Anda di halaman 1dari 7

Dyah Pradipta, Memburu Bayi ke Rumah Sakit Bersalin

Kenangan di masa bayi tentu sangatlah indah. Sayangnya tak banyak yang mengabadikan masa-masa emas tersebut. Dyah berinovasi mengabadikan melalui scrapbook. Semua orang pasti setuju tingkah-polah anak semasa bayi selalu tampak lucu menggemaskan. Tidak jarang orang tua yang telaten ingin berusaha mengabadikan saat-saat indah bersama si buah hati dalam bentuk foto dan menyimpannya sebagai album kenangan. Sayangnya tidak banyak yang mempunyai cukup waktu luang merawat atau menjadikan kumpulan foto tersebut menjadi lebih menarik dan mengesankan. Di luar negeri telah lama berkembang seni menata foto dengan hiasan-hiasan serta memorabilia atau kalimat-kalimat yang dapat lebih menguatkan kesan atau dikenal dengan istilah scrapbook. Hiasannya menggunakan berbagai kertas, sticker, serta hiasan lain agar tampak lebih indah dan menarik. Malahan bahan-bahan kertas serta hiasannya sengaja dipilih dari bahan berjenis khusus bebas asam agar foto-foto tidak lekas memudar atau menjadi kuning. Ini tujuannya tidak lain supaya menjadi dokumentasi jangka panjang dan bisa diwariskan turuntemurun. Maka tidaklah heran di luar negeri-- seperti penuturan Dyah Pradipta Ningtyas yang kurang lebih dua tahun menggeluti secara serius usaha ini-- setiap tahun keluar katalog berbagai kertas dan sticker scrapbook berdasarkan seri-seri tertentu. Orang kita sebenarnya punya kecenderungan menyukai foto. Cuma setelah ditaruh di album, ditumpuk begitu saja sampai debuan, tidak pernah dibuka, ujar Dyah. Untuk itu ia berusaha menyadarkan masyarakat agar lebih menghargai benda kenangan itu. Dengan membuatnya lebih menarik pasti orang juga selalu tertarik melihat-lihat. Karena ada cerita yang bisa dibaca, kesannya lebih dalam, imbuhnya. Usaha yang terbilang baru dan unik tersebut sejatinya berawal dari kegemarannya membuat kliping mengenai berbagai artikel yang menarik. Hobi mengkliping tulisan akhirnya beralih ketika anaknya lahir dengan mengumpulkan foto-foto ke dalam album lalu ditambahkannya hiasan dan cerita yang berkaitan dengan tumbuh kembang Athiyya, putrinya. Di sela-sela kesibukan bekerja sebagai seorang asisten manajer sebuah perusahaan supplier sebuah oil company ternyata ia sempat belajar scrapbook melalui internet. Walaupun dalam praktek awal masih menggunakan kertas seadanya, seperti kertas kado, askuro, album foto buatannya telah dipuji orang dan banyak teman-temannya yang minta dibuatkan. Setelah melihat peluang, makin lama akhirnya timbul keinginan menekuni usaha secara serius. Maka ia coba-coba membeli bahan, kertas, sticker, pesan melalui internet. Awalnya tidak sampai 100 dollar dan ternyata dikirim sampai ke alamat, tuturnya. Setelah mantap dan merasa cukup modal Dyah bahkan memutuskan keluar dari pekerjaannya. Tapi setelah dijalankan ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, akunya. Pertama kali mengurus bisnis apa lagi merupakan jenis yang baru dan masih jarang dikenal orang bukan sesuatu yang mudah. Beberapa kali mengaku sempat kejeblos dan harus jatuh-bangun, ia

