Anda di halaman 1dari 27

TBC

A. Konsep Dasar Penyakit 1. Pengertian Tuberkulosis Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberkulosis (Sylvia A. Price, 1 ! " #$%&. Tuberkulosis

paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberkulosis dengan ge'ala yang sangat bervariasi (Arief Mas'oer, 1 (#)&. Tuberkulosis paru adalah infeksi saluran nafas ba*ah yang disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberkulosis yang dapat ditularkan melalui droplet orang keorang, mengkolonisasi bronkhiolus atau alveoulus "

(+li,abeth -. .or*in, )/// " (1(&. Penulis menarik kesimpulan bah*a Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular akibat terinfeksinya paru oleh Mycrobacterium

Tuberkulosis.

2.

Etiologi Tuberkulosis Paru Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberkulosis yang berbentuk kuman batang tahan asam yang dapat ditularkan melalui inhalasi

percikan ludah (dropet& orang ke orang, mengkolonisasi bronkhiolus atau alveolus -enis kuman yang berbentuk batang dengan ukuran pan'ang 1 0 ( m dan tebal antara /,% 0 /,! m. Sebagian besar kuman berupa lemak1lipid sehingga kuman ini tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap fisik dan kimia*i. Sifat lain dari kuman ini adalah aerob yang menyukai daerah yang banyak oksigen, dalam hal ini lebih menyenangi daerah yang tinggi kandungan oksigennya yaitu daerah apikal paru, daerah ini men'adi prediksi pada penyakit paru (+li,abeth -. .or*in, )/// " (1$&. 3. Tanda dan gejala Paru a. 2eluhan " 3ang dirasakan penderita tuberculosis dapat bermacam4macam atau malah tidak tampak keluhan sama sekali. Tanda dan ge'alanya adalah " 1& 5emam 6iasanya subfebris menyerupai demam influensa kadang4kadang panas badan dapat mencapai (/4(1/ .. demam ini hilang timbul, sehingga penderita merasa tidak pernah terbebas dari serangan influensa. )& 6atuk 7e'ala paling sering ditemukan batuk ter'adi karena iritasi pada bronkus. 6atuk4batuk ini diperlukan untuk membuang produk4produk

radang keluar, sifat batuk dimulai dari batuk kering (9on4produktif& kemudian setelah timbul peradangan men'adi produktif (menghasilkan sputum&. 2eadaan yang lan'ut berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah. %& Sesak nafas Pada penyakit yang ringan (baru tumbuh& belum dirasakan sesak nafas karena sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lan'ut. (& 9yeri dada 7e'ala ini agak 'arang ditemukan, nyeri dada timbul bila influensa radang sudah sampai pleura sehingga menumbulkan pleuritis. $& Malaise Penyakit tuberculosis bersifat radang yang menahun, ge'ala malaise sering ditemukan berupa anoreksia, badan makin kurus (berat badan turun& sakit kepala, panas dingin, nyeri otot dan keringat malam. 7e'ala malaise ini makin lama makin berat dan ter'adi hilang timbul secara tidak teratur. b. Pemeriksaan fisik 2elainan 'asmani yang mungkin didapat antara lain " 1& Tanda tanda adanya infiltrat atau konsolidasi, terdapat premitus (getaran dada& mengeras, perkusi redup, suara nafas bronchial dengan atau tanpa ronchi.

1/

)& Tanda4tanda penarikan paru, diafragma, mediastinum atau pleura dada asimetris. c. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan darah tepi umumnya memperlihatkan adanya " 1& Anemia terutama penyakit ber'alan menahun. )& :eukositosis ringan dengan predominasi limfosit. %& :+5 meningkat terutama pada fase akut. d. Pemeriksaan ;adiologi 2arakteristik radiologi yang menun'ang diagnosis antara lain " 1& 6ayangan lesi radiologi yang terletak lapangan atas paru. )& 6ayangan yang bera*an atau bercak. %& 2elainan yang bilateral. (& 6ayangan menetap atau relatif menetap setelah beberapa minggu. $& 6ayangan milier e. Pemeriksaan Sputum (5ahak& 5itemukan kuman mycobacterium tuberculosis dari dahak penderita f.<'i Tuberkulin g. <'i tuberkulin positif terutama pada anak, sedang pada orang de*asa kurang bernilai.

