Anda di halaman 1dari 54

1 | T a l i m M u t a a l l i m

Terjemahan Kitab
Talim Mutaallim
Pelita Penuntut Ilmu
Mushanif : Al alamah
Syaikh Burhanuddin Az
zanurji
| P a g e

!"ntents
Mushanif : Al alamah Syaikh Burhanuddin Az zanurji Mukaddimah .................. 3
FASAL : P!"#!$T%A" %LM& 'A" F%(%) S!$TA *!&TAMAA""+A. .................. ,
FASAL %% : "%AT '% -A*T& B!LA.A$ .................................................................. /
FASAL %%% : M!M%L%) %LM&0 #&$&0T!MA" 'A" *!TABA)A"
B!$%LM& ........................................................................................................
FASAL %1 : M!"#A#&"#*A" %LM& 'A" A)L% %LM& ...................................... 2
FASAL 1 : S&"##&)3S&"##&)0 *4"T%"&%TAS 'A" 5%TA35%TA
L&)&$ ............................................................................................................ 67
FASAL 1% : P!$M&LA" B!LA.A$ &*&$A" B!LA.A$ 'A" TATA
T!$T%B"+A ..................................................................................................... 6/
FASAL 1%% : B!$TA-A*AL ............................................................................... 3/
FASAL 1%%% : MASA B!LA.A$ ............................................................................ ,7
FASAL %8 : *AS%) SA+A"# 'A" "AS!)AT ....................................................... ,
FASAL 8 : M!"#AMB%L P!LA.A$A" ................................................................ ,3
FASAL 8% : -A$4 PA'A MASA B!LA.A$ ........................................................ ,2
FASAL 8%% : )AL3)AL +A"# M!MB&AT )AFAL 'A" M&'A) L&PA ................. ,9
FASAL 8%%% : )AL3)AL +A"# M!"'ATA"#*A" $%:*% 'A"
M!".A&)*A" 'A" +A"# M!MP!$PA".A"# &S%A S!$TA +A"#
M!M4T4"# .................................................................................................. 27







# | P a g e


Mushanif : Al alamah Syaikh Burhanuddin Az zanurji
Mukaddimah

- = '

= '
'engan menye;ut asma Allah +ang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang.
Segala <uji ;agi Allah yang telah mengangkat harkat derajat manusia
dengan ilmu dan amal0 atas seluruh alam. Sala=at dan Salam sem>ga
terlim<ah atas "a;i Muhammad0 <emim<in seluruh umat manusia0
dan sem>ga <ula ter?urah atas keluarga dan <ara saha;atnya yang
menjadi sum;er ilmu dan hikmah.
*alau saya mem<erhatikan <ara <elajar @santriA0 se;enarnya mereka
telah ;ersungguh3sungguh dalam men?ari ilmu0 ta<i ;anyak dari
mereka tidak menda<at manfaat dari ilmunya0 yakni ;eru<a
<engalaman dari ilmu terse;ut dan menye;arkannya. )al itu terjadi
karena ?ara mereka menuntut ilmu salah0 dan syarat3syaratnya
mereka tinggalkan. karena0 ;arangsia<a salah jalan0 tentu tersesat
tidak da<at men?a<ai tujuan. 4leh karena itu saya ingin menjelaskan
ke<ada santri ?ara men?ari ilmu0 menurut kita;3kita; yang saya ;a?a
dan menurut nasihat <ara guru saya yang ahli ilmu dan hikmah.
'engan hara<an sem>ga >rang3>rang yang tulus ikhlas mend>akan
saya sehingga saya menda<atkan keuntungan dan keselamatan di
akherat. Begitu d>a saya dalam istikharah ketika akan menulis kita;
ini.
*ita; ini saya ;eri nama Talimul Mutaalim Thariqattaallum.+ang
terdiri dari tiga ;elas <asal.
. Pertama0 menerangkan hakekat ilmu0 hukum men?ari ilmu0
dan keutamaannya.
6. *edua0 niat dalam men?ari ilmu.
3. *etiga0 ?ara memilih ilmu0 guru0 teman0 dan ketekunan.
,. *eem<at0 ?ara mengh>rmati ilmu dan guru
2. *elima0 kesungguhan dalam men?ari ilmu0 ;eristiBamah dan
?ita3?ita yang luhur.
C. *eenam0 ukuran dan urutannya
9. *etujuh0 ta=akal
$ | P a g e

/. *edela<an0 =aktu ;elajar ilmu
D. *esem;ilan0 saling mengasihi dan saling menasehati
7. *ese<uluh0 men?ari tam;ahan ilmu <engetahuan
. *ese;elas0 ;ersika< =ara ketika menuntut ilmu
6. *edua ;elas0 hal3hal yang da<at menguatkan ha<alan dan yang
melemahkannya.
3. *etiga ;elas0 hal3hal yang mem<ermudah datangnya rijki0 hal3
hal yang da<at mem<er<anjang0 dan mengurangi umur.
Tidak ada <en>l>ng ke?uali Allah0 hanya ke<ada3"ya saya ;erserah
diri0 dan kehadirat3"ya aku kem;ali.

%ASA& 1 : P'()'*TIA( I&M+ ,A( %I-I. S'*TA K'+TAMAA((/A0
Ke1ajiban Belajar0
$asulullah sa= ;ersa;da : Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki
dan muslim perempuan.
Perlu diketahui ;ah=a0 ke=aji;an menuntut ilmu ;agi muslim laki3
laki dan <erem<uan ini tidak untuk sem;arang ilmu0 ta<i ter;atas
<ada ilmu agama0 dan ilmu yang menerangkan ?ara ;ertingkah laku
atau ;ermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang
;erkata0Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang
paling mulia adalah menjaga perilaku. +ang dimaksud ilmu hal ialah
ilmu agama islam0 shalat misalnya.
4leh karena setia< >rang islam =aji; mengerjakan shalat0 maka
mereka =aji; mengetahui rukun3rukun dan sarat3sarat sahnya shalat0
su<aya da<at melaksanakan shalat dengan sem<urna.
Setia< >rang islam =aji; mem<elajariEmengetahui rukun mau<un
shalat amalan i;adah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi
ke=aji;an terse;ut. *arena sesuatu yang menjadi <erantara untuk
melakukan ke=aji;an0 maka mem<elajari =asilahE<erantara terse;ut
hukumnya =aji;. %lmu agama adalah se;agian =asilah untuk
mengerjakan ke=aji;an agama. Maka0 mem<elajari ilmu agama
hukumnya =aji;. Misalnya ilmu tentang <uasa0 zakat ;ila ;erharta0
haji jika sudah mam<u0 dan ilmu tentang jual ;eli jika ;erdagang.
2 | P a g e

Muhammad ;in Al3)asan <ernah ditanya menga<a ;eliau tidak
menyusun kita; tentang zuhud0 ;eliau menja=a;0 Faku telah
mengarang se;uah kita; tentang jual ;eli.G Maksud ;eliau adalah
yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal3hal yang su;hat
@tidak jelas halal haramnyaA dalam ;erdagang.
Setia< >rang yang ;erke?im<ung di dunia <erdagangan0 =aji;
mengetahui ?ara ;erdagang dalam islam su<aya da<at menjaga diri
dari hal3hal yang diharamkan. Setia< >rang juga harus mengetahui
ilmu3ilmu yang ;erkaitan dengan ;atin atau hati0 misalnya ta=akal0
t>;at0 takut ke<ada Allah0 dan ridha. Se;a;0 semua itu terjadi <ada
segala keadaan.

Keutamaan Ilmu0
Tidak se>rang <un yang meragukan akan <entingnya ilmu
<engetahuan0 karena ilmu itu khusus dimiliki umat manusia. Ada<un
selain ilmu0 itu ;isa dimiliki manusia dan ;isa dimiliki ;inatang.
'engan ilmu <engetahuan.
Allah Taala mengangkat derajat "a;i Adam as. 'iatas <ara malaikat.
4leh karena itu0 malaikat di <erintah >leh Allah agar sujud ke<ada
"a;i Adam as.
%lmu itu sangat <enting karena itu se;agai <erantara @saranaA untuk
;ertaB=a. 'engan taB=a inilah manusia menerima kedudukan
terh>rmat disisi Allah0 dan keuntungan yang a;adi. Se;agaimana
dikatakan Muhammad ;in Al3)asan ;in A;dullah dalam syairnya :
Felajarlah! "ebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia
perlebihan# dan pertanda segala pujian# $adikan hari-harimu untuk
menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.
Belajarlah ilmu agama0 karena ia adalah ilmu yang <aling unggul. %lmu
yang da<at mem;im;ing menuju ke;aikan dan taB=a0 ilmu <aling
lurus untuk di <elajarai. 'ialah ilmu yang menunjukkan ke<ada jalan
yang lurus0 yakni jalan <etunjuk. Tuhan yang da<at menyelamatkan
manusia dari segala keresahan. 4leh karena itu >rang yang ahli ilmu
agama dan ;ersifat =ara le;ih ;erat ;agi setan dari<ada mengg>da
seri;u ahli i;adah ta<i ;>d>h.
3 | P a g e

Belajar Ilmu Akhla4
Setia< >rang islam juga =aji; mengetahuiEmem<elajari akhlak yang
ter<uji dan yang ter?ela0 se<erti =atak murah hati0 kikir0 <enakut0
<em;erani0 merendah diri0 ?>ngkak0 menjaga diri dari ke;urukan0
israf @;erle;ihanA0 ;akhil terlalu hemat dan se;againya. Sifat
s>m;>ng0 kikir0 <enakut0 israf hukumnya haram. 'an tidak mungkin
;isa terhindar dari sifat3sifat itu tan<a mengetahui kriteria sifat3sifat
terse;ut serta mengetahui ?ara menghilangkannya. 4leh karena itu
>rang islam =aji; mengetahuinya.
Asy3Syahid "asyiruddin telah menyusun kita; yang mem;ahas
tentang akhlak. *ita; terse;ut sangat ;ermutu0 dan <erlu di;a?a.
*arena setia< >rang =aji; memelihara akhlaknya.

Ilmu /an5 %ardu Kifayah dan /an5 .aram di6elajari0
Ada<un mem<elajari amalan agama yang dikerjakan <ada saat
tertentu se<erti shalat zenajah dan lain3lain0 itu hukumnya fardhu
kifayah. .ika di suatu tem<atEdaerah sudah ada >rang yang
mem<elajari ilmu terse;ut0 maka yang lain ;e;as dari ke=aji;an.
Ta<i ;ila di suatu daerah tak ada se>rang<un yang mem<elajarinya
maka seluruh daerah itu ;erd>sa. 4leh karena itu <emerintah =aji;
memerintahkan ke<ada rakyatnya su<aya ;elajar ilmu yang
hukumnya fardhu kifayah terse;ut. Pemerintah ;erhak memaksa
mereka untuk mereka untuk melaksanakannya.
'ikatakan ;ah=a mengetahuiEmem<elajari amalan i;adah yang
hukumnya fardhu ain itu i;arat makanan yang di ;utuhkan setia<
>rang. Sedangkan mem<elajari amalan yang hukumnya fardhu
kifayah0 itu i;arat >;at0 yang mana tidak di;utuhkan >leh setia<
>rang0 dan <enggunaannya <un <ada =aktu3=aktu tertentu.
Sedangkan mem<elajari ilmu nujum itu hukumnya haram0 karena ia
dii;aratkan <enyakit yang sangat mem;ahayakan. 'an mem<elajari
ilmu nujum itu hanyalah sia3sia ;elaka0 karena ia tidak ;isa
menyelamatkan sese>rang dari taBdir Tuhan.
4leh karena itu0 setia< >rang islam =aji; mengisi seluruh =aktunya
dengan ;erzikir ke<ada Allah0 ;erd>a0 mem>h>n seraya
7 | P a g e

merendahkan diri ke<ada"ya0 mem;a?a Al3(uran0dan ;ersedekah
su<aya terhindar dari mara ;ahaya.
B>leh mem<elajari ilmu nujum @ilmu falaBA untuk mengetahui arah
ki;lat0 dan =aktu3=aktu shalat.
B>leh <ula mem<elajari ilmu ked>kteran0 karena ia meru<akan usaha
<enyem;uhan yang tidak ada hu;ungannya dengan sihir0 jimat0
tenung dan lain3lainnya.*arena "a;i juga <ernah ;er>;at.
%mam Syafi% rahimahullah ;erkata0 Filmu itu ada dua# yaitu ilmu piqih
untuk mengetahui hukum agama# dan ilmu ked%kteran untuk
memelihara badan.

,efinisi Ilmu0
%lmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki sese>rang0 maka menjadi
jelaslah a<a yang terlintas di dalam <engertiannya. FiBih adalah:
Pengetahuan tentang kelem;utan3kele;utan ilmu. &jar A;u )anifah :
FiBih adalah <engetahuan tentang hal3hal yang ;erguna0 yang
;er;ahaya ;agi diri sese>rang. &jarnya lagi : %lmu itu hanya untuk
diamalkannya0 sedang mengamalkan di sini ;erarti meninggalkan
>rientasi demi akhirat.
Maka sey>gyanya manusia jangan sam<ai lengah diri dari hal3hal
yang ;ermanfaat dan ;er;ahaya di dunia dan akhirat. 'engan
demikian dia akan mengam;il mana yang ;ermanfaat dan menjauhi
mana yang ;er;ahaya0 agar su<aya ;aik akal dan ilmunya tidak
menjadi ;e;an <em;erat atas dirinya dan menam;ah siksanya. *ita
;erlindung ke<ada allah dari murka dan siksanya.
'alam masalah ke;aikan keistime=aan dan keutaman ilmu itu0
;anyaklah ayat3ayat al3Buran dan hadis3hadis shahih dan masyhur
yang mengemukakannya. "amun kali ini tidak kami kede<ankan0
agarlah uraian kita; ini tidak terlalu ;erke<anjangan.



