Anda di halaman 1dari 8

APORAN PENDAHULUAN CONGENITAL HEART DISEASE ( CHD ) ATAU PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

A. Definisi Congenital heart disease (CHD) atau penyakit jantung Congenital adalah kelainan yang sudah ada sejak bayi lahir, jadi kelainan tersebut terjadi sebelum bayi lahir, tetapi kelainan jantung bawaan ini tidak selalu memberi gejala segera setelah bayi lahir, tidak jarang kelainan tersebut baru ditemukan setelah pasien berumur beberapa bulan bahkan beberapa tahun (Ngastiah) Penyakit jantung bawaan adalah kelainan struktur dan fungsi jantung yang ditemukan sejak bayi dilahirkan. Kelainan ini terjadi pada saat janin berkembang dalam kandungan.Penyakit jantung bawaan yang paling banyak ditemukan adalah kelainan pada septum bilik jantung atau dikenal dengan sebutan ventricular septal defect (VSD) dan diikuti oleh kelainan pada septum serambi jantung atau lebih dikenal dengan namaAtrial Septal Defect (ASD). Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal waktu bayi. Apabila penyakit jantung bawaan ditemukan pada orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda. (IPD FKUI,1996 ;1134) Duktus Arteriosus adalah saluran yang berasal dari arkus aorta ke VI pada janin yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta desendens. Pada bayi normal duktus tersebut menutup secara fungsional 10 15 jam setelah lahir dan secara anatomis menjadi ligamentum arteriosum pada usia 2 3 minggu. Bila tidak menutup disebut Duktus Arteriosus Persisten (Persistent Ductus Arteriosus : PDA). (Buku ajar kardiologi FKUI, 2001 ; 227) Patent Duktus Arteriosus adalah kegagalan menutupnya ductus arteriosus (arteri yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal) pada

minggu pertama kehidupan, yang menyebabkan mengalirnya darah dari aorta tang bertekanan tinggi ke arteri pulmonal yang bertekanan rendah. (Suriadi, Rita Yuliani, 2001; 235) Patent Duktus Arteriosus (PDA) adalah tetap terbukanya duktus arteriosus setelah lahir, yang menyebabkan dialirkannya darah secara langsung dari aorta (tekanan lebih tinggi) ke dalam arteri pulmoner (tekanan lebih rendah). (Betz & Sowden, 2002 ; 375) B. Etiologi Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan : 1. Faktor Prenatal : Ibu menderita penyakit infeksi : Rubella. Ibu alkoholisme. Umur ibu lebih dari 40 tahun. Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang memerlukan insulin. Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu.

2. Faktor Genetik : Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan. Ayah / Ibu menderita penyakit jantung bawaan. Kelainan kromosom seperti Sindrom Down. Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.

C. Klasifikasi Terdapat berbagai cara penggolongan penyakit jantung congenital : penggolongan yang sangat sederhana adalah penggolongan yang didasarkan pada adanya sianosis serta vaskularisasi paru. 1. Penyakit jantung bawaan (PJB) non sianotik dengan vaskularisasi paru bertambah, misalnya defek septum (DSV), defek septum atrium (DSA), dan duktus atrium (DSA) dan duktus arterius parsisten (DAP).

2. Penyakit jantung bawaan non sianotik dengan vaskularisasi paru normal. Pada penggolongan ini termasuk ini stenosis aorta (SA), stenosis pulmonal (SP) dan koarktasio aorta. 3. Penyakit jantung bawaan sianotik dengan vaskularisasi paru berkurang. Pada penggolongan ini yang paling banyak adalah tetralogi fallot (TF). 4. Penyakit jantung bawaan sianotik dengan vaskularisasi paru bertambah, misalnya transposisi arteri besar (TAB).

