Anda di halaman 1dari 4

Fermi, Ilmuwan Jago Teori dan Eksperimen

[Tuesday, October 21, 2008 | 0 comments ]

Di dunia ini sangat sedikit orang yang jago fisika


teori dan fisika eksperimen sekaligus. Diantara yang sedikit itu, yang sangat luar biasa
adalah Enrico Fermi. Kemampuan dan kehebatannya tidak diragukan lagi, sehingga
namanya diabadikan diberbagai hal seperti: nama sebuah laboratorium fisika terkenal di
Chicago Amerika Serikat, Fermilab (Fermi National Accelerator Laboratory) yang telah
mencetak banyak peraih nobel fisika; nama unsur ke-100, Fermium; nama suatu institut
yang melakukan riset dalam bidang fisika nuklir dan fisika partikel, Enrico Fermi
Institute; dan nama hadiah yang paling bergengsi dari pemerintah Amerika untuk mereka
yang melakukan penemuan hebat dalam bidang energi, atom, molekul, nuklir dan
partikel, The Enrico Fermi Award.

Enrico Fermi dilahirkan pada tanggal 29 September 1901 di Roma, Italia, dari pasangan
Ida de Gattis dan Alberto Fermi, seorang karyawan di departemen komunikasi Italia.
Enrico yang bertubuh kecil dan bermata keabuabuan ini sangat pendiam dan sangat dekat
dengan kakaknya, Giulio. Mereka sering menghabiskan waktu untuk merancang motor
listrik dan menggambar desain mesin pesawat yang hampir sama canggihnya dengan
rancangan para profesional!

Saat Enrico berumur 14 tahun, sang kakak, Giulio, meninggal dunia saat menjalani
operasi kecil (sakit di kerongkongan). Enrico sangat sedih dan kesepian karena ditinggal
oleh orang yang paling dekat dengannya. Tetapi dia tidak mau menunjukkan
kesedihannya. Dia justru menyembunyikannya dengan cara melahap habis buku-buku
fisika dan matematika. Enrico yang tidak punya banyak uang tidak mampu membeli
buku-buku baru, jadi ia selalu mencari buku-buku bekas di Campo dei Fiori. Suatu waktu
Enrico menemukan dua buku kuno tentang fisika elementer di Campo dei Fiori. Dia
langsung membacanya sampai habis, sambil sesekali mengoreksi perhitungan
matematikanya. Begitu dia hampir selesai membacanya, barulah Enrico menyadari
bahwa buku itu ditulis dalam bahasa Latin, bukan bahasa Italia!

Kemampuan Enrico banyak diasah oleh Adolfo Amidei, teman sang ayah. Amidei sering
melatih Enrico dengan cara memberinya banyak soal matematika yang sulit dan
menurutnya tidak mungkin bisa diselesaikan oleh Enrico. Tetapi ternyata si jenius kecil
ini selalu bisa menyelesaikannya, bahkan selalu meminta soal-soal baru yang lebih rumit.
Itu pun selalu berhasil diselesaikannya! Amidei yang mengenali bakat terpendam ini
mengusulkan supaya Enrico yang saat itu berusia 17 tahun untuk mengambil kuliah di
Pisa, Italia. Hanya dalam waktu 4 tahun, Enrico berhasil meraih gelar doktornya di bawah
bimbingan Profesor Puccianti. Selama masa kuliah di Pisa, cowok ini dikenal sangat
iseng karena sering meletakkan ember berisi air di atas pintu, supaya orang yang
membuka pintu itu tersiram air yang tumpah. Tetapi biarpun agak bandel, kejeniusan
Fermi tidak perlu diragukan lagi. Saking jeniusnya, Fermi akhirnya memberi kuliah
tentang teori relativitas Einstein kepada dosen-dosen disana!

