Anda di halaman 1dari 32

R J PO

Dokter Internship RSUD Taman Husada Bontang


Kamis, 26 September 2013

RESUSITASI
UPAYA DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH PROSES AKUT (HENTI NAFAS, HENTI JANTUNG, HIPOVENTILASI, KEHILANGAN DARAH) MENUJU KEMATIAN KLINIS (OTAK BERHENTI BERFUNGSI SEMENTARA) DAN KEMATIAN SELULER / BIOLOGIS (KERUSAKAN OTAK DAN ORGAN VITAL SECARA IRREVERSIBEL)

PAT O F I S I O L O G I H E N T I J A N T U N G D A N H E N T I N A FA S

HENTI JANTUNG PADA ORANG DEWASA DAPAT TERJADI PRIMER ATAU SEKUNDER

HENTI JANTUNG PRIMER DISEBABKAN KELAINAN PRIMER LANGSUNG PADA JANTUNG SEPERTI FIBRILASI VENTRIKEL (PENYEBAB TERSERING) OLEH KARENA ISKEMIK MIOKARD FOKAL, ASISTOLE (OLEH KARENA PENYAKIT JANTUNG, SYOK LISTRIK ATAU OBAT-OBATAN)

HENTI JANTUNG SEKUNDER DAPAT TERJADI CEPAT ATAU LAMBAT OLEH KARENA ASFIKSIA DAN KEHABISAN DARAH .

HENTI JANTUNG SEKUNDER CEPAT ; DAPAT DISEBABKAN EDEMA PARU, INHALASI GAS TANPA OKSIGEN OBSTRUKSI JALAN NAFAS DAN KEHILANGAN DARAH CEPAT
HENTI JANTUNG SEKUNDER LAMBAT ; KARENA HIPOKSEMIA BERAT DAN SYOK

GEJALA KLINIS HENTI JANTUNG


BERHENTINYA SIRKULASI TIBA - TIBA DITANDAI TIDAK SADAR, HENTI NAFAS MEGAP-MEGAP (AGONAL), SIANOSIS ATAU PUCAT, TIDAK ARTERI BESAR ( KAROTIS / FEMORALIS) JANTUNG ATAU TERABA DENYUT

TIDAK ADANYA DENYUT KAROTIS TANDA PALING PENTING (LEBIH DIPERCAYA DARI PADA TIDAK TERDENGAR BUNYI JANTUNG

GENERAL RULE BILA DENYUT A RADIALIS TERABA TEKANAN SISTOLIK > 80 mmHg, BILA DENYUT A FEMORALIS TERABA TEKANAN SISTOLIK > 70 mmHg BILA DENYUT KAROTIS TERABA TEKANAN SISTOLIK > 60 mmHg PERLU DI INGAT DENYUT KAROTIS TERABA SEPERTI

PERIFER MUNGKIN : PADA HIPOVOLEMIA

TIDAK

TERABA WALAUPUN DENYUT

DILATASI PUPIL SEBAGAI TANDA TAMBAHAN

KAUSA PENURUNAN KESADARAN


Penyakit jantung koroner aspiksia hipoglikemia hipotermia hipertermia gg. Keseimbangan elektrolit, asam basa Syok elektrik Drowning Edema paru akut Emboli paru Keracunan CO, obat2an anestesia

anafilaktik

FASE DAN LANGKAH RKP


Fase I Basic Life Support (BLS) Bantuan Hidup Dasar (BHD)/Oksigensai Darurat

Fase II Advanced Life Support (ALS) Bantuan Hidup Lanjut/Restorasi Sirkulasi spontan

Fase III Prolonged Life Support Bantuan Hidup Jangka Panjang/ terapi berorientasi otak paska resusitasi

LANGKAH A
AIRWAY CONTROL
lendir Lidah jatuh ke hipofaring

Total

Obstruksi airway
Spasme laring

Posisi kepala fleksi/mid position

parsial

TANDA OBSTRUKSI AIRWAY PARSIAL


- NOISY - SNORING (ngorok) - IKUT OTOT PERNAFASAN TAMBAHAN - CROWING (melengking) - GURGLING (berkumur) - WHEEZING