11

4.

Pato isologi Tuberkulosis Paru a. T6 paru 1& 6TA mikroskopis langsung (=& atau biakan (=&, kelainan foto toraks menyokong T6, dan ge'ala klinis sesuai T6. )& 6TA mikroskopis langsung atau biakan (4&, tetapi kelainan rontgen dan klinis sesuai T6 dan memberikan perbaikan pada pengobatan a*al anti T6 (initial therapy& pasien golongan ini memerlukan pengobatan yang adekuat. b. T6 Paru tersangka 5iagnosis pada tahap ini bersifat sementara sampai hasil pemeriksaan 6TA didapat (paling lambat % bulan&. Pasien dengan 6TA mikroskopis langsung (4& atau belum ada hasil pemeriksaan atau pemeriksaan belum lengkap, tetapi kelainan rontgen dan klinis sesuai T6 Paru. Pengobatan dengan anti T6 sudah dapat dimulai. c. 6ekas T6 (tidak sakit& Ada ri*ayat T6 pada pasien di masa lalu dengan atau tanpa pengobatan atau gambaran rontgen normal atau abnormal tetapi stabil pada foto serial dan septum 6TA (4&. 2elompok ini tidak perlu diobati. (Kapita Selekta, 2001 : 473)

1)

!.

Pato isologi Tuberkulosis Paru Tempat masuk kuman Mycrobakterium Tuberkulosis adalah saluran pernafasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit. 2ebanyakan infeksi Tuberkulosis ter'adi melalui udara (air bone&, yaitu melalui inhalasi droplet yang mengandung kuman4kuman basil tuberkel yang berasal dari orang yang terinfeksi. Tuberkulosis adalah penyakit yang dikendalikan oleh respon imunitas perantara sel. Sel efektornya adalah makrofag, sedangkan limfosit (biasanya sel T& adalah sel imunoresponsifnya. Tipe imunitas seperti ini biasanya lokal, melibatkan makrofag yang diaktifkan di tempat infeksi oleh limfositnya. ;espon ini tersebut reaksi hipersensitivitas (lambat&. 6asil tuberkel yang mencapai permukaan aslveolus biasanya diinhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari satu sampai tiga basil, gumpalan basil yang lebih besar cenderung tertahan di saluran hidung dan cabang besar bronkhus dan tidak menyebabkan penyakit. Setelah berada dalam ruang alveolus biasanya di bagian ba*ah lobus atas paru4paru atau bagian atas lobus ba*ah, basil tuberkel ini membangkitkan reaksi peradangan. :eukosit tampak pada empat tersebut dan memafagosit bakteri namun tidak membunuh organisme tersebut. :esi primer paru4paru dinamakan fokus 7hon dan gabungan terserangnya kelen'ar getah bening reginal dan lesi primer dinamakan komplkes 7hon. (Silvia A. Price, 1 8 " #$%4#$(&.

1%

2erusakan pada paru akibat infeksi disebabkan oleh basil serta reaksi imun dan peradangan yang hebat. +dema interestisial dan pembentukan 'aringan parut permanen di alveolus meningkatkan 'arak untuk difusi oksigen dan karbon dioksida sehingga pertukaran gas menurun. Pembentukan 'aringan parut dan tuberkel 'uga mengurangi luas permukaan paru yang tersedia untuk difusi gas sehingga kapasitas difusi gas menurun. Pembentukan 'aringan parut dan tuberkel 'uga mengurangi luas permukaan paru yang tersedia untuk difusi gas sehingga kapasitas difusi gas menurun. Apabila penyakitnya cukup luas dapat menimbulkan vasokontriksi hipoksik arterior paru dan hipertensi paru. -aringan parut dapat menyebabkan penurunan compliance paru. (+li,abeth -. .or*in, )/// > (1!&. Penyebaran hematogen merupakan suatu fenomena akut yang dapat menyebabkan tuberkulosis milier. ?ni ter'adi apabila fokus nekrotik merusak pembuluh darah sehingga banyak mikroorganisme masuk ke dalam vaskuler dan tersebar ke organ4organ tubuh. (Silvia A. Price, 1 ". #ani estasi Klinik Tuberkulosis Paru A*al penyakit Tuberkulosis Paru dapat diketahui secara klinis, tanpa keluhan, tetapi secara u'i tes tuberkulin positif. 7e'ala a*alnya " 6atuk yang hilang timbul, demam pagi hari, malaise, keringat pada amlam hari, anoreksia, berat badan menurun (Suryadi, )//1 " )88&. 8 > #$(&.