8 | P a g e

%ASA& II : (IAT ,I 9AKT+ B'&A:A*
(iat Belajar0
-aji; ;erniat =aktu ;elajar. Se;a; niat itu menjadi <>k>k dari segala
hal0 se;agaimana sa;da na;i sa= : Sesungguhnya amal3amal
<er;uatan itu terserah niatnyaG )adits shahih.
'ari ;eliau <ula diri=ayatkan se;uah hadits : GBanyak amal
<er;uatan yang ;er;entuk amal dunia0 lalu menjadi amal akhirat
yang karena ;ururk niatnya maka menjadi amal dunia.G
(iatan Baik dan Buruk0
'i =aktu ;elajar hendaklah ;erniat men?ari $idha Allah s=t.
*e;ahagian akhirat0 memerangi ke;>d>han sendiri dan segena<
kaum ;>d>h0 mengem;angkan agama dan melanggengkan islam
se;a; kelanggengan islam itu harus di=ujudkan dengan ilmu. :uhud
dan taB=a<un tidak sah jika tan<a ;erdasar ilmu.
Syaikhul imam Ajall Burhanuddin Shahi;ul )idayah menyanyikan
syair gu;ahan se;agian ulama :
Han&ur lebur# %rang alim tak teratur
'ebih lebur# bila si jahil ibadah ngawur
(eduanya menjadi )itnah#menimpa ganas di dunia
*tas yang mengikutinya# sebagai dasar peri agama.
'engan ;elajar <ula0 hendaklah diniati untuk mensyukuri kenikmatan
akal dan ;adan yang sehat. Belajar jangan diniatkan untuk men?ari
<engaruh0 kenikmatan dunia atau<un keh>rmatan di de<an sultan
dan <enguasai3<enguasa lain.
Muhammad %;nul )asan ;eru?a<: Handaikan seluruh manusia itu
manjadi ;udak ;elianku0 nis?aya kumerdekakan seluruhnya dan
;e;askan dari kekuasaanku.G
Kelezatan dan .ikmah Ilmu0
Sia<a saja telah merasakan kelezatan rasa ilmu dan amal0 maka
semakin ke?illah kegemarannya akan harta ;enda dunia. Syaikhul
; | P a g e

%mamil Ajall &stadz (a=amuddin )ammad ;in %;rahim ;in ismail
Ash3Sh>ffar Al3Ansh>riy mem;a?akan kami syair imla a;u hanifah :
"iapa saja gerangan#
menuntut ilmu untuk hari kemudian untuklah dapat keutamaan#
anugrah *llah penunjuk jalan
*duh# saja merugi# penuntut ilmu nan su&i
Hanya buat sesuap nasi# dari hamba ilahi.
Teta<i jikalau dalam meraih keagungan itu demi amar maruf nahi
munkar0 mem<erjuangkan ke;enaran dan meluhurkan agama ;ukan
untuk ke<erluan ha=a nafsu sendiri makadi<er;>lehkan sejauh ;atas
telah da<at menegakkan amar maruf nahi munkar terse;ut.
Penuntut ilmu hendaknya mem<erhatikan a<a yang terse;ut diatas.
%a telah mengatasi ke<ayahan yang ?uku< ;anyak0 maka jangan
sam<ai ilmu yang telah ia <er>leh itu digunakan sarana ;endahara
dunia=i yang hina0 sedikit nilainya dan segera han?ur ini. Syair
menye;utkan :
Dunia itu sedikit# dan paling sedikit
+e&intanyapun hina# nan hina dina
"ihir dunia# membuat tuli dan buta
(ebingungan# tak tahu ke mana jalan

Pantan5an Ahli ilmu0
4rang ;erilmu itu hendaklah jangan mem;uat dirinya sendiri menjadi
hina lantaran tamak terhada< sesuatu yang tidak semestinya0 jangan
sam<ai terjerumus ke dalam lem;ah kehinaan ilmu dan ahli ilmu. %a
su<aya ;er;uat ta=adu @sika< tengah3tengah antara s>m;>ng dan
ke?il hatiA0 ;er;uat iffah0 yang keterangan le;ih jauhya ;isa kita
da<ati dalam kita; akhlaB. Syaikhul imamil ajal ustadz ruknul islam
yang terkenal se;agai sastera=an ternama mengemukakan gu;ahan
syiirnya:
Tata kerama# benar-benar budi %rang taqwa
Ia menanjak tinggi# dengan sikap
*jaib# ajaiblah %rang tidak tahu dirinya sendiri
ahagiakah nanti# apa malah &elaka diri ,
1< | P a g e

agaimana waktu meninggalkan dunia# pungkasan umur
nyawanya.
"uul khatimah# apa husnul khatimah,
(eagungan# itu khusus si)at ar-rahman
"ingkirlah# waspadalah!
*e<ada sahanat3saha;atnya0 a;u )anifah ;erkata : G;esarkanlah
<utaran ser;an kalian0 dan <erle;arlah l>;ang lengan ;aju kalianG.
u?a<an ini dikemukakan agar su<aya ilmu dan ahli ilmu tidak
ter<andang remeh.
Saran Khusus Buat 6elajar0
Se;aiknya <elajar ;isa menda<atkan ;uku =asiat tulisan A;u )anifah
@yang tadinyaA untuk +usuf Bin *halid As3Simty =aktu <ulang kem;ali
ketengah3tengah keluarganya. 'an ;uku ini ;isa dida<atkan >leh
yang mau men?arinya. #uru kita sendiri0 yaitu Syaikhul %mam
Burhanul %mmah Aliy A;u Bakar sem>ga Allah mensu?ikan ruhnya
yang mulya itu adalah juga memerintahkan kami =aktu mau <ulang
ke daerah agar menulis ;uku terse;ut0 dan kami<un melakukannya.
Sang guru dan mufti @<em;eri fat=aA ;idang <ergaulan manusia0
tidak ;>leh tidak juga memegangi ;uku =asiat terse;ut.










11 | P a g e

%ASA& III : M'MI&I. I&M+= )+*+=T'MA( ,A( K'TABA.A(
B'*I&M+

Syarat>syarat Ilmu /an5 ,i6ilih0
Bagi <elajar0 dalam masalah ilmu hendaklah memilih mana yang
ter;agus dan di;utuhkan dalam kehidu<an agmanya <ada =aktu itu0
lalu yang untuk =aktu yang akan datang.
)endaknya le;ih dahulu mem<elajari ilmu tauhid0 mengenali Allah
lengka< dengan dalilnya. *arena >rang yang imannya hanya taklid
sekali<un menurut <enda<at kita sudah syah0 adalah teta< ;erd>sa
karena ia tidak mau ;eristidlal dalam masalah ini.
)endaknya <ula memiluh ilmi3ilmu yang kuna0 ;ukan yang ;aru lahir.
Banyak ulama ;erkata : FTekunilah ilmu kuna0 ;ukan yang ;aru saja
ada.G A=as0 jangan sam<ai terkena <engaruh <er;antahan yang
tum;uh su;ur setelah ha;isnya ualama ;esar0 se;a; menjurus untuk
menjauhkan <elajar dari mengenali fiBh0 hanya mengha;iskan usia
dengan tan<a guna0 menum;uhkan sika< anti3<atiE;uas dan gemar
;ermusuhan. 'an itulah termasuk tanda3tanda kiamat akan ti;a serta
lenya<nya fiBih dan <engetahuan3<engetahuan lain0 demikianlah
menurut hadits.

Syarat>syarat )uru /an5 di6ilih
'alam memilih guru0 hendaklah mengam;il yang le;ih alim0 =ar>
dan juga le;ih tua usianya. Se;agaimana A;u )anifah setelah le;ih
dahulu memikir dan mem<ertim;angkan le;ih lanjut0 maka
menentukan <ilihannya ke<ada tuan )ammad Bin A;u Sulaiman.
'alam hal ini dia ;erkata : F;eliau saya kenal se;agai >rang tua yang
;udi luhur0 ;erdada le;ar serta <enya;ar. *atanya lagi: saya
menga;di di <angkuan tuan )ammad Bin A;u Sulaiman0 dan ternyata
saya<un makin ;erkem;ang.G


1 | P a g e


Bermusya1arah
A;u )anifah ;erkata : Saya mendengar salah se>rang ahli hikmah
Samarkand ;erkata: Ada salah se>rang <elajar yang mengajakku
;ermusya=arah mengenai masalah3masalah men?ari ilmu0 sedang ia
sendiri telah ;ermaksud ke B>?hara untuk ;elajar disana.
'emikianlah0 maka seharusnya <elajar suka ;ermusya=arah dalam
segala hal yang dihada<i. demikian0 karena Allah S=t memerintahkan
$asulullah Sa=. Agar memusya=arahkan segala halnya. T>h tiada
>rang lain yang le;ih <intar dari ;eliau0 dan masih di<erintahkan
musya=arah0 hingga urusan3urusan rumah tangga ;eliau sendiri.
Ali ra ;erkata : FTiada se>rang<un yang rusak karena musya=arahG0
Ada dikatakan : FSatu >rang utuh0 setengah >rang dan >rang tak
;erarti. 4rang utuh yaitu yang mem<unyai <enda<at ;enar juga mau
;ermusya=arahI sedang setengah >rang yaitu yang mem<unyai
<enda<at ;enar teta<i tidak mau ;ermusya=arah0 atau turut
;ermusya=arah teta<i tidak mem<unyai <enda<atI dan >rang yang
tidak ;erarti adalah yang tidak mem<unyai <enda<at lagi <ula tidak
mau ikut musya=arah.G *e<ada Sufyan Ats3Tsuriy0 .afar Ash3Sh>dik
ra ;erkata: FMusya=arahkan urusanmu dengan >rang3>rang yang
;ertaB=a ke<ada Allah.G
Menuntut ilmu adalah <erkara <aling mulya0 teta<i juga <aling sulit.
*arena itulah0 musya=arah disi le;ih <enting dan diharuskan
<elaksanaannya.
Al3)akim ;eru?a< : F.ikalau engkau <ergi ke B>?hara0 janganlah
engkau ikut3ikut <erselisihan <ara imam. Tenanglah le;ih dulu selama
dua ;ulan0 guna mem<ertim;angkan dan memilih guru. *arena ;isa
juga engkau <ergi ke<ada >rang alim dan mulai ;elajar ke<adanya0
ti;a3ti;a <elajarannya tidak menarik dan tidak ?>?>k untukmu0
akhirnya ;elajarmu<un tidak da<at ;erkah. *arena itu0
<ertim;angkanlah dahulu selama dua ;ulan untuk memilih gurumu
itu0 dan ;ermusya=arahlah agar te<at0 serta tidak lagi ingin
;er<indah atau<un ;er<aling dari guru terse;ut. 'engan ;egitu0
engkau menda<at kemanta<an ;elajar di situ0 menda<at ;erkah dan
;anyak kemam<aatan ilmu yang kamu <er>leh.G
1# | P a g e


Sabar dan Tabah ,alam Belajar
*etahuilahJ Sa;ar dan ta;ah itu <angkal keutamaan dalam segala hal0
teta<i jarang yang ;isa melakukan. Se;agaimana syaiir dikatakan:
"egala sesuatau# maunya tinggi yang di tuju
Tapi jarang# hati tabah di emban %rang
Ada dikatakan : F*e;eranian ialah sa;ar sejenak.G Maka se;aiknya
<elajar mem<unyai hati ta;ah dan sa;ar dalam ;elajar ke<ada sang
guru0 dalam mem<elajari suatu kita; jangan sam<ai ditinggalkan
se;elum sem<urna di<elajari0 dalam satu ;idang ilmu jangan sam<ai
;er<indah ;idang lain se;elum memahaminya ;enar3;enar0 dan juga
dalam tem<at ;elajar jangan sam<ai ;er<indah kelain daerah ke?uali
karena ter<aksa. *alau hal ini di langgar0 da<at mem;uat urusan jadi
ka?au ;alau0 hati tidak tenang0 =aktu<un ter;uang dan melukai hati
sang guru.
Se;aiknya <ula0 <elajar selalu memegangi kesa;aran hatinya dalam
mengekang kehendak ha=a nafsunya. Se>rang <enyair ;erkata :
Hawa na)su# dialah hina
Tiap jajahan na)su# berarti kalahan si hina
.uga ;erhati sa;ar dalam menghada<i ?>;aan dan ;en?ana. Ada
dikatakan : F#udang sim<anan ?ita0 terletak <ada ;anyaknya
;en?ana.G
'i syairkan untuk saya ada yang ;er<enda<at ;ah=a syair ini dari
gu;ahan Ali ;in A;u Th>li; se;agai ;erikut:
Tak bisa kau raih ilmu# tanpa memakai - senjata
(ututurkan ini padamu# kan jelaslah semuanya.
.erdas# sabar dan l%ba# jangan lupa mengisi saku
"ang guru mau membina# kau sanggup sepanjang waktu



1$ | P a g e

Memilih Teman
Tentang memilih teman0 hendaklah memilih yang tekun0 =ar>0
;erta;iat jujur serta mudah memahami masalah. Menyingkiri >rang
<emalas0 <enganggur0 ;anyak ;i?ara0 suka menga?au dan gemar
memfitnah.
Syiir dikatakan:
$angan bertanya siapakah dia, .ukup kau tahu %h itu
temannya.karena siapapun dia# mesti berwataq seperti temannya.
ila kawanya durhaka# singkirilah dia serta merta.bila bagus
budinya# rangkullah dia# berbahagia!
'isyiirkan ;uatku :
$angan kau temani si pemalas# hindari segala halnya# banyak
%rang shaleh menjadi kandas# sebab rerusuh sandarannya
Menjalar t%l%l kepada &endikia# amat &epat terlalu laksana api
bara# ia padam di atas abu
"a;i sa= ;ersa;da : Semua ;ayi itu dilahirkan dalam keadaan
kesu?ian islam0 hanya kedua >rang tuanyalah yang mem;uatnya jadi
yahudi0 nasrani0 atau majusi.
*da dikatakan kata hikmah dalam bahasa persi /
Teman yang durhaka# lebih berbisa daripada ular yang bahaya
Demi *llah 0ang Maha Tinggi# 1an Maha "u&i
Teman buruk# membawamu ke neraka jahim
Teman bagus# mengajakmu ke s%rga naim
Ada 'isyiirkan:
ilakau ingin mendapat ilmu dari ahlinya
*tau ingin tahu yang gaib dan memberitakannya
maka dari nama bumi# ambillah pelajaran tentang isinya
dan dari %arang yang di temani# ibaratkanlah tentang dia



12 | P a g e

%ASA& I? : M'()A)+()KA( I&M+ ,A( A.&I I&M+
Men5a5un5kan ilmu
Penting diketahui0 Se>rang <elajar tidak akan mem<er>leh
kesuksesan ilmu dan tidak <ula ilmunya da<at ;ermanfaat0 selain jika
mau mengagungkan ilmu itu sendiri0 ahli ilmu0 dan mengh>rmati
keagungan gurunya.
Ada dikatakan : F'a<atnya >rang men?a<ai sesuatu hanya karena
mengagungkan sesuatu itu0 dan gagalnya <ula karena tidak mau
mengagungkannya. FTidaklah anda telah tahu0 manusia tidak menjadi
kafir karena maksiatnya0 ta<i jadi kafir lantaran tidak mengagungkan
Allah.
Men5a5un5kan )uru
Termasuk arti mengagungkan ilmu0 yaitu mengh>rmati <ada sang
guru. Ali ra ;erkata: FSayalah menjadi ham;a sahaya >rang yang
telah mengajariku satu huruf. Terserah <adanya0 saya mau dijual0 di
merdekakan atau<un teta< menjadi ham;anya.G
'alam masalah ini saya kemukakan Syiirnya:
(eyakinanku tentang haq guru# hak paling hak adalah itu
+aling wajib di pelihara# %leh muslim seluruhnya
demi memulyakan# hadiah berhak di haturkan
seharga dirham seribu# tuk mengajar huru) yang "atu
Memang ;enar0 >rang yang mengajarmu satu huruf ilmu yang
di<erlukan dalam urusan agamamu0 adalah ;a<ak dalam kehidu<an
agamamu.
#uru kita Syaikhul %mam Sadiduddin Asy3Syairaziy ;erkata : #uru3
guru kami ;eru?a< : F;agi >rang yang ingin <utranya alim0 hendaklah
suka memelihara0 memulyakan0 mengagungkan0 dan menghaturkan
hadiah ke<ada kaum ahli agama yang tengah dalam <engem;araan
ilmiyahnya. *alau t>h ternyata ;ukan <utranya yang alim0 maka
?u?unyalah nanti.G

