Anda di halaman 1dari 19

STATUS PASIEN BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARDINAH TEGAL Nama Mahasiswa NIM

: Amelia Christiana : 030.08.021 Dokter Pembimbing : dr.H.R. Setyadi, Sp.A Tanda tangan :

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Agama Suku Alamat Nama Ayah Umur Pekerjaan Pendidikan Nama Ibu Umur Pekerjaan Pendidikan Ruangan : An. R : 6,5 tahun : Laki-laki : Islam : Jawa : Debong Kidul Rt 05 RW 04 : Tn. B : 39 tahun : Pedagang : SMA : Ny. S : 36 tahun : Pedagang : SMA : Melati

Tanggal masuk RS : 8 Januari 2014 DATA DASAR ANAMNESIS (Alloanamnesis) Anamnesis dengan ibu dan paman pasien dilakukan pada tanggal 13 Januari 2014 pukul 07.00 WIB di ruang Melati Keluhan Utama : Berat badan yang turun drastis sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit

Riwayat Penyakit Sekarang Seorang anak laki-laki 6,5 tahun datang ke IGD RSUD Kardinah Tegal dengan keluhan berat badan yang menurun drastis sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit.. Berat badan anak
1

sebelumnya ibu tidak tahu namun tubuh anak makin lama terlihat makin kurus, baju ang biasa digunakan pasien pun mulai longgar. 1 bulan yang lalu pasien terkena cacar air, sejak itu ibu pasien merasa anaknya bertambah kurus meskipun sudah makan banyak. Pasien sehari bisa makan 3-4x, dan sering ngemil. Badan juga terasa lemas sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Lemas dirasakan di seluruh tubuh, tidak ada kelemahan sesisi atau anggota gerak, anak masih dapat melakukan aktivitasnya namun anak terlihat lesu. Sejak 9 hari sebelum masuk rumah sakit ibu pasien mengeluh anak banyak minum, banyak BAK dan terbangun untuk BAK di malam hari bisa >5x. BAB normal. Penglihatan kabur dan kesemutan disangkal. Pasien merasa jantung tidak berdebar-debar, maupun sering berrkeringat. Pasien tidak mengalami mual, muntah, diare, batuk, pilek maupun demam. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien tidak pernah dirawat di RS sebelumnya. Riwayat keluhan yang sama sebelumnya (-), dinyatakan diabetes (-), asma (-), alergi (-). Riwayat sakit tenggorokan dengan demam tinggi disangkal. Riwayat pengobatan paru maupun batuk lama (-) Riwayat Penyakit Keluarga Kakek pasien DM dan HT (+) Riwayat penyakit tiroid dalam keluarga (-) riwayat sakit jantung (-), sakit paru (-), asma (-), alergi obat/makanan (-). Riwayat Kehamilan dan Pemeriksaan Antenatal Ibu memeriksakan kehamilan di Bidan Puskesmas secara teratur 1x tiap bulan selama kehamilan. Saat usia 8 bulan, ibu memeriksakan kehamilan setiap 2 minggu. Mendapatkan suntikan TT 2x Tidak pernah menderita penyakit selama kehamilan, riwayat perdarahan selama kehamilan disangkal, riwayat trauma selama kehamilan disangkal, riwayat minum obat tanpa resep dokter dan jamu disangkal. Ibu mengkonsumsi vitamin penambah darah dari Puskesmas. Kesan: riwayat pemeliharaan prenatal baik. Riwayat Persalinan Bayi laki-laki lahir dengan umur kehamilan ibu 40 minggu, normal, ditolong oleh bidan. Bayi lahir langsung menangis keras dengan berat badan lahir 3200 gram, panjang badan lahir 49 cm, lingkar kepala dan lingkar dada lahir ibu lupa. Kesan : Neonatus aterm, lahir normal, bayi dalam keadaan sehat.
2