1(

7ambaran klinis Tuberkulosis mungkin belum muncul pada infeksi a*al, dan mungkin tidak akan pernah muncul apabila tidak ter'adi infeksi. Apabil timbul infeksi aktif, pasien biasanya memperlihatkan " batuk produktif disertai nyeri dada, demam biasanya pada malam hari, malaise, keringat malam, anore@ia. (+li,abeth -. .or*in, )/// > (1!&. 7e'ala utama Tuberkulosis adalah batuk lebih dari empat minggu dengan atau tanpa sputum, malaise, ge'ala flu, demam dera'at rendah, nyeri dada dan batuk darah (Arief Mans'oer, 1 $. " (#)&.

#anaje%en #edik Tuberkulosis Paru Pengobatan untuk individu dengan Tuberkulosis aktif memerlukan *aktu yang lama karena hasil resisten terhadap bagian besar antibiotik dan cepat bermutasi apabila terpa'an antibiotik semula masih efektif. Tetapi untuk pasien yang terinfeksi aktif yaitu kombinasi empat obat yang berlangsung sembilan bulan dan biasanya lebih lama. ?ndividu yang memperlihatkan tes tuberkulin positif setelah sebelumnya negatif biasanya mendapatkan antibiotik, selama enam sampai dengan sembilan bulan untuk membantu respon imun (+li,abeth -. .or*in, )/// " (1!&. Penderita Tuberkulosis dengan ge'ala klinis minimal harus mendapatkan dua obat untuk mencegah timbulnya basil yang resisten terhadap obat. 2ombinasi obat4obat pilihan yaitu isonia,id, sthambutol dan rifamficin serta streotomicin (Sylvia A. Price, 1 8 > #$/&.

1$

&.

Ko%plikasi TB Paru Penyakit T6 Paru bila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan komplikasi. 2omplikasi dibagi dua yaitu komplikasi dini dan komplikasi lan'ut. 2omplikasi dini " a. b. c. d. Pleuritis +fusi pleura :aringitis +mpiema

2omplikasi lan'ut " a. b. c. d. 2or Pulmonal. '. a. Penatalaksanaan TB Paru Abat anti T6 (AAT& AAT harus diberikan dalam kombinsai sedikitnya dua obat yang bersifat bakterisid dengan atau tanpa obat ketiga. Tu'uan pemberian AAT antara lain " 2arsinoma paru Amiloidosis 7agal nafas 2erukan parenkin berat

1!

!& Membuat konversi sputum 6TA positif men'adi negatif secepat mungkin melalui kegiatan bakterisid. #& Mencegah kekambuhan dalam tahun pertama setelah pengobatan dengan kegiatan sterilisasi. 8& Menghilangkan atau mengurangi ge'ala dan lesi melalui perbaikan daya tahan imunologis. Maka pengobatan T6 dapat dilakukan melalui dua fase yaitu " 1& Base a*al intensif, dengan kegiatan bakterisid untuk memusnahkan populasi kuman yang membelah dengan cepat. )& Base lan'utan, melalui kegiatan sterilisasi kuman pada pengobatan 'angka pendek atau kegiatan bakteriostotik pada pengobatan konvensional. AAT yang bisa digunakan antara lain isonia,id (?9C&, rifamisin (;&, pira,inamid (D& dan streptomisin (S& yang bersifat bakterisid dan etambutol (+& yang bersifat bakteriostatis. Penilaian keberhasilan pengobatan didasarkan pada hasil

pemeriksaan bakteriologi, radiologi dan klinis. 2esembuhan T6 Paru yang baik akan memperlihatkan sputum 6TA (4&, adanya perbaikan radiologi dan menghilangnya ge'ala.