13 | P a g e

Termasuk arti mengh>rmati guru0 yaitu jangan ;erjalan di de<annya0
duduk di tem<atnya0 memulai mengajak ;i?ara ke?uali atas <erkenan
darinya0 ;er;i?ara ma?am3ma?am darinya0 dan menanyakan hal3hal
yang mem;>sankannya0 ?uku<lah dengan sa;ar menanti diluar
hingga ia sendiri yang keluar dari rumah.
Pada <>k>knya0 adalah melakukan hal3hal yang mem;uatnya rela0
menjauhkan amarahnya dan menjungjung tinggi <erintahnya yang
tidak ;ertentangan dengan agama0 se;a; >rang tidak ;>leh taat
ke<ada makhluk dalam melakukan <er;uatan durhak ke<ada Allah
Maha Pen?i<ta. Termasuk arti mengh>rmati guru <ula0 yaitu
mengh>rmati <utera dan semua >arang yang ;ersangkut <aut
dengannya.
'i sini #uru kita Syaikhul %slam Burhanuiddin Shahi;ul )idayah
<ernah ;er?erita ;ah=a ada se>rang imam ;esar di B>?hara0 <ada
suatu ketika sedang asyiknya di tenmgah majlis ;elajar ia sering
;erdiri lalu duduk kem;ali. Setelah ditanyai kena<a demikian0 lalu
ja=a;nya : ada se>rang <utra guruku yang sedang main3main
dihalaman rumah dengan teman3temannya0 ;ila saya melihatnya
saya<un ;erdiri demi mengh>rmati guruku.
(>dli %mam Fakhruddin Al3Arsya;andiy yang menja;at ke<ala <ara
imam di mar=a lagi <ula sangat di h>rmati sultan itu ;erkata : FSaya
;isa menduduki derajat ini0 hanyalah ;erkah saya mengh>rmati
guruku. Saya menjadi tukang masak makanan ;eliau0 yaitu ;eliau A;i
+azid Ad3'a;;usiy0 sedang kami tidak turut memakannya.G
Syaikhul %mamil Ajall Syaikhul Aimmah Al3*hul=aniy0 karena suatu
<eristi=a yang menim<a dirinya0 maka ;er<indah untuk ;e;era<a
lama0 dari B>?hara kesuatu <edesaan. Semua muridnya ;erziarah
kesana ke?uali satu >rang saja0 yaitu syaikhul imam Al3Badli A;u
Bakar Az3:arnujiy. Setelah suatu saat ;isa ;ertemu0 ;eliau ;ertanya:
Fkena<a engkau tidak menjengukkuK .a=a;nya : FMaaf tuan0 saya
si;uk mera=at i;ukuG ;eliau ;erkata: F!ngkau dianugrahi <anjang
usia0 teta<i tidak mnda<at anugrah ;uah manis ;elajar.G Lalu
kenyataanya se<erti itu0 hingga se;agian ;anyak =aktu Az3:arnujiy
digunakan tinggal di <edesaan yang mem;uatnya kesulitan ;elajar.

17 | P a g e

Barang sia<a melukai hati sang gurunya0 ;erkah ilmunya tertutu< dan
hanya sedikit kemamfaatannya.
"ungguh# d%kter dan guru
Tak akan memberi nasehat# bila tak di h%rmat
terimalah penyakitmu# bila kau a&uh d%ktermu
dan terimalah b%d%hmu# bila kau tentang sang guru
Suatu hikayat : *halifah )arun Ar3$asyid mengirim <utranya ke<ada
Al3Ashmaiy agar diajar ilmu dan ada;. Pada suatu hari0 *halifah
melihat Al3Ashmaiy ;er=udlu dan mem;asuh sendiri kakinya0
sedang <utra khalifah ?uku< menuang air <ada kaki terse;ut. Maka0
*halifah<un menegur dan ujarnya : FPutraku saya kirim kemari agar
engkau ajar dan didikI ta<i menga<a tidak kau <erintahkan agar satu
tangannya menuang air dan tangan satunya lagi mem;asuh kakimuKG
Memulyakan Kitab
Termasuk arti mengagungkan ilmu0 yaitu memulyakan kita;0 karena
itu0 se;aiknya <elajar jika mengam;il kita;nya itu selalu dalam
keadaan su?i. )ikayat0 ;ah=a Syaikhul islam Syamsul Aimmah Al3
*hul=aniy <ernah ;erkata : F)anya saya da<ati ilmu ilmuku ini
adalah dengan mengagungkan. Sungguh0 saya mengam;il kertas
;elajarku selalu dalam keadaan su?i.
Syaikhul %mam Syamsul Aimmah As3sarkhasiy <ada suatu malam
mengulang kem;ali <elajaran3<elajarnnya yang terdahulu0 ke;etulan
terkena sakit <erut. .adi sering kentut. &ntuk itu ia melakukan 9 kali
;er=udlu dalam satu malam terse;ut0 karena mem<ertahankan
su<aya ;elajar dalam keadaan su?i. 'emikianlah se;a; ilmu itu
?ahaya0 =udlu<un ?ahaya. 'an ?ahaya ilmu akan semakin ?emerlang
;ila di ;arengi ?ahaya ;er=udlu.
Termasuk memulyakan yang harus dilakukan0 hendaknya jangan
mem;entangkan kaki kearah kita;. *ita; tafsir letaknya diatas kita;3
kita; lain0 dan jangan sam<ai menaruh sesuatu diatas kita;.
#uru kita Burhanuddin <ernah mem;a=akan ?erita dri se>rang
ulama yang mengtakan ada se>ranag ahli fikih meletakan ;>t>l tinta
di atas kita;. &lama itu sraya ;erkata : FTidak ;ermanfaat ilmumu.
18 | P a g e

#uru kita (>dli Fakhrul %slam yang termasyur dengan (>dli *han
<ernah ;erkata: F*alau yang demikian itu tidak dimaksud
meremehkan0 maka tidak menga<alah. "amun le;ih ;aiknya
disingkiri saja.G
Termasuk <ula arti mengagungkan0 hendak menulis kita; se;aik
mungkin. .angan ka;ur0 jangan <ula mem;uat ?atatan
<enyelaE<enjelas yang mem;uat tulisan kita; tidak jelas lagi0 ke?uali
ter<aksa harus di;uat ;egitu. A;u hanifah <ernah mengetahui
se>rang yang tidak jelas tulisannya0 lalu ujarnya: F.angan kau ;ikin
tulisanmu tidak jelas0 sedang kau kalau ada umur <anjang akan hidu<
menyesal0 dan jika mati akan dimaki.G Maksudnya0 jika kau semakin
tua dan matamua ra;un0 akan menyesali <er;uatanmua sendiri itu.
'i?eritakan dari Syaikhul %mam Majduddin Ash3Sh>rhakiy <ernah
;erkata: F*ami menyesalI% tulisan yang tidak jelas0 ?atatan kami yang
<ilih3<ilih dan <engetahuan yang tidak kami ;andingkan dengan kita;
lain.G
Se;aiknya f>rmat kita; itu <ersegi em<at0 se;agaimana f>rmat itu
<ulalah kita;3kita; A;u )anifah. 'engan f>rmat terse;ut0 akan le;ih
memudahkan jika di;a=a0 diletakkan dan di muthalaah kem;ali.
Se;aiknya <ula jangan ada =arna merah didalam kita;0 karena hal itu
<er;uatan kaum filsafat ;ukan ulama salaf. Le;ih dari itu ada
diantara guru3guru kita yang tidak suka memakai kendaraan yang
;er=arna merah.
Men5h"rmati Teman
Termasuk makna mengagungkan ilmu <ula0 yaitu mengh>rmati
teman ;elajar dan guru <engajar. Ber?um;u rayu itu tidak
di;enarkan0 selain dalam menuntut ilmu. Malah se;aliknya di sini
;er?um;u rayu degnan guru dan teman se;angku <elajarannya.
Sika6 Selalu ."rmat ,an Khidmah
)endaknya <enuntut ilmu mem<erhatikan segala ilmu dan hikmah
atas dasar selalu mengagungkan dan mengh>rmati0 sekali<un
masalah yang itu3itu saja telah ia dengar seri;u kali. Adalah dikatakan
: FBarang sia<a yang telah mengagungkannya setelah le;ih dari 777
kali tidak se;agaimana <ada <ertama kalinya0 ia tidak termasuk ahli
ilmu.G
1; | P a g e

:an5an Memilih Ilmu Sendiri
)endaklah sang murid jangan menentukan <ilihan sendiri terhada<
ilmu yang akan di<elajari. )al itu di<ersilahkan sang guru untuk
menentukannya0 karena dialah yang telah ;erkali3kali melakukan
<er?>;aan serta dia <ula yang mengetahui ilmu yang se;aiknya
diajarkan ke<ada sese>rang dan sesuai dengan ta;iatnya.
Syaikhul %mam Agung &stadz Burhanul )aB -addin ra. Berkata: FPara
sis=a dimasa dahulu dengan suka rela menyerahkan se<enuhnya
urusan3urusan ;elajar ke<ada gurunya0 ternyata mereka <er>leh
sukses a<a yang di idamkanI teta<i sekarang <ada menentukan
<ilihan sendiri0 akhirnya<un gagal ?ita3?itanya dan tidak ;isa
menda<atkan ilmu dan fihB.G
)ikayat >rang0 ;ah=a Muhammad ;in %smail Al3Bukhariy <ada
mulanya adalah ;elajar shalat ke<ada Muhammad %;nul )asan. Lalu
sang guru ini memerintahkan ke<adanya : FPergilah ;elajar ilmu
hadistJ Fsetelah mengetahui justru ilmu inilah yang le;ih sesuai untuk
Bukhariy. Akhirnya <un ia ;elajar hadist hingga menjadi imam hadist
<aling terkemuka.
:an5an ,uduk Terlalu ,ekat ,en5an )uru
'i=aktu ;elajar0 hendaklah jangan duduk terlalu mendekati gurunya0
selain ;ila ter<aksa. 'uduklah sejauh antar ;usur <anah. *arena
dengan ;egitu0 akan terlihat mengagungkan sang guru.
Menyin5kiri Akhlak Ter@ela
Pelajar selalu memnjaga dirinya dari<ada akhlak3akhlak yang ter?ela.
*arena akhlak ;uruk itu i;arat anjing. $asulullah sa= ;ersa;da:
FMalaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terda<at
gam;ar atau anjingG. Padahal >rang ;elajar itu dengan <erantara
malaikat. 'an terutama yang disingkiri adalah sika< taka;ur dan
s>m;>ng.
Syaiir dikatakan:
ilmu itu musuh bagi peny%mb%ng diri
laksan air bah# musuh dataran tinggi
< | P a g e

Diraih keagungan dengan kesungguhan bukan semata dengan
harta tumpukan
bisakah agung didapat, Dengan harta tanpa semangat,
anyak sahaya# menduduki tingkat merdeka
anyak %rang merdeka# menduduki tingkat sahaya

%ASA& ? : S+())+.>S+())+.= KA(TI(+ITAS ,A( !ITA>!ITA
&+.+*
Kesun55uhan .ati
Selain itu semua0 <elajar juga harus ;ersungguh hati dalam ;elajar
serta k>ntinu @terus3terusanA. Se<erti itu <ula di tunjukkan firman
Allah: F'an 4rang3>rang yang men?ari keridhaan *ami0 nis?aya *ami
tunjukkan mereka ke<ada jalan3jalan *amiG @Surat 6D0 Al3Anka;ut
CDA.
Ada dikatakan <ula : Fsia<a sungguh3sungguh dalam men?ari sesuatu
<astilah ketemuG FBrangsia<a mengetuk <intu ;ertu;i3tu;i0 <asti
da<at memasukiG. ada dikatakan lagi: FSejauhmana usahamu0 sekian
<ula ter?a<ai ?ita3?itamuG
Ada dikatakan : F'alam men?a<ai kesuksesan mem<elajari ilmu dan
fiBh itu di<erlukan kesungguhan tiga fihak. +aitu guru0 <elajar dan
=ali murid jika masih ada.G
Syiir gu;ahan Asy3Syafiiy dikemukan ke<adaku >leh Al &stadz
Sadiduddin Asy3Syairaziy:
Dengan kesungguhan# hal yng jauh jadi berada pintu terkun&ipun
jadi terbuka
Titah *llah yang paling berhaq bilang sengsara# yang ber&ita
tinggi namun hidupnya miskin papa
Disini bukti kelestarian taqdir dan hukum1ya# bila sipandai hidup
sengsara# sedang sib%d%h &ukup berharta
Tapi yang hidup akalnya# tidak di beri harta dan benda# keduanya
pada berpisah# satu disini satu disana

1 | P a g e

Syiir gu;ahan lain Asy3Syafiiy dikemukan <adaku:
(au idamkan menjadi paqih penganlisa# padahal tidak mu
sengsara# ma&am-ma&am sajalah penyakit gila
Tidak bakal engkau memb%y%ng harta# tanpa menanggung
masalah derita# ilmupun begitu pula
A;ut Thayi; ;erkata:
Tak kulihat aib %rang sebagai &ela# bagaikan %rang kuasa yang tak
mau memenuhi apa mestinya.
Pelajar <ula harus sanggu< tidak tidur ;ermalam3malam
se;agaimana kata <enyair:
"eukur kesulitan# ukuran keluhuran# siapa ingin luhur# jangan tidur
semalaman
(au ingin mulya# tapi tidur di malam hari#dengan menyelam laut#
permata kan didapati
(eluhuran derajat# dengan hikmah yang tinggi# keluhuran
sese%rang# dengan berjaga di malam hari
2h tuhan# kubuang tidurku di malam hari# demi ridhaMu 0a
Maulal Mawali
"iapa tanpa mau sengsara inginkan keluhuran# mengulur umur
yang takkan kedapatan
T%l%nglah saya agar mendapat ilmu# sampaikan saya dikemulyaan
sisiMu
$adikanlah malam# unta tunggangann buat kau dapat# yang kau
&itakan
Pengarang kita; ;erkata : ada "adzam yang semana dengan syiir3
syiir di atas0 yaitu:
arangsiapa ingin semua maksudnya ter&apai# jadikanlah malam#
tunggangan untuk men&pai
(urangilkah makan# agar kau mampu berjaga# bila kau idamkan#
mendapat sempurna
Ada dikatakan : FBarang sia<a tidak tidur dimalam hari0 hatinya
;ahagia di siang hari.G

| P a g e

K"ntinuitas dan men5ulan5 6elajaran0
Tidak ;>leh tidak0 <elajar harus dengan k>ntinyu sanggu< dan
mengulangi <elajaran yang telah le=at. )al itu dilakukan <ada a=al
=aktu malam0 akhir =aktu malam. Se;a; =aktu diantara maghri;
dan isya0 demikian <ula =aktu sahur <uasa adalah mem;a=a ;erkah.
hai pelajaran# patuhilah war%
singkiri tidur# dari perut kenyang
langgengkan pelajar# jangan kau rusak
dengan belajar# ilmu tegak dan makin menanjak
)endaknya <ula mengam;il kesem<atan masa muda dan a=al
remajanya. Syiir mengemukakan:
"ebesar sengsara# itulah kesuksesan &itamu.
"iapa menuju &ita# jangan tidur dimalam berlalu
"empatkan dirimu# dimasa muda
Dan ingat# masa itu tak lama berada

Menyantuni ,iri
.angan mem;uat dirinya sendiri ;ersusah <ayah0 hingga jadi lemah
dan tak mam<u ;er;uat a<a3a<a. %a harus selalu menyantuni dirinya
sendiri. *esantunan itu mendasari kesuksesan segala hal. $asulullah
sa=. Bersa;da: F%ngatlah0 ;ah=a islam itu agama yang k>k>h.
Santunilah dirimu dalam menunaikan tugas agama0 jangan kau ;uat
dirimu sengsara lantaran i;adahmu ke<ada Allah. *arena >rang yang
telah hilang kekuatannya itu0 tiada ;isa memutus ;umi dan tiada <ula
kendaraan tunggangannya.G "a;i sa= ;ersa;da : Fdirimu itu
kendaraanmu0 maka santunilah ia.G
!ita>@ita &uhur
Pelajar harus luhur ?ita3?itanya dalam ;erilmu. Manusia itu akan
ter;ang dengan ?ita3?itanya0 se;agaimna halnya ;urung ter;ang
dengan kedua saya<nya.


