Anda di halaman 1dari 13

Ethosuximide, Valproic Acid, dan Lamotrigine Pada Anak-Anak dengan Epilepsy Absence

Tracy A. Glauser, .!., A"ital #naan, Ph.!., $hlomo $hinnar, .!., Ph.!., !eborah G. %irt&, .!., !ennis !lugos, .!., !a"id asur, Ph.!., Peggy '. #lark, .$.(., Edmund V. #apparelli, Pharm.!., and Peter #. Adamson, .!., )or the #hildhood Absence Epilepsy $tudy Group*

A+$T,ALATA, +ELA-A(G Epilepsi petit mal pada anak, adalah epilepsi yang paling banyak pada anak, biasanya diterapi dengan ethosuximide, asam valproat, atau lamotrigin. Merupakan terapi yang paling manjur dan toleransi sebagai inisial terapi empiris belum ditetapkan. ET'!E Dalam uji klinis double-blind, acak, percobaan klinis terkontrol, kami membandingkan efektivitas, toleransi, dan efek neuropsikologi ethosuximide, asam valproik, dan lamotrigin pada anak-anak yang baru didiagnosis absens epilepsi. Dosis obat secara bertahap meningkat sampai anak itu bebas dari kejang, maksimal dosis yang diijinkan atau dosis toleransi tertinggi dicapai, atau ditemukan kriteria yang menunjukan kegagalan pengobatan Hasil utama adalah terbebas dari kegagalan pengobatan setelah perbandingan berpasangan. %A$.L Dari #$% anak-anak yang diberikan pengobatan secara acak yang dengan ethosuximide & $!', lamotrigin & #(', atau asam valproik & #)' yang sama sehubungan dengan karakteristik demo-grafis mereka. *etapi +etelah ! minggu terapi, tingkat kebebasan-dari-kegagalan untuk ethosuximide dan asam valproat adalah hampir sama &masing-masing $%, dan $),- dengan kemungkinan rasio asam valproik vs ethosuximide, ,.!- ($, confidence interval /012, 3,)3 untuk ,()- "a 4 3,%$' dan lebih tinggi dari tingkat untuk lamotrigin &.(,- dengan kemungkinan rasio etho-suximide vs lamotrigin, .,!!, ($, 01, ,!$-#,.)- dengan kemungkinan ratio asam valproat vs lamotrigin, %.%# , ($, 01, .,3!! minggu terapi, hasil sekunder adalah disfungsi attentional. "erbedaan Efek obat ditentukan melalui

$,#., " 53,33 untuk kedua perbandingan'. *idak ada perbedaan yang signifikan antara tiga obat berkaitan dengan efek samping karena penghentian pengobatan. Disfungsi atensi lebih sering terjadi dengan asam valproat dibandingkan dengan ethosuximide &dalam #(, dari anak-anak vs %%,, kemungkinan rasio, ,($, ($, 01, , .-%,# - " 4 3,3%'. -E$. P/LA( Ethosuximide dan asam valproat lebih efektif daripada lamotrigin dalam pengobatan anak epilepsi petit mal. Etosuksimid dikaitkan dengan beberapa efek atensi yang buruk. 0umlah epilepsi absens pada anak, 3 dari 6, dari semua kasus epilepsi onset anak, sehingga merupakan epilepsi yang paling banyak pada anak.
,.

pada

+indrom ini

dengan ciri setiap hari sering kali memandang secara kosong tetapi singkat. biasanya dimulai pada # sampai ) tahun, pada anak sebaliknya tampak sehat. % electroencephalogram &EE7' klasik menunjukkan gelombang spike menyeluruh &dari % H8' dengan aktivitas background yang normal %,# +ering disalahartikan sebagai bentuk benign epilepsi, epilepsi absen pada masa kanak dikaitkan dengan tingkat variabel remisi- memiliki dampak defisit kognitif dan kesulitan psikososial jangka panjang pada anak $. -6 Ethosuximide, asam valproat dan lamotrigin adalah tiga obat yang umum digunakan sebagai monoterapi a9al untuk kondisi ini ) *api bukti definitif efektivitas ketiga obat ini relatif kurang ( :bat-obat ini memiliki efek samping dan profil interaksi obat yang berbeda
3,