1#

Tabel ).1 Panduan Abat T6 Paru Panduan (AT


2ategori 1 2ategori ) Klari ikasi ) tipe penderita 4 6TA (=& baru 4 Sakit berat " 6TA (4& luar paru Pengobatan ulang " 4 2ambuh 6TA (=& 4 7agal

*ase A+al
) C;DS(+& ) ;CDS(+& ) ;CD+S11 ;CD+ ) ;CD+S11 ;CD+ ) ;CD ) ;CD1) ;%C%D%

*ase ,anjutan
( ;C ( ;%C% $ ;C+ $ ;%C%+%

2ategori %

4 4

T6 Paru 6TA (=& T6 :uar Paru

( ;C ( ;%C%

2eterangan "

)C;D E tiap hari selam ) bulan (;C E tiap hari selama ( bulan (C%;% E tiga kali seminggu selama ( bulan Sumber " 2apita Selekta 2edoteran Tabel ).) 5osis Abat Anti T6 Paru
D(-.D1A KA,.2#.3441
1$ mg1kg maks. // mg 1/ mg1kg maks. !// mg $/4#/ mg1kg maks. ( g $/ mg.kg )$4%/ mg1kg maks 1,$ g

(BAT
?sonia,id ;ifamisin Pira,inamid +tambutol Streptomisin

-ET.AP /A0.
$ mg1kg maks. %// mg 1/ mg1kg maks. !// mg 1$4%/ mg1kg maks ) g 1$4%/ mg1kg maks. ),$ g 1$ mg1kg maks. 1 g

T.4A KA,.2#.3441
1$ mg1kg maks. // mg 1/ mg1kg maks. !// mg $/4#/ mg1kg maks. % g )$4%/ mg1kg )$4%/ mg1kg maks 1 g

18

2eterangan " +tambutol tidak dian'urkan untuk anak4anak F ! tahun, karena gangguan penglihatan sulit dipantau (kecuali 'ika kuman penyebabnya resisten terhadap obat T6 lainnya&. b. Sumber " 2apitas Selekta 2edokteran. Pemantauan kema'uan pengobatan dilaksanakan dengan pemeriksaan ulang dahak. Setelah fase a*al 1 intensif diselesaikan harus diperiksa dua spesimen dahak untuk melihat ter'adinya konvensi. -ika hasil 6TA positif, fase intensif dilan'utkan 1 bulan lagi. 6ila 6TA negatif dilan'utkan dengan fase lan'utan. 6ila 6TA positif, pengobatan dengan kategori 0 1 harus dihentikan. c. 5iet pada T6 paru <ntuk penatalaksanaan ini diberikan therapy diet T2TP ? dan T2TP ??. Tu'uan dari diet T2TP adalah untuk memberikan makan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan kalori dan protein yang bertambah guna mengurangi kerusakan dengan tubuh atau guna menambah berat badan hingga mencapai berat badan normal. d. Penatalaksanaan T6 Paru di ;umah 1& Pencegahan penularan Tindakan pencegahan penularan yang dapat dilakukan oleh keluarga dengan T6 Paru adalah " a& Menutup mulut

b& Membuang ludah atau dahak pada *adah tertutup yang telah disediakan, misalnya kaleng yang telah diisi dengan cairan lisol atau pasir. c& Memeriksakan anggota keluarga, lainnya apakah 'uga terkena penularan T6 Paru. d& Makan makanan yang bergi,i. e& Memisahkan alat makan dan minum penderita T6 Paru.