TANDA OBSTRUKSI TOTAL


TIDAK ADA UDARA NAFAS LEWAT MULUT DAN HIDUNG ATAU BAG

RETRAKSI KUAT OTOT SUPRAKLAVIKULER DAN INTERKOSTAL

KOMPLIKASI OBSTRUKSI
HIPERKARBI ( SOMNOLEN )

HIPOKSEMIA (TAKIKARDI, LEMAS, KERINGAT

BANYAK, SIANOSIS)

TINDAKAN
EKSTENSI KEPALA, ANGKAT LEHER
ANGKAT DAGU

TRIPLE AIRWAY MANOUVER (EKSTENSI, JAW THRUST, OPEN MOUTH) KEC. PD CURIGA FRAKT, SERVIKAL

Posisi stabil (recovery position)

. BERSIHKAN AIRWAY SECARA MANUAL ATAU suction

Hemlich maanouver, chest manouver, back blow

Intubasi faring, intubasi trakea

LANGKAH B (BREATHING)
Ventilasi mulut ke mulut OKSIGENASI dan VENTILASI BUATAN Ventilasi mulut ke hidung Ventilasi mulut ke stoma
- PERIKSA FARING (SEKRESI, BENDA ASING) LAKUKAN PENGAMBILAN BENDA ASING DENGAN JARI ATAU HEIMILCH ATAU CHEST THRUST) -

EMERGENSI

GAGAL

INTUBASI

VENTILASI MULUT KE MULUT


POSISI KEPALA EKSTENSI PENCET HIDUNG PENDERITA DENGAN SALAH SATU TANGAN ATAU MENUTUP DENGAN PIPI PENOLONG BERIKAN VENTILASI 2 KALI (1,5 DETIK) SEGERA RABA A. KAROTIS / A. FEMORALIS BILA TETAP HENTI NAFAS, DENYUT (+) BERIKAN VENTILASI DALAM (800-1200 ml) SETIAP 5 DETIK BILA DENYUT A. KAROTIS (-) 2 X VENTILASI DALAM SESUDAH SETIAP 5

KOMPRESI DADA (PADA 2 PENOLONG)

LANGKAH C (SIRKULASI)
SUPPORT SIRKULASI ( RESUSITASI JANTUNG) KOMPRESI DADA EKSTERNAL PENDERITA TELENTANG PADA PERMUKAAN KERAS ( PAPAN) PENOLONG BERLUTUT DISAMPING PENDERITA

LENGAN LURUS, KEDUA BAHU TEPAT DIATAS STERNUM

TANGAN PENOLONG LAIN DIATAS TANGAN PERTAMA, JARI2 TANGAN TERKUNCI,

PANGKAL SEBELAH TANGAN PENOLONG DIATAS TENGAH PERTENGAHAN BAWAH STERNUM PENDERITA, JARAK 2 JARI DARI STERNUM

PENOLONG MEMBERIKAN TEKANAN VERTIKAL KE BAWAH STERNUM 4-5 cm

SETELAH KOMPRESI, HARUS ADA RELAKSASI, TAPI TANGAN , TIDAK BOLEH DIANGKAT, LAMA KOMPRESI = RELAKSASI

SATU PENOLONG 15 KOMPRESI (9-12 DETIK) DIIKUTI 2 KALI VENTILASI (23 DETIK) KOMPRESI HARUS HALUS DAN BERIRAMA TEKANAN SISTOLIK 100 mmHg MAP 40 mmHg KOMPRESI TIDAK BOLEH TERPUTUS 7 DETIK

LANGKAH D DAN F (DRUG DAN FLUID)

