Anda di halaman 1dari 16

1

TINJAUAN HUKUM TERHADAP LEMBAGA PAKSA BADAN (GIJZELING) MENURUT Pasal 209 s/d Pasal 224 HIR DAN Pasal 242 s/d Pasal 25 (RB!) ANALISA SERTA IMPLEMENTASIN"A By Timur Abimanyu, SH.MH Latar Belakang Lembaga penyanderaan (gijzeling) adalah angat bertentangan dengan peri kemanu iaan, !leh karenanya dengan Surat "daran Mahkamah Agung #!. $ Tahun 1%%&' mengintruk ikan untuk tidak mempergunakan lagi peraturan(peraturan mengenai andera (gijzeling), ebagaimana yang dimak ud dalam )a al()a al $*% +d $$' H,-. Se uai perkembangan jaman berkaitan dengan penggunakan lembaga gijzeling eperti diatur dalam )a al $*% dan eteru nya H.,.-.+$'$ dan eteru nya -.Bg. dengan mengingat )a al .. /ndang(undang #!. 1' tahun 1%0' /ndang(undang 1ekua aan 1ehakiman yang ekarang udah menjadi /ndang /ndang 1ekua aan 1ehakiman #!. dan telah mengalami beberapa kali perubahan yaitu /ndang /ndang #!. ' Tahun $**' kemudian di rubah lagi dengan /ndang /ndang #!. '2 Tahun $**% tentang 1ekua aan 1ehakiman yang intinya menghendaki pelak anaan keputu an dengan tidak meninggalkan peri kemanu iaan. 3imana andera (gejzeling) 1 ebagaimana diatur dalam )a al(pa al $*% +d $$' H.,.-. dan )a al(pa al $'$ +d $42 -.Bg. merupakan tindakan 5perampa an kebeba an bergerak e e!rang5 dalam rangka ek eku i uatu putu an perkara perdata yang telah mempunyai kekua aan pa ti, putu an perkara perdata yang telah mempunyai kekuatan pa ti, putu an perkara mana telah dimulai dengan penyitaan barang(barang milik pihak yang kalah, akan tetapi telah ternyata, bah6a !rang itu ama ekali tidak memiliki barang atau barang(barang miliknya tidak 7ukup banyak untuk meluna i hutang(hutangnya, )enyanderaan (gejzeling) di dalam H.+.-. dan -.Bg. ini tidak ditujukan kepada pihak yang membangkang (!n6ilige partij) $ eperti 5+ij8 d6ang5 di dalam -9., melainkan ditujukan kepada !rang yang tidak mampu yang tidak mungkin dapat meluna i hutang(hutangnya, karena dirampa nya atau barang untuk meluna i hutanghutangnya. 3i dalam Hukum Adat dahulu dikenal lembaga 5peruluran5 (pandeling 7hap) yang memberi kemungkinan kepada !rang yang tidak mampu untuk meluna i hutang(hutangnya dengan memak anya bekerja pada pihak berpiutang dengan menilai ha il kerjanya itu dengan uang, akan tetapi lembaga 5peruluran5 itu dihapu kan !leh )emerintah Hindia Belanda karena dianggap bertentangan dengan peri kemanu iaan. Sema Mahkamah Agung yang terdahulu diperjela kembali !leh )eraturan Mahkamah Agung -epublik ,nd!ne ia #!. 1 Tahun $*** tentang Lembaga )ak a Badan, dimana dalam hal pembekuan pembekuan penerapan lembaga :ijzeling ebagaimana diatur dalam Surat "daran Mahkamah Agung #!m!r $ Tahun 1%&' dan #!m!r ' Tahun 1%04 yang mengin truk ikan kepada para 1etua )engadilan dan Hakim untuk tidak mempergunakan lagi peraturanperaturan mengenai gijzeling yang diatur dalam )a al
1
$

.;irj!n! )r!dj!dik!r!, Azas-Azas Hukum Perdata, ).T.Bale, Bandung, 1%2&, hal.01 $..M. <ahya Harahap, Segi-Segi Hukum Perjanjian, Alumni, Bandung, 1%2&, hal. 0

$ $*% ampai dengan )a al $$' -eglemen ,nd!ne ia yang diperbarui (H,-) Serta )a al $'$ ampai dengan )a al $42 -eglemen Hukum A7ara untuk 3aerah Luar =a6a dan Madura (-Bg.), dipandang tidak e uai lagi dengan keadaan dan kebutuhan hukum dalam rangka penegakan hukum keadilan erta pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia, ehingga perlu men7abut dan mengatur kembali ketentuan ter ebut. 3ida ari kepada i tilah 5gijzeling5 dengan kata 5 andera5 atau 5penyanderaan5 ebagaimana terdapat dalam Surat "daran Mahkamah Agung #!m!r $ Tahun 1%&' dan Surat "daran Mahkamah Agung #!m!r ' Tahun 1%04, yang dipandang tidak tepat karena tidak men7akup pengertian terhadap debitur yang mampu tetapi tidak mau memenuhi ke6ajibannya dalam membayar hutang, ehingga i tilahnya dan pengertiannya perlu di empurnakan menjadi pak a badan, ebagaimana terkandung dalam pengertian 5,mpri !nment 8!r >i9il 3ebt 5 .yang berlaku e7ara uni9er al. )erbuatan debitur, penanggung atau penjamin hutang yang tidak memenuhi ke6ajibannya untuk membayar kembali hutang(hutangnya ', padahal ia mampu untuk melak anakannya, merupakan pelanggaran hak a a i manu ia yang nilainya lebih be ar daripada pelanggaran hak a a i ata pelak anaan )ak a Badan 4 terhadap yang ber angkutan, hal ter ebut untuk mengi i kek! !ngan hukum yang dapat menampung dan menyele aikan perma alahan Lembaga )ak a Badan ter ebut perlu mengeluarkan )eraturan Mahkamah Agung tentang Lembaga )ak a Badan #!. 1 Tahun $***. Landa ar Hukum ? ( Lembaga )ak a Badan (:ijzeling) dilanda ai !leh pa al $*% +d $$' H.,.-. dan )a al( pa al $'$ +d $42 -.Bg, Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&' Tentang )engahapu an Sandera (:ijzeling), // #!. 1' Tahun 1%0* ebagaimana telah diubah dengan /ndang( undang #!m!r .4 Tahun 1%%% tentang )erubahan Ata /ndang(undang #!m!r 1' Tahun 1%0* tentang 1etentuan(ketentuan )!k!k 1ekua aan 1ehakiman. Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 tentang Sandera (:ijzeling) dan )"-MA #!. #!. 1 Tahun $*** tentang Lembaga )ak a Badan erta /ndang /ndang #!. 1' tahun 1%0' dan telah beberapa kali di rubah menjadi /ndang /ndang #!. ' Tahun $**' tentang 1ekua aan 1ehakiman, kemudian di rubah lagi dengan /ndang /ndang #!. '2 Tahun $**% tentang 1ekua aan 1ehakiman &, /ndang(undang #!m!r 1' Tahun 1%24 tentang Mahkamah Agung, /ndang(undang #!m!r $ Tahun 1%2& tentang )eradilan /mum, /ndang(undang #!m!r .% Tahun 1%%% tentang Hak A a i Manu ia.0