15.Da%pak 0esiko Tinggi TB Paru a. 2eluarga T6 Paru berdampak pada fungsi keluarga sebagai berikut " 1& Bungsi +fektif 2eluarga akan merasa cemas dan bingung karena kondisi anggota keluarga yang dalam keadaan sakit, sehingga berusaha mencari pertolongan dan perlindungan untuk mengatasi rasa cemasnya. )& Bungsi Sosial Penyakit T6 Paru pada salah satu anggota keluarga

mengakibatkan gangguan sosial dalam individu sendiri, sehingga individu cenderung menarik diri dan kehilangan harga dirinya. %& Bungsi Pengontrol

)/

Anggota keluarga yang terkena T6 paru menuntut perhatian dari yang lain sehingga perhatian tertu'u pada anggota yang sakit, akibatnya perhatian terhadap anggota keluarga lainnya berkurang. (& Bungsi +konomi Anggota keluarga yang terkena T6 paru memerlukan

pembiayaan dalam pengobatan dan pemeriksaan, sehingga menuntut anggota keluarga yang lain untuk menambah penghasilan keluarga $& Bungsi Bisik 2eluarga berfungsi untuk memenuhi seluruh kebutuhan fisik anggota. 6ila ada yang sakit maka pemenuhan kebutuhan fisiknya akan terganggu, hal ini erat kaitannya dengan fungsi keluarga sebagai fungsi ekonomi karena fungsi fisik akan optimal 'ika ada sarana yang tersedia dan untuk mendapatkannya maka fungsi ekonomi keluarga harus terpenuhi. !& Bungsi Spiritual Pengobatan T6 Paru yang lama dan memungkinkan keluarga men'adi tidak sabar untuk men'alaninya sehingga kemungkinan kurang menyadari pentingnya berdoGa untuk kesembuhan

penyakitnya b. Pengaruh terhadap tugas keluarga 1& Memberikan pera*atan pada anggota keluarga yang sakit terutama pada penderita T6 Paru akan ter'adi penurunan fisik sehingga

)1

anggota keluarga yang lain harus memberikan pera*atan semaksimal mungkin. )& Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan sangat menun'ang pada kepribadian anggota keluarga resiko tinggi T6 Paru. %& Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarganya. 2eluarga resiko tinggi T6 Paru harus dapat mengenal dan dipahami masalah kesehatannya. (& Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi resiko tinggi anggota keluarga penderita T6 Paru. $& Mempertahankan hubungan timbal balik antar keluarga dan lembaga kesehatan lain. Penderita penyakit T6 Paru membutuhkan

pengobatan yang lama dan teratur sehingga harus tercipta hubungan timbal balik antara keluarga dengan petugas kesehatan dalam usaha memecahkan masalah kesehatan. B. Konsep Dasar Asu6an Kepera+atan 5asar 2epera*atan adalah suatu metoda yang sistematis untuk mengka'i respon manusia terhadap masalah4masalah kesehatan dan membuat rencana kepera*atan yang bertu'uan untuk mengatasi masalah itu melalui penerapan lima tahap proses kepera*atan yaitu pengka'ian, diagnosa kepera*atan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. (.arol H. Allen, 1 8 > )1&.

))

1.

Pengkajian Pengka'ian adalah tahap a*al dari proses kepera*atan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien (9ursalam, )//1 > 1#&. a. Pengumpulan 5ata Pengumpulan data adalah mengumpulkan informasi yang sistematis tentang klien termasuk kekuatan dan kelemahan klien. 5ata diperoleh dari klien, keluarga, orang terdekat, masyarakat dan rekam medik. 1& 6iodata 5ata identitas klien meliputi nama, umur, 'enis kelamin, suku bangsa, agama, peker'aan, status perka*inan dan nomor keamanan sosial (6renda 7oodner, 1 )& ( > )$)&.