D. Patofisiologi Kelainan jantung congenital menyebabkan dua perubahan

hemodinamik utama. Shunting atau percampuran darah arteri dari vena serta perubahan aliran darah pulmonal dan tekana darah.Normalnya tekanan pada jantu ng kanan lebih besara daripada sirkulasi pulmonal. Shunting terjadi apabila darah mengalir melalui lubang pulmonal pada jantung sehat dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah,

menyebabkan darah yang teroksigenasi mengalir ke dalam sirkulasi sistemik. Aliran darah pulmonal dan tekanan darah meningkat bila ada keterlambatan penipiosan normal serabut otot lunak pada arteriola pulmonal sewaktu lahir.Penebalan vascular meningkatkan resistensi sirkulasi pulmonal, aliran darah pulmonal dapat melampaui sirkulasi sistemik dan aliran darah bergerak dari kanan ke kiri. Perubahan pada aliran darah, percampuran darah vena dan arteri, serta kenaikan tekanan pulmonal akan meningkatkan kerja jantung. Manifestasi dari penyakit jantung congenital yaitu adanya gagal jantung, perfusi tidak adekuat dan kongesti pulmonal. E. Tanda dan gejala 1. Pada saat bayi: Saat lahir dapat dijumpai gangguan pernapasan. Pada yang berat bahkan dapat berakibat kematian. Pada penyakit jantung bawaan biru, anak tampak biru meskipun tidak sesak napas dan aktif. Namun

demikian, pada yang kompleks gejala sesak napas dan biru dapat nampak bersamaan Pada beberapa kasus yang berat dan kompleks, bayi baru lahir segera memburuk dan meninggal dalam waktu dua hari bersamaan dengan menutupnya pembuluh arteriosus Botalli. Penyakit jantung bawaan yang terakhir ini disebut sebagai penyakit jantung bawaan yang bergantung pada duktus. Anak menetek tidak kuat, sering melepaskan puting ibu istirahat sebentar kemudian melanjutkan minum lagi. Saat menetek/minum, bayi nampak berkeringat banyak di dahi, napas terengah-engah. Minum tidak bisa banyak dan tidak lama. Berat badan tidak naik-naik atau naik kurang dari grafik/pita pertumbuhan yang sesuai pada KMS. Anak sering sakit batuk dan sesak napas yang sering disebut sebagai pneumonia atau bronkopneumonia. Daya tahan tubuh terhadap penyakit kurang, sebagai akibatnya bayi sering sakit-sakitan. Anak yang menderita penyakit jantung bawaan biru, saat lahir nampak kebiru-biruan di mulut dan lidah serta ujung-ujung jari, meskipun anak tampak aktif ceria dan menangis kuat. Pada beberapa anak, warna kebiruan pada mulut, lidah dan ujung-ujung jari tersebut baru nampak setelah berusia beberapa bulan. Serangan biru dapat terjadi pada anak dengan penyakit jantung bawaan biru yang ditandai dengan bayi menangis terus menerus tidak berhenti-berhenti. Anak tampak semakin biru, napas tersengal-sengal. Bila berat, dapat mengakibatkan kejang bahkan kematian. Kelainan jantung sering juga ditemukan secara tidak sengaja oleh dokter pada saat bayi berobat utk penyakit lainnya atau saat datang untuk imunisasi. Dokter mendengar adanya bising jantung saat memeriksa jantung bayi dengan menggunakan stetoskop

2.

Gejala pada anak Berat badan anak naik tidak memuaskan dengan kata lain pertumbuhannya terhambat Perkembangan terlambat Cepat lelah saat bermain, napas terengah-engah, berkeringat banyak lebih dari anak yang lain. Anak yang menderita PJB biru: tampak kebiruan pada mulut, lidah dan ujung-ujung jari, sering jongkok saat bermain, ujung jari membulat sehingga jari2 tampak seperti pemukul genderang. Serangan biru ditandai dengan napas terengah-engah, anak tampak lebih biru daripada biasanya, bila berat mengakibatkan anak pingsan bahkan kematian.Pertumbuhan dan perkembangannyapun terlambat

3.

Pada remaja Tanda-tanda masa remajanya terlambat, misalnya pada anak perempuan terlambat haid, payudara masih rata. Pada anak laki-laki pertumbuhan cepatnya tertunda. Anak tampak kurus Aktivitas tidak mampu berlari jauh atau bermain lama seperti anak lainnya Sering batuk-batuk dan napas terengah-engah Berkeringat banyak pada wajah saat beraktivitas Pada yang sudah diketahui menderita kebocoran jantung, bila sampai remaja tidak ada tindakan koreksi, dapat mengakibatkan sindroma Eisenmenger, yaitu anak yang semula tidak sianosis (biru), mulai nampak kebiruan seperti penderita PJB sianotik. Kondisi ini sangat berbahaya.