.)ur6ahid )atrik, Dasar-Dasar Hukum Perikatan (Perikatan Yang Lair Dari Perjanj!an Dan Dari Undang-Undang), >@. Mandar Maju, Bandung, 1%%', hal 11. ' .,rna #urhayati, Tinjauan Terhadap Undang-Undang epai!itan (UU "#$ % Tahun &''(), Mimbar Hukum Majalah Berkala Aakulta Hukum /:M #!? .$+@,+1%%%, hal '1. 4 .Martiman )r!dj!hamidj!j!, Pr#ses epai!itan )enurut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang "#m#r & Tahun &''( Tentang Peru*ahan Atas Undang-undang Tentang epai!itan, >.@. Mandar Maju, Bandung, 1%%%, hal. 1. & .@i7t!r M Situm!rang dan Hendri S!ekar !, Pengantar Hukum epai!itan Di +nd#nesia, ).T. -ineka >ipta, =akarta, 1%%., hal. '2. 0 .-uddhy L!nt!h, Pen,e!esaian Utang Piutang me!aui Pai!it atau Penundaan e-aji*an Pem*a,aran Utang, Bandung? Alumni, $**1, hlm. 04(0&

. )erumu an Ma alah ? Berda akan uraian di ata terdapat beberapa perma alahan p!k!k yang menjadi perhatian penuli yaitu ? 1. Mengapa Lembaga )ak a Badan (:ijzeling) dianggap melanggar Hak Aza i Manu ia yang diterapkan pada perkara perdata B $. Bagimana implement inya etelah berlakuknya S"MA #!. $ Tahun 1%&' dan bagaimana implementa inya etelah berlakunya )"-MA #!. 1 Tahun $*** B Tujuan pembaha an ? Tujuan anali a pembaha an adalah untuk menelu uri, mengetahui dan menganali i terhadap Lembaga )ak a Badan (:ijzeling) yang digunakan didalam menyele aikan perkara(perkara pidana maupun perkara perdata yang ditangani !leh lembaga peradilan. Sehubungan dengan pemberlakukan dan penggunaan pa al $*% +d $$' H.,.-. dan )a al(pa al $'$ +d $42 -.Bg, Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&' Tentang )engahpu an Sandera (:ijzeling), Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04, )erma #!. 1 Tahun $***. 1erangka Te!ri 3an 1!n ep 2? Te!ri k!n ep yang dipakai penuli untuk pembaha an terhadap Lembaga )ak a Badan (:ijzeling) diatur pa al $*% +d $$' H.,.-. dan )a al(pa al $'$ +d $42 -.Bg ? .)engenai pengaturan tentang pen,anderaan, dihapuskan dengan S/)A "#$ 0 Th &'1%, sedangkan S/)A "#$ 0 Tahun &'1% *er*un,i 2 Pada saat ini )ahkamah Agung *erpendapat, *ah-a pen,anderaan (gijze!ing)' sese#rang ada!ah *ertentangan dengan peri kemanusiaan, maka #!eh karena demikian dengan ini diinstruksikan untuk tidak mempergunakan !agi peraturan-peraturan mengenai sandera (gijze!ing), se*agaimana ,ang dimaksud da!am Pasa!-Pasa! 03' s4d 00% H+56$ Dan menurut Surat /daran "#$ 3% Tahun &'7%2 .)en,am*ung Surat /daran )ahkamah Agung "#$ 0 tahun &'1% tangga! 00 8anuari &'1% periha! gijze!ing (pen,anderaan), maka dengan ini )ahkamah Agung mem*erikan penegasan *ah-a tidak di*enarkan untuk menggunakan !em*aga gijze!ing seperti diatur da!am Pasa! 03' dan seterusn,a H$4$5$40%0 dan seterusn,a 5$9g$ dengan mengingat Pasa! :: Undang-undang "#$ &% tahun &'7% Undang-undang ekuasaan ehakiman ,ang menghendaki pe!aksanaan keputusan dengan tidak meningga!kan peri kemanusiaan$ Se*agai tam*ahan kirann,a dapat disampaikan penje!asan se*agai *erikut2Sandera (gejze!ing) se*agaimana diatur da!am Pasa!-pasa! 03' s4d 00% H$4$5$ dan Pasa!-pasa! 0%0 s4d 0;( 5$9g$ merupakan tindakan <perampasan
2

.S!erj!n! S!ekant! dan Sri Mamudji, Pene!itian Hukum "#rmati= Suatu Tinjauan

Singkat$ ).T. -aja :ra8ind! )er ada, =akarta, $**0. hal. 1' % ."lijana, .+n>entarisasi dan ?eri=ikasi da!am 5angka Pem*eresan 9#ede! Pai!it6, Undang-Undang epai!itan dan Perkem*angann,a, )r! iding, =akarta? )u at )engkajian Hukum, $**', hal. $0..

' ke*e*asan *ergerak sese#rang< da!am rangka eksekusi&3 suatu putusan perkara perdata ,ang te!ah mempun,ai kekuasaan pasti, putusan perkara perdata ,ang te!ah mempun,ai kekuatan pasti, putusan perkara mana te!ah dimu!ai dengan pen,itaan *arang-*arang mi!ik pihak ,ang ka!ah, akan tetapi te!ah tern,ata, *ah-a #rang itu sama seka!i tidak memi!iki *arang atau *arang-*arang mi!ikn,a tidak @ukup *an,ak untuk me!unasi hutang-hutangn,a, Pen,anderaan (gejze!ing) di da!am H$4$5$ dan 5$9g$ ini tidak ditujukan kepada pihak ,ang mem*angkang (#n-i!ige partij) seperti <4ij=sd-ang< di da!am 5>$, me!ainkan ditujukan kepada #rang ,ang tidak mampu ,ang tidak mungkin dapat me!unasi hutang-hutangn,a, karena dirampasn,a atau *arang untuk me!unasi hutanghutangn,a$ Di da!am Hukum Adat dahu!u dikena! !em*aga <peru!uran< (pande!ings@hap) ,ang mem*eri kemungkinan kepada #rang ,ang tidak mampu untuk me!unasi hutang-hutangn,a dengan memaksan,a *ekerja pada pihak *erpiutang dengan meni!ai hasi! kerjan,a itu dengan uang, akan tetapi !em*aga <peru!uran< itu dihapuskan #!eh Pemerintah Hindia 9e!anda karena dianggap *ertentangan dengan peri kemanusiaan$ )eraturan Mahkamah Agung -, #!. 1 Tahun $*** tentang Lembaga )ak a Badan ? C )enim*ang2 a$*ah-a pem*ekuan penerapan !em*aga Aijze!ing se*agaimana diatur da!am Surat /daran )ahkamah Agung "#m#r 0 Tahun &'1% dan "#m#r % Tahun &'7; ,ang menginstruksikan kepada para etua Pengadi!an dan Hakim untuk tidak mempergunakan !agi peraturanperaturan mengenai gijze!ing ,ang diatur da!am Pasa! 03' sampai dengan Pasa! 00% 5eg!emen +nd#nesia ,ang diper*arui (H+5) Serta Pasa! 0%0 sampai dengan Pasa! 0;( 5eg!emen Hukum A@ara untuk Daerah Luar 8a-a dan )adura (59g$), dipandang tidak sesuai !agi dengan keadaan dan ke*utuhan hukum da!am rangka penegakan hukum keadi!an serta pem*angunan ek#n#mi *angsa +nd#nesia, sehingga per!u men@a*ut dan mengatur kem*a!i ketentuan terse*utB *$ 9ah-a penerjemahan isti!ah <gijze!ing< dengan kata <sandera< atau <pen,anderaan< se*agaimana terdapat da!am Surat /daran )ahkamah Agung "#m#r 0 Tahun &'1% tangga! 00 8anuari &'1% dan Surat /daran )ahkamah Agung "#m#r % Tahun &'7; tangga! & Desem*er &'7;, dipandang tidak tepat karena tidak men@akup pengertian terhadap de*itur ,ang mampu tetapi tidak mau memenuhi ke-aji*ann,a da!am mem*a,ar hutang, sehingga penerjemahann,a per!u disempurnakan menjadi paksa *adan, se*agaimana terkandung da!am pengertian <+mpris#nment =#r Ci>i! De*ts< ,ang *er!aku se@ara uni>ersa!B@$*ah-a per*uatan de*itur, penanggung atau penjamin hutang ,ang tidak memenuhi ke-aji*ann,a untuk mem*a,ar kem*a!i hutang-hutangn,a, padaha! ia mampu untuk me!aksanakann,a, merupakan pe!anggaran hak asasi manusia ,ang ni!ain,a !e*ih *esar daripada pe!anggaran hak asasi atas pe!aksanaan Paksa 9adan terhadap ,ang *ersangkutanB d$ *ah-a guna mengisi kek#s#ngan hukum ,ang dapat menampung dan men,e!esaikan permasa!ahan Lem*aga Paksa
.-.Ali -id h!, Hukum Dagang2 tentang Prinsip-prinsip Dungsi Asuransi da!am Lem*aga euangan, Pasar )#da!, Lem*aga )#da! ?entura, Dan Asuransi Haji, Alumni, Bandung, 1%%$, Hal.4.
1*