JALUR INTRAVENA HARUS SEGERA DAN INFUS CAIRAN OBAT-OBATAN - EPINEPHRIN (ADRENALIN) TETAP PILIHAN PERTAMA - LIDOKAIN PILIHAN KEDUA - SODIUM BIKARBONAT PILIHAN KETIGA HIPERVENTILASI KONTROL DENGAN OKSIGEN LEBIH PENTING DARIPADA BIKNAT UNTUK MELAWAN ASIDOSIS METABOLIK RESPIRATORIK PADA HENTI JANTUNG CAIRAN UNTUK RESUSITASI KRISTALOID, KOLOID

LAN GKAH E ( ELEKTRKARD IOGR AFI )


DIAGNOSIS DAN TERAPI DISRITMI

MEMBEDAKAN :

- VENTRIKULER FIBRILATION ( VF ) atau VENTRIKEL TAKHIKARDI ( VT ) dengan koma - ASYSTOLE - PULSELESNESS ( MECHANICAL AS ASYSTOLE) atau EMD

LIFE THREATHING DYSRHYTMIA

STC SINUS BRADIKARDI PAC SVT ATRIAL FLUTTER ATRIAL FIBRILASI JUCTIONAL RHYTM AV BLOCK VF VENTRICULAR ASYSTOLE

L A N G K A H F : F I B R I L AT I O N
- VENTRIKEL FIBRILASI (KORONER INSUF, REAKSI OBAT KATHETERISASI, IRITABEL JANTUNG) DEFIBRILATOR - 400 JOULE DEWASA - 100 200 JOULE ANAK - 50 100 JOULE BAYI - PEDAL 14 cm DEWASA
- TERMINASI LETHAL DYSRHYTMIA

ANAK 4,5 cm BAYI


8 cm

TEKNIK
PADA HENTI JANTUNG YANG DISAKSIKAN (TERMONITOR DENGAN EKG ) BERIKAN 30-60 DETIK PADA HENTI JANTUNG TIDAK DISAKSIKAN ABC 2 MENIT DEFIBRILASI PEDAL POSITIF (MERAH)KIRI APEKS JANTUNG PEDAL NEGATIF (HITAM)KANAN PERTENGAHAN ATAS STERNUM DIBAWAH KLAVIKULA TEKANAN KEDUA PEDAL KUAT ATUR ENERGI 200-300 JOULE ATAU 3-4 JOULE/KG.BB TEKAN TOMBOL PEDAL KIRI / KANAN SERENTAK BACA E K G TERUSKAN KOMPRESI JANTUNG SELAMA DENYUT FEMORAL DAN KAROTIS SEBELUM TERABA JIKA VF MENETAP 360 JOULE DEFIBRILASI DAPAT DIULANG

FASE III

P R O L O N G L I F E S U P P O RT (PLS)

atau
B A N T U A N H I D U P J A N G K A PA N J A N G

atau
T E R A P I B E R O R I E N TA S I O TA K PA S K A R E S U S I TA S I

Tujuan
* Fungsi pernafasan, KV, metabolik, ginjal, hati optimal untuk kelangsungan hidup organisme

* Pemulihan neuron otak


Metoda * Pertahankan homeostasis ekstra kranial : TAR 60-90, imobilisasi, analgetik, PO2 > 100, FiO2 50% * Pertahankan homeostasis intrakranial : hiperventilasi, manitol, diuretik, penthotal, kortikosteroid EEG

LANGKAH G ( GAUGHING ) > YA I T U E VA L U A S I D A N T R I A S E PENGELOLAAN KRITIS LANGKAH H ( HUMENTATION) > YA I T U H A S I L A K H I R D E N G A N T I N D A K A N R E S U S I TA S I O TA K LANGKAH I ( INTENSIF ) > YA I T U T E R A P I I N T E N S I F U N T U K BANTUAN HIDUP SECARA RASIONAL

GAMBAR: CEK KESADARAN

GAMBAR: HEAD TILT

GAMBAR : CHIN LIF T

GAMBAR: JAW THRUST

GAMBAR: RJP 2 PENOLONG

GAMBAR: POSISI TANGAN

GAMBAR: RJP BAYI

GAMBAR; POSISI RECOVERY