Riwayat Pemeliharaan Postnatal Pemeliharaan postnatal dilakukan di Posyandu dan anak dalam keadaan sehat. Riwayat Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Pertumbuhan: Pertumbuhan gigi I: Umur 6 bulan Gangguan perkembangan mental : Tidak ada Psikomotor Tengkurap Duduk Merangkak Berdiri Berjalan Bicara Kesan : Riwayat pertumbuhan dan perkembangan baik, tidak ada keterlambatan psikomotor .Riwayat Makan dan Minum Anak Riwayat Nutrisi Pasien sehari-hari makan 3-4x sehari terdiri dari nasi, lauk pauk (ikan, telur, ayam, tahu, tempeterkadang sayur) sesuai menu keluarga disertai cemilan ringan, berupa biskuit dan kue-kue kecil. Riwayat Imunisasi Jadwal Imunisasi Bayi lahir Umur Jenis Vaksin HB 0 BCG, Polio 1 DPT/HB 1, Polio 2 DPT/HB 2, Polio 3 DPT/HB 3, Polio 4 Campak Tempat RSUD Kardinah Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas : ibu lupa : ibu lupa : ibu lupa : ibu lupa : Umur 12 bulan : Umur 11 bulan (Normal: 3-4 bulan) (Normal: 6-9 bulan) (Normal: 6-9 bulan) (Normal: 9-12 bulan) (Normal: 13 bulan) (Normal: 9-12 bulan) (Normal: 5-9 bulan)

di 0-7 hari 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 9 bulan

RSUD Kardinah

Kesan: Imunisasi sesuai jadwal imunisasi Nasional Depkes di posyandu Riwayat Keluarga Berencana
3

Ibu pasien tidak menggunakan KB apapun Riwayat Sosial Ekonomi Ayah dan ibu pasien bekerja sebagai pedagang Penghasilan keduanya dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap bulan masih bisa sedikit menabung. Ayah pasien menanggung 2 orang anak dan 1 istri. Kesan: riwayat sosial ekonomi kurang. Riwayat Keluarga Corak Reproduksi No Tanggal JenisKela lahir 1. 2. 1998 2007 min Laki-laki Laki-laki Hidup Lahirma ti Abortus Mati (sebab) Keterangan kesehatan Sehat Pasien

Kakek dari pihak ibu mempunyai penyakit DM dan HT Data Perumahan Kepemilikan rumah : Rumah Pribadi Keadaan rumah :

Pasien tinggal bersama dengan kedua orang tuanya dan kakak pasien. Tempat tinggal pasien berukuran 12x9 m2 terdiri dari 3 kamar, beratap genteng, lantai kramik, dinding tembok, ruang tamu serta ruang makan jadi satu. Terdapat 2 buah jendela di masing-masing ruangan, selalu dibuka. Ventilasi udara dan cahaya matahari baik. Kamar mandi dan toilet berada di dalam rumah. Sumber air berasal dari sumur, jarak
4

antara sumur dengan septik tank lebih dari 10 meter, penerangan dengan listrik. Sistem pembuangan air limbah disalurkan melalui selokan di depan rumah. Selokan dibersihkan 1 kali dalam sebulan dan aliran air di dalamnya lancar. Sampah di buang di kumpulkan dalam satu wadah dan dibuang setiap hari ke tempat sampah atau di bakar sendiri. Kesan : rumah dan sanitasi lingkungan baik

PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan pada tanggal 18 Januari 2014 pukul 07.30 WIB di ruang Melati Kesan Umum : kesadaran: compos mentis. Tampak sakit sedang ,pasien tampak sangat kurus Tanda Vital Laju Nadi Laju Nafas : 100 x/menit, reguler, isi cukup : 24 x/menit, reguler : 36,8 C (aksila)

Tekanan darah : Tidak dilakukan Suhu

Data Antropometri Berat badan sekarang : 12 kg Tinggi Badan: 112 cm

Status Generalis Kepala Normochepali, rambut hitam terdistribusi merata, tidak mudah dicabut, Mata cekung (-/-), pupil isokor, diameter 3mm kanan kiri, RCL (+/+), RCTL (+/+), palpebra oedem (-/-), sklera ikterik (-/-), konjungtiva anemis (-/-)\ Hidung Nafas cuping hidung (-/-), bentuk normal, sekret (-/-), septum deviasi (-) Telinga Normotia, discharge (-/-) Mulut
5