4 9adan terse*ut per!u menge!uarkan Peraturan )ahkamah Agung tentang Lem*aga Paksa 9adan6$ Met!de )enelitian 11 Met!de penelitian ini ber andar kepada i tem hukum yang berlaku di ,nd!ne ia dan didalam penuli an ini, penuli menggunakan met!de yuridi n!rmati8 yaitu dengan menga7u kepada n!rma(n!rma hukum yang terdapat didalam peraturan perundang( undangan dan )eraturan )erundang(undangan Mahkamah Agung -epublik ,nd!ne ia. 3i amping itu penuli menggunakan met!de penelitian kualitati8 yang dilakukan dengan langka(langkah n!rmati8(empiri dan )enelitian ini ber i8at de kri8ti8 anali i yaitu dengan menggambarkan peraturan perundang(undangan yang berlaku dengan mengaitkan atau menghubungkan pada uatu te!ri hukum dengan pelak anaan kebijakan dilapangan, yang haru aling berhubungan dan berk!!rdina i dengan perma alahan(perma alahan yang dihadapi. 3engan anali i data dilakukan untuk menja6ab atau meme7ahkan perma alahan yang diangkat dalam penelitian ini, ehingga dapat ditarik ke impulan+dikriti i yang dapat dipertanggung ja6abkan e7ara ilmiah. Hukum )idana adalah A!rmil Materiel, yang merupakan hukum yang beri ikan materi hukuman dan hukum yang mengatur tentang tata 7ara bagaimana melak anakan hukum materiel. Hukum )idana Materiel umber diatur !leh 1/H) dan delik(delik yang ter ebar di luar 1/H), eperti Tindak )idana Sub9er i, Tindak )idana "k!n!mi, Tindak )idana #ark!tik, dan lain(lain. Sedangkan Hukum )idana A!rmil umber hukumnya adalah H,- dan 1/HA). Menurut -.Su il! bah6a Hukum A7ara )idana adalah ? Hukum yang mengatur tentang tata 7ara bagaimana mempertahankan atau menyelenggarakan Hukum )idana Materil, ehingga memper!leh keputu an hakim dan 7ara bagaimana i i keputu an itu haru dilakukan. Menurut =.>. T Sim!rangkir bah6a Hukum A7ara )idana adalah Hukum a7ara yang melak anakan dan mempertahankan hukum pidana materil. =ela nya bah6a Hukum A!rmil (hukum a7ara) 1$, adalah hukum yang mengatur tata 7ara melak anakan Hukum Materil.1. 3an Hukum A7ara )idana (Hukum )idana A!rmil adalah hukum yang mengatur tata 7ara melak anakan + mempertahankan Hukum pidana materil Aza (Aza 1/HA) adalah A a atau prin ip legalita dengan tega di ebut dalam k!n ideran 1/HA) eperti yang dapat diba7a pada huru8 a, yang berbunyi?

.)hilipu M.Hadj!n, Pengkajian +!mu Hukum D#gmati@ ("#rmati=), Majalah <uridika, #!m!r & Tahun ,D, #!9ember(3e ember, Aakulta Hukum /ni9er ita Airlangga, Surabaya, 1%%'. 1$ .Luhut M.) )angaribuan., Hukum epai!itan Dengan Hantu-Hantu, http ?++majalah.temp!interakti8.7!m, *2 September $**.. 1. .<!gi, .Dan Tunas Pun )empai!itkan Diri Sendiri6 2 Da!am aitann,a Dengan e-aji*an De*it#r, Artikel pada Legal -e9ie6, "di i #!. 1% Th. 11, $**', hal. .&

