Raja Linge berhubung banyaknya penduduk Linge yang telah lama bermukim di daerah Serbejadi-Lokop (Gayo, 1980:25). Dengan berputarnya waktu dan kemajuan teknologi, apa yang dikatakan sama atau sangat berdekatan dengan mengalami evolusi. Suku Gayo yang berdomisili di wilayah Aceh Tenggara berpusat pemerintahan ^ di Kutacane sebagai ibu kota kabupaten. Dengan membaiknya lalu lintas darat, mereka bepergian ke Medan lewat Kota Kutacane. Demikian pula suku Gayo yang berdiam di Kecamatan Serbejadi-Lokop berpusat pemerintahan di Langsa sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Timur. Mereka lebih banyak bergaul dengan penduduk Aceh Timur yang berbahasa Aceh dan dengan suku Jawa yang bermukim di sekitar Lokop dan Kecamatan Manyak Pait. Berdasarkan pertimbangan ini, peneliti memisahkan rekaman data atas dialek Gayo Lues dan Gayo Serbejadi, sedangkan ragam Gayo Linge diwakili oleh Gayo Lues yang berbeda hanya sekitar 10% pada variasi Bunyi. Menurut Baihaqie (1977:3) dialek (Gayo) Laut terdiri atas dua subdialek, yaitu Bukit dan Cik. Memperhatikan bahwa perbedaan antara kedua subdialek sangat kecil sehingga dapat dipandang merupakan ragam, maka ragamragam ini diwakili oleh dialek Laut. Berikut ini ditabulasi perbedaan antara ragam Bukit dan ragam Cik.

+) kejuruan = kerajaan kecil

25
Dialek Gayo Laut Ragam Bukit Ragam Cik weh/wih pedi hana/sana we ihi/isi hi/isi iho/iso wes/wis pede sana we isi si
ISO

Bahasa Indonesia air amat apa dia di mana mana di sana sana ke mana ke sana mereka nanti tebu tidak penganun pria 3.2.1 Pemetaan tfahasa Gayo

hö/sö
kuhi/kusi ku ho/kuson pakea kahe/kasè tau/teu enggih bai/bei

so kusi kuson pakewa kasè tau/tu engih bai

Dengan penjelasan di atas, pemetaan bahasa Gayo akan ditinjau dari tiga dialek, yaitu Gayo Laut, Gayo Lues, dan Gayo Serbejadi dengan jumlah penutur sebagai berikut (PETA 4). TABEL 4 JUMLAH PENUTUR DIALEK-DIALEK BAHASA GAYO Jumlah Penduduk Kecamatan 25.909 31.086 25.623 37.935 25.054 24.040 169.647 Jumlah Penutur

Dialek Laut 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kecamatan Kota Takengon Bebesan Bukit Timang Gajah Silih Nara Bandar

26
TABEL 4 (LANJUTAN) Dialek Kecamatan Jumlah Penduduk Kecamatan 3.692 19.830 4.766 9.521 6.809 7.384 44.618 7.384 Jumlah Penutur

Gayo Lues

1. 2. 3. 4. 5.

Linge Isak Biang Kejren Rikit Gaib Kuta Panjang Turangon

Gayo Serbejadi

1. Serbejadi

Sudah tentu tidak seluruh jumlah di atas penutur bahasa Gayo. Angkaangka itu hanya diperlukan untuk mengetahui perbandingan jumlah penutur dari ketiga dialek.

27
PETA 4 PETA LOKASI DIALEK-DIALEK BAHASA CAYO

Dialek Gayo Lut Dialek Gayo Lues Dialek Gayo Serbejadi

ukuran 1:500.000

28
3.2.2 Pemetaan Dialek-dialek Bahasa Gayo Variasi bunyi di dalam bahasa Gayo sama sekali tidak mengganggu kelancaran berkomunikasi. Dari beberapa informan diperoleh penjelasan bahwa orang Gayo sangat mudah menyesuaikan diri dengan ragam dialek di tempat yang baru, baik sebagai tempat sementara maupun tempat menetap lama. Tiap ragam dipengaruhi oleh bahasa daerah atau dialek yang bertetangga dekat, terutama pada umumnya pengaruh bahasa Indonesia. Antara bahasa Indonesia dan bahasa Gayo kadang-kadang hanya terjadi variasi bunyi, bahkan sering tidak ada perbedaan sama sekali. Melalui penelitian, diketahui bahwa perbedaan antara dialek-dialek di dalam bahasa Gayo hanya terdapat pada dua aspek, yaitu aspek fonologis dan kosa kata, sedangkan pada aspek sintaksis tidak terdapat perbedaan. 3.2.2.1 Aspek Fonologis 1) Kosa Kata Kelompok A (Bahasa Indonesia) Dari 200 kata di dalam kelompok A pada instrumen penelitian diperoleh hasil sebagai berikut. a) (i) Perbedaan antara dialek Gayo Laut (GLA) dengan Gayo Lues (GLU) sebanyak 41 kata termasuk variasi bunyi 13 buah. (ii) Perbedaan antara dialek GLA dengan Gayo Serbejadi (GSJ) sebanyak 63 kata termasuk variasi bunyi sebanvak 37 buah. (ih) Perbedaan antara dialek GLU dengan GSJ sebanyak 70 buah termasuk variasi bunyi 29 buah. b) Perbedaan kosa kata 5 buah (ketiga kata berbeda). c) Kesamaan kosa kata 114 buah (semua kata sama). variasi Bunyi Variasi bunyi pada umumnya terjadi pada bunyi vokal, dan perbedaan ini tidak menghambat kelancaran berkomunikasi. Perbedaan bunyi yang terbesar antara GLA dengan GSJ, dan yang terkecil antara GLA dengan GLU. Variasi ini terjadi pada vokal-vokal berikut. (a) Antara vokal belakang /u/ dengan / o / yang didasarkan pada ukuran tinggi rendah lidah, yang pertama tergolong vokal tinggi dan kedua vokal rendah. Juga antara vokal belakang /u/ dan /o/, di mana yang pertama tergolong vokal tinggi dan yang kedua vokal sedang. (b) Antara vokal pusat-sedang /8/ dengan pusat-rendah /a/, dan antara vokal depan-tinggi /i/ dengan pusat-rendah /a/. (1)

I
29
(c) Antara vokal pusat-sedang /3/ dengan depan-tinggi /i/, dan antara vokal depan-sedang /*/ dengan depan-tinggi /i/. Contoh: Bahasa Indonesia 1 gunting dapur bawah kuku jantan betina wanita kurnia hidup itik kaki (2) Dialek GLA 2 GLU 3 GSJ 4 guntung dapur tuyuh kukut rawen benen karunia murip itik kiding /o/ /o/ /o/ /a/ /a/ /9/ /e/ /e/ /e/ Variasi Vokal 5

ganteng
dapor toyoh kokot rawan hanan kömie murep éték kédeng

ganteng
dapör tuyuh kokot rawan banen karunia murép itik këde'ng

M - /u/
/u/ /u/ /u/ /3/ /3/ /a/ /i/ /i/ /i/

Perbedaan Kosa Kata Di antara ketiga dialek kadang-kadang dipakai kata-kata yang berbeda untuk satu pengertian. Ketidaksamaan itu ialah: (a) 20% antara dialek GLA dengan GLU, yaitu sebanyak 41 kata, termasuk variasi bunyi 13 buah, (b) % antara dialek GLA dengan GSJ, yaitu sebanyak 63 kata, termasuk variasi bunyi 37 buah, (c) 35% antara dialek GLU dengan GSJ, yaitu sebanyak 70 kata, antara ketiga dialek, yaitu sebanyak 12 kata, masuk variasi bunyi 7 buah.

Catatan :
1. 2. 3. 4. Fonem-fonem berikut ditulis dalam lambang ortografi sebagai berikut : fonem/a/ditulis a 5. fonem/o/ditulis o fonem /e/ ditulis e 6. fonem /o/ ditulis o fonem/e/ditulis I 7. fonem/u/ditulis u fonem /3/ ditulis e 8. fonem /i/ ditulis i

Daftar kosa kata di bawah ini memperlihatkan ketidaksamaan itu. Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. air adik apa asal bawa bawah bayar benar berapa betina bini bodoh bulan buluh cangkul cari celana dahulu dapur dara dekat dua duda duka duri emas gembira guli gunting hapus hidung hidup istri Dialek BLU aeh ngi hana asal mah tuyuh ber benar side benen inen pekak ulen oloh catök kenal sue tengahna dapör beru dekat rowa balu sedeh ruwi mas gure kelereng göntëng apos ëyöng murep inen

GLA wëh/wës engi sana awalfmulö mayi/mah toyoh ber betöl/röh sidah bonan bonan ögöh ulen ines jelbang kenal/perah seniel tengaha/pudaha dapör derefberu rap rowa balu macëk ruwi emas galak kenëkër gontëng apos ëyöng

GSJ waih ngi sana asal maji tuyuh beri betol sidah benen benen pekak buien uluh cangkul perah seniel öjaa depur sebeberu dekat roa jende sedeh mi mas senang guli guntung ösöpan qông murip benen

murép
banan

31
BI 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. itik itu jambang janda janggut jantan jari jari kaki jari tangan kaki kalah kapur karena karunia kepada kereta kuku kumis langit lebih lompat makan mentimun perak perempuan pertama putih rajin rambut rendah sana sedikit sepuluh sisir sungai G LA éték óyajsö siger balu jangot rawan jejari jejari ni kêding jejari ni pumu këdëng röyö kapör sebeb komie ku gerbak koköt gomis langit lebëh tanyor mangan temon pirak banan pertama pôtëh lësëk wok renah so têkëk sepbïöh rè wëh kol GLU itik öya jambang balu jangot rawan jejari jejari këdëng jejari pumu këdëng kalah kapor kena komia ku gerëta kokot gomis langet lebëh lumpet man cemon pirak benen mule pôtëh lësëk ök renah so tek sepoloh re aëh kol GSJ itik so siger jende janut rawen jari jari kiding jari pumu kiding kalah kapur kerna karunia ken gerëta kukut gumis langit lebih lumpet man cemon perak benen pertama potëh Usik ok rendah kuso tekik sepuloh ri waih

32
BI 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. susu takut tangga tambah tanpa tebal telinga tempat tubuh tujuh uang ubi udara wanita GLA kuwah/abën terèh kite tamah gère tebel kemérëng tön töbdh/beden pitu sen kepile/gadöng udara banan GLU Kuwah tereh kite tamah geh tebel kemëring ton beden pitu sen gadong kuju benen GSJ susu takut nite tambah gère tebal kemiring tempat beden putu duit ubi angin benen

Kesamaan Kosa Kata Dari 200 kata kelompok A, ketiga dialek memiliki 114 kata yang sama untuk menyatakan satu pengertian, berarti 57%. Kata-kata ini tidak didaftarkan di dalam laporan, tetapi dapat dilihat pada rekaman data (lihat hal. 88) dengan tanda pengenal: kata-kata bahasa Indonesianya dicetak tebal. 2) Kosa Kata Kelompok B, C, dan D. Pengayaan melalui unsur serapan diterima di dalam dialek-dialek bahasa Gayo melalui prosedur berikut. a) Unsur Serapan Bahasa Arab (Kelompok B) Pada umumnya diterima dalam bentuk asli atau kadang-kadang mengalami variasi bunyi dalam penyesuaian dengan pengucapan wilayah penuturan. Dari 100 kata yang dicantumkan di dalam Rekaman Data, 86% tergolong dalam katagori ini. Pada ke-14 kata lainnya, ada dialek yang memiliki kata sendiri, di samping dialek lainnya menyerap unsur serapan itu dengan variasi bunyi.

(3)

33
Contoh: Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. akhir asyik awal hamil hayat ikrar kalbu lezat perlu pikir rukun sahabat takut yakin Dialek GLU aker söngöh awal kenyanyart morep janji atë sdep turah kekire damé pong terëh percaya

GLA ahëi/pemarén söngöh awal deras/misi morëp ijep atë sdep perlu/turah kekire damé sebet tereh percaya

GSJ puren söngöh pemulon nemah hayat ceraan ati sedep perlu pikir rukun sebet takud yakin

Keterangan: Kata-kata yang dicetak miring menunjukkan ketidaksamaan dengan bahasa Indonesia. b) Unsur Serapan Bahasa Belanda dan Bahasa Asing Lainnya (Kelompok C dan D) Sama halnya seperti pada unsur serapan bahasa Arab, pengayaan melalui kata-kata bahasa Belanda dan asing lainnya diterima, baik dalam bentuk asli maupun dengan perubahan pada pengucapan (lihat rekaman data). Di samping itu, terdapat pemakaian kata-kata, baik khas kedaerahan maupun yang berasal dari unsur serapan bahasa Indonesia.

34
Contoh : (1) Serapan dari bahasa Belanda Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. 6. arloji disentri kamar lapor martil reken Dialek GLU jem sakit tuke bëlëk berunger tököl kirë

GLA jem sakit tuke bëlëk/delem lapur tököl kirë

GSJ jem sakit tuke bëlëk berunger tököl kirë

(2)

Serapan dari bahasa asing lainnya Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. beranda jendela kawin kuwe lonceng Dialek GLU serami tingkep kerje penen

GLA serami rzMgfczp/jenela kerje panan

GSJ serami tingkep kerje penen lonceng

tenteng

lonceng

3.2.2.2 Aspek Sintaksis Dari kumpulan data dapat disimpulkan bahwa bentuk sintaksis antara ketiga dialek adalah sama. a) Struktur Frase Beberapa bentuk frase pada ketiga dialek adalah sebagai berikut. 1. IND A B C : : : : harta mereka retanipàkëa retanipàkëa reta nipakëa

IND A B C IND A B C IND A B C IND A B C

: : : : : : : : : : : : : : : :

ikan apa gule sana iken hana ikan hana bawa pulang ma i ulak mah ulak mayi ulak duduk di bawah köriöl i toy oh kunul i tuyuh kunul i tuyuh datang ke mari geh ku ini geh kini geh ku ini

IND : tuangkan semua A : rerongen bë wëne B : tuwangen mëhne c tuangan mëhne selalu senang IND A : dor galak B tetap gure C dör regai sangat bagus IND A jeroh pedi B jerah dih C jeroh pedi IND sakit kepala A bise ulu B sakët ulu C sakët ulu IND A B C si tolol si ogoh si pekak si ögöh

36
b) Struktur Kalimat Beberapa bentuk kalimat pada ketiga dialek adalah sebagai berikut 1. IND A B C 2. IND A B C 3. IND A B C 4. IND A B C 5. IND A B C 6. IND
A

Ambillah! Uweten! Uweten! Uwetenl Kakak pulang Awan ulak ku Awan ulak ku Awan ulak ku ke kota. ku te. kute. kute.

Bagaimana, sukarkah? Kune, nyanyake? Kune, ara geriet? Kune, ara geriet? Saya dipanggil oleh Ayah. Aku italu ama. Aku italu ama. Aku italu ama. Si Kamil memukul si Kamal. Kamel mudreni/meguwesni Kamal. Kamel muguwesni Kamal. Kamel muguwesni Kamal. Si Kamal dipukul oleh si Kamil. Kamal idreni Kamel. Kamal iguwesni Kamel. Kamal iguwesni Kamel. Siapa mendiami rumah itu? Sahan munewëni umah oya? Sa newëni umaha? Sa mewëni umah oya?