Sianosis (-), stomatitis (-), bercak-bercak putih pada lidah dan mukosa (-), bibir kering (-), Leher kaku kuduk (-), tiroid dan KGB tidak teraba pembesaran

Thorax Paru Inspeksi :simetris dalam keadaan statis maupun dinamis, retraksi suprasternal (-), subcostal (-), intercostalis (-) Palpasi : Vokal fremitus simetris pada lapang paru kiri dan kanan, papilla mammae (+/+). Perkusi Auskultasi : sonor pada seluruh lapang paru kiri-kanan : Suara nafas dasar vesikuler, suara nafas tambahan (-/-), ronkhi (-/-), wheezing (-/-), hantaran (-/-)

Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : pulsasi ictus cordis tidak tampak : iktus kordis teraba di sela iga 5 linea midklavikula kiri : batas kanan jantung di linea sternalis kanan batas kiri jantung di 1 jari media linea midklavikula kiri pinggang jantung di sela iga 2 linea parasternalis kiri Auskultasi : bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi : datar, distensi (-), venektasi (-), : bising usus (+) normal : turgor kulit normal, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba membesar. Perkusi : timpani, shifting dullnes (-)

Genitalia
6

Laki-laki, penis normal, skrotum normal, testis (+/+) Anorektal Anus (+) Anggota gerak Keempat anggota gerak lengkap sempurna Superior Akral Dingin Akral Sianosis CRT Oedem -/-/<2 -/Inferior -/-/<2 -/-

Refleks Patologis

: Babinksi (-), Oppenheim (-), Gordon (-)

Tanda rangsang meningeal:Kaku kuduk (-), Brudzinksy I (-), Brudzinsky II (-). Kernig (-), Laseque (-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratorium di lakukan tanggal 9 Januari 20114

Hematologi Leukosit Eritrosit Hemoglobin Hematokrit MCV MCH MCHC Trombosit Diff Netrofil Limfosit Monosit

Hasil 9,2 4.9 12,8 34,8 71 26,1 36,8 283 (L) (L) (L)

Nilai normal 4,5 - 14,5 4 - 5.2 11.5-15.5 35.0-45.0 76-86 27-31 33.0-37.0 150-450

33,1 56,4 7,4 (H)

50-70 25-40 2-8

Eosinofil Basofil GDS Urinalisis Pemeriksaan Urin Lengkap Makroskopik Warna Kekeruhan Kimia Urin pH Protein Reduksi Eritrosit

2 0.9 584 (H)

2-4 0-1 70 160

Hasil (9/1/14)

Hasil (13/1/14)

Nilai rujukan

Kuning Jernih

Kuning Jernih

Kuning Jernih 4.8 7.8 Negatif negatif +1/>4, +2/5-9/+3/ 10 29/ +4

7.0 Negatif +2 0-1/lpb

7.0 Negatif +4 Negatif

Lekosit

1-2 / lpb

0 -1

+1/>4, +2/5-9/+3/ 10 29/ +4

Epitel

POS (+1)

POS (+1)

+1/>4, +2/5-9/+3/ 10 29/ +4

Silinder Bakteri Kristal Jamur Khusus Berat jenis Bilirubin Urobilinogen Keton Nitrit Eritrosit

