Anda di halaman 1dari 3

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang

January 1, 1901

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat, termasuk pelayanan air minum dan sanitasi. Sebagai daerah Kepulauan, Kabupaten kepulauan Sangihe memiliki karakteristik tertentu yang sangat mempengaruhi eksistensi dan pengelolaan sektor sanitasi dan air minum. Dengan karakter kepulauan, terletak di wilayah perbatasan negara, iklim dan cuaca yang tidak menentu, permukiman/perkampungan yang tersebar terpisah di wilayah pesisir dan di 27 (dua puluh tujuh) pulau-pulau kecil yang berpenduduk, jumlah penduduk miskin yang relatif tinggi yaitu sejumlah 12.813 KK dari 39.307 KK jumlah penduduk daerah ini (33,24%). Selain itu Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah perbatasan negara yang merupakan cerminan atau wujud jati diri bangsa Indonesia perlu dipenuhi dengan ketersediaan kebutuhan dasar penduduk seperti sanitasi dan air minum yang memadai. Faktor ini sangatlah penting pengaruhnya demi memelihara tingkat nasionalisme dan wawasan kebangsaan warga negara di wilayah perbatasan sehingga mampu mempertahankan kedaulatan negara di wilayahnya. Penyusunan Buku Putih Sanitasi sangat penting dilakukan untuk pemetaan situasi sanitasi Kabupaten Kepulauan Sangihe. Buku Putih Sanitasi merupakan prasyarat utama dan dasar bagi penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK). 1.2 Landasan Gerak Definisi dan Ruang Lingkup Sanitasi Sanitasi oleh program PPSP didefinisikan sebagai upaya membuang limbah cair domestik dan sampah untuk menjamin kebersihan dan lingkungan hidup sehat, baik di tingkat rumah tangga maupun di lingkungan perumahan dan sekitarnya. Ruang lingkup penanganan Sanitasi dalam program PPSP adalah sebagai berikut: 1. Penanganan persampahan atau limbah padat yaitu penanganan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, baik yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan lain sebagainya yang ditampung melalui TPS atau transfer depo ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). 2. Penanganan Limbah Cair, yang terdiri dari : a. Black water adalah limbah rumah tangga yang bersumber dari WC dan urinoir. b. Grey water adalah limbah rumah tangga non kakus yaitu buangan mandi dan cuci. Penanganan Air Limbah Rumah Tangga (domestik) dapat dilakukan antara lain dengan sistem : a. Pengolahan On Site menggunakan sistem septik-tank dengan peresapan ke tanah dalam penanganan limbah rumah tangga. b. Pengelolaan Of Site adalah pengolahan limbah rumah tangga yang dilakukan secara terpusat. 3. Penanganan drainase lingkungan / tersier yaitu sistem saluran awal yang melayani kawasan kota tertentu, seperti kompleks perumahan, area pasar, areal industri, dan perkantoran. 4. PHBS yaitu penanganan aspek non-teknis dari sanitasi meliputi promosi kesehatan, perubahan perilaku, dan sanitasi di rumah tangga Kesepakatan Mengenai Wilayah Kajian Buku Putih Sanitasi dan SSK Wilayah administratif Kabupaten Kepulauan Sangihe terdiri dari 15 (lima belas) Kecamatan. Sesuai dengan hasil rapat POKJA AMPL, maka telah disepakati bahwa wilayah kajian buku putih sanitasi dan SSK adalah seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terdiri dari 15 (lima belas) Kecamatan, sehingga dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Visi dan Misi Kabupaten Kepulauan Sangihe serta Tujuan Penataan Ruang Pendahuluan I- 1

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

January 1, 1901

Visi Kabupaten Kepulauan Sangihe 2011-2016 KEPULAUAN SANGIHE SEBAGAI KABUPATEN BAHARI YANG SEJAHTERA DAN BERMARTABAT. Misi Kabupaten Kepulauan Sangihe 2011-2016 1. PENANGGULANGAN KEMISKINAN; 2. PEMANTAPAN EKONOMI DAERAH; 3. PENDIDIKAN; 4. KESEHATAN; 5. KETAHANAN PANGAN; 6. REFORMASI BIROKRASI DAN TATA KELOLA; 7. INFRASTRUKTUR; 8. PENYEDIAAN SUMBER DAYA ENERGI; 9. KAWASAN KEPULAUAN, PERBATASAN DAN TERTINGGAL; 10. LINGKUNGAN HIDUP DAN PENANGGULANGAN BENCANA; 11. KEBUDAYAAN, KREATIFITAS DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI. Tujuan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagaimana yang tertuang dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah mewujudkan Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai simpul utama kawasan Nusa Utara selaku pintu gerbang perbatasan Indonesia dari aspek pertahanan keamanan serta mengembangkan potensi kelautan sebagai sektor unggulan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. 1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan Buku Putih Sanitasi dan Air Minum Kabupaten Kepulauan Sangihe ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas dan faktual mengenai karakteristik dan kondisi sanitasi dan air minum serta prioritas/arah pengembangannya. Tujuan dari penyusunan Buku Putih Sanitasi dan Air Minum ini adalah untuk mendapatkan potret (pemetaan) situasi sanitasi Kabupaten Kepulauan Sangihe secara komprehensif yang nantinya akan dijadikan dasar pijakan penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) 1.4 Metodologi Metodologi yang digunakan dalam penyusunan Buku Putih Sanitasi meliputi : 1. 2. 3. 4. 1.5 Survey dan identifikasi tentang layanan sanitasi dan air minum. Pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder (EHRA). Analisis yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Usulan penanganan terkait layanan sanitasi dan air minum

Dasar Hukum dan Kaitannya dengan Dokumen Perencanaan Lain Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sepakat bahwa penyusunan Buku Putih Sanitasi dilakukan untuk pengembangan Strategi Pembangunan Sanitasi dan Air Minum di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang mengacu atau didasarkan pada dokumen perencanaan khususnya tentang sanitasi dan air minum yang termuat dalam RPJPD, RPJMD, RENSTRA, dan RTRW. Buku putih sanitasi yang baik bisa menjadi database sanitasi yang paling lengkap, mutakhir, aktual dan disepakati seluruh SKPD dan stakeholder serta dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan sanitasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Atas dasar tersebut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengambil kebijakan untuk menyusun dokumen Buku Putih Sanitasi.

Pendahuluan

I- 2

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

January 1, 1901

Pendahuluan

I- 3