bahkan pernah bimbang antara meneruskan usaha atau kembali melamar kerja. Kini ia telah banyak belajar dari pengalaman dan mengaku yakin dengan bisnis jasa scrapbook tersebut. Semula produk yang ditawarkan adalah satu paket album scrapbook besar terdiri sekitar 20 lembar dengan harga Rp 1,5 juta. Selanjutnya Dyah mulai mengembangkan variasi dengan membuat bentuk yang lebih kecil, simple dengan harga lebih murah. Umpamanya scrapbook dalam bentuk pigura sebagai hiasan dinding Rp 375 ribu serta buku akordion yang lembarannya dilipat-lipat seperti akordion Rp 275 ribu. Frame harganya memang sudah mahal. Bingkainya dibuat 3 dimensi agar foto tidak menempel di kaca sehingga tidak cepat rusak karena panas, paparnya. Dengan harga premium, logikanya ia akan mudah mendapatkan pelanggan jika dengan menyebarkan brosur di perumahan-perumahan elit. Ternyata hasilnya tidak seperti itu. Tidak semua orang yang banyak duit lantas peduli akan foto-foto. Demikian pula saat pengalaman ikut dalam pameran kerajinan ia mendapati pengunjung pameran terlalu umum sifatnya. Ibarat orang mau memancing tetapi tidak jelas targetnya apa, ujarnya. Maka seterusnya ia lebih merasa cocok langsung fokus membidik paket bayi hingga umur satu tahun dengan mendatangi setiap RS bersalin. Upayanya tidak sia-sia, sekarang setiap hari ia sibuk mengerjakan pesanan dengan dibantu seorang karyawan. Meskipun tetap berkonsentrasi dengan paket yang diperuntukkan bagi bayi lahir hingga berumur satu tahun namun dalam prakteknya Dyah flexible dalam menerima permintaan. Scrapbook, menurutnya cukup pantas dijadikan hadiah saat ulang tahun atau pernikahan yang ekslusive, sebagai benda kenangan-kenangan yang diberikan kepada atasan menjelang pensiun, atau bahkan pada saat kematian anggota keluarga dengan dibuatkan foto yang sebagus mungkin. Biasanya konsumen lama sekali minta dibikinkan, seterusnya pasti ada saja yang ingin dibikin lagi. Setelah membuat untuk anak pertama, lalu nanti berlanjut ke anak kedua, dan lain-lain, ungkapnya. Lama pengerjaan asalkan semua bahan telah siap memakan waktu paling-paling dua hari. Namun pada saat melayani order Dyah juga berlaku luwes. Contoh kasus konsumen minta scrapbook bagi anaknya yang baru tiga bulan, maka ia cukup minta dikirimkan data-data melalui email atau kurir setiap bulan hingga anak itu berusia setahun. Selain foto-foto data-data yang disertakan dapat berupa gambar foto hasil USG saaat masih dalam kandungan, gelang di RS sewaktu kelahiran, potongan tali pusat, guntingan rambut yang pertama, kuku, gigi tanggal, kartu-kartu ucapan, serta lainnya. Data semakin detil lebih bagus berikut benda-benda memorabilia yang mau dimasukkan. Sebagai bisnis jasa yang bersifat personal, Dyah otomatis tidak bisa langsung membuat produk massal. Permasalahan lainnya hingga saat ini bahan kertas maupun sticker semuanya masih impor. Paling tidak belum ketemu produk lokal yang cukup bagus. Meskipun sudah populer di luar negeri, tetapi di Indonesia yang mengenal scrapbook masih terbatas. Tantangannya adalah saat memperkenalkan produk. Orang yang baru membaca kartu nama saya mengira saya berjualan album atau frame. Sulitnya saya tidak cukup menjelaskan dengan kalimatkalimat saja, jadi ke mana-mana harus bawa sample, tukas sarjana Sastra Bahasa Inggris Universitas Diponegoro itu. Dan bila semua sudah diatasi, karena tergolong karya seni maka tinggal bagaimana caranya menjaga ide kreatif jangan sampai macet. Beberapa Langkah Memulai Bisnis Scrapbook:

Peralatan yang dibutuhkan adalah - Satu set komputer + printer. Lebih bagus lagi bila dilengkapi pula mesin scanner sewaktu-waktu diperlukan. - Sediakan pula perlengkapan lain seperti gunting, lem, alat tulis dan sebagainya. - Persediaan bahan. Meskipun jumlahnya tidak perlu berlebihan, pembelian impor biasanya dikenai minimum order. Terdapat beberapa produk lokal sebagai alternatif asalkan lebih selektif. - Selanjutnya tinggal ide kreatif Anda masing-masing. Sebagi bahan pendukung referensi, baik sediakan juga kumpulan puisi, glosaria, dan lain-lain.

SCRAPBOOKING
Sejak berabad-abad yang lalu sebenarnya seni scrapbooking telah dikenal khalayak banyak. Seni scrapbooking dikenal karena kita semua menyukai kenangankenangan dari masa lalu kita. Masa kecil, remaja, saat kuliah, pacaran, menikah, bahkan setelah kita memiliki anak. Kita semua ingi mengambil foto tema-teman dan keluarga kita karena sangat sering kita tidak dapat menghabiskan waktu sebanyak yang kita inginkan dengan mereka. Scrapbooking menjadi cara yang mengagumkan untuk menjaga kenangan tersebut dengan cara-cara khusus. Ini adalah cara untuk menangkap momen berharga yang dihabiskan bersama-sama dalam sebuah jurnal fotografi pribadi yang dapat kita jadikan sebagai dekoratif yang diinginkan.

Contoh scrapbook pertama buatan cmie Sebenarnya latar belakang scrapbooking mulai dikenal sejak dikeluarkannya buku berjudul Manuscript Gleanings & Literary Scrap Book pada tahun 1826 oleh Jhon Poople. Buku tersebut memuat gabungan dari koleksi puisi dan tulisan, juga termasuk didalamnya petunjuk bagaimana mengumpulkan dan cara menata scraps.

Pertama kali scrapbooks di buat dengan menggunakan bunga kering yang sudah di pres, potongan kertas, shilhuet, puzzles, bulu dan puisi serta barang lain yang menarik. Scrapbooking dapat juga digunakan sebagai kegiatan berkumpul, bersama teman atau keluarga untuk membuat layouts foto baik di rumah, toko scrapbook atau pada suatu pameran sehingga menimbulkan komunitas baru di masyarakat modern, selain komunitas hobi lainnya yang sudah ada. Scrapbooking semakin banyak digemari masyarakat Amerika dan Eropa awal tahun 1900 dimana pada saat ekonomi mulai tumbuh kembali setelah krisis ekonomi akibat perang dunia. Maka dari itu kemudian dikenal Scrap Mania pada kalangan masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas bersamaan dengan itu semakin pesat pula tumbuhnya bisnis peralatan dan perlengkapan scrapbook. Saat ini, scrapbook telah berkembang dan dikenal bukan hanya di Amerika dan Eropa tetapi juga di negara tetanggan seperti Singapore. Namun, di Indonesia sendiri scrapbooking masih belum banyak dikenal masyarakat. Scrapbook berdasarkan latar belakangnya adalah sebuah buku yang berisi sejumlah foto beserta catatan atau cerita dari seseorang atau keluarga baik itu tentang sesuatu tradisi keluarga, kenangan yang senang atau sedih. Scrapbook dapat menyimpan kisah sejarah keluarga dari satu generasi ke generasi selanjutnya sedangkan scrapbooking mempunyai arti sendiri yaitu suatu hobi dari kerajinan berbahan dasar kertas/ paper craft yang berisi antara lain foto suatu peristiwa/kegiatan, foto kenangan, dan cerita, tulisan menjadi satu kesatuan halaman yang kemudian disebut keep shake album.

