Anda di halaman 1dari 3

Perbankan adalah suatu badan usaha yang tujuannya memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk meminjam kredit dengan

suatu jaminan maupun menabung. Dalam menjalankan tugasnya,lembaga perbankan harus memperhatikan hal - hal sebagai berikut: a) Solvabilitas. Yaitu kemampuan bank untuk memenuhi semua kewajibannya walaupun bank tersebut sudah di tutup. Dengan keterangan dia bisa mengembalikan semua pinjaman yang di miliki. b) i!uiditas Yaitu kemampuan bank untuk memenuhi semua kewajibannya pada setiap saat untuk mengembalikan pinjaman. "eterangan : bilamana bank tersebut tidak mempunyai kemampuan memenuhi kewajiban di sebut ille!uide. #)Soliditas Suatu bank di katakan solid apabila bank tersebut memperoleh keper#ayaan dari masyarakat. $dapun ma#am ma#am soliditas bank antara lain: %.Soliditas &oral. Yaitu apabila keper#ayaan masyarakat di berikan kepada pengelola bank. '.Soliditas (inan#ial. yaitu apabila keper#ayaan masyarakat di berikan kepada kemampuan keper#ayaannya. ).Soliditas "omersial. yaitu apabila keper#ayaan masyarakat di berikan kepada kejujuran dan atas pelayanannya terhadap masyarakat. d)*entabilitas yaitu kemampuan bank untuk memperoleh keuntungan daripada modal yang di gunakan. untuk menilai kelayakan atau untuk mendapatkan kredit,lembaga perbankan itu minta jaminan. jaminan ada ' ma#am: %.)jaminan orang. yaitu bila orang ke-) menjamin bahwa penerima kredit di kemudian hari akan memenuhi kewajibannya.bilamana penerima kredit tidak membayar,maka orang ketiga inilah yang bertanggung jawab. '.)jaminan barang bilamana jaminan tersebut berupa barang,dan barang yang menjadi jaminan dapat di bedakan menjadi beberapa ma#am: +)barang bergerak,,misalnya:perhiasan. +)barang tidak bergerak,, misalnya: rumah, gedung, mesin, dan sebagainya. dengan yang di jaminkan adalah surat - suratnya. ada jenis pinjaman yang tidak menggunakan jaminan,,yaitu in,a! dan shoda!oh.

PROGRAM KERJASAMA DENGAN WORLD BANK INSTITUT " CAPACITY BUILDING DI SEKTOR AIR MINUM " -orld .ank /.ank Dunia) memberikan bantuan kepada P0*P$&S1 berupa program Peningkatan "apasitas "elembagaan /2apa#ity .uilding). Program tersebut merupakan upaya untuk memperkuat pengelolaan sektor air minum dan peningkatan pelayanan . .antuan akan direalisasikan dalam bentuk peningkatan kapasitas lembaga-lembaga kun#i sektor P0*P$&S1 dan PD$& /Perusahaan Daerah $ir &inum). "erjasama .ank Dunia dan P0*P$&S1 ini merupakan wujud re,ormasi kebijakan di 1ndonesia, yang ter#ermin dalam 3letter o, intent to the 1ndonesian people3. *e,ormasi kebijakan ini akan menyuguhkan agenda ambisius dalam mere,ormasi masalah-masalah dalam skala luas. 4al itu langsung terkait dengan penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan. Dibandingkan dengan negara-negara lain, #akupan pelayanan permukiman di 1ndonesia sangat rendah dengan permasalahan dee,isienesi yang sangat serius serta mengalami hambatan operasional dan pemeliharaan. Strategi .ank Dunia untuk mendukung momentum re,ormasi itu telah dipaparkan dalam 2ountry $ssistan#e Strategy /2$S), yang men#akup periode '556 - '557. 2$S se#ara spesi,ik menyebutkan dua tantangan utama - rendahnya investasi dan lemahnya pelayanan. 0mpat plat,orm bisnis yang ditetapkan untuk implementasi 2$S .ank Dunia tersebut, ada dua kerangka yang penting untuk sektor air minum - publi# utility dan plat,orm pelayanan lokal. Pembiayaan dan proyek-proyek .ank Dunia dipengaruhi, antara lain oleh komitmen utama untuk #apa#ity building. .ank Dunia memberikan asistensi untuk mere,ormasi kelembagaan, yang berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di sekor air minum. $gar menghasilkan dua tujuan tersebut, .ank Dunia menyarankan membuat ben#hmarking kinerja PD$&, peningkatan partisipasi stakeholder dan penyadaran publik. 4al ini penting dalam desentralisasi sektor pelayanan air minum perkotaan yang akan diikuti partisipasi para stakeholder baru, sektor yang pada masa lalu telah terbebani oleh investasi ,isik yang berlebihan dan kurangnya perhatian pada kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia. .erdasarkan hal itu, PD$& harus dikelola lebih baik, lebih e,isien dan kondisi keuangan yang berkelanjutan. 4arapan dan perjanjian kerjasama dari lembaga-lembaga pemodal, dan donor di sektor air minum 1ndonesia saat ini menuntut PD$& untuk dikelola se#ara bisnis. "orporatisasi PD$&, perbaikan kinerja dan akuntabilitas, dan penyediaan in,ormasi yang #epat dan akurat kepada para pengambil keputusan adalah di antara tantangan peningkatan kapasitas yang harus di#apai pada sub-sektor ini. .anyak pemerintah daerah yang menyadari bahwa kebutuhan untuk menerapkan good governan#e bagi PD$&. Program $ir dan Sanitasi 1ndonesia /-$S$P 1ndonesia) didesain untuk mengalokasikan dana berbasis kompetisi bagi PD$&. Dengan meningkatkan keberlanjutan ,iskal dan memperluas #akupan, maka masyarakat miskin dilayani lebih baik. Program peningkatan kapasitas yang diusulkan dalam -$S$P yang didukung oleh Dut#h 8rust (und akan menggunakan pendekatan pragmatis untuk memperkuat kapasitas sektor air minum di 1ndonesia dan juga menyediakan dukungan langsung kepada komponen-komponen kapasitas yang terkait dengan proyek-proyek .ank Dunia dalam sektor air minum dan sanitasi. Program tersebuti terdiri atas tiga upaya yang saling terkait, seperti memperkuat asosiasi perusahaan air minum yang pro,esional /P0*P$&S1). antara lain dengan memperbarui dan mengembangkan Sistem .en#hmarking 9asional untuk "inerja PD$&: mengembangkan komunikasi untuk publik dan mendukung per#ontohan korporatisasi PD$&. $dapun komponen-komponen twinning program tersebut adalah sebagai berikut : %. Penguatan Pelayanan "omunikasi dan 1n,ormasi '. Penguatan Program .en#hmarking ). Penguatan Yayasan Pendidikan 8irta Dharma 8ahap-tahap awal dari upaya-upaya tersebut telah dilaksanakan pada tahun '55;, dengan diselenggarakannya beberapa workshop dan asistensi dari pihak -orld .ank 1nstitute. Pada bulan $pril diselenggarakan -orkshop Strategi "omunikasi untuk *e,ormasi di bidang $ir &inum dan Sanitasi yang melibatkan 65 peserta dari DPD Perpamsi, PD$& dan stakeholder baik dari pemerintah, lembaga donor dan wakil dari publik. "emudian dilanjutkan dengan need assesment dan menghasilkan pengembangan strategi komunikasi ke depan.