F. Pemeriksaan penunjang 1. Gambaran ECG yang menunjukkan adanya hipertropi ventrikel kiri, kateterisasi jantung yang menunjukkan striktura. 2. Aortography 3. Peningkatan cardiac iso enzim 4. Rontgen thorax : cardiomegali dan infiltrate paru.

G. Komplikasi Pasien dengan penyakit jantung congenital terancam mengalami berbagai komplikasi antara lain; 1. Gagal jantung kongestif 2. Renjatan kardiogenik 3. Aritmia 4. Endokarditis bakterialistik 5. Hipertensi 6. Hipertensi Pulmonal 7. Tromboemboli dan abses otak 8. Henti Jantung

H. Pengobatan PJB Tanpa Bedah Hanya dengan Jelly Gamat Gold-G Dalam dekade terakhir ini pengobatan penyakit jantung bawaan telah banyak kemajuan diseluruh dunia. Dewasa ini pengobatan penyakit jantung bawaan dilakukan tanpa pembedahan.Pengobatan penyakit jantung bawaan saat ini dapat dilakukan tanpa pembedahan hanya dengan pengobatan herbal jelly gamat gold-g yang bisa membantu menyembuhkan penyakit ini. dan harganya pun sangat terjangkau bila dibandingkan dengan cara pembedahan. Berikut penjelasan mengenai Obat Herbal Jelly Gamat Gold-G Jelly Gamat Gold-G adalah salah satu ramuan atau minuman kesehatan yang terbuat dari bahan 100% alami yang sudah dipercaya memiliki khasiat yang banyak terutama dalam pengobatan PJB. Obat ini terbuat dari teripang emas dari spesies Golden Stichopus Variegatus yang meiliki kandungan Protein 86,8%, kolagen 80,0%, mineral, mukopolisakarida, Glucosaminoglycans (GAG's), antiseptik alamiah, chondroitin, omega3, 6 dan 9.Asam lemak yang terkandung dalam teripang emas dapat mempercepat penyembuhan luka di jantung. Kandungan asam eicosapentaenat (EPA) dan asam docosahexaenat (DHA) yang relatif tinggi, masing-masing 25.69% dan3.69%.Nilai EPA besar menandakan kecepatan teripang memperbaiki jaringan rusak dan

menghalangi pembentukan prostaglandin penyebab radang tinggi. Konsumsi DHA tinggi menurunkan trigliserida darah penyebab penyakit jantung bocor. Hal ini telah dibuktikan ketika meneliti kandungan asam lemak teripang stichopus chloronotus, hasilnya kandungan DHA teripang relatif tinggi, yaitu 3.69%.Selain itu juga teripang emas juga menndung Cell Growth Factor (faktor regenerasi sel) yang mampu memperbaharui atau meregenerasi sel atau jaringan jantung yang bocor (tumbuh tidak sempurna) menjadi sempurna kembali. Dengan kealamiannya dan pengolahannya yang apik tanpa

pencampuran dengan bahan kimia meskipun diolah dengan teknologi modern, sehingga obat ini direkomendasikan sebagai pengobatan herbal yang aman di konsumsi untuk semua kalangan mulai dari usia mulai 0 bulan hingga ibu hamil dan ibu menyusuipun diperbolehkan mengkonsumsinya.

DAFTAR PUSTAKA

Dongoes, Marilyn E, Jane R Kenly. 1998: Maternal / Newborn Care Plan : Gudelines for client care E. a Davis Company : Philadelphia Mansjoer, Arif. 1999: Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid I : Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta Mattsion, Susan. 2000 : Care Curriculum For Maternal-Newborn second edition : advision of Harcourtbrace & Company : Philadelphia. Ngastiyah. 1997 : Perawatan Anak Sakit : Penerbit buku Kedokteran EGC: Jakarta Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departamen Kesehatan. 1993 : Proses Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Penerbit buku Kedokteran EGC : Jakarta http://ellysayy.blogspot.com/2013/05/laporan-pendahuluan-penyakitjantung.html

Anda mungkin juga menyukai