Anda di halaman 1dari 4

BAB II TEORI DASAR

Pada uji tarik, suatu spesimen yang akan diuji akan ditarik dengan gaya tertentu yang meningkat dengan laju tertentu untuk mendapatkan nilai regangan yang tertentu. Spesimen uji akan di genggam di kedua ujung nya dan diberikan gaya tarik secara uniaksial. Yang dimaksud dengan uniaksial adalah gaya tarik yang diberikan pada specimen hanya pada satu sumbu yaitu sumbu longitudinalnya.

Gambar 1 (Gaya yang bekerja pada spesimen) Satuan yang digunakan untuk gaya tarik ini menurut standar internasional adalah Newton (N), dimana 1 N senilai dengan jumlah gaya yang diperlukan untuk memberikan percepatan sebesar 1 m/s2 pada benda bermassa 1 Kilogram. Satuan lainnya yang umum digunakan dalam dunia industri adalah adalah poundforce (lbf) dan kilogram-force (kgf). Pound-force adalah satuan yang umum digunakan di Inggris, sedangkan satuan kilogram-force merupakan gaya yang dialami benda bermassa 1Kg akibat gaya grafitasi bumi. Berikut konversi satuansatuan diatas kedalam satuan Newton:

1lbf = 4,448222 Newton 1 kgf = 9,80665 Newton Dari gambar 1 dapat dilihat gaya yang diberikan adalah gaya yang berlawanan arah. Gaya ini diberikan pada specimen hingga specimen mengalami frature atau patah. Setiap perubahan yang terjadi pada saat specimen di uji seperti gaya yang bekerja,regangan specimen, diameter specimen, akan direkam dan disimpan di komputer. Nantinya computer akan memplot kurva engineering stress dan engineering strain. Dengan pengalisisan kurva ini, dapat diten"ukan sifat-sifat mekanis dari specimen uji. Sebelum memulai pengujian sebuah specimen standard disiapkan terlebih dahulu. Mengacu pada ASTM E8M tentang Standard Test Method for Tension Testing of Metllic Materials [Metric], bentuk dan dimensi dari specimen uji berupa batangan adalah sebagai berikut:

Gambar 2 (Spesifikasi Spesimen Uji Tarik) untuk bagian reduced section bisa juga dibuat lancip dengan catatan, bagian ujungnya tidak boleh lebih dari 1% dari diameter. Dan untuk panjang reduced section bisa lebih panjang untuk memperoleh nilai pengukuran yang beragam. Setelah specimen siap, dipasangkan ke alat uji tarik. Berikut gambar sederhana dari mesin uji tarik:

Gambar 3 ( Skema Uji Tarik) Jenis mesin yang umum digunakan adalah Universal Testing Machine (UTM), yang selain dapat digunakan untuk uji tarik, juga dapat digunakan untuk uji tekan dan uji bending. Gaya tarik tecipta dari bergeraknya crosshead yang telah mengikat salah satu ujung dari specimen. Metode pengikatan ujung specimen pun juga bermacam-macam, ada yang menggunakan ulir seperti pada gambar 3 dan ada yang hanya dijepit saja. Saat specimen dipasangkan ke alat uji tarik, biasanya specimen dipasangi suatu alat yang bernama ekstensometer. Ekstensometer ini berfungsi untuk memantau perubahan regangan dan memantau perubahan diameter dari specimen. Ekstensometer akan merekam perubahan yang terjadi pada specimen dan menyalurkan datanya ke komputer. Satu bagian yang paling penting dari sistem alat uji tarik adalah load cell. Load cell merupakan suatu transducer (konverter daya) dimana ia mengubah daya mekanik akibat pembebanan pada spesimen menjadi sinyal elektrik. Dalam sistem load cell ada suatu bagian yang berperan sebagai sensor yang disebut strain gage. Prinsip kerja dari strain gage ini adalah resistansi dari sistem kawat tipis dalam strain gage akan berubah seiring dengan meregangnya specimen. Nantinya perubahan resistansi ini dikonversi menjadi voltase tertentu sehingga dapat ditentukan berapa nilai regangan yang terjadi pada specimen. Berikut diagram dari load cell:

perubahan resistansi dihitung dengan rumusan tertentu dengan prinsip jembatan Wheat-Stone. Namun praktikan tidak akan membahas lebih detail mengenai jembatan Wheat-Stone ini. Laju regangan ketika specimen berdeformasi , merupakan salah satu variable penting di dalam batas batas yang telah ditentukan yang bergantung pada jenis tes yang di gunakan. Pengujian tarik konvensional laju regangan yang biasa digunakan adalah di antara 10-5 dan 10-1 s-1. Jika laju penarikan terlalu

tinggi , efek inersia mejadi penting di dalam analisi dari specimen. Efek inersia mempengaruhi perhitungan. Di dalam kondisi kecepatan crosshead yang tinggi , error di dalam output load cell menjadi sangat besar.