Anda di halaman 1dari 20

i

ANALISIS SISA MAKANAN DAN BIAYA SISA MAKANAN PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA MADANI PALU
Tesis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-2 Minat Utama Gizi dan Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu-Ilmu Kesehatan

Diajukan oleh : IRAWATI NIM : 07/260934/PKU/09235

Kepada PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

ii

iii

iv

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian tentang Analisis Sisa Makanan dan Biaya Sisa Makanan Pasien Skizofrenia Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Madani Palu yang merupakan salah satu syarat untuk mencapai derajat sarjana S-2 pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Utama Gizi dan Kesehatan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Dengan penuh kerendahan hati pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Prof. Dr. Hamam Hadi, M.S, Sc.D, selaku ketua Minat Utama Gizi dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada beserta seluruh staf yang telah memberikan bantuan dan bimbingan kepada penulis selama mengikuti pendidikan. 2. Yeni Prawiningdyah, SKM, M.Kes selaku pembimbing utama yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan pengarahan sejak awal hingga selesainya tesis ini. 3. R. Dwi Budiningsari, SP, M.Kes selaku pembimbing pendamping yang telah banyak membantu bimbingan dan pengarahan sejak awal hingga selesainya tesis ini. 4. Direktur RSJ Madani Palu yang telah memberikan kesempatan kepada penulis mengikuti pendidikan Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 5. Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi-Tengah, cq Badan Kepegawaian Daerah selaku penyandang dana bagi penulis dalam melanjutkan jenjang pendidikan S-2.

6. Teman - teman ahli gizi dan perawat di ruang rawat inap RSJ Madani Palu yang sangat banyak membantu dalam penelitian ini, bantuan dan kerjasamanya sangat berarti bagi penulis 7. Pasien - pasien yang dirawat di RSJ Madani yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. 8. Mama tercinta, atas kasih sayang dan doa tulus yang diberikan pada penulis. Papa (almarhum), kasih sayang, jiwa dan semangat papa menjadi teladan bagi penulis, walaupun papa telah tiada namun kehadiran papa selalu penulis rasakan di dalam hati, semoga papa mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT, amin. 9. Adik - adik tersayang, doa tulus, semangat dan motivasi sungguh berarti bagi penulis, berkumpul bersama adalah saat-saat yang paling penulis rindukan. 10. Teman - teman seperjuangan Minat Utama Gizi dan Kesehatan angkatan 2007 semoga sukses menyertai kita semua, amin. Penulis menyadari bahwa tesis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan, semoga tesis ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, Pebruari 2009

Irawati

vi

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................ . HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... . SURAT PERNYATAAN ...................................................................... KATA PENGANTAR............................................................................ DAFTAR ISI ........................................................................................ DAFTAR TABEL ................................................................................ DAFTAR GAMBAR ............................................................................ DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... INTISARI ............................................................................................ ABSTRACT ........................................................................................ BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .......................................................... B. Rumusan Masalah .................................................... C. Tujuan Penelitian ...................................................... D. Manfaat Penelitian .................................................... E. Keaslian Penelitian ................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pelayanan Gizi Rumah Sakit ........................ ............ B. Peraturan Pemberian Makanan Rumah Sakit .. . C. Pengendalian Mutu Pelayanan Makanan ................. D. Sisa Makanan ........................................................... E. Cara Penghitungan Biaya Makan ............................. F. Skizofrenia ................................................................ G. Landasan Teori ....................................................... . 8 9 11 11 14 15 17 1 5 5 5 6 i ii iii iv vi ix x xi xii xiii

vii

H. Kerangka Teori ......................................................... I. Kerangka Konsep ...................................................... J. Hipotesis ................................................................... BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ............................................... B. Waktu dan Tempat Penelitian ................................... C. Subjek penelitian ....................................................... D. Identifikasi Variabel Penelitian .................................. E. Definisi Operasional Variable .. F. Instrumen Penelitian .................................................. G. Cara Analisis Data .................................................... H. Jalannya Penelitian.................................................... I. Etika Penelitian ......................................................... J. Kesulitan dan Kelemahan Penelitian .......................... BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian.......................... B. Gambaran Umum Instalasi Gizi................................. 1. Fungsi Instalasi Gizi.............................................. 2. Standar Makanan Rumah Sakit............................. C. Hasil.......................................................................... 1. Tahap Pengambilan Responden Penelitian......... 2. Karakteristik Responden....................................... 3. Sisa Makanan Pasien........................................... 4. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Sisa Makanan ....................................................... 5. Biaya Sisa Makanan............................................ . D. Pembahasan............................................................. 1. Sisa Makanan Pasien........................................... .