Negatif Negatif + Ca Oksalat -

Negatif POS (+2) Amorf + -

negatif negatif Negatif -

1005 Negatif Negatif 1+ Negatif Negatif

1005 Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif

1003-1030 Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif

Lekosit

Negatif

Negatif

Negatif

GDS Stick Tanggal Jan 2014 9/1/14 Pemberian Insulin Jam 09.00 10.30 18.00 10/1/14 06.30 11.30 Dosis 3 unit 3 unit 3 unit 3 unit 4 unit Jam 09.30 15.00 21.00 09.30 12.30 15.00 17.00 23.30 11/1/14 06.00 11.30 17.30 23.30 12/1/14 06.30 11.30 16.30 23.30 13/1/14 06.30 11.30 16.30 14/1/14 06.00 11.30 16.30 15/1/14 06.00 11.30 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit 6 unit 20.00 00.30 07.15 12.45 17.00 00.30 07.15 12.45 17.00 00.30 07.30 13.00 18.05 07.30 12.45 17.40 07.30 12.45 GDS Nilai md/dl 432 339 451 high High Lab : 664 476 393 222 256 305 213 282 212 256 244 186 204 544 172 157 284 206 156

PEMERIKSAAN KHUSUS Data antropometri: Anak laki-laki usia Berat badan Tinggi badan : 6 tahun 6 bulan : 12 kilogram : 112 cm

Pemeriksaan Status Gizi menurut CDC 2000 BB/U =12kg / 24 kg x 100% = 50 % (berat badan kurang) TB/U = 112 cm / 119 cm x 100% = 94,11 % (tinggi badan baik) BB/TB = 12 kg / 20 100% = 60 % (gizi buruk) Kesan : Berat badan kurang menurut umur, tinggi badan baik menurut umur dan status gizi buruk menurut berat badan dan tinggi badan, gagal tumbuh. DAFTAR MASALAH PADA PASIEN 1. Penurunan BB 2. Polidipsi, poliuri, polifagia 3. Gagal tumbuh DIAGNOSA BANDING Penurunan BB Polidipsi, poliuri, polifagia, lemas 1. Diabetes Mellitus: Tipe 1 dengan ketoasidosis/ non ketosidosis Tipe 2

2. Hipertiroid Gagal Tumbuh 1. Gagal tumbuh organik 2. Gagal tumbuh non organik

DIAGNOSA KERJA DM tipe 1 Non Ketoasidosis dengan gagal tumbuh organik

10

PENATALAKSANAAN Non Medikamentosa Informasi keadaan pasien Rawat inap untuk penyesuaian dosis insulin Diet Dm 1100 kkal/hari, 25 gr protein/hr, makanan biasa Observasi tanda-tanda vital Konsul ke bagian psikologi Konsul ke bagian gizi. Edukasi pengaturan Pola makan

Medikamentosa IVFD NaCL 0,9% 15 tpm Regular insulin 4x5iu Diberikan jam sebelum makan s.c

PROGNOSA Quo ad vitam Quo ad sanam Quo ad fungsionam : ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam

PERJALANAN PENYAKIT 14 Januari 2014 S: Demam (-), Lemas (-), BAK sering (+) O: KU: compos mentis, tampak sakit sedang, TD: Tidak dilakukan pemeriksaan HR: 100 x/mnt RR : 24x/ menit Suhu : 36,80C Mata : konjungtiva pucat (-), SI-/-, Hidung : nafas cuping hidung (-/-) Thorak : Cor/ S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-) Pulmo/ SN vesikuler +/+, Ronkhi -/-, Wh -/-, Retraksi (-) Abdomen : datar, supel, Nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba, timpani, Bising usus (+) normal.
11

Genitalia: laki-laki, penis normal, skrotum normal, testis (+/+) Ekstremitas superior : akral hangat +/+, oedem +/+, CRT <2detik Ekstremitas inferior : akral hangat +/+, oedem +/+, CRT <2detik 14/1/14 06.00 11.30 16.30 6 unit 6 unit 6 unit 07.30 12.45 17.40 172 157 284