;ami melakukan, percobaan acak double blind untuk menilai efikasi,

tolerabilitas, dan efek neuropsikologi dari tiga obat tersebut untuk menentukan secara optimal inisial monoterapi empiris untuk anak-anak dengan epilepsi petit mal. METODE PE,E-,/TA( "ercobaan ini dilakukan di %. lokasi di seluruh <merika +erikat. <nak-anak antara .,$ dan % tahun yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi jika mereka memenuhi kriteria sebagai berikut= masa kanak-kanak dengan memiliki epilepsi absen dengan onset baru yang secara klinis didiagnosis menurut >eague <gainst Epilepsy classification of epilepsy syndromes &termasuk klinis kejang absen berkala dan melaporkan perkembangan normal' %- memiliki sinkron bilateral, gelombang spike simetris &.,6-$ H8' pada latar belakang normal dengan setidaknya satu kejang electrographically tercatat berlangsung % detik atau lebih pada jam, terjaga ?ideo EE7- dengan berat badan 3 kg atau lebih, memiliki

indeks massa tubuh di ba9ah persentil ke-((, dan memiliki darah lengkap normal dan jumlah serum alanine aminotransferase, serum aspartat aminotransferase, dan bilirubin yang normal. <nak-anak perempuan harus premenstruasi. <nak-anak yang tidak memenuhi syarat jika mereka bertemu salah satu kriteria berikut= menerima pengobatan anti kejang selama lebih dari 6 hari sebelum randomisasi, memiliki ri9ayat kejang nonfebris selain kejang absen &misalnya, tonik-klonik atau kejang mioklonik', memiliki ri9ayat yang menetap dengan juvenile epilepsi petit mal atau juvenile epilepsi mioklonik &misalnya, kejang umum tonik-klonik atau mioklonik', %memiliki ri9ayat reaksi dermatologi yang parah pada pengobatan apa pun, atau memiliki ri9ayat penyakit utama psikiatri, gangguan autistic spectrum &<utistic +pectrum Disorder', atau memiliki beberapa kondisi medis klinis yang signifikan. @erbeda dengan epilepsi absens pada anak-anak, pada juvenile absen epilepsi terjadi pada anak yang lebih tua dan jarang ditandai dengan kejang absen &sering tidak dicetuskan oleh hiperventilasi'- lebih sering kejang tonik-klonik, dan sering kali denganfrekuensi tinggi &A % H8 ', melepaskan gelombang spike menyeluruh pada EE7. +tudi ini disetujui oleh badan kelembagaan revie9 setiap tempat yang berpartisipasi, pusat koordinasi, dan data serta de9an pemantauan keamanan yang ditunjuk oleh Bational 1nstitutes of Health. 1nformed consent tertulis didapatkan dari orang tua atau 9ali, dan persetujuan itu bisa didapatkan dari subyek jika memungkinkan P,'T'-'L +ubyek yang memenuhi syarat secara acak ditugaskan untuk menerima salah satu dari tiga obat studi dalam rasio 3 =3 =3 . *ugas pera9atan dilakukan sentral sesuai dengan jad9al acak yang dihasilkan komputer dalam bentuk balok permutasi dalam tiga lingkup usia &5! tahun dan C ! tahun' dan dalam beberapa tempat penelitian. dasar *es neuropsikologis dilakukan baik sebelum atau dalam 9aktu 6 hari setelah dimulainya pengobatan studi. "engujian meliputi usia yang sesuai 0onners D0ontinuous "erformance *est &0"*-11 untuk anak-anak A4 ! tahun, dan ;-0"* untuk anak-anak # sampai 5! tahun', yang menilai
$

perhatian
!

.-

standar
6- (

tes

verbal belajar,

dan
6

kecerdasan

non-verbal,

%-

kosakata,

memori,

keterampilan

integrasi

visukomotor, .3fungsi

eksekutif, . ,.. dan .%,.# prestasi akademik, dan kuesioner perilaku .$,.! dan kualitas hidup. .6 Etosuksimid &Earontin' &kapsul .$3 mg atau .$3 mg per $ ml sirup', asam valproik &Depakote' &kapsul .$ mg atau dosis .$ mg sprin-kles', dan lamotrigin &>amictal' &$ - mg