18 19 19

20 20 20 21 22 24 27 27 31 31

33 33 33 35 36 36 37 39 40 44 48 48

viii

2. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Sisa Makanan........................................................... 3. Biaya Sisa Makanan................................................. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan.............................................................. 2. Saran....................................................................... DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... LAMPIRAN .......................................................................................... 62 62 64 68 50 57

ix

DAFTAR TABEL No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Halaman Reliabilitas Antar Enumerator....................................... ........... Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Sisa Nasi, Sisa Lauk Hewani, Sisa Lauk Nabati dan Sisa Sayur.............. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Sisa Buah, Sisa Snack dan Sisa Minuman................................................. Rata-Rata Biaya Sisa Makanan Per Porsi Per Hari Menurut Jenis Makanan........................................................................... Rata-Rata Biaya Sisa Makanan Per Orang............................. . Rata-Rata Biaya Sisa Makanan Menurut Cara Bayar.............. Rata-Rata Biaya Sisa Makanan Menurut Cara Bayar dan Jenis Kelamin .................................................................................... 47 44 45 46 43 41 29

DAFTAR GAMBAR No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kerangka Teori .............................................................. Kerangka Konsep .......................................................... Struktur Organisasi Instalasi Gizi RSJ Madani Palu.. Tahap Pengambilan Responden Penelitian. Karakteristik Responden.. Rata-Rata Persentase Sisa Makanan Menurut Waktu Makan............................................................................ 39 Halaman 18 19 34 37 38

xi

DAFTAR LAMPIRAN No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8 9. 10. 11. Pernyataan Kesediaan Menjadi Enumerator ................. Pernyataan Kesediaan Menjadi Responden ................. Kuesioner Penelitian ..................................................... Formulir Berat Awal Makanan ....................................... Formulir Taksiran Sisa Makanan ................................... Formulir Biaya Sisa Makanan ...................................... . Standar Porsi Makanan Biasa........................................ Keterangan Kelaikan Etik............................................... Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian.................... Siklus Menu Makanan Biasa ......................................... Daftar Kebutuhan Lauk Pauk Pasien ............................ Halaman 68 69 70 73 74 75 76 77 78 79 80

xii

INTISARI Latar Belakang : Makanan selain sebagai terapi, juga mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar. Keberhasilan penyelenggaraan makanan dikaitkan dengan adanya sisa makanan yang dapat menunjukkan belum optimalnya suatu penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Adanya sisa makanan menyebabkan biaya yang terbuang akibat sisa makanan. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis sisa makanan dan biaya sisa makanan pada pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Madani Palu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek adalah pasien skizofrenia rawat inap, mendapatkan makanan biasa, telah dipindahkan ruangan akut ke ruangan tenang 2 x 24 jam, ditempatkan pada ruangan kelas 3, dapat melakukan kegiatan makan sendiri, dengan kriteria ekslusi ada komplikasi penyakit lain yang dapat mempengaruhi nafsu makan dan mendapatkan makanan dari luar rumah sakit (n = 35). Data dianalisis secara kuantitatif dengan Chi-Square untuk melihat faktor faktor yang berhubungan dengan terjadinya sisa makanan. Sedangkan data karakteristik responden dan biaya makanan yang hilang dari sisa makanan dianalisis secara deskriptif. Hasil : Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan sisa makanan menurut jeins kelamin dan besar porsi terutama pada sisa nasi dan lauk hewani (p<0,05), sedangkan menurut umur, jenis penyakit skizofrenia, lama perawatan dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa sebelumnya tidak ada perbedaan yang bermakna (p0,05). Total biaya makan yang terbuang sehari sebesar Rp. 1.529,33,-. Kesimpulan : Ada perbedaan sisa makanan menurut jenis kelamin dan besar porsi terutama pada sisa nasi dan lauk hewani. Rata-rata jumlah sisa makanan bervariasi menurut waktu makan dan jenis makanan. Biaya makan yang terbuang bervariasi menurut jenis makanan. Kata Kunci : sisa makanan, biaya makan yang terbuang, pasien skizofrenia