# | P a g e

A;uth3Th>yyi; ;eru?a<:
"eberapa kadar ahli &ita# si &ita-&ita kan didapati
"eberapa kadar %rang mulya# sikemulyaan kan di temui
arang ke&il tampaknya besar# dimata %rang ber&ita ke&il
arang besar dimata %arang ber&ita besar# tampaknya ke&il
Pangkal kesuksesan adalah kesungguhan dan himmah yang luhur.
Barang sia<a ;erhimmah mengha<alkan seluruh kita; Muhammad
%;nul )asan0 lagi <ula disertai usaha yang sungguh3sungguh dan tak
kenal ;erhenti0 maka menurut ukuran lahir <asti akan ;isa menghafal
se;agian ;esar atau se<ar>hnya.
'emikian <ula se;aliknya0 ;ila ?ita3?itanya tinggi ta<i tidak ada
kesungguhan ;erusaha0 atau sungguh3sungguh teta<i tidak ;er?ita3
?ita tinggi0 maka hanya sedikit <ula ilmu yang ;erhasil dida<atkannya.
'i dalam kita; Makarimul Akhlak0 Syaikhul %mam Al3&stadz $idladdin
mengemukakan0 ;ah=a kaisar 'zul (arnain dikala ;erkehendak
menaklukan dunia timur dan ;arat ;ermusya=arah dengan <ara
)ukama dan katanya : Bagaimana saya harus <ergi untuk
mem<er>leh kekuasaan dan kerajaan ini0 <adahal dunia ini hanya
sedikit nilainya0 fana dan hina0 yang ;erarti ini ;ukan ita3?ita luhurK
)ukama menja=a; : FPergilah Tuan0 demi menda<at dunia dan
akherat.G *aisar menyahut: F%nilah yang ;aik.G
$asulullah sa=. Bersa;da : FSungguh0 Allah senang <erkara3<erkara
yang luhur teta<i ;en?i yang hina. Syiir dikatakanI
$angan tergesa menangani perkaramu# senantiasalah begitu!
Takada yang bisa meluruskan t%ngkatmu# seperti yang
meluruskannya selalu.
Ada dikatakan : A;u )anifah ;erkata ke<ada A;u +usuf : G )ati dan
akalmu tertutu<. Ta<i engkau ;isa keluar dari ;elenggu itu dengan
?ara terus3terusan;elajar. .auhilah malas3malas yang jahat dan
<etaka itu.G


$ | P a g e

Syaikh A;u "ashr Ash3Sh>ffar Al3Anshariy ;erkata:
Diriku %h diriku# janganlah kau bermalas-malasan
3ntuk berbakti# adil# berbuat bagus perlahan-lahan
"etiap yang beramal kebajikan# untung kan didapat
Tapi yang bermalasan# tertimpa balak dan keparat.
Ada syiir gu;ahanku yang semakna itu:
Tinggalkanlah %h diriku# bermalasan dan menunda urusan
(alau tidak# letakkan saja aku# dijurang kehinaan
Tak kulihat# %rang pemals mendapat imbal
"elain sesal# dan &ita-&ita menjadi gagal.
Syiir diu?a<kan:
ertumpuk malu# lemah dan sesal
(ebanyakan dari akibat %rang malas beramal
uanglah segan untuk membahas yang belum jelas
"egala yang kau tahu# dan yang masih ragu akibat malas
*ata3kata mutiara di u?a<kan : Sika< malas adalah tim;ul dari aki;at
jarang menghayati kemulyaan dan keutamaan ilmu.G
+saha sekuat Tena5a
)endaklah <elajar ;ersungguh3sungguh sam<ai terasa letih guna
men?a<ai kesuksesan0 dan tak kenal ;erhenti0 dan dengan ?ara
menghayati keutamaan ilmu. %lmu itu kekal0 sedang harta adalah
fana0 se<erti a<a yang dikemukakan >leh Amirul Mukminin Ali ;in A;i
Thali;:
(ami rela# bagian *llah untuk kami
Ilmu untuk kami# harta buat musuh kami
Dalam waktu singkat# harta jadi musna
1amun ilmu# abadi tak akan sirna



2 | P a g e

%lmu yang ;ermanfaat akan menjunjung tinggi nama sese>rang0 teta<
harum namanya =alau<un ia sudah mati. 'an karena ;egitu0 ia
dikatakan selalu hidu< a;adi. Syaikhul Ajall Al3)asan ;in Ali Al3
Marghi;aniy mem;a=akan syiir ;uat kami:
(aum b%d%h# telah mati sebelum mati
2rang alim# tetap hidup walaupun mati
'emikian <ula Syaikhul %slam Burhanuddin :
(eb%d%han membunuh si b%d%h sebelum matinya
elum dikubur# badanya telah jadi pusara
2rang hidup tanpa berilmu# hukumnya mati
ila bangkit kembali# tak kan bisa bangkit kembali
Lain lagi :
2rang berilmu# hidup kekal setelah mati
4uas tubuhnya telah han&ur lebur di timbun duli
2rang b%d%h# jalan di bumi# mati hukumnya
Dikira hidup# nyatanya mati
Syakhul %slam Burhanuddin mem;a=akan Syiir ;uat kita :
(alau sang ilmu# tingkat tertinggi tuk tempat singgah
(alau lainnya# meninggi bila banyak anak buah
2rang berilmu# namanya harum berlipat tinggi
2rang b%d%h# begitu mati tertimbun duli
Mendaki tinggi# kepun&ak ilmu# mustahil bisa
ila maksudnya# bagai k%mandan pasukan kuda

Dengarkan dulu# sedikit saja dikte buatmu
.uma ringkasan# kemulyaan ilmu yang aku tahu
Ia &ahaya# penerang buta# terang benderang
tapi si b%d%h# sepanjang masa gelap menantang
Dia pun&ak# menjulang tinggi# pelindung siapa berlindung
Makanya aman# dari segala aral melintang
juru penyelamat# dikala insan terjerat tipu
harapan manis# kala sang nyawa diambang pintu

Ia sarana# guna men%l%ng teman durhaka
0ang jalan bengk%k# akibat b%br%k# lapis neraka
3 | P a g e

0ang bertujuan ilmu# berarti telah menuju segala
0ang dapat ilmu# artinya telah dapatsegala
5ahai kaum berakal# ilmu itu pangkat mulia
ila telah didapat# pangkat lain lepas tak mengapa
ila engkau meninggalkan dunia dengan segala nikmatnya

+ejamkan mata# &ukuplah ilmu jadi anugrah berharga
mendaki tinggi kepun&ak ilmu mustahil bisa
bila maksudnya bagai k%mandan pasukan kuda
Dengarkan dulu sedikit saja dikte buatmu
.uma ringkasan kemulyaan ilmu yang aku tahu

Ia &ahaya penerang buta terang benderang
Tapi si b%d%h sepanjang masa gelap menantang
Dia pun&ak menjelang tinggi pelindung siapa berlindung
Makanya aman dari segala aral melintang
$uru penyelamat dikala insan terjerat tipu
Harapan manis kala sang nyawa diambang pintu
Ia sarana guna men%l%ng teman durhaka
0ang jalan bengk%k akibat b%br%k lapis neraka
0ang bertujuan ilmu berarti telah menuju segala
0ang dapat ilmu artinya telah dapat segala
5ahai kaum berakal ilmu itu pangkat mulia
ila telah didapat# pangkat lain lepas tak mengapa
bila engkau meninggalkan dunia dengan segala nikmatnya
pejamkan mata# &ukuplah ilmu jadi anugrah terharga
Syiir gu;ahan se;agian <ara ulama di;a=akan ;uatku:
$ikalau karena ilmu# %rang alim menjadi mulya
Ilmu )iqh membawa mulya kan lebih bisa
anyak semerbak yang dengan misik tidak menandingi
anyak penerbang yang tak seperti raja wali
'i;a=akan lagi untukku :
6iqh itu ilmu termahal#engkaulah yang memungut
"iapa belajar# tak kan habis hikmah di dapat
.urahkan dirimu# mempelajari yang belum tahu
*wal bahagia# akhirpun bahagia# itulah ilmu
7 | P a g e

Bagi >rang yang ;erakal0 telah ?uku<lah merasa ter<anggil Menuju
kesuksesan ;erilmu >leh se;agaimana kelezatan3kelezatan ilmu0 fiBh
dan ke;ahagian yang tim;ul ;ila sedang faham terhada< suatu
masalah.
Sebab Kemalasan
Sika< malas itu ;isa tim;ul aki;at dari lendir dahak atau ;adan
;erminyak yang dise;a;kan >rang terlalu ;anyak makan.
Ada<un ?ara mengurangi dahak itu sendiri adalah ;isa dilakukan
dengan ?ara mengurangi makan. Ada dikatakan: Ftujuh <uluh >rang
"a;i se<enda<at ;ah=a sering lu<a itu aki;at dahak terlalu ;anyak0
dahak terlalu ;anyak karena minum terlalu ;anyak0 dan ;iasa adanya
minum terlalu ;anyak itu karena makan yang terlalu ;anyak <ula.G
Makan r>ti kering dn menelan ;uah anggur kering da<at juga
menghilangkan dahak. "amun jangan terlalu ;anyak0 agar tidak
mengaki;atkan ingin minum0 yang kesudahannya mem<er;anyak
lendir dahak <ula.
Bersi=ak juga da<at menghilangkan dahak <ula. 'isam<ing
mem<erlan?ar hafalan dan kefasihan lisan. 'emikianlah0 <er;uatan
itu termasuk sunah "a;i yang ;isa mem<er;esar <ahala i;adah
sahlat dan mem;a?a Al3(uran.
Muntah juga da<at mengurangi lendir dahak0 dan mengurangi
<erminyakan ;adan @yang dise;a;kan makan terlalu ;anyakA.
!ara Men5uran5i Makan
5ara mengurangi makan ;isa dilakukan dengan ?ara menghayati
faedah dan mamfaat yang tim;ul dari makan sedikit. Antara lain
adalah ;adan sehat0 le;ih terjaga dari yang haram dan ;erarti <ula
ikut memikirkan nasi; >rang lain. 'alam hal ini ada syiir
menye;utkan :
&elaka# &elaka dan &elaka
karena makan# manusia jadi &elaka
8 | P a g e

)adist "a;i Sa=. Menye;utkan : FTiga >rang yang di ;en?i Allah
;ukan karena ia ;erd>sa0 yaitu >rang <elaha< makan0 >rang kikir dan
>rang s>m;>ng.
Bisa <ula dengan ?ara menghayati madlarat yang tim;ul dari aki;at
makan terlalu ;anyak0 antara lain sakitdan t>l>l. Ada dikatakan:
FPerut kenyang0 ke?erdasan hilangG. Ada dikatakan u?a<an galinus
se;agai ;erikut: FSemua ;uah delima ;ermamfaat0 semua ikan laut
madlarat. Teta<i masih le;ih ;agus makan ikan laut sedikit0 dari<ada
delima ta<i ;anyak0 karena ;isa mengha;iskan harta. Makan lagi
setelah <erut kenyang hanyalah mem;a=a madlarat0 dan
mendatangkan siksa kelak diakherat. 4rang terlalu ;anyak makan itu
di;en?i setia< >rang.G
5aranya lagi untuk mengurangi makan0 adalah dengan makanan yang
;erlemak atau ;erzat <emuak. Makan mana yang le;ih lem;ut dan
disukai terle;ih dahulu. 'an jangan ;ersama3sama >rang yang
sedang la<ar sekali selain ;ila hal itu justru harus dilakukan karena
;ertujuan ;aik. Misalnya agar kuat ;er<uasa0 mengerjakan shalat
atau <er;uatan3<er;uatan lain yang ;erat0 ;>lehlah dilakukan.

%ASA& ?I : P'*M+&A( B'&A:A* +K+*A( B'&A:A* ,A( TATA
T'*TIB(/A
.ari Mulai Belajar
#uru kita Syaikhul %slam Burhanuddin memulai ;elajar te<at Pada
hari ra;u. 'alam hal ini ;eliau telah meri=ayatkan se;uah hadist
se;agai dasarnya0 dan ujarnya: $asulullah sa= ;ersa;da: G tiada lain
segala sesuatu yang di mulai <ada hari ra;u0 ke?uali akan menjadi
sem<urna.G
'an se<erti ini <ula yang dikerjakan A;u )anifah. Mengenai hadist di
atas0 ;eliau juga diri=ayatkan dari guru ;eliau Syaikhul %mam
(a=amuddin Ahmad ;in A;dur $asyid.
Saya mendengar dari >rang ke<er?ayaanku0 ;ah=a Syekh A;u +usuf
Al3)amdani juga mene<atkan semua <er;uatan ;agus <ada hari
ra;u.
; | P a g e

'emikianlah0 karena <ada hari ra;u itu Allah men?i<takan ?ahaya0
dan hari itu <yla meru<akan hari sial ;agi >rang kafir yang ;erarti
;agi >rang mukmin hari yang ;erkah.
Panjan5 Pendeknya Pelajaran
Mengenai ukuran se;era<a <anjang <anjang yang ;aru dikaji0
menurut keterangan A;u )anifah adalah ;ah=a Syaikh (adli %mam
&mar ;in A;u Bakar Az3:anji ;erkata: guru3guru kami ;erkata:
Fse;aiknya ;agi >arang yang mulai ;elajar0 mengam;il <elajaran ;aru
se<anjang yang kira3kira mam<u diha<alkan dengan faham0 setelah
diajarkannya dua kali ;erulang. *emudian untuk setia< hari0
ditam;ah sedikit demi sedikit sehingga setelah ;anyak dan <anjang
<un masih ;isa mengha<al dengan <aham <ula setelah diulanga dua
kali. 'emikianlah lam;at laun seta<ak demi seta<ak. A<a;ila
<elajaran <ertama yang dikaji itu terlalu <anjang sehingga <ara
<elajar memerlukan diulanganya 7 kali0 maka untuk seterusnya
sam<ai yang terakhir<un ;egitu. *arena hal itu menjadi ke;iasaan
yang sulit dihilangkan ke?uali dengan susah <ayah.G
Ada dikatakan: F<elajaran ;aru satu huruf0 <engulangannya seri;u
kali.G
Tin5kat Pelajaran /an5 ,i ,ahulukan
Se;aiknya dimulai dengan <elajaran3<elajaran yang dengan mudah
telah ;isa di fahami. Syaikhul %slam &stadz Syarifuddin Al3&Baili
;erkataI FMenurut saya0 yang ;enar dalam masalah ini adalah se<erti
yang telah dikemukakan >leh <ara guru kita. +aitu untuk murid yang
;aru0 mereka <ilihkan kita;3kita; yang ringkasEke?il. Se;a; dengan
;egitu akan le;ih mudah di fahami dan di ha<al0 serta tidak
mem;>sankan lagi <ula ;anyak ter<eraktekan.
Membuat !atatan
Se;aiknya sang murid mem;uat ?atatan sendiri mengenai <elajaran3
<elajaran yang sudah di fahami hafalannya0 untuk kemudian sering
diulang3ulang kem;ali. *arena dengan ?ara ;egitu0 akan ;ermanfaat
sekali.
#< | P a g e