B C 7. IND A B C
Keterangan : IND A B C -

bahasa Indonesia dialek Gayo Laut (GLA) dialek Gayo Lues (GLU) dialek Gayo Serbejadi (GSJ)

37
IND A B C IND A B C IND A B C Paman memberikan uang kepada kakak. Pon munosah sën ku aka. Ngah munosah sën ku aka. Ngah munosah sën ku aka. Tidak maukah engkau kelapa muda? Gere merake kö karamel mude? Geh merake ko keramel mude? Gere merake kö keramel mude? Bila kau kembalikan buku mereka? Selohen ulak ngkö buku nipakia? Selo ulak ngkökitep nipakia? Selohen ulak ngkö buku nipakia?

3.2.2.3 Kesimpulan Berdasarkan data yang terkumpul, perbedaan antara dialek-dialek Gayo Laut, Gayo Lues, dan Gayo Serbejadi sangat kecil, dan perbedaan itu tidak merupakan hambatan bagi "urang Gayo" di daerah mana pun mereka berada untuk bertukar pikiran secara sempurna. Walaupun ada kecenderungan untuk berpendapat bahwa ketiganya masingmasing tidak berdiri sebagai dialek, melainkan berciri sebagai ragam bahasa Gayo. Namun, mengingat bahwa masing-masing berada di dalam wilayah kabupaten yang berbeda, maka dalam pemetaan ketiganya dipisah berdasarkan letak geografis itu. (PETA 4).

BAB IV 4.1 Latar Belakang Sosial Budaya

BAHASA ALAS

Bahasa Alas adalah bahasa daerah yang masih dipelihara dengan ba^ oleh warga masyarakat Alas yang mendiami sebahagian Kabupaten Aceh Tenggara. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi antarkeluarga dan antarmasyarakat, bahasa ini juga merupakan unsur pendukung serta pengembang kebudayaan daerah,' dan sekaligus menjadi unsur penunjang kebudayaan dan bahasa nasional. Bahasa daerah ini masih digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas 1 hingga kelas 3 terutama pada sekolah-sekolah dasar di daerah pedalaman. Volume penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat di daerah pedalaman dapat dikatakan hanya berkisar antara 1—5%. Perkiraan secara umum mengenai volume pemakaian bahasa Indonesia di dalam pergaulan masyarakat Alas tercatat sebagai berikut. a. Pergaulan formal antara pejabat dengan masyarakat 80% menggunakan bahasa Indonesia, seperti kegiatan pidato, khotbah, dan ceramah. b. Pergaulan sesama anggota masyarakat yang berbahasa ibu bahasa Alas atau non-Alas hanya sekitar 15—20%. c. Pergaulan antarsuku (dari kalangan yang berlainan bahasa ibu) sekitar 80—90%. Bahasa-bahasa daerah lain yang digunakan dalam berkomunikasi ialah Singkel, Gayo, dan Batak. Salah satu dari bahasa ini digunakan apabila penutur yang berkomunikasi berasal dari suku yang sama. Bahasa-bahasa daerah ini dimiliki oleh penduduk yang mendiami kabupaten-kabupaten tetangga, kecuali bahasa Gayo dialek Gayo Lues, yang juga menempati hampir setengah dari Kabupaten Aceh Tenggara.

38

39
Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan kosa Kata banyak dipengaruhi atau saling mempengaruhi antara bahasa-bahasa daerah bertetangga, terutama pengaruh dari suku non-Alas yang berdomisili di kabupaten itu. Tercatat hanya kurang lebih 55% dari penduduk kabupaten itu sendiri yang merupakan suku Alas. Berdasarkan sensus nasional tahun 1980, perincian jumlah warga suku di kabupaten itu adalah sebagai berikut. TABEL 5 PENDUDUK KABUPATEN ACEH TENGGARA BERDASARKAN SENSUS NASIONAL 1980

Suku Alas Gayo Singkel, Karo, Batak, dll

Jumlah Penduduk 87.586 40.926 30.736

% 55 25 20

Berdasarkan sejarah, saling mempengaruhi antara bahasa Alas dan Batak telah terjalin ratusan tahun yang lalu. Harahap (1958:36) menulis bahwa menurut tambo keturunan Siraja Batak, dari Samosir berserak orang Batak ke pelosok Tanah Batak, yaitu: orang Gayo, Alas, Karo, dan Simalungun ke utara danau itu.... Bahkan Siahaan (1964:113) berkesimpulan bahwa pengaruh lingkungan menyebabkan kesadaran tergolong suku Batak semakin menipis. Suku Alas dan Gayo tidak bersedia menyebut dirinya Batak. Tetapi penyelidikan tentang sistem marga, hukum adat, dan bahasa dapat memberi kesimpulan bahwa banyak ciri yang sama antara ketiga suku itu, terutama antara suku Alas dan Batak. Dari sudut struktur dan kosa kata terdapat banyak kesamaan dengan bahasa-bahasa Batak, yaitu Tapanuli Selatan (atau Mandailing dan Angkola), Toba, Dairi, Simalungun, dan Karo, tetapi bahasa Alas tidak memiliki aksara sebagaimana dimiliki oleh suku-suku Batak. Pernah seorang ahli sejarah berkebangsaan Barat yang mengadakan penelitian di Aceh mengemukakan pendapatnya bahwa kefanatikan suku Alas terhadap agama Islam berakibatkan penuUsan bahasa itu dengan aksara Arab, atau lebih dikenal dengan huruf Jawi. Pada saat itu orang tidak pernah berpikir bahwa pemilikan aksara sendiri adalah suatu lambang identitas serta kebanggaan daerah.

40
4.2 Lokasi Bahasa Alas dan Dialek Kabupaten Aceh Tenggara terdiri dari 9 kecamatan, yaitu 5 kecamatan di wilayah bekas Kewedanaan Tanah Luas (PETA 5). 1. Kecamatan Lawe Sigala-gala, no. 133 (34.203 jiwa) 2. Kecamatan Lawe Alas, no. 132 (14.834 jiwa) 3. Kecamatan Bambel, no. 130 (25.232 jiwa) 4. Kecamatan Babussalam, no. 129(25.751 jiwa) 5. Kecamatan Badar, no. 131 (18.302 jiwa) dan 4 kecamatan di wilayah bekas Kewedanaan Gayo Luas (PETA 5) 6. Kecamatan Biang Kejren, no. 125 (19.830 jiwa) 7. Kecamatan Kuta Panjang, no. 127 ( 9.521 jiwa) 8. Kecamatan Rikit Gaib, no. 126 ( 4.766 jiwa) 9. Kecamatan Terangan. no. 128 ( 6.809 jiwa) Kelima kecamatan pertama berbatasan dengan Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Meskipun kabupaten ini memiliki daerah yang cukup luas, yaitu 9.635 km2 (yang kedua terluas di Aceh), jumlah penduduknya hanya 159.248 jiwa. Wilayah pemakaian bahasa Alas hanya terpusat di lima kecamatan bekas kewedanan Tanah Alas.

4.2.1 Pemetaan Bahasa Alas Berdasarkan hasil penelitian, bahasa Alas terbagi atas tiga variasi dialek, yaitu dialek Hulu, Tengah, dan Hilir. Dialek Tengah juga dikenal sebagai dialek Babussalam. Wilayah tiap dialek adalah sebagai berikut. a. Dialek Huhi meliputi Kecamatan Badar dan sebahagian kecil wilayah Kecamatan Lawe Alas. b. Dialek Tengah atau Babussalam meliputi Kecamatan Babussalam, sebagian kecil wilayah Kecamatan Bambel, dan Kecamatan Lawe Alas. c. Dialek Hilir meliputi Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Bambel, dan sebahagian dari Kecamatan Lawe Sigala-gala. Di dalam kelima kecamatan ini terdapat pula penutur bahasa daerah lainnya, yaitu dialek Gayo Lues, bahasa Singkel, Karo, dan Batak. Di ibu kota Kutacane terdapat penutur bahasa campuran, yaitu bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah yang terdapat di kabupaten itu.

41
PETA S PETA KABUPATEN ACEH TENGGARA

Ukuran 1:500.000

42
4.2.2 Pemetaan Dialek-dialek Bahasa Alas Menurut kenyataan, perbatasan geografis antara dua dialek tidak pernah tajam (Langacker, 1968:45). Variasi berbahasa antara penutur pada daerah sepanjang perbatasan hampir tidak kentara. Perbedaan akan semakin jelas apabila semakin masuk ke daerah pedalaman. Dasar untuk pembedaan pelbagai dialek suatu bahasa ialah bahwa sistem linguistik yang dipakai oleh penutur suatu dialek berbeda dalam hal tertentu dari sistem linguistik yang dipakai oleh penutur bahasa-bahasa yang lain. Pada bahasa Alas, perbedaan hanya terdapat pada dua aspek, yaitu aspek fonologis dan kosa kata. Dalam aspek sintaksis tidak terdapat perbedaan yang hakiki. 4.2.2.1 Aspek Fonologis 1) Kosa Kata Kelompok A (Bahasa Indonesia) Perbedaan dalam aspek ini sama sekali tidak menghamba!, jalannya komunikasi antar penutur karena pada umumnya perbedaan dalam aspek ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kesamaan dalam aspek sintaksis. Perbedaan dalam aspek fonologis terjadi pada suara vokal, diftong, kesepadanan bunyi konsonan, dan ketidakhadiran semivokal /w/ dan / j / pada satu dialek, tetapi hadir pada dialek lainnya. Dari daftar 200 di dalam kelompok A pada instrumen penelitian diperoleh hasil sebagai berikut. a. Perbedaan suara vokal - 11 buah b. Perbedaan suara diftong — 1 buah c. Kesepadanan bunyi konsonan — 3 buah d. Kehadiran dan ketidakhadiran semivokal /w/ dan /j/ 4 buah e. Perbedaan kosa kata - 73 buah f. Kesamaan kosa kata - 108 buah a) Perbedaan Bunyi Vokal. Berikut ini diturunkan ke-I 1 buah kata yang berbeda pada bunyi vokal.

43
Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. air/sungai berapa bibir duda hilang kertas padi pendek sedikit selatan sisir Dialek Tengah lawë sekae bibëR pakëR bene köRtas page pendôk sitok kenjahe siseR

Hulu lawe sekae bibëR pakéR bene köRtas page pendek citek kenjahe siseR

Hilir lawê sekaë bibeR pakeR bene keRtas page pendôk citok kenjahe siseR

Pada data di atas kelihatan perbedaan bunyi vokal pusat /9/ pada dialek Hulu dengan vokal depan /e/ pada dialek Tengah dan Hilir. Perbedaan ini terjadi pada suku kedua (lihat kata-kata nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, dan 11). Pada kata nomor 6 terdapat perbedaan antara bunyi vokal belakang / o / dengan vokal pusat /9/, dan pada nomor 8 antara vokal belakang /of dengan vokal depan /e/. b) Perbedaan Suara Diftong. Dari data yang tersedia hanya ditemukan perbedaan antara diftong /uy/ dengan vokal /i/. Contoh : Bahasa Indonesia 1. Api Dialek Tengah api

Hulu apui

Hilir api

Dalam laporan penelitian ini, fonem-fonem berikut ditulis dalam lambang ortografi sebagai berikut. fonem /9/ ditulis e fonem /o/ ditulis o fonem /e/ ditulis e fonem /vy/ ditulis ui

44
c) Kesepadanan Bunyi Mengenai hubungan yang tertentu antara fonem-fonem konsonan, hukum Van der Tuuk I, yaitu r — d — i, dan hukum Van der Tunk II, yaitu fonem r — g - h (Keraf, 1968:65) tidak berlaku di dalam bahasa Alas. Dialek Tengah bayaR gaRam nali

Bahasa Indonesia 1. bayar 2. cari 3. tali

Hulu gayaR daRam nali

Hilir bayaR gaRam tali

d) Kehadiran dan Ketidakhadiran Semivokal /w/, dan /j/ Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. banyak bawang dia dunia Dialek Tengah mbue pie ie dunie

Hulu mbawe piye iye duniye

Hilir mbue pie ie dunie

Dari seluruh data yang dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa di dalam dialek Hulu, diftong /u9/ dan /i9/ tidak pernah disuarakan secara bebas tanpa kehadiran semivokal /w/ untuk /u/ dan /9/, dan /y/ untuk /i/ dan /9/. Berbeda dengan dialek Tengah dan Hilir, kedua diftong ini disuarakan dengan bebas. e) Perbedaan Kosa Kata Dari rekaman data diketahui bahwa ketiga dialek kadang-kadang menggunakan kata-kata yang berbeda untuk satu pengertian. Ketidaksamaan yang diperoleh ialah i (1) 10% antara dialek Tengah dan Hilir, (2) 42% antara dialek Tengah dan Hulu, (3) 46% antara dialek Hulu dan Hilir, dan (4) hanya 5% antara ketiga dialek (ketiganya berbeda).