Scrapbook kenangan Biokimia 44 (dari bekas laporan dan pita bekas) Kata scrapbooking atau menempel dan menghias foto pada media kertas sebenarnya berasal dari kata scrap yang artinya barang sisa. Namun, sekarang scrapbook berkembang menjadi karya kreatif yang tak hanya dibuat dari bahan sisa. Demi mendapat kualitas yang maksimal dan tahan lama, sekarang lebih banyak scrapbook yang dibuat dari bahan kertas impor dan juga aneka pernakpernik jadi beragam bentuk dan warna. Scrapbooking telah menjadi salah satu hobi terbaik bagi orang untuk dilakukan ketika mereka berada di rumah dan melakukan scrapbooking dengan kreatif. Berarti semua foto-foto tua sekarang dapat diambil dari kotak dan laci untuk dipilah dan dikenang selamanya dengan cara terbaik dan itu sangat mungkin dilakukan setiap orang.

Isi album Biokimia 44 (dari bungkus kado, potongan majalah dan pita bekas) Jika ditekuni, scrapbooking tak hanya jadi sekedar hobi, tapi bisa juga menjadi sumber penghasilan potensial. Berminat menjadi scrapbooker?

Scrapbooking adalah metode untuk melestarikan sejarah pribadi dan keluarga dalam bentuk lembar memo. Memorabilia khas termasuk foto-foto, media cetak, dan karya seni. Scrapbooking adalah hobi dipraktekkan secara luas di Amerika Serikat. SEJARAH Pada abad ke-15 , buku-buku yang umumnya populer di Inggris muncul sebagai cara untuk mengumpulkan informasi yang meliputi resep , kutipan , surat , puisi dan lain lain. Album Persahabatan menjadi populer di abad ke-16 . Album ini digunakan seperti buku tahunan modern, di mana teman-teman atau pelanggan akan memasukkan nama mereka , judul dan teks singkat atau ilustrasi atas permintaan pemilik album. Album ini sering dibuat sebagai souvenir wisata Eropa dan akan berisi memorabilia lokal termasuk lambang atau karya seni oleh seniman lokal .

Mulai tahun 1570, tren memasukkan piring berwarna yang menggambarkan adegan populer seperti kostum Venesia atau Karnaval adegan . Opsi ini disediakan terjangkau dibandingkan dengan karya-karya asli dan dengan demikian piring ini tidak dijual untuk memperingati atau dokumen peristiwa tertentu , namun secara khusus sebagai hiasan untuk album. Pada 1775 , James Granger menerbitkan sejarah Inggris dengan beberapa halaman kosong di akhir buku ini. Halaman-halaman yang dirancang untuk memungkinkan buku pemilik untuk mempersonalisasi buku dengan memorabilia sendiri. Praktek ukiran paste, litograf dan ilustrasi lain ke dalam buku atau bahkan mengambil bukubuku lain secara terpisah dan memasukkannya sebagai materi baru dan rebinding mereka menjadi dikenal sebagai extra Ilustrasi atau grangerizing. Selain itu, album persahabatan dan buku tahunan sekolah diberikan gadis-gadis di abad 18 dan ke-19 digunakan untuk berbagi keterampilan sastra mereka dan membiarkan anak perempuan berkesempatan untuk mendokumentasikan pribadi catatan sejarah mereka sendiri yang sebelumnya tidak tersedia untuk mereka .