11

& 5 Bah6a negara -epublik ,nd!ne ia adalah negara hukum yang berda arkan )an7a ila dan /ndang(/ndang 3a ar 1%'4 yang menjunjung tinggi hak a a i manu ia erta yang menjamin egala 6arga negara ber amaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan 6ajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada ke7ualinya. 3ari k!n ideren bah6a #egara -epublik ,nd!ne ia adalah 5#egara Hukum5, berda arkan )an7a ila dan //3 1%'4 dan negara menjamin etiap 6arga negara ber amaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan erta etiap 6arga negara 5tanpa ke7uali5, 6ajib menjunjung hukum dan pemerintahan. 3engan demikian bah6a emua tindakan penegakan hukum haru ? ( berda arkan ketentuan hukum dan /ndang(undang. ( menempatkan kepentingan hukum dan perundang(undangan di ata egala(galanya, ehingga ter6ujud uatu kehidupan ma yarakat bang a yang takluk di ba6ah 5 uprema i hukum5 yang elara dengan ketentuan(ketentuan perundang(undangan dan pera aan keadilan bang a ,nd!ne ia. A a legalita , aparat penegak hukum tidak dibenarkan bertindak di luar ketentuan hukum dan bertindak e6enang(6enang, atau a*use #= p#-er, karena etiap !rang, baik dia ter angka atau terdak6a mempunyai kedudukan ? yang ama ederajat di hadapan hukum (eEua! *e=#re the !a-, mempunyai kedudukan 5perlindungan5 yang ama !leh hukum, (eEua! pr#te@ #n the !a-) dan mendapat 5perlakuan keadilan5 yang ama di ba6ah hukum, (eEua! justi@e !# the !a-)&% A a 1e eimbangan ? dimana dapat dijumpai dalam k!n ideran huru8 7 yang menega kan bah6a dalam penegakan hukum haru berlanda kan prin ip ke eimbangan yang era i antara perlindungan terhadap harkat dan martabat manu ia dengan, perlindungan terhadap kepentingan dan ketertiban ma yarakat.14 Tuga aparat penegak hukum dalam melak anakan 8ung i dan 6e6enang penegakan hukum, tidak b!leh ber!rienta i kepada kekua aan emata(mata erta haru menghindari tindakan(tindakan penegakan hukum dan ketertiban yang dapat menimbulkan pelanggaran hak(hak a a i manu ia dan 7ara perlakuan yang tidak manu ia6i. 3engan a a ke eimbangan yang terjalin antara perlindungan harkat martabat manu ia dengan perlindungan kepentingan ketertiban ma yarakat, 1/HA) telah men!nj!lkan tema human dignit, (martabat kemanu iaan), dalam pelak anaan tindakan penegakan hukum di bumi ,nd!ne ia. 3engan demikian titik entral penegakan hukum di ,nd!ne ia menurut 1/HA) haru ber!rienta i pada p!la a a ke eimbangan dan pada atu i i aparat )enegak hukum 6ajib melindungi martabat dan hak(hak a a i kemanu iaan 1& e!rang ter angka+terdak6a, edang pada i i lain berke6ajiban melindungi dan mempertahankan kepentingan ketertiban umum.
. Eainal A ikin, Hukum epai!itan dan Penundaan Pem*a,aran di +nd#nesia, =akarta ? )T. -aja :ra8ind! )er ada , $***, hal.$0. 14 . Sudikn! Mert!ku um!, Hukum A@ara Perdata +nd#nesia, edi i keenam, <!gyakarta? Liberty, $**$, hal. $*$ 1& .)ur6! utjipt!, Pengertian P#k#k Hukum Dagang +nd#nesia 8i!id (2 Per-asitan, epai!itan, dan Penundaan Pem*a,aran, =akarta? ).T 3jambatan, 1%%$, hal. $2
1'

0 A a 5praduga tak ber alah5 atau presumpti#n #= inn#@ent dijumpai dalam penjela an butir . huru8 7. 3engan di7antumkan a a praduga tak ber alah dalam )enjela an 1/HA), dapat di impulkan, pembuat undang(undang telah menetapkannya ebabagai a a hukum yang melanda i 1/HA) dan penegakan hukum (!a- en=#r@ement)$ 3an a a praduga tak ber alah, telah dirumu kan dalam )a al 2 /ndang undang )!k!k 1ekua aan 1ehakiman #!. 1' Tahun 1%0*, yang berbunyi? 5Setiap !rang yang udah di angka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka idang pengadilan, 6ajib dianggap tidak ber alah ampai adanya putu an pengadilan menyatakan ke alahannya dan memper!leh kekuatan hukum tetap5. 3imana prin ip aku atur menempatkan kedudukan ter angka+terdak6a dalam etiap pemerik aan ? adalah ubjekF bukan ebagai !bjek pemerik aan, karena itu ter angka atau terdak6a haru didudukkan dan diperlakukan dalam kedudukan manu ia yang menharkat martabat harga diri, yang menjadi !bjek pemerik aan dalam prin ip aku at!r adalah 5ke alahanG10 (tindakan pidana), yang dilakukan ter angka+terdak6a. 1e arah itulah pemerik aan ditujukan. /paya untuk men!pang a a praduga tak ber alah dan prin ip aku atur dalam penegakan hukum, 1/HA) 12 telah memberi peri ai kepada ter angka+terdak6a berupa eperangkat hak(hak kemanu iaan yang 6ajib dih!rmati dan dilindungi pihak aparat penegak hukum. 3engan peri ai hak(hak yang diakui hukum, e7ara te!reti ejak emula tahap pemerik aan, ter angka+terdak6a udah mempunyai 5p! i i yang etara8 H dengan pejabat pemerik a dalam kedudukan hukum, berhak menuntut perlakuan yang digari kan dalam 1/HA). )rin ip )embata an penahanan dan perpanjangan )rin ip pembata an penahanan adalah ma alah penahanan, merupakan per !alan yang paling e en ial dalam ejarah kehidupan manu ia. Setiap yang namanya penahanan, dengan endirinya menyangkut nilai dan makna, antara lain? perampa an kebeba an dan kemerdekaan !rang yang ditahan, menyangkut nilai(nilai perikemanu iaan dan harkat martabat kemanu iaan, menyangkut nama baik dan pen7emaran ata keh!rmatan diri pribadi, etiap penahan dengan endirinya menyangkut pembata an dan pen7butan ementara ebagian hak(hak a a i manu ia. )erpanjangan )enahanan , time6a adalah ? ( )enge7ualian dari jangka penahanan ebagaimana ter ebut dalam )a al $', $4, $&, $0 dan $2 1/HA), guna kepentingan pemerik aan, penahanan terhadap ter angka+terdak6a dapat diperpanjang dengan ala an yang patut dan tidak dapat dihindarkan karena? a. Ter angka atau Terdak6a menderita gangguan 8i ik atau mental yang berat, yang dibuktikan dengan urat keterangan dari d!kter, b. )erkara yang edang diperik a dian7am dengan pidana penjara embilan (%) tahun atau lebih ()a al $% (1) 1/HA)). )erpanjangan ter ebut paling lama untuk .* hari, dan dalam hal penahanan itu ma ih diperlukan, maka dapat diperpanjang untuk .* hari lagi. )erpanjangan penahanan ter ebut ata da ar permintaan dan lap!ran e uai dengan tingkat pemerik aan. ( )ada )a al $% adalah ?
10

-etn!6ulan Sutanti!, apita Se!ekta Hukum /k#n#mi Dan Per*ankan, >tk. )ertama, @aria <u ti ia, 1%%&, hal. 24 12 Martiman )r!d!jhamidj!j!, Pr#ses epai!itan )enurut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang "#m#r & Tahun &''( Tentang Peru*ahan Atas Undang Undang Tentang epai!itan, =akarta? >@. Mandar Maju, 1%%%, hal.