45
Daftar kosa kata berikut ini memperlihatkan ketidaksamaan itu Dialek Tengah 3 abang enggi kaê api uan mbuë babe bayaR sékaë Rë mbelin pënteR/tahu bibeR ceRôk beRu bodoh/pekak bumi cangkul seluaR tenten kalëjndubë ndôhôR Rut gë dinding sök wasatë/sedih senang ate deleng apus/lap Rimou

Bahasa Indonesia 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. abang adik apa api ayah banyak bawa bayar berapa beri besar betul bibir bicara bini bodoh bumi cangkul celana dada dahulu dekat dengan dengar dinding duga duka gembira gunung hapus harimau

Hulu 2 abang enggek/kek kede apui awan mbuwe mbah gayaR/galaR sekae/pige beRe mbegah tahu bibeR cakap debeRu padel/del del tanoh gayamen seluaR dade ndube ndehdh Rut dengkohi dingding mangê/sok poRsah meRahe Rimbe lap Rahimau

Hilir 4 abung enggi kaê api uwök/apuk mbuë babe bayaR sekaë Rë mbelin tahu bibeR ceRök beRu pekak bumi cangkul suRat tenten kolë ndöhöR Ras gé dinding sok sedih senang ate deleng opus Rimö

46
1 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. hilang istri itu jantan jari kamu karena kurnia kau kebun kereta kerja kertas laki lebih lihat lompat luar makan malas mati mulut negeri nyamuk obor omong ongkos orang pendek perempuan pertama pria putih rajin rusak 2 bene/hilep debeRu ënou/ëdi mböguh jejaRi kendin/kandu keRana pemeRe kandu nembak leReng bahanen köRtas delaki UmpaR idah möRjang daRat man môRke madingken babah negeRi lentis 3 4 bene beRu ~edi mboRguh jaRi kau keRne keRnie kau empust geRëte dahin keRtas laki lebih atou lompat luaR mangan kisat mate bödoh nenggeRi agas

bene
beRu ëdi mböRguh jaRi/jejaRi kau keRane keRunie kau empus geRëte bahanen köRtas laki lebih atou

lompat
luaR mangan kisat

mate
babah nenggeRi namuk oboR. ceRok tambang jëme pendôk debeRu memule delaki mentaR tisik Rengep

suluh
kate tambang jelme pendek nakbeRu tame/mule nak laki mbulan ceRimbit menase/Runtuk

öncöR
cakap ongkos jëme pendok debeRu mule-mule delaki mentaR ncoRdik Rengep

47
1 67. sana 68. sawah 69. sedang 70. sedikit 71 suka 72. takut 73. tali 74. tarik 75. tebal 76. tempat 77. terima 78. timbang 79. tubuh 80. uang 81. waktu 82. warna 2 hadeh bawan ketike/mase citek sikel/nangat meRadan nali sintak/tegu kapal bekas aloken dös/Rate daging duit/ketep ketike Rupe 3 hadih jume sedang sitok Rëte/pöt mbiaR nali taRik ngkapal kas teRime/alöken timbang tubuh sen waktu/ketike Rupe/Ragi 4 hadih jume sedang citök pot mbiaR talitar taRik ngkapal kas alöken timbang tubuh ketëp waktu Ragi

f) Kesamaan Kosa Kata Sebagai anggota rumpun bahasa Alas, ketiga dialek memiliki banyak kosa kata yang sama untuk menyatakan satu objek atau pengertian. Dari 200 kata kelompok A tercatat 108 kata yang sama. Semua kata yang sama itu tidak didaftarkan di dalam laporan ini, tetapi dapat dilihat pada Rekaman Data (halaman 88 — 92 ) dengan tanda pengenal kata-kata bahasa Indonesia dicetak tebal. 2) Kosa Kata Kelompok B. C, dan D Pengayaan melalui kata-kata serapan dari bahasa Arab (kelompok B), bahasa Belanda (kelompok C), dan bahasa asing lainnya (kelompok D) diterima di dalam dialek-dialek bahasa Alas melalui prosedur berikut. a) Diterima dalam bentuk ash (lihat Rekaman Data). Tanda pengenal: katakata bahasa Indonesianya dicetak tebal. b) Diterima dengan perubahan pada pengucapan.

48
Contoh: (1 ) Kelompok B Serapan dari Bahasa Arab Dialek Tengah ahëR bÔRkat deawe pape halëR hakemat mepakat tekebëR tekedëR bjöR

Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. akhir berkat dakwa fakir hadir hikmah mufakat takbir takdir uzur

Hulu

Hilir

ahëR
böRkat daawe pape halëR hakemat mepakat tekebëR tekedëR ujuR

ahëR
bôRkat deawe pape halëR hakmat mesapat tekebëR tekedëR ujöR

(2) Kelompok C Serapan dari Bahasa Belanda Dialek Tengah dinis kenët lesteRik moRtël sepëR

Bahasa Indonesia

Hulu dinis kenët lesteRik meRtël sepëR

Hilir dines kenët seteRik tetukul sepëR

1. dinas 2. kenek 3. listrik 4. martil 5. supir

49
(3) Kelompok D Serapan dari Bahasa Asing Lainnya Dialek Tengah jase kemëje kowëh saudagaR toco W

Bahasa Indonesia 1. jasa 2. kemeja 3. kue 4. sauaagar 5. tauco

Hulu jase kemëje kowëh sedagaR toco W

Hilir jase kemëje kowëh sodagaR tocow

c)

Di samping diterima dalam bentuk asli dan perubahan pada pengucapan, juga memiliki kosa kata sendiri.

(1 ) Kelompok B Serapan dari Bahasan Arab Dialek Tengah galip metanggungen atë ntaböh mbiaR

Bahan Indonesia 1. asyik 2. hamil 3. hati 4. lezat 5. takut

Hulu galip mebaban atë ntaböh mbiaR

Hilir galip metanggungen atë ntaböh mbiaR

(2) Kelompok C Serapan dari Bahasa Belanda Dialek Tengah bangku mulesen

Bahasa Indonesia 1. 2. bangku disentri

Hulu cedödöh cahaR

Hilir bangku mulesen

50
(3) Kelompok D Serapan dari Bahasa A sing Lainnya Dialek Tengah Rambih Rumbang pemohenken bungkui tëngtëng

Bahasa Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. beranda konflik pesta perahu lonceng

Hulu Rambih selang pebahanken bungkui

Hilir Rambih Rumbang pebahanken sampan

lonceng

tenteng

4.2.2.2 Aspek Sintaksis Dari data yang terkumpul dapat diketahui bahwa bentuk sintaksis antara ketiga dialek adalah sama, atau kemungkinan adanya perbedaan yang sangat kecil. a) Struktur Frase Beberapa bentuk frase pada ketiga dialek adalah sebagai berikut.
1 -

Bahasa Indonesia

Hulu milikne gulëkaë waRi keduur, babe mbalik töR bende senaR ntaboh mesemban kelihen mesui takal sijel bawan aRi

Dialek Tengah Rete kalak ikan kaë waRi kedue mbabembalik Röh bende sesenaR ntaboh mejele kelihen mesuwe takal si deldel jume aRi

Hilir ajang kalak ikan kaë waRi kedue mbabe mbalik Röh bende sesenaR ntaboh mejele kelihen mesui takal si pedel jume aRi

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

harta mereka ikan apa hari kedua bawa pulang datang kemari selalu senang sangat bagus

8. sakit kepala 9. si tolol 10. dari sawah

51
b) Struktur kalimat Beberapa bentuk kalimat pada ketiga dialek adalah sebagai berikut. IND A B C IND A B C IND A B C IND A B C IND A B C IND A B C IND A B C IND A B C Ambillah! Ametken toR! Buetkenme! Bokkenme! Kakek pulang ke kota. Nini mbalik ke bekan. Nini mbalik be kota. Nini mbalik be köta. Bagaimana, ada sukar? Kune, seRik? Kurié, ntöhat? Kurte, ndeles? Saya dipanggil oleh Ayah. Aku nitengou uwan. Aku nisidung uan. Aku nisidung uok. Si Kamil memukul Si Kamal. Si Kamil mbaluR si Kamal. Si Kamil mokpdk si Kamal. Si Kamil mokpdk si Kamal. Si Kamal dipukul oleh si Kamil. Si Kamal nibaluR si Kamil. Si Kamal nipdkpök si Kamil. Si Kamal nipökpök si Kamil. Siapa mendiami rumah itu? he nginyani Rumah di? Isënginyami Rumah e~di? hê nginyami Rumah edi? Paman memberikan uang kepada kakak. Mame meRëken duit be kake. Marne ngeRëken sen be kake. Mame ngeRëken ketëp be kake.

52
9 IND A B C 10. IND A B C Tidak maukah engkau kelapa muda? Made kin kau sikel niweR belalu? Made kin kau ingin niweR belalu? Made kin kau pot niweR belalu? Mau Tuan mempelajari bahasa Indonesia? Sikel kandu ngguRui ceRok Indonesia? Ingin kandu mplajaRi ceRok Indonesia? Pot kandu melajaRi cakap Indonesia?

Keterangan: IND - bahasa Indonesia A - Dialek Hulu B - dialek Tengah C - dialek Hilir 4.2.2.3 Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas dan sesuai dengan pendapat Langecker (1968: 48) bahwa.... "two people speak different dialects if their linguistic systems differ with respect to at least one trait" (dua suku bangsa bertutur dalam dialek yang berbeda jika sistem linguistiknya berbeda dalam hal paling sedikit satu sifat). Dalam hal ini, sifat yang membedakan ialah aspek-aspek fonologis dan kosa kata. Akan tetapi, oleh karena perbedaan kosa kata antara dialek Tengah dan Hilir hanya 10%, peneliti cenderung berkesimpulan bahwa hanya terdapat perbedaan ragam. Dengan demikian, dalam bahasa Alas terdapat dua dialek, yaitu dialek Hulu dan dialek Tengah/Hilir yang lazim disebut dialek Babussalam. Peta berikut (PETA 6) memperjelas letak geografis kedua dialek (dialek Babussalam dipetakan terpisah).

53
PETA 6 PETA LOKASI DIALEK-DIALEK BAHASA ALAS

ACEH TENGAH 121

KETERANGAN 1. kecamatan : Lawe Sigalagala Lawe Alas Bambel Babu ssalam Blangkejren Kuta Panjang Rikit Gaib Terangun Dialek Hulu Dialek Tengah Dialek Hilir

n. m.
IV.

Jli 133

v.
VI. VII VIII. IX

Ukuran 1:500.000

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Propinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai suatu kesatuan administratif memperlihatkan kemajemukan pemakaian bahasa daerah. Atas dasar kemajemukan ini mungkin timbul praduga bahwa bahasa-bahasa ini masih terpecah dalam dialek-dialek, dari dialek terpecah lagi menjadi subdialek, selanjutnya dalam ragam bahasa. Kebenaran pendapat umum bahwa di Aceh terdapat banyak dialek masih harus dibuktikan, antara lain, dengan meneliti kekhasan kebahasaan di kabupaten-kabupaten, kemudian memperbandingkan antara satu dengan yang lain. Penelitian ini bukan meneliti kekhasan kebahasaan tiap kabupaten. Jelasnya, bukan meneliti dialek-dialek secara mendetail. Penelitian ini bersifat pemetaan bahasa, yaitu bahasa Aceh, Gayo, dan Alas. Di dalam laporan ini, tim peneliti membedakan pengertian "penutur" bahasa dengan "pemakai" bahasa, dan pengertian "berbahasa" Aceh dengan 'berbicara" bahasa Aceh (lihat 2.2.1 halaman 14). Juga, sama halnya dengan pengertian dalam pembahasan bahasa Gayo dan Alas. 5.1.1 Pemetaan Bahasa Aceh

Pemakai bahasa Aceh meliputi seluruh Propinsi Aceh. Akan tetapi, penutur bahasa Aceh atau penduduk yang berbahasa Aceh meliputi 8 daerah tingkat II (lihat 2.2 halaman 8, dan PETA 2). 5.1.2 Pemetaan Bahasa Gayo

Lokasi-lokasi yang berbahasa Gayo adalah (PETA 4): a) seluruh Kabupaten Aceh Tengah, terdiri dari 7 kecamatan (lihat TABEL 4, halaman 25),

54

55
b) empat kecamatan di bahagian utara Kabupaten Aceh Tenggara (PETA 3), dan c) Kecamatan Serbejadi-Lokop (no. 68) di Kabupaten Aceh Timur (PETA 4). Berdasarkan hasil analisis, perbedaan antara satu dialek dengan yang lain tidak lebih dari 35%, bahkan perbedaan antara dialek Gayo Laut dan Gayo Luas adalah 1 20% dalam unsur fonologis. Angka ini memperlihatkan bahwa antara dialek-dialek itu sebenarnya terdapat perbedaan subdialek, atau mungkin juga dapat digolongkan kepada perbedaan wicara (parler). 5.1.3 Pemetaan Bahasa Alas

Lokasi-lokasi yang berbahasa Alas adalah lima kecamatan di dalam lingkungan Kabupaten Aceh Tenggara (PETA 6). Berdasarkan analisis, perbedaan antara dialek Tengah dan Hilir tercatat 10% sehingga dapat disimpulkan bahwa antara kedua dialek itu terdapat perbedaan wicara (parler). Antara dialek Tengah dan Hulu tercatat 42%, dan antara HUlu dan Hilir 46% sehingga masih mungkin dikatakan terdapatnya perbedaan subdialek. 5.1.4 Pemetaan Ketiga Bahasa

Berdasarkan analisis data pada Bab II hingga Bab IV, ketiga bahasa dapat ditunggalpetakan sebagai berikut (PETA 7). Tabel berikut menggambarkan persentase penutur masing-masing bahasa diperbandingkan dengan jumlah penduduk Propinsi Aceh. TABEL 6 PERINCIAN PENUTUR BAHASA ACEH, GAYO, DAN ALAS Bahasa a. b. c. d. Aceh Gayo Alas Bahasa lainnya Jumlah Penutur Jiwa % 1.852.058 221.649 87.586 449.235 2.610.528 70,94 8,49 3,35 17,22 100,00

Jumlah Penduduk Aceh

56
5.2 Saran Penelitian pemetaan ini adalah langkah pertama dalam usaha pemetaan, baik bahasa-bahasa daerah maupun dialek-dialek di daerah Aceh. Penelitian ini sangat kecil dalam jumlah dana, tetapi sangat luas daerah penggarapannya, yaitu mencakup tiga bahasa. Jika tujuan peneUtian ini hanya memetakan bahasa, bukan memetakan dialek, maka hasil yang diharapkan mungkin sudah tercapai. Namun, jika pemetaan dialek harus menjadi dasar dari pemetaan bahasa, maka penelitian lanjutan pemetaan bahasa Aceh, Gayo, dan Alas masih diperlukan.

57
PETA 7 LOKASI BAHASA-BAHASA ACFH. CAYO DAN ALAS CsASabang V~S Bjndj Aceh

K

2 ? ,'C;- BIa ' 1 Pt c J ran . .-*

\

ƒ

y,X'.r.'-'.'/.'

pr?
^PROPINSI SI MATI RA ITARA

Tapaktuan

Bahasa Acen

m

Bahasa Ca>o

ukuran 1 500.000

DAFTAR PUSTAKA Ali, Zaini dkk. 1979/1980. Sistem Morfologi Kata Kerja Bahasa Aceh. Banda Aceh: Fakultas Keguruan Unsyiah. 1980/1981. Sistem Perulangan Bahasa Aceh. Banda Aceh: Fakultas Keguruan Unsyiah. Ayatrohaedi. 1979. Dialektologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen P dan K. Baihaqie, AK dkk. 1976/1977. Struktur Bahasa Gayo. Banda Aceh: Fakultas Keguruan Unsyiah. Belinger, D. 1968. Aspects of Language. New York: Harcourt Brace & World. Cowan, HKJ Tanpa tahun. Aanteekeningen Betreffende de Verhouding van het Atjehsch tot de Mon-Khmer Talen. s'Gravenhave: Tanpa penerbit. Esser, S.J. 1951. Peta Bahasa-bahasa di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Harahap, E. St. 19 58. Perihal Bangsa Batak. Jakarta : Tanpa penerbit. Hasan, M. Affan dkk. 1980. Kesenian Gayo dan Perkembangannya. Jakarta: Balai Pustaka. Langacker, Ronald W. 1968. Language and Its Structure. New York: Harcourt, Brace & World, Inc. Makam, Ibrahim dkk. 1977/1978. Struktur Bahasa Alas. Banda Aceh: Fakultas Keguruan Unsyiah. Niemann, G.K. 1819. Bijdrage tot de Kennis der Verhouding van het Tjam tot de Mon-Khmer Talen. KBI 104. Siahaan, N. 1964. Sedjarah Kebudajaan Batak. Medan: CV. Napitupulu & Sons. Sulaiman, Budiman dkk. 1977/1978. Struktur Bahasa Aceh. Banda Aceh: Fakultas Keguruan Unsyiah. 1979. Bahasa Aceh. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

58

59
Syamsuddin ZA, 1977/1978. Kedwibahasaan di Pesisir Selatan Aceh (Blangpidie ke Tenggara). Banda Aceh: Fakultas Keguruan Unsyiah. Tim Peneliti Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Daerah Istimewa Aceh. 1976. Struktur Bahasa Aceh. Banda Aceh: Tanpa penerbit. Voorhoeve. P. 1955. Critical Survey of Studies on the Languages of Sumatra. s'Gravenhage: Martinus Nijhoff.

