Anda di halaman 1dari 10

1.

Klarifikasi kata-kata kunci Keluar nanah dari telinga Vertigo Nyeri ketok mastoid Membrane timpani perforasi atik Kolesteatom Umur 30 tahun Pendengaran berkurang sejak 10 tahun terakhir Mual Test rinne Test weber Test scwabach Di alami sejak anak-anak Berwarna kuning kehijauan

2. Pertanyaan penting a. Penyebab terjadinya pengeluaran nanah pada telinga kanan dan bagaimana cara mengatasi pengeluaran nanah pada telinga sebelah kanan. b. - Apa yang di maksud vertigo Apa yang menyebabkan terjadinya vertigo di sertai rasa mual Tanda dan gejala vertigo

c. Apa yang di maksud dengan mastoid? d. Apa yang menyebabkan nyeri ketok mastoid? e. Apa yang di maksud dengan test rinne,test weber,test scwach,dan bagaimana cara menginterpestasikan k-3nya. f. Apa yang menyebabkan pendengaran berkurang secara bertahap? g. Apa yang di maksud dengan membrane timpani perforasi atik? h. Penyakit apa yang di derita TB ? i. Cara penangan diagnose tersebut ? j. Memberikan pendidikan kesehatan keluarga(isti TB) k. Bagaimana factor patofisiologi terjadinya infeksi l. Jelaskan mengapa pasien mengalami tuli konduktif

m. Klasifikasi penyakit OMSK n. Skema OMSK o. Patogenesis penyakit OMSK p. Cara mengeluarkan sekret q. Indikas OMSK

3. Jawaban penting a. Penyebab terjadinya pengeluaran nanah pada telinga kanan kemungkinan besar terjadinya akibat gendang telinga (membrane timpani) mengalami peradangan dan menonjol. Jika membrane timpani bocor akan keluar cairan yang pada awalnya mengandung darah lalu berubah menjadi cairan jernih dan akhirnya berupa nanah. Cara mengatasi pengeluaran nanah pada telinga kanan bisa dengan membersihkan liang telinga dan cavum timpani. Pemberian antibiotic topical, antibiotic sistemik atau dengan cara pembedahan myrongotomi. Pada prosedur ini di buat sebuah lubang pada gendang telinga untuk mengeluarkan cairan dari telinga tengah. Pembuatan lubang ini tidak akan mengganggu fungsi pendengaran penderita dan nanti akan menutup kembali dengan sendirinya. b. Vertigo merupakan salah satu bentuk gangguan keseimbangan dalam telinga bagian dalam sehingga menyebabkan penderita merasa pusing dengan artian keadaaan atau ruang sekelilingnya menjadi merasa berputar atau melayang. Penybab vertigo Gangguan atau kelainan pada system vestibular.sering vertigo di sertai oleh gangguan otonom, seperti rasa mual, pucat, keringat dingin, muntah, perubahan denyut nadi dan tekanan darah. Pada saat seseorang mengalami vertigo, maka orang tersebut akan mengalami kehilanagan keseimbangan karena kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak serta kehilangan cairan tubuh yang menyebabkan tekanan darah menurun terlalu rendah, oleh sebab itu penderita vertigo mengalami mual. Tanda dan gejala vertigo

Pusing sampai terasa berputar-putar Pandangan kabur Mual dan muntah Berkeringat dingin Denyut nadi cepat Berdebar-debar Serta telinga terasa penuh dan berdenging

NB : frekuensi vertigo yang di alami setiap orang umumnya berbeda-beda. c. Mastoid adalah tonjolan tulang rawang yang ada di sebelah bawah telinga dan terdiri dari sel-sel beronggan yang mengeluarkan udara dari telinga tengah. d.Yang menyebabkan nyeri ketok mastoid adalah karena adanya akses dan vistel di belakang telinga. e. Test rinne membangdingkan hantaran melalui udara dan tulang. Interpretasi : Normal Tuli konduktif Tuli sensori neural : Rinne(+) : Rinne(-) : (+)

Test weber membandingkan hantaran tulang telinga kanan dan telinga kiri. Interpretasi : Tidak ada lateralisasi Mendengar lebih keras di telinga yang sakit Mendengar lebih keras di telinga yang sakit Test scwabach membandingkan hantaran tulang pasien dengan pemeriksa yang pendengarannya normal. Interpretasi : Normal Tuli konduktif Tuli sensori neural Factor usia(penuaan) : scwach normal : scwabach memanjang : scwabach memendek

f. Yang menyebabkan pendengaran berkurang secara bertahap yaitu sbb :

Kerusakan pada syaraf Di sebabkan adanya masalah pada telinga bagian dalam atau tengah berkaitan dengan masalah penhantaran suara Gangguan pendengaran campuran g.Penyakit yang di derita oleh TB yaitu OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK (OMSK). h.Membrane timpani perforasi atik merupakan fraktur tulang tenggkorak, cidera ledakan hantaran keras pada telinga atau suatu lubang pada membrane timpani yang tidak dapat menutup secara spontan. i. Cara penanganan OMSK yaitu sbb : Biasanya dengan memberikan obat tetes telinga, seperti eria mycetin Dengan meminum obat untuk mengurangi infeksi seperti , amoxilin j. Pendidikan kesehatan keluarga Memberiakan health education kepada klien dan keluarga Mengajarkan kepada keluarga klien tentang perawatan telinga Ajarkan klien memodifikasi lingkungan k.Patofisiologi terjadinya infeksi Umumnya otitis media dari nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecuali pada kasus yang relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkan membran timpani. Stadium awal komplikasi ini dimulai dengan hiperemi dan edema pada mukosa tuba eusthacius bagian faring, yang kemudian lumennya dipersempit oleh hiperplasi limfoid pada submukosa. Gangguan ventilasi telinga tengah ini disertai oleh terkumpulnya cairan eksudat dan transudat dalam telinga tengah, akibatnya telinga tengah menjadi sangat rentan terhadap infeksi bakteri yang datang langsung dari nasofaring. Selanjutnya faktor ketahanan tubuh pejamu dan virulensi bakteri akan menentukan progresivitas penyakit.

l. Pasien mengalami tuli konduktif karena Tuli konduktif berhubungan dengan ganguan penghantaran suara ke telinga dalam. Padahal untuk mendengar suatu bunyi, maka suara tersebut harus diteruskan ketelinga dalam yang kemudian akan

diubah menjadi sinyal listrik untuk di interpretasikan ke pusat pendengaran di otak. Jika terjadi gangguan dalam hantaran suara baik pada telinga luar maupun telinga tengah sehingga tidak dapat mendengar suara berfrekuensi rendah, maka merupakan tuli konduktif. m. Klasifikasi penyakit OMSK di bagi atas 2 tipe yaitu sbb : Tipe tubotimpani = tipe jinak = tipe aman = tipe rhinogen. Penyakit tubotimpani ditandai oleh adanya perforasi sentral atau pars tensa dan gejala klinik yang bervariasi dari luas dan keparahan penyakit. Secara klinis penyakit tubotimpani terbagi atas: Penyakit aktif Pada jenis ini terdapat sekret pada telinga dan tuli. Biasanya didahului oleh perluasan infeksi saluran nafas atas melalui tuba eutachius, atau setelah berenang dimana kuman masuk melalui liang telinga luar. Sekret bervariasi dari mukoid sampai mukopurulen. Penyakit tidak aktif Pada pemeriksaan telinga dijumpai perforasi total yang kering dengan mukosa telinga tengah yang pucat. Gejala yang dijumpai berupa tuli konduktif ringan. Gejala lain yang dijumpai seperti vertigo, tinitus,atau suatu rasa penuh dalam telinga Tipe atikoantral = tipe ganas = tipe tidak aman = tipe tulang Pada tipe ini ditemukan adanya kolesteatom dan berbahaya. Penyakit atikoantral lebih sering mengenai pars flasida dan khasnya dengan terbentuknya kantong retraksi yang mana bertumpuknya keratin sampai menghasilkan kolesteatom. Kolesteatom dapat dibagi atas 2 tipe yaitu. Kongenital Didapat. Pada umumnya kolesteatom terdapat pada otitis media kronik dengan perforasi marginal. teori itu adalah: Epitel dari liang telinga masuk melalui perforasi kedalam kavum timpani dan disini ia membentuk kolesteatom (migration teori menurut Hartmann); epitel yang masuk menjadi nekrotis, terangkat keatas.

Embrional sudah ada pulau-pulau kecil dan ini yang akan menjadi kolesteatom. Mukosa dari kavum timpani mengadakan metaplasia oleh karena infeksi (metaplasia teori menurut Wendt). Ada pula kolesteatom yang letaknya pada pars plasida (attic retraction cholesteatom). Macam-macam bentuk perforasi terbagi atas: Perforasi sentral Lokasi pada pars tensa, bisa antero-inferior, postero-inferior dan posterosuperior, kadang-kadang sub total. Perforasi marginal Terdapat pada pinggir membran timpani dengan adanya erosi dari anulus fibrosus. Perforasi marginal yang sangat besar digambarkan sebagai perforasi total. Perforasi pada pinggir postero-superior berhubungan dengan kolesteatom. Perforasi atik Terjadi pada pars flasida, berhubungan dengan primary acquired cholesteatoma. n.Skema OMA Skema pembagian otitis media
Otitis Media

Otitis Media Akut

Otitis Media Sub Akut

Otitis Media Kronik

Resiko Rendah, Resiko Tinggi

Tipe Aman, Tipe Bahaya

Skema otitis media berdasarkan gejala


Otitis Media superatif akut/otitis media akut

Otitis Media Supuratif

Otitis media supuratif kronik

Otitis Media

Otitis ,Media Non Supuratif/Otitis Media Serusa Otitis Media Spesifik

Otitis media Serosa akut

Otitis media serosa kronik

Otitis Media Adhesifa

o.Patogenesis OMSK yaitu otitis media supuratif kronis adalah infeksi campuran bakteri dari meatus auditoris eksternal , kadang berasal dari nasofaring melalui tuba eustachius saat infeksisaluran nafas atas. Organisme-organisme dari meatus auditoris eksternal termasuk staphylococcus, pseudomonas aeruginosa, B.proteus, B.coli dan aspergillus. Organisme darinasofaring diantaranya streptococcus viridans ( streptococcus A hemolitikus, streptococcus Bhemolitikus dan pneumococcus.Suatu teori patogenesis mengatakan terjadinya otititis media nekrotikans akut menjadi awal penyebab OMSK yang merupakan hasil invasi mukoperiusteum organisme yang virulen,terutama berasalh dari nasofaring terbesa pada masa kanak-kanak, atau karena rendahnya

dayatahan tubuh penderita sehingga terjadinya nekrosis jaringan akibat toxin nekrotik yangdikeluarkan oleh bakteri kemudian terjadi perforasi pada membrane timpani setelah penyakitakut berlalu membrane timpani tetap berlubang atau sembuh dengan membrane atrofi.Pada saat ini kemungkinan besar proses primer untuk terjadinya OMSK adalah tuba eustachius,telinga tengah dan sel-sel mastoid. Faktor yang menyebabkan penyakit infeksi telinga tengahsupuratif menjadi kronis sangat majemuk. p.Cara mengeluarkan secret yaitu Pembersihan dengan suction pada nanah, dengan bantuan mikroskopis operasi adalah metode yang paling populer saat ini. Kemudian dilakukan pengangkatan mukosa yang berproliferasi dan polipoid sehingga sumber infeksi dapat dihilangkan. Akibatnya terjadi drainase yang baik dan resorbsi mukosa. Pada orang dewasa yang koperatif cara ini dilakukan tanpa anastesi tetapi pada anak-anak diperlukan anastesi. Pencucian telinga dengan H2O2 3% akan mencapai sasarannya bila dilakukan dengan displacement methode seperti yang dianjurkan oleh Mawson dan Ludmann. q.Indikasi OMSK yaitu

A. Pengkajian Diagnose medis Keluhan utama : OTITIS MEDIA SUPARATIF KRONIK(OMSK) : Keluar nanah dari telinga kanan sejak 3 minggu yang lalu yang berwarna kuning kehijauan. B. Analisa Data DS : Klien mengatakan datang kerumah sakit dengan keluhan keluar nanah dari telinga kanan sejak 3 minggu yang lalu yang berwarna kuning. Klien mengatakan nanahnya berbau busuk dan banyak. Klien mengatakan pendengaran pada telinga kanan kurang mendengar sejak 10 tahun terakhir. DO : Di dapat nyeri ketok mastoid pada liang telinga kanan dan tampak sekret purulen berbau busuk Di dapatkan test Rinne telinga kanan normal(+)

C. Diagnose Keperawatan 1. Nyeri akut b/d factor biologis(adanya peradangan pada membrane timpani) (1996, nanda nic noc hal. 530) Tujuan 532) Kriteria hasil (NOC) : Tindakan individu untuk mengendalikan nyeri(nic noc hal.532) Mengenali awitan nyeri(nic noc hal.533) Menggunakan tindakan pencegahan(nic noc hal.533) Melaporkan nyeri dapat di kendalikan(nic nic hal.533) Intervensi Kaji tingkat nyeri yang di alami oleh klien dengan menggunakan PQRST : selama 1 X 24 jam klien dapat mengendalikan Nyeri(nic noc hal

Meringankan atau mengurangi nyeri sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat di terima oleh pasien(nic noc hal.533) Ajarkan penggunaan teknik nin farmakologis misalnya umpan-balik biologis(nic noc hal.535) Laporkan kepada dokter jika tindakan tidak berhasil atau jika keluhan saat ini merupakan perubahan yang bermakna dari pengalaman pasien di masa lalu(nic noc hal.535 2.