2 (1) 3ike7ualikan dari jangka 6aktu penahanan ebagaimana ter ebut pada )a al $', )a al $4, )a al $&, )a al $0 dan )a al $2, guna kepentingan pemerik aan, penahanan terhadap ter angka atau terdak6a dapat diperpanjang berda ar ala an yang patut dan tidak dapat dihindarkan karena ? a.ter angka atau terdak6a menderita gangguan 8i ik atau mental yang berat, yang dibuktikan dengan urat keterangan d!kter, atau b.perkara yang edang diperik a dian7am dengan pidana penjara embilan tahun atau lebih. ($) )erpanjangan ter ebut pada ayat (1) diberikan untuk paling lama tiga puluh hari dan dalam hal penahanan ter ebut ma ih diperlukan, dapat diperpanjang lagi untuk paling lama tiga puluh hari. (.) )erpanjangan penahanan ter ebut ata da ar permintaan dan lap!ran pemerik aan dalam tingkat ? a.penyidikan dan penuntutan diberikan !leh ketua pengadilan negeriF b.pemerik aan di pengadilan negari diberikan !leh ketua pengadilan tinggiF 7.pemerik aan banding(diberikan !leh Mahkamah AgungF dan d.pemerik aan ka a i diberikan !leh 1etua Mahkamah Agung. (') )enggunaan ke6enangan perpanjangan penahanan !leh pejabat ter ebut pada ayat (.) dilakukan e7ara bertahap dan dengan penuh tanggung ja6ab. (4) 1etentuan ebagaimana ter ebut pada ayat ($) tidak menutup kemungkinan dikeluarkannya ter angka atau terdak6a dari tahanan ebelum berakhir 6aktu penahanan ter ebut, jika kepentingan pemerik aan udah dipenuhi. (&)Setelah 6aktu enam puluh hari, 6alaupun perkara ter ebut belum ele ai diperik a atau belum diputu , ter angka atau terdak6a haru udah dikeluarkan dari tahanan demi hukum. (0) Terhadap perpanjangan penahanan ter ebut pada ayat ($) ter angka atau terdak6a dapat mengajukan keberatan dalam tingkat ? a.penyidikan dan penuntutan kepada ketua pengadilan tinggiF b.pemerik aan pengadilan negeri dan pemerik aan banding kepada 1etua Mahkamah Agung. Sedangkan dalam )a al $$ ? (1) =eni penahanan dapat berupa ? a.penahanan rumah tahanan negaraF b.penahanan rumahF 7.penahanan k!ta. ($) )enahanan rumah dilak anakan di rumah tempat tinggal atau rumah kediaman ter angka atau terdak6a dengan mengadakan penga6a an terhadapnya untuk menghindarkan egala e uatu yang dapat menimbulkan ke ulitan dalam penyidikan, penuntutan atau pemerik aan di idang pengadilan. (.) )enahanan k!ta dilak anakan di k!ta tempat tinggal atau tempat kediaman ter angka atau terdak6a, dengan ke6ajiban bagi ter angka atau terdak6a melap!r diri pada 6aktu yang ditentukan. (') Ma a penangkapan dan atau penahanan dikurangkan eluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. (4) /ntuk penahanan k!ta pengurangan ter ebut eperlima dari jumlah lamanya 6aktu penahanan edangkan untuk penahanan rumah epertiga dari jumlah lamanya 6aktu penahanan. 3a ar Hukum A7ara )idana adalah /ndang(undang -, #!.2 Tahun 1%21, Tentang Hukum A7ara )idana, L#.-, #!. 0&.TL#.#!. ..*%, /ndang(undang -, #!.' Tahun $**', Tentang 1ekua aan 1ehakiman, L#.-, #!.2+ $**', /ndang(undang -, #!.4 Tahun 1%%1, Tentang

% 1ejak aan -,. #!. 4%+1%%1, /ndang(undang -, #!.$ Tahun $**$, Tentang 1ep!li ian #egara -epublik ,nd!ne ia, L#.-, #!.$+$**$, /ndang(undang -, #!.12 Tahun $**., Tentang Ad9!kat, L#.-, #!.'% + $**., TL# #!.'$2$, /ndang(undang -, #!.4 Tahun $**', Tentang )erubahan ata // #!.1' Tahun 1%24 tentang Mahkamah Agung, L#.-, #!.%+ $**' dan )eraturan(peraturan pelak ana lainnya, eperti S"MA dan )"-MA. )engertian Sandera (:ijzeling) menurut Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&' adalah uatu tindakan penyanderaan terhadap e e!rang yang dianggap bertentangan dengan peri kemanu iaan dan /ndang /ndang 3a ar 1%'4 yaitu pa al $0 ayat (1) yaitu etiap 6arganegara ber amaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan erta etiap 6arga negara 5tanpa ke7uali5, 6ajib menjunjung hukum dan pemerintahan. )engertian Sandera (:ijzeling) menurut Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 yang memberikan penega an bah6a tidak dibenarkan untuk menggunakan lembaga gijzeling eperti diatur dalam )a al $*% dan eteru nya $'$ H.,.- dan eteru nya -.Bg. dengan mengingat )a al .. /ndang(undang #!. 1' tahun 1%0' /ndang(undang 1ekua aan 1ehakiman yang menghendaki pelak anaan keputu an dengan tidak meninggalkan peri kemanu iaan. Mengingat Sandera (gejzeling) ebagaimana diatur dalam )a al(pa al $*% +d $$' H.+.-. dan )a al(pa al $'$ +d $42 -.Bg. adalah merupakan tindakan 5perampa an kebeba an bergerak e e!rang5 dalam rangka ek eku i uatu putu an perkara perdata yang telah mempunyai kekua aan pa ti, putu an perkara perdata yang telah mempunyai kekuatan pa ti, putu an perkara mana telah dimulai dengan penyitaan barang(barang milik pihak yang kalah, akan tetapi telah ternyata, bah6a !rang itu ama ekali tidak memiliki barang atau barang(barang miliknya tidak 7ukup banyak untuk meluna i hutang( hutangnya, )enyanderaan (gejzeling) di dalam H.,.-. dan -.Bg. ini tidak ditujukan kepada pihak yang membangkang (!n6ilige partij) eperti 5+ij8 d6ang5 di dalam -9., melainkan ditujukan kepada !rang yang tidak mampu yang tidak mungkin dapat meluna i hutang(hutangnya, karena dirampa nya atau barang untuk meluna i hutang( ( hutangnya. Sandera (:ijzeling) menurut )"-MA #!. 1 Tahun $*** haru di7abut karena dipandang tidak e uai lagi dengan keadaan dan kebutuhan hukum dalam rangka penegakan hukum keadilan erta pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia. Sedangkan pengertian Sandera (:ijzeling) menurut )"-MA #!. 1 Tahun $*** adalah perbuatan debitur, penanggung atau penjamin hutang yang tidak memenuhi ke6ajibannya untuk membayar kembali hutang(hutangnya, padahal ia mampu untuk melak anakannya, merupakan pelanggaran hak a a i manu ia yang nilainya lebih be ar daripada pelanggaran hak a a i ata pelak anaan )ak a Badan terhadap yang ber angkutanF 3an i tilah 5gijzeling5 dengan kata 5 andera5 atau 5penyanderaan5, dipandang tidak tepat karena tidak men7akup pengertian terhadap debitur yang mampu tetapi tidak mau memenuhi ke6ajibannya dalam membayar hutang, ehingga penerjemahannya perlu di empurnakan menjadi pak a badan, ebagaimana terkandung dalam pengertian 5,mpri !nment 8!r >i9il 3ebt 5 yang berlaku e7ara uni9er alF 3engan pemberlakuan )"-MA #!. 1 Tahun $*** adalah guna mengi i kek! !ngan hukum yang dapat menampung dan menyele aikan perma alahan Lembaga )ak a Badan ter ebut.