LAMPIRAN 1:

NAMA-NAMA KECAMATAN DALAM PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH No. Urut 1 No. Nama Kode 2 3 No. Urut 1
N a m a

Kode 2

3

1 2 Kotamadya Sabang (II) 3 1 3 Sukakarya 4 2 4 Sukajaya 5 6 Kabupaten Aceh Besar (III) 7 5 Mesjid Raya 1 8 Peukan Bada 6 2 9 3 7 Darul Imarah 10 4 Ingin Jaya 8 11 Darussalam 9 5 Kopelma Darussalam 12 10 6 13 11 Kuta Baro 7 14 Montasik 12 8 15 13 Sukamakmur 9 16 14 Lhoknga/Leupung 10 15 17 Lhoong 11 16 18 Indrapuri 12 19 17 Seulimuem 13 18 Gampong Jawa 14 20

Kotamadya Banda Aceh (I) 1 1 Baiturrahman 2 2 Kuta Alam

Kabupaten 1 >idie (IV) 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kota Sigh Pidie Padang Tij i Muara Tiga Simpang Tiga Kembang Tanjong Bandar Baru Delima Indrajaya Mutiara Peukan Baro Glumpang Tiga Sakti Tiro/Teuseb Titeu/Keumala Mila Tangse Geumpang Meureudu Tringgading/P. Raja

60

61
1 21 22 23 1 39 40 41 3 Bandar Dua Ulim Batee
i

2

3

Kabupaten Aceh Utara (V) 1 42 Samalanea Jeunieb 43 2 3 Peudada 44 4 Jeumpe 45 Peusangan 46 5 Makmur 47 6 Gandapura 48 7 Muara Batu 8 49 Dewantara 50 9 Muara Dua 51 10 Banda Sakti 52 11 Kuta Makmur 53 12 Syamtalira B 54 13 14 Samudera 55 Meurah Mulia 15 56 16 Tanah Pasir 57 17 Syamtalira A 58 Tanah Luas 18 59 Matang Kuli 19 60 20 Lhoksukon 61 21 Seuneudon 62 22 Baktiya 63 23 64 Tn. Jamo Aye Kabupaten Aceh Timur (VI) Langsa 65 1 2 66 Rantau Selamat 3 Peureulak 67 4 68 Serbejadi/Lokop Idi Rayeuk 69 5 Nurussalam 70 6 7 Darul Aman 71

Julok 72 8 Simpang Ulim 73 9 Manyak Payed 74 10 Tamiang Hulu 75 11 Bendahara 76 12 Karang Baru 77 13 Kejuruan Muda 78 14 Kota Kuala Simpang 79 15 Seruway 80 16 Kabupaten Aceh Barat (VII) Johan Pahlawan 81 1 Kaway XVI 82 2 Sungai Mas 3 83 Beutong 4 84 Seunagan 85 5 Kuala 86 6 Darul Makmur 87 7 Sama Tiga 88 8 Wo yla 89 9 Teunom 90 10 Krueng Sabee 91 11 Setia Bakti 92 12 Sampoiniet 93 13 Jaya 94 14 Simeulue Timur 95 15 Teupah Selatan 96 16 Simeulue Tengah 97 17 Simeulue Barat 18 98 Salang 99 19 Kabupaten Aceh Selatan (VIII) Tapaktuan 1 100 Sama Dua 2 101 Sa wang 3 102 Meukek 4 103 Labuhan Haji 5 104

62
1 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 2 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 3 Manggeng Tangan-tangan Biang Pidie Susoh Kuala Batee Kluet Selatan Kluet Utara Bakongan Simpang Kanan Trumon Simpang Kiri Singkil Pulau Banyak 1 2 3

Kabupaten Aceh Tengah (DC) 1 2 3 4 5 6 7 118 119 120 121 122 123 124 Kota Takengon Bebesan Bukit Linge Isak Timang Gajah Silih Nara Bandar

Kabupaten Aceh Tenggara (X) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 125 126 127 128 129 130 131 132 133 Biang Kejren Rikit Gaib Kuta Panjang Terangon Babussalam Bambel Badar Lawe Alas Lawe Sigala-gala

LAMPIRAN 2

KABUPATEN ACEH TIMUR (VI)
Nomor Kode Jumlah Penduduk Luas Kecamatan (Km 2 ) 515,26 369,50 709,52 3.108,44 433,80 179,47 131,50 323,41 557,89 267,11 202,39 180,50 238,81 349,85 4,48 188,49 7.760,42 Kepadatan Penduduk

Kecamatan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Langsa Rantau Selamat Pereulak Serbejadi/Lokop Idi Rayeuk Nurussalam Darul Aman Julok Simpang Ulim Manyak Payed Tamiang Hulu Bendahara Karang Baru Kejuruan Muda Kota Kuala Simpang Seruway J u m l a h :

65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80

82.298 16.087 54.065 7.384 38.793 10.309 9.590 18.355 34.957 15.277 15.771 19.156 23.642 47.860 16.420 13.398 423.352

160 44 76 2 89 57 73 57 63 57 78 106 99 137 3.665 71 55

63

LAMPINRAN 3

I. DAFTAR KOSAKATA: DIALEK-DIALEK BAHASA ACEH Kelompok A Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia 1 abang adik air akar aku alu anak apa api asal atas ayah Dia Aceh Utara 2 bang adö i akeu Ion tuan; ké ate aneuk peu apui asai ateuh yah Pidie 3 bang; lém adöe ie akeue Ion; kèe alèe aneuek peue apui asai ateueh yah Darussalam 4 bang ado
i

ek Kuala Daya 5 bang adk ie uk"eu

Lam No 6 lém adai ie uk^eu i i kei alèi aneuk pui apui ateuh ayah

akeu kè; drö aie aneuk pu apui asai ateuh yah

kéi
atèi aneuk peu apui ateuh ayah

65

r--

5-o.Sä.o-cl

S g.^.^.c,

o,-a,SS-o-5'0'Qö.-ö.5-S*>

*
vo

rs 'u fc ^ fc

-~ SO S

s S

. -« SboO

£

J

» 3 » 3

'O -~

S 3

1 ^ * « « 'S'K
fc -o .Si -o -o

^

l ^ ^ g ï § S S S § § 3
û,.2,g S * - S * « Û , R , S * *

.o -o

1/1

ÎOaj

'U

5"

? 0

S

»*

,<u bo O

S 3

S 3

l ' .5 -.Sä^ .0 s s-o- ^ s ^ -o £ £

s* 3 .0 -o

I ' S f c2 &O SS sOS O ÖSCS. s . S . a s . I § O O Q,-£.8 . -

*

m

S ^

K S O I S S S S

p-S

3 fc

£ -o .Sä .0 -o «

»os?

S^?S

s

padum jok rayek
« 1; »

a

$

0. -2. S

lO
(N

S

-

S

O

g

^

l

O

b

g -o - ä -o -o -o S S

.0 £? -o o. -2, 2

-

e S s

> , c ? e 3 c s a j c s c s CSX>X>X>X>X>X>

2. * ^ 3 3 > S

c s u X>X>

"-^ « 2

o (i u X> X ) X>

2. 1-, « — S

beuso inong nyö bibi peugah peurumoh bangai buleun
as,-.-~Sp5'KÈpp§ -o-5.?.oo,GLfc.o-o
S S ^ S S ö ' g w a

manok bajè Ie baro batè ba baroh

baye nyo

o

S' p

S 3

* S ? « 6 , a , S * J s

o) e «) a . a . 3 X> X> X I X> X> X I

2 — ^ 2 .^ .S a .a S —

'n C -g e s

0 3 X1X1

66

K O

I O -V

*>

s 'l § 1 ^
» O o fc o "o

H2 I . §
-* 'o -3

I-f'l

'O

I -3 -s
*

eu

-K 'u «Sä -3 S 'O "O

s

#3 8

-K ,0 3 -O

K° o S « 3 j ï S e u ' » S 0 0 5

I

.-s

eu

IJ-s?! U s .§ § i
lO 3 Ü ea
«j

;. * C
fc

.t? -2 'S 'S
3
«O *

S "O !» -S E5 "O

I3

8 81 i
- * * 3 .9 T

3 S

t"!

K S' oo S -K K 'O :s.

'ft

K

-c
-S S .g 'O -O 'O
<*J .

3 S

!U 7 3
&0

-S

I
s

S

p
.K 3

lO -v
-O

je

s g a S-o^'0'S'0'oa,S-2s?,o'-=:.<3"S-o »
3 « 'g
ej fc

1 =

«

IP
eu C

3 -O

S

oo S K te

§ s

I
eu

eu

^3 -S B 'O A i 'O

t-s 8 lo I ' l l « « J 3 8

a*. 4!

I

MU

Si g» 'o §J

: - -K IO

!

S

Sp

_

«

P «o -o i 8 S | | s | l | 5 .8 5 o e
X! 3 3 es _ 00

i L o

Ie

'l

«

K° 'O ::Ï,

S - .s § 'S . S .8

'O

p

3 |

3
X)

s *
XI O

t

fi

c -a o.

S e v-, oo oo

g'
3 C .i

es

cd cd cd Q cd cd cd o ' O ' O ' O \^s ' O ' O ' O ' O

o 'O ^

S

3 3 3 3 S .2 'O 'O T) 'O ^ 'O 'O 'O

o w u a

e .3 1 s

a

1 duri ekor emas empat enak enam gerak gembira gigi guli gunting gunung guru hapus hari harimau hidung hidup hilang hujan ini istri itik itu

2 duro iku meuh peut mangat nam ria gigo guli gunteng gunong gure ft' uro rimung idong udép gadoh ujeun

3 duroe ikue meuh peut mangat nam ria gigoe guli gunteng gunong gurèe U ureo rimung idong udép gadoh ujeu nyoe inöng iték jéh

4 duro iku meuh peut mangat nam ria gigo aneuk katok gunteng gunong gure ft' uro rimung idong udép gadoh ujeun

5 durei iku meuh peut mangat nam grak seunang gige aneuk katok gunténg gléi gure sampoh ure rimung idong udép gadöh ujeun nye peurumoh itèk jéh

6 durai iku meuh peut mangat nam grak seunang gigoi aneuk katok gunténg gléi gurèi sampoh urai rimung idong udep gadeh ujeun nyai peurumoh iték jéh

1 dure iku meuh put mangat nam grak seunang gigo aneuk katok gunténg gléi gure sampoh uro rimung idong udép gadöh ujeun nyöi peurumoh itèk jéh

nyö
inong itèk jéh

nyö
inong iték jéh

1 jala jalan jambang janda janggut jantan jari jari kaki jari tangan kakak kaki kalah kami kampung kamu kapur karena karunia kau kayu kebun kepala kepada 1 jeu rôt

2

3

5 jeu rot

6 jeue rôt briwok balè janggot agam jarai, jarô aneuk aki aneuk jaro kak aki talo kamö, kamai gampong kah gapu kareuna kaRonya kah kaye lempoh ule keu

jeue rot balèe janggot agam jaroe aneuk gaki aneuk jaro da akè taloe kamöe gampong kah gapue seubab karonea kah kayèe lampoih ulèe keu

bale janggot agam jaro aneuk gaki aneuk jaro da gaki talo kamö gampong kah gapu seubab karonia kah kayè lampoh ulè keu

jeue l'eue ret rèt briwok briwok balèi balè balè janggot janggot janggot agam agam agam jarai jare jarô aneuk ake aneuk ake aneuk gaki aneuk jarai aneuk jaro aneuk jarè kak; cutpo cutpo da akè gaki ake talo talo talo kamai käme kamö gampong gampong gampong dreitah; dreikah kah kah gapu gapu gapu kareuna kareuna seubab kaRonya kaRonya karonia kah dreikah kah kayei kayè kayè lempoh lampoh lampoh ulèi ulè ulè keu keu keu

1 kereta kerja kertas kuda kuku kumis laki langit lebih lembu lihat lima lompat luar lutut makan malas mata mati mentimun minum muda mulut

2 geuritan but keureutah guda guke

3 geuritan but keureutah guda gukee

4 geuritan but keureutah guda

5 gari keureujai keureutah guda gukè mise agam

6 gari keueujè keureutah guda kukei mise agam

7 gari keurja keureutah guda gukè mise agam langet leubeh leumo nging; kalon limeong grop lua teuot pajoh

ukè
mise agam langet leubeh leumo nging; kaloi limöng grop lua teuot pajoh beuö mata maté böh timön jèp muda abah

misé
agam langet

misée
agam

langet
leubeh

leubeh . leumö
nging; kalon limöng grop tua teuot pajoh

langet leubeh
leumo nging; kalon limeöng grop lua teuot pajoh beuö mate maté böh timön jép

langet
leubeh leumo nging; kalon limeueng grop lua teuot pajoh beue; malah mate maté böh timön jép

leumö
nging; kalon limöng grop tua teuot pajoh beuö mata maté böh timön jip muda babah

beuö
mata maté böh timön jèp muda babah

malah; beuö
mata

maté
böh timön jèp muda babah

mudè
babah

mudè
babah

1 nama nasi negeri nyamuk nyiur orang padi pagar paha pahat pandai panjang pendek perempuar pertama perut pinggang pintu pipi pisang pria putih rajin

2 nan bu naggrö nyamök u ureung padè pageu pha pheut carong panyang paneuk inong phon prut keuing pinto ming pisang agam putèh jeumöt

3 nan bu nanggröe nyamök u ureung padee pageue pha pheut carong panyang paneuk inong phon prut keuing pinto mieng pisang agam puteh jeumöt

4 nan bu naggrö nyamök u ureung pade pageu pha pheut carong panyang paneuk inong phon prut keuing pinto ming pisang agam putéh jeumöt

5 nan bu nangfe jamök u ureung padè pageu phap pheuet carong; bako panyang paneuk; et inong phon pruet keuing pinto mieng pisang agam putih jeumeut

6 nan bu nangrai jamök u ureung pade' pageu phe pheut carong; bakö panyang paneuk ineu phon pruet keuing pinto mieng pisang agam puteh jeumeut

7 nan bu nangrai; nangrö jamök u ureung pade pageu pha pheut carong; bakö panyang paneuk; e~t ineong phon pruet keuing pinto mieng pisang agam putih feumeot

1 rambut rendah rumah rumput rusak sabit sana sarung satu saudara sawah sedang (lagi) sedikit selatan sembilan sepuluh sini sisir situ suka sungai susu tali

2 ok miyup mmöh naleung rusak sadeup keudèh sarong sa; saböh seidara biang teungöh bacut tunang sikureung siploh keurio sugot keudéh galak krung

3 ok miyup rumöh naleung rusak sadeup keudeh sarong sa; saböh cedara biang teungöh bacut turiöng sikureueng siploih keuriö sugot keudéh galak krueng susu talöe