;i*ayat 2esehatan a& 2eluhan <tama Pada klien dengan gangguan sistem pernafasan mengeluh sesak nafas, batuk produktif atau tidak produktif (Marlylinn 5oenges, 1 > )(1&.

b& ;i*ayat 2esehatan Sekarang 6iasanya pada klien Tuberkulosis Paru akan ditemukan ge'ala batuk yang hilang timbul, sesak nafas, emam. Malaise, hilang

)%

nafsu makan, berat badan menurun (+li,abeth -. .or*in, )//1 > (1!&. c& ;i*ayat 2esehatan 5ahulu Pengka'ian data ri*ayat kesehatan dahulu sangat penting untuk mengetahui apakah klien pernah terpapar oleh penderita yang terinfeksi Tuberkulosis I (Sylvia A. Price, 1 8 > #$%&.

d& ;i*ayat 2esehatan 2eluarga Apakah didalam keluarga klien ada anggota keluarga yang menderita penyakit gangguan sistem pernafasan atau penyakit Tuberkulosis I e& 2ebiasaan Cidup Apakah klien mempunyai kebiasaan merokok atau minum alkohol I %& Pemeriksaan Bisik Pemeriksaan fisik digunakan untuk memperoleh data ob'ektif yang dilakukan dengan cara inspeksi, auskultasi, palpasi dan perkusi secara menyeluruh atau head to toe dengan melakukan pendekatan pengka'ian sistem tubuh. Tetapi difokuskan pada sistem pernafasan. Tanda4tanda yang dapat ditemukan " Peningkatan frekuensi

pernafasan, tanda4tanda redup, ronkhi basah, bronkhial, ada penarikan

)(

otot4otot pernafasan, sekret disaluraan pernafasan, suara krekles karena adanya kavitas yang berlangsung pada bronchus. (Arief Mans'oer, 1 (& a& > (#)&. 5ata 6iolgis Pola nutrisi dan cairan yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan, anoreksia, berat badan menurun, turgor kulit buruk. (Marilynnn 5oenges, 1 b& c& Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur, adanya kesulitan tidur malam hari karena demam, mengigil, atau berkeringat (Marilynn 5oenges, 1 d& e& > )(/&. Pola personal hygiene Pola aktivitas sehari4hari yang ditandai dengan keletihan dan kelemahan otot. (Marilynn 5oenges, 1 $& 5ata Psikologis Apakah ada faktor stress lama, perasaan tidak berdaya, takut, cemas mudah terangsang I (Marrilyn 5oenges, 1 !& 5ata Sosial Apakah ada perasaan terisolisasi karena penyakit menular I (Marilynn 5oenges, 1 #& > S)(/&. > )(/&. > )(/&. > )(/&.

5ata Spiritual

)$

5ata spiritual meliputi bagaimana keyakinan klien tentang penyakitnya, bagaimana hubungan klien dengan Tuhannya I (9asrul +fendy, 1 8& $&. Pemeriksaan 5iagnostik Menurut (+li,abeth -. .or*in, )/// > (1!& pemeriksaan diagnostik yang dilakukan yaitu > a& <'i kulit positif untuk tuberkulosis memperlihatkan imunitas seluler dan membuktikan bah*a saluran nafas ba*ah pernah terpa'an basil. b& 6iarkan sputum dari pasien dengan infeksi aktif akan

memperlihatkan basil. c& Pemeriksaan sinar J akan memperlihatkan tuberkel lama dan paru. d& Pemeriksaan laboratorium darah adanya peningkatan lekosit dan la'u endap darah dari nilai normal. e& 2lasifikasi (1& T6 Paru (a& 6TA mikroskopis langsung (=& atau biakan (=&, kelainan foto toraks menyokong T6, dan ge'ala klinis sesuai T6. (b& 6TA mikroskopis langsung atau biakan (4&, tetapi kelainan rontgen dan klinis sesuai T6 dan memberikan perbaikan pada pengobatan a*al anti T6 (initial therapy& pasien golongan ini memerlukan pengobatan yang adekuat.

)!

()&

T6 Paru tersangka 5iagnosis pada tahap ini bersifat sementara sampai hasil pemeriksaan 6TA didapat (paling lambat % bulan&. Pasien dengan 6TA mikroskopis langsung (4& atau belum ada hasil pemeriksaan atau pemeriksaan belum lengkap, tetapi kelainan rontgen dan klinis sesuai T6 Paru. Pengobatan dengan anti T6 sudah dapat dimulai.