1* Anil a kebijakan Aakt!r ,nternal ? ( Sandera (:ijzeling) menurut Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&' adalah merupakan kebijakan internal dilingkungan peradilan agar tidak melak anakan kebijakan Sandera (:ijzeling) yang dianggap bertentangan dengan /ndang /ndang 3a ar 1%'4 yaitu pa al $0 ayat (1) karena terkaitnya titik inggung dengan Hak A a i Manu ia (/ndang( undang #!m!r .% Tahun 1%%% tentang Hak A a i Manu ia). ( Sedangkan mengenai Sandera (:ijzeling) menurut Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 adalah merupakan ebagai penega an kebijakan e7ara 8akt!r internal yang dengan mengingat )a al .. /ndang(undang #!. 1' tahun 1%0' /ndang(undang 1ekua aan 1ehakiman (yang ekarang /ndang /ndang #!. ' Tahun $**' tentang 1ekua aan 1ehakiman, kemudian di rubah lagi dengan /ndang /ndang #!. '2 Tahun $**% tentang 1ekua aan 1ehakiman) yang menghendaki pelak anaan keputu an dengan tidak meninggalkan peri kemanu iaan. Mengingat 1ebijakan 8a7t!r internal mengenai Sandera (gejzeling) ebagaimana diatur dalam )a al(pa al $*% +d $$' H.+.-. dan )a al(pa al $'$ +d $42 -.Bg. adalah merupakan tindakan 5perampa an kebeba an bergerak e e!rang5 dalam rangka ek eku i uatu putu an, kebijakan 8a7t!r internal inilah yang dianggap !leh kebijakan pemberlakuan /ndang(undang #!m!r .% Tahun 1%%% tentang Hak A a i Manu ia, telah berbenturan dengan kebijakan 8a7t!r ek ternal yaitu pelanggaran Hak A a i Manu ia. ( Sedangkan Sandera (:ijzeling) menurut )"-MA #!. 1 Tahun $***, haru di7abut karena dipandang tidak e uai lagi dengan keadaan dan kebutuhan hukum dalam rangka penegakan hukum keadilan erta pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia. 1ebijakan pemberlakukan e7ara 8a7t!r internal ini adalah untuk memenuhi kek! !ngan hukum yang terjadi dilingkungan peradilan dalam rangka penyele aian perkara hutang piutang antara debitur, penanggung atau penjamin hutang yang tidak memenuhi ke6ajibannya untuk membayar kembali hutang(hutangnya. Ata da ar perma alahan kebijakan internal yang melak anakan kebijakan ek ternal dalam rangka melak anaan )ak a Badan terhadap yang ber angkutan (,mpri !nment 8!r >i9il 3ebt yang berlaku e7ara uni9er al)F Anali a 1ebijakan Aakt!r "Iternal. ( 1ebijakan Aakt!r "Iternal dari Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&' adalah dianggap tidak dapat diberlakukan karena udah tidak e uai dengan perkembangan jaman di era gl!bali a i dan ek!n!mi gl!bal ekarang ini. ;alaupun e7ara 8a7t!r ek ternal dianggap melanggar /ndang(undang #!m!r .% Tahun 1%%% tentang Hak A a i Manu ia, akan tetapi karena untuk pemenuhan kek! !ngan hukum dan ek!n!mi gl!bal kebijakan lembaga pak a badan dihidupan kembali ebagai kebijakan hukum didalam penyele aian engketa dilingkungan peradilan. ( Begitu pula Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 adalah merupakan ebagai penega an kebijakan dari dari Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&', dimana berda arkan kebijakan 8akt!r ek ternal dianggap tidak e uai lagi dengan perkembangan perek!n!mian gl!bal, untuk menjamin para in9e t!r mera a aman untuk menanamkan m!dalnya di ,nd!ne ia. ( )"-MA #!. 1 Tahun $***, adalah merupakan ebagai kebijakan pemberlakukan berda arkan 8akt!r ek ternal karena telah men7abut Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 yang berda arkan 8akt!r ek ternal diangga dan dipandang tidak e uai lagi dengan keadaan dan kebutuhan hukum dalam rangka penegakan hukum keadilan erta

11 pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia. 1ebijakan pemberlakukan e7ara 8a7t!r ek ternal ini adalah untuk pemenuhan kek! !ngan hukum, agar kebijakan pemberlakuan 8a7t!r internal dapat e8ekti8 berjalan terhadap kebijakan(kebijakan 8akt!r ek ternal untuk kepentingan publik dan pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia. ,mplementa i kebijakan pemberlakuan ? 3ari )eraturan Mahkamah Agung -,. #!. 1 Tahun $***, adalah merupakan uatu kebijakan pemberlakukan yang berda arkan 8a7t!r internal dan 8a7t!r ek ternal, dengan men7abut "daran Mahkamah Agung #!m!r $ Tahun 1%&' dan Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 dengan tujuan untuk kebutuhan hukum dalam rangka penegakan hukum keadilan erta pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia dan ebagai pemenuhan kek! !ngan hukum, erta demi kepentingan publik dalam era pembangunan ek!n!mi gl!bal bang a ,nd!ne ia. 3alam pa al 1 menjela kan bah6a )ak a Badan adalah upaya pak a tidak lang ung dengan mema ukkan e e!rang debitur yang beritikad baik ke dalam -umah Tahanan #egara yang ditetapkan !leh )engadilan, untuk memak a yang ber angkutan memenuhi ke6ajibannya dan 3ebitur yang beritikad tidak baik adalah debitur, penanggung atau penjamin hutang yang mampu tetapi tidak mau memenuhi ke6ajibannya untuk membayar hutang(hutangnya. )elak anaan pak a badan terhadap debitur yang beritikad baik dijalankan berda arkan ketentuan ebagaimana dimak ud dalam )a al $*% ampai dengan )a al $$' H,- dan )a al $'$ ampai dengan )a al $42 -Bg., ke7uali dalam hal yang diatur e7ara khu u dalam )eraturan Mahkamah agung. )enge7ualian pa al . menyatakan, )ak a Badan tidak dapat dikenakan terhadap debitur yang beritikad tidak baik yang telah beru ia 04 tahun dan )ak a Badan dapat dikenakan terhadap ahli 6ari yang telah menerima 6ari an dari debitur yang beritikad tidak baik. 1hu u dalam pa al ' menyatakan bah6a )ak a Badan hanya dapat dikenakan pada debitur yang beritikad tidak baik yang mempunyai hutang ekurang( kurangnya -p.1.***.***.***,( ( atu miliar rupiah). 3engan demikian implementa i pak a badan berda arkan 8a7t!r internal dan 8a7t!r ek ternal berda arkan pa al 4 yang menyatakan bah6a )ak a Badan ditetapkan untuk & (enam) bulan lamanya, dan dapat diperpanjang etiap & (enam) bulan dengan ke eluruhan mak imum elama . (tiga) tahun dan dalam pa al & ? dimana )utu an tentang )ak a Badan ditetapkan ber ama( ama dengan putu an p!k!k perkara, terhadap debitur yang beritikad tidak baik yang mempunyai hutang kepada #egara atau yang dijamin !leh #egara, ketentuan ayat (1) ter ebut di ata dilak anakan e7ara erta merta dan pelak anaan putu an yang menyangkut pelak anaan )ak a Badan dilakukan dengan penetapan 1etua )engadilan #egeri. /paya pengajuan pak a badan eperti yang diatur dalam pa al 0 adalah ke6ajiban debitur yang dida arkan ata pengakuan hutang ebagaimana diatur dalam )a al $$' H,-+-Bg., )ak a Badan dapat diajukan ter endiri dan dilak anakan berda arkan )enetapan 1etua )engadilan #egeri. 3an pelak anaannya diatur !leh pa al 2 yang menyatakan bah6a pelak anaan )ak a Badan dilakukan !leh )anitera+=uru ita ata perintah 1etua )engadilan #egeri, bilamana perlu dengan bantuan Alat #egara. 3alam hal pembiayaan pak a badan pa al % mengatur bah6a biaya elama debitur yang beritikad tidak baik menjalani )ak a Badan, dibebankan kepada pem!h!n )ak a