dan .$ mg tablet kunyah atau tablet .$ mg' masing-masing diberikan oleh "fi8er, <bbott >aboratories, dan 7laxo+mith;line. "erusahaan-perusahaan ini tidak memiliki peran dalam rancangan akrual, penelitian, data, data atau analisis

persiapan naskah. "ara penulis merancang menganalisis mengirimkan publikasi. Data <bsence Epilepsy data, artikel penelitian, menulis untuk

naskah, dan terpilih untuk penelitian +tudy

dikumpulkan oleh 0hildhood 7roup. "engobatan @linded studi disiapkan di apotek pusat dan dikirim dalam kit dikemas untuk pengisian- dosis meningkat setiap selama periode maksimal yang diberikan &*abel sampai . minggu ! minggu sampai bebas dari kejang tercapai atau efek batas dosis '. Dosis harian tertinggi yang dapat memungkinkan &masing-masing dosis

adalah !3 mg per kilogram berat badan untuk ethosuximide, !3 mg per kilogram untuk asam valproik, dan . mg per kilogram untuk lamotrigine maksimum .333, %333, dan !33 mg per hari' . Modifikasi menurunkan dosis tunggal dii8inkan dalam hal prespecified membatasi toksisitas dosis. Dosis maintenance yang baik dengan menggunakan pendekatan double dummy &untuk formulasi padat dan cair' atau overencapsulation. ;unjungan studi terjadi setiap # minggu untuk ! minggu pertama. Fika orang tua melaporkan kejang klinis, penyesuaian peningkatan dosis obat pada studi dilanjutkan, jika tidak ada kejang yang dilaporkan, sampai dengan dua hingga $ menit percobaan bedside hiperventilasi dilakukan. Fika bedside hiperventilasi menyebabkan kejang, penyesuaian kenaikan dosis dilanjutkan, jika tidak, pada video EE7 selama jam diperoleh kejang yang tercatat pada EE7 &terdapat lonjakan gelombang +pike berlangsung yang berlangsung C % detik', maka

penyesuaian kenaikan dosis dilanjutkan sampai tidak ada kejang terdeteksi kemudian penyesuaian dosis dihentikan, dan pasien terus menerima dosis saat ini. "ada minggu ke ! &kunjungan keempat', status kejang ditentukan melalui laporan klinis, pengujian bedside hiperventilasi, dan video EE7 jam. "ada kunjungan itu, menunjukan adanya kejang secara klinis atau elektrografik pada pasien yang menerima dosis yang dii8inkan atau dosis toleransi maksimal hal itu dianggap sebagai kegagalan terapi, untuk subyek yang yang tidak menerima dosis dii8inkan atau dosis toleransi maksimal tetapi masih mengalami kejang,kenaikan penambahan dosis tunggal diperbolehkan, dengan status kejang dievaluasi ulang pada kunjungan kelima # minggu kemudian &pada .3 minggu'. Data untuk hasil utama dari studi tersebut &kebebasan dari tingkat kegagalan' didasarkan pada temuan di kunjungan pada minggu ke ! kecuali jika melakukan kunjungan kelima berlangsung pada .3 minggu, dimana data hasil kasus ditetapkan sebagai minggu ! atau data minggu ke .3 . *he 0onners G0ontinuous "erformance *est adalah satu-satunya tes neuropsikologi dasar yang diulang sebelum atau pada saat kunjungan minggu ! atau minggu ke .3 karena potensi untuk tes-tes ulang atau efek latihan dengan tes neuropsikologi lainnya. +ebelum pengobatan sampel serum untuk analisis farmakokinetik diperoleh pada minggu ke ! atau minggu ke .3. pasien tanpa kejang di terakhir kunjungan follo9-up mereka terus menerima pengobatan dengan cara double-blind sampai . tahun lebih.