A: DM tipe 1 non keoasidosis dengan gagal tumbuh organik dalam perbaikan P: NaCl 0,9% 10 tpm Insulin regular 3 x 6 iu 15 Januari 2014 S: Demam (-), Lemas (-), BAK sering (+), BAB (+),batuk (-), pilek (-) O: KU: compos mentis, tampak sakit sedang, tampak lemah, sianosis (-), kejang (-) TD: Tidak dilakukan pemeriksaan HR: 108 x/mnt RR : 26x/ menit Suhu :36,80C Mata : konjungtiva pucat (-), SI-/-, Hidung : nafas cuping hidung (-/-) Thorak : Cor/ S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-) Pulmo/ SN vesikuler +/+, Ronkhi -/-, Wh -/-, Retraksi (-) Abdomen : datar, supel, Nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba, timpani, Bising usus (+) normal. Genitalia: laki-laki, penis normal, skrotum normal, testis (+/+) Ekstremitas superior : akral hangat +/+, oedem +/+, CRT <2detik Ekstremitas inferior : akral hangat +/+, oedem +/+, CRT <2detik 15/1/14 06.00 11.30 6 unit 6 unit 07.30 12.45 206 156

A: DM tipe 1 non keoasidosis dengan gagal tumbuh organik dalam perbaikan

12

P: NaCl 0,9% 10 tpm Insulin regular 3 x 6 iu

Analisa Kasus
Pasien berusia 6,5 tahun datang denga keuhan utama berat badan yang turun sejka 1 bulan yang lalu, diagnosis DM Tipe 1 ditegakaan dengan adanya polidipsi, polifagia, poliuria, dan penurunan berat badan, hal ini sesuai dengan gejala klinis DM. Kemudian dari pemerikasaan penunjang ula darah sewaktu > 200mg/dl. Kondisi ini memenuhi kriteria diagnosis DM. Memenuhi salah satu dari: Kadar Glukosa puasa 7,0 mmol/L(126 mg/dl). Puasa adalah tanpa asupan makanan min 8 jam. Ditemukanya gejala klinis poliuria, polidipsia, polifagia, berat badan yang menurun, dan kadar glukosa sewaktu >200 mg/dl (11,1 mmol/L) Pada peenderita asimtomatis ditemukan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dl atau kadar darah puasa > dari normal dengan tes toleransi glukosa yang terganggu pada lebih dari 1 kali pemeriksaan. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan tandatanda ketoasidosis seperti: 1. Gejala asidosis, dehidrasi sedang sampai berat dengan atau tanpa syok. 2. Pernapasan dalam dan cepat (Kussmaul), tetapi pada kasus yang berat terjadi depresi napas 3. Mual, muntah, dan sakit perut seperti akut abdomen. 4. Penurunan kesadaran hingga koma, 5. Demam bila ada infeksi penyerta 6. Napas berbau aseton 7. Produksi urin tinggi

Sebaiknya dilakukan pemeriksaan kadar keton darah dan analisa gas darah untuk memastikan diagosis

13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 DEFINISI Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang dapat disebabkan berbagai macam etiologi, disertai dengan adanya hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin atau gangguan kerja dari insulin, atau keduanya. Sedangkan Diabetes Mellitus tipe-1 lebih diakibatkan oleh karena berkurangnya sekresi insulin akibat kerusakan sel -pankreas yang didasari proses autoimun.

II.2 PATOFISIOLOGI Penyebab diabetes tipe 1 masih belum sepenuhnya dipahami. Beberapa teori menyebutkan bahwa, diabetes tipe 1 umumnya terjadi akibat respon autoimun virally dipicu yang menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel yang terinfeksi.Virus ini juga ditujukan terhadap sel-sel beta di pankreas. Serangan autoimun mungkin dipicu oleh reaksi terhadap infeksi, misalnya dengan salah satu virus dari virus Coxsackie atau campak Jerman. DM tipe 1 merupakan diabetes melitus yang tergantung insulin. Kelainannya terletak pada sel beta, yang bisa idiopatik atau imunologik. Pankreas tidak mampu sintesis dan sekresi insulin dalam kuantitas dan atau kualitas yang cukup, bahkan kadang-kadang tidak ada sekresi insulin sama sekali. Akibat dari penurunan produksi insulin, penggunaan glukosa sebagai sumber energi terganggu. Tubuh akan menggunakan lemak dan protein. Karena metabolisme yang tidak sempurna, terjadi ketosis dan ketoasidosis.