1$ Badan dan elama menjalani )ak a Badan debitur yang beritikad tidak baik dapat memperbaiki kehidupannya ata biaya endiri. 1e impulan ? ( Sandera (:ijzeling) menurut Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&' adalah tidak akan melak anakan+men7abut Sandera (:ijzeling) yang dianggap bertentangan Hak A a i Manu ia, yang ditega kan !leh Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 dengan mengingat bah6a dalam )a al $*% +d $$' H.+.-. dan )a al(pa al $'$ +d $42 -.Bg. adalah merupakan tindakan 5perampa an kebeba an bergerak e e!rang5 dalam rangka ek eku i uatu putu an. ( 1arena tuntutan perkembanagan, dikeluarkannya )"-MA #!. 1 Tahun $*** yang menyatakan men7abut Surat "daran MA #!. $ Tahun 1%&' dan Surat "daran MA #!. *' Tahun 1%04 dengan menghidupkan kembali )ak a Badan (:ijzeling) untuk pemunuhan kebutuhan hukum dalam rangka penegakan hukum keadilan erta pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia erta untuk memenuhi kek! !ngan hukum yang terjadi dilingkungan peradilan. ( 3engan )eraturan Mahkamah Agung -,. #!. 1 Tahun $***, merupakan uatu langkah kebijakan pemberlakukan dengan tujuan untuk kebutuhan hukum dalam rangka penegakan hukum keadilan erta pembangunan ek!n!mi bang a ,nd!ne ia dan ebagai pemenuhan kek! !ngan hukum, erta demi kepentingan publik dalam era pembangunan ek!n!mi gl!bal bang a ,nd!ne ia. 3imana implementa inya dilak anakan e7ara erta merta dengan penetapan 1etua )engadilan #egeri, yang dilakukan !leh )anitera+=uru ita ata perintah 1etua )engadilan #egeri.

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ

1.

DA#TRA PUSTAKA (((((((((((((((((((( Artmanda ;, Drista, amus Lengkap 9ahasa +nd#nesia, Linta Media, $**'. (((((((((((((((((((Abdulkadir Muhammad, Hukum Perusahaan +nd#nesia, >itra Adtya bakti, Bandung, 1%%%. Ali, M!hamad >hidir, epai!itan Dan Penundaan Pem*a,aran, Bandung, )enerbit Mundur Maju, 1%%4. A ikin, Eainal, Hukum epai!itan Dan Penundaan e-aji*an Pem*a,aran di +nd#nesia, =akarta, )enerbit -aja6ali )er , 1%%1. ((((((((((((((((((((Bla7k, Henry >ampbell, 1%&2, 9!a@k La-s Di@ti#nar,, ;e t )ubli hing. >!, Mine !tta. "lijana,.+n>entarisasi dan ?eri=ikasi da!am 5angka Pem*eresan 9#ede! Pai!it6,/ndang/ndang 1epailitan dan )erkembangannya, )r! iding, )u at )engkajian Hukum, =akarta,$**'. Auady, Munir, 1%%&, Hukum Pai!it &''( da!am Te#ri dan Praktik, ).T. >itra Aditya Bakti, Bandung. 3armabrata, ;ahy!n!, Asas-Asas Hukum Faris, =akarta, >etakan )ertama, 1%%'. 3j!han yah, =, Pengadi!an "iaga, Bandung, Alumni, $**1. ((((((((((((((((((((Auady, Munir, Hukum Pai!it Da!am Te#ri Dan Praktek, Bandung, >itra Aditya Bakti, 1%%%. :autama, Sudarg!, #mentar Atas Peraturan epai!itan 9aru Untuk +nd#nesia, Bandung, >itra Aditya Bakti, 1%%2. Hukum Pai!it &''( (Da!am Te#ri dan Praktek), )T. >itra Aditya Bakti, Bandung, 1%%%. Hakim, Lukman, Pem*ahasan Atas erja Tentang aitan Undang-Undang Perka-inan Dengan Pen,usunan Hukum Faris, =akarta, Simp! ium Hukum ;ari #a i!nal, $***. ((((((((((((((((((((Hartini, -ahayu, Hukum epai!itan, Malang, /MM )re , $**2. Hart!n!, Sri -ejeki, Hukum Perdata Se*agai Dasar Hukum epai!itan )#dern, =akarta, Majalah Hukum #a i!nal, 1%21. Hart!n!, Sri Sumantri, Pengantar Hukum epai!itan Dan Penundaan Pem*a,aran, <!gyakarta, Liberty, 1%21. Hakim :aruda #u antara, Abdul dan Benny 1. Harman, Ana!isa ritis Putusan-Putusan Peradi!an "iaga, =akarta? >,#L"S, $***. (((((((((((((((((((Hima6an, >harle , Hukum se*agai Pang!ima, =akarta? 1!mpa , $**.. H!88, =erry, Terjemahan 1artini Muljadi, Undang-Undang epai!itan di +nd#nesia, =akarta? Tatanu a, $***. H!lder, ;illiam ", C,nd!ne ian Bankrupt7y -e8!rm? The ,MA Appr!a7hG, dalam Tim Lind ey, +nd#nesia 9ankrupt@,, La- 5e=#rm G the C#mmer@ia! C#urt , #S;? 3e ert )ea )re , $***. (((((((((((((((((((Hadi, Sutri n!, 1%20, )et#d#!#gi 5iset "asi#na!, Akmil, Magelang. (((((((((((((((((((Harahap, M. <ahya, GSegi-Segi Hukum Perjanjian6, Alumni, Bandung, 1%2&.