4 ok miyup rumöh naleung rusak sadeup keudèh sarong sa; saböh cedara biang teungöh bacut

5 ok miyup

6 ok miyup Rumöh naleung Reuleh sadeup keudèh saRong se cèdare umeung teungöh bacut; nit seulatan sikuReung siploh sinai sugot keudéh galak kRueng
SUSU

7 ok miyup Rumöh naleung Reulöh sadeup keudéh saRong se cèdare umeong teungöh bacut; nit seulatan sikuReung siploh sinai sugot keudéh galak kRueng susu talai

Rumah
naleung Reulöh sadeup keudèh saRong se cèdare umöng teungöh bacut; nit seulatan sikuReung siploh sine sugot keudeh galak kRueng susu

tunang
sikureueng siploh keuriö sugot keudéh galak krung susu talö

susu tala

tale

talai

1

2

3

4 tamah jame jaw reunyeun tarék teubai teube teumpat teurimöng teutapi Ihee tika timang manyang badan tujoh pèng ubi angén keu baroh watè inöng warna

5 tamah jamè jaRè; sapai Rinyeuen taRék teubai teubè teumpat teuRimoeng tapi Ihèi tika timang manyang badan tujoh pèng böh bi angëh keu tunong watèi inöng waRna

6 tamah jamè sapai; jaRai Rinyeuen taRék teubai teubèi teumpat teuRimeueng tapi Ihè tika timang manyang badan tujoh pèng böh bi angén keu tunong watèi inöng waRna

7

tambah tamu tangan tangga tarik tebal tebu tempat terima tetapi tiga tikar timbang tinggi tubuh tujuh uang ubi udara untuk utara waktu wanita warna

tamah jamè jaro; sapai reunyeun tarék teubai teubè teumpat teurimöng teutapi Ihee tika timang manyang badan tujoh pèng ubi angèn keu baroh watèi inang warna

tamah jamèe jaro reunyeun tarék teubai teubèi teumpat teurimöng teutapi Ihee tika timang manyang badan tujoh pèing ubi angén keu baroh inöng warna

tamah jamè sapai; jaRöi Rinyeuen taRèk teubai teube teumpat teuRimoeng tapi Ihèe tika timang manyang badan tujoh pèng böh bi angén keu tunong watè inöng waRna

Kelompok B Kata-kata Serapan dari Bahasa Arab 1 adil ahli akal akhir akibat alat alim amal aman asal asyik awal badan batin berkat dakwa faedah faham fakir fasih fatwa 2 3 4 ade ahli akai akhé akebat alat malém amai aman asai gadoh awai badan baten beureukat dawa paèdah pham pakei pasèh patwa 5 adé ahli akai 6 ade ahli akai akhé akebat alat malém amai aman asai gadoh awai badan bathen beureukat dawe paedah pham pakei pasèh patwa 7

adé
ahli akai

adé
ahli akai akhé akebat alat malem amai aman asai gadoh awai badan baten beureukat dawa paèdah pham pakei pasèh patwa

adé
ahli akai akhe akebat alat malém amai aman asai gadoh awai badan bathén baureukat dawa; dawt paèdah pham pakei pasèh patwa

akhè
akebat alat malem amai aman asai gadoh awai badan

akhé
akebat alat malém amai aman asai gadoh awai badan bathén beureukat dawe paèdah pham pakei pasèh patwa

baten
beureukat dawa paèdah pham pakei pasèh patwa

1 fitnah hadir hafal hak hakikat hakim hal hamil haram hasil hawa hayat hemat heran hikmah ikhlas ikhtisar ikrar ilmu insaf izin jihad jumlah

2

3

4

5 fitnah teuka hapai hak hakekat hakim hai mumei hareuem hase hawa hemat hiReuen hikmah ikhlaih ihtieue ileumèe inseueh izin jihat jumlah

6 fitnah teuka hapai hak hakekat hakim hai mumei hareuem

1

piteunah teuka hapai hak hakekat hakim hai mumei hareum hasèi hawa hemat hereun hikmah ikhlaih ikhtiyeu ilme inseuh ijin jihat jumlah

piteunah teuka hapai hak hakekat hakim hai mumei hareum hasèi hawa hemat hireun hikmah ikhlaih ikhtiyeue ilme inseuh ijin jihat jumlah

piteunah teuka hapai hak hakekat hakim hai mumei hareum hasèi hawa hemat hireun hikmah ikhlaih ikhtiyeu ilme inseuh ijin jihat jumlah

hase
hawa Hemat hiReuen hikmah ikhlaih ihtieue ileumèe inseuh izin jihat jumlah

fitnah teuka hapai hak hakekat hakim hai mumei hareuem hase hawa hemat heReuen hikmah ikhlaih ihtieue ileumèe inseuh izin jihat jumlah

1

2

3

4

5 haba kada kapHè kalbu karip khayal lazat meuah maklum meukeusut mawöt meupakat mustahé nasèhat nékmat peureuleè piké rakyat resmi riwayat röh rukon saat

6 haba kada kaphè kalbu karip khayal lazat meuah maklum meukeusut mawöt meupakat mustahé nasèhat rièkmat peureulèi pike rakyat resmi riwayat röh rukon saat

7 haba kada kaphe kalbu karip khayal lazat meuah maklum meukeusut mawöt meupakat mustahe nasèhat rièkmat peureulèe piké rakyat resmi riwayat röh rukon saat

kabar kadar kafir kalbu karib 'khayal
lezat

haba koda kaphé kalbu karip khayal leuzat meuah maklum meukeusut mawöt mupakat mustahé nasèhat nikmat peureulè pike rakyat reusmi riwayat röh rukon saat

haba kada kaphèe kalbu karip khayal leuzat meuah maklum meukeusut mawöt mupakat mustahe nasèhat nikmat peureulè piké rakyat reusmi riwayat röh rukon saat

haba kada kaphè kalbu karip khayal leuzat meuah maklum meukeusut mawöt mupakat mustahe' nasèhat nikmat peureulè piké rakyat reusmi riwayat röh rukon saat

maaf maklum maksud maut mufakat mustahil nasihat nikmat perlu 'pikir rakyat resmi riwayat roh rukun saat

1 sabar sahabat sedekah sehat sifat sila p syair syarat taat tabiat tafsir takbir takdir takut tekad tertib tobat ulama umat umum umur usul uzur

2 saba sahabat seudeukah sehat sipeut silap syaer syarat taat tabiat tapser teukeubi teukeudi takot tekat teurtip teibat ulama umat umum umu usui uzo

3 saba sahabat seudeukah sehat sipeut silap syaer syarat taat tabiat tapsér teukeubi teukeudi takot tekat teurtip teibat ulama umat umum umu usui uzo

4 saba sahabat seudeukah sehat sipeut silap syaer syarat taat tabiat tapsér teukeubi teukeudi takot tekat teurtip teibat ulama umat umum umu usui
UZO

5 saba sahabat seudeukah sehat sipeut silap syair syarat taat tabiat tapse takeubi teukeudi takot tekat teurtip tobat ulama umat umum umu
USlil UZÖ

6 saba sahabat seudeukah sehat sipeut silap syair syarat taat tabiat tapsé takeubi teukeudi takot tekat teurtip tobat ulama umat umum umu usul uzo

1 saba sahabat seudeukah sehat sipeut silap syair syarat taat tabiat tapse takeubi teukeudi takot tekat teurtip tobat ulama umat umum umu usul uzo

1 wajib wakil waktu wasiat yakin yatim zakat zat

1 wajép waki watèi wasit yakin yatim jakeut zat

3 wajép waki watèi wasit yakin yatim jakeut zat

4 wajép waki watèi wasit yakin yatim jakeut zat

5 wajép waki watèe wasit yakin yatim zakeut zat

6 wajép waki watèe wasit yakin yatim zakeut zat

7 wajep waki watèi wasit yakin yatim zakeut zat

Kelompok C Kata-kata Serapan dari Bahasa Belanda 1 arloji bangku blangko buku dinas disentri faktor feodal kamar kelas 2 arloji bangku blangko buku dinaih diseuntri pakto piodal kama glah 3 arloji bangku blangko buku dinaih diseuntri pakto piodal kama glaih 4 arloji bangku blangko buku dinaih diseuntri pakto piodal kama glah 5 aRloji bangku blangko buku dinaih desen tri paktoR piodal kama glah 6 arloji bangku blangko buku dinaih desentri paktoR piodal kama glah 1 arloji bangku blangko buku dinaih desentri paktoR piodal kama glah

^

1 kenek kopi lampu lapor listrik martil mobil obeng pas peran gko persen reken rokok supir teh

2 keuriet kupi lampu lapo léseutrék pale moto obeng phah peurangkö peureusen rikèn rukok seupe teh

3 Keuriet kupi lampu lapo le'seutrék patei moto obeng phaih peurangkö peureusen rikèn rukok supe tèh

4 keurièt kupi lampu lapo léseutrék palèi moto obèng phah peurangkö peureusen riken rukok seupe tèh

5 knèt kupi lampu lapor lestRek paie moto obèng pah pRangkö peuReusen Rikèn Rukök sipe tèh

6 knet kupi lampu lapor, lestRèk pale moto obèng pah pRangkö peuReusen Rikèn Rukök sipé tèh

1 knet kupi lampu lapor lestRek pale moto obèng pah pRangkö peuReusèn Rikèn Rukök sipe tèh

Kelompok D Kata-kata Serapan dari Bahasa Asing Lainnya 1 beranda blus cawan gaun 2 bluh cawan gaon 3 bluh cawan gaon 4 bluh cawan gaon 5 bluh cawan gaun 6 bluh cawan gaun 7 bluh cawan gaun

1 jam jasa jendela kawin kelenteng kemeja kenduri konflik kongsi kuwe modal perahu pesta pinggan roti saudagar sekolah tahu tauco toge lonceng

2 jeum jasa tingkap

3 jeuem jasa tingkap kawén — keumèja kanduri konsi kuwéh modai peuraho pingan ruti sèdaga sikula tahu toco toge' lunceng

4 jeum jasa tingkap

5 jeuem jase tingkap kawén keumèja kanduri komplik konsi kuwe; rumo) modal peuraho pesta pingan ruti saudagar sikula tahu coco

6 jeuem jase tingkap kawén keumèja kanduri komplik konsi kuwè; rumok modal peuraho pesta pingan ruti saudagar sikula tahu coco

7 jeuem jase tingkap kawen keumèja kanduri komplik konsi kuwè; rumok modal peuraho pesta pingan ruti saudagar sikula tahu coco doge lonceng

kawèn
keumèja kanduri konsi ku wéh modai peuraho pingan ruti sèdaga sikula tahu toco togé lunceng

kawén
keumèja kanduri konsi kuwéh modai peuraho pingan ruti sèdaga sikula tahu toco togé

doge
lonceng

doge
lonceng

lunceng

80
SINTAKSIS Kelompok E Frase 1. IND A B C D E F 2. IND A B C D E F 3. IND A B C D E F 4. IND A B C D E F kedai nasi warong bu warong bu warong bu warong bu warong bu warong bu sungai dangkal krung deu krueng deue krung deu kRueng deue kRueng deue kRueng deue harta mereka hareuta awaknyan hareuta awaknyan hareuta awaknyan haReuta awaknyan haReuta awaknyan haReuta gôpnyan tikar itu tika nyan tika nyan tika nyan tika nyé tika nyai tika nyoi 5. IND A B C D E F 6. IND A B C D E F ikan apa pu eungkot pue eungkot pu eungkot puiungkot puiungkot peue ungkot hari kedua urö keudua uröe keudua uro keudua uRèi keudua uRai keudue uRoi keudue

7. IND nasi goreng A bu guréng bu guréng B bu guréng C D bu geulheu E : bu geulheu F : bu geulheu 8. IND A B C D E F : : : : : : gadis di luar aneuk dara di lua aneuk dara di lua aneuk dara di lua aneuk dare di lua aneuk dare di lua aneuk dare di lua

Keterangan: IND bahasa Indonesia A : Aceh Utara B : Pidie C : Darussalam

D : Kuala Daya E : Lam no F : Lam me

81
9. IND A B C D E F 10. IND A B C D E F 11. IND A B C D E F 12. IND A B C D E F 13. IND A B C D E F : berjalan kaki jok ngon tapak jak ngon tapak jak ngon tapak ' jak ngon tapak : jak ngeun akè : jak ngeun aki berdiri lurus dong beu cot dong b eue cot dong beu cót deong beu teupat deng beu teupat dong beu teupat bawa pulang pu wo pue woe pu wo pu wôi pu wôi pu wôi duduk di bawah duk di miyup duk di miyup duk di baroh duk di miyup duk di miyup duk di miyup : datang kemari keunó kajak : keunóe kajak : keunó kajak : keunei kajak : keunai kajak : keunó kajak 14. IND A B C D E F 15. IND A B C D E F 16. IND A B C D E F 17. IND
A

pulang besok wo singoh woi singöih wo singoh singöh woi w~ói singóh singóh woi tuangkan semua boh mandum boih mandum boh bandum beh bandum beh bandum beoh bandum kecil pendek bukrik bukrik bukrik bukRik bukRik bukRik selalu senang sabe seunang sabei seunang sabe seunang seunang sabe seunang sabe seunang sabe sangat bagus : got that

B C D E F 18. IND A B C D E F

get that
got that

: get that
: get that : geot that

82
19. IND A B C D E F 20. IND A B C D E F 21. IND A B C D E F 22. IND A B C D E F : : : : : : : : : : : : : : : sakit kepala sakét ulè sakét ulèi saket ulè sakét ulèi sakét ulèi sakét ulèi si tolol si bangai a bangai si bangai a bangai si bangai si bangai satu keranjang sabóh raga saböh raga saböh raga saböh Rage sabôh Rage saböh Rage sehari dua a' uro dua a" uröe dua si um dua a' uRèi dua si uRai dua üuRödue 23. IND A B C D E F 24. IND A B C D E F 25. IND A B C D E F sekali pukul sigö poh sigde poh sigö poh sigo poh sige poh sigeo poh ke sungai u krung u krueng u krung ho kRung hokRung ho kRung dari bawah rot di biang rot di utang rot di biang dari umöng dari Umeueng dari umeong

83
Kelompok F, Kalimat 1. IND A B C D E F 2. IND A B C D E F 3. BSfD A B C D E F Isilah! Paso! Pasöe! Pasô! Pasei! Posai! Pasai! Ambillah! Cök keuh! Cök keuh! Cök keuh! Cök keuh! Cek keuh! Ceok keuh! Gilinglah! Gileng keuh! Giléng keuh! Gileng keuh! Giaeng keuh! Gileing keuh! Giléng keuh! 6. IND A B C D E F 7. IND A B C D E F 8. IND A B C D E F : : : : : : : : : : : : : : : : : : : . Jangan lihat ke sana. Bek kalori keu dèh. Bek kalôn keu dèh. Bek kalön keu dèh. bek kaleon keu dèh. Bèk kaleon keu dèh. Bèk kaleon keu dèh. Bagaimana, sukarkah? Pakriban, na meugrit? Pakriban, na meugrit? Pakreban, na meugrit? PakRiban, neue meunggRit PakRiban, neue meunggRit PakRiban, neue meunggRit? Saya dipanggil oleh Ayah. Lon tuan geuhoi le ayah. Lon geuhoi le ayah. Lon geuhoi lé ayah. Kei geuhei le' ayah. Kei geuhei lé ayah. Kèi geuhei U ayah.