xiii

ABSTRACT Background : Food has not only considerable therapeutic but also economic value. The success of food provision is related to leftover that can indicate less optimum food provision in hospitals. Leftover indicates the presence of wasted cost. Objective : To analyze leftover and cost of leftover of schizophrenic inpatients at Madani Mental Hospital Palu. Method : The study used cross sectional method. Subject of the study were schizophrenic inpatients who got ordinary food portion had been mobilized from acute to common room 2 x 24 hours, put in class 3 room, were able to eat food on their own with exclusion criteria the presence of accompanying diseases that could affect appetite and got food from outside the hospital (n=35). Data were analyzed quantitatively using chi square to find out factors related with the presence of leftover. Data of respondent characteristics and cost of leftover were analyzed descriptively. Result : There was difference in leftover based on sex and portion in particular rice and animal side dish leftover (p<0.05) but there was no significant difference in age, type of schizophrenic disease, duration of hospitalization and previous hospitalization (p0.05). Total cost of wasted food a day was Rp 1,529.33. Conclusion : There was difference in leftover based on sex and portion particularly rice and animal side dish leftover. Average amount of leftover varied according to eating time and types of food. Cost of wasted food varied according to types of food. Keywords: leftover, cost of wasted food, schizophrenic patients

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelayanan kesehatan di rumah sakit mempunyai tujuan untuk melakukan upaya penyembuhan pasien dari penyakit dengan waktu yang singkat. Salah satu faktor yang mendukung upaya tersebut adalah dengan melakukan suatu penyelenggaraan makanan yang bisa mencukupi kebutuhan pasien terhadap gizi seimbang. Makanan selain sebagai terapi, juga mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar dalam pembiayaan rumah sakit. Sekitar 20 40 % anggaran rumah sakit digunakan untuk makanan (Depkes RI, 1991). Keberhasilan suatu penyelenggaraan makanan antara lain dikaitkan dengan adanya sisa makanan yang dapat menunjukkan belum optimalnya suatu penyelenggaraan makanan di rumah sakit, sehingga kegiatan pencatatan sisa makanan merupakan indikator yang sederhana yang dapat dipakai untuk mengevaluasi keberhasilan pelayanan gizi rumah sakit (Depkes RI, 1991). Menurut World Health Organization (cit. Direktorat Kesehatan Jiwa, 1996) memperkirakan bahwa insiden dan prevalensi gangguan jiwa di masyarakat manapun adalah tinggi, khususnya yang sedang menjalankan proses modernisasi dan perubahan sosial yang cepat. Perkiraan ini didasarkan atas berbagai hasil penelitian dan observasi di berbagai negara. Berdasarkan penelitian WHO dibeberapa Negara berkembang menunjukkan bahwa 30- 50 % pasien yang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan umum ternyata menderita gangguan atau penyakit yang mempunyai latar belakang mental emosi.

Berdasarkan pengamatan di rumah sakit jiwa di Indonesia pasien psikosis yang dirawat diperkirakan 50% menjadi kronis, sehingga memerlukan waktu perawatan jangka panjang dan makin memenuhi rumah sakit jiwa pemerintah. Menurut data statistik Direktorat Kesehatan Jiwa, pasien, psikotik yang terbanyak adalah dengan diagnosis skizofrenia (70%). Gejala umum penderita skizofrenia adalah emosi yang tidak stabil dalam proses berpikir dan berkhayal, pikiran yang meloncat-loncat dan pembicaraan yang kacau. Penderita skizofrenia yang sudah dalam tahap tenang, akan ditempatkan di bangsal dalam rangka proses penyembuhan. Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Madani Palu termasuk rumah sakit milik pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah tipe B untuk rumah sakit khusus. Sejak tahun 2003 telah menerima pasien umum baik rawat jalan maupun rawat inap. Kapasitas tempat tidur RSJ Madani Palu 158 tempat tidur yang meliputi perawatan inap bagi pasien super VIP, VIP, kelas I, II dan III. Rata-rata Bed Occupancy Rate (BOR) tahun 2006 untuk jiwa 43% dengan rata-rata Length of Stay (LOS) jiwa 16 hari. Selain itu berdasarkan Laporan Tahunan RSJ Madani Tahun 2007, jumlah kunjungan pasien rawat inap jiwa berdasarkan cara bayar terbanyak yaitu JPS (61,50%) Menurut Sulaeman (2000) dalam penelitiannya, yang dilakukan di Rumah Sakit Cibinong, menunjukkan bahwa sisa makanan untuk nasi sebesar 27,4%, lauk hewani 24,0%, lauk nabati 35,3%, sayur 30,8% dan buah sebesar 19,4%. Sementara Wiboworini (2000) di RSUD DR. Moewardi Surakarta mendapatkan sisa makanan pokok 41,3%, lauk hewani 7,9%, lauk nabati 24,2% dan sayur 34,2%. Demikian juga hasil penelitian Irawati et al. (2001) di RSJ Madani Palu mendapatkan sisa makanan nasi 30,82%, sayur 26,80%, lauk hewani 7,75% dan lauk nabati 14,85% Adanya sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh pasien mengakibatkan kebutuhan gizi pasien tidak adekuat. Selain itu, menyebabkan pula adanya biaya yang terbuang secara sia-sia akibat sisa makanan