Foto-foto berikut ini menunjukkan beberapa halaman dari Memorial of Friendship memo disimpan oleh Anne Wagner, seorang wanita Inggris, antara 1795 dan 1834. Dia berasal dari lingkaran sosial yang sama seperti penyair Percy Bysshe Shelley. Scrapbook Anne Wagner termasuk halaman dia menciptakan, serta kontribusi dari teman dan kerabat. Scrapbook berisi puisi tulisan tangan, catatan yang ditinggalkan oleh teman-teman dan kerabat, dan sesuatu yg tdk kekal decoupage seperti kunci rambut, kliping kertas hias, pita, dan sketsa cat air rinci. Marielen Christensen dari Fork, Spanyol. Dia mulai merancang halaman kreatif untuk foto kenangan keluarganya , memasukkan halaman terakhir menjadi pelindung lembar dikumpulkan dalam binder 3 cincin . Pada tahun 1980 , ia telah berkumpul lebih dari lima puluh dan diundang untuk menampilkannya di Konferensi Rekor Dunia di Salt Lake City. Marielen dan suaminya AJ menulis dan menerbitkan buku how-to , Keeping Memories Alive , dan membuka sebuah toko scrapbook pada tahun 1981. Sebuah tata letak lembar memo digital menunjukkan penggunaan beragam foto. Selain untuk melestarikan kenangan , scrab book menjadi hobi yang populer di jejaring sosial. Para kolektor , yang dikenal sebagai scrappers atau scrapbookers , berkumpul dan lembar memo di rumah masing-masing , di toko scrapbook lokal, scrapbooking konvensi , pusat retret , dan bahkan di kapal pesiar dan berbagi tips dan ide-ide peserta serta menikmati outlet sosial . Industri scrapbooking berkembang dua kali lipat antara tahun 2001 dan 2004 menjadi $ 2500000000dengan lebih dari 1.600 perusahaan menciptakan produk scrapbooking pada tahun 2003 .

Banyak toko scrapbooking telah muncul dan melayani masyarakat . Toko-toko ini menyediakan semua alat yang diperlukan untuk kebutuhan setiap potongan booker itu .

Scrapbooking materials
Pasokan scrapbooking yang paling penting adalah album itu sendiri , yang dapat diikat secara permanen , atau memungkinkan untuk penyisipan halaman . Scrapbooking modern d sebagian besar berukuran 12 inci ( 30 cm ) persegi atau ukuran letter ( US Letter (8,5 x 11 inci ) atau A4 ( 210 kali 297 mm ) ) halaman. Barubaru ini , album yang lebih kecil telah menjadi populer. Format baru yang paling umum adalah 6 , 7 , atau 8 inci ( 15 , 17,5 , atau 20 cm ) persegi. Hal ini penting untuk banyak scrappers untuk melindungi halaman mereka dengan pelindung halaman.

Bahan dasar meliputi dokumen latar belakang, photo corner mounts ( atau cara lain untuk pemasangan foto seperti titik perekat , pita pemasangan foto , atau lem bebas asam ) , gunting , pemangkas kertas atau pahat , seni pena , pena arsip untuk journal , dan mounting lem ( seperti thermo tac ) . Desainhttp://dehapsa.weblog.esaunggul.ac.id/wp-admin/post-new.php yang lebih rumit membutuhkan alat yang lebih khusus seperti die cut template , stempel , craft punches, stensil , alat tinta , heat embossing tools, personal die cut machines . Banyak orang yang menikmati waktu scrapbooking akan membuat makalah latar belakang mereka sendiri dengan menggunakan alat yang disebutkan bersama deng an fancy succors bertekstur . Berbagai aksesoris , disebut sebagai hiasan , digunakan untuk menghias halaman scrapbook . Hiasan termasuk stiker , perangko, mata ikan , brads , elemen chipboard dalam berbagai bentuk , huruf alfabet , renda , kawat , kain , manik-manik , payet , dan pita. Pembuat scrapbook juga akan menggunakan kliping majalah untuk menghias halaman lembar memo mereka . Standar internasional , ISO 18902 , menyediakan pedoman khusus pada bahan yang aman untuk scrapbooking melalui persyaratan untuk album , framing , dan bahan penyimpanan . ISO 18902 mencakup persyaratan untuk foto keamanan dan kisaran pH tertentu untuk bahan bebas asam . ISO 18902 melarang penggunaan bahan berbahaya , termasuk Polivinil klorida ( PVC ) dan selulosa nitrat .