II.3 GEJALA KLINIS Polidipsi, poliuria, polifagia, berat badan turun Hiperglikemia ( 200 mg/dl), ketonemia, glukosuria

Anak dengan DM tipe-1 cepat sekali menjurus kedalam ketoasidosis diabetik yang disertai atau tanpa koma dengan prognosis yang kurang baik bila tidak diterapi dengan baik. Oleh karena itu, pada dugaan DM tipe-1, penderita harus segera dirawat inap.

14

II.4 DIAGNOSIS Anamnesis Gejala klinis Laboratorium : Kadar glukosa darah puasa dan 2 jam setelah makan > 200 mg/dl. Ketonemia, ketonuria. Glukosuria. Bila hasil meragukan atau asimtomatis, perlu dilakukan uji toleransi glukosa oral (oral glucosa tolerance test). Kadar C-peptide. Marker imunologis : ICA (Islet Cell auto-antibody), IAA (Insulin auto-antibody), Anti GAD (Glutamic decarboxylase auto-antibody).

II.5 DIAGNOSIS BANDING Produksi berlebihan glukokortikoid atau katekolamin pada : o o o Tumor hipotalamus atau hipofisis Tumor atau hiperplasia adrenal Feokromositoma

Pada keadaan ini didapatkan uji toleransi glukosa yang abnormal dan glukosuria tanpa ketosis, yang disebabkan oleh peningkatan glikogenolisis dan glukoneogenesis. Renal glukosuria. Pada keadaan ini didapatkan glukosuria tanpa hiperglikemia maupun ketosis.

II.6 PENATALAKSANAAN Adapun penatalaksanaan DM tipe-I adalah sebagai berikut : a. Pada dugaan DM tipe-1 penderita harus segera rawat inap b. Insulin Tipe 1 diobati dengan terapi penggantian insulin, biasanya dengan suntikan insulin atau pompa insulin, bersama dengan memperhatikan manajemen diet, termasuk pelacakan karbohidrat, dan pemantauan cermat kadar glukosa darah menggunakan meter glukosa.

15

Saat ini insulin yang paling umum adalah biosintesis produk yang dihasilkan menggunakan teknik rekombinasi genetik dan insulin analog.

Jenis insulin Meal Time Insulin Insulin Lispro (Rapid acting) Regular (Short acting) Background Insulin NPH dan Lente (Intermediate acting) Ultra Lente (Long acting) Insulin Glargine (Peakless Long acting)

Awitan

Puncak kerja

Lama kerja

5-15 menit 30-60 menit

1 jam 2-4 jam

4 jam 5-8 jam

1-2 jam 2 jam

4-12 jam 6-20 jam

8-24 jam 18-36 jam

2-4 jam

4 jam

24-30 jam

Diabetes tipe 1bila tidak diobati dapat menyebabkan koma, karena ketoasidosis diabetik. Alat monitor glukosa secara terus menerus telah dikembangkan dan dipasarkan yang dapat mengingatkan pasien untuk adanya kadar gula darah sangat tinggi atau rendah. Dosis total insulin adalah 0,5 - 1 UI/kg BB/hari. Selama pemberian perlu dilakukan pemantauan glukosa darah atau reduksi air kemih. Gejala hipoglikemia dapat timbul karena kebutuhan insulin menurun selama fase honeymoon. Pada keadaan ini, dosis insulin harus diturunkan bahkan sampai kurang dari 0,5 UI/kg BB/hari, tetapi sebaiknya tidak dihentikan sama sekali. Dalam kasus yang lebih ekstrim, transplantasi pankreas dapat mengembalikan regulasi glukosa yang tepat. Namun, operasi dan imunosupresi yang menyertai dianggap oleh banyak dokter lebih berbahaya daripada terapi penggantian insulin, dan tindakan ini merupakan upaya paling akhir. Eksperimental penggantian sel beta (dengan transplantasi atau dari sel induk) sedang diselidiki dalam program beberapa penelitian.