tersebut (Mukrie, 1990). Adanya biaya yang terbuang dari sisa makanan menyebabkan anggaran makanan kurang efisien dan efektif, sehingga akan berdampak terhadap biaya atau anggaran yang digunakan untuk pengadaan bahan makanan, khususnya biaya total bahan makanan (Akmal, 2005). Untuk itu biaya makanan perlu dikelola dan dikendalikan dengan efektif dan efisien guna menjamin tercapainya keuntungan dan tujuan yang optimal (Depkes RI, 1991). Efektif berarti bahwa setiap bahan yang disediakan dapat digunakan secara optimal. Efisien adalah dengan dana yang ada dapat diperoleh kebutuhan yang diperlukan secara maksimal. Demikian pula dana untuk pengadaan bahan makanan bagi pasien di Rumah Sakit Jiwa Madani Palu. Untuk tahun 2007 standar makanan mengacu pada penuntun diet tahun 2004. Pada standar makanan rumah sakit terutama nasi melebihi dari standar makanan tersebut. Sehingga perlu dilakukan evaluasi konsumsi makanan pasien agar dapat optimal makanan yang disediakan oleh rumah sakit. Salah satu tujuan dilakukan analisis biaya pelayanan makanan di rumah sakit adalah untuk penetapan tarif pelayanan makanan. Bagi rumah sakit pemerintah kerugian yang dialami karena penetapan tarif dibawah unit cost bisa dijadikan dasar dalam penetapan besarnya subsidi yang akan diterima (Munawar, 2007). Pemenuhan kebutuhan makanan yang mengupayakan tercapainya status gizi baik untuk pasien, sangatlah penting terutama untuk membantu proses penyembuhan pasien serta penjagaan kesehatannya. Berkenaan dengan kebutuhan makan, maka orang yang sakit jiwa pada suatu saat, mereka mampu menghabiskan makanan yang disediakan tetapi pada saat yang lain mereka tidak menyentuh makanan tersebut dan bahkan pada penderita sakit jiwa yang berat tidak jarang mereka membuang dan mempermainkan makanan tersebut. Selanjutnya makanan tidak memenuhi kecukupan gizi pasien dan tidak habis dikonsumsi, hal ini menyebabkan

adanya biaya yang terbuang dari sisa makanan tersebut. Pada penderita skizofrenia ini tidak ada tanda-tanda dan gejala-gejala somatik khusus, tetapi bisanya pada tahap awal datang dengan gejala gangguan pencernaan, di samping gejala sakit kepala dan badan lemah. Menurut Maramis (1992) gejala-gejala tersebut mempengaruhi nafsu makan dan menyebabkan berat badan turun. Selain itu survei yang dilakukan di 10 rumah sakit umum di Jakarta, menunjukkan 43,2% pasien mempunyai persepsi kurang baik terhadap mutu makanan yang disajikan (Almatsier, 1992). Pada penyelenggaraan makanan di RSJ Madani Palu peraturan pemberian makan sebelum tahun 2007 memberikan standar porsi makanan biasa untuk makanan pokok 350 gram per orang per hari sedangkan lauk pauk, sayur dan buah mengacu pada penuntun diit pada kelompok makanan biasa. Porsi ini secara rata-rata memenuhi kebutuhan pasien. Tapi adanya masukan dari perawat di ruang perawatan dan dokter yang merawat bahwa porsi tersebut tidak mencukupi kebutuhan pasien sehingga standar porsi makanan pokok diubah menjadi 450 gram per orang per hari setelah tahun 2007, sedangkan lauk pauk, sayur dan buah tetap. Berdasarkan pengamatan selama bulan Januari sampai dengan Maret 2007, pada plato yang kembali ke instalasi gizi didapatkan sisa makan pada plato pasien cenderung banyak pada makanan pokok. Hal ini menunjukkan bahwa dengan perubahan standar porsi makanan tersebut ternyata ada kecenderungan sisa makanan menjadi banyak, yang akan menyebabkan pula biaya terbuang dari sisa makanan tersebut. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan analisis sisa makanan dan biaya sisa makanan pasien skizofrenia rawat inap. Penelitian ini belum pernah dilakukan di RSJ Madani Palu. Pasien skizofrenia yang diamati adalah setelah pasien dirawat diruangan akut selama 3 atau 4 hari dan telah dipindahkan ke ruangan tenang karena pada ruangan tenang diharapkan pasien sudah dapat melakukan kegiatan makan sendiri. Sementara besarnya anggaran Rumah Sakit Jiwa Madani Palu yang