(%&

6ekas T6 (tidak sakit& 5iagnosis pada tahap ini bersifat sementara sampai hasil pemeriksaan 6TA didapat (paling lambat % bulan&. Pasien dengan 6TA mikroskopis langsung (4& atau belum ada hasil pemeriksaan atau pemeriksaan belum lengkap, tetapi kelainan rontgen dan klinis sesuai T6 Paru. Pengobatan dengan anti T6 sudah dapat dimulai. (2apita Selekta, )//1 " (#%& dan (+li,abeth -. .or*in, )/// > (1!&

Pemeriksaan

diagnostik

yang

dilakukan

pada

penderita

Tuberkulosis yaitu " a& 2ultur sputum positif untuk Tuberkulosis aktif b& Diehl 9eelsen postif untuk basil asam cepat c& Tes Tuberkulin reaksi positif menun'ukan penyakit aktif

)#

d& Boto thorak dapat menun'ukan infiltrasi lesi a*al pada area paru atas. e& Pemeriksaan analisa gas darah dapat normal tergantung lokasi, berat dan kerusakan paru. (Marilynn +. 5oenges, 1 > )(14)().&

Pada foto thorak lateral, gambaran foto yang menun'ang diagnosis " a& 6ayangan lesi terletak pada lapangan atas paru atau segmen apikal lobus ba*ah. b& c& d& minggu e& Pada a*al penyakit berupa bercak4bercak 6ayangan bera*an atau bercak Adanya kavitas tunggal atau ganda 6ayangan menetap pada foto ulang beberapa

seperti a*an dengan batas yang tidak tegas, pada yang lebih lan'ut bercak4bercak seperti a*an men'adi lebih tegas. Menurut Arief Mans'oer (1 b. Analisa 5ata Analisa data adalah kemampuan mengaitkan data dan > (#)&

menghubungkan data tersebut dengan konsep teori dan prinsip yang relavan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan kepera*atan klien (9asrul +fendy, 1 $ > )(&.

)8

Masalah yang ditemukan pada klien Tuberkulosis yaitu aktivitas dan istirahat, nutrisi, cairan, integritas ego, pernafasan dan penyuluhan (Marilynn +. 5oenges, 1 2. 8 > )(/&.

Diagnosa Kepera+atan 5iagnosa kepera*atan adalah suatu peryataan yang men'elaskan respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola& dari individu atau kelompok dimana pera*at secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk men'aga status kesehatan, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah. (9ursalam, )//1 > (1&. 5iagnosa yang mucul pada pasien Tuberkulosis paru yaitu " a. 7angguan pertukatan gas berhubungan dengan kerusakan pada alveolus b. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan meningkatnya metabolisme dan penurunan nafsu makan c. informasi. d. ;esiko tinggi penyebaran infeksi sekunder berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kondisi, cara pera*atan dan pencegahan (Marilynn +. 5oenges, 1 8 > )()4)((&. 2urangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya

3.

Peren7anaan

;encana asuhan kepera*atan adalah pengka'ian yang sistematis, identifikasi masalah, penetuan tu'uan, pelaksanan dan cara atau strategi. a. pada alveolus ?ntervensi " 1& 2a'i dan pantau frekuensi serta kualitas pernafasan )& 2a'i *arna kulit, penggunaan otot aksesoris pernafasan %& Auskultasi bunyi nafas, catat peningkatan atau penurunan ronchi, krekles. (& 6aringkan posisi semi fo*ler untuk mengoptimalkan fungsi paru $& Pantau pemeriksaan gas darah, laporkan tanda kema'uan hipoksemia !& 6erikan terapi oksigen sesuai indikasi #& Pantau hasil pemeriksaan rongga dada 8& 6antu dan a'arkan teknik nafas dalam dan batuk efektif & 6erikan vaso dilator sesuai indikasi 2eriteria hasil " 1& Pasien mempertahankan pertukaran gas adekuat )& 7as darah dalam batas yang dapat diterima %& 6unyi paru menun'ukan peningkatan (Tuker et al, 1 b. 8 > )$!&. ?? nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 5iagnosa ? pertukaran gas berhubungan dengan kerusakan

5iagnosa

berhubungan dengan keletihan, anoreksia dan dispneu.

%/

?ntervensi " 1& 5apatkan berat badan saat masuk dan pantau setiap hari )& 2a'i status nutirisi %& ?ntake dan output makanan (& Pertahankan diit tinggi kalori, tinggi protein dengan makan sedikit4 sedikit tapi sering $& Atur posisi semi fo*ler saat makan untuk mengurangi dispnoe !& 5orong untuk istirahat sebelum makan untuk mengurangi kelelahan #& 6erikan makan dalam porsi kecil tapi sering 8& 6erikan pera*atan mulut sebelum dan sesudah makan & Pantau adanya anoreksi, mual dan muntah 2riteria hasil " 1& Pasien akan mempertahankan status nutrisi yang adekuat )& 6erat badan tetap stabil dalam batasan normal (Tucker et al, 1 c. 8 > )$84)$ &

5iagnosa ??? kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi ?ntervensi " 1& 2a'i tingkat pengetahuan mengenai proses penyakit, kecemasan dan salah persepsi )& -elaskan sifat penyakit, cara pera*atan, tu'uan pera*atan dan tu'uan pengobatan serta prosedur pengobatan.

%1

2riteria hasil " 1& 2lien memperlihatkan peningkatan tingkat pengetahuan mengenai pera*atan diri. )& Mengetahui penatalaksanaan pera*atan diri (Tucker et al, 1 d. 8 > )$8&.

5iagnosa ?H resiko tinggi penyebaran berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kondisi, cara pera*atan dan cara pencegahan infeksi sekunder. ?ntervensi " 1& 5iskusikan tentang pentingnya mempertahankan isolasi pernapasan, hindari kontak langsung dengan sputum sampai tingkat pengobatan selesai. )& A'arkan pasien agar batuk atau bersin tertutup, memalingkan kepala saat bersin dan batuk. Membuang tisu dengan tepat, membuang dahak ditempat yang tertutup, menggunakan masker bila tidak mampu melakukan instruksi. %& (& $& -elaskan pentingnya pera*atan ra*at 'alan -elaskan apabila timbul kembali -elaskan tentang pentinya untuk tidak mengehentikan obat4obatan anti Tuberkulosis sampai diinstruksikan oleh dokter. 2riteria hasil "

%)

1& Pasien mengalami penurunan resiko untuk menularkan penyakit kepada orang lain. )& Penyebaran infeksi tidak ter'adi (Tucker et al, 1 4. .%ple%entasi ?mplementasi adalah inisiatif untuk melakukan tindakan untuk mencapai tu'uan yang spesifik dan membantu klien mencapai tu'uan yang telah ditetapkan, yang mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping (9ursalam, )//1 > !%& !. E8aluasi +valuasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses 8 > )$!&

kepera*atan yang menandakan seberapa 'auh diagnosa kepera*atan, rencana tindakan dan pelaksanaannya sudah berhasil dicapai. (9ursalam, )//1&. ". Catatan Perke%bangan .atatan perkembangan adalah pencatatan pasien yang berisi hasil dari tindakan yang telah dievaluasi dan telah dilaksanakan sesuai intervensi yang direncanakan. .atatan ini berisi data dan topik masalah informasi yang dicatatat dalam SAAP?+;. 2eterangan" ( 9 Sub'ektif adalah informasi yang didapat dari klien 9 Ab'ektif adalah informasi yang didapat berdasarkan pengamatan dan pemeriksaan fisik.

%%

A P

9 Assesment adalah analisa mengenai masalah pasien 9 Planning adalah rencana tindakan yang disesuaikan dengan massalah klien.

9 ?mplementasi direncanakan.

adalah

pentalaksaan

tindakan

yang

telah

E 0

9 +valution adalah penilaian dari tindakan yang telah dilakukan 9 ;eassesment adalah mengka'i ulang tindakan yang belum tercapai $&.

(9asrul +fendy, 1