Dia makan nasi 4. IND Jih di pajoh bu. A Jih di pajoih bu. B C : Jih di pajoh bu Jih di pajoh bu D Jih di pajoh bu. E F . Jih di pajoh bu. 5. IND A B C D E F

Si Kamil memukul si Kamal 9. IND A : Si Kamil di poh si Kamal B Si Kamu di pöh si Kamal C Si Kamil di pöh si Kamal D Si Kamil di pöh si Kamal E Si Kamil di pöh a' Kamal. F Si Kamil di pöh si Kamal. Si Kamal dipukul si Kamil. Si Kamal dipöh le' si Kamil Si Kamal dipöh lé a' Kamil Si Kamal dipöh lé si Kamil Si Kamal dipöh le si Kamil Si Kamal dipöh lé si Kamil Si Kamal dipöh lé si Kamil

: Kakek pulang ke kota. 10. IND A Yah chik neuwo u ku ta. Yah chik geuwo u ku ta. B : Yah chik geuwo u ku ta. C : Ayah chik geuwo ukuta. -D E : Ayah chik geuwo nokuta. : Ayah chik geuwo no kuta. F :

84
IND A B C D E F IND A B C D E F Di mana buku kami? Pat buku kamö? Pat buku kamöe? Pat buku kamö? Pat buku kamei? Pat buku kamai? Pat buku kamö? Siapa mendiami rumah itu? So duk di rumöh jèh? Soe duk di rumöh jèh? So duk di rumöh jêh? Sei duk di rumöh jèh? Sai duk di rumöh jèh? Soi duk di rumöh jeh?

Yang mana anak Tuan? IND A Nyang töh aneuk dro neuh? B Nyang töh aneuek dróe neueh? C Nyang Ntöh aneuk dró neuh? D : Nyeung toh aneuk dReitah? E Nyeung teh aneuk dRai tah? F : Nyeong teoh aneuk dRai tah? IND A B C D E F IND A B C D E F Ke mana kau tidur semalam? Pat ka eh kah barö? Pat ka 'eh kah baróe? Pat ka èh kah barö? Pat ka'ehkah boRe? Pat ka eh kah baRai? Patka'ehkahbaRcà? Mengapa adiknya tidak suka makan nasi? Pakön adó jih hana galak pajoh bu ? Pakön adöe jih hana galak pajoh bu? Pakön adöjih hana galak pajoh bu? Pakeon add jih hana galak pajoh bu ? Paken adai jih hane galak pajoh bu? Pakeon adó jih hane galak pajoh bu ?

85
16. IND A B C D E F 17. IND A B C D E F 18. IND A B C D E F 19. IND A B C D E F 20. IND A B C D E F : : : : : : : : : : : : : : Gedung itu atapnya putih. Geudongjeh bubongjeh put'eh. Geudong jéh bubongjeh putèh. Geudongjeh bubongjeh putèh. Geudongjeh bubong deh put'eh. Geudongjeh bubong dih puteh. Geudongjeh bubong dih putéh. Si Aminah ada di dapur. Si Aminah na di dapu. Si Aminah na di dapu. Si Aminah na bak dapu. Si Aminah na bak dapu. Si Aminah ne bak dapu. Si Aminah ne bak dapu. Sekolah libur pada hari Minggu. Sikulai prd uro a leuhat. Sikulai prd uröe aleuhat. Sikulai prèi uro a leuhat. Sikulai prd urd lahat. Sikulai prd urai lahat. Sikulai prèi urai lahat. Dia datang dari Langsa. Jih diteuka dari Langsa. Jih diteuka dari Langsa. Jih diteuka dari Langsa. Jih teuka dari Langsa. Jih teuka dari Langsa. Jih teuka dari Langsa. Paman memberikan uang kepada Kakak. Ayah cut geujok péng keu da. Ayah cut geujok péng keu cut po. Ayah cut geujok péng keu po. Ayah cut geujok péng keu akak. Ayah cut geujok peng keu akak. Ayah cut geujok péng keu akak.

86
21. IND A B C D E F 22. IND A B C D E : : : : : : : Tidak maukah engkau kelapa muda? Han'ekdikah böh u muda? Han ék dikah böh u muda? Han ék dikah böh u muda? Han ék dikah böh u mude? Han ék dikah böh u mude? Han ék dikah böh u mude? Ibu mau pulang ke kampung. Mak geumeu wë u gampong. Mak geumeu wo u gampong. Mak geumeu wö u gampong. Mak geumeung wö hö gampong. Mak geumeung wö hö gampong. Mak geumeung wö hö gampong. Bibi sudah pergi ke pasar. M acu t ka geujak u peukan. Macut ka geujak u peukan. Macut ka geujak u peukan. Macut ke geujak u peukan. Macut ke geujak u peukan. Macut ke geujak u peukan. Bila kau kembalikan buku mereka? Pajan kapulang buku awaknyan? Pajan kapulang buku awaknyan? Pajan kapulang buku awaknyan? Pajan kapulang buku awaknye? Pajan kapulang buku awaknyai? Pajan kapulang buku awaknyo? : : : : : : : Mau Tuan mempelajari bahasa Indonesia? Neutém meurunö basa Indonesia? Neutém meurunöe basa Indonesia? Nautém meuruno basa Indonesia? Tatém drei tah tameurunei basa Indonesia? Tatem draitah tameuRunai base Indonesia? Tatém draitah tameuRunai base Indonesia?

23. IND A B C D E F 24. IND A B C D E F 25. IND A B C D E F

87
JAWABAN PERTANYAAN B. Bahasa Gayo 1. Huruf yang dipakai jika menuliskan bahasa Gayo : a. Pada masa penjajahan digunakan huruf Arab atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Gayo tempo doeloe sebagai huruf Jawoi. b. Sejak kemerdekaan digunakan tulisan Latin. Namun oleh orang-orang tua di pedesaan lebih disenangi memakai huruf Jawoi. Bahasa Gayo belum memiliki sistem ejaan yang baru. Mayoritas besar orang Gayo tinggal di desa. atau dibesarkan di desa. Mereka masih sering memakai bahasa Gayo dalam berkomunikasi, walaupun mereka tinggal di kota. Demikian juga, mereka berbahasa daerah jika berbicara dengan para pejabat pemerintah sehingga mereka merasa hububngan dengan pejabat lebih dekat. Bahasa Gayo masih digunakan secara aktif dalam berkomunikasi. Bahasa daerah lain yang juga dipakai dalam berkomunikasi ialah bahasa Aceh, itupun dipergunakan oleh para penutur suku Aceh. Bahasa Gayo masih dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan formal tingkat dasar, dari kelas 1 hingga 3, terutama di desa-desa, sedangan para dayah-dayah (pesantren) hingga kelas-kelas tertinggi. Volume pemakaian bahasa Indonesia dalam pergaulan antarmasyarakat : a. dalam kontak formal antara pejabat dengan anggota masyarakat kota 80% menggunakan bahasa Indonesia; b. kontak dengan masyarakat desa 50%. Termasuk di dalam komunikasi: pidato, ceramah, dan khotbah. Lihat rekaman data mengenai ko sa kata! Lihat rekaman data mengenai kosa kata! Persentase kemudahan memahami percakapan antara para penutur dialek-dialek hampir mencapai 95%. Menurut pembahan (informan), akibat kemajuan dunia kependidikan, banyak kata-kata bahasa Indonesia yang diserap oleh bahasa Gayo. Kata-kata dari suatu dialek tidak menyukarkan penutur dialek lainnya.

2. 3.

4. 5. 6.

7.

8. 9. 10.

88
I. DAFTAR KOSA KATA DIALEK-DIALEK BAHASA GAYO Kelompok A Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia 1 abang air adik akar aku alu anak apa api asal atas ayah ayam baju banyak baru batu bawa bawah bayar benar berapa beri besar besi betina betul bibir bicara bini Dialek Lues 3 abang aen ngi ujet aku tutu anak hana rara asal atas ama korek baju dele ayu atu mah tujuh ber benar side osah kol besi benen betol beber cerak inen

Laut 2 abang weh/wes engi ujet aku tutu anak sana rara awal/mulo atas ama korek baju dele ayu atu maji/mah tojoh ber betol/roh saidah osah kol besi banan betol beber cerak banan

Serbejadi 4 abang waih ngi ujet aku tutu anak sana rara asal atas ama korek baju dele ayu atu maji tujuh beri betol sidah osah kol besi benen betol beber cerak benen

1 bodoh bulan buluh bumi cangkul cari celana dada dagu dahulu (di) dalam dapur dara datang dekat delapan dengan dengar dia dinding dua duda duga duka dunia duri ekor emas empat enak enam gerak gembira gigi guli

2

3
pekak ulen oloh bumi catok kenal sue dede dagu tengahna iwas dapor beru geh dekat waloh orom penge we rereng rowa balu agak sedeh denie ruwi uki mas opat sdep onom gerak gure ipon kelereng

4

ogoh ulen ines bumi jelbang kenal/perah seruel dede dagu tengaha/'pudaha i wan/i was dapor dere/beru geh rap waloh orom penge we/we rereng rowa balu sangka macek denie ruwi uki emas opat sdep onom gerak galak ipon keneker

pekak bulen uluh bumi cangkul perah seruel dede dagu ojaa iwas depur seberu geh dekat waloh orom penge we rereng roa jende agak sedeh denie rui uki mas opat sedep onom gerak senang ipon guä

90
1 gunting gunung hapus hari harimau hidung hidup hilang ini i stri ] tik i tu Jala Jambang Janda Janggut antan '! ari . ari kaki jari tangan kakak kaki kalah kampung kamu kapur karena karunia kau kebun kepada kepala kereta kerja kertas 2 gonteng bor apos lo kule eyong murep osop ini banan etek oya/so jele siger balu jangot rawan jejari jejari ni kedeng jejari ni pumu aka kedeng royo kampong ko kapor sebeb kornia ko/ko empos ku ulu gerbak buet kertas 3 gonteng bor apos lo kule eyong murep osop ini inen itik oya jele jambang balu jangot rawan jejari jejari kedeng jêjari pumu aka kedeng kalah kampong ko kapor kene kornia ko empos ku ulu gereta buet kertas 4 gonteng bor asopan lo kule ijong murip osop ini benen itik so jele siger jende janut rawan jari jari kiding jari pumu aka keding kalah kampong ko kapur kerne karunia ko empos ken ulu gereta buet kertas

91 1 kuda kuku kumis laki langit lebih lembu lihat lima lompat luar lutut makan malas mata mati menti man minum muda mulut nama nasi negeri nyamuk nyiur orang padi pagar paha pahat pandai pendek perak perempuan pertama 2 ku de kokot gomis rawan langet lebeh lemu engon/erah Ume tamor daret uku mangan merke mata mate temon minom mude awan gerai kero nenggeri lemes keramel jema rom pegerjjang awan pat pane konot pirak bonan pertama 3 kude kokot gomis rawan langet lebeh lemu engon Ume lumpet deret uku man merke mata mate cemon minom mude awah gerai kero nenggeri lemes keramel jema rom peger awan pat pane konot perak benen mule 4 kude kukut gomis rawan langit lebeh lemu engon Ume lumpet deret uku man merke mata mate cemon minom mude awah gerai kero nenggeri lemes keremel jema rom peger awan pot pane konot perak benen pertama

92
1

2 tuke awak pintu pipi awal rawan poteh lesek wok renah umah kerpe remok/karam sedep so sarong sara sudere ume sedang/tengah tekek selatan siwah sepoloh kini re mera weh kol kuwah/aben tereh tali tamah jamu pumu/kumu kite

3 tuke awak pintu pipi awal rawan poteh lesek ok renah umah kerpe karam sedep so sarong sara sudere ume sedang tek selatan siwah sepoloh kini re mera aeh kol kuwah tereh tali tamah jamu pumu kite

4 tuke awak pintu pipi awal rawan poteh Usik ok rendah umah kerpt. karam sedep kuso sarong sara sudere ume sedang tikik selatan siwah sepuloh kini ri mera waih susu takut tali tambah jamu pumu nite

perut pinggang pintu pipi pisang pria putih rajin rambut rendah rumah rumput rusak sabit sana sarung satu saudara sawah sedang sedikit selatan sembilan sepuluh sini sisir suka sungai susu takut tali tambah tamu tangan tangga

93
1 tanpa tanya tarik tebal tebu telinga tempat terima tetapi tiga tikar timbang tinggi tubuh tujuh uang ubi udara untuk utara waktu wanita warna 2 gere kune tegu/eyah tebel tu. kemereng ton terime tape tulu alas timang atas tuboh/beden pitu sen kepile/gadong udara ken utara waktu banan warna 3 geh kune eyat tebel tu kemereng ton terime tape tulu alas timang atas beden pitu sen gadong kuju ken uatara waktu benen warna 4 gere kune eyat tebel tu kemiring tempat terime tape tulu alas timang atas beden pitu duit ubi angin ken utara waktu benen warna

Kelompok B Kata-kata Serapan dari bahasa Arab Dialek Lues 3 adel ahli akal aker

Bahasa Indonesia 1 adil ahli akal akhir

Laut 2 Odel ahli akal aher/pamaren

Serbejadi 4 adel ahli akal puren

94
1 akibat alat alim amal aman asal asyik awal badan batin berkat dakwa faedah faham fakir fasih fatwa fitnah hadir hafal hak hakikat hakim hal hamil haram hasil hawa hayat hemat heran hikmah ikhlas ikhtiar ikrar ilmu 2 akibat alat malem amal aman asal songoh awal beden baten berkat dewe paedah mepon paker paseh patwa petenah geh apal hak hakikat akem hal deras/misi haram asel hewa morep emat jimat eran hikmah iklas ketier ijep ilmu 3 akibat alat malem amal aman asal songoh awal beden baten berkat dakwa paedah paham paker paseh patwa petenah geh apal hak hakikat akem hal kenyanyan haram hasel hawa morep jimat eran hikmah iklas ketier janyi ilmu 4 akibat alat malem amal aman asal songoh pemulo) beden batin berkat dewe paede paham pakir paseh patwa petenah geh apal hak hakikat hakim hal memah haram hasil hawa hayal emat heran hikmah iklas ketier ceraan ilmu

95
1 insaf izin jihad jumlah kabar kafn kalbu karib khayal lezat maaf maklum maksud maut mufakat mustahil nasihat nikmat perlu pikir rakyat resmi riwayat roh rukun saat sabar sah sahabat sedekah sehat sifat silap syair syarat 2 insep ejen jihet jumlah keber kaper ate karep kayai sdep maap maklum makesut mot mupakat mustahel nasehat nikmat perlu/turah kekire rakyat resmi riweyet roh dame saat seber sah sehet sedekah sehat sipet silep saer sarat 3 insep ejen jihet jumlah keber kaper ate karep kayai sdep maap maklum makesut maut mupakat mustahel nasehat nikmat turah kekire rakyat resmi riweyet roh dame saat seber sah pong sedekah sehat sipet silep sair sarat 4 insep ijin jihet jumlah keber kapir ati karip kayai sedep maap maklum maksut mate mupakat mustahel nasehat nikmat perlu pikir rakyat resmi riweyet roh rukun saat seber sah sebet sedekah sehat sipet silep sair sarat