digunakan untuk makanan adalah sekitar 8% dari total anggaran belanja rumah sakit. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang analisis sisa makanan dan biaya sisa makanan pasien skizofrenia rawat inap di RSJ Madani Palu. B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut : 1. Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan terjadinya sisa makanan pasien skizofrenia ? 2. Bagaimana gambaran jumlah sisa makanan pasien skizofrenia ? 3. Berapa biaya yang terbuang pada sisa makanan pasien skizofrenia? C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Menganalisis sisa makanan dan biaya sisa makanan pada pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Madani Palu. 2. Tujuan Khusus a. Menganalisis faktorfaktor yang berhubungan dengan terjadinya sisa makanan pasien skizofrenia b. Mengetahui gambaran jumlah sisa makanan pasien skizofrenia c. Mengetahui biaya yang terbuang dari sisa makanan pasien skizofrenia D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan pada pengelola Instalasi Gizi RS Jiwa Madani Palu tentang :

1. Pasien hendaknya dapat menghabiskan makanannya yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan status kesehatan fisik secara umum yang optimal, sehingga penanganan terapi penyembuhan secara keseluruhan mempunyai hasil yang maksimal. 2. Dengan mengetahui gambaran jumlah sisa makanan dan biaya yang terbuang pada sisa makanan diharapkan dapat digunakan bahan evaluasi bagi pelayanan gizi agar dalam perencanaan lebih efisien dan efektif. E. Keaslian Penelitian Beberapa penelitian yang pernah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya antara lain adalah : 1. Sulaeman (2000) : Studi Penerapan Continuous Quality Improvement (CQI) pada Pelayanan Gizi Klinik Pasien Rawat Inap di RSU Cibabat Cimahi Kabupaten Bandung. Perbedaan dengan penelitian ini terletak pada variabel yang terdiri dari variabel bebas yaitu intervensi/penerapan model sepuluh tahap JCAHO sedang variabel tergantung adalah penetapan input, proses dan output pelayanan gizi pada setiap kegiatan staf meliputi sepuluh tahap dan variabel tergantung lainnya mutu perawatan gizi pasien dan mutu pelayanan yang ditunjukkan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap. Sedangkan persamaan dengan penelitian ini yaitu pada hasil penelitian mencantumkan sisa makan pasien untuk mengetahui mutu pelayanan yang ditunjukkan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap sebagai variabel tergantung. 2. Wiboworini (2000) : Pengaruh Penggunaan Menu Pilihan Berdasarkan Kesukaan Makan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Paviliun RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Perbedaan dengan penelitian ini terletak pada variabel yang variabel terdiri dari variabel tergantung yaitu tingkat kepuasan pada makanan yang disajikan dan penentuan sisa makanan; variabel bebas jenis menu; variabel antara daya terima makanan dan

variabel luar cita rasa makanan, penyajian makanan, konsultasi gizi, sikap petugas, jenis penyakit, kondisi pasien dan dukungan keluarga. Sedangkan persamaan dengan penelitian ini pada salah satu tujuan yaitu mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi sisa makan pasien. 3. Djamaluddin et al. (2004) : Analisis Zat Gizi dan Biaya Sisa Makanan Pada Pasien Dengan Makanan Biasa di RS DR. Sardjito Yogyakarta. Perbedaan dengan penelitian ini terletak pada variabel yang terdiri dari variabel bebas yaitu sisa makanan; variabel tergantung kecukupan zat gizi dan biaya sisa makanan; varibel luar cita rasa makanan, umur, jenis kelamin, pendidikan, kelas perawatan, lama perawatan dan penyakit. Sedangkan persamaan dengan penelitian ini yaitu pada salah satu tujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya sisa makanan dan biaya yang terbuang dari sisa makanan. 4. Ariefuddin (2007) : Analisis Sisa Makanan Lunak Rumah Sakit Pada Penyelenggaraan Makanan Dengan Sistem Outsourcing Di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Perbedaan dengan penelitian ini terletak pada tujuan yaitu menganalisis sisa makanan lunak rumah sakit pada penyelenggaraan makanan dengan sistem outsourcing dan pada variabel perancu yaitu ketidaksesuaian terhadap standar porsi makanan lunak, karakteristik responden, mutu makanan dan selera makan. Sedangkan persamaan dengan penelitian ini yaitu pada variabel yang terdiri dari variabel dependen yaitu biaya makan yang hilang dan variabel independen yaitu sisa makanan walupun dengan jenis diit yang berbeda (makanan lunak) dengan penelitian ini.