Setahun kemudian cowok yang suka jalan, naik gunung dan main ski ini pergi ke
Gottingen untuk belajar dari Max Born dan Paul Ehrenfest di Leiden. Pada tahun 1924
Fermi kembali ke Italia dan diminta untuk mengajar di University of Florence. Ditempat
inilah pada tahun 1926, Fermi menemukan hukum-hukum fisika statistik yang hingga
kini dikenal dengan statistik Fermi. Keharuman nama Fermi, membuatnya diminta untuk
menjadi Profesor Fisika Teori di University of Rome. Di sana ia bertemu dengan Laura
Capon, yang dinikahinya pada tahun 1928, dan memberinya dua anak, Nella dan Giulio.

Pada tahun 1930-an, Fermi menyadari bahwa untuk menyelidiki struktur atom, ia harus
menembakkan suatu partikel yang netral ke inti atom. Segera dari otak cerdas Fermi
keluar pemikiran untuk menggunakan netron (partikel netral). Setelah melakukan
eksperimen, Fermi menemukan banyak hal yang menakjubkan. Inti atom yang
ditembakinya itu membentuk berbagai unsur-unsur baru. Fermi kaget bercampur senang.
Saking asyiknya ia terus melakukan berbagai eksperimen hingga ia berhasil menemukan
banyak sekali unsur-unsur buatan. Penelitian ini menghadiahinya sebuah Nobel Fisika
pada tahun 1938. Menurut Fermi, eksperimen fisika itu sangat mengasyikan, apapun
hasilnya kita tidak akan rugi. Ia bilang: “There are two possible outcomes (in any
experiment): If the result confirms the hypothesis, then you've made a measurement. If
the result is contrary to the hypothesis, then you've made a discovery”

Sewaktu diundang untuk menerima hadiah Nobel di Swedia, Fermi dan keluarganya
memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri dari Italia yang saat itu dikuasai oleh
fasisme Nazi. Istrinya, Laura, yang merupakan keturunan Yahudi berada dalam bahaya
besar jika mereka menetap di Italia. Keluarga Fermi yang ‘lupa’ memberikan salam khas
Nazi saat menerima hadiah Nobel akhirnya menetap dan menjadi warganegara Amerika
(1944). Di Amerika Fermi meneruskan penelitiannya dengan netronnya. Ia bergabung
dengan Manhattan Project untuk membuat bom atom.

Ketika sebuah netron (n) ditembakkan pada inti Uranium (U), inti ini akan pecah
menghasilkan inti Kripton (Kr), inti Barium (Ba), 3 netron ditambah pelepasan sejumlah
energi. Tiap-tiap netron yang dihasilkan ini dapat menembak inti uranium lain,
menghasilkan Kripton, Barium, 3 netron lagi dan sejumlah energi lagi. Demikian
seterusnya netron-netron ini akan menembak Uranium dan menghasilkan energi. Nah
dalam 1 gram uranium terdapat bermilyar-milyar inti uranium. Jadi bisa dibayangkan
berapa besar energi yang dihasilkan oleh reaksi ini. Dapat dimengerti mengapa
Hiroshima dan Nagasaki dapat hancur luluh karena bom yang dibuat dari reaksi berantai
ini. Apakah reaksi berantai ini selalu merugikan? Fermi yang cerdas ini berpikir bahwa
kalau ia dapat mengendalikan reaksi berantai ini maka energi yang dihasilkan dari reaksi
ini dapat digunakan untuk kesejahteraan umat manusia. Fermi kemudian merancang cara
paling sederhana untuk mengendalikan reaksi berantai ini yaitu dengan menyelipkan
batang cadmium dalam tumpukan atom tersebut. Bahan ini dapat menyerap netron
sehingga dapat memperlambat reaksi, bahkan menghentikannya. Jadi, reaksi fisi nuklir
ini dapat dikendalikan hanya dengan menggunakan batang cadmium yang diselipkan saat
reaksi ingin diperlambat, dan ditarik kembali saat reaksi ingin dipercepat. Sederhana
sekali pemikirannya! Dan perhitungannya benar-benar tepat! Bayangkan saja, kalau
Fermi membuat sedikit saja kesalahan dalam perhitungannya, bisa-bisa lapangan squash
University of Chicago, yang waktu itu digunakan sebagai tempat eksperimen reaksi
nuklir ini, hancur berantakan karena ledakan dahsyat yang tidak terkontrol. Bahkan
setengah kota Chicago bisa hancur semua terkena ledakan itu. Reaksi nuklir terkendali
yang pertama kali dilakukan manusia ini terjadi pada tanggal 2 Desember 1942 di bagian
barat Stagg Field. Energi dari reaksi nuklir yang terkendali ini sekarang dimanfaatkan
sebagai salah satu sumber energi di berbagai negara.