.angan sam<ai menulis a<a saja yang ia sendiri tidak tahu
maksudnya0 karena hal ini akan menum<ulkan >tak dan =aktu<un
hilang dengan sia3sia ;elaka.
+saha Memahami Pelajaran
Pelajar hendaknya men?urahkan kemam<uannya dalam memahami
<elajaran dari sang guru0 atau ;>leh juga dengan ?ara diangan3angan
sendiri0 di fikir3fikir dan sering diulang3ulang sendiri. *arena ;ila
<elajaran yang ;aru itu hanya sedikit dan sering diulang3ulang
sendiri0 akhirnya<un da<at dimengerti. 4rang ;erkata : F)afal dua
huruf le;ih ;agus dari<ada mendengarkan saja dua ;atas <elajaran.
'an memahami dua huruf le;ih ;aik dari<ada mengha<al dua ;atas
<elajaran. A<a;ila sese>rang telah <ernah satu atau dua kali
menga;aikan dan tidak mau ;erusaha0 maka menjadi ter;isakan0 dan
menjadi tidak ;isa memahami kalimat yang tidak <anjang sekali<un.
Berd"a
)endaknya <ula0 dengan sungguh3sungguh memanjatkan d>a
ke<ada Allah dan merata< serta mer>nta. Allah <asti menga;ulkan
d>a yang di m>h>nkan0 dan tidak menga;aikan >rang yang
menghara<kan.
Syair %mlak Al3(adli Al3*halil Asy3Syajarzi di;a=akan ke<ada kami
>leh guru kami syaikh (a=amuddin )ammad ;in %;rahim ;in ismail
As3Shaffar0 se;agai ;erikut :
*bdilah ilmu# bagaikan anda se%rang abdi
+elajari selalu# dengan berbuat s%pan terpuji
yang telah kau ha)al# ulangi lagi berkali-kali
lalu tambatkan dengan temali kuat sekali
'alu &atatlah# agar kau bisa mengulangi lagi
Dan selamanya# ku bisa mempelajari
$ikalau engkau# telah per&aya tak kan lupa
Ilmu yang baru# sesudah itu masuki segera
Mengulang-ulang# ilmu yang dulu# jangan terlalai
Dan bersungguhan# agar yang ini# kan menambahi
+er&akapilah mereka# agar ilmumu hidup selalu
$angan menjauh# dari siap berakal maju
ila ilmu# kau sembunyikan jadi membeku
#1 | P a g e

(au kan kenal# jadi si b%d%h yang t%l%l dungu
*pi neraka kan membelenggumu nanti kiamat
"iksa yang pedihpun menimpamu menjilat-jilat

Mudzakarah Munadharah ,an Mutharahah
Se>rang <elajar seharusnya melakukan Mudzakarah @f>rum saling
mengingatkanA0 munadharah @f>rum saling mengadu <andanganA dan
mutharahah @diskusiA. )al ini dilakukan atas dasar keinsyafan0 kalem
dan <enghayatan serta menyingkiri hal3hal yang ;eraki;at negatif.
Munadharah dan mudzakarah adalah ?ara dalam melakukan
musya=arah0 sedang <ermusya=aratan itu sendiri dimaksudkan guna
men?ari ke;enaran. *arena itu0 harus dilakukan dengan
<enghayatan0 kalem dan <enuh keinsyafan. 'an tidak akan ;erhasil0
;ila dilaksanakan dengan ?ara kekerasan dan ;erlatar ;elakang yang
tidak ;aik.
A<a;ila di dalam <em;ahasan itu dimaksudkan untuk sekedar
meng>;arkan <erang lidah0 maka tidak di<er;>lehkan menurut
agama. +ang di<er;>lehkan adalah dalam rangka men?ari ke;enaran.
Bi?ara ;er;elit3;elit dan mem;uat alasan itu tidak di<erkenankan0
selama musuh ;i?aranya tidak sekedar men?ari kemenangan dan
masih dalam men?ari ke;enaran. Bila ke<ada Muhammad ;in +ahya
diajukan suatu kemuskilan yang ;eliau sendiri ;elum menemukan
<eme?ahannya0 maka ia katakan : F<ertanyaan anda saya ?atat
dahulu untuk ku?ari <eme?ahannya. 'iatas >rang ;erilmu0 masih ada
yang le;ih ;anyak ilmunya.G
Faedah mutharahah dan mudzakarah itu jelas le;ih ;esar dari<ada
sekedar mengulang <elajaran sendirian0 se;a; disam<ing ;erarti
mengulang <elajaran0 juga menam;ah <engetahuan yang ;aru. Ada
dikatakan : FSesaat mutharahah dilakukan0 le;ih ;agus mengulang
<elajaran se;ulan. FSudah tentu harus dilakukan dengan >rang yang
insaf dan ;erta;iat jujur. A=as jangan mudzakarah dengan >rang
yang sekedar men?ari menang dalam <em;i?araan semata0 lagi <ula
;erta;iat tidak jujur. Se;a; ta;iat itu suka meram<as0 akhlak mudah
menjalar sedang <erkum<ulan <engaruhnya ;esar.

# | P a g e

Syiir yang di;a=akan >leh *halil ;in ahmad di atas0 telah ;anyak
mem;a=a <etunjuk. Ada dikatakan :
+ersyaratan ilmu bagi pengabdinya
Menjadikan seluruh manusia# agar mengabdi kepadanya
Men55ali Ilmu
Pelajar hendaknya mem;iasakan diri se<anjang =aktu untuk
mengangan3angan dan memikirkan. *arena itu0 >rang ;erkata :
Fangan3anganlah0 <asti akan kau temukan.G
Tidak ;isa tidak0 agar >m>ngan te<at itu harus terle;ih dahulu di
angan3angan se;elum ;er;i?ara. &?a<an adalah laksana anak <anah0
dimana te<at <ada sasaran ;ila di;idikan terle;ih dahulu dengan
mengangan3angan. 'alam &shul FiBh ada dikatakan ;ah=a
mengangan3angan adalah dasar yang amat <enting. Maksudnya0
hendaklah u?a<an ahli fiBh yang teliti itu terle;ih dahulu harus
diangan3angan. Ada diaktakan : FM>dal akal ialah u?a<an yang tidak
sem;arangan serta diangan3angan terle;ih dahulu.G Lain >rang
;erkata :
+esan untukmu# tata bi&ara ada lima perkara
$ika kau taat pada pemesan yang suka rela
jangan sampai terlupa /
apa sebabnya# kapan waktunya# bagaimana &aranya#
berapa panjangnya dimana tempatnya itulah semua.
Seluruh =aktunya dan dalam situasi ;agaimana<un0 <elajar
hendaknya mengam;il <elajaran dari sia<a<un. $asulullah sa=
;ersa;da: F)ikmah itu ;arang hilangnya >rang mukmin dimana asal
ia temui su<aya diam;il juga.G Ada dikatakan: FAm;illah yang jernih
tinggalkanlah yang keruh.G Saya mendengar u?a<an Syaikhul %mam
&stadz Fakhrudin Al3*asyani : FAdalah jariyah A;u +usuf menjadi
amanat ;uat Muhammad0 lalu ke<ada Muhammad ;ertanya: Adakah
sekarang saudari masih hafal sedikit tentang fiBh dari A;u +usufK
.a=a;nya : ah0 tidak tuan0 hanya saya ketahui ia sering mengulang3
ulang ilmunya dan <ernah ;erkata: FSaham daur itu gugur tak da<at
;agian. F'engan itu Muhammad lalu menjadi hafal dan yang tadinya
masalah saham daur terasa sulit ;agi muhammad0 sekarang sudah
## | P a g e

ter<e?ahkan. Akhirnya tahulah ;ah=a ;elajar itu ;isa dilaksanakan
dari sia<a saja.G
'ikala ke<ada A;u +usuf ditanyakan: F'engan a<akah tuan
mem<er>leh ilmuK ;eliau menja=a;: FSaya tidak merasa malu
;elajar dan tidak kikir mengajarG. Ada ditanyakan ke<ada %;nu A;;as
ra : Fdengan a<akah tuan menda<at ilmuKG ;eliau menja=a; :
F'engan lisan ;anyak ;ertanya dan hati selalu ;er<ikir.G
Adanya <elajar digelari dengan FMa TaBuluG @Bagaimana
keteranganmuA se;a; <ada masa dulu mereka amat ter;iasa untuk
mengu?a<akan FBagaimana keterangan anda dalam masalah iniKG
)anya dengan ;anyak mutharahah dan mudzakarah di kedainyalah0
A;u )anifah <edagang kain itu menjadi alim fiBh. Melihat kenyataan
terse;ut0 kita ;isa tahu ;ah=a menuntut ilmu dan fiBh itu ;isa <ula
dilakukan ;ersama3sama dengan ;ekerja men?ari uang. A;u )afsh
Al3*a;ir sendiri ;ekerja sam;il mengulang3ulang <elajarannya sendiri.
*arena itu0 a<a;ila se>rang <elajar harus juga men?arikan nafkah
keluarga dan segena< tanggungannya0 ;isalah kiranya di tengah3
tengah keasyikan ;ekerjanya itu sam;il mem<elajari sendiri
<elajarannya dengan semangat dan segiat mungkin.
Pembiayaan +ntuk Ilmu
4rang yang ke;etulan sehat ;adan dan <ikirannya0 tiada lagi alasan
;aginya untuk tidak ;elajar dan tafaBBuh se;a; tidak ada lagi yang
le;ih melarat dari<ada A;u +usuf0 ta<i t>h tidak <ernah melu<akan
<elajarannya.
A<a;ila sese>rang ke;etulan kaya raya0 alangkah ;agusnya ;ila harta
yang halal itu di miliki >rang shaleh. Ada ditanyakan ke<ada se>rang
yang alim Fdengan a<a tuan menda<atkan ilmuKG lalu menja=a;nya:
F'engan ayahku yang kaya. 'engan kekayaan itu0 ;eliau ;er;akti
ke<ada ahli ilmu dan ahli keutamaanG. Per;uatan se<erti ini0 ;erarti
mensyukuri nikmat akal dan ilmu0 yang hal itu menye;a;kan
;ertam;ahnya ilmu. ada dikatakan >rang0 ;ah=a A;u )anifah
;eru?a<: F)anya saja kuda<atkan ilmu dengan Bersyukur dan
)amdallah. Tia<3tia< ;erhasil kufahami fiBh dan hikmah selalu saja
kuu?a<kan )amdalah. 'engan ?ara itu0 jadi ;erkem;anglah ilmuku.G

#$ | P a g e

Bersyukur
'emikianlah0 <elajar harus menyatakan syukurnya dengan lisan0 hati0
;adan dan juga hartanya. MengetahuiEmenyadari ;ah=a kefahaman0
ilmu dan taufik itu semuanya datang dari hadirat Allah S=t.
Mem>h>n hidayahnya dengan ;erd>a dan mer>nta0 karena hanya
'ialah yang mem;erikan hidayah ke<ada sia<a saja yang mem>h>n.
Akhlul )aB yaitu Ahli Sunah -al .amaah selalu men?ari ke;enaran
dari Allah yang maha ;enar0 <etunjuk0 <enerang yang memelihara0
Maka Allah<un menganugrahi mereka hidayah dan mem;im;ing dari
jalan yang sesat. Lain halnya dengan ahli sesat0 dimana ia
mem;anggakan <enda<at dan akal sendiri0 mereka men?ari
ke;enaran ;erdasar akal semata0 yaitu suatu makhluk yang lemah.
Mereka<un lemah dan terhalangi dari ke;enaran0 serta sesat yang
menyesatkan0 kerena akal itu tak u;ahnya se<erti <andangan mata
yang tidak mam<u men?ari segala yang ada se?ara menyeluruh.
$asulullah Sa= ;ersa;da: FBarangsia<a mengetahui dirinya sendiri0
maka dia mengetahui Tuhannya. FArtinya0 sia<a tahu kelemahan
dirinya0 maka akan tahulah ke;esaran kekuasaan Allah. *arena >rang
itu jangan ;er<egang dengan diri dan akal sendiri0 ta<i haruslah
;erta=akal ke<ada Allah0 dan ke<ada"ya <ula ia men?ari ke;enaran.
Barang sia<a ;erta=akal ke<ada Allah0 maka akan di?uku<inya dan di
;im;ing ke jalan yang lurus.
Pen5"rbanan .arta ,emi Ilmu
4rang kaya jangan kikir0 dan hendaklah m>h>n <erlindungan ke<ada
Allah agar tidak kikir. "a;i sa= ;ersa;da: FManakah <enyakit yang
le;ih keras dari<ada kikirK Ba<aknya Syaikhul %mam Agung Syamsul
Aimmah Al3)al=aniy adalah se>rang fakir <enjual kue hal=ak. Ba<ak
ini menghadiahkan ;e;era<a ;iji terse;ut ke<ada fuBaha0 dan
katanya: F*um>h>n tuan mend>akan <utraku.G 'emikianlah0
sehingga atas ;erkah derma=an0 %tikad ;aik0 suka rela dan
mer>ntanya itu0 sang <utra menda<at kesuksesan ?ita3?itanya.
'engan harta yang dimiliki0 hendaklah suka mem;eli kita; dan
mengaji menulis jika di<erlukan. 'emikian itu akan le;ih
memudahkan ;elajar dan ;ertafaBBuh.
#2 | P a g e