96
1 taat tabiat tafsir takbir takdir takut tekad tertib tobat ulama umat umum umur usul uzur wajib wakil waktu wasiat yakin yatim zakat zat 2 taat tabiet/tingkah tapser tekeber tekeder tereh tekat tertep tobat ulama umet omom omor osol ojor wajep wakil waktu wasiet pecaya yetem jakat jat 3 taat tingkah tepser takber takder tereh tekat tertep tobat ulama umet omom omor osol ojor wajep wakil waktu wasiet pecaya yetem jakat jat 4 taat tabiat tepsir takbir takder takut atekat tertip tobat ulama umet orom umur osol ujur
wajip

wakil waktu manat yakin yatim zakat zat

Kelompok C Kata-kata Serapan dari Bahasa Belanda Bahasa Indonesia arloji bangku blangko buku dinas disentri Dialek Lues jem bangku belangko kitep dines sakit tuke

Laut jem bangku belangko buku dines sakit tuke

Serbejadi jem bangku belangk buku dines sakit tuke

J

97
1 faktor feodal kamar kelas kenek kopi lampu lapor listrik martil mobil obeng pas perangko persen reken rokok supir teh 2 paktor — belek/dalem kelas kenek kupi lampu lapur lestrik tokol motor obeng pas perengko persen kire rokok seper te 3 paktor — belek kelas kenek kupi lampu berunger lestrik tokol motor obeng pas perengko persen kire rokok seper teh 4 paktor — belek kelas kenek kupi lampu berunger lestrik tukul motor obeng pas perengko persen kire rokok supir teh

Kelompok D Kata-kata Serapan dari Bahasa Asing Lainnya Bahasa Indonesia beranda blus cawan gaun jam jasa jendela kawin kelenteng kemeja kenduri Laut serami baju cewan baju jem jasa tingkap/jenela kerje kemeje kenduri Lues serami baju cewan baju jem jase tingkep kerje kemeje kenduri Serbejadi serami baju mangkok baju jem jese tingkep kerje kemeje kenduri

98
1 konflik kongsi kuwe lonceng modal perahu pesta pinggan roti saudagar sekolah tahu tauco toge 2 _ kungsi penan tenteng modal perau/pereu peste pingen ruti sedeger sekulah tahu toco toge 3 kungsi penen lonceng modal perau peste pingen ruti sudeger sekolah tahu toco toge 4

kungsi penen lonceng pokok prau peste pingen ruti sedeger sekulah tahu toco toge

II. SINTAKSIS Kelompok E Frase IND: A: B: C: IND: A: B: C: IND: A: B: C: IND: A: B: C: kedai nasi warong warong warong tikar itu alas oja alas a alas oja nasi goreng kero goreng kero goreng kero goreng berjalan kaki remalan remalan remalan 2. IND: A: B: C: 4. IND: A: B: C: 6. IND: A: B: C 8. IND: A: B: C: sungai dangkal weh kol engel aeh engel waih engel hari kedua lo kerowa lo kerowa lokeroa gadis di luar beberu i daret seberu i daret beberu i daret berdiri lurus sesok sesok sesok

99
9. IND: A: B: C: 11. IND: A: B: C: 13. IND: A: B: C: 15. IND: A: B: C: pulang besok ulak lang ulak lang ulak lang satu keranjang sara keranyang sara keranyang sara keranyeng sekali pukul ager dre/guwes segerguwes seger guwes dari sawah ari ume ari ume ari ume 10. IND: A: B: C: 12. IND: A: B: C: 14. IND: A: B: C: kecil pendek kucak konot kucak konot kucak konot sehari tiga serlo tulu serlo tulu serlo tulu ke sungai ku weh kol kaeh ku waih

Kelompok F Kalimat 1. IND: A: B: C: IND : A: B: C: 5. IND: A: B: C: Isilah! Esen! Esen! Esen! Dia makan nasi We mangan kero We mangan kero We man kero 2. IND A B C 4. IND A B C Gilinglah! Gelengen! Gelengen! N gelengen! Jangan hhat ke sana Enti ngon kone/ku wone Enti ngon ku wone Enti engon ku sone Yang mana anak Tuan? Sihen anak ni tuwen? Sesi anakmu? Sihen anak ni tuwen?

Di mana buku kami? 6. IND A Isihen buku ni kami? B Isi bukung kami? C Isihen buku ni kami?

Keterangan: IND — bahasa Indonesia A - dialek Laut (GLA) B - dialek Lues (GLU) C - dialek Serbejadi (GU)

100
7. IND A B C 8. IND A B C 9. IND A B C 10. IND A B C 11. IND A B C 12. IND A B C 13. IND A B C 14. IND A B C 15. IND A B C Ke mana kau tidur kemarin? Kusihen ko nome mane? Kusi ko nome mane? Kusi ko numi mane? Mengapa adiknya tidak suka makan nasi? Mukune kati ngie gere mere mangan kero? Hana kati ngiye geh mera man kero? Mukene kati ngie gere mere mangan kero? Gedung itu atapnya putih. Umah so supue poteh. Umah a supue potehUmah so supue poteh. Si Aminah ada di dapur. Aminah ara i dapor. Aminah ara i dapor. Aminah ara i dapor. Sekolah libur pada hari Minggu. Sekolah pere lo Minggu. Sekulah pere lo Minggu. Sekulah pere lo Minggu. Dia datang dari Langsa. We geh ari Langsa. We geh ari Langsa. We geh ari Langsa. Ibu mau pulang ke kampung. Ine male ulak ku kampong. Ine male ulak ku kampung. Ine male ulak ku kampong. Bibi sudah pergi ke pasar. Ibinge beloh ku kede. Ibinge beloh ku kede. Ibinge beloh ku kede. Mau Tuan mempelajari bahasa Indonesia? Meraka Tuwen mumplejeri basa Indonesia? Meraka ko mpelejeri basa Indonesia? Meraka Tuwen mumplejeri basa Indonesia?

101
JAWABAN PERTANYAAN C. Bahasa Alas 1. Huruf yang lazim dipergunakan untuk menuliskan bahasa Alas. a. Pada masa penjajahan dengan tulisan Arab Melayu atau huruf Jawi. b. Sejak kemerdekaan berangsur berubah dengan menggunakan tulisan Latin. Pada saat ini penggunaan tulisan Arab Melayu atau huruf Jawi sudah sangat langka. 2. Bahasa Alas belum mempunyai sistem ejaan yang permanen/baku. 3. Bahasa Alas masih sering dipakai dalam berkomunikasi antara para pejabat (yang berbahasa ibu bahasa Alas) dengan masyarakat. Dengan mempergunakan bahasa daerah, hubungan pejabat dengan masyarakat terasa lebih dekat. Terutama, bila pejabat berdialog dengan anggota masyarakat yang tinggal di daerah pelosok pedalaman. 4. Bahasa Alas masih digunakan secara aktif dalam berkomunikasi antarmasyarakat. 5. Bahasa daerah lain yang juga digunakan dalam berkomunikasi antarmasyarakat ialah bahasa Gayo (Lues), Karo, Batak, dan Singkel. Salah satu bahasa ini digunakan bila antarsuku yang berkomunikasi itu tidak menguasai bahasa Indonesia atau yang berkomunikasi itu berasal dari bahasa ibu yang sama. 6. Bahasa Alas juga digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah tingkat dasar kelas 1—3 di daerah pelosok pedalaman karena bahasa ibu si anak didik adalah bahasa daerah. 7. Ada tiga kategori volume pemakaian bahasa Indonesia dalam pergaulan antarmasyarakat. a. Dalam kontak formal antara pejabat dengan masyarakat 80% menggunakan bahasa Indonesia. Termasuk di dalamnya pidato, ceramah, dan khotbah. b. Dalam pergaulan antarsuku (dari kalangan yang berlainan bahasa ibu), 80—90% menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan sisanya menggunakan salah satu bahasa daerah. c. Dalam pergaulan sesama masyarakat dari kalangan berbahasa ibu yang sama hanya sekitar 15-20% yang menggunakan bahasa Indonesia. 8. Lihat rekaman data mengenai kosa kata!

102
9. Lihat rekaman data mengenai kosa kata! 10. Persentase kemudahan memahami percakapan antara para penutur dialek-dialek, hanya dapat diketahui setelah menganalisis rekaman data mengenai kosa kata.

103
I. DAFTAR KOSA KATA: DIALEK-DIALEK BAHASA ALAS Kelompok A Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia 1 abang air adik akar aku alu anak apa api asal atas ayah ayam baju banyak baru batu bawa bawah bawang bayar benar berapa beri besar besi betina betul bibir bicara Dialek Tengah 3 abang lawe enggi uRat aku lalu anak kae 'api asal datas uan manuk baju mbue mbaRu batu babe teRuh pie bayaR tahu sekae Re mbelin besi beRu penteR/tuhu bibeR ceRok

Hulu 2 abang lawe enggek/kek uRat aku lalu anak/meRah kade apui asal datas uwan manuk baju mbuwe mbaRu batu mbah teRuh piye gayaR/galaR tahu sekaR/pige beRe mbegah besi beRu tuhu bibeR cakap

Hilir 4 abung lawe enggi uRat aku lalu anak kae api asal datas uwok/apuk manuk baju mbue mbaRu batu babe teRuh pie bayaR tahu sekae Re mbelin besi beRu tuhu bibeR ceRok

104
I bini bodoh bulan buluh bumi cangkul cari celana dada dagu dahulu (di) dalam dapur dara datang dekat delapan dengan dengar dia dinding dua duda duga duka dunia duri ekor emas empat enak enam gembira gerak gigi 2 debeRu padel/deldel bulan buluh tanoh gayamen daRam/idahken dade isang ndube (ni) bagas dapuR bujang Roh udenoh waluh Rut dengkohi iye dingding due pakeR mange/sok poRsah dunie duRi lawi mas empat ntoboh enem meRahe geRok ipen 3 beRu bodoh/pekak bulan buluh bumi cangkul gaRam seluaR tenten isang kale/ndube (ni) bagas dapuR bujang Roh ndehoR waluh Rut ge ie dinding due pakeR sok wasate/sedih dunie duRi lawi mas empat ntaboh enem senang ate geRok ipen 4 beRu pekak bulan buluh bumi cangkul gaRam suRal tenten isang kale (ni) bagas dapuR bujang Roh ndohoR waluh Ras ge ie dinding due pakeR sok sedih dunie duRi lawi mas empat ntaboh enem senang ate geRok ipen

105
1 guli gunting gunung guru hapus hari harimau hidung hidup hilang hujan ini istri itik itu jala jalan jambang janda janggut jantan jari jari kaki jari tangan kakak kalah kampung kamu kapur karena kau kebun kepada kepala kereta kerja 2 peluR gunting Rimbe guRu lap waRi Rahimau igung nggeluh benejhilep udan ende debeRu itik enou/edi jale dalan sagup balu janggut mboguh jejaRi jaRi kiding jaRi tangan kake talu kute kandu/kandin kapuR keRane kandu nembak tebe takal leReng bahanen 3 peluR gunting deleng guRu/tengku apus/lap waRi Rimou igung nggeluh bene udan ende beRu itik edi jale dalan sagup balu janggut mboRguh jaRi/jejaRi jaRi kiding jaRi tangan kake talu kute kau kapuR keRane kau empus tebe takal geReta bahanen 4 peluR gunting deleng guRu apus waRi Rimo igung nggeluh bene udan ende beRu itik edi jale dalan sagup balu janggut mboRguh jaRi jaRi kiding jaRi tangan kake talu kute kau kapuR keRne kau empus tebe takal geRete dahin

106
1 kertas kuda kuku kumis kurnia laki langit lebih lembu lihat lima lompat luar lutut makan malas mata mati mentimun minum muda mulut nama nasi negeri nyamuk nyiur obor omong ongkos orang padi pagar paha pahat 2 koRtas kude seliwen gumis pemeRe delaki langit limpaR lembu idah lime moRjang daRat tiwen man moRke mate madingken cimun minum mude babah gelaR nakan negeRi lemis niweR suluh kate tambang jelme page pagaR pake pahat 3 koRtas kude seliwen gumis keRunie laki langit lebih lembu atou lime lompat luar tiwen mangan kisat mate mate cimun minum mude babah gelaR nakan nenggeRi namuk niweR oboR ceRok tambang jeme page pagaR pahe pahat 4 keRtas kude seliwen gumis keRnie laki langit lebih lembu atou lime lompat luaR tiwen mangan kisat mate mate cimun minum mude bodoh gelaR nakan nenggeRi agas niweR oncoR cakap ongkos jeme page pagaR pahe pahat

107
1 pandai panjang pendek perak perempuan pertama perut pinggang pintu Pipi pisang pria putih rajin rambut rendah rumah rumput rusak sabit sana sarung satu saudara sawah sedang sedikit selatan sembilan sepuluh sini sisir situ suka susu tangan 2 uRok nggedang pendek piRok nakbeRu tame mule tuke awak pintu kuRum galuh nak laki mbulan ceRimbit buk teteRuh Rumah dukut menase/Runtuk sadap hadeh sembung sade senine bawan ketike/mase citek kenjahe siwah sepuluh hande siseR hadi sikel/nangat susu tangan 3 uRok nggedang pendok piRok debeRu memule tuke awak pintu kuRum galuh delaki menteR Usik buk teteRuh Rumah dukut Rengep sadap hadih sembung sade senine jume sedang sitok kenjahe siwah sepuluh hande siseR hadi Rete/pot susu tangan 4 uRok nggedang pendok piRok debeRu mule mule tuke awak pintu kuRum galuh delaki menteR ncoRdik buk teteRuh Rumah dukut Rengep sadap hadih sembung sade senine jume sedang citok kenjahe siwah sepuluh hande siseR hadi pot susu tangan

108
1 takut tali tambah tamu tangga tanya tebu telinga tapi tarik tempat tiga tikar timbang tubuh tujuh uang ubi udara untuk utara waktu wanita warna 2 maRadan nali tambah jamu tangge sungkun tebu cuping tapi tegu/sintak bekas telu amak dos/Rate daging pitu duit/ketep gadung angin tebe kenjulu ketike debeRu Rupe 3 mbiaR nali tambah jamu tangge sungkun tebu cuping tapi taRik kas telu amak timbang tubuh pitu sen gadung angin tebe kenjulu waktu/ketike debeRu Rupe/Ragi 4 mbiaR tali tambah jamu tangge sungkun tebu cuping tapi taRik kas telu amak ndatas tubuh pitu ketep gadung angin tebe kenjulu waktu debeRu Ragi

Kelompok B Kata-kata Serapan dari Bahasa Arab Bahasa Indonesia 1 adil ahli akal akhir Dialek Tengah 3 adil maheR akal aheR

