Anda di halaman 1dari 2

Baghdad Battery (Baterai Kuno)

[Friday, January 16, 2009 | 4 comments ]

Baghdad Battery merupakan salah satu artifak kuno yang paling membingungkan para
ilmuwan maupun arkeolog. Pada tahun 1930 silam ,pada sebidang makam kuno di luar
Bagdad (Khujut Rabula), beberapa arkeolog yang melakukan penggalian disana
menemukan sebuah artifak yang diduga merupakan satu set baterai kimia yang usianya
telah mencapai 2000 tahun lebih.

Arifak aneh tersebut terdiri atas sebuah silinder tembaga, batang besi serta aspal yang
disusun sedemikian rupa dalam sebuah jambangan kecil (tinggi 14 cm, diameter 8 cm)
yang terbuat dari tanah liat. Setelah para ahli merekaulang memang benar didapati bahwa
artifak tsb merupakan sebuah baterai elektrik kuno.

Para peneliti berhasil memperoleh 1.5 voltmeter dari artifak batu baterai elektrik tsb,
yang bekerja nonstop selama 18 hari dengan cara memasukkan cairan asam kedalam
jambangannya.

Usia artifak baterai kuno ini diperkirakan berkisar 2.000 - 5.000 tahun, jauh sebelum
Alessandro Volta (Italia) membuat baterai pertama kali pada tahun 1800 serta Michael
Faraday (Inggris) menemukan induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis pada 1831
yang jarak penemuannya hingga kini mencapai sekitar 200 tahun lebih.

Temuan ini tentunya dapat merubah pandangan manusia masa kini akan kemajuan
teknologi yang telah dicapai oleh peradaban manusia masa lalu. Nampaknya, aktifitas
elektrik telah dikenal oleh manusia pada masa-masa itu. Tidak hanya bagdad battery saja
yang menarik perhatian para ilmuan maupun arkeolog di seluruh dunia, namun terdapat
beberapa artifak serupa yang diduga juga sebagai peralatan elektrik masa silam, seperti
Dendeera Lamps, Assyrian Seal, maupun The coffin of Henettawy. Sebenarnya Dendeera
lamps ini merupakan sebuah relief disebuah temple di Mesir yang menggambarkan
seorang Pharaoh sedang menggenggam sebuah benda mirip dengan bola lampu lengkap
dengan penggambaran kabel beserta catu dayanya.

sumber : world misteries