1' ,ra6an, Bagu , $**0, Aspek-Aspek Hukum epai!itanB PerusahaanB dan Asuransi, Alumni, Bandung, $**0. (((((((((((((((((((1art!n!, epai!itan dan Pengunduran Pem*a,aran, )radnya )aramitha, =akarta,1%0'. 1ailiamang, 3enny, Pen,e!esaian Utang-Piutang )e!a!ui Pai!it Atau P PU, Bandung, )enerbit Alumni, $**1. (((((((((((((((((((((1hairandy, Per!indungan Da!am UU epai!itan, =akarta, =urnal Hukum Bi ni , $**$. (((((((((((((((((((1an il, Hukum Dagang +nd#nesia, Sinar :ra8ika, =akarta, $**$. L!nt!h, -uddhy, Pen,e!esaian Utang Piutang me!aui Pai!it atau Penundaan e-aji*an Pem*a,aran Utang, Alumni, Bandung, $**1. (((((((((((((((((((Ma hudi, M., et,al, 1%%4, Hukum Asuransi, Mandar Maju, Bandung. (((((((((((((((((((((Mert!ku um!, Sudikn!, $**$, Hukum A@ara Perdata +nd#nesia, Liberty, <!gyakarta ((((((((((((((((((((()erangin(angin, "8endi, Hukum Faris, =akarta, /ni9er ita ,nd!ne ia, 1%%4. ((((((((((((((((((((()!er6ardaminta, ;.=.S, amus Umum 9ahasa +nd#nesia, =akarta, Balai )u taka, $**&. ((((((((((((((((((((()r!dj!dik!r!, ;iry!n!, Hukum Farisan di +nd#nesia, Bandung, Sumur Bandung, 1%2.. )angaribuan, Luhut M), C1a u Manuli8e dan 1epa tian HukumG, #ntan. #!.'* Tahun @, 2 =uli $**$. (((((((((((((((((((Pengantar Hukum 9isnisB )enata 9isnis, >itra Aditya Bakti, Bandung, $**$. )atrik, )ur6ahid, 1%%', Dasar-Dasar Hukum Perikatan (Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian Dan Dari Undang-Undang), >@. Mandar Maju, Bandung. ((((((((((((((((((()!er6adarminta, ;.=.S., 1%%4, amus Umum 9ahasa +nd#nesia, )#. Balai )u taka, =akarta. ((((((((((((((((((((()rak! !, 3j!k!, et,al, 1%20, Hukum Asuransi +nd#nesia, Bina Ak ara, =akarta. ((((((((((((((((((()r!dj!dik!r!, ;irj!n!, 1%2&, Azas-Azas Hukum Perdata, ).T.Bale, Bandung. )r!dj!hamidj!j!, Marti man, 1%%%, Pr#ses epai!itan )enurut Peraturan Pemerintah Pen gganti Undang-undang "#m#r & Tahun &''( Tentang Peru*ahan Atas Undang-undang Tentang epai!itan, >.@. Mandar Maju, Bandung. )ur6! utjipt!, 1%%$, Pen gertian P#k#k Hukum Dagang +nd#nesia 8i!id (2 Per-asitan, epai!itan, dan Penundaan Pem*a,aran, ).T 3jambatan, =akarta. ((((((((((((((((((((-epublik ,nd!ne ia, /undang(/ndang #!. 1' Tahun 1%0* ebagaimana telah diubah dengan /ndang(undang #!m!r .4 Tahun 1%%% tentang )erubahan Ata /ndang(undang #!m!r 1' Tahun 1%0* tentang 1etentuan(ketentuan )!k!k 1ekua aan 1ehakiman. (((((((((((((((((((-epublik ,nd!ne ia, /ndang /ndang #!. ' Tahun $**' tentang 1ekua aan 1ehakiman,

14 -epublik ,nd!ne ia, /ndang /ndang #!. '2 Tahun $**% tentang 1ekua aan 1ehakiman, /ndang(undang #!m!r 1' Tahun 1%24 tentang Mahkamah Agung. (((((((((((((((((((-epublik ,nd!ne ia, /ndang(undang #!m!r $ Tahun 1%2& tentang )eradilan /mum. -epublik ,nd!ne ia, Mahkmah Agung, Surat "daran #!. $ Tahun 1%&' Tentang )engahapu an Sandera (:ijzeling). -epublik ,nd!ne ia, Mahkamah Agung, Surat "daran .#!. *' Tahun 1%04 tentang Sandera (:ijzeling) -epublik ,nd!ne ia, )eraturan Mahkmah Agung. #!. #!. 1 Tahun $*** tentang Lembaga )ak a Badan. ((((((((((((((((((((-epublik ,nd!ne ia, /ndang(undang #!m!r .% Tahun 1%%% tentang Hak A a i Manu ia. ((((((((((((((((((((-u li, Hardijan, Perser#an ter*atas dan Aspek Hukumn,a , =akarta? Sinar Harapan, 1%%&. -id6an 1hairandy et al, Pengantar Hukum Dagang +nd#nesia, :ama Media /,,, =!gjakarta, 1%%% -id h!, -, Ali, 1%%$, Hukum Dagang2 tentang Prinsip-prinsip Dungsi Asuransi da!am Lem*aga euangan, Pasar )#da!, Lem*aga )#da! ?entura, Dan Asuransi Haji, Alumni, Bandung. ((((((((((((((((((((-epublik ,nd!ne ia, /ndang(/ndang #!m!r 1 Tahun 1%%4 tentang )er er!an Terbata . ((((((((((((((((((((-epublik ,nd!ne ia, /ndang(/ndang #!m!r ' Tahun 1%%2 tentang 1epailitan. ((((((((((((((((((((-epublik ,nd!ne ia, /ndang(/ndang #!m!r .0 Tahun $**' tentang 1epailitan. ((((((((((((((((((((Satri!, =, Hukum Faris, Bandung, Alumni, 1%%$. Shubhan, Hadi. M, Hukum epai!itan Prinsip, "#rma, Dan Praktik di Peradi!an, =akarta, 1en7ana )renada, $**0. Situm!rang, M. @i7t!r, Pengantar Hukum epai!itan di +nd#nesia, =akarta, -ineka >ipta, 1%%'. Sjadeni, Sutan -emi, Hukum epai!itan, =akarta, )u taka /tama :ra8iti, $**$. Subekti, amus Hukum, =akarta, )radnya )aramita, 1%2*. ((((((((((((((((((((Sutedi, Andrian, Hukum epai!itan, B!g!r :halia ,nd!ne ia, $**%. ((((((((((((((((((((Supram!n!, :at!t, Hukum Perser#an Ter*atas ,ang 9aru, =akarta? 3jambatan, 1%%&. Sa tra6idjaya, Man, Hukum epai!itan dan Penundaan e-aji*an Pem*a,aran Utang, Alumni, Bandung, $**&. Situm!rang, @i7t!r M dan Hendri S!ekar !, Pengantar Hukum epai!itan Di +nd#nesia, ).T. -ineka >ipta, =akarta, 1%%..

Sjahdeini, Sutan -emy, Hukum epai!itan ()emahami =ai!!issements>er#rdening 8un@t#

1& Undang-Undang "#$ % Tahun &''(), )u taka /tama :ra8iti. =akarta, $**$. (((((((((((((((((((((S!ekant!, S!erj!n!, Pen gantar Pene!itian Hukum, /ni9er ita ,nd!ne ia, =akarta, 1%2&. S!ekant!, S!erj!n! dan Sri Mamudji, Pene!itian Hukum "#rmati= Suatu Tinjauan Sin gkat$ ).T. -aja :ra8ind! )er ada, =akarta, $**0. Suherm!y!, Bandung, e-enangan Hakim Terhadap Pengesahan H#m#!#gasi Aturan epai!itan, Te i S$, )r!gram )a 7a Sarjana /:M, <!gyakarta, $**$. (((((((((((((((((((Syahrani, -iduan, Se!uk 9e!uk dan Asas H Asas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 1%%$. / man, -a7hmadi, $**', Dimensi Hukum epai!itan di +nd#nesia, ).T. :ramedia )u taka /tama, =akarta, $**'. <ani, Ahmad dan :una6an ;idjaja, Seri Hukum 9isnis Perser#an Ter*atas, =akarta? :ra8iti )er , 1%%%.

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ

Anda mungkin juga menyukai