Muhammad %;nul )asan adalah se>rang yang harta=an ;esar yang
mem<unyai 377 >rang <ega=ai yang mengurusi kekayaannya0 t>h
suka mem;elanjakan sekalian kekayaannya demi ilmu0 sehingga
<akaiannya sendiri<un tiada yang ;agus. 'alam <ada itu0 A;u +usuf
menghaturkan se<>t>ng <akaian yang masih ;agus untuknya0 namun
tidak ;erkenan menerimanya dan malah ujarnya: &ntukmulah harta
dunia0 dan untukku harta akherat saja. F+ang demikian itu sekali<un
menerima hadiah sendiri hukumnya sunnah0 ;arangkali
memandangnya da<at men?emarkan dirinya. 'alam hal ini $asulullah
sa= ;ersa;da: F4rang yang men?emarkan dirinya sendiri0 tidaklah
termasuk ke dalam g>l>ngan kaum muslimin.G
Suatu hikayat0 ;ah=a fakrul %slam Al3Arsya;andiy makan kulit3kulit
semangka yang di;uang >rang0 dimana ia kum<ulkan sendiri dari
tem<at3tem<at yang se<i. Pada suatu ketika ada se>rang jariyah yang
mengetahuinya0 lalu mela<>rkan hal itu ke<ada tuannya. Maka
setelah disediakan jamuan makan0 Fakhrul %slam<un dim>h>n
kehadirannya. "amun demi menjaga dirinya agar tidak ter?emar0
;eliau tidak ;erkenan menghadiri jamuan terse;ut.
&"ba ,an Tama
'emikianlah0 sehingga <ara <elajar jangan sam<ai tama
menghara<kan harta >rang lain. %a hendaknya memiliki )immah yang
luhur. "a;i sa= ;ersa;da : F)indarilah tama karena dengan tama
;erarti kemiskinan telah menjadiG. Ta<i tuan juga jangan kikir0
sukalah mem;elanjakan hartanya untuk ke<erluan diri sendiri dan
ke<entingan >rang lain.
Pelaksanaan Pelajaran Keteram6ilan
"a;i sa= ;ersa;da : F*arena kha=atir melarat0 semua manusia telah
jadi melarat. Pelajar3<elajar dimasa dulu se;elum mem<elajari ilmu
agama0 le;ih dahulu ;elajar ;ekerja0 agar dengan ;egitu tidak tama
menghara< harta >rang lain. 'alam kata hikmah dise;utkan:
FBarangsia<a men?uku<i diri dengan harta >rang lain0 ;erarti ia
melarat.G
.ika >rang alim ;ersifat tama0 hilanglah nilai ilmunya dan u?a<annya
tidak ;isa di;enarkan lagi. *arena itu0 $asulullah sa= <em;a=a
#3 | P a g e

syareat ;erlindung diri dari sa;danya: FAku ;erlindung diri ke<ada
Allah dari sifat tama yang mem;a=a ke<ada ta;iat jahat.G
&illahi Taala
Tum<uan hara<an sang <elajar hanyalah ke<ada Allah0 takut<un
hanya ke<ada"ya. Sika< terse;ut ;isa di ukur dengan melam<aui
;atas3;atas agama atau tidak. Barangsia<a takut ke<ada sesama
makhluk lalu ia mendurhakai Allah0 maka ;erarti telah takut ke<ada
selain Allah. Ta<i se;aliknya ;ila ia telah takut ke<ada makhluk
namun telah taat ke<ada Allah dan ;erjalan <ada ;atas3;atas
syareat0 maka tidak ;isa diangga< telah takut ke<ada selain Allah. %a
masih dinilai takut ke<ada Allah. Begitu <ula dalam masalah hara<an
sese>rang.
Men5ukur Kemam6uan ,iri Sendiri
)endaknya @yang le;ih efisien dan efektif untuk menghafalkan
<elajaran yaituA : Pelajaran hari kemarin diulang 2 kali0 hari lusa , kali
hari kemarin lusa 3 kali0 hari se;elum itu 6 kali dan hari se;elumnya
lagi kali.
Met"da Men5hafal
Suatu ?ara yang efisien dan efektif untuk menghafalkan <elajaran
yaitu : Pelajaran hari kemarin diulang 2 kali0 hari lusa , kali0 hari
kemarin lusa 3 kali0 hari se;elum itu 6 kali0 dan hari se;elumnya lagi
satu kali.
)endaknya dalam mengulangi <elajarannya itu jangan <elan3<elan.
Belajar le;ih ;agus ;ersuara kuat dengan <enuh semangat. "amun
jangan terlalu keras0 dan jangan <ula hingga menyusahkan dirinya
yang menye;a;kan tidak ;isa ;elajar lagi. Segala sesuatu yang
ter;aik adalah yang ?uku<an. Suatu hikayat men?eritakan0 ;ah=a
suatu saat A;u +usuf sedang mengikuti mudzakarah fiBh dengan
suara kuat dan <enuh semangat. Lalu dengan rasa heran0 i<arnya
;erkata: Fsaya tahu A;u +usuf telah lima hari kela<aran0 ta<i ia teta<
munadharah dengan suara keras dan <enuh semangat.


#7 | P a g e

Panik ,an Bin5un5
Sey>gyanya <elajar tidak <anik dan ke;ingungan0 se;a; itu semua
adalah afat. #uru kita Syaikhul %slam Burhanuddin ;erkata:
FSesungguhnya saya da<at mele;ihi teman3temanku adalah karana
selama ;elajar tidak <ernah merasa <anik0 kend>r dan ka?auG.
)ikayat men?eritakan0 ;ah=a Syaikh Al3As;ija;iy di masa ;elajarnya
mengalami masa jumud selama 6 tahun lantaran <ergantian $aja.
%a<un <ergi keluar negeri ;ersama se>rang saha;atnya guna
mengadakan munadharah setia< hari di sana. 'emikian munadharah
dilakukan selama 6 tahun. Akhirnya<un saha;at tadi menjadi
Syaikhul %slam ;eraliran madzha; Syafi% ikutan kaum syafiiyyin.

Sebuah Meth"de Belajar0
#uru kami Syaikh (adli %mam Fakhrul %slam (adlikhan ;erkata: Bagi
<elajar FiBh0 agar selalu hafal di luar ke<ala se;uah kita; fiBh. 'engan
;egitu0 akan le;ih memudahkan dalam mnghafalkan ilmu fiBh yang
;aru yang di dengarkan.











#8 | P a g e

%ASA& ?II : B'*TA9AKA&

Pen5aruh *izki
Pelajar harus ;erta=akal dalam menuntut ilmu. .angan g>n?ang
karena masalah rizki0 dan hatinya <un jangan ter;a=a kesana. A;u
)anifah meri=ayatkan dari A;dullah %;nul )asan Az3:u;aidiy saha;at
$asulullah sa= : FBarangsia<a mem<elajari agama Allah0 maka Allah
akan men?uku<i ke;utuhannya dan mem;erinya rizki dari jalan yang
tidak di kira se;elumnya.G
*arena >rang yang hatinya telah ter<engaruh urusan rizki ;aik
makanan atau <akaian0 maka jarang sekali yang da<at mengha<us
<engaruh terse;ut untuk men?a<ai ;udi luhur dan <erkara3<erkara
yang mulya. Syiir menye;utkan :
Tinggalkan kemulyaan# jangan kau men&ari
Duduklah dengan tenang# kau akan disuapi dan dipakaiani
Ada se>rang lelaki ;erkata ke<ada Manshur Al3)allaj: FBerilah aku
=asiatJG ia<un ;erkata: F-asiatku adalah ha=a nafsumu. *alau tidak
kau tundukkan0 engkaulah yang dikalahkan.G
Bagi setia< >rang0 hendaknya mem;uat kesi;ukan dirinya dengan
;er;uat ke;aikan0 dan jangan ter<engaruh >leh ;ujukan ha=a
nafsunya.

Pen5aruh +rusan ,unia1i
Bagi yang mengunakan akal0 hendaknya jangan tergelisahkan >leh
urusan dunia0 karena merasa gelisah dan sedih di sini tidak akan ;isa
mengelakan musi;ah0 ;erguna<un tidak. Malahan akan
mem;ahayakan hati0 akal dan ;adan serta da<at merusakan
<er;uatan3<er;uatan yang ;aik. Ta<i yang harus di<erhatikan adalah
urusan3urusan akhirat0 se;a; hanya urusan inilah yang akan
mem;a=a manfaat.
Mengenai sa;da "a;i sa=. FSesungguhnya ada diantara d>sa yang
tidak akan ;isa dile;ur ke?uali dengan ?ara mem<erhatikan
maisyah0G maksudnya adalah F<erhatianG yang dalam ;atas3;atas
tidak merusak amal ke;aikan dan tidak mem<engaruhi k>nsentrasi
#; | P a g e

dan khusu0 se=aktu shalat. Perhatian dan maksud dalam ;atas3;atas
terse;ut0 adalah termasuk ke;agusan sendiri.
Se>rang <elajar tidak ;>leh tidak dengan sekuat tenaga yang ada
menyedikitkan kesi;ukan dunia=inya. 'an karena itulah0 maka
;anyak <elajar3<elajar yang le;ih suka ;elajar di rantau >rang.
.idu6 ,en5an Prihatin
.uga harus sanggu< hidu< susah dan sulit di =aktu ke<ergiannya
menuntut ilmu. Se;agaimana "a;i Musa as. -aktu <ergi ;elajar
<ernah ;erkata : FBenar3;enar kuhada<i kesulitan dalam kelanaku
iniG <adahal selain ke<ergiannya terse;ut tiada <ernah ia katakan
yang se<erti itu. )endaknya <ula menyadari ;ah=a <erjalanan
menuntut itu tidak akan le<as dari kesusahan. +ang demikian itu0
karena ;elajar adalah salah satu <er;uatan yang menurut se;agian
;esar ulama le;ih mulya dari <ada ;er<erang. Besar ke?il <ahala
adalah ;er;anding se;era<a ;esar letih dan kesusahan dalam
usahanya.
Sia<a ;ersa;ar dalam menghada<i segala kesulitan di atas0 maka
akan menda<at kelezatan ilmu yang meli;ihi segala kelezatan yang
ada di dunia. )al ini ter;ukti dengan u?a<an Muhammad %;nul )asan
setelah tidak tidur ;ermalam3malam lalu ter<e?ahkan segala
kesulitan yang dihada<inya0 se;agai ;erikut: Fdimanakah letak
kelezatan <utra3<utra raja0 ;ila di;andingkan dengan kelezatan yang
saya alami kali ini.G

Men55unakan Seluruh 9aktu Buat Ilmu
)endaknya <ula <elajar tidak terlena dengan segala a<a<un selain
ilmu <engetahuan0 dan tidak ;er<aling dari fiBh. Muhammad
;erkata: FSesungguhnya <er;uatan se<erti ini0 adalah dilakukan sejak
masih di ;uaian hingga masuk liang ku;ur. Barangsia<a meninggalkan
ilmu kami ini sesaat saja0 akan ha;islah zaman hidu<nya.G
Ada se>rang Ahli FiBh yaitu %;rahim %;nul .arrah0 ia sem<at
menjenguk A;u +usuf yang tengah sakit keras ham<ir =afat. Lalu atas
kemurahan hati A;u +usuf sendiri0 ;erkatalah ia ke<ada %;rahim:
Manakah yang le;ih utama0 melem<ar jumrah dengan ;erkendaran
atau dengan ;erjalan kakiK %;rahim <un tidak ;isa menja=a;0 maka ia
$< | P a g e

ja=a; sendiri : FSesungguhnya melem<ar dengan ;erjalan kaki itu
le;ih disukai >leh >rang dahulu.G
'emikian <ula0 hendaknya se;agai Ahli FiBh ka<an saja selalu f>kus
dengan fiBhnya. 'engan ?ara ;egitulah ia mem<er>leh kelezatan
yang amat ;esar. Ada dikatakan0 ;ah=a Muhammad setelah =afat
<ernah ditemukan dalam mim<i0 lalu ke<adanya diajukan <ertanyaan
: F;agaimana keadaan tuan =aktu nya=a di?a;utKG ja=a;nya: F'i
kala itu saya tengah mengangan3angan masalah ;udak mukata;0
sehingga tak kurasakan nya=aku telah terle<as. FAda dikatakan <ula
;ah=a di akhir hayatnya Muhammad sem<at ;erkata : FMasalah3
masalah mukata; menyi;ukan diriku0 hingga tidak sem<at
menyia<kan diri dalam menghada<i hari ini. FBeliau mengu?a<
se<erti ini0 karena ta=adluG.

%ASA& ?III : MASA B'&A:A*
Saat>saat Belajar
Ada dikatakan : FMasa ;elajar itu sejak manusia ;erada di ;uaian
hingga masuk keliang ku;ur. F)asan ;in :iyad =aktu sudah ;erumur
/7 tahun ;aru mulai ;elajar fiBh0 ,7 tahun ;erjalan tidak <ernah tidur
di ranjangnya0 lalu ,7 tahun ;erikutnya menjadi mufti.
Masa yang <aling ?emerlang untuk ;elajar adalah <ermulaan masa3
masa jadi <emuda0 =aktu sahur ;er<uasa dan =aktu di antara magri;
dan isya. Teta<i se;aiknya menggunakan seluruh =aktu yang ada
untuk ;elajar0 dan ;ila telah merasa ;>san terhada< ilmu yang
sedang dihada<i su<aya ;erganti ke<ada ilmu lain. A<a;ila %;nu
A;;as telah ;>san mem<elajari %lmu *alam0 maka katanya: FAm;illah
itu dia kita; <ara <ujangga <enyairKG
Muhammad %;nul )asan semalam tan<a tidur selalu ;erse;elahan
dengan ;uku3;ukunya0 dan ;ila telah merasa ;>san suatu ilmu0
;er<indah ilmu yang lain. %a<un menyediakan air <en>lak tidur di
sam<ingnya0 dan ujarnya: FTidur itu dari <anas a<i0 yang harus
diha<uskan dengan air dingin.G

$1 | P a g e

%ASA& IB : KASI. SA/A() ,A( (AS'.AT
Kasih Sayan5
4rang alim hendaknya memiliki rasa kasih sayang0 mau mem;eri
nasehat serta jangan ;er;uat dengki. 'engki itu tidak akan
;ermanfaat0 justru mem;ahayakan diri sendiri. #uru kita Syaikhul
%slam Burhanuddin ra. Berkata : Banyak ulama yang ;erkata : FPutra
sang guru da<at menjadi alim0 karena sang guru itu selalu
;erkehendak agar muridnya kelak menjadi ulama ahli Al3(uran.
*emudian atas ;erkah %tikad ;agus dan kasih sayangnya itulah
<utranya menjadi alim.G
Se;uah hikayat diketengahkan. Shadrul Ajall Burhanul Aimmah
mem;agi =aktu untuk mengajar kedua >rang <utra ;eliau0 yaitu
)asamuddin dan Tajuddin <ada =aktu agak siang ;egini0 minat kami
telah ;erkurang lagi <ula merasa ;>sanG0 sang ayah<un menyahut
Fsesungguhnya >rang3>rang <erantauan dan <utra3<utra <em;esar
itu <ada ;erdatangan kemari dari ;er;agai <enjuru ;umi. *arena itu
mereka harus kuajar terle;ih dahulu.G "ah0 atas ;erkah sang ayah
dan kasih sayangnya itulah0 dua >rang <utra ;eliau menjadi alim fiBh
yang mele;ihi ahli3ahli lain yang hidu< <ada masa itu.
Men5hada6i Keden5kian
Selain terse;ut di atas0 >rang alim hendaknya tidak usah turut
meli;atkan diri dalam arena <ertikaian dan <e<erangan <enda<at
dengan >rang lain0 karena hal itu hanya mem;uat =aktu menjadi
ha;is sia3sia. Ada dikatakan: FPengamal ke;ajikan akan di;alas
karena ke;ajikannya0 sedang <elaku kejelekan itu telah ?uku< akan
mem;eratkan siksa dirinya.G Syaikhul %slam Az3:ahid $uknuddin
Muhammad ;in A;u Bakar yang masyur dengan gelar *h>=ahir
:adah Al3Mufti mem;a=akan syiir untukku0 katanya : Sulthanusi
Syariah +usuf Al3)amadani mem;a=akan untukku syiir ini:
iarkan dia berbuat jelek atas dirimu
.ukup atasnya# karena lakunya# apapun itu