Hulu 2 adil maheR akal aheR

Hilir 4 adil maheR akal aheR

109
1 akibat alat ahm amal aman asal asyik awal badan batin dakwa faedah faham fakir fasih fatwa fitnah hadir hafal hak hakikat hakim hal hamil haram hasil hawa hayat hemat heran hikmah ikhlas ikhtiar ikrar ilmu insaf 2 akibat pekakas malim amal aman/Rede asal galip bene daging boRkat daawe paedah paham pape paseh pengajar penjalu haleR hapal hak hakikat hakim hal mebaban haRam u Uh hawe hayat himat bengap/jengang hakemat suke usahe ekRaR elmu insap 3 akibat alat malim amal aman asal galip bene daging boRkat deawe paedah paham pape paseh suRah petenah haleR hapal hak hakikat hakim hal metangngungen haRam hasil hawe hayat/geluh himat heRan hakemat ihlas ihtiaR ekRaR emu insap 4 akibat pekakas malim amal aman asal galip bene daging boRkat deawe paedah paham pape paseh suRah petenah haleR hapal hak hakekat akim hal metanggungen haRam hasil hawe geluh himat heRan hakmat ihlas istiaR ekRaR emu insap

2

3

4

izin jihad jumlah kabar kadar kafir kalbu karib khayal lezat maaf maklum maksud maut mufakat mustahil nasihat nikmat perlu pikir rakyat resmi roh rukun riwayat saat sabar sah sahabat sedekah sehat sifat sila p syair syarat taat

ijin jihad jumlah beRita kadaR kapeR ate kaRip/leket angen-angen ntaboh maap maklum sikel maut mepakat mestahil nasehat nikmat poRlu pikeR Rakyat Resmi Ruh Rukun Riwayat saat sabaR sah sehabat sedekah sihat sipat silap saeR saRat taat

ijin jihad jenelah kabaR kadaR kapeR ate kaRip angan-angen ntaboh maap maklum makesut maut mepakat mestahil nasehat nekmat poRlu pikeR Rakyat Resmi Ruh Rukun Rewayat saat sabaR sah sehabat sedekah sehat sipat silap saeR saRat taat

ijin jihad jemelah kabaR kadaR kapeR ate kaRip angan-angen ntaboh maaf maklum makesut maut mesapat mestahil nasehat nekmat peRlu pikeR Rakyat Resmi Ruh Rukun Rewayat saat sabaR sah sahabat sedekah sehat sipat lupe saeR saRat taat

111
1 tabiat tafsir takbir takdir takut tekad tertib tobat ulama umat umum umur usul uzur wajib wakil waktu wasiat yakin yatim zakat zat 2 tabiat takceR tekebeR tekedeR mbiaR tekat toRtip tobat ulame umat umum umuR usul ujuR wajib wakil waktu wasiat akin atim jakat jat 3 tabiat tapseR tekebeR tekedeR mbiaR tekat toRtip tobat ulame umat umum umuR usul ojoR wajib wakil waktu wasiat yakin yatim jakat jat 4 tabiat tapseR tekebeR tekedeR mbiaR tekat toRtib tobat ulame umat sinteRem usie usul ujoR wajib wakil waktu wasiat yakin yatim jakat jat

Kelompok C. Kata-kata Serapan dari Bahasa Belanda Bahasa Indonesia 1 arioji bangku blangko buku dinas Dialek Tengah 3 loji bangku buku dinis

Hulu 2 loji cedodon buku dinis

Hilir 4 loji bangku buku dines

112
1 disentri faktor feodal kamar kelas kenek kopi lampu lapor listrik martil mobil obeng pas perangko persen reken rokok supir teh 2 cahaR 3 mulesen 4 mulesen

Ruang kelas kenet kopi peltte lapuR lesteRik meRtel motoR obeng pas peRangko peRsen Reken Rokok sepeR teh

kamaR/Ruang kelas kenet kopi petite lapuR lesteRik moRtel motoR obeng pas peRangko poRsen Reken Rokok/isap sepeR teh

kamaR kelas kenet kopi petite lapuR seteRik tetukul motoR obeng pas peRangko poRsen Reken Rokok sepeR teh

Kelompok D Kata-kata Serapan dari Bahasa Asing Lainnya Dialek Tengah 3 rambih baju cawan baju jam jase

Bahasa Indonesia 1 beranda blus cawan gaun jam jasa

Hulu 2 Rambih baju cawan baju jam jase

Hilir 4 Rambih baju cawan baju jam jase

113
1 jendela kawin kelenteng kemeja kenduri konflik kongsi kue lonceng modal perahu pesta pinggang roti saudagar sekolah tahu tauco toge 2 tingkap kawin kemeja kenduRi selang kongsi koweh lonceng modal bungkui pebahanken pinggan Roti sedagaR sekulah tahu tocow toge 3 tingkap/ jendele kawin kemeja kenduRi Rumbang kongsi koweh tengteng modal bungki pebahanken pinggan Roti sudagaR sekolah tahu tocow toge 4 jendele kawin kemeja kenduRi Rumbang kongsi kuweh tenteng pokok sampan pebahanken pinggan Roti sodagaR sekolah tahu tocow toge

114
f.! 5INTAKSIS .el ompok E Frase 1. IND A B C 2. IND A B C 3. IND A B C 4. IND A B C 5. IND A B C 6. IND A B C 7. IND A B C 8. IND A B C kedai nasi pajak kede nakan kede nasi sungai dangkal lawe mbabo lawe mbabo lawe mbabo tikar itu amak edi amak edi amak edi nasi goreng nakan sahuk nakan sahuk nakan sahuk gadis di luar bujang ni luaR bujang ni luaR bujang ni luaR berjalan kaki medalan kiding medalan kiding medalan kiding berdiri lurus cindeR pinteR cindeR pinteR cindeR pinteR duduk di bawah tandok ni teRuh tandok ni teRuh tandok ni teRuh 9. IND A B C 10. IND A B C U. IND A B C 12. IND A B C 13. IND A B C 14. IND A B C 15. IND A B C pulang besok mbalik pagi mbalek pagi mbalik pagi tuangkan tuangken tuangken tuangken semua keRine keRine keRine

kecil pendek pendok cecut pendok cecut pendok cecut satu keranjang seRage sekeRanjang sekeRanjang tiga sehari teki sewaRi teh sewaRi teh. sewaRi sekali pukul sekali pokpok sekali pokpok sekali pokpok ke sungai be lawe be lawe be lawe

115
Kelompok F Kalimat 1. IND
A

B C 2. IND A B C 3. IND A B C 4. IND A B C 5. IND A B C 6. IND A B C 7. IND A B C
Keterangan IND A B : C

Isilah! isitoRf isime! isime! Gilinglah! giling toR! gilingme! tijikme! Dia makan nasi. iye mangan. iye mangan nakan. iye mangan nakan. Jangan lihat ke sana. ulang ato bedih. ulang ato bedih. ulang ato bedih. Di mana buku kami? nidape buku kami? nidape buku kami? nidape buku kami? Yang mana anak Tuan? apahen anakndu? apahen anak ndu? siapahen anak ndu? Ke mana kau tidur kemarin? ndape kau medem bone? ndape kau medem bone? ndape kau medem bone?

-

bahasa Indonesia dialek Hulu dialek Tengah dialek Hilir

116
8. IND A B C . 9. IND A B C 10. IND A B C Mengapa adiknya tidak suka makan nasi? kae kase enggine mapot man? kae kane anggine mapot mangan nakan? kae kane enggine mapot mangan nakan? Gedung itu atapnya putih. Rumah di sahungne mentaR. gedung edi sahungne mentaR. gedung edi sahungne mentaR. Si Aminah ada di dapur. si Aminah sedang ni dapuR. si Aminah ni dapuR. si Aminah nidapuR.

Sekolah libur pada hari Minggu. 11. IND A sekolah peRe ni waRi ehad. B : sekolah peRe ni waRi minggu (ahad), C : sekolah peRe ni waRi ehad. 12. IND A B C 13. IND A B C 14. IND A B C 15. IND A B C Catatan: Kalimat yang dipakai sebagai contoh dalam analisis tidak dicantumkan di atas. Dia datang dari Langsa. iye Roh Langsa aRi. iye Roh Langsa aRi. ie Roh Langsa aRi. Ibu mau pulang ke kampung. ame sikel mbalik be ku te. ame sikel mbalik be ku te. ame sikel mbalik be ku te. Bibi sudah pergi ke p :sar. Bibi enggow be pekan. Bibi enggow laus be pekan. Bibi enggow laus be pekan. Bila kau kembalikan buku mereka? ndigan kau balihken buku kalake? ndigan kau utihken buku kalake? Pigan kau utihken buku kalake?

LAMPIRAN 4

INSTRUMEN PENELITIAN PEMETAAN BAHASA ACEH, GAYO, DAN ALAS Keterangan: Pertanyaan-pertanyaan berikut diajukan secara terpisah kepada para informan ketiga bahasa: Aceh, Gayo, dan Alas. Tanda titik-titik supaya digantikan dengan masing-masing bahasa itu. Pertanyaan: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, kemudian tulislah pada kolom yang tersedia (atau jelaskan kepada penanya). 1. Tulisan (huruf) apakah yang lazim digunakan untuk menuliskan bahasa...? 2. Apakah bahasa... sudah mempunyai ejaan yang permanen? 3. Apakah bahasa ... sering digunakan dalam berkomunikasi antara pejabat dengan anggota masyarakat? Jika ya, mengapa demikian? 4. Apakah hahasa... masih digunakan secara aktif dalam berkomunikasi antarmasyarakat? 5. Bahasa (daerah) lain apakah yang juga digunakan dalam berkomunikasi antarmasyarakat? 6. Apakah bahasa... juga digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah? Di sekolah/tingkat apa? Apa sebabnya? 7. Bagaimana volume pemakaian bahasa Indonesia dalam pergaulan masyarakat? 8. Sebutkan beberaoa kata di dalam bahasa... yang serupa atau hampir serupa, tetapi berbeda ucapan dan mengandung makna yang sama. (Kata kata yang Saudara berikan supaya disesuaikan dengan daftar kosa kata terlampir).

117

118
10. Bagaimana persentase kemudahan memahami percakapan dengan para penutur dialek-dialek lainnya? Contoh jawaban: Dialek A Informan Informan Dialek B %... %... Dialek C %.... %.... Dialek...

Cara menjawab: a) paham di atas 50% b) paham di bawah 50%

119
I. Daftar kosa kata Jawablah/tulislah makna kata-kata berikut di dalam bahasa/dialek.... Contoh : Bahasa Indonesia abang adik air akar aku dst. Bahasa Daerah... Dialek

Dialek

Daftar kata-kata yang ditanyakan: Kelompok A Bahasa Indonesia bayar abang benar adik berapa air beri akar besar aku besi alu betina anak betul apa bibir api bicara asal bini atas bodoh ayah bulan ayam baju buluh bumi banyak baru cangkul cari batu celana bawa dada bawah dagu dahulu (di) dalam dapur dara datang dekat delapan dengar. dengar dia dinding dua duda duga duka dunia duti ekor emas empat enak enam gembira gerak
gigi

guli gunting gunung guru hapus hari harimau hidung hidup hilang hujan
ini

^

m

^

120
istri itik itu jala jalan jambang janda janggut jantan jari jari kaki jari tangan kakak kaki kalah kami kampung kamu kapur karena karunia kau kayu kebun kepada kepala kereta kerja kertas kuda kuku kumis laki langit lebih lembu lihat lima lompat luar lutut makan malas mata mati mentimun minum muda mulut nama nasi negeri nyamuk nyiur orang padi pagar paha pahat pandai panjang pendek perak perempuan pertama perut pinggang pintu Pipi pisang pria putih rajin rambut rendah rumah rumput rusak sabit sana sarung satu saudara sawah sedang sedikit selatan sembilan sepuluh sini sisir situ suka sungai susu takut tali tambah tamu tangan tangga tanpa tanya tarik tebal tebu telinga tempat terima tetapi tiga tikar timbang tinggi tubuh tujuh uang ubi udara untuk utara waktu wanita warna

Kelompok B Kata-kata Serapan dari Bahasa Arab adil ahli akal akhir akibat alat alim amal amari asal asyik awal badan batin berkat dakwa

121
faedah faham fakir fasih fatwa fitnah hadir hafal hak hakikat hakim hal hamil haram hasil hawa hayat hemat heran hikmah ikhlas ikhtiar ikrar ilmu insaf izin jihad jumlah kabar kadar kafir kalbu karib khayal lezat maaf maklum maksud maut mufakat mustahil nasihat nikmat perlu pikir rakyat resmi riwayat roh rukun saat sabar sah sahabat sedekah sehat sifat silap syair syarat taat tabiat tafsir takbir takdir takut tekad tertib tobat ulama umat umum umur usul uzur wajib wakil waktu wasiat yakin yatim zakat zat

Kelompok C Kata-kata Serapan dari Bahasa Belanda arloji bangku blangko buku dinas disentri faktor feodal kamar kelas kenek kopi lampu lapor listrik martil mobil obeng pas perangko persen reken rokok supir teh

Kelompok D Kata-kata Serapan dari Bahasa Asing Lainnya -(Chi) kue -(Por) beranda -(Bel) modal blus -(Ing) pinggan -(Chi) -(Chi) cawan perahu -(Chi) gaun - (Ing) pesta -(Por) -(Par) jam

122
jasa jendela kawin kelenteng kemeja kenduri konflik kongsi II. Kelompok E kedai nasi sungai dangkal harta mereka tikar itu ikan apa hari kedua nasi goreng gadis di luar berjalan kaki berdiri lurus bawa pulang duduk di bawah datang ke mari III. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 1U. 11. 12. Kelompok F Kalimat Isilah! Ambillah! Gilinglah! Dia makan nasi. Kakek pulang ke kota. Jangan lihat ke sana. Bagaimana, sukarkah? Saya dipanggil oleh ayah. Si Kamil memukul si Kamal. Si Kamal dipukul oleh si Kamil. Di mana buku kami? Siapa mendiami rumah itu? - (Chi) - (Por) -(Par) - (Chi) - (Por) - (Par) - (Ing) - (Ing) Frase pulang besok tuangkan semua kecil pendek selalu senang sangat bagus sakit kepala si tolol satu keranjang sehari tiga sekali pukul ke sungai dari sawah roti sekolah saudagar tauco tahu toge lonceng -(Por) -(Por) - (Par) - (Chi) - (Chi) - (Chi) -(Chi)

123
13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Yang mana anak Tuan? Ke mana kau tidur kemarin? Mengapa adiknya tidak suka makan nasi? Gedung itu atapnya putih. Si Aminah ada di dapur. Sekolah libur pada hari Minggu Dia datang dari Langsa. Paman memberikan uang kepada Kakak. Tidak maukah engkau kelapa muda? Ibu mau pulang ke kampung. Bibi sudah pergi ke pasar. Bila kaukembalikan buku mereka? Mau Tuan mempelajari bahasa Indonesia?

fr 6

^ M

SKALA INDAH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->