Ada yang menarik saat uji coba bom. Fermi berdiri mengamati prosesnya, sambil
menjatuhkan secarik kertas. Sebelum bom meledak, kertas jatuh menurut lintasan biasa
(lurus ke bawah), tetapi begitu bom meledak, gelombang tekanan dari bom tersebut
mendorong kertas yang dilepaskannya sehingga jatuhnya tidak lagi tepat di bawahnya.
Jarak penyimpangannya diukur menggunakan penggaris sederhana. Dalam waktu
beberapa detik saja Fermi sudah selesai menghitung energi bom atom tersebut! Sewaktu
hasil perhitungannya ini disesuaikan dengan perhitungan yang menggunakan peralatan
canggih supaya akurat (memerlukan waktu beberapa hari), ternyata hasilnya sangat mirip
dengan perhitungan sederhana yang dilakukan Fermi saat itu! Wow!!! Ternyata konsep
yang sangat sederhana dapat digunakan untuk melakukan perhitungan rumit. Itulah
pribadi Fermi! Sederhana. Seperti juga penelitiannya dalam reaksi nuklir yang terkontrol,
ia hanya menyelipkan batang cadmium untuk mengendalikan reaksi. Segalanya dibuat
sederhana!

Memang benar-benar jenius! Kejeniusannya ini membuatnya dijuluki The Last Universal
Scientist. Bahkan rekan-rekannya sering menganggap dia paranormal fisika. Kalau ada
yang bingung karena kekurangan informasi, misalnya angka tertentu, dalam
penelitiannya, ia tinggal menanyakannya ke Fermi. Sebut saja beberapa angka sambil
memperhatikan mata Fermi. Jika tibatiba matanya bergerak berbeda (misalnya berkedip
tiba-tiba) berarti itulah jawabannya!

Kalau Fermi sedang membaca jurnal-jurnal fisika dan laporan penelitian, ia hanya
membaca intisari (abstraknya) saja untuk mengetahui tujuan penelitian dan permasalahan
yang dihadapi. Setelah itu ia langsung melakukan perhitungan sendiri sampai selesai.
Hasil perhitungannya ini kemudian dicocokkan dengan bagian akhir laporan penelitian
yang ada di jurnal tersebut untuk dikoreksi apakah sang peneliti yang telah menerbitkan
laporan di jurnal itu telah melakukan perhitungan yang benar!

Ketelitiannya pun diakui sangat luar biasa. Ia hampir tidak pernah membuat kesalahan
dalam perhitungan maupun saat sedang memberi kuliah. Pernah suatu kali ia salah
menulis angka di papan tulis, begitu ia menyadarinya, ia langsung membalik badan dan
berbicara di depan murid-muridnya sambil secara diam-diam menghapus angka yang
salah tadi dengan sikunya dan membetulkannya. Saat itu tidak ada yang menyadari kalau
Fermi sempat mengoreksi kesalahannya itu!

Ia dikenang oleh murid-muridnya sebagai dosen yang sangat luar biasa. Jika ia harus
mengulang materi kuliah karena ada yang tidak mengerti, ia sama sekali tidak kesal atau
marah. Justru ia tampak lebih senang karena mendapat kesempatan untuk
menjelaskannya dengan cara lebih sederhana. Fermi meninggal dunia di Chicago pada
tanggal 28 November 1954 karena kanker ganas di perutnya. Namun namanya terus
dikenang sebagai fisikawan dan pemikir terbaik abad ke-20.

Sumber : Yohanes Surya