$ | P a g e

Ada dikatakan : FBarangsia<a yang ingin memutuskan ;atang hidung
la=annya0 maka ;a?alah syiir di ;a=ah ini ;erulang kaliG di;a=akan
syiir itu ;uatku :
$ikalau engkau# ingin musuhmu jadi terhina
Terbunuh susah# terbakar derita
Maka &aranya &apailah mulya# tambahlah ilmu
"ebab %rang dengki# tambah susahnya
ila yang didengki# tambah ilmunya
Ada dikatakan : yang harus kau<erhatikan adalah ke;agusan dirimu
sendiri0 ;ukan menghan?urkan musuhmu. A<a;ila telah kau <enuhi
dirimu dengan ke;agusan0 maka dengan sendirinya akan han?urlah
musuhmu itu.
.angan sam<ai ada <emusuhan0 se;a; selain hanya mem;uang3
;uang =aktu juga mem;uka ?ela3?ela keai;anmu. Tahanlah dirimu
dan sa;arlah hatimu0 terutama sekali dalam menghada<i >rang yang
;elum tahu. %sa ;in maryam ;ersa;da: Fsa;arkanlah dirimu dalam
menghada<i >rang ;>d>h satu0 agar kau ;eruntung menda<at
se<uluh <erkaraG syiir:
erabad-abad umat manusia telah kuuji
Tapi jadinya malah &edrapun jengkelkan hati
Tidak kulihat# ada perkara lebih menyusahkan
0ang menyulitkan# selain bila %rang bermusuhan
telah ku&i&ipi segala apa yang pahit rasa
tapi tiada yang melebihi pahitnya minta
-as<adalah0 jangan ;er;uruk sangka ke<ada sesama >rang Mumin
karena disitulah sum;er <ermusuhan. 'i dalam agama islam
<er;uatan itu adalah terlarang0 se;agaimana dinyatakan dalam sa;da
"a;i sa=: FBaikkanlah <rasangkamu ke<ada sesama mumin.G
Buruk sangka akan ;isa terjadi karena adanya niatan yang tidak ;aik0
atau hatinya jahat. Se;agaimana syaiir yang dikemukakan >leh A;ut
Th>iyi; :
ila se%rang lakunya buruk# buruklah pula sangkaan hati apa kata
wahamnyalah yang ia setujui
Ia musuhi yang men&intainya# dan katanya dia memusuhi iapun
bimbang# ditengah gelap malam menjadi
$# | P a g e

Syiir se;agian ulama di;a=akan untukku :
iarkan saja# lelaku jelek usah kau balas
*pa siapa yang kau bagusi# tambahlah terus
Dari semua tipu musuhmu# kau kan dilindungi
$ikalau musuh menipu kamu# jangan kau peduli
'i;a=akan untukku0 syiir Syakhul Amid A;ul Farhal3Basthiy:
2rang alim tak akan selamat dari si b%d%h
ila si b%d%h melaliminya dan membuat kisruh
damailah saja dengn si b%d%h jangan kau serang
bila sib%d%h mau &erewet# tetaplah tenang

%ASA& B : M'()AMBI& P'&A:A*A(
Saat>saat Men5ambil 6elajaran
Pelajar hendaknya menggunakan setia< kesem<atan =aktunya untuk
;elajar0 terus3menerus sam<ai mem<er>leh keutamaan. 5aranya
dilakukan ;isa dengan selalu menyediakan ;>t>l =adah tinta untuk
men?atat segala hal3hal ilmiah yang dida<atinya.
Ada dikatakan : )a<alan akan lari0 ta<i tulisan teta< ;erdiriG
dikatakan lagi: F+ang dise;ut ilmu yaitu segala a<a yang dida<at dari
u?a<an ahli ilmu0 karena mereka telah menghafal hal3hal yang ;agus
dari hasil <endengarannya dan mengu?a<kan yang ;agus itu dari
hafalan terse;utG saya mendengar u?a<an Syaikhul &stadz :ainul
%slam yang terkenal dengan gelar Adi;ul Mukhtar : )ilal ;in +asar
;erkata : F*ulihat "a;i sa=. Mengemukakan se<atah ilmu dan
hikmah ke<ada saha;at ;eliau0 lalu usulku: F+a $asulullah0 ulangilah
untukku a<a yang telah tuan sam<aikan ke<ada merekaG ;eliau
;ertanya ke<adaku : Fa<akah engkau ;a=a ;>t>l da=atKG ja=a;ku :
FtidakG ;eliau<un lagi ;ersa;da : F4h )ilal0 janganlah engkau
;er<isah dari ;>t>l da=at0 karena sam<ai hari kiamat ke;agusan itu
selalu disana dan <ada yang mem;a=anyaG.
+ang mulya )asanudin ;er=asiat ke<ada Syamsuddin <utra ;eliau0
agar setia< hari menghafal sedikit ilmu dan se<atah hikmah. )al itu
mudah dilakukan0 dan dalam =aktu singkat menjadi semakin ;anyak.
%sham ;in +usuf mem;eli <ena seharga satu dinar guna men?atat a<a
$$ | P a g e

yang ia didengar seketika itu. &mur ?uku< <endek0 sedang
<engetahuan ?uku< ;anyak.
Pelajar jangan sam<ai mem;uang3;uang =aktu dan saatnya0 serta
hendaknya mengam;il kesem<atan di malam hari dan di kala se<i.
'ari +ahya ;in Muadz Ar3$azi dise;utkan : Fmalam itu <anjang0
jangan kau <>t>ng dengan tidurI dan siang itu ;ersinar ?emerlang0
maka jangan kau k>t>ri dengan <er;uatan d>saG.
Men5ambil Pelajaran ,ari Para Sese6uh
)endaknya <elajar ;isa mengam;il <elajaran dari <ara sese<uh dan
men?e?a< ilmu mereka. Tidak setia< yang telah ;erlalu ;isa
dida<atkan kem;ali0 se;agaimana yang dikemukakan >leh &stadz
Syaikhul %slam dimsa tua ;eliau : Banyaklah >rang3>rang tua yang
agung ilmu dan keutamaannya0 saya ketemu ta<i tidak mengam;il
sesuatu yang ;aik dari <adanya0 maka atas kele=atan terse;ut0
ku;erkata dalam mengu;ah satu ;ait syiir di;a=ah ini:
"ayang seribu sayang# aku terlambat dan tak mendapat
*papun yang pana dan terlewat# tak mesti bisa didapat
Ali ra ;erkata : .ikalau kamu menghada<i suatu <erkara0 maka
tekunilah iaI ;er<aling dari ilmu Allah itu ?uku< akan mem;uat hina
dan menyesalI m>h>nlah <erlindungan Allah di =aktu siang dan
malam agar tidak melakukan terse;ut diatas.
Prihatin ,an *endah ,i Mata Manusia
Pelajar harus sanggu< menanggung derita hidu< yang ter<andang
rendah di mata manusia0 selama menuntut ilmu0 karena se>rang
murid itu harus ;er?um;u rayu dengan guru0 temannya dan juga
>rang3>rang lain untuk mengam;il <elajaran dari mereka.
Ada dikatakan : ilmu itu mulya tak ;er?am<ur hina0 dan tak dida<ati
hanya le=at kehinaan tak ;er?am<ur kemulyaanG @maksudnya
dida<at dengan <enuh derita yang ter<andang rendah dimata
manusiaA.


$2 | P a g e

4rang ;erkata :
(ulihat kamu# ingin supaya mulya dirimu
Tak bakal bisa# ke&uali dengan tundukkan na)sumu


%ASA& BI : 9A*A PA,A MASA B'&A:A*
9ar"
'alam masalah =ar>0 se;agian ulama meri=ayatkan hadist dari
$asulullah sa=. : FBarang sia<a tidak ;er;uat =ar> =aktu ;elajarnya0
maka Allah mem;erinya ujian dengan salah satu tiga <erkara :
dimatikan masih ;erusia muda0 ditem<atkan <ada <erkam<ungan
>rang3>rang ;>d>h atau dijadikan <enga;di sang <eja;atG. .ikalau
mau mem;uat =ar> maka ilmunya le;ih ;ermanfaat0 ;elajar<un
mudah dengan ;anyak3;anyak ;erfaedah.
Termasuk ;er;uat =ar> adalah memelihara dirinya jangan sam<ai
<erutnya kenyang amat0 terlalu ;anyak tidur dan ;anyak
mem;i?arakan hal yang tak ;ermanfaat.
'an menyingkiri makanan masak di <asar jika mungkin karena
makanan ini le;ih mudah terkena najis dan k>t>r0 jauh dari dzikrillah0
;ahkan mem;uat lengah dari Allah0 juga >rang3>rang fakir
mengetahui sedang tidak mam<u mem;elinya yang akhirnya ;erduka
lara0 sehingga ;erkahnya<un menjadi hilang karena hal3hal terse;ut.
Suatu hikayat0 syaikhul .alil Muhammad %;nul Fadl di =aktu masa
;elajarnya0 adalah tidak <ernah makan makanan <asar. Ayahnya
sendiri se>rang dusun yang selalu mengiriminya setia< hari jumat.
Pada suatu hari0 sang ayah mengetahui ada r>ti <asar di kamar
muhammad. %a<un marah0 dan tidak mau ;er;i?ara dengan sang
<utra. Muhammad matur dan katanya : saya tidak mem;eli r>ti itu
dan memang tidak mau memakannya0 teta<i itu <em;erian temanku0
ayah. .a=a;nya : ;ila kau ;erhati3hati dan =ar> nis?aya temanmu
takkan sem;arangan mem;erikan r>ti se<erti itu. 'emikianlah
<elajar3<elajar zaman dulu ;er;uat =ar> dan ternyata ;anyak3
;anyak ;isa mem<er>leh ilmu dan mengajarkannya0 hingga
keharuman nama mereka teta< a;adi sam<ai kiamat.
$3 | P a g e

Ada se>rang zuhud ahli fiBh ;er=asiat ke<ada se>rang murid: .agalah
dirimu dari ghi;ah dan ;ergaul dan ;ergaul dengan >rang yang
;anyak ;i?aranya. Lalu katanya lagi : >rang yang ;anyak ;i?ara itu
men?uri umurmu dan mem;uang sia3sia =aktumu.G
Termasuk =ar> lagi hendaknya menyingkiri kaum <erusak0 maksiat
dan <enganggur0 se;a; <erkum<ulan itu mem;a=a <engaruh.
Menghada< ki;lat =aktu ;elajar0 ;er?erminkan diri dengan sunah
"a;i0 m>h>n did>akan >leh <ara ulama ahli ke;ajikan dan jngan
sam<ai terkena d>a tidak ;aiknya >rang teraniaya kesemuanya itu
termasuk =ar>.
Men5hada6 -iblat
Suatu hikayat.
Ada dua >rang <ergi merantau untuk men?ari ilmu. Mereka<un
;elajar ;ersama3sama. Setelah ;erjalan ;ertahun3tahun0 mereka
kem;ali <ulang. Ternyata satu alim0 sedang satunya lagi tidak.
*emudian <ernyataan ini menarik <erhatian <ara ulama ahli fiBh
daerah terse;ut0 lalu mereka ;ertanya ke<ada dua >rang tadi0
mengenai <er;uatannya =aktu sedang mengulang sendiri
<elajarannya dan duduknya di =aktu ;elajar. Atas hasil <ertanyaan
itu0 mereka mengetahui ;ah=a >rang alim tadi setia< mengulang
<elajarannya selalu menghada< Bi;lat dan k>ta di mana ia menda<at
ilmu. Ta<i yang tidak alim0 justru mem;elakanginya. 'engan
demikian ahli fiBh dan <ara ulama se<akat ;ah=a >rang yang
menjadi alim tadi adalah atas ;erkahnya menghada< Bi;lat se;a; itu
dihukumi sunah0 ke?uali ;ila ter<aksa. 'an ;erkah >rang3>rang
muslimin disana0 se;a; k>ta terse;ut tidak <ernah kese<ian dari
>rang3>rang i;adah dan ;er;uat ke;ajikan. +ang jelas0 untuk setia<
malam <asti ada =alau<un satu >rang ahli i;adah yang mend>akan
ke<adanya.
Perbuatan Adab ,an Sunnah
Pelajar hendaknya tidak menga;aikan <er;uatan3<er;uatan yang
;erstatus ada; kes><anan0 dan amal3amal kesunahan. Se;a; sia<a
yang menga;aikan ada; menjadi tertutu< dari yang sunah0 yang
menga;aikan sunah tertutu< dari fardlu0 dan ;erarti tertutu< dari
$7 | P a g e

ke;ahagiaan akhirat. Se;agian ulama ;erkata: FSe<erti hadist dari
$asulullah sa=.G
)endaknya <ula ;anyak3;anyak melakukan shalat dengan khusu
se;a; dengan ;egitu akan le;ih memudahkan men?a<ai kesuksesan
;elajar. Syiir gu;ahan Syaikhul .alil Al3)ajjaj "ajmuddin &mar ;in
Muhammad An3"asafi di;a=akan untukku:
$adilah engkau# pengamal perintah penjaga larangan
$agalah selalu# ibadah shalat terus-terusan
+elajarilah ilmu "yariah sesungguh hati
+%h%nlah inayah dengan yang su&i
(au kan menjadi ahli agama yang mengay%mi
M%h%nlah agar kuat hapalan pada ilahi
Demi &intamu )i )adlihi
Dialah *llah# sebagus-bagus yang melindungi
3mar *n-nasa)i berkata /
Taatlah engkau# sesungguh hati jangan malas diri
engkau semua# ke sisi Tuhan kan kembali
2rang yang bagus# yang pendek tidur di malam hari
(arena itu# berbuat tidur agar di singkiri
Pelajar hendaknya selalu mem;a=a ;uku untuk di<elajari. Ada
dikatakan : FBarangsia<a tak ada ;uku di sakunya0 maka tak ada
hikmah di hatinya.G Lalu ;uku itu hendaknya ;er=arna <utih. .uga
hendaknya mem;a=a ;>t>l da=at0 agar ;isa men?atat segala
<engetahuan yang di dengar. Se;agaimana di atas telah kami
kemukakan )adist ri=ayat )ilal ;in +asar.