;riteria untuk kegagalan pengobatan termasuk kejang absen persisten pada minggu ke ! atau minggu .3, tonik-klonik kejang umum setiap saat, toksisitas sistemik terkait pemberian obat yang berlebihan &yaitu, jumlah trombosit 5$3.333 per milimeter kubik, jumlah neutrofil mutlak5$33 per milimeter kubik, alanine aminotransferase atau aspartate aminotransferase meningkat A4 3 kali batas atas dari kisaran normal, kadar total bilirubin meningkat A4 $ kali batas atas dari kisaran normal, ruam kemerahan yang cukup parah &mungkin berhubungan dengan obat', pankreatitis, atau peningkatan indeks massa tubuh &berat dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi dalam meter' minimal %,3 dari a9al, @atas dosis toksik setelah modifikasi penurunan dosis tunggal, dan pemberhentian yang diinisiasi oleh orang tua atau dokter. ;egagalan terapi akibat toksisitas obat atau kejang tonik-klonik menyeluruh bisa terjadi kapan saja, sedangkan kejang absen persisten bisa terjadi hanya pada atau setelah kunjungan pada ! minggu. +ubyek yang memenuhi salah satu dari kriteria tersebut diajak untuk memasuki fase open-label dalam penelitian. Hntuk mempertahankan kondisi blinding original, seperti subjek secara acak diberikan salah satu dari dua obat penelitian antiepilepsi lainnya. pada tahap kedua pengobatan dokter dan keluarga ditugaskan memberikan obat dalam penelitian. "usat koordinasi memantau pelaksanaan uji coba secara terus menerus. A(AL.$.$ $TAT.$T.Hasil utama dari penelitian ini adalah kebebasan dari kegagalan pengobatan pada minggu ke ! atau minggu .3, pada anak-anak usia # tahun atau lebih tua, hasil sekunder adalah bukti disfungsi atensi yaitu, didapatkan 1ndeks 0onfident 3,!3 atau lebih tinggi pada *he 0onnersI 0ontinuous "erformance *es pada saat kunjungan yang di selama ! atau .3 minggu atau pada kunjungan yang lalu ketika pengobatan dihentikan & penghentian terjadi bulan atau lebih setelah kunjungan a9al dan bukan karena intoleransi efek samping'. &sesuai dengan 3,!3 indeks confident bah9a kemungkinan !3, anak memiliki gangguan attention dificit disorder.' "erhitungan jumlah sampel didasarkan pada kemampuan untuk mendeteksi perbedaan .3, perbedaaan dalam kebebasan dari jumlah kegagalan & perbandingan pemberian ke tiga berpasangan ini' pada ! minggu dengan kekuatan )3 , pada nilai " dua sisi dari 3,3 6 dan satu analisis sementara, yang rencananya akan dilakukan ketika $3, dari subyek mencapai hasil primer. <nalisis sementara ini untuk kedua keberhasilan dan kegagalan, dengan penggunaan batas :D@rienJKleming untuk menghentikan studi dan penyesuaian dengan fungsi anggaran >anJDeMets. .) Hkuran sampel dari %() meningkat

menjadi ##! subyek untuk menghitung dua faktor stratifikasi dan tingkat dropout $,, jumlah sampel ini memungkinkan deteksi perbedaan 3,$ +D dalam 1ndeks ;eyakinan terhadap the 0onfidence 1ndex on the 0onnersI 0ontinuous "erformance *est dengan kekuatan melebihi )3,. ;arakteristik dasar dan variabel keamanan untuk ketiga perlakuan dibandingkan baik dengan cara tes chisLuare yang tepat atau analisis varians dua arah &dengan pengobatan sebagai salah satu faktor dan strata usia sebagai faktor lain', tergantung pada apakah karasedang dianalisa ini terpisah atau bersambung. 3,3$ Bilai " secara keseluruhan dianggap menunjukkan statistik signifikan, tanpa koreksi perbandingan multipel Hasil analisis berdasarkan pada pendekatan yang dimodifikasi dengan tujuan-untuk diobati, dan semua analisis yang ditetapkan sebelumnya. +emua subyek yang menerima setidaknya satu dosis obat studi dimasukkan dalam analisis keselamatan, sedangkan efektivitas analisis tidak termasuk lima anak-anak yang dianggap tidak memenuhi syarat pada meninjau pusat. Hasil primer dan sekunder dianalisis dengan menggunakan uji eksak Kisher untuk perbandingan berpasangan antar perlakuan, nilai " dari 3,3 6 dianggap untuk menunjukkan makna sta-tistical &terhitung koreksi @onferroni'. secara keseluruhan tes eksak chi-sLuare yang juga dilakukan,I +erta perhitungan kemungkinanrasio dengan interval kepercayaan ($,. ;urva ;aplan-Meier dibangun untuk menunjukkan 9aktu untuk kegagalan pengobatan selama masa studi .3-minggu. +ebuah tes log-rank dari tiga pasang obat studi dilakukan pada minggu ke ! atau minggu .3. +ebuah *ukey-;ramer analisis post hoc fungsi atensi pada kunjungan akhir dimasukkan perbedaan atensi dasar. "erbandingan post hoc dari konsentrasi obat diantara kegagalan pengobatan dan keberhasilan dalam kelompok terapi dilakukan dengan menggunakan sebuah test . +emua analisis dilakukan dengan menggunakan soft9are +<+, versi (. &+<+ 1nstitute', dan perangkat lunak +tatMact, versi ).3 &0ytel +oft9are'. +ebuah data bebas dan de9an pemantauan keamanan ditunjuk oleh Bational 1nstitutes of Health yang memantau uji coba. HASIL -A,A-TE,.$T.- $/+1EDari Fuli .33# sampai :ktober .336, total #$% anak yang terdaftar dan secara acak diberikan salah satu dari tiga kelompok terapi &lihat 7ambar. dalam >ampiran *ambahan, tersedia dengan teks lengkap artikel ini di BEFM.org'. "ada saat pendaftaran, usia rata-rata dari kelompok itu 6 tahun $ bulan, 6 anak-anak &#,' berada di ba9ah usia #