c. Diet

16

Jumlah kebutuhan kalori untuk anak usia 1 tahun sampai dengan usia pubertas dapat juga ditentukan dengan rumus sebagai berikut : 1000 + (usia dalam tahun x 100) = ....... Kalori/hari Komposisi sumber kalori per hari sebaiknya terdiri atas : 50-55% karbohidrat, 10-15% protein (semakin menurun dengan bertambahnya umur), dan 30-35% lemak. Pembagian kalori per 24 jam diberikan 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan kecil sebagai berikut : 1. 20% berupa makan pagi 2. 10% berupa makanan kecil 3. 25% berupa makan siang 4. 10% berupa makanan kecil 5. 25% berupa makan malam 6. 10% berupa makanan kecil 7. Pengobatan penyakit penyerta seperti infeksi dan lain-lain. d. Pemantauan Pemantauan ditujukan untuk mengurangi morbiditas akibat komplikasi akut maupun kronis, baik selama perawatan di rumah sakit maupun secara mandiri di rumah, yang meliputi : Keadaan umum, tanda vital Kemungkinan infeksi Kadar gula darah (juga dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan glukometer) setiap sebelum makan dan menjelang tidur malam hari Kadar HbA1C (setiap 3 bulan) Pemeriksaan keton urine (terutama bila kadar gula > 250 mg/dl) Mikroalbuminuria (setiap 1 tahun) Adanya mikroalbuminuria merupakan parameter yang paling sensitif untuk identifikasi penderita resiko tinggi untuk nefropati diabetik. Mikroalbuminuria mendahului makroalbuminuria. Pada anak dengan DM tipe-1 selama > 5 tahun, dianjurkan skrining mikroalbuminuria 1x/tahun. Bila tes positif, maka dianjurkan lebih sering dilakukan pemeriksaan. Bila didapatkan hipertensi pada penderita DM tipe 1, biasanya disertai terjadinya nefropati diabetik.
17

Fungsi ginjal Funduskopi untuk memantau terjadinya retinopati (biasanya terjadi setelah 3-5 tahun menderita DM tipe-1, atau setelah pubertas) Tumbuh kembang.

II.7 KOMPLIKASI 1. Komplikasi jangka pendek (akut) yang sering terjadi : hipoglikemia dan ketoasidosis. 2. Komplikasi jangka panjang biasanya terjadi setelah tahun kelima, berupa : nefropati, neuropati, dan retinopati. Nefropati diabetik dijumpai pada 1 diantara 3 penderita DM tipe 1.

Diagnosis dini dan pengobatan dini penting sekali untuk : 1. Mengurangi terjadinya gagal ginjal berat, yang memerlukan dialisis 2. Menunda end stage renal disease dan dengan ini memperpanjang umur penderita

18

DAFTAR PUSTAKA
1. APEG. Clinical Practice Guidelines : Type-1 Diabetes in Children and Adolescents. 2005. 2. Drash AL. Management of the Child with Diabetes Mellitus-Clinical Course, Therapeutic Stategies, and Monitoring Techniques. In : Lifshitz F, ed. Pediatric Endocrinology. New York: Marcel Dekker ; 1996 : 617-29. 3. International Society for Pediatric and Adolescent Diabetes. Consensus Guidelines 2000ISPAD Consensus Guidelines for Management of Type 1 Diabetes Mellitus in Children and Adolescents. Zeist, Netherlands : ISPAD, 2000. 4. Netty EP, Faizi M. Diabetes Mellitus pada Anak dan Remaja. In : Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak No 32. Surabaya : Oktober 2002; 11-22. 5. Netty EP. Diabetes Mellitus Tipe I dan Penerapan Terapi Insulin Flexibel pada Anak dan Remaja. Diajukan pada Forum Komunikasi Ilmiah (FKI) Lab./SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo Surabaya. February 13, 2002. 6. UKK Endokrinologi. Konsensus Nasional Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe-1 Di Indonesia. Jakarta : PP IDAI, 2000. 7. http://www.news-medical.net/health/Type-1-Diabetes-Treatment-(Indonesian).aspx

19