%ASA& BII : .A&>.A& /A() M'MB+AT .A%A& ,A( M+,A. &+PA
Bebera6a Sebab Kuat .afalan
+ang <aling kuat menye;a;kan mudah hafal adalah kesungguhan0
k>ntinuitas0 mengurangi makan dan shalat di malam hari. Mem;a?a
Al3(uran termasuk <enye;a; hafalan sese>rang0 ada dikatakan :
FTiada sesuatu yang le;ih ;isa menguatkan hafalan sese>rang0
ke?uali mem;a?a Al3(uran dengan menyimak. FMem;a?a Al3(uran
yang dilakukan dengan menyimak itu le;ih utama0 se;agaimana
$8 | P a g e

sa;da "a;i sa= : FAmalan umatku yang <aling utama adalah
mem;a?a Al3(uran dengan menyimak tulisannya.G
Syaddad ;in )akim <ernah ;ermim<i ketemu temannya yang mati0
lalu ;ertanya: FPer;uatan a<akah yang engkau rasakan le;ih
;ermanfaatK .a=a;nya : Fmem;a?a Al3(uran dengan menyimak
tulisannya.G
Termasuk <enguat hafalan lagi0 yaitu =aktu mengam;il ;uku
;erd>a:
Bimillahi 1asubhanall"hi 1alhamdulillahi 1ala illaha illall"hu
1all"hu akbar 1ala haula 1ala ku11ata illa billahil aliyyil azhimil
ajijil alimi adada kulli harfin kutiba 1ayuktabu abadal abidina
1adahr"ddahirina0
Artinya : @'engan menye;ut Asnma Allah0 Maha su?i Allah0 segal <uji
milik Allah dan tiad tuhan selain Allah yang Maha Agung0 tiada daya
dan kekuatan selain atas <ert>l>ngan Allah +ang Maha Mulya Agung
Luhur Lagi Mah Mengetahui0 se;anyak huruf yang tertulis dan akan di
tulis0 ;era;ad3a;ad dan se<anjang masaA. 'an setia< selesai menulis
;erd>a : Amantu ;illahil =ahidi =ahdahu lasyarika lahu =aka<artu
;ima si=ahu.
Artinya: @Aku ;eriman ke<ada Allah +ang Tunggal0 Maha !sa0
;erkesendirian tiada teman dalam ketuhanna"ya0 dan saya hindari
dari ;ertuhan ke<ad selain"ya.A
'an dengan ;anyak mem;a?a shala=at "a;i sa=. *arena
shala=atlah yang menjadi dzikir seluruh alam. Syiir dise;utkan :
*ku lap%rkan kepada ki 5aki7 ha)alanku lemah
Ia menunjuki# agar kutinggal laku maksiat
Ha)alan itu# sebagai anugrah dari sisi Tuhan
2rang yang maksiat tak diberi anugrah dari Tuhan
Bersi=ak0 minum madu0 makan kandar @kemenyan <utihA0 ;er?am<ur
gula dan menelan ;uah za;i; merah 6 ;utir setia< hari0 kesemuanya
da<at mem<ermudah hafal lagi da<at meng>;ati ;er;agai ma?am
<enyakit. Segala sesuatu yang ;isa mengurangi <elendiran dahak dan
mengurangi <elemakan kulit ;adan yang diaki;atkan terlalu ;anyak
$; | P a g e

makan0 adalah juga ;isa mem<erkuat hafalan. Sesuatu yang
mem<er;anyak lendir dahak0 akan mem;uat >rang jadi <elu<a.
Penyebab &u6a
Penye;a; lu<a adalah laku maksiat0 ;anyak d>sa0 gila dan gelisah
karena urusan dunia. Se<erti telah kami kemukakan di atas0 ;ah=a
>rang yang ;erakal itu jangan tergila3gila dengan <erkara dunia0
karena akan mem;ahayakan dan sama sekali tidak ada manfaatnya.
#ila dunia tak le<as dari aki;at kegela<an hati0 sedang gila akhirat tak
le<as dari aki;at hati ;er?ahaya yang akan tersakan di kala shalat.
*egilaan dunia akan menghalangi ;er;uat ke;ajikan0 teta<i kegilaan
akhirat akan mem;a=a ke<ada amal ke;ajikan. Mem;uat dirinya
terlena melakukan shalat dengan khusu dan mem<elajari ilmu
<engetahuan itu da<at menghilangkan keka?auan dalam hati0
se;agaimana terse;ut di dalam gu;ahan Syaikhul %slam "asrhr %;nul
)asan Al3Marghi;ani :
+%h%nlah inayah# %h 1asr putra *l-Hasan
3ntuk men&apai ilmu yang tersimpan
Hanya itu# yang bisa membuang duka
"elain itu# jangan per&aya
Syaikhul %mam "ajmuddin &mar ;in Muhammad An3"asafi dalam
menyifati jariyah &mmi =aladnya0 tergu;ah ;e;era<a ;ait syiir :
"alamku buat si dia# yang membuatku terpes%na karena lembut
tubuhnya Halus pipinya dan giuran kerdipan matanya
"i &antik m%lek# diriku jadi tertahan# hatikupun tertawan
Hati kebingungan# bila bermaksud tuk menggambarkan
*ku berkata / tinggalkan daku# maa)kan aku
(arena kusibuk membuka jalan dan menuntut ilmu
"elama aku men&ari utama dan taqwa
Tak perlu lagi# rayuan si &antik dan harum baunya
Se;a;3se;a; yang mem;uat mudah lu<a0 yaitu makan ketum;ar0
;uah a<el masam0 melihat sali;0 mem;a?a tulisan <ada ku;uran0
;erjalan disela3sela unta terakit0 mem;uang ke tanah kutu yang
masih hidu<0 dan ;er;ekam <ada tengkuk ke<ala. Singkirilah itu
semua0 karena mem;uat >rang jadi <elu<a.

2< | P a g e

%ASA& BIII : .A&>.A& /A() M'(,ATA()KA( *ICKI ,A(
M'(:A+.KA( ,A( /A() M'MP'*PA(:A() +SIA S'*TA /A()
M'MATA()
Saran 'Dtern +ntuk Belajar
*emudian dari <ada itu0 sudah semestinya <elajar ;utuh makanan.
'engan demikian0 <erlulah mengetahui hal3hal a<a yang da<at
mendatangkannya se?ara le;ih ;anyak0 mengetahui hal3hal yang
menye;a;kan <anjang usia dan ;adan sehat. Agar dengan ;egitu0
;isa mem<ertahankan k>nsentrasi ;elajarnya. &ntuk ke;utuhan3
ke;utuhan terse;ut0 telah ;anyak <ara ulama yang menyusun
kita;nya. 'isini hanya akan kami kemukakan dengan singkat saja.
Pendatan5 *izki
$asulullah sa= ;ersa;da : H)anyalah d>a yang meru;ah taBdir0 dan
hanyalah ke;aktian yang ;isa menam;ah usia. 'an sesungguhnya
lantaran <er;uatan d>sanya0 rizki sese>rang menjadi tertutu<.
Terutama ;er;uat dusta adalah mendatangkan kefakiran0
se;agaimana dalam hadist lain0 se?ara khusus telah dikemukakan.
'emikian <ula0 tidur di <agi hari dan ;anyak tidur0 keduanya
mengaki;atkan kemelaratan harta. 'an juga kemelaratan ilmu.
Penyair ;erkata:
(ebahagian hati terletak pada memakai sandangan
Tidak mengantuk# jadi kun&inya ilmu terkumpulkan
ukankah kerugian# jikalau telah bermalam-malaman
Tanpa man)aat umur berjalan
$agalah di malam hari# mungkin di sini tiba petunjukmu
erapa malam engkau tidur melulu
"edang umurmu ikut berlalu
Tidur dengan telanjang0 ken?ing dengan telanjang0 makan dalam
keadaan junu; atau sam;il ;ertelekan0 mem;iarkan sisa makanan
;erserakan0 mem;akar kulit ;eram;ang atau dasun0 menya<u lantai
dengan kain0 atau di =aktu malam0 Mem;iarkan sam<ah ;erserakan
meng>t>ri rumah0 le=at di de<an <ini se<uh0 Memanggil >rang tua
tan<a gelar @se<erti <ak0 mas0 dan se;againya.A mem;ersihkan sela
gigi dengan ;enda kasar0 melumurkan de;u atau de;u <ada tangan0
duduk di ;eranda <intu0 ;ersandar <ada daun <intu0 ;er=udhu di
21 | P a g e

tem<at >rang istirahat0 menjahit <akaian yang sedang di <akai0
menyeka muka dengan kain0 mem;iarkan sarang le;ah ;erada
dirumah0 meringankan shalat0 ;ergegas keluar masjid setelah shalat
Shu;uh0 <ergi ke <asar <agi3<agi0 mem;eli makanan dari <eminta3
minta0 mend>akan ;uruk ke<ada anak0 mem;iarkan =adah tidak
tertutu<i0 mematikan lam<u dengan meniu<0 kesemuanya itu da<at
mendatangkan ke<akiran se;agaimana yang diterangkan dalam
atsar.
'an Lagi : Menulis dengan <ena rusak0 menyisir dengan sisir yang
rusak0 tidak mau mend>akan ;agus ke<ada >rang tua0 memakai
ser;an sam;il ;erdiri0 memakai ?elana sam;il duduk0 kikir0 terlalu
hemat0 atau ;erle;ih3le;ihan dalam mem;elanjakan harta0
;ermalasan dan menunda atau menye<elekan suatu urusan
semuanya mem;uat fakir sese>rang. $asulullah sa= ;ersa;da :
F)im;aulah datangnya rizki dengan ?ara ;ersedekah.G
Bangun <agi3<agi itu di ;erkahi dan mem;a=a ;er;agai ma?am
kenikmatan0 khususnya rizki. Bisa menulis ;agus itu adalah <intu rizki.
Air muka ;erseri dan tutur kata manis akan menam;ah ;anyak rizki.
'ise;ut dari Al3)asan ;in Ali ra.: FMenya<u lantai dan men?u?i
=adah0 menjadi sum;er kekayaanG.
Penye;a; terkuat untuk mem<er>leh rizki adalah melakukan shalat
dengan rasa tadzim0 khusu0 dengan menyem<urnakan segala rukun0
=aji;0 sunah dan ada;nya. 'emikian <ula melakukan shalat dhuha0
se<erti yang telah dikenal. .uga mem;a?a surat =aBiah0 khususnya
di malam hari se=aktu >rang tertidurI mem;a?a surat Al3Mulk0 Al3
Muzammil0 Al3lail dan Al3insyirahI telah datang di mesjid se;elum
dikumandangkan adzanI selalu su?iI melakukan shalat sunat se;elum
shu;uhI dan melakukan shalat =itir di rumah0 lalu jangan ;er;i?ara
urusan dunia sesudahnya dilakukan.
Termasuk <enye;a;nya lagi0 yaitu jangan terlam<au ;anyak ;ergaul
dengan =anita0 ke?uali ;ila ada ke<erluan yang ;aik.
.angan <ula >m>ng k>s>ng yang tidak ;erguna untuk agama dan
dunianya. Ada dikatakan : Fsia<a yang tersi;ukkan >leh <er;uatan
yang tan<a guna ;agi dirinya.G Maka yang semestinya akan ;erguna
menjadi terle=at darinya. FBazarjamhar ;erkata: FBila melihat >rang
yang ;anyak ;i?ara0 <er?ayalah ia telah gila.G
2 | P a g e

Ali ra telah ;erkata : FBila telah sem<urna akal <ikiran0 maka
menguranglah u?a<an.G Pengarang kita; ;erkata : kugu;ah syiir
yang ;ersesuaian dengan mana <erkataan itu:
$ikalau %rang berakal sempurna# sedikitkan bi&ara
ila se%rang banyak bi&ara
Dialah t%l%l yakini dia
'ain %rang berkata /
i&ara adalah hiasan# diam itu keselamatan
ila kamu berbi&ara# makanya jangan berlebihan
lantaran diam# engkau menyesal# tapi sekali
karena %m%ng# kamupun menyesal berkali-kali
'iantara <er;uatan yang menam;ah rizki lagi0 adalah mem;a?a d>a
di =aktu antar ter;it fajar hingga masuk =aktu shalat. '>anya yaitu :
Subhannallahil 1abihamdihi asta5firullahu 1a atubu ilaihi0 1<< D
Artinya : @Maha Su?i Allah Maha Agung0 Maha Su?i Allah dan dengan
<ujin3"ya0 kum>h>n am<unan dan ;ert>;at ke<ada3"yaA ;erulang
77 kali.
Setia< <agi dan <etang mem;a?a d>a : &aillaha illallahul malikul
ha44ul mubin0 1<< D


@Tiada Tuhan selain Allah0 $aja yang Benar dan Maha .elasA ;erulang
77 kaliI

Tia<3tia< sesudah <ajar dan magri; ;erd>a : Al>.amdulillahi
1asubhanall"hi 1ala ilaha illallah. ## D

@Segala <uji ;agi Allah0 Maha su?i Allah dan tiada tuhan selain AllahA
;erulang 33 kali. sesudah shalat shu;uh mem;a?a istigfar 97 kaliI
mem<er;anyak u?a<an : &ahaula 1ala ku11ata illa billahil aliyyil
adzim

@Tiada daya dan kekuatan melainkan dari <ert>l>ngan Allah yang
Mha Mulya Lagi Maha AgungA beserta shala1at (abi sa10
2# | P a g e

'i hari jumat mem;a?a :

Allahumma a5nini bihalalika anhar"mika 1akfini bifadlika aman
si1aka 7<D

@+a Allah ?uku<kan aku dengan yang halal dari yang haram0 ?uku<ilah
aku dengan anugrahmu dari<ada selain *amuA ;erulang 97 kaliI

setia< siang dan malam0 mem;a?a <ujian :

Antallahul ajijul hakim antallahul malikul kuddusu antallahu
halimul karimu antallahu kh"likul kh"iri 1a syarri antallahu kh"likul
jannati 1an nari alimul 5h"ibi 1asyahadati alimus syirri 1a akhfa
antallahul khabirul mutaalu antallahu kh"liku khulli syaiin 1ailaihi
yaudu kulli syaiin antallahu dayyanu yaumiddinni lam tajal 1ala
tajalu antallahu lailla hailla anta antallahul ahadhus shamadu lam
yalid 1alam yulad 1alam yakul lahu khufu1an ahad antallahu
laillaha illa antar r"hmanur r"himu antallahu laillaha illa antal
kh"likul bariul mush"11iru lahul asmaul khusna yusabbihu lahu
ma fissama1ati 1al ardhi 1ahu1al ajijul hakim0

Penambah +sia
'iantara se;a; usia menjadi <anjang0 ialah ;er;uat ;akti0 menyingkiri
<er;uatan yang menyakitkan >rang lain0 mengh>rmati sese<uh dan
;ersilatu rahmi. 'emikian <ula0 di setia< <agi dan s>re selalu
mem;a?a : Su;hanallahi milal mijani =amuntahal ilmi =ama;laghar
ridha =ajinatal arsyi =ala illaha illallahu milal mijani =amuntahal ilmi
=ama;laghar ridha =ajinatal arsyi =allahu ak;ar milal mijani
=amuntahal ilmi =ama;laghar ridha =ajinatal arsyi. @Maha su?i Allah
dengan se<enuh mijan sejauh ilmu sejauh ridha setim;ang arasy0
tiada tuhan selain Allah dengan se<enuh mizan sejumlah ilmu sejauh
ilmu setim;ang arasy0 dan Allah Maha Agung dengan se<enuh mizan
sejumlah ilmu sejauh ridha setim;ang arasy ;erulang 3 kaliA
'isam<ing itu0 hendaknya jangan mene;ang <e<>h>nan yang masih
hidu< ke?uali atas ter<aksa0 melakukan =udlu dengan sem<urna0
melakukan shalat dengan tadhim0 haji Biran dan memelihara
kesehatan.
2$ | P a g e

Kesehatan Badan
Tiada ;>leh tidak0 sese>rang harus tahu se;agian ilmu kesehatan0
dan mengam;il ;erkah dari ;e;era<a atsar mengenai kesehatan. )al
ini se;agaimana terhim<un dalam ;uku Syaikhul %mam A;ul A;;as
Al3Mustaghfiri yang ;erjudul FThi;in "a;i Sa=.G Buku ini ;isa
ditemukan >leh >rang yang mau men?arinya.

Se5ala 6uji ba5i Allah= Shala1at dan Salam sem"5a melim6ah
ke6ada ba5inda Muhammad= *asul 6alin5 utama la5i Mulia0

TAMAT