Saat ini, -.1 telah mengembangkan program 9*- *edu#tion untuk memberikan penyatuan pemahaman kepada seluruh PD$& tentang Penurunan "ehilangan $ir yang kemudian pada proses workshop disepakati dengan istilah Penurunan $ir 8ak .erekening. Disamping hal tersebut -.1 se#ara langsung memberikan pendampingan teknis dan pelatihan metodologi pengukuran tingkat kehilangan air sesuai standar 1nternational -ater $sso#iation /1-$). -orkshop tahap pertama berlangsung sejak bulan $pril, $gustus, Desember '55; dan akan berakhir pada bulan <uni '55= yang akan datang. -orkshop ini diikuti oleh )5 peserta dari PD$&, Palyja, 8P< , YP8D dan embaga Pendidikan $katirta &agelang. Pembaharuan sistim ben#hmarking PD$& menjadi standar internasional juga telah dilaksanakan yaitu meliputi evaluasi indikator, pengembangan sistem database yang kompatibel dengan 1.net , pengembangan dokumentasi dan buku-buku panduan. 8ahap awal ini diakhiri dengan Seminar Sehari bagi PD$&, .adan Pengawas dan stakeholder yang terkait pada bulan Desember '55; untuk memastikan akurasi dan keseragaman output dan standar pelaporan, serta meng-upgrade prosedur bila diperlukan. Suatu 9eeds $ssessment dan Strategi .isnis menjadi bagian yang penting bagi kegiatan training yang dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan 8irta Darma /YP8D). *ekomendasi dari assessment ini menjadi masukan utama bagi pengembangan strategi bisnis yang dapat merespon lebih baik terhadap kebutuhan training bagi PD$& dan klien lainnya. Selain 8winning Program diatas -orld .ank mendukung dan akan mem,asilitasi korporatisasi PD$& agar PD$& di1ndonesia mempunyai pengelolaan yang e,ekti,, otonom, akuntabel, berorientasi pelanggan dan sebagainya yang akan berujung pada semakin e,isiennya sub-sektor air minum di 1ndonesia. &en#iptakan kondisi kelembagaan dan organisasi yang mendorong perusahaan air minum untuk lebih e,isien dan lebih responsi, kepada kebutuhan pengguna jelas-jelas merupakan tantangan besar di sektor air minum. Pada bulan (ebruari '55= yang akan datang, -orld .ank dan P0*P$&S1 akan mengadakan midterm review dari hasil pelaksanaan program tahap awal tersebut yang akan menjadi pertimbangan tindak lanjut program ke depan.