Anda di halaman 1dari 7

Nama : Davist wahyu huda NIM : 100321400982 Permasalahan diskusi Pertemuan I (Tugas 1) Kisi Kristal 1.

Diskusikanlah tentang perbedaan antara zat padat, zat cair, dan zat gas ditinjau dari jarak antaratom, bentuk, dan ukuran volumenya! 2. Kristalin adalah kristal-kristal kecil yang membentuk kristal tunggal. Setujukah Anda? Jelaskan! 3. Bila kristal air mencair, maka akan terjadi penguraian molekul H2O menjadi ion-ion H+ dan O2- sehingga ion-ion tersebut bergerak saling mendekati satu sama lain karena muatan keduanya berlawanan. Setujukah Anda? Jelaskan! 4. Diskusikanlah tentang syarat-syarat suatu bahan disebut kristal! 5. Diskusikanlah tentang kisi kristal! 6. Titik-titik kisi membentuk segienam-segienam beraturan yang saling menyambung satu sama lain. Titik-titik kisi tersebut membentuk kisi kristal Bravais. Setujukah Anda? Jelaskan! 7. Bandingkanlah sel satuan primitive dan non-primitive! 8. Diskusikanlah tentang parameter/konstanta kisi kristal a, b, dan c; dan sudut , , dan ; serta volume sel satuannya! 9. Kristal memiliki simetri rotasi-1, simetri rotasi- 2, simetri rotasi-3, simetri rotasi-4, dan simetri rotasi-6. Setujukah Anda? Jelaskan! 10. Diskusikanlah tentang macam dasar kisi kristal 2 dan 3 dimensi! Jawaban 1. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah perbedaan antara zat padat, zat cair, dan zat gas ditinjau dari jarak antar atom, bentuk, dan ukuran volumenya? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Zat adalah kumplan molekul yang menyusun suatu benda. c. Ada 3 bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas. Langkah 3 : Self-explanation d. Zat padat jarak antar molekul atomnya yang paling berdekatan dan teratur bila dibandingkan dengan cair dan gas. e. Gaya tarik antar molekul zat padat sangat kuat sehingga molekulnya tidak dapat bergerak bebas. f. Molekul zat padat hanya bergetar dan berputar di tempat saja. g. Zat padat memiliki bentuk dan volume yang relatif tetap. h. Zat cair memiliki jarak antar molekul yang lebih renggang dibanding zat padat, tapi lebih rapat dibanding zat gas. i. Gaya tarik antar molekulnya tidak terlalu kuat sehingga molekulnya dapat bergerak cukup bebas dan berpindah. j. Bentuk zat cair berubah-ubah menyesuaikan tempatnya, tapi memiliki volume yang tetap. k. Zat gas memiliki jarak yang sangat jauh antar molekulnya bila dibandingkan dengan molekul itu sendiri. l. Gaya tarik antar zat gas sangat lemah sehingga molekulnya bergerak sangat bebas. m. Bentuk dan volume zat cair sangat mudah berubah.

Langkah 4 : Kesimpulan n. Jika diurutkan berdasar jarak antar molekul maka zat padat memiliki jarak antar molekul yang paling dekat, sedangkan zat gas memiliki jarak antar molekul yang paling jauh. Bentuk dan volume zat padat relatif tetap dibandingkan dengan zat cair yang hanya memiliki volume yang tetap tapi bentuknya berubah dan zat gas yang memiliki bentuk dan volume yang berubah-ubah. Langkah 5 : Generalisasi o. Zat padat memiliki jarak antar molekul yang sangat dekat, bentuk dan volume yang tetap. p. Zat cait memiliki jarak antar molekul yang lebih renggang, volume yang tetap, tapi bentuknya berubah-ubah. q. Zat gas memiliki jarak antar molekul yang sangat jauh, bentuk dan volume yang selalu berubah-ubah. 2. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Benarkah kristalin adalah kristal-kristal kecil yang membentuk kristal tunggal? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Struktur padatan didefinisikan sebagai distribusi setimbang atom-atom. c. Struktur padatan terdiri dari tiga bagian yaitu kristalin, amorf, dan polikristalin. Langkah 3 : Self-explanation d. Terdapat beberapa jenis struktur kristal menurut susunan geometri atomnya. e. Umumnya struktur kristal mempengaruhi sifat zat padat. f. Dalam zat kristal, atom terdistribusi relatif teratur terhadap yang lain. g. Sejumlah besar kristal-kristal kecil disebut kristalin. h. Kristalin akan membentuk polikristal. i. Atom-atom akan membentuk pola dalam sebuah kristal, tapi orientasinya akan lenyap pada batas kristalin. Langkah 4 : Kesimpulan j. Kristalin terdiri dari kristal-kristal kecil yang membentuk polikristal. Sedangkan kristal merupakan susunan teratur dari atom-atom yang terdistriusi setimbang. Umumnya struktur kristal mempengaruhi sifat zat padat. Langkah 5 : Generalisasi k. Tidaklah benar kalau kristalin adalah krital-kristal kecil yang yang membentuk kristal tunggal. l. Kristalin disusun dari kristal-kristal kecil yang membentuk polikristal, sedangkan kristal tersusun dari atom-atom yang terdistribusi setimbang. 3. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah ketika molekul H2O mencair, maka molekul akan terurai menjadi ion-ion H+ dan O2- yang bergerak saling mendekat karena muatan yang berlawaan? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Es merupakan molekul air yang memadat melaui proses pembekuan yang disebabkan penurunan suhu hingga dibawa nol derajat celcius. c. Kristal es akan melebur pada suhu nol derajat. Langkah 3 : Self-explanation d. Kristal es disusun oleh molekul molekul air (H2O). e. Kristal es memiliki dipol listrik dalam setiap molekulnya. f. Kristal es memiliki ikatan molekul yang lemah sehingga pada suhu nol derajat kristal es akan mencair menjadi molekul air. g. Kristal es yang mencair membentuk molekul bukan ion.

Langkah 4 : Kesimpulan h. Kristal es tersusun dari molekul air yang membeku pada suhu dibawah nol derajat. Kristal es memiliki dipol listrik dalam setiap molekulnya. Ketika kristal es mencair pada suhu nol derajat celcius maka kristal es akan berubah kembali menjadi molekul es dan bukan ion. Langkah 5 : Generalisasi i. Ketika air membeku maka molekul air akan berubah menjadi Kristal es. Begitu pula ketika es mencair maka kristal es akan berubah kembali menjadi molekul air, bukan ion. 4. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah syarat-syarat suatu bahan disebut kristal? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Kristal adalah element penyusun zat padat. c. Kristal tersusun oleh atom-atom yang terdistribusi setimbang dengan susunan geometri tertentu. Langkah 3 : Self-explanation d. Kristal tersusun atas atom, molekul, dan ion yang teratur dan polanya terulang melebar secara tiga dimensi. e. Keteraturan tersebut terjadi kaena terpenuhinya kondisi geometris, ketentuan ikatan atom serta susunan yang rapat. f. Sulit untuk menyatakan bagaimana atom tersusun dalam padatan. g. Secara ideal, susunan polihedra koordinasi paling stabil adalah yang memungkinkan terjadinya energi persatuan volume yang minimum. h. Keadaa tersebut dapat dicapai jika kenetralan listrik , ikatan kovalen yang diskrit dan terarah, gaya tolak ion-ion menjadi minimal, serta susunan atom serapat mungkin terpenuhi. i. Secara struktural, atom (atau ion) dalam kristal dianggap sebagai bola pejal dengan diameter tertentu. j. Kristal dapa digolongkan berdasarkan susunan partikelnya. k. Selain berdasarkan susunan partikel, kristal juga digolongkan berdasarkan interaksi gabungan partikel-prtikel tersebut. Langkah 4 : Kesimpulan l. Kristal adalah element penyusun zat padat yang terdiri dari atom, molekul, dan ion yang teratur dan polanya terulang melebar sacara tiga dimensi. Kristal berbentuk polihedra dan memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Sacara truktural, atom dianggap sebagai bola pejal dengan diameter tertentu. Penggolaongan partikel dapat didasarkan pada susunan partikel ataupun interaksi gabungan partikel tersebut. Langkah 5 : Generalisasi m. Suatu bahan dapat dikatakan sebagai Kristal dengan terpenuhinya beberapa kriteria. n. Kristal dapat digolongkan berdasarkan pada susunan partikel ataupun interaksi gabungan partikel tersebut. 5. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apa yang dimaksud kisi Kristal? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Kristal dapat ditemukan pada susunan zat padat. c. Kristal memiliki beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Langkah 3 : Self-explanation d. Berdasarkan telaah geometri Kristal, atom dalam Kristal sempurna dianggap sebuah titik, tepat pada kedudukan setimbang dalam ruang. e. Pola geometrik yang diperoleh dari titik-titik tersebut dinamakan kisi Kristal. f. Kisi dapat dikatakan abstraksi matematis dari kristal. g. Kisi kristal memiliki sifat geometri yang sama dengan Kristal. Langkah 4 : Kesimpulan h. Kisi merupakan pola geometrik yang diperoleh dari titik-titik atom dalam kristal. Kisi kristal merupakan abstraksi matematis dari Kristal dan memiliki sifat geometri yang sama dengan kristal. Langkah 5 : Generalisasi i. Kisi kristal merupakan abstraksi matematis dari kristal yang juga merupakan pola geometrik dari atom-atom penyusunnya. 6. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah titik-titik kisi yang membentuk segi enam beraturan dan saling menyambung membentuk kisi kristal Bravais? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Kisi merupakan abstraksi matematis dari pola geometrik atom-atom kristal. c. Titik-titik kisi yang membentuk segienam beraturan maka akan membentuk kisi kristal Bravais. Langkah 3 : Self-explanation d. Bidang kisi dalam dua dimensi terbentuk dari susunan titik-titik. e. Ada dua jenis kisi yaitu kisi Bravais dan kisi non-Bravais. f. Ciri-ciri kisi Bravais adalah semua titik ekivalen. g. Ekivalen berarti bersifat invarian terhadap operasi simetri translasi. h. Kumpulan kisi yang ada disekitar kisi bravais disebut basis. i. Kisi bravais merupakan kisi simpul yang hanya dapat disusun dalam 14 susunan yang berbeda. Langkah 4 : Kesimpulan j. Kisi bravais adalah gabungan titik-titik kisi dalam dua dimensi yang saling berhubungan membentuk segienam. Ciri kisi Bravais adalah semua titiknya ekivalen dan hany dapat disusun dalam 14 susuna yang berbeda. Langkah 5 : Generalisasi k. Ada dua macam jenis kisi yaitu kisi Bravais dan kisi non_bravais. Kisi Bravais berbentuk segi enam beraturan. 7. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah perbedaan sel satuan primitive dan non-priitip? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Sel satuan adalah pola elementer yang berulang secara periodik dan membentuk struktur kisi. Langkah 3 : Self-explanation c. Sel primitive dapat dikatakan sebagai sel satuan dengan hanya satu titik per sel. d. Sedangkan sel non-primitive berkaitan dengan pilihan vektor basis dalam kisi Bravais, e. Sel primitive memiliki luas/volume yang terkecil. f. Sebuah sel primitive merupakan kebalikan dari sel konvensional yang mempunyai luas/volume terbesar g. Sel primitive memiliki satu titik kisi.

h. Sebuah parallel epipid yang dibentuk sumbu-sumbu sel primitive. i. Sel epipid adalah sebuah bangun yang sisinya sejajar/bidang yang dibatasi garisgaris sejajar. j. Cara untuk memilih sel primitive adalah dengan wigner seits. k. Sel non-primitive memiliki lebih dari satu titik kisi per sel. l. Luas dari sel non-primitive adalah kelipatan dari sel primitive. m. Sel primitive dan non-primitive terkait dengan pemilihan vektor basis dalam kisi bravais. Langkah 4 : Kesimpulan n. Sel satuan primitip memiliki satu atom per selnya, sedangkan sel satuan nonprimitip memiliki lebih dari satu atom per selnya. o. Setiap sel satuan primitip mempunyai luasan yang sama, dan luas sel non-primitip merupakan kelipatan bulat dari luas sel primitip. Langkah 5 : Generalisasi p. Sel satuan merupakan dasar elementer dari pembentuk struktur kisi suatu kristal. Sel satuan terdiri dari jenis yaitu sel primitive dan sel non-primitive. 8. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah yang dimaksud dengan parameter/konstanta kisi kristal a, b, dan c; dan sudut , , dan ? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Pola geometrik kristal dinamakan kisi kristal. c. Bahasan kristal dalam tiga dimensi sama dengan dalam dua dimensi, hanya keadaannya ditambah dengan satu dimensi lagi, yaitu menjadi a , b , dan c . d. Vektor basis membentuk sel satuan volume berbentuk paralelepipidum, Langkah 3 : Self-explanation e. Gambar disamping menunjukkan kristal tiga dimensi. f. Jika dihubungakan dengan koordinat Cartesian maka parameter a merujuk pada sumbu x, parameter b merujuk pada sumbu y dan parameter c merujuk pada sumbu z. g. Sedangkan sudut , , dan adalah sudut yang berada antara vector basis tersebut. h. Sudut merupkan sudut yang dibentuk antara vector basis b dan c , sudut merupakan sudut yang dibentuk anatara vector basis a dan c , sudut merupakan sudut yang dibentuk anatara vector basis a dan b . Gambar kisi tiga dimensi dengan vektor i. Volume sel satuanya dapat dihitung, volume basis , , dan dan sudut , , dan paralelepipidum dengan sisi a , b , dan c adalah luas bagian dasar berbentuk paralelogram |a b | yang dikalikan dengan komponen c sepanjang sumbu yang tegak lurus terhadap bagian dasar tersebut, yaitu V=c .a b Langkah 4 : Kesimpulan j. Parameter kisi a merujuk pada parameter sumbu x, parameter sumbu b merujuk pada parameter sumbu y dan sumbu c merujuk pada parameter sumbu z. Sedangkan sudut , , dan adalah sudut yang berada antara vector basis tersebut Langkah 5 : Generalisasi k. Untuk menghitung volume sel satuan menggunakan rumus . V=c .a b

9. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah kristal memiliki simetri rotasi-1, simetri rotasi- 2, simetri rotasi-3, simetri rotasi-4, dan simetri rotasi-6? Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Distribusi atom-atom membentuk kristal bila teratur dan periodik. c. Kristal memiliki pengaturan internal yang teratur dari atom. Langkah 3 : Self-explanation d. Distribusi atom yang teratur dan periodic memiliki simetri rotasi sebanyak 5 macam, yaitu rotasi-1, 2, 3, 4, dan 6. e. Artinya berturut-turut atom-atom dalam kristal bersifat invariant terhadap operasi f. Sebuah objek yang memerlukan rotasi dari 360o penuh untuk mengembalikanya ke tampilan aslinya tidak memiliki simetri rotasi. g. Karena berulang 1 kali setiap kali 360o dikatakan memiliki sumbu 1 kali lipat simetri rotasi. h. Jika suatu benda muncul identik setelah rotasi 180o yang dua kali dalam rotasi 360o, maka dikatakan memiliki sumbu rotasi 2 kali lipat. i. Objek yang berulang pada rotasi 120o dikatakan memiliki sumbu 3 kali lipat simetri rotasi (360o/120o) = 3 dan mereka akan mengulangi 3 kali dalam rotasi 360o. j. Untuk melambangkan lokasi 3 kali lipat sumbu rotasi digunakan sebuah segitiga. k. Jika benda berulang setelah 90o rotasi, akan mengulang 4 kali dalam rotasi 360o. l. Untuk melambangkan rotasi 4 kali lipat sumbu simetri rotasi digunakan sebuah persegi. m. Jika rotasi 60o terhadap suatu sumbu menyebabkan objek untuk mengulang sendiri, maka ia memiliki 6 kali lipat sumbu rotasi (360o/60o = 6) n. Simbol untuk sumbu rotasi 6 kali lipat adalah sebuah heksagonal. Langkah 4 : Kesimpulan o. Setuju bahwa kristal memiliki simetri rotasi-1, simetri rotasi- 2, simetri rotasi-3, simetri rotasi-4, dan simetri rotasi-6. Langkah 5 : Generalisasi p. Kristal memiliki pengaturan internal dari atom. q. Distribusi atom yang teratur dan periodic memiliki simetri rotasi sebanyak 5 macam, yaitu rotasi-1, 2, 3, 4, dan 6. 10. Langkah 1 : Diskripsi singkat permasalahan a. Apakah yang dimaksdu dengan macam dasar kisi kristal 2 dan 3 dimensi Langkah 2 : Penyampaian konsep terkait b. Kisi bravais artinya bersifat invarian terhadap operasi simetri translasi. c. Kondisi simetri translasi dalam kristal mempunyai konsekuensi terhadap terbatasnya kemungkinan jenis kisi bravais yang dapat terjadi, baik dalam kisi kristal dua maupun tiga dimensi. Langkah 3 : Self-explanation d. Pada kisi dua dimensi kisi kristal yang mungkin terdapat lima jenis. e. Kisi genjang, sel satuanya jajaran genjang dengan sisi ab dan sudut 90o f. Kisi persegi, sel satuanya bujur sangkar dengan sisi a = b dan sudut 90o g. Kisi heksagonal, sel satuanya belah ketupat dengan sisi a = b dan sudut = 120o h. Kisi persegi panjang P, sel satuanya emapat persegi panjang dengan sisi ab dan sudut = 90o

i. Kisi persegi panjang I, sel satuanya empat persegi panjang dengan sisi ab dan sudut = 90o j. Sedangkan pada tiga dimensi terdapat 14 buah kisi bravais yang terlingkupi dalam 7 buah sistem kristal. k. Hal ini sebagai konsekuensi dari simetri rotasi sebuah kristal, yakni rotasi-1, 2, 3, 4, dan 6. l. Berikut ini adalah macam kisi tiga dimensi,
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sistem kristal Triklinik Monoklinik Ortorombik Tetragonal Trigonal Heksagonal Kisi Bravais P P,C P,C,I,F P,I R P Geometri kristal

abc abc ==90o 90o abc ===90o a=bc ===90o


a=b=c ==<120

bukan90o a=bc ==90o =120


a=b=c ===90o

7.

Kubik

P,I,F

Simetri khas Tidak ada Sebuah sumbu rotasi-2 Tiga sumbu rotasi2 ortogonal Sebuah sumbu rotasi-4 Sebuah sumbu rotasi-3 Sebuah sumbu rotasi-3 Empat sumbu rotasi-3 Sepanjang diagonal kubus

Langkah 4 : Kesimpulan m. Dalam dua dimensi, kisi kristal yang mungkin sebanyak lima jenis. n. Untuk kasus tiga dimensi ternyata ada 14 buah kisi Bravais yang terlingkupi dalam 7 buah sistem kristal. Langkah 5 : Generalisasi o. Kondisi simetri translasi membuat terbatasnya jenis kisi bravais.