tahun, .#. &$%,' adalah # sampai kurang dari ) tahun, )# &# ,' adalah ) kurang dari . tahun, dan 3 &.,' berusia . sampai % tahun. +etelah pengacakan, dua subyek tidak pernah menerima satu obat dalam studi. >ima subjek ditemukan tidak memenuhi syarat dari meninjau pusat= tiga tidak memenuhi kriteria EE7, satu memiliki jumlah neutrofil abnormal, dan salah satu memiliki @M1 lebih besar dari persentil ke-((. Dengan demikian, #$ subjek yang termasuk dalam analisis keamanan dan ##! dalam efikasi analisis. *idak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok terapi dalam setiap strata usia atau yang berkaitan dengan karakteristik demografi secara menyeluruh &*abel .'. Dasar pengujian dari kelompok menunjukkan bah9a kognisi itu dalam kisaran normal, namun, pada 0ontinuous "erformance *est 0onfidence 1ndex dinaikkan &C 3,!3' pada # dari %(( subyek &%$,' yang bisa dievaluasi. @aik dalam kohort secara keseluruhan dan dalam masing-masing kelompok terapi, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam nilai dasar 0ontinuous "erformance *est 0onfidence 1ndex antara subyek yang diujikan sebelum obat studi dimulai dan mereka yang diuji selama minggu setelah pengacakan. -E+E+A$A( !A,. -EGAGALA( PE(G'+ATA( +ecara keseluruhan, .3( dari ##! anak &#6,' yang bebas dari kegagalan pengobatan pada minggu ! minggu atau .3 kunjungan &*abel %'. Mereka diobati dengan salah satu ethosuximide atau asam valproat yang memiliki tingkat kebebasan dari kegagalan&masing- masing $%, dan $),, ' dibandingkan mereka yang diberikan lamotrigin &.(,rasio kemungkinan dengan ethosuximide vs lamotrigin, .,!!- ($, confidence interval /012 , ,!$-#,.)- rasio kemungkinan dengan asam valproat vs lamotrigin, %,%#, ($, 01, .,3!$,#., " 53,33 untuk kedua perbandingan'. Hasil yang sama ditemukan pada tingkat analisis kebebasan-dari-kegagalan dalam setiap strata usia seiring dengan 9aktu uji log rank untuk kegagalan pengobatan sampai kunjungan pada ! atau .3 minggu &7ambar '. Dua alasan paling umum kegagalan pengobatan pada minggu ke ! dan .3 adalah kurangnya kontrol kejang &pada 3( subyek /.#,2' dan efek samping yang tak bisa toleransi &dalam (6 subyek /..,2'. Mayoritas anak-anak yang sedang mengalami kejang yang berkelanjutan adalah dalam kelompok lamotrigin. *idak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dalam frekuensi pengobatan. kegagalan pengobatan karena salah satu efek samping intoleransi atau putus pengobatan dari penelitian &*abel %'. Dalam delapan subyek, pengobatan dihentikan dikarenakan kejang umum tonik-klonik=

tiga subjek dalam kelompok ethosuximide, empat dalam kelompok asam valproik, dan satu di kelompok lamotrigin. *ujuh belas jenis efek samping yang dilaporkan dalam $, atau lebih dari subyek setidaknya dalam satu kelompok mengobati-pemerintah &*abel #'. Dengan kunjungan pada ! atau .3 minggu, delapan subyek &.,' telah memiliki efek samping yang serius yang memerlukan ra9at inap= empat pada kelompok ethosuximide dan dua masing-masing di lamotrigin dan kelompok asam valproat . <lasan untuk ra9at inap termasuk kejang umum

tonik-klonik masing nonepileptic, panjang sebelumnya, keluar, <da

kejang, memiliki kejang episode dari

dalam

tiga

subyek, dan satu subjek masingkejadian absen lebih kejang bertindak dan

durasi

salmonella

enteritis,

pneumonia dengan diare dan muntah. % kasus yang cukup parah &mungkin berhubungan dengan obat' menyebabkan ruam kemerahan akibat kegagalan pengobatan tetapi tidak ada kasus +tevens- johnson.

$-', .(!E-$ -E1A-.(A( TE,%A!AP #'(T.(/'/$ PE,2', A(#E TE$T

Hasil hasil 1ndeks ;eyakinan dari 0onners continuous "erformance *est tersedia untuk % ! subyek pada minggu ! dan minggu .3 dilihat &*abel %, dan 7ambar. dalam >ampiran *ambahan'. Di kunjungan ini, persentase subyek dengan skor hasil 1ndeks ;eyakinan 3,!3 atau lebih tinggi lebih besar pada kelompok asam valproat daripada di kelompok ethosuximide &#(, vs %%,, rasio odds, ,($, ($, 01, , .-%,# , " 4 3,3%' dan kelompok lamotrigin &#(, vs .#,, rasio odds, %,3#, ($, 01, ,!( untuk $.#(, " 53,33 ' &*abel %'. "ada analisis post hoc &data tidak ditampilkan', bahkan setelah pencocokan untuk perbedaan dalam dasar nilai 1ndeks ;eyakinan , kelompok asam valproat memiliki skor jauh lebih buruk pada minggu ! dan .3 minggu kunjungan daripada kelompok ethosuximide dan kelompok lamotrigin &" 53,33 untuk kedua perbandingan', sedangkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok ethosuximide dan kelompok lamotrigin &" 4 3,#%'. Dalam kelompok terapi, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil hasil 1ndeks ;eyakinan ini antara subyek dengan kejang dan mereka bebas dari kejang.
2A, A-'L'G. -L.(.$

Nata-rata &O +D' dosis harian dan konsentrasi dalam keadaan stabil pretreatment serum pada minggu ! dan .3 adalah sebagai berikut= %%,$ O $,% mg per kilogram per hari dan (%

mg per mililiter &($, 01, 3- )$' untuk (# subyek di kelompok ethosuximide, (,6 O !,% mg per kilogram per hari dan 6,) mg per mililiter &($, 01, 3- $,6' untuk (! subyek dalam kelompok kelompok lamotrigin, dan %#,( O $,) mg per kilogram per hari dan (# mg per mililiter &($, 01, )- )3' untuk 3# subyek dalam kelompok asam valproat. Dalam kelompok terapi, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam konsentrasi serum pretreatment dalam keadaan stabil antara subyek bebas kejang dan mereka yang terus mengalami kejang &7ambar . dalam >ampiran *ambahan'. "ada minggu ! minggu atau .3 kunjungan, proporsi subyek yang menerima dosis maksimal lebih tinggi pada kelompok lamotrigin &$),(,' dibandingkan pada kelompok kelompok ethosuximide & 6,$,' atau kelompok asam valproat &.3,$,'. DISKUSI Hntuk anak-anak dengan epilepsi absen, kelompok ethosuximide dan asam valproik secara bermakna lebih efektif daripada yang lamotrigin dalam mengendalikan kejang tanpa efek samping intoleransi &hasil utama', dan kelompok ethosuximide berdampak negatif secara signifikan lebih kecil pada ukuran atensi daripada asam valproat &hasil sekunder'. *idak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok berkaitan dengan penghentian pengobatan karena efek samping intoleransi. Meskipun efek samping tertentu lebih sering terjadi di kalangan anak-anak yang ditangani dengan kelompok ethosuximide atau asam valproik, efek samping ini umumnya bersifat sementara dan tidak memerlukan penghentian pengobatan Efektivitas obat &kombinasi efikasi dan tolerabilitas' dipilih secara priori sebagai studi Dhasil sprimary karena hal terpenting dalam seleksi a9al klinisi dari obat antiepilepsi. "ada anak-anak, efek samping kognitif dapat menjadi faktor penting ketika seseorang memilih obat dari antara obat yang sama-sama efektif. .( Hasil sekunder yang sudah ditentukan, efek jangka pendek dari obat pada atensi, dipilih untuk membantu dokter membedakan antara kajian obat yang memiliki efektivitas yang sama. ;edua kelompok ethosuximide dan asam valproat lebih efektif daripada lamotrigin, tetapi pada kedua sudah ditentukan dan analisis post hoc, kelompok ethosuximide mengakibatkan efek atensi lebih sedikit dibandingkan dengan asam valproik. ;ombinasi hasil primer dan sekunder menunjukkan bah9a kelompok ethosuximide adalah monoterapi empiris a9al yang optimal untuk anak epilepsi absen.

Efektivitas jangka pendek kelompok ethosuximide dan asam valproik diamati pada, uji coba secara acak ini sama dengan yang diamati sebelumnya dalam uji coba terbuka label. %3,% Bamun, penelitian open-label yang lebih kecil telah menunjukkan tingkat keberhasilan lebih tinggi untuk lamotrigin dibandingkan tingkat yang diamati dalam penelitian kami, meskipun kesamaan dalam rentang dosis, dosis harian maksimal, pajanan obat, dan titik akhir kemanjuran. Nelatif kurangnya %.-%$ >amotrigin relatif kurangnya efikasi terhadap kejang absen yang pertama kali terdeteksi pada menghentikan pengobatan pada saat tersebut &7ambar '. "ada anak epilepsi absen, defisit atensi telah diidentifikasi yang paling utama penanda disfungsi kognitif dan terkait dengan berkurangnya prestasi akademik . *he 0onners Dperformance test confidence 1ndex merupakan ukuran yang menunjukkan indikasi keseluruhan apakah terbaik untuk profil klinis subjek pola klinik atau nonclinical masalah atensi ;ami menggunakan hasil 1ndeks ;eyakinan 3,!3 atau lebih tinggi sebagai indikator klinis yang signifikan dalam kesulitan dengan perhatian. Meskipun ukuran ini bukan basis yang tidak terbantahkan untuk diagnosis gangguan perhatian defisit, namun dalam praktek klinis mena9arkan bukti yang kuat untuk klasifikasi. @aik dari yang sudah ditentukan dan post hoc analisis menunjukkan bah9a, dalam jangka pendek, asam valproat berdampak negatif terhadap atensi ke tingkat yang lebih besar daripada salah satu dari lamotrigin atau kelompok ethosuximide. *idak ada perbedaan dalam hasil hasil 1ndeks ;eyakinan antara subyek bebas kejang dan mereka yang terus mengalami kejang, yang menyatakan bah9a gangguan atensi bertahan meskipun pengobatan berhasil, tidak hanya karena seringnya kejang absen dan tampaknya menjadi ciri utama dari sindrom. +tudi jangka pendek ini tidak dirancang untuk mendeteksi efek jangka panjang sistemik atau efek kognitif lainnua dari tiga obat tersebut. Hasil ini menunjukkan bah9a , salah satu obat anti kejang tertua yang tersedia, adalah pilihan yang masuk akal untuk monoterapi empiris a9al pada anak epilepsi absens. @ahkan terapi empiris terbaik, namun, gagal pada hampir $3, kasus yang baru didiagnosa. Mengingat meningkatnya risiko kejang umum tonik klonik pada anak-anak lebih tua dengan epilepsi absens, dan mengingat tidak adanya yang dilaporkan tentang efektivitas ethosuximide dalam mencegah serangan seperti itu, untuk itu di perlukan pengamatan yang lama dari studi kohort ini. ! dan .3 minggu, sebagaimana dibuktikan dengan jumlah tidak proporsional lebih tinggi dari subyek yang

